Remember [Part 2]

Cast : -Park Yeo Min-Lee Sung Yeol (Infinite)-Kim Sung Gyu (Infinite)-

Author : Agnia Afri Yunita a.k.a Han Ri Young

annyeong yeoreobeun!!

this is it! part 2 nya udah keluar!!!!! #plakkπŸ˜„ bagi yang ngaku nunggu-nunggu silahkan dibaca yaa~ gomawoπŸ˜€

Still October 5th 2011, why?

This place is a paradise only if you’re hereΒ 
A paradise that has locked you in against your willΒ 
A sad paradise that you won’t go if you’re awake

β€œ selamat pagi. β€œ

Yeo Min melambai pada namja yang berdiri gelisah di pintu gerbang fakultas seni, Sung Gyu, yang langsung menghampirinya begitu melihat sosoknya di kejauhan.

β€œ kau benar-benar baik saja? β€œ

Yeo Min tertawa geli melihat reaksi temannya itu. β€œ memangnya kau melihat ada yang salah denganku? β€œ

Sung Gyu memperhatikan yeoja itu dari atas sampai bawah. Matanya terpaku pada tangan kiri Yeo Min yang diplester. β€œ tanganmu kenapa? β€œ tunjuknya.

β€œ ah, ini? β€œ Yeo Min mengelus plester itu. β€œ hanya kecelakaan kecil. Tidak perlu cemas. Sung Yeol sudah mengobatinya. β€œ

β€œ Sung Yeol?? β€œ

β€œ eum. Dia yang menempelkan plester ini tadi pagi. β€œ Yeo Min menatap plester berwarna coklat itu dengan tatapan memuja, seolah itu adalah yang paling berharga di antara semua miliknya.

β€œ Yeo Min~ah… β€œ

β€œ ah! Sung Yeol bilang kita tidak usah menunggunya. Dia sedang ke toilet. Ayo masuk! β€œ Yeo Min menarik tangan Sung Gyu, namun Sung Gyu menahannya.

β€œ Yeo Min~ah! Sebaiknya kita pulang. β€œ

Yeo Min mengernyit. β€œ pulang? Kenapa harus pulang? Aku tidak mau pulang! β€œ ia berjalan mendahului Sung Gyu yang mengejarnya di belakang.

β€œ Sung Gyu~ah kau tau menu apa yang enak untuk sarapan? Sung Yeol bilang dia bosan dengan menu sarapanku yang biasa. Bahkan tadi pagi dia hanya menggigit ujung roti bakarnya saja. The dan apelnya sama sekali tidak disentuh. Jadi aku memutuskan untuk belajar memasak menu yang lain. Kira-kira aku harus mulai darimana, ya? β€œ

Sung Gyu terpaku di tempatnya berdiri. β€œ Sung… Sung Yeol bilang begitu? β€œ ia tergagap.

β€œ eum… sebenarnya tidak. Itu hanya kesimpulanku. Ah! Nanti sore dia mengajakku nonton di bioskop. β€œ

β€œ m-mwo…?! β€œ

Sung Gyu masih berdiri di koridor itu dengan tatapan nanar meski Yeo Min sudah menghilang di balik pintu kelasnya.

***

Berkali-kali Yeo Min melirik jam dinding yang dipasang di dinding bagian depan. Sudah 15 menit mata kuliah pertama dimulai, namun namja itu belum muncul juga. Ia jadi cemas dan berpikir yang bukan-bukan. Nyaris saja ia akan meminta izin keluar pada dosen untuk menyusulnya ke toilet saat tiba-tiba namja itu muncul di pintu.

Yeo Min tersenyum geli melihat Sung Yeol berdiri di sana dengan napas terengah-engah. Ia terkekeh karena sang dosen sama sekali tidak menggubris permintaan maaf Sung Yeol, bahkan menoleh pun tidak. Mungkin dosen itu terlalu marah karena Sung Yeol sangat terlambat hadir di kelasnya.

Merasa tidak digubris, Sung Yeol berlari masuk dan langsung mengambil tempat duduk di belakang Yeo Min.

β€œ oppa, kau darimana saja? Kenapa lama sekali? β€œ Yeo Min berbisik.

β€œ eh? Pencernaanku bermasalah lagi. Hahaha β€œ Sung Yeol balas berbisik.

β€œ mau kubelikan obat? β€œ

β€œ tidak perlu. Aku sudah tidak apa-apa. Ng… ssstt! Sebaiknya kita mengobrol nanti saja. Semua orang merasa terganggu dan sekarang mereka semua sedang menatap kita. β€œ

Yeo Min mengedarkan pandangan ke sekeliling, dan benar saja. Semua yang hadir di kelas itu termasuk sang dosen sedang menatap mereka berdua. Ia segera membalikkan badan dan menunduk. Lalu mengangguk meminta maaf pada seisi kelas.

β€œ ehem! β€œ sang dosen memecah keheningan dengan suaranya yang berat. β€œ ini salinan makalah tentang seni abad pertengahan. Tolong dibagikan. Pastikan semuanya dapat satu. β€œ

Salinan makalah itu dibagikan dengan cara mengoper. Karena Yeo Min dan Sung Yeol duduk di bagian belakang maka mereka mendapat giliran terakhir. Yeo Min menerima salinannya dengan bingung. Ia membolak-balik salinan itu, memeriksa kalau-kalau ada salinan lain yang melekat di sisi-sisinya. Namun tidak ada, memang hanya satu.

β€œ semuanya sudah dapat? Buka halaman pertama. Di situ kalian bisa lihat… β€œ

β€œ maaf! β€œ Yeo Min mengangkat tangannya. Sang dosen mendongak padanya.

β€œ salinannya kurang satu. Sung Yeol belum dapat. β€œ ia menunjuk Sung Yeol yang hanya bisa meringis di belakangnya.

β€œ sebenarnya tidak masalah jika aku tidak dapat. Itu kan hanya salinan. Kita bisa memakainya bersama. β€œ Sung Yeol berbisik.

β€œ apa anda sedang menghukumnya karena hari ini dia datang terlambat ke kelas anda? Tapi itu tidak adil, kan? Dia kan juga murid anda. Kenapa hanya dia yang mendapat salinan itu? β€œ Yeo Min berteriak marah pada dosen yang hanya terdiam menatapnya, seolah ia tidak mengerti kata-kata Yeo Min.

β€œ Yeo Min~ah… aku benar-benar tidak apa-apa. Kita bisa memakai salinan itu bersama, kan? Duduklah. Tidak sopan kau berteriak begitu pada dosen kita. β€œ Sung Yeol mencoba membujuk, namun Yeo Min tetap berkeras sampai dosen itu meraih satu salinan lagi dari mejanya dan berjalan mendekati mereka.

β€œ eh… tidak. Aku tidak sedang menghukumnya. Mungkin aku salah menghitung murid yang datang. Ini salinan yang kau minta. β€œ

Sung Yeol menerima salinan itu sambil tersenyum malu. β€œ gamsahamnida. ”

***

Yeo Min dan Sung Gyu berjalan beriringan di koridor. Yeo Min terus melipat wajahnya dan itu membuat Sung Gyu risih.

β€œ ada apa? β€œ tanyanya.

β€œ eh? Hanya… ada pa dengan semua orang hari ini?? Kenapa mereka seperti tidak mengerti ucapanku? Kenapa setiap membagikan salinan atau apapun Sung Yeol selalu tidak dapat?! Kenapa hari ini dia seperti dibuang? Yahh… memang sih hari ini dia juga selalu terlambat menghadiri kelas. Mungkin itu membuat semua orang marah padanya. Tapi tetap saja aku kesal dia diperlakukan begitu! β€œ Yeo Min terus menggerutu.

β€œ ah, sebenarnya… β€œ

β€œ andweyo! β€œ Yeo Min menepuk jidatnya. β€œ aku hampir lupa. Aku dan Sung Yeol ada kencan di bioskop sekarang. Aku harus pergi. Sampai nanti… β€œ ia berlari tergesa-gesa menuruni anak tangga.

β€œ Yeo Min~ah!! Aku boleh ikut?? β€œ teriak Sung Gyu.

β€œ yang benar saja! Imi kam kencan. Kau hanya akan menjadi pengganggu. Lain kali saja, ya? β€œ suara Yeo Min semakin kecil seiring sosoknya yang menjauh. Sung Gyu memandanginya sampai benar-benar menghilang.

***

β€œ darimana saja? Kenapa lama sekali? β€œ Sung Yeol langsung menggerutu begitu Yeo Min sampai di tempat seharusnya mereka bertemu sepuluh menit yang lalu. Yeoja itu hanya meringis.

β€œ mian… tadi Sung Gyu mengajakku mengobrol dulu. β€œ Yeo Min menggamit lengan Sung Yeol dan menariknya menuju antrian. β€œ tadi dia minta ikut, tapi aku bilang dia hanya akan menjadi pengganggu. Hahaha β€œ

β€œ menurutku… β€œ Sung Yeol mendesah panjang sebelum melanjutkan, β€œ Sung Gyu menyukaimu. β€œ

β€œ mwo?? β€œ

β€œ sebenarnya sudah lama aku menyadarinya. Mungkin dia tidak mengatakannya padamu karena kau sudah punya aku. Tapi mungkin sebentar lagi dia akan mengatakannya. β€œ

Yeo Min menatap Sung Yeol lekat-lekat. β€œ yaa!! Tega sekali kau mengatakan itu pada pacarmu sendiri! Cepat tarik lagi ucapanmu! β€œ

Sung Yeol hanya tersenyum geli mendengarnya. β€œ memangnya kau masih mencintaiku? β€œ

β€œ tentu saja. β€œ

β€œ sampai kapan? β€œ

β€œ selamanya! β€œ

β€œ bahkan jika aku sudah mati? β€œ

β€œ eum. β€œ Yeo Min mendongak, menatap Sung Yeol yang terdiam sedih. β€œ wae? β€œ

β€œ seharusnya kau tidak boleh melakukan itu. Jika aku sudah mati kau harus belajar mencintai namja lain. β€œ

Yeo Min mendelik marah, lalu menutup telinganya dengan dua tangan. β€œ aku tidak dengar apa-apa. Aku tidak mau dengar apa-apa! β€œ racaunya. Sementara Sung Yeol terus menatapnya dengan sedih.

Kencan hari ini berakhir dengan dingin. Keduanya sama-sama terdiam selama perjalanan pulang ke apartemen mereka. Hari sudah gelap dan angin mulai bertiup lebih kencang. Sung Yeol menarik Yeo Min mendekat dan menutupinya dengan mantel yang ia kenakan.

β€œ kau diam sekali. kau marah padaku? β€œ

Yeo Min menggeleng. β€œ entah kenapa kata-katamu tadi terus berkelebat dalam benakku. Aku jadi memikirkannya berulang-ulang. β€œ

Sung Yeol menarik Yeo Min lenih dekat dan mendekap tubuh mungil itu erat-erat. Mereka berdiri di depan pintu apartemen Yeo Min.

β€œ mian, telah membuat hatimu kacau. Aku tidak akan mengatakannya lagi. Yaksokhae. β€œ

Yeo Min mengangguk-angguk. Matanya lagi-lagi berkabut. Entahlah, akhir-akhir ini ia merasa sensitif terhadap hal-hal yang berkaitan dengan Sung Yeol. Ia sering menangis ketika memikirkan atau saat sedang bersama namja itu.

β€œ besok mungkin aku akan pergi seharian. Ng… bisa tolong bersihkan apartemenku? Hahaha… dan buatkan aku nabe, masakan Jepang yang kau buatkan untukku saat pertama kali kita bertemu. Mungkin aku baru pulang sore hari. β€œ

β€œ eum. Geuraeyo. β€œ

β€œ nah! β€œ Sung Yeol meraih kepala Yeo Min dan mengecup lembut keningnya. β€œ selamat malam. β€œ namja itu menghilang di balik tangga. Yeo Min masuk ke dalam apartemennya sendiri dan terpaku menatap seluruh ruangan yang gelap. Jari-jarinya menggerayangi dinding dan memencet tombol sakelar yang ada di sisi pintu. Ruangan itu masih sama seperti ketika ditinggalkan tadi pagi. Ia menuju dapur dan mendapati meja makan itu masih sama. Roti bakar yang sudah keras di atas piring, cangkir the yang telah dingin. Ia meraih benda-benda itu dan menuang isinya ke dalam tong sampah, lalu menaruhnya begitu saja di wastafel. Alih-alih menuju kamar, yeoja itu langsung masuk ke kamar mandi, menyalakan lampu, mengunci pintunya, dan berbaring di dalam bathtub yang kering. Ia menutup matanya rapat-rapat dan mencoba untuk tidur.

TBC…

gimana? masih gaje? makin gaje? nah! silahkan tunggu kegajean saya yg berikutnya #plakk
RCLnya selalu ditunggu lohh~ nyahahahahaπŸ˜„
lagi-lagi, bacanya sambil dengerin Infinite – Paradise ^^
annyeong…
#lambai-lambai

3 comments

  1. Ara · May 8, 2012

    fellnya dapat banget minπŸ™‚

  2. meisapril · May 21, 2012

    sumfeehh ini ff yg kayaknya bakal jadi sedih bgt…
    jangan2 Yeolli itu sebenarnya udah… ‘ehem’ yah min????
    Andwaeee!!!! gak rela yeollikuu~~ -_-“

  3. byunmyungsoo · April 22, 2013

    authorrrr tolong lanjukan ff ini…aku baruuu nemu ff infinite yg sebagus ini😦 ceritanya daebakkkk !πŸ˜₯ plisssss

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s