I’m Sorry [Part 2]

Title :

I’m Sorry [Part 2]

Author :

Kansa Ahsani Maf’ula (Shin Rae Na/Rae178_YSM)

Cast :

Krystal ‘f(x)’

Minho ‘SHINee’

Yuri ‘SNSD’

Yesung ‘Super Junior’

Thunder ‘MBLAQ’

***

“Kenapa kau bercerita tentang perasaanmu padaku?” Tanya Thunder dengan nada sedikit sinis. Raut wajahnya mengatakan bahwa dia tidak menyukai hal itu.

“Mollayo~ entah kenapa tiba-tiba aku ingin mengatakan hal ini pada kau, Oppa. Hanya kau dan Yesung oppa yang tahu.” Krystal tersenyum tipis. Dia tidak menghiraukan kekesalan Thunder. Lebih tepatnya, ia tak tahu.

“Ohh. Kenapa kau tidak mengatakan pada Minho langsung?” Sahut Thunder dingin. Kekesalan semakin terlihat pada wajah datarnya. Bahkan ia tak memandang Krystal sekalipun.

“Aniya. Aku tak mau Minho oppa tahu. Aku baru berkenalan dengannya beberapa hari lalu. Lagipula.. Aku takut, dia tidak menyukai-ku.” Ujar Krystal sembari tersenyum miris. Suaranya terdengar bergetar, tersirat rasa takut dan kecewa yang kentara di dalamnya. “Belum lagi aku harus bersaing dengan yeoja-yeoja cantik yang mengidolakannya.”

“Kenapa kau memikirkan fans Minho? Pikirkanlah bagaimana dirimu bisa mendekatinya.” Thunder menyimpan rasa sakitnya. Hatinya terasa sangat perih.

“Senang bisa berbincang denganmu, oppa. Kau seperti kakak laki-laki yang baik untukku. Oppa itu sama dengan Yesung oppa. Suka menasihatiku dengan ocehan aneh seperti itu. Bedanya, ucapan Thunder oppa masih berbobot. Sedangkan Yesung oppa? Dia selalu menggodaku tanpa henti. Terkadang, nasehatnya sungguh tak bagus. Tapi, dia orang yang baik.”

“Yesung? Siapa dia?”

“Dia lebih tua darimu, Oppa. Orang yang mengajariku menyanyi. Seperti guru vocal privat untukku.”

“Kekeke, maaf.”

Hening.

Thunder sedikit terkejut saat Krystal meraih tangannya tiba-tiba. Krystal tersenyum  manis pada Thunder. “Waeyo? Kenapa kau memegang tanganku?”

“Aniya. Kan Thunder oppa adalah kakak-ku mulai dari sekarang. Dan aku adalah dongsaengmu, oppa! Padahal kita baru saling menyapa hari ini, tapi aku ingin menjadi dongsaeng-mu. Aku ingin lebih dekat denganmu, Oppa.” Ujar Krystal dengan nada cerianya. Melupakan sedikit kesedihannya akan Minho. Menatap Thunder dengan berbinar-binar. Thunder berdecak melihat pandangan Krystal yang ditujukan padanya.

“Memang aku mau menjadi oppa-mu? Apa aku sudah berkata ‘iya’ padamu?” Goda Thunder. Senyum Krystal berganti dengan wajah cemberutnya. Ia menghempaskan tangan Thunder begitu saja. Berbalik memunggungi Thunder. “Hahaha~ Krys, aku hanya bercanda. Saeng-ah, aku benar bercanda.”

“Aih! Oppa, ini sangat tidak lucu. Kau menggodaku!” Krystal mengerucutkan bibirnya dan berjalan meninggalkan Thunder begitu saja. Thunder masih tersenyum menatap punggung yeoja cantik itu.

“Jaljayo, dongsaeng!” Thunder hanya terkikik pelan melihat tingkah Krystal yang menurutnya lucu itu. ‘Walaupun kau tak menganggapku sebagai seorang kekasih, aku masih bersyukur. Setidaknya aku kau anggap sebagai orang yang dekat denganmu.’

-Krystal POV-

Haah..

Thunder oppa benar-benar menyebalkan. Bisa-bisanya dia menggodaku. Blam! Aku menutup pintu rumahku. Aku lapar. Ah! Ada Sica onnie, aku bisa meminta makan padanya. Umma dan Appa kan tidak ada di rumah. Aku menghampirinya. Berdiri didekatnya sembari memasang senyum manis. Dia menatapku datar.

“Kau aneh.”

Dia mengejekku. Seenaknya saja. “Onnie!” Aku sedikit membentaknya. Dia hanya mentapku datar. Dasar Ice Princess!

“Kau ini kenapa, eoh? Bosan hidup?” Tanyanya sakartis. Aku menatapnya tajam. Ish! Segitu jahatnya padaku, padahal aku adalah adik kandungnya.

“Onnie, kau jahat sekali pada adikmu.” Aku mengerucutkan bibirku kesal. Oke! Aku tidak ahli dalam aegyo. Jessica onnie memalingkan wajahnya, membaca majalahnya lagi. “Onnie~”

“Aish! Apalagi? Kau tidak puas menggangguku? Katakan, kau mau apa?” Tanyanya beruntut. Ada nada kesal diantara kata-katanya itu. Ah! Aku tak mau tahu. Yang penting sekarang adalah, aku lapar.

“Ayo makan! Perutku lapar onnie~” Ujarku sedikit merajuk. Dia mengangguk dan kemudia bangkit. Aku tersenyum penuh arti. Aku menghampirinya yang sedang mengambil kunci mobil. Chu~ aku mencium pipinya singkat. “Gomawo onnie, aku menyayangimu.”

“Aish! Kenapa kau menciumku?” Protesnya. Aku tak menghiraukan hal itu. Aku berjalan kearah garasi mobil masih dengan senyuman yang menghiasi bibirku.

>> At Restaurant

Aku dan Sica onnie memilih duduk di pojok restoran. Sica onnie sedang memesan makanan untuk kami. Saat aku mengedarkan pandanganku keseluruh ruangan, pupil mataku menangkap figur seseorang yang kukenal. Itu.. Yesung oppa! Untuk apa dia kemari? Dia tidak sendiri, dia bersama yeoja cantik dan juga imut.

“Yesung oppa!” Aku memanggilnya. Dia menoleh kemudia tersenyum manis padaku. Dia bersama yeoja cantik itu menghampiriku.

“Annyeong.” Sapa mereka berdua bersamaan. Aku dan Sica onnie tersenyum dan membalas sapaan mereka. Kemudian Sica onnie mempersilahkan Yesung oppa dan yeoja cantik itu duduk. Yesung oppa duduk tepat dihadapanku.

“Kebetulan aku bertemu dengan kalian. Oh ya! Perkenalkan, dia Moon Geun Young. Dia..” Yesung oppa memotong ucapannya. Matanya menatap kearahku. “Tunanganku.”

DEG!

Aku tersentak. Tunangan? Lalu.. Bagaimana dengan cintanya pada Yuri onnie?

“Moon Geun Young imnida, bangapseumnida.”

“Jessica imnida, dan ini adikku Krystal.”

“Ne. Jessica-ssi, Krystal-ssi.”

Aku menatap Yesung oppa. Dia berkata ‘Gwenchana’ tanpa suara. Aku tahu dia tidak baik-baik saja! Aku sudah mengenalnya selama 7 tahun, dia tidak bisa mengelabuhiku.

“Oppa, kau bisa memesan makanan sekalian.” Ujar Sica onnie. Yesung oppa mengangguk. Dia mengambil buku menu itu dan membacanya.

“Moon, kau mau makan apa?” Tanyanya pada tunangannya. Dia masih bersikap lembut pada seorang yeoja, walaupun dia tak menyukainya. Yesung oppa menyukai Yuri onnie, bukan?

“Terserah padamu, Oppa.”

Yesung oppa menyerahkan buku menu itu pada pelayan. Kami berempat tenggelam dalam hening. Sesekali aku melirik kearah Yesung oppa yang bersandar pada sandaran kursi. Dia mengetukan jarinya pada meja.

“Moon Geun Young-shi, kau kuliah dimana?” Jessica onnie memulai pembicaraan. Memecah keheningan diantara kami semua. “Kurasa kau masih sangat muda. Apa kau baru masuk kuliah?”

“Aniya. Aku sudah lulus 3 tahun yang lalu.”

3 tahun yang lalu?

Geun Young onnie terlihat lebih muda. Aku kira dia satu angkatan dengan onnie-ku, ternyata Geun Young onnie lebih tua dari onnie-ku.

“Ahh, mianhamnida aku tidak memanggil onnie.” Sesal Sica Onnie. Ah! Tumben sekali dia meminta maaf. Aku memukul lengannya. Dia menatapku tajam.

“Tumben sekali minta maaf.” Sahutku. Dia hanya menggangkat bahunya acuh. Aku mengerucutkan bibirku. “Ish! Kau selalu seperti itu padaku.”

“Hahaha, kalian terlihat lucu berdua. Memang kakak-adik yang saling melengkapi.” Ujar Geun Young onnie. Dia tersenyum begitu manis. Aku hanya membalas senyumannya dengan senyuman tipis. Aku tak tahu harus berekspresi bagaimana menghadapi senyuman Geun Young onnie.

“Permisi, pesanan anda datang.”

Pelayan itu meletakkan semua pesanan kami dimeja. Tentu saja, Sica onnie langsung memakan makanannya dengan lahap. Tapi, entah kenapa nafsu makanku menurun. 30 menit yang lalu, perutku berkoar minta diisi. Namun sekarang? Aku menatap tak minat pada makananku.

“Krys, waeyo? Kenapa kau hanya menatap piringmu? Makanlah. Bukankah tadi kau lapar?” Tanya Sica Onnie. Aku menatap onnie-ku itu, kemudian aku tersenyum. Mengarahkan tanganku untuk memegang sumpit. Akhirnya aku memilih makan. Memasukkan jajangmyeon kedalam mulutku.

“Krys, besok ada latihan bukan?” Setelah lama diam akhirnya Yesung oppa angkat bicara. Aku mengangguk. “Baiklah. Besok temui ditempat biasa. Tapi mungkin aku sedikit terlambat. Tidak apa-apa kan?”

“Ehm. Gwenchana oppa.”

Besok.

Besok aku akan bertanya sepuasnya padamu oppa. Aku tahu, kau tidak suka ditunangkan dengan Geun Young onnie. Aku butuh kepastian darimu, Oppa.

-End POV-

***

>> The Next Day

Krystal membolak-balik buku kimia-nya. Sesekali ia menyamankan duduknya. Ia menatap hamparan bunga dihadapannya. Hanya sebuah taman kecil di belakang sekolahnya.

“Sudah 15 menit berlalu. Yesung oppa belum datang.” Gumamnya pelan. Ia menutup bukunya. Menikmati semilir angin yang menyapa kulitnya. “Hah~ Yesung oppa benar-benar membuatku kesal.”

“Benarkah kau kesal padaku?”

Krystal menoleh kebelakang. Yesung sedang tertawa kecil melihat Krystal yang sedang mengerucutkan bibirnya, kesal. Yesung menghampiri Krystal dan duduk disebelah Krystal. Mengacak rambut gadis itu dengan kekehan khas-nya.

“Mianhae, kau menunggu. Tapi, kemarin aku sudah mengatakannya bukan?” Yesung mengelak. Segera saja ia mendapat tatapan tajam dari yeoja cantik disebelahnya. Krystal mendengus kesal, ia menatap Yesung. “Waeyo?”

“Aku ingin mengintrogasimu, oppa.” Sahut Krystal dengan pandangan mengintimidasi. Yesung terkekeh dan mengangguk. “Oppa baik-baik saja?”

Yesung mengangguk.

“Geun Young onnie benar tunangan oppa?”

Yesung mengangguk.

“Jinjayo?”

Yesung mengangguk.

“Oppa mencintainya?”

Yesung terdiam.

“Sudah kuduga. Oppa tidak akan langsung mengangguk. Aku tahu siapa yang oppa cintai. Itu tidak mungkin Geun Young onnie, itu adalah Yuri onnie.” Ujar Krystal. Wajah Yesung berubah sendu. Yesung menatap Krystal dengan mata yang sayu.

“Pasti orang tua oppa yang memaksa oppa. Benarkan?”

“Mereka tidak memaksaku. Mereka menyuruhku dan aku menyetujuinya.” Jelas Yesung sembari tersenyum.. Hambar. Matanya menerawang hamparan didepannya. Krystal menatap Yesung sendu. Gadis itu tersenyum miris.

“Aku tahu. Oppa setuju karena oppa tidak mau melawan. Oppa sangat menyayangi kedua orang tua oppa bukan? Bahkan masalah perasaan selalu oppa kesampingkan.” Krystal meraih tangan Yesung. Hal itu membuat Yesung menoleh kearah Krystal yang kini tersenyum padanya. “Aku tidak bisa apa-apa. Ini hidup oppa, oppa yang menjalaninya.”

“Eung. Aku mengerti. Setidaknya, biarkan hidupku kali ini terasa berharga dengan hiasan senyum dari kedua orang tuaku.”

“Baiklah. Ayo kita latihan oppa!”

Krystal menggandeng tangan Yesung keluar dari taman sekolahnya. Mereka berdua berjalan menuju ruang musik. Jangan tanyakan mengapa Yesung diperbolehkan masuk, padahal dia bukan siswa disana. Jawabannya, karena dia adalah anak pendiri sekolah ini. Penyalur dana tertinggi disini.

>> Sementara Itu..

Seorang yeoja cantik menatap kesal ponsel yang ia genggam. Menghentakkan kakinya sebal. Srak! Membuka tas-nya dengan kasar. Mengambil sebuah disk kemudian memutar disk itu dengan DVD Player disampingnya.

‘Sebaiknya aku latihan sendiri saja.’

Alunan musik beat membahana di studio dance itu. Yuri -yeoja cantik tadi- terus menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik yang terdengar dengan keras di ruangan itu.

Girls’ Generation make you feel the heat


And we’re doin’ it, we can’t be beat


B-Bring the boys out


We’re born to win


Better tell all your friends


‘Cause we get it in


You know the girls


B-Bring the boys out

Yuri berhenti menari dan meraih ponselnya yang tergeletak di meja. ‘Dancing Queen Hyo’ begitulah yang tertulis pada layar ponselnya. Mematikan music player sembari menekan tombol virtual hijau pada screen ponselnya. Menempelkan gadget itu ke telinga kanannya.

“Wae?” / ‘Ish! Jangan ketus padaku, Yuri-ah.’

“Terserah. Ada menelepon? Bukankah, latihan batal?” / ‘Kau marah ya? Mianhae, aku hanya ingin mengatakan. Sebaiknya kau ke sekolah Krystal saja. Bukankan Yesung oppa dan Krystal ada disana?’

“Kau batalkan janji untuk menemui Eunhyuk oppa. Untuk apa aku kesana?” / ‘Mian, mian. Aku hanya memberi saran. Bukankah di studio dance kita sepi? Bagaimana bila kau diculik? Lebih baik bersama Krystal dan Yesung oppa saja, ‘kan?’

“Arra. Aku akan kesana. Annyeong~” / ‘Hati-hati. Annyeong~.”

Pip!

“Hahh~” Yuri mendengus kesal. Ia mengambil seluruh barangnya. Mengambil sepatu yang ada di lantai dan memakainya. Srak! Menarik tas-nya dan menanggalkannya pada pundaknya. “Kenapa tak terfikirkan olehku untuk kesana, ya? Krystal ada latihan vocal dengan Yesung oppa setiap hari Selasa dan Kamis. Pabboya Kwon Yuri!”

Yuri melangkahkan kakinya keluar dari studio dance-nya menuju sekolah Krystal yang kebetulan hanya berjarak 200 meter dari studio dance-nya. Yuri mengambil ponselnya, mengetikkan sesuatu disana.

To : Yesung Oppa^^

Oppa, aku ke sekolah Krystal. Kau disana, ‘kan?

-Yuri

Terkirim! Yuri mengarahkan pandangannya kehadapannya kembali, menapaki trotoar Seoul yang ramai. Tring! Tring! Tak berapa lama kemudian ponselnya berbunyi. Sebuah pesan dari Yesung. Sigap ia menekan tombol ‘open’ pada screen ponselnya.

From : Yesung Oppa^^

Ne, aku disini. Kemarilah, aku tahu Hyoyeon membatalkan janjinya karena Eunhyuk. Aku tunggu, dongsaeng^.^

-Yesung

Yuri tersenyum tipis. Yesung selalu manis padanya. Yesung selalu mengerti dirinya, memahaminya dengan baik. Dengan langkah pasti Yuri masuk kedalam sebuah gerbang sekolah. Ya, dia sudah sampai disana. Segera saja ia berjalan dengan sedikit cepat menuju ruang musik. Kini ia melewati lapangan basket sekolah megah itu.

“Nona awas!” Teriak seseorang. Srak! Sosok itu menarik Yuri kedalam pelukannya. Melindungi Yuri dari sebuah bola basket yang akan mengenai dirinya. Namja itu melepaskan pelukannya, menatap Yuri. “Kau tidak apa-apa, nona?”

“Eung. Gwenchana.” Ujar Yuri menganggukan kepalanya sembari tersenyum manis. Namja itu mendesah lega. “Eum~ gomawo, Choi.. Minho!”

“Eh? Nona tahu namaku?”

“Seragammu.”

Minho tersenyum kikuk setelah menyadari nama yang tertera pada seragam basketnya. “Cheonmaneyo, No-”

“Yuri! Kwon Yuri.” Yuri mengulurkan tangannya bermaksud untuk berkenalan dengan Minho. Menatap Minho masih dengan senyumannya. Minho membalas uluran tangan Yuri.

“Seperti yang kau tahu, Choi Minho imnida.” Ujar Minho tersenyum hangat. Ia melepaskan tautan tangannya dengan Yuri setelah dirasa cukup. “Sepertinya tak pernah tahu kau berkeliaran disekitar sini, Yuri-ssi?”

“Ya! Sopan sedikit. Aku lebih tua darimu.” Seru Yuri sebal. Ia mengerucutkan bibirnya kesal. “Tentu saja. Aku bukan siswa disini. Aku sudah kuliah. Dan aku kemari untuk menemui oppa-ku dan dongsaeng-ku.”

“Hah? Mianhamnida, Yuri noona. Kan aku tidak tahu. Pantas saja aku memanggil noona seperti itu. Oppa? Dongsaeng? Nuguya?” Minho mengambil bola yang ada disamping kakinya. Kemudian menatap Yuri penuh tanya dan rasa penasaran.

“Yesung oppa dan Krystal. Kau mengenal mereka, Minho-yah?” Tanya Yuri balik. Minho mengangguk mantap sembari tersenyum kecil.

“Yesung-hyung, anak dari pendiri sekaligus penyalur dana terbesar di sekolah ini. Appa Yesung-hyung dan Appa-ku berteman sejak lama. Dan Krystal, dia adalah teman dari adikku, Sulli. Yah, aku baru mengenalnya beberapa hari lalu.” Jelas Minho. Yuri menyipitkan matanya tatkala Minho menyelesaikan penjelasannya. Minho mengedipkan matanya tak mengerti. “Waeyo, noona?”

“Oh! Ternyata kau Oppa-nya Sulli. Kata Sulli kau sungguh kejam padanya. Ish! Apa kau benar begitu?” Selidik Yuri dengan penuh rasa penasaran. Minho terbelalak. Kejam pada Sulli? Tentu bukan itu maksudnya.

“Err.. Aniyo! Sulli saja yang sering menggodaku. Makanya aku sering memberi sedikit pelajaran untuknya. Eh, tapi kenapa noona bisa mengenal Sulli?”

“Karena aku sering bertemu Sulli di rumah Krystal. Rumahku dan rumah Krystal dekat, dan Sulli sering kesana. Mak-”

Tring! Tring!

From : Yesung Oppa^^

Kau jadi kemari, saeng? Kenapa belum sampai? Kau baik-baik saja, ‘kan?

-Yesung

“Ish! Aku lupa!” Desis Yuri. Ia segera berlari kearah ruang musik. Meninggalkan Minho yang tak berkedip menatapnya. “Annyeong Minho-yah!” Teriaknya sebelum tubuhnya benar-benar tertutupi dinding koridor sekolah. Minho tersenyum sekilas.

‘Cantik.’

***

‘Hosh.. Hosh..’

Yuri segera menghembuskan nafasnya yang tak teratur. Sedangkan Yesung dan Krystal menatapnya penuh tanya. Bagaimana tidak, melihat Yuri datang-datang dengan nafas tak teratur seperti dikejar oleh ribuan ular.

“Gwenchanayo, onnie-yah?” Tanya Krystal khawatir. Ia mendekati Yuri yang masih berusaha menetralkan nafasnya di ambang pintu. Tangannya terulur untuk menyentuh pundak Yuri. Tersirat kekhawatiran di bola matanya.

“Eung. Gwenchana, saengie~” Ujar Yuri menenangkan. Ia menggenggam tangan Krystal yang ada dipundaknya. Menarik Krystal untuk masuk kedalam ruang musik itu. “Berlatihlah, aku akan menjadi pendengar yang baik.”

I can show you the world
Shining, shimmering, splendid
Tell me, princess, now when did
You last let your heart decide?

I can open your eyes
Take you wonder by wonder
Over, sideways and under
On a magic carpet ride

A whole new world
A new fantastic point of view
No one to tell us no
Or where to go
Or say we’re only dreaming

A whole new world
A dazzling place I never knew
But when I’m way up here
It’s crystal clear
That now I’m in a whole new world with you
Now I’m in a whole new world with you

 

 

“Daebak!!” Puji Yuri dengan semangat. Ia bertepuk tangan riang pada Yesung dan Krystal. Yang di puji hanya tersenyum kecil melihatnya. “Kalian memang hebat! Kurasa, pada saat perpisahan nanti perform kalian akan bertambah baik.”

“Gomawo, onnie-yah. Onnie memuji terlalu kelewatan. Kami biasa saja. Ya ‘kan, oppa?”

“Ne. Kau memang berlebihan memuji kami, Yuri-ah.”

Tanpa sadar, ada seseorang yang memandang mereka dari jendela kecil. Sosok itu tersenyum misterius sembari menatap 3 orang di dalam ruangan musik itu.

“Sungguh cantik.”

-TBC-

Gimanaaa??

Masih ada yg nunggu?😄

20 comments

  1. EkhaLeeSunHi · March 18, 2012

    lanjuutt,,jebal,,,q mw endingnya minyull,,huhu boleh ya thor??hehe ayo lanjutt,,aq mohon,,huhuwww

  2. Niki · March 28, 2012

    Lanjut..

  3. NindYeppa · April 4, 2012

    lanjut dong…rame nih…

  4. Tievha · April 5, 2012

    Hmm. . Seru bgt,
    thunder y ma siapa dunk?

  5. RatihKusuma · April 6, 2012

    Lanjut terus author…😀

  6. assyiffaa · June 7, 2012

    akuu akan terus menunggu, maka jangan biarkan aku menunggu terlalu lama thoorr …

  7. keyeye · July 4, 2012

    waah :O
    akhirnya nemu lagi yang cast nya yesung yuri,
    oh ia salam kenal, aku yesyul shipper lho, hehe😀
    ff nya keren, bagus pake banget deh . . .
    nanti jadi nya siapa minyul/yesyul ?
    yesyul ya, makasih
    #mohonmohon

  8. Audira A S · July 13, 2012

    thor, part 3 udah ada belum? Hehe😀 semoga MinYul yaak >_< tapi Minstal sama YesYul juga gak apa sih ^^

  9. Karina · July 17, 2012

    Thorr…..endingnya minstal ya….pilisssssss

  10. yoonAdicts · July 21, 2012

    ..ayo donxx bkin part 3nya…akhirnya hrus yulmin..okokok

    Chingu Gomawo

  11. YulSungshipper · July 28, 2012

    Author..
    endingnya tolong sama MinStal dan YulSung yaa..
    kasihan kan kalo dipisah…
    ehehehe…
    Daebak deh untuk FF-nya and Authornya..
    Semangat ^^

  12. YesYul Shipper · August 7, 2012

    ANDWEEEEEEEEE !!!!! T___________T

    Yesung hanya Untuk Yuri Dan Yuri Hanya Untuk Yesung !!

    Thor Tolong Ending Nya MinStal Ama YesYul Ya……

  13. Cho Kwora · August 19, 2012

    Huaaa… lanjutkan !

    ANDWEEEE !! Yesung oppaku jangan sama Moon eonnie
    akhirnya YulSung sama MinStal ajaa
    kalo bisa sdh nikah/tunangan

  14. elfvipbang · August 20, 2012

    authorrrr……!!!!!!!!!!!!

    setuju ma comment diatas…endingnya harus YesYul….

    minho ma kristal aja…cocok bangets mereka…minstal..minstal…minstal..

    #jebal thor

  15. Novy wekwekk · January 23, 2013

    gak lanjut lagi yaa ?? aq nunggu lho !!
    asal endingnya minstal ajjah😀

  16. Refina · May 26, 2013

    ending nyaa Minstal & Yulsung Jebaal eonnie

  17. pyrossoneff · June 6, 2013

    aish~ cinta bersegi-segi. pasti konflik berat. next thor

  18. SEKARARAA · January 8, 2014

    ANDWAE!!! author endingnya MINYUL aja biar ceritanya gak pasaran dan lebih pas. krystal sama thunder aja tuh. chemistri nya kan nyataan MINYUL yayaya hehe cepet dong chapter 3 nyaa T_T

  19. nanakim · April 17, 2014

    bagus ceritanya,
    lanjut ya…

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s