It Should Be Nine [Part 4]

 

 

Title :

 

It Should Be Nine Part 4

 

 

Author :

 

Kansa Ahsani Maf’ula and Alfabeta

 

 

Main Cast :

 

Jessica SNSD

 

Donghae Super Junior

 

SNSD Members

 

Ashley (Kang Seo Young)

 

 

Support Cast :

 

SM Town Artist

 

 

***

 

Jessica melangkahkan kakinya kedalam sebuah rumah. Rumah yang sudah tahun lebih ia tinggalkan. Rumah dimana kedua orang tua dan adik tercintanya tinggal bersama dirinya. Jessica kini berdiri di depan pintu. Tangannya terulur untuk mengetuk pintu rumah itu.
Tok! Tok! Tok!
“Ye, tunggu sebentar!” Terdengar sahutan seorang wanita dari dalam. Jessica tersenyum tipis. Umma-nya sedang ada di rumah. Seorang wanita paruh baya yang ia tinggalkan.
Cklek!
“Nuguseyo? Anda mencari siapa?” Tanya Umma Jessica dengan nada bingung. Sedangkan Jessica masih mempertahankan senyuman yang terlukis dibibirnya. Umma Jessica terdiam. Dia kenal dengan senyuman ini. “Jessica?”
“Umma..” Lirih Jessica sangat pelan. Sang umma menutup mulutnya refleks dengan kedua tangannya. Umma Jessica semakin tersentak saat Jessica melepas kacamata hitamnya. Kini, mata mereka bertemu secara langsung. Tersirat kerinduan mendalam diantara kedua-nya. Sang umma merengkuh Jessica kedalam pelukannya.

 

“Sica-yah, kau pulang chagi? Umma dan appa merindukanmu. Krystal-pun merindukanmu. Kenapa kau tampak kurus Sica-yah~” Jessica hanya terisak kecil dipelukan sang umma. Semakin mengeratkan pelukannya pada sang umma.

 

“Aku juga merindukan kalian semua. Maaf, aku baru pulang, umma~ bahkan, aku tidak mengabari umma sekalipun.” Ujar Jessica masih dengan suara yang parau. Perlahan Umma Jessica melepaskan pelukannya pada Jessica. Menatap mata Jessica yang basah.

“Masuklah. Ceritakan semuanya pada umma. Akan umma dengarkan semua pengalamanmu disana.” Sang umma tersenyum, Jessica mengangguk dan mulai masuk kedalam rumah sembari menarik kopernya masuk.

***

>> At Night

“Jessica, kau tidak ingin bertemu dengan Krystal juga teman-temanmu di SM Entertainment?” Tanya Appa Jessica saat mereka berdua sedang bersantai di ruang tengah. Sang appa melirik pada anak pertamanya yang masih fokus menatap pada layar televisi didepannya.

“Aku masih memikirkannya, appa~ entahlah, kapan aku bisa kesana.”

Matanya masih betah untuk menatap kearah layar televisi. Sang appa hanya menghela nafas beratnya. Kini, ia mendekati Jessica perlahan.

“Appa berharap kamu tetap ingin kembali, Sica. Appa dengar, Tiffany sempat sakit karena memikirkanmu. SNSD masih membutuhkanmu.”

Jessica berbalik menatap sang appa. Matanya sedikit basah mendengar omongan sang appa. Sedangkan, appa Jessica hanya tersenyum tipis. Mengelus rambut hitam Jessica dengan lembut.

“Itu terserah padamu, Jessica. Appa hanya memberitahumu. Appa tahu, kamu memang sempat sakit hati karena kamu memang kesepian disana, tapi.. Bukankah itu hanya hal yang sepele? Bukankah kalian saudara yang saling menyayangi?”

“Aihh~ appa cerewet. Iya, aku pasti akan bertemu dengan mereka. Mungkin besok. Itukan yang appa mau?”

“Hahaha~ baiklah. Appa dan Umma mendukung keputusanmu.”

“Ne, appa~”

***

> The Next Day

Jessica menatap bayangan yang terpantul di kaca. Kini ia sedang berdiri didepannya. Tersenyum tipis tatkala melihat penampilannya kini. Simple! Bahkan, mungkin tak akan ada yang mengenalinya. Memakai kelengkapan menyamar. Skinny jeans, blues berwarna putih dan tak lupa kacamata hitam juga masker.

“Perfect!”

Jessica melangkah kearah ranjangnya, mengambil tasnya yang berwarna senada dengan baju yang ia kenakan. Ia berjalan keluar dari kamarnya.

Cklek! Blam!

“Umma, aku berangkat ke SM Entertainment Building. Annyeong~”

“Hati-hati, Sica!”

“Ne, umma.”

Jessica menaikki mobilnya. Ia mulai menancap gas dan pergi meninggalkan rumahnya. Tak lama kemudian, ia telah sampai di gedung SM Ent yang megah itu. Ia berjalan kearah pintu belakang dan menaikki tangga disana.

“Aku harus bertemu dengan Jinyoung oppa dulu.”

Jessica mengambil ponselnya. Mulai menekan tombol-tombol nomor pada keypad ponsel. Menekan tombol virtual berwarna hijau dan menempelkan gadget itu ditelinganya.

Tut~ Tut~ Tut~

“Yeobseyo?” / “Jinyoung oppa, ini aku, Jessica. Bisa bertemu dengan oppa sekarang?”

“Kau dimana? Apa kau sudah sampai di Korea?” / “Aku menunggu oppa di pintu belakang Gedung SM Entertainment.”

“Baiklah aku kesana.”

Pip!

Jessica mengeratkan maskernya juga membenarkan letak kacamatanya yang sedikit tak pas. Sesekali menengokkan kepalanya ke kanan dan kiri. Entahlah, ia merasa takut kali ini. Akankah SNSD masih memberikan kesempatan untukknya kembali?

“Sst!”

Jessica menoleh. Sang manager sudah berdiri 2 meter dari arahnya. Mengisyaratkan Jessica untuk mendekat. Jessica mengangguk dan mendekati managernya.

“Oppa, aku ingin bicara dengan Soo Man ahjussi.”

“Bukannya kau baru pulang 1 tahun lagi?”

“Ahh~ aku tidak bisa menjelaskan disini. Akan kujelaskan nanti.”

“Baiklah, kajja!”

Baru dua langkah mereka beranjak. 2 anak laki-laki berjalan kearah mereka. Ini membuat Jinyoung dan Jessica panik. Jessica semakin mengeratkan maskernya. Sedikit merapat ke Jinyoung.

 

“Jinyoung hyung? Nuguseyo?” Tanya salah satu namja itu. Ia menatap penuh selidik pada Jessica. Jessica menundukkan kepalanya.

 

“Oh? Jino-ah. Dia adalah trainee baru disini. Soo Man sajangnim ingin bertemu dengannya.” Ujar Jinyoung berusaha menutupi kepanikannya. Dia berusaha tenang. “Kalian berdua mau pergi kemana?”

 

“Kami berdua ingin makan ramen diluar. Lapar!” Jawab Jino sambil tersenyum. “Baiklah. Semoga berhasil, ya? Fighting!” Ujar Jino sambil menatap Jessica dengan senyuman manis-nya. Jessica mengangguk. “Baiklah, kami pergi dulu. Annyeonghaseyo~”

 

Jinyoung menghela nafasnya. “Fiuh~ hampir saja kita ketahuan. Kajja, Sica-yah!”

 

Jinyoung berjalan dan diikuti Jessica dari belakang. Mereka berjalan melewati lorong practice room talent SM. Saat mereka akan melewati practice room SNSD, tiba-tiba pintu itu terbuka. Refleks, Jinyoung dan Jessica berhenti. Jessica menyandarkan tubuhnya pada dinding. Jinyoung menutup tubuh Jessica dengan menghadap pada Sunny yang keluar dari pintu itu.

 

Sunny tersenyum melihat Jinyoung yang menatapnya. “Annyeonghaseyo, Jinyoung oppa~ kenapa oppa disini? Bukannya oppa tadi pamit ke ruangan Soo Man ahjussi?” Tanya Sunny. Dia tidak melihat ada seseorang dibelakang Jinyoung. Sunny masih memasang senyuman aegyo-nya pada Jinyoung.

 

“Baru saja aku memutus sambungan telepon beliau. Soo Man sajangnim sekarang menyuruhku ke ruangannya. Waeyo? Kenapa kau keluar? Bukannya kalian sedang latihan?” Tanya Jinyoung berturut-turut. Sejujurnya, dia sedang panik sekarang. Bagaimana jika Sunny mengetahui bahwa Jessica ada disampingnya? Sedangkan Jessica hanya diam dan semakin merapatkan dirinya kedinding. Jessica meremas tangannya sendiri.

 

‘Jangan sekarang, Tuhan.. Sungguh aku belum sanggup bertemu dengan Sunny dan member SNSD lainnya.’ Jerit Jessica dalam hati. Ia pun khawatir sama seperti Jinyoung.

 

“Kita memang sedang latihan. Tapi, di dalam gerah. Aku keluar sebentar untuk menghirup udara.” Jawab Sunny. Jinyoung menganggukkan kepalanya mengerti. “Oppa akan ke ruangan Soo Man ahjussi kan? Cepatlah oppa! Sebelum beliau marah padamu.”

 

“Masuklah dulu. Baru aku akan pergi kesana.”

 

“Baiklah. Annyeonghaseyo~”

 

Jinyoung mengangguk. Blam! Pintu itu sudah tertutup. Jessica menghembuskan nafasnya perlahan. Jinyoung menatap Jessica yang ada dibelakangnya. Mata Jinyoung seperti menanyakan, ‘Gwenchana?’ pada Jessica. Gadis cantik itu mengangguk.

 

“Cepatlah oppa! Sebelum ada yang melihatku lagi.”

 

 

***

 

Tok! Tok! Tok!

 

“Nuguseyo?” Sahut Soo Man dari dalam ruangannya.

 

“Annyeonghaseyo, sajangnim. Saya Jinyoung. Bolehkah saya masuk?” Tanya Jinyoung dari luar.

 

“Silahkan.”

 

Jinyoung membuka pintu ruangan Soo Man. Jinyoung masuk kedalam bersama Jessica yang menunduk. Soo Man mengalihkan pandangannya yang sebelumnya terarah pada Jinyoung ke Jessica. Soo Man kemudian melempar pandangan penuh tanya pada Jinyoung.

 

“Siapa dia?” Tanya Soo Man ia menatap Jinyoung yang berdiri didepannya. “Baiklah, duduk dahulu. Silahkan.”

 

Jinyoung duduk dihadapan Soo Man. “Dia, Jessica Jung sajangnim.” Jinyoung memulai pembicaraan. Soo Man menatap gadis itu. “Dia pulang lebih awal, sajangnim.”

 

“Annyeonghaseyo, ahjussi.” Jessica membungkuk pada Soo Man. Gadis cantik itu melepaskan kacamata dan masker yang menutup wajahnya. Soo Man menatap Jessica tak percaya. “Saya kembali 1 tahun lebih awal, ahjussi.”

 

“Jessica? Kenapa kembali secepat ini? Apakah study-mu sudah selesai?” Tanya Soo Man. Tak tersirat kemarahan pada Soo Man, hanya sebuah teguran. “Kau ingin kembali dengan SNSD saat ini?”

 

“Kalau saya masih diberi kesempatan, akan saya lakukan. Bukankah ini perjanjian antara anda dan saya, ahjussi?” Jawab Jessica sembari tersenyum. Soo Man ikut tersenyum pada Jessica.

 

Soo Man beranjak dari tempat duduknya menuju almari berkas yang ada pojok kanan ruangan. Mata Jessica dan Jinyoung mengikuti langkah Soo Man. Soo Man berbalik setelah mengambil map berwarna coklat dan menyerahkannya pada Jessica. Gadis itu menerimanya dan segera ia membuka map itu.

 

“Surat kontrak?” Yakin Jessica. Matanya menatap Soo Man yang mengangguk. Jessica membacanya dengan perlahan. Matanya terus menelusuri huruf-huruf yang tertulis pada kertas itu. Soo Man bangkit dan menghampiri Jessica.

 

“Temuilah SNSD dan kalian berlatih bersama untuk comeback sebentar lagi.”

 

Jessica terbelalak. Secepat itukah ia harus bertemu dengan SNSD? Dia ingin kembali bersama dengan ke-8 temannya kembali, namun.. Dia sungguh belum bisa bertemu dengan mereka sekarang. Dia masih takut kalau SNSD akan mengusirnya dan tak memperbolehkan dirinya ada disana.

 

“Tapi.. Saya belum bisa bertemu dengan SNSD secepat ini, ahjussi. Saya masih belum siap menatap mereka.” Ujar Jessica dengan nada bicara yang lemah. Gadis itu menunduk. Ia menatap kertas kontrak yang ada ditangannya. “Saya takut mereka tidak menerima saya. Walaupun saya ingin bergabung kembali, tapi.. Saya masih belum bisa melihat mereka. Saya benar-benar takut, ahjussi.”

 

“Jessica..”

 

“Saya mohon, ahjussi. Tolong saya. Saya tidak ingin melihat mereka dulu, atau malah bergabung dengan mereka. Jangan sekarang, ahjussi.”

 

Soo Man tampak berfikir sesuatu. Ia menautkan kedua tangannya. Matanya menatap Jessica yang memelas. “Baiklah, hanya ada 1 cara agar kau bisa comeback tanpa bertemu dengan member SNSD lainnya.”

 

 

***

 

>> The Next Day

 

“Jinyoung oppa, apa mereka mau membantuku? Sudah 2 tahun aku tidak berkomunikasi dengan mereka.” Ujar Jessica melemah. Pada wajahnya tersirat rasa khawatir yang besar. Jessica meremas syal yang melilit dilehernya.

 

“Pasti mereka mau. Mereka adalah anak-anak yang baik bukan? Kau lebih lama mengenal mereka, 2 tahun kau tinggalkan itu tak berarti Sica. Tenanglah, mereka akan membantumu.” Jinyoung menenangkan Jessica. “Sampai! Jessica, tunggu disini sebentar.” Ujar Jinyoung saat mereka sudah ada didepan pintu bertuliskan, ‘SHINee’s Practice Room’

 

Cklek!

 

“Annyeong.”

 

“Annyeonghaseyo~ Jinyoung hyung! Masuklah.”

 

Jinyoung masuk kedalam ruang latihan SHINee. Tampaklah 5 namja yang duduk membentuk lingkaran dilantai. Mereka bangkit dan membungkuk pada Jinyoung . Ke-5 member SHINee tersenyum kearah Jinyoung.

 

“Kalian sudah lama menunggu? Malam ini, seharusnya kalian istirahat. Tapi kalian tetap ingin membantuku.” Ujar Jinyoung sembari membalas senyuman member SHINee.

 

“Tidak apa-apa, hyung~ kami sedang tak begitu sibuk bulan ini. Mungkin, hanya promosi di Jepang.” Ucap Onew yang diikuti oleh anggukkan dari member lainnya. “Oh iya, hyung ingin kami membantu apa?”

 

Jinyoung bangkit dan membukakan pintu. “Masuklah..” Ujar Jinyoung. Seorang yeoja cantik masuk kedalam practice room SHINee. Semua member SHINee memasang wajah yang kaget. Mereka saling berpandangan satu sama lainnya.

 

“Jessica noona?” Yakin Taemin. Jessica hanya tersenyum dan mengangguk.

 

“Annyeong~ sudah lama tak bertemu kalian. Aku harap, kalian mau membantuku berlatih untuk comeback bersama SNSD 1 bulan lagi.” Ujar Jessica masih dengan senyuman dibibirnya. Ia menatap member SHINee secara bergantian.

 

“Kenapa noona tidak langsung berlatih bersama member SNSD yang lain? Apakah ada masalah noona?” Tanya Key. Wajahnya menunjukkan kebingungan.

 

Jessica duduk diantara Minho dan Key. “Aku belum siap untuk bertemu dengan mereka. Aku baru datang 2 hari yang lalu. Batinku belum ingin bertemu dengan mereka. Aku masih takut mereka akan mengusirku dan tak memperbolehkanku masuk kembali bersama mereka.” Jelas Jessica. Member SHINee mengangguk mengerti.

 

“Baiklah noona, kami akan membantumu berlatih. Tapi, kami tidak tahu gerakan dance lagu terbaru SNSD.” Ujar Jonghyun. Ia menatap kearah Jinyoung yang ada disampingnya. “Bagaimana, hyung?”

 

“Aku sudah merekam gerakannya saat mereka latihan. Kalian bisa menggunakan ini.” Jinyoung menyerahkan sebuah kaset pada Jonghyun. “Jaga Jessica. Jangan sampai ada yang tahu bahwa Jessica ada disini. Terlebih member SNSD yang lainnya.”

 

“Ye, hyung. Kami mengerti.”

 

 

***

 

-Minho POV-

 

Sudah hampir 2 minggu Jessica noona bersama kami. Syukurlah tak ada satupun talent SM yang tahu kecuali kami. Jinyoung hyung-pun juga sering bersama kami. Mana mungkin ada talent yang berkeliaran saat malam seperti ini? Kami lebih memilih latihan pukul 11 malam sampai 2 pagi. Bertujuan, agar tidak ada yang tahu. Soo Man ahjussi yang menganjurkannya. Kami setuju, karena memang kami sedang luang.

 

“Noona, kita ulangi dari awal. Sepertinya ada yang terlewat.” Suara Key menginterupsi. Dia begitu bersemangat menarikan lagu The Boys -lagu baru SNSD- bersama Jessica noona. Pasti tahulah, dia menyukai tarian girlband. 1 hari pun bisa hafal.

 

“Baiklah.”

 

 

Geobi naseo shijak jocha anhae bwat damyeon

Geudaen tudeol daeji mara jom! (GG)

Jujeo hamyeon gihwe neun modu neoreul bikyeo ga

Gaseum pyeogo nawa bwara jom! (T.R.X)

 

Bring the boys out! (Yeah, you know!)

B-Bring the boys out! (We bring the boys out! We bring the boys out!)

B-Bring the boys out! (Yeah!)

 

Sunrie majchwo saneun geot neon gildeul yeojyeo beoryeot ni

Gwaenchanhni (Get up!)

Amdam han sesangi geudael junuk deulge mandeuni

 

Cklek!

 

“Annyeo- Onnie?”

 

Aku, Jessica noona dan member SHINee lainnya terdiam. Jessica noona, Key dan Onew hyung yang sebelumnya menari pun kini diam. Taemin mematikan music player yang ada disampingnya. Mata kami memandang kearah pintu, berdiri 2 gadis cantik. Mata kedua yeoja itu menatap Jessica noona dengan raut kaget.

 

“Krystal, Sulli? Apa yang kalian lakukan?” Tanya Jonghyun hyung memecah keheningan. Aku segera menghampiri yeojachingu-ku, Krystal. Mereka berdua masih  membeku di ambang pintu.

 

Blam! Aku menutup pintu. Aku menatap mata Krystal yang sudah berkaca-kaca.  “Ada apa kalian kemari? Bukankah aku sudah katakan padamu chagi? Jangan kemari saat malam hari.” Ujarku pada Krystal. Namun, yeoja itu menatap Jessica noona yang ada disamping Key.

 

“Onnie..” Suara Krystal menjadi parau. Dia tak menghiraukanku dan berjalan kearah Jessica noona. Jessica hanya tersenyum ditempatnya. “Jessica onnie..”

 

“Annyeong, Krystal~ bagaimana kabarmu?” Tanya Jessica noona. Senyuman masih melekat dibibirnya. Greb! Tanpa menjawab pertanyaan Jessica noona, Krystal langsung memeluk kakaknya itu. Terdengar suara isak tangis Krystal.

 

“Hyung, Key, Taemin!” Aku sedikit berteriak pada member SHINee yang lain. Aku menyuruh mereka untuk keluar bersamaku dan Sulli. Biarkan Jessica noona dan Krystal memilikki waktu untuk bersama dulu. “Sulli-yah, kita tinggalkan mereka dulu.”

 

“Ne, oppa.”

 

-End POV-

 

 

***

 

“Hari ini member SHINee sedang ada acara di Jepang, oppa. Aku harus latihan bersama siapa?” / “Kalau begitu, tunggu aku. Ajaklah Krystal bersamamu.”

 

“Krystal? Akan aku hubungi dia. Semoga dia sedang luang.” / “Ya, baiklah.”

 

Pip!

 

Jessica berjalan kearah practice room SHINee sembari mengetikkan sebuah pesan pada adiknya. Jessica menelusuri lorong yang remang-remang. Tiba-tiba ia melihat sebuah ruangan yang memancarkan cahaya terang. Lampu didalam ruangan itu menyala. Jessica berjalan kearah ruangan itu.

 

“Sepertinya mereka lupa untuk mematikan lampu ruangan musik. Lebih baik kumatikan saja.” Jessica memasukki ruangan itu. Ia berjalan menuju saklar yang ada ditembok dekat pintu. Namun, ia tertarik untuk berjalan kearah sebuah grand piano. “Sepertinya, sudah lama aku tak bermain piano.”

 

Ting! Ting! Ting!

 

Jemarinya mulai menari diatas tuts piano. Membentuk sebuah alunan nada yang mungkin untuk beberapa orang sulit memainkannya. Jessica terus memainkian piano itu tanpa sadar ada seseorang telah berdiri dibelakangnya.

 

“Nuguseyo?”

 

DEG!

 

‘Sepertinya aku kenal dengan suara namja ini. Dia..’ Batin Jessica.

 

Keringat dingin mengucur dari dahinya. Dia tahu. Dia tahu siapa namja yang ada di belakangnya! Jantung Jessica berpacu cepat. Suaranya pun tak mau keluar. Tubuhnya membeku seketika.

 

“Apa kau mendengarkanku? Hey, noona. Nuguse- Jessica?”

 

DEG!

 

Namja itu memandang gadis yang membeku di kursi piano. Mata sang namja membulat kaget. Namja tadi memandang Jessica dari atas sampai bawah. Ia belum percaya sepenuhnya. Sedangkan Jessica, ia masih diam membeku. Ia belum menatap namja itu sekalipun.

 

“Jessica Jung, kau.. Kau.. Kembali?” Tanya sang namja dengan raut wajah terkejut. Jessica diam tak menanggapi. Sret! Namja itu memeluk Jessica dengan tiba-tiba. “Bogoshippo..”

 

“Opp-oppa.. Donghae oppa..” Panggil Jessica kemudian. Lidahnya masih kelu, susah untuk berkata. Namun, tangan kirinya, ia gerakkan untuk mengusap kepala Donghae yang bersimpuh sambil memeluknya.

 

“Sica Princess, I miss you. I miss you, so much!” Ujar Donghae sembari mengeratkan pelukkannya pada tubuh Jessica. “Kau.. Benar-benar kembali, Sica.”

 

“Eum~” Sahut Jessica singkat sambil menganggukkan kepalanya. ‘Aku merindukanmu, oppa. Tapi..’

 

Sret!

 

Jessica melepaskan pelukan Donghae dengan tiba-tiba. Menyebabkan Donghae sedikit terdorong kebelakang. Setelah itu, Jessica menundukkan kepalanya.

 

“Waeyo?” Tanya Donghae lembut. Donghae menggenggam tangan Jessica. Tiba-tiba, tubuh Jessica bergetar. Donghae tahu, Jessica sedang menahan tangis.

 

“Gwenchana. Ak-aku mau pergi, oppa. Dan.. Ja-jangan katakan keberadaanku pa-pada siapapun.” Ujar Jessica terbata-bata. Jessica melangkahkan kakinya untuk pergi dari ruangan itu. Sret! Namun, tangannya di tahan oleh Donghae.

 

“Kajima..” Lirih Donghae memelas. Jessica membuang muka, ia tak menatap Donghae. “Dengarkan aku dulu.” Donghae menarik Jessica untuk duduk di kursi piano itu lagi. Sedangkan Donghae berlutut di hadapan Jessica.

 

“Ini.” Donghae memberikan sebuah MP3 Player pada Jessica. Jessica hanya menatap Donghae tak mengerti. Donghae terkikik pelan.

 

“Untuk apa? Kenapa oppa memberiku MP3 Player ini?” Tanya Jessica.

 

“Dengar-”

 

“Sica!!”

 

Belum sempat Donghae berbicara lebih jelas, seseorang telah menginterupsi dengan teriakkannya. Jessica terhenyak, ia segera berdiri dan menarik Donghae menuju kamar mandi.

 

“Oppa, aku akan pergi. Jinyoung oppa sudah kemari. Oppa jangan keluar sebelum mendengar suara saklar, karena aku akan mematikan lampu ruangan ini.” Ujar Jessica panjang lebar. Ia mulai beranjak. Sret! Lagi-lagi tangannya di genggam oleh Donghae. Jessica membalikkan badannya menatap Donghae. “Apa lagi, oppa?”

 

“Dengarkan lagu track nomor 9. Lagu itu kuciptakan.. Untukmu.” Ujar Donghae seraya melepas genggaman tangannya pada Jessica. Gadis itu mulai beranjakn pergi meninggalkan Donghae. Donghae tersenyum tipis. “Saranghae..”

 

DEG!

 

 

-TeBeCe-

17 comments

  1. paul · March 13, 2012

    next ya

    • ahzania · March 14, 2012

      Ne, d tunggu ya~
      gomawoo..

      -Rae178_YSM-

  2. zahara safrina · March 25, 2012

    nextttttt

    • ahzania · March 26, 2012

      d tunggu chingu..

      Rae178_YSM

  3. GorjessSpazzers · April 12, 2012

    Next y author,jangan lama*… hehehe😀 (penasaran soalnya)
    gomawo…

  4. Jung ryemi · April 15, 2012

    Annyeong chingu ….
    Mianhae, aq commentnya langsung disini,,, karna aq kan baru disini .
    Aq udah baca part 1 sampe 3 nya …
    Dan baru saja aq selesai baca part 4 …

    Huhuhu sedih banget siih …
    Disetiap part aku selalu nangis,, kenapa sihh Onnie ninggalin SNSD ???
    kasian kan tiff Onnie ampe jatuh sakit ?
    Huhuhu pertemuan yang mengharukan antara kakak dan adik …
    Lagu yang di ciptain haeppa yang Y bukan ??
    Hah …
    Daebak deh pokoknya, hanya gara” baca FF
    saya jadi galau begini .. Hehehe
    Ditunggu kelanjutannya yya …
    Khamsahamnida🙂

  5. vallentliy · April 23, 2012

    chingu, lanjut donk, aku baru ketemu nih ff, dan aku senang sekali, jgn lama2 ya lanjutnya sdh gk sabaran nih chingu
    khamsamida😀

  6. Chaleecha · April 29, 2012

    Annyeong. .
    New reader,
    bangapseumnida,
    mian chingu,
    comment q di part ini,
    td lngsung nemu yg part ini. .
    Agk g nymbung sih,
    q blum baca part sblumnya. .
    #dijitak author. .
    Hehe,
    ntar aq baca mundur deh,
    oya,
    q suka cast nya.
    Haesica daebak. .

  7. shintaam · May 21, 2012

    ditunggu lanjutannya min😀

  8. purpzzmeii · July 11, 2012

    Lanjutan nya mana thor? Penasarannnnn ahhhhh~

  9. Lanjutannya blm ada y chingu?😦

  10. Tasya jung · December 8, 2012

    Eon ceritanya seru ditunggu ya kelanjutannya🙂

  11. Jun Hye Rhee · April 28, 2013

    authoooooorrr !!! cpet dilanjutin !!!!

  12. vankaka · November 4, 2014

    wah, udh sinyal-sinyal balikan nih^^
    HaeSica.!! gimn reaksi SNSD stelah lihat Sica? gimn jg reaksi Sica tntang lagu ciptaan hae?
    lanjuuuttt!! Quickly!!

  13. chatarina · December 3, 2014

    Thor!!!!!! Lanjut donk… aku udh nangis berkali” baca fanfic ini…. yg sebenernya menjadi nyata sekarang😥 penasaran lanjutan nya thor… lanjutin next chap~

  14. chatarina · December 14, 2014

    Next chapt thor… ini bangus banget feel nya dapet… nangis aku baca cerita nya… lanjut ya thor… aku udh nunggu dari lama banget… 2 thn thor…😥

  15. elfishy · July 23, 2015

    thor ini lanjutannya mana? Cpet dilanjut dong thor
    Ceritanya keren

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s