[Part 2] Dormitory High School (First Sight)

Title : Dormitory High School (First Sight)

Type : Full Series

Author : Ichen Aoi

Cast : Lee Donghae Super Junior
Kim Seoyeon
Lee Hyukjae Super Junior
Woo Seung Hyun UKiss
Kim Kibum SHINee

Ost : Sky – B1A4

Nb : FF ini akan terus dilengkapi dengan backsound. ^^

==

Domus Aurea High School, dilengkapi dengan asrama yang cukup besar dan mewah. Setiap kamarnya dihuni oleh satu pelajar dan setiap kamar dilengkapi dengan komputer, televisi flat, alat pemutar musik, tempat tidur, lemari dan meja belajar.

Dan dipagi ini asrama itu masih tampak damai, mengingat sekolah mereka memang ada didepan gedung asrama. Mereka hanya berjalan sekitar 5 menit sambil disuguhi pemandangan indah seperti kebun bunga kecil dan kolam ikan yang diatasnya dibangun jembatan untuk menuju bagunan utama sekolah. Jadi para pelajar memang tidak perlu terburu – buru untuk mencapai sekolah mereka.

[PERHATIAN!! Perhatian kepada seluruh pelajar Domus Aurea High School! Saya Lee Hyukjae, wakil ketua OSIS memberitahukan kepada kalian semua bahwa mulai hari ini kita akan kedatangan seorang siswi. Dan perlu diperhatikan! Siswi tersebut berada dibawah perlindungan OSIS. Terimakasih!]

Pengeras suara itu menggema disetiap pelosok gedung asrama dan gedung sekolah Domus Aurea. Sebuah rekaman suara yang sudah disiapkan Eunhyuk sebelumnya, ia sangat malas datang pagi kesekolah. Beberapa dari mereka menghentikan kegiatan dan menunjukkan wajah heran. Seorang siswi. Yang berarti kalau dia adalah satu – satunya yeoja disekolah ini. Dan ditambah lagi pernyataan OSIS soal perlindungan istimewa yang memang nyaris tidak pernah digunakan kecuali jika dalam keadaan serius.

Bisik – bisik terus menjalar disetiap sudut bangunan megah itu.

“Kau dengar? Seorang siswi!”

“Dibawah perlindungan OSIS! Camkan itu baik – baik!”

Seorang namja yang berseragam dengan santai dan tampak memegangi sekaleng minuman. Ia berdiri ditepian air mancur sambil menatap lurus ke lantai atas bangunan sekolah Domus Aurea High School. Ia mencibir pelan lalu tersenyum meremehkan.

“Seorang yeoja dibawa masuk kemari? Langsung mendapat perlindungan OSIS? Menarik!”

Ia melempar kaleng itu ke tong sampah yang cukup jauh dari tempatnya berdiri.

*pluk!*

Kaleng itu masuk dengan tepat. Namja itu tersenyum sinis lalu mengambil tasnya yang sedari tadi ia letakkan begitu saja diatas rerumputan. Ia menyampirkannya dibahu kiri, lalu pergi menuju gedung sekolah.

***

Seoyeon akhirnya bisa tenang bahwa kenyataan dan takdir sedang berpihak padanya. Kemarin sebuah surat dengan amplop yang bagus sampai dirumahnya dengan kabar baik. Bahkan eomma –nya berkali – kali membaca surat itu dengan tidak percaya.

Surat Pemberitahuan

Diberitahukan kepada

Nama : Kim Seoyeon

Asal Sekolah : Paran Junior High School

Bahwa kami, Domus Aurea High School menerima dan meluluskan ajuan beasiswa penuh selama tiga tahun.

Dan hari ini adalah hari pertamanya sebagai seorang siswi Domus Aurea High School. Ia sudah mengenakan seragamnya yang berwarna serba biru itu. Kemeja atasan berwarna biru keputihan, rok selutut dengan motif kotak – kotak berwarna biru tua. Dilengkapi dengan dasi pita dan kaos kaki putih panjang selutut. Sepatu hitamnya pun sudah siap.

Seoyeon melirik dirinya dicermin yang ada diruang keluarga. Appa –nya tampak masuk kedalam ruangan itu dengan terburu – buru sambil membawa sebuah bungkusan ditangan kanannya.

“Syukurlah kau belum berangkat Seo –a”

“Waeyeo appa?”

Appanya menyodorkan bungkusan tersebut kehadapan Seoyeon yang menerimanya dengan bingung. Namun ia segera mengetahui isinya ketika sisi bungkusan itu tersobek. Seoyeon tersenyum lalu membuka semua bungkusan itu dan terpampanglah sebuah ransel dengan design imut dan manis. Dan lagi – lagi berwarna biru.

“Serasi dengan seragam mu” ucap appanya seolah mengerti kalau Seoyeon akan bertanya soal, kenapa ini lagi – lagi warnanya biru?

“Seoyeooonnn~ sarapaaannn~~!!”

kali ini suara cempreng khas milik eomma –nya yang menyerukan ajakan sarapan itu. Seoyeon tersenyum lalu berbalik menuju dapur. Ia sedikit tercengang ketika menyaksikan makanan diatas meja tersebut.

“Bukankah kau suka seafood?”

Eomma –nya melirik dengan senyuman senang. Seoyeon mengangkat sebelah alis matanya.

“Eomma, tapi ini kan masih pagi sekali untuk memakan semua itu?”

Tampaknya Mrs. Kim tidak mendengar keluhan dari putrinya itu. Ia langsung menyendokkan nasi dan menarus lauk – pauk itu kedalam piring. Namdongsaeng Seoyen, Kim MyungHae sudah lebih dulu menyantap semua itu dengan lahap.

“Noona, cepatlah sarapan!” serunya dengan riang sambil menggigit seekor kepiting dengan bumbu cabai.

Eomma –nya menyodorkan sepiring nasi tadi kehadapan Seoyeon yang kali ini menatapnya dengan shock, namu ia tidak ingin mengecewakan eomma –nya. Maka ia memakan semua itu dengan susah payah. Meski ia akui, masakan eomma –nya selalu enak dilidah.

***

Donghae menggerutu pelan dan berkali – kali mengungkapkan kata – kata protes terhadap appa –nya. Bagaimana bisa mobil sportnya harus pergi kebengkel karena lecet sedikit dan itu benar – benar sedikit. Padahal ia sudah menjelaskan kalau itu karena tergores gerbang sekolah.

Dan yang lebih membuatnya jengkel adalah saat ia membuka garasi rumahnya dan tidak mendapati mobil maupun motor sport yang biasa terparkir disana. Yang ia jumpai hanya sebuah limosin. Bagaimana mungkin ia kesekolah dengan mobil panjang macam itu?

Dan tidak mungkin ia pergi dengan kendaraan umum, mengingat ini sudah terlalu siang. Lagipula ia tidak ingin orang – orang –terutama yeoja- yang mengenalinya dan berteriak histeris seperti melihat hantu.

Ia tidak ingin malu sendirian, makanya ia langsung mengirimkan pesan kepada Eunhyuk, Kevin dan Key yang ia yakini masih ada dirumah mereka masing – masing. Mereka berempat memang tidak terlalu suka tinggal di asrama, kecuali jika ada tugas – tugas menumpuk yang harus mereka kerjakan dengan cepat barulah mereka menginap diasrama.

to : eunhyuk,kevin,key
hei kalian aku akan menjemput kalian, jadi jangan berangkat sendiri tanpa aku arraseo

Ia langsung menyentuh button “Send”’. Lalu pesan itu terkirin dengan sukses ketiga orang namja tersebut.

Kevin masih menikmati sarapannya sambil melirik – lirik kea rah cake yang sedang dibuat eomma –nya diatas meja. Rasanya ia ingin memotongnya separo dan membawanya kesekolah untuk dibagikan ke seisi kelasnya dan anggota OSIS yang lain.

“Eomma, boleh minta itu?” tunjuk Kevin dengan penuh harap.

Tampaknya wanita itu mengerti, ia mengulas senyuman lalu menggeleng.

“Ini untuk tetangga baru kita nanti. Arraseo?”

Kevin menghela nafas pasrah lalu menghenyakkan dirinya kembali kekursi dan menatap dengan nanar. iPhone dengan cashing soft pinknya yang sama persis dengan milik Key, itu bergetar dan sebuah lambang pesan berkelap – kelip disana.

from :donghae hyeong
hei kalian aku akan menjemput kalian, jadi jangan berangkat sendiri tanpa aku arraseo

Ia menyunggingkan senyum lalu berbisik pelan, “Tumben sekali. Hhaa… Jangan – jangan karena limosin”

Ia memang sangat suka bersekutu dengan Eunhyuk untuk menggoda Donghae disaat – saat tepat yang memungkinkan. Ia langsung mengambil tasnya dan berjalan kemunu teras.

“Eomma, aku berangkat!”

Wanita itu tersenyum lalu mengangguk, Kevin pun keluar.

Key duduk diruang keluarga sambil membawa sebuah roti yang kini sedang tertahan dimulutnya. Ia sedang sibuk dengan tali sepatunya. Appa –nya turun dari kamarnya yang terletak dilantai atas sambil membawa laptop yang terbuka. Wajahnya tampak sedikit memikirkan sesuatu.

“Waeyo appa?”

Tanyanya begitu appa –nya duduk disofa, tidak jauh dari tempatnya duduk sambil meletakkan laptop di atas meja. Key melirik ke arah laptop itu sekilas.

“Rasanya appa salah memasukkan rumus. Laporan keuangan perusahaan milik kita bisa kacau, Kibum. Haduhh.. Appa jadi sakit kepala ini!” keluh pria paruh baya itu.

Key pun selesai dengan tali sepatunya dan kini ia sibuk melahap potongan roti yang tersisa. Lalu ia mengambil alih laptop itu dan mengerjakan entah apa itu. Ditengah keseriusannya, ia merasakan iPhonenya bergetar. Ia mengambilnya dari saku lalu membaca pesan masuk yang rupanya dari Donghae.

from : donghae hyeong
hei kalian aku akan menjemput kalian, jadi jangan berangkat sendiri tanpa aku arraseo

“Dasar hyung!” desisnya pelan.

Lalu pandangannya kembali kearah laptop hanya menekan tombol ‘Enter’ di keyboardnya lalu. Ia berdiri menyandang tasnya di bahu kiri, ia menatap appa –nya dan tersenyum.

“Sudah beres! Appa tidak perlu bingung lagi”

Ia langsung keluar menuju kehalaman rumah. Appa –nya menghela nafas lega ketika ia menjumpai laporan keuangannya sudah kembali seperti sedia kala.

Seperti biasa, suara alarm kukuruyuk milik jam beker Eunhyuk selalu tidak sukses membangunkan yang punya. Namja itu masih menggeliat diatas tempat tidurnya. Ia tinggal sendirian disebuah apartemen mewah di Seoul, orangtuanya tinggal di Jepang.

Meskipun begitu, Eunhyuk tidak pernah kekurangan apapun disini. Mengingat ia merupakan calon pewaris perusahaan cabang Domus Aurea di Korea. Sedangkan saham sepenuhnya tetap milik Donghae.

*PRANG! BRUK! PRANG! JEDER! GUBRAK!*

*bruk!*

Akhirnya, nada rebut HPnyalah yang membangunkan Eunhyuk. Ia sampai jatuh dari tempat tidur dan itu membuat pinggangnya sakit bukan main.

“Donghae Leee!! Ada apa dengan ringtone message ku?!!!” gerutunya kesal sambil masih memijit – mijit pinggangnya dengan perlahan. Ia meraih iPhonenya dan membaca pesan singkat itu. Ia bergidik kesal lalu segera pergi kekamar mandi.

from : donghae amis
hei kalian aku akan menjemput kalian, jadi jangan berangkat sendiri tanpa aku arraseo

***

Seoyeon menatap gerbang Domus Aurea High School dengan takjub. Baru pertamakali ini ia melihat bangunan sekolah yang sama sekali tidak menyerupai bangunan sekolah melainkan lebih mirip sebuah istana yang pernah ia lihat disalah satu situs diinternet. Seorang namja menepuk bahunya pelan.

“Mian agashi, sedang ada keperluan apa disekolah kami?” namja itu bicara dengan sikap dan nada yang sangat sopan.

Seoyeon baru menyadari hiasan tepi kemejanya sama persis dengan seragam namja itu. begitu juga warnanya. Ini benar – benar seragam Domus Aurea High School, pekiknya dalam hati.

“Ehmm… Aku pelajar baru disini”

“Eh?” namja itu menatap Seoyeon dengan bingung.

Apa wajah ku sangat miskin sampai – sampai namja ini tidak percaya?, Seoyeon mulai kesal dan jadi sedikit merasa tidak nyaman. Sedangkan namja itu malah memandangi sekelilingnya, yang ia jumpai masih sama. Semuanya namja!

Kemudian ia ingat tentang pengumuman yang baru saja diberitahukan tadi pagi. Ia akhirnya mengerti dan mengangguk pelan. Ia langsung mempersilahkan Seoyeon masuk kedalam gerbang itu lalu meninggalkannya.

Seoyeon sudah berjalan beberapa langkah, namun langkahnya terhenti ketika ia mendapati sebuah limosin memasuki areal parkir sekolah itu. Seseorang membuka pintu disamping pengemudi dan menunjukkan wajahnya.

Namja tampan dengan penampilan yang menurt Seoyeon sangat aneh. Namja itu tidak mengancingkan kemejanya, menyampirkan tas dibahu kiri dan almamaternya di pegang begitu saja. Lalu kedua pintu belakang terbuka, tiga orang namja keluar dari sana. Dua orang diantara mereka tampak sangat cantik, yang satu penuh dengan gaya sedangkan yang satunya tampak berpakaian dengan rapi. Sedangkan yang terakhir itu tidak beda jauh dengan namja didepan tadi, penampilannya sangat berantakan.

Namun mereka berempat benar – benar tampan sekaligus cantik seperti lukisan – lukisan. Angin tiba – tiba saja berhembus agak kencang, menerbangkan seragam namja itu dan beberapa helai rambut mereka.

Seoyeon terperangah melihatnya, begitu tampan dan memukau.

Eomma… Tahukah kau kalau putrimu ini bertemu dengan malaikat disekolah barunya?, bisik Seoyeon didalam hati.

Tanpa sengaja, tatapannya bertemu dengan namja – namja itu. Seoyeon menyadarinya, ia bisa merasakan wajahnya mulai memerah. Dalam sekejab ia berbalik lalu pergi.

Donghae, Eunhyuk, Kevin dan Key turun dari limosin itu secara bersamaan. Mereka memandangi sekolah mereka itu, berharap ada perubahan baru yang lebih baik. Secara refleks tatapan mereka tertuju pada seorang yeoja manis yang berdiri mematung ditengah lapangan depan itu. Satu – satunya yeoja disekolah itu.

Angin berhembus agak kencang, menerbangkan tepian roknya dan beberapa helai rambut panjangnya yang dibiarkan tergerai.

Mereka berempat sama – sama berdiri mematung seperti yeoja itu. Sedangkan yeoja itu masih terus melihat kearah mereka. Namun sedetik kemudian, dia tampaknya sadar dan berbalik pergi.

Hal ini membuat keempat namja itu menyunggingkan senyum simpul mereka.

TBC

5 comments

  1. Detya's · March 13, 2012

    Aq ska sma alur crt.n
    cukup mnrk thor,
    tp d blog ini, part 1.a kq gx ad y?

  2. Vally · May 14, 2013

    Haha….:)
    kata donghae cs ama seoyeon: Terpesona ku pada pandangan pertama nyata kuasa menahan rinduku…….
    Ketawa jungkir balik😀

  3. YeonAh Park · June 14, 2013

    donghae emang ga masuk angin yahh bajunya ga dikancingin?

  4. rytazza · November 22, 2014

    ini tuh seoyeon atau sooyeon??? sooyeon itu jessica tapi di sini seoyeon? siapa yah seoyeon? aku harap sooyeon,,,

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s