[Part 5] Dormitory High School (I Dont Know What Is This)

Title : Dormitory High School (I Dont Know What Is This)

Type : Full Series

Author : Ichen Aoi

Cast : Lee Donghae Super Junior
Kim Seoyeon
Lee Hyukjae Super Junior
Woo Seung Hyun UKiss
Kim Kibum SHINee

Ost : Not Young – Ukiss

Nb : FF ini akan terus dilengkapi dengan backsound. ^^

==

Sore ini Eunhyuk bertugas keliling asrama dari kamar ke kamar. Ia akan mendata barang-barang yang diperlukan para penghuni asrama. Di Domus Aurea ada sekitar 1250 pelajar dan ia akan mendatanya sendirian. Itulah salah satu keahlian Eunhyuk. Ia bisa mendata pelajar sebanyak itu hanya dalam waktu tiga hari atau paling lambat satu minggu.

Dan inilah salah satu keistimewaan wakil ketua OSIS Domus Aurea. Kecepatan dan kegesitan tiada tanding.

Akhirnya ia sampai pada kamar Seoyeon.

Eh?? Kamar ini milik Kim Seoyeon?? Siapa ya?? Uhm.. ah! Yeoja itu! Wwwaaahhh~ aku kemara seorang yeoja. Kok rasanya jadi agak canggung begini ya?, batinnya grogi.

Bagaimanapun juga ini adalah pertamakali baginya untuk masuk kedalam kamar seorang yeoja.

*tok! Tok! Tok!*

Seoyeon membuka pintu kamarnya. Eunhyuk tersenyum didepan pintunya persis.

“Aku akan masuk untuk mendata barang-barang yang kau perlukan. Jika menurut mu kurang sopan, biarkan saja pintunya terbuka dan kau bisa berdiri untuk berjaga-jaga dipintu”

Eunhyuk langsung masuk tanpa menunggu jawaban. Seoyeon menatapnya dengan sedikit kesal, seorang tamu masuk begitu saja tanpa persetujuaan darinya.

“Kau siapa?”

Seoyeon bertanya pada Eunhyuk yang sibuk mengamati tiap sudut kamar itu sambil sesekali mencatat sesuatu dinotenya.

“Aku Eunhyuk. Aku wakil ketua OSIS Domus Aurea. Aku senior mu”

Seoyeon langsung terhentak. Ini pertamakalinya ia bertemu dengan petinggi disekolah ini. Atau dia kira begitu. Mengingat dia tidak tahu siapa sebenarnya Key dan Kevin yang jadi teman sekelasnya dan namja malaikat itu.

“Aku akan memanggil mu sunbae”

“Silahkan saja!” ucap Eunhyuk tanpa mengalihkan perhatiannnya dari note ditangannya dan terus mengamati sekeliling kamar itu.

“Aku tidak pernah melihat Hyuk sunbae”

“Tentu saja. Aku tidak pernah berkeliaran disekolah jika bukan untuk urusan penting. Maaf, aku harus mengecek kamar yang lainnya”

Eunhyuk tersenyum lalu pergi, meninggalkan ekspresi keheranan yang tersirat diwajah Seoyeon.

“Kok rasanya anggota OSIS disekolah ini tertutup sekali ya??”

Ia kembali menutup pintu kamarnya untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya yang bertumpuk. Dan untuk kali ini saja ia sedang tidak ingin memikirkan kemisteriusan para anggota OSIS itu.

***

Ruang OSIS keesokkan harinya masih sama, bertumpuk – tumpuk surat datang dan pergi. Berbagai macam barang dikirim keluar dan masuk.

“Bagaimana? Apa ada yang mendaftar disekolah ini?”

Donghae mengecek berkas-berkas calon-calon pelajar baru.

“Sampai saat ini yeoja masih enggan masuk Domus Aurea” Kevin memilih berkas-berkas yang harus ditandatangani Donghae.

“Tampaknya akan sangat sulit kecuali jika Seoyeon sendiri yang promosi keluar”

Key menyandarkan tubuhnya disenderan kursi.

“Jadi, kita harus menceritakan kebohongan-kebohongan yang kita ciptakan belakangan ini?” Kevin menatap Key, Donghae dan Eunhyuk. Sejujurnya ia sama sekali tidak ingin menceritakan semua kebohongan itu. Ia sudah sangat terbiasa berada didekat Seoyeon, menjadi seorang sahabat yang baik dan tempat bertukar keluh kesahnya.

“Entahlah” Eunhyuk mengangkat kedua bahunya.

“Aku jadi tidak tega. Dia sudah menganggap ku sahabatnya” jelas sekali tatapan menolak muncul dari mata Kevin. Donghae, Eunhyuk dan Key hanya diam. Mereka juga sedang memikirkan cara terbaik untuk mereka semua.

“Kau tidak menjelma menjadi Hyun Ah lagi? Ku rasa Seoyeon menunggu mu”

Key mengingatkan soal janji Kevin yang akan menemui Seoyeon hari ini.

“Ah! Aku nyaris saja lupa. Hyung, tolong rapikan berkas ku ya. Nanti sisanya biar ku kerjakan lagi. Gomawo~”

Kevin langsung melesat pergi. Menyisakan tugas-tugasnya yang masih berserakan dimeja khusus Sekkretaris itu.

“Donghae~ bantu aku” mohon Eunhyuk.

“Kerjakan saja. Aku sedang tidak mood” Donghae sibuk didepan laptopnya.

“Key~”

“Aniya hyung, anggaran biaya sekolah dari data yang hyung berikan kemarin belum sempat ku selesaikan jadi aku harus mengejarnya hari ini juga”

Eunhyuk langsung manyun dan terpaksa mengerjakan bagian Kevin sendirian. Lagipula Eunhyuk memang tidak sesibuk Key dan Kevin. Sedangkan Donghae diam-diam sedang main games dilaptopnya, ia belum menyelesaikan sebuah games favoritnya itu.

***

Hyun Ah datang sambil memberikan kejutan untuk Seoyeon. Ia menutup mata yeoja itu dari belakang.

“Coba tebak~ siapa akuuu??”

“Hyun Ah!”

Teriak Seoyeon senang.

“Ah~ Hyun Ah! Aku merindukan mu!!”

Yeonhe memeluk Hyun Ah. Batin namja Hyun Ah yang tak lain adalah Kevin langsung menjerit malu. Bagaimana tidak? Beberapa siswa melirik kearahnya. Dan mereka sudah tentu tahu secara pasti kalau yeoja cantik jejadian itu adalah Kevin. Kevin dan Key memang kadang suka berpakaian seragam wanita. Mereka ini diva yang suka adu kecantikan. Dan nyatanya? Mereka selalu saja seri.

“Annyeong Seung Hyun”

Seorang namja menyapa dengan nama aslinya. Seoyeon bingung.

“Hyun Ah?? Dia memanggilmu…”

“Lupakan! Mari ke loteng. Kau berjanji akan menceritakan sesuatu pada ku”

“Ah! Aku hampir saja lupa”

Hyun Ah alias Kevin dan Seoyeon pergi keatas.

***

Seoyeon baru saja selesai menceritakan tentang pertemuannya dengan Eunhyuk yang penuh aura misterius dan namja malaikat. Kevin tampak memikirkan sesuatu.

Kalau Eunhyuk hyung aku tahu pasti dari ceritanya. Karena Seoyeon tau nama hyung. Lalu namja malaikat?? Siapa yah?? Uhm.. coba aku ingat-ingat baik-baik. Pagi-pagi namja dengan kemeja yang kancingnya terbuka… ehm… mana mungkin ada satu opelajar disekolah ini yang terlewatkan dari pandangan ku dan Key sebagai petugas penegak kedisiplinan disekolah ini. Uhm… coba ya ku ingat-ingat… Namja dengan pakaian serampangan itu disekolah ini hanya… Donghae hyung?! Apa mungkin hyung ya??, Kevin menimbang – nimbang perkiraan – perkiraan nama yang muncul didalam benaknya itu.

“Apa namanya Donghae??” Tanya Kevin kemudian.

“Aku tidak tahu. Aku tidak menanyakan namanya dan dia tidak pernah menyebutkan namanya. Selain itu aku rasanya tidak menemukan namja itu dipelosok sekolah ini kecuali hari itu” kali ini Seoyeon baru menyadari keganjilan itu. bagaimana bisa namja itu tidak bisa ditemukan disekolah ini sedangkan penampilannya saja sangat mencolok begitu.

“Oh… Biar aku cari tahu nanti. Waeyo? Kau menyukainya?”

Pertanyaan Hyun Ah membuat Seoyeon tersentak dan memikirkan sesuatu.

“Aniya” bantah Seoyeon samar.

“Mungkin saja kan~?”

Kali ini Kevin tersenyum dan menyudutkan Seoyeon, terlintas didalam pikirannya sebuah ikatan khusus antara hyungnya itu dengan sahabatnya ini dan itu benar – benar bisa mengundang senyumannya.

“Ah~ Hyun Ah! Berhenti menggoda ku dengan tatapan mu itu!”

“Ah kau pasti menyukainya!”

“Aniya~” bantah Seoyeon dengan kesal.

Donghae rupanya sejak tadi mendengarkan percakapan mereka. Ia tidak sengaja mendengarnya saat ia sedang berjalan menuju keruang musik yang letakknya tidak jauh dari sana. Ia tersenyum sambil mengintip keduanya. Lalu mengamati Kevin yang sedang menyamar dengan Seoyeon.

“Kok rasanya Kevin sangat cantik ya. Hhaaa… Pantas kalau Key jadi menyukainya. Dan yeoja itu…”

Donghae tidak menyelesaikan kata-katanya. Dia malah mengangkat bahu sambil menggeleng lalu kembali menatap langit. Lagu No Other milik Super Junior terdengar jelas ditelinganya lewat headsetnya. Seperti biasa, namja itu selalu tersenyum jika sedang menatap langit.

***

Sudah dua bulan Seoyeon sekolah di Domus Aurea High School dan satu hal yang sampai saat ini menjadi pertanyaanya. Dimanakah kelas Hyun Ah? Dia tidak pernah tahu karena yeoja itu tidak pernah memberitahunya dan selalu mengalihkan pembicaraan jika sudah menyangkut dirinya. Dan masih sama, anggota OSIS yang dikenalnya atau pernah dilihatnya satu kali hanya Eunhyuk. Dan Key, dia tidak tahu kalau namja itu adalah bendaharawan disana.

Serta satu hal yang sangat membuatnya heran. Para anggota OSIS tidak pernah menunjukkan diri mereka didepan umum. Atau memang mereka sangat sulit ditemui. Dan yang jadi pertanyaannya, sikap palajar-pelajar terhadap Key dan Kevin sangat berbeda. Terkesan sangat spesial. Selain itu seluruh pelajar di Domus Aurea juga sangat menghormati anggota OSIS yang menurut desas desus hanya ada empat orang itu.

Seperti biasa, hari ini ia menghabiskan waktu favoritnya berdua dengan Hyun Ah. Dimana ia bisa menumpahkan semua keluh kesahnya.

“Hyun Ah! Aku jadi penasaran dengan kehebatan dan rupa para anggota OSIS”

“Eh?? Waeyo?” Kevin agak terkejut mendengar ucapan Seoyeon barusan.

“Ku dengar desas-desus dari pelajar disini kalau mereka sangat hebat. Tapi apa benar hanya empat orang?”

Seoyeon mengerutkan alis matanya.

“Empat orang?”

“Anggota OSIS Domus Aurea High School”

Hyun Ah mengangguk tanda mengerti.

“Oh~ iya. Memang hanya empat orang”

“Tapikan pelajar disekolah ini…ada ratusan orang”

“1.250 orang”

“Eh? Dari mana kau tahu jumlahnya?”

“Aku kan mengurusi berkas setiap hari dan mendata mereka sampai aku bosan sendiri”

“Mendata?”

Hyun Ah baru menyadari kesalahannya. Ia haru segera mengatasinya atau Seoyeon akan curiga dan marah padanya. Bisa saja sampai tidak ingin memaafkannya lagi kan?

“Maksud ku, hobi ku. Mengamati pelajar disini”

“Oh”

Beruntunglah Seoyeon tidak mempermasalahkan hal itu. Hyun Ah alias Kevin mengelus dadanya yang diganjal busa sambil menghembuskan nafas lega.

♫I just want you baby here right now now now… Saranghago ittan marya…♫

Hyun Ah melirik HPnya tertera nama Donghae Hyung disana. Ia melirik kearah Seoyeon.

“Mianhae~ aku keluar sebentar”

“Ne~”

Hyun Ah pergi kebalik pintu diujung tangga. Ia menutup pintu itu. Sedangkan Seoyeon yang ingin kembali kekelas juga ingin melewati satu satunya pintu disana sambil pamit pada Hyun Ah. Namun tanpa sengaja ia mendengar sesuatu yang menarik dibalik pintu itu.

“Hyung~ … Mwo?! Aku harus mendata keluhan lagi?? Setau ku sudah ratusan surat pujian datang keruang OSIS kita… heh?! Hanya karena satu surat keluhan?? Bagaimana bisa?! Hyung~… Ne~ akan ku kerjakan. Aku akan keruang OSIS sekarang!”

Kevin yang masih dengan sosok Hyun Ah pergi. Seoyeon yang memang penasaran dengan member OSIS yang dipuja-puja itu diam-diam mengikutinya dari belakang. Serta satu hal yang menarik disana. Hyun Ah yang seorang yeoja memanggil seseorang dengan sebutan hyung, bukan oppa.

***

Seoyeon mengendap – endap dengan perlahan dibelakang Kevin yang saat ini sedang menjadi Hyun Ah. Diluar dugaan langkah kaki Hyun Ah begitu cepat dan tampaknya jalan yang dilaluinya cukup panjang dna berliku.

Seoyeon mengeluh dalam diam sambil mengatur nafasnya. Ia memalingkan wajahnya kearah jendela yang menghadap langsung ke lapangan depan sekolah. Ia khawatir kalau hari ini akan turun hujan mengingat pagi tadi begitulah kata sang peramal cuaca yang selalu setia ditonton oleh eomma –nya agar bisa menentukan akan pergi berbelanja dijam berapa dan dimana.

Seorang ibu – ibu selalu mencari dimana letak barang murah dengan kualitas bagus, kadang sampai lupa dengan jarak yang harus ditempuhnya.

Karena kebiasaan eommanya ini, akhirnya terbawa sampai ke asrama.

Ia menghela nafas lalu kembali menatap kedepan. Dan ia sangat terkejut saat tidak mendapati keberadaan Hyun Ah dimana pun.

“Aish! Jinjja?! Seharusnya aku tidak meleng sedikit saja!” gerutunya.

Lalu ia berbalik sambil melangkah dengan kesal.

Sementara itu dibalik tiang yang tidak jauh dari situ, Kevin menghela nafas lega. Rupanya sejak tadi ia sadar kalau ia sedang diikuti. Makanya ia sengaja membawa Seoyeon mutar – mutar dari lantai dua ke lantai tiga dan uniknya, tampaknya yeoja itu sama sekali tidak menyadarinya.

Dan kali ini lagu Man Man Ha Ni dari UKiss sukses membuatnya tersentak.

Kevin menggerutu kesal sambil mengambil sebuah iPhone hitam dari saku almamaternya. Dan sebuah nama tertera disana. Ia kembali menggerutu dan menatapnya dengan kesal.

“KEVIN –YA! DIMANA KAU?! CEPAT KEMARI!!”

Suara Eunhyuk langsung menusuk telinganya ketika ia mengangkat telepon itu.

“Dasar tidak sopan!” protes Kevin sambil menatap iPhonenya.

Ia sengaja tidak mendekatkan iPhone speaker ke telinganya. Ia belum mau tuli karena suara cempreng hyungnya itu.

“KATAKAN! ADA DIMANA KAU SEKARANG?! APA PERLU AKU MENYERET MU HUH?!”

Tampaknya Eunhyuk diseberang sana belum puas berteriak – teriak.

Karena jengkel, Kevin membalasnya tidak kalas sengit.

“HYUNG –A! KAU TAHU?! AKU NYARIS SAJA KETAHUAN TAHU!”

Tampaknya hari ini memang bukan hari yang baik bagi seorang Kevin Woo alian Woo Seung Hyun. Karena kali ini seseorang dengan senang hari menjewer telinganya.

“YA!!” teriaknya histeris.

“Wo-Seung-Hyun! Kenapa berteriak – teriak di koridor huh?!”

Kevin menoleh dengan sangat lambat. Dan seseorang mengejutkan dia, orang yang dengan mudahnya menjewer telinga anggota OSIS terhormat itu tidak lain dan tidak bukan adalah Heechul sonsaengnim sang penegak disiplin Domus Aurea. Hanya dia yang bisa dan berwenang menentukan aturan lain selain aturan yang dibuat anggota OSIS.

“Sekarang ikut keruangan saya!”

Heechul ssonsaengnim dengan senang hati masih menjewer telinga Kevin, sedetik kemudian ia baru sadar kalau Kevin yang dihadapannya berambut panjang dan menggunakan seragam wanita.

“Kauuuuuu!! KEVIN WOO!! Harus berapa kali aku bilang, berpakaianlah yang benar?!”

Kali ini Heechul sonsaengnim memelintir telinga Kevin yang meringis sambil memegangi tangan sonsaengnimnya itu. Agar sang sonsaengnim melepaskannya dengan segera.

“Aniya sonsaengnim!! Ini bukan kemauan ku, ini kerjaan Key dan ide hyundeul!!!! Sungguh! Aku tidak bohong sonsaengnim~”

Heecul menatap Kevin semakin bengis.

“Jangan menyalahkan orang lain! Lagi pula kenapa kau mau huh??!”

“Semua pasti ada alasannya sonsaengnim… biar aku jelaskan!”

Kevin terus – terusan berusaha membela dirinya. Bagaimana pun juga ia sudah mendengar sepak terjang penegak disiplin ini dari berbagai informasi yang didengarnya.

Demi apapun yang ada didunia ini, ia tidak mau mendapat hukuman sama sekali.

“Jelaskan di-kantor-saya!”

Mau tidak mau Kevin menurut, mengingat sonsaengnim menyeretnya dengan cara masih menjewer telinganya yang ia yakin kini bisa memerah dan sewaktu – waktu bisa saja putus.

***

Seoyeon saat ini sedang berada di kamarnya. Di asrama sekolah Domus Aurea.

Ia sebenarnya sedang tidak tertarik untuk memikirkan mata pelajarannya hari ini. Terlalu banyak hal yang aneh di sekolah barunya itu.

Mulai dari keberadaan Hyun Ah yang kadang bisa jadi sangat misterius, lalu terbatasnya siswi di Domus Aurea. Namun sekali lagi ia teringat soal keterbatasan itu. Dan sekarang ia malah sedang tinggal diasrama sekolah yang berarti…

“MWOYA?! NAMJADEUL?!”

Ia bahkan baru menyadarinya saat ini.

Ia langsung duduk dan memandangi design kamarnya. Memang sangat unik dan menarik. Ia mengagumi semuanya yang ada disini. Lagipula ia juga punya tujuan.

Membantu perekonomian orangtuanya dengan bekerja di Domus Aurea Company, hanya itu jalan satu – satunya yang bisa ia pikirkan saat ini.

“Sudahlah~”

Seoyeon menghela nafas pasrah dan memutuskan untuk memejamkan matanya.

***

Sudah seminggu ini Seoyeon merasa kurang tidur mengingat kalau malam ia berfikir dan pagi beraksi. Apalagi kalau bukan menyelidiki anggota OSIS yang aneh bin ajaib itu.

Hari ini ia sibuk menoleh kiri – kanan menatap sekitar koridor berharap ada hal menarik yang bsia ditemuinya hari ini selain gerombolan namja ataupun namja – namja manapun yang sedang sibuk saling bertukar cerita satu sama lain sedangkan dirinya hanya bisa terbengong – bengong sendirian.

“Hyun Ah~ Kau bukan rakyat jelata! Kau pasti seorang idola yang sibuk sehingga aku terpaksa harus sendirian di sekolah aneh ini!” gerutu Seoyeon kesal.

Ia merasakan ada orang yang menepelkan tangannya dibahu kanannya. Seoyeon refleks langsung menangkis tangan itu dari bahunya. Ia harus selalu siap waspada dengan semua namja disekolah ini.

“Aw!”

Yang terdengar malah suara lembut yang sudah dikenalnya dengan baik. Woo Hyun Ah. Seoyeon dengan refleks langsung memeluknya dengan erat. Kebetulan saat itu Key lewat. Ia mendelik kearah Kevin yang wajahnya kini terlihat memerah.

Dan tampaknya ia sadar kalau ada yang memperhatikannya. Ia langsung menoleh dan membalas tatapan Key dengan galak. Key hanya memberikan senyum simpul sambil mengangkat dua ibu jarinya dan pergi meninggalkannya.

“Kau kemana saja Hyun Ah?” Seoyeon menengadahkan kepalanya untuk melihat wajah Hyun AH. Wajahnya masih memerah dan membuat Seoyeon semakin khawatir.

“Kau demam? Wajah mu merah”

Seoyeon mengucapkannya dengan polos. Lalu Hyun Ah mendorong Seoyeon dengan lembut tanpa menjawab karena sebuah telepon baru saja masuk ditandai dengan getaran iPhonenya yang tiada henti itu.

Setelah ia melihat layar touch itu tertera nama Donghae, ia langsung melangkah agak menjauh dan berusaha untuk memelankan suaranya. Dan tampaknya, hasil berlatih dan berusaha selama ini, sukses membuat pendengaran Seoyeon tajam dua kali lipat sehingga ia masih bisa mendengar potongan – potongan percakapan itu.

“Nde hyung… Ne. Aisshhh… Andwaeyo~… Aku sudah menyelesaikannya kemarin… Masih ada? Bagaimana bisa?… Neee~ Arraseooo~ Dengan segera!”

Rupanya Kevin benar – benar lupa sekarang ini dia sedang bersama siapa. Ia langsung beranjak dengan segera menuju ruang OSIS sedangkan Seoyeon mengikuti insting dan kata hatinya. Ia berjanji kali ini ia tidak akan kehilangan jejak Hyun Ah lagi.

Kevin masuk ruang OSIS dengan muram, “Protes apa?”.

Donghae dan Eunhyuk menoleh kearah namja itu. Ia masih dalam penyamarannya. Sementara Key tampak sangat sibuk menghitung data keuangan OSIS.

“Kau belum mendata club sepak bola. Mereka minta gawang baru” jawab Eunhyuk.

“Oh.. aku lupa memberitahu kalian Hhee…” Kevin membuka busa yang dipakai untuk mengganjal dadanya *uwow!*.

“Dasar! Kau terlalu banyak main dengan yeoja itu. Sampai lupa tugas inti mu” Donghae kembali menekuni games dilaptopnya.

Tepat saat Kevin melepas wig panjangnya dan mengganti seragamnya. Seoyeon masuk kedalam ruangan itu. Ia tampak sangat marah karena merasa dibohongi oleh Hyun Ah yang selama ini menjadi sahabat satu-satunya. Donghae, Eunhyuk, Key dan Kevin langsung menoleh kearah pintu.

“Apa maksud semua ini!! Kenapa Hyun Ah seorang namja?!”

“Aku bisa jelaskan semua ini” Kevin langsung medekati Seoyeon.

Yeoja itu menghempaskan tangan Kevin yang bertengger manis dibahunya.

“Aku tidak butuh penjelasan! Berhenti dekati aku!”

Seoyeon pergi. Ia terluka dan merasa bodoh karena dibohongi begitu. Kevin hendak mengejarnya namun Key menahannya.

“Biarkan dia pergi. Dia butuh waktu untuk sendiri”

Kevin pasrah. Dan Donghae tahu kalau saengnya ini tidak akan bisa melanjutkan pekerjaannya. Maka ia hanya diam tanpa meminta Kevin mengurus surat-surat yang bertumpuk dimeja sekretaris itu.

“Dia teman ku~” keluh Kevin pelan.

Seoyeon menangis. Ia berlari menuju kelasnya. Ia kini merasa sendiri lagi.

“Yah! Apa tidak ada yeoja disini?!”

Teriakan Seoyeon dijawab salah satu pelajar dikelasnya.

“Kau baru sadar? Disini tidak ada yeoja manapun kecuali kau”

Mendengar hal itu Seoyeon makin bingung dibuatnya.

“Tapi… aku…”

“Tenang saja. Selama OSIS bersama mu. Kau akan aman disekolah ini” celetuk salah satu dari siswa lain dikelas itu.

Kata-kata OSIS seolah menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang yeoja. Ia tidak terima karena telah dibohongi seperti ini. Ia akan pergi keruang OSIS dan meminta mereka melepaskan semuanya dari Seoyeon. Ia tidak ingin dimanfaatkan orang-orang yang menamakan dirinya anggota OSIS.

***

5 comments

  1. omommmo · March 22, 2012

    keeeerrrreeennn.. di tunggu kelanjutan.a..🙂

  2. usagi26 · April 23, 2013

    D.A.E.B.A.K

  3. Vally · May 14, 2013

    Kebongkar deh siapa hyun ah sebenarny, tp kasihan juga si kevin jd sedih gara2 ketahuan boong ama seoyeon

  4. YeonAh Park · June 15, 2013

    kevin kasian kehilangan temennya. Seoyeon marah banget sama kelakuan OSIS. Ckckck

  5. rytazza · November 22, 2014

    wah kasihan tuh kevin… tapi apa selama menyamar jd yeoja ga ada rasa ama seoyeon?

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s