Part 6 : Dormitory High School (Make Me Hurt and Happy)

Title : Dormitory High School (Make Me Hurt and Happy)
Type : Full Series
Author : Ichen Aoi
Cast : Lee Donghae Super Junior
Kim Seoyeon
Lee Hyukjae Super Junior
Woo Seung Hyun UKiss
Kim Kibum SHINee
Ost : Not Young – Ukiss
Nb : FF ini akan terus dilengkapi dengan backsound. ^^

==

Ruang OSIS Domus Aurea High School…

“Itu bukan keputusan yang baik Seoyeon!” Kevin berusaha meyakinkan yeoja didepannya.

“Jangan bicara pada ku seolah kau ini teman ku!”

“Tapi aku memang teman mu, Seoyeon” Kevin sudah kehabisan kata-kata.

“Kau bukan lagi teman ku Hyun Ah atau lebih tepat Seung Hyun” cibir Seoyeon.

“Diamlah Kevin. Jangan sampai yeoja ini menjatuhkan martabat mu” Donghae meminta Kevin tenang. Sementara Eunhyuk sudah siap didepan microfon yang akan membuat suaranya terdengar keseluruh pelosok Domus Aurea High School.

“Sudahlah Kevin. Percuma bicara dengan yeoja tak tahu terimakasih sepertinya” Key menatap rendah Seoyeon. Ia sangat tidak suka jika ada orang yang mencari masalah dengan anggota OSIS.

“OSIS diDomus Aurea adalah mutlak dan kedudukan tertinggi. Kehidupan mu tidak akan tenang jika tidak bersama kami” sekali lagi Kevin berusaha meyakinkan Seoyeon.

“What?! Kalian pikir diri kalian itu dewa huh?!”

Kata-kata Seoyeon membuat Donghae memberikan kode pada Eunhyuk untuk bicara dimicrofon itu. Dia tahu keputusan Seoyeon tidak akan berubah sampai yeoja itu merasakan akibatnya sendiri.

“Perhatian untuk para pelajar Domus Aurea High School. Saya Eunhyuk, wakil ketua mengumumkan bahwa mulai hari ini Kim Seoyeon bukan lagi tanggung jawab pihak OSIS. Gomawo”

Seoyeon tampak puas dengan pernyataan OSIS. Ia pergi dari ruangan itu.

“Hyungie~”

“Biarkan. Dia akan kembali pada OSIS” tatapan Donghae menunjukkan keyakinan.

“Kevin dan Key. Berhenti mendekati yeoja itu. Dia bukan lagi tanggung jawab kita” Donghae menatap dua dongsaengnya lalu pergi keruang bagian dalam ruangan OSIS. Ruang istirahat anggota OSIS. Ia membaringkan tubuhnya disofa lalu mengamati foto yeoja itu. Dan melepasnya dalam daftar perlindungan OSIS.

***

Bisik-bisik terus mengikuti Seoyeon dalam perjalanan kembali kekelasnya.

“Mereka pikir aku tidak bisa melindungi diriku sendiri?”

Ia terus menggerutu sepanjang perjalanan. Ia menghentakan tubuhnya dikursi. Menatap kesal keseisi kelas yang terus bisik-bisik sejak tadi.

Key dan Kevin datang kekelas itu. Membuat seisi kelas diam. Kevin menatap Seoyeon khawatir namun yeoja itu membuang pandangannya.

“Ah~ dia kan teman ku” lagi-lagi Kevin mengeluhkan hal yang sama. Key menariknya duduk.

“Duduk dan lupakan. Kembali kekehidupan yang lama”

Bisik Key pelan. Membuat Kevin diam. Ia masih mengkhawatirkan Seoyeon. Bagaimana pun juga saat ini yeoja itu benar-benar sendirian ditengah ratusan namja. Dan konsekuensinya sangat tinggi.

***

Seoyeon merasa kalau dia diikuti sejak tadi. Namun ia tidak mengubrisnya. Ia mengunci pintu kamar asramanya.

“Rasanya bahaya sekali tinggal disini”

Seoyeon memikirkan banyak hal saat itu. Ia baru menyadari kalau seisi asrama ini adalah namja-namja waras yang tentu saja menginginkan seorang yeoja.

“Aku tidak bisa pulang kerumah. Mereka akan sangat mengkhawatirkan ku. Aku akan dipindahkan sedangkan mereka tidak memiliki uang. Ah~ rumitnya kehidupan ku”

Seoyeon berbaring. Ia cukup lelah dan memilih tidur sore itu. Ia akan mengejarkan tugas sekolahnya besok. Ia tidak ingin membebani pikirannya lagi.

*tok! Tok! Tok!*

Seoyeon terpaksa bangun tengah malam karena mendengar suara ketukan dipintu kamar asramanya. Saat ini Seoyeon hanya memakai celana pendek untuk tidur dan kaos pemberian eomma yang jadi kaos kesayangannya. Ia masih setengah sadar saat membuka pintu.

“Siapa… kyaaaa!! Lepaskan!”

Ada tiga orang namja disana. Mereka menarik yeoja itu masuk dan menutup mulutnya.

“Kau selama ini diperhatikan oleh anggota OSIS kan? Aku ingin tahu seberapa berharganya dirimu bagi OSIS sialan itu!”

Seoyeon tidak bisa mengeluarkan suara, salah satu dari mereka membungkam mulutnya.

“Kami hanya ingin memberikan sedikit kejutan pada orang-orang terhormat itu”

“Kau pasti ada hubungan khusus dengan mereka”

“Tidak mungkin seorang yeoja berani masuk sekolah dan tinggal diasrama ini jika tidak ada hubungan dengan OSIS”

Seoyeon menggigit jari namja yang membungkamnya sejak tadi.

“Aniya!! Aku disini karena beasiswa. Bukankah kalian sangat hormat kepada OSIS itu!”

“Kau pikir begitu? Sayangnya kami tidak! Mereka terlalu sombong dan sok berkuasa!”

Namja itu mencengkeram tangan Seoyeon. Membuatnya kesakitan.

“Lepaskan aku!”

Dua namja lainnya tersenyum iblis sementara lampu kamar Seoyeon saat ini mati. Sehingga yeoja itu tidak bisa melihat wajah mereka satu per satu. Mereka mendekati Seoyeon.

“Pergi!!”

*srek!*

Salah satu dari mereka merobek kaos Seoyeon. Yeoja itu mulai ketakutan. Ia kini sadar, terlepas dari OSIS adalah hal yang sangat berbahaya bagi dirinya. Air matanya mengalir.

“Seseorang, ku mohon tolong aku” lirihnya pelan.

*klik!*

Lampu kamar itu menyala. Memperlihatkan pemandangan yang tidak enak. Seisi kamar itu berantakan. Dan Seoyeon sudah dalam keadaan yang amat sangat berantakan.

“Kim Jonghyun! Sudah ku duga”

Donghae mendekati salah satu dari ketiga namja itu. Jonghyun adalah pelajar kedua terkaya di Domus Aurea High School, sepupu jauh Lee Donghae.

“Kau mau yeoja ini selamat?? Menyingkirlah dari semua kedudukan mu yang sekarang hyung” Jonghyun menyeringai mengerikan.

“Ini masalah pribadi kita. Jangan libatkan Seoyeon” Donghae tidak bergeming sama sekali.

Sementara itu dua anak buah Jonghyun masih menahan Seoyeon.

“Singkirkan tangan kotor kalian dari teman ku” Kevin akhirnya angkat bicara.

“Cih! Sombong sekali! Jangan mentang-mentang kalian ini OSIS jadi kalian bisa bertindak seenaknya” ucap salah satu dari kedua namja anak buah Jonghyun.

“Kalian ini memang tidak bisa diajak bicara ya?” Eunhyuk menghadiahkan sebuah pukulan kewajah namja itu. Membuatnya roboh kelantai.

Kevin langsung mengambil selimut dan menutup tubuh Seoyeon. Yeoja itu masih shock. Kevin membawanya kepojok ruangan.

“Tenanglah. Biarkan mereka menyelesaikannya satu per satu” Kevin merapikan rambut Seoyeon yang berantakan. Sementara Key, Donghae dan Eunhyuk sibuk meringkus ketiga mafia sekolah itu. Setelah kewalahan Jonghyun dkk melarikan diri.

Donghae mendekati Seoyeon.

“Gwaenchanayo?”

“Oppa!”

Seoyeon terlalu shock untuk menjawab lebih dari itu. Kevin, Key dan Eunhyuk membereskan kamar itu. Donghae membawa Seoyeon ketempat tidurnya.

“Tenanglah~ kau aman sekarang”

Ia mengusap kepala Seoyeon.

“Mianhae~”

“Hyung, kami akan kembali kekamar kami” Key tersenyum lembut.

“Gomawo sudah membantu” Donghae membalas senyum dongsaengnya.

Namun Seoyeon langsung bangun dari tidurnya. Ia duduk.

“Ku mohon. Untuk malam ini, kalian mau menginap disini kan?” ia masih merasa ketakutan.

Key, Eunhyuk, Kevin dan Donghae saling pandang lalu mengangkat bahu.

“Baiklah, aku akan tidur disofa” dengan segera Eunhyuk mengambil posisi paling enak disofa. Kevin dan Key tidak mau kalah.

“Hyung! Itu tempat ku!”

“Aniya! Tempat ku!”

*tuk! Tuk!*

Dua jitakkan mendarat dikepala Kevin dan Key.

“Kalian berdua bisa tidur dilantai bersama ku” putus Donghae. Eunhyuk langsung nyengir senang atas kemenangannya. Kevin dan Key langsung mencibir kearah Eunhyuk.

“Kau menyebalkan hyung!” ucap mereka bersamaan lalu membentang selimut tebal dilantai dan mengambil beberapa boneka untuk dijadikan bantalan.

Seoyeon tersenyum. Kini ia tahu kalau dia tidak sendirian. Ia mendapatkan teman baru empat orang baik sekaligus.

***

Seisi pelajar di Domus Aurea High School dikumpulkan dihall sekolah. Mereka sedikit bingung karena OSIS sangat jarang menyampaikan pengumuman dengan cara begini kecuali jika ada hal genting atau hal yang sangat penting.

Seisi hall langsung sunyi ketika Donghae, Eunhyuk, Key dan Kevin menaiki panggung.

“Annyeonghaseyo~ maaf membuat kalian semua bingung dengan mengumpulkan kalian disini” Kevin tersenyum membuka pembicaraan.

Hall langsung berdengung. Donghae manatap lurus kedepan, membuat seisi hall kembali diam. Terlihat sekali kalau kekuasaannya adalah hal yang mutlak dipatuhi.

“Saya akan mengumumkan kalau mulai hari ini, anggota OSIS bertambah menjadi 5 orang. Dan inilah anggota baru kami” Eunhyuk mempersilahkan Seoyeon untuk tampil.

Melihat seorang yeoja bergabung dalam OSIS menuai protes. Bagaimana pun juga, yang bisa menjadi anggota OSIS di Domus Aurea High School adalah orang-orang yang memiliki keahlian khusus.

“Diamlah~ kami tidak meminta komentar kalian sama sekali” Key tampak tak senang.

Donghae membentangkan kedua tangannya lalu menatap 1.245 pelajar didepannya.

“Mulai hari ini kepengurusan baru OSIS telah terbentuk. Saya, Lee Donghae sebagai Ketua OSIS. Eunhyuk sebagai wakil ketua OSIS. Kevin sekretaris OSIS. Key adalah bendaharawan OSIS dan Lee Seoyeon mulai hari ini menjabat sebagai seksi umum OSIS yang akan mengurus segala permasalahan kalian. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih”

Donghae dan yang lainnya berbalik dengan penuh wibawa. Seoyeon masih dalam keadaan bingung.

“Donghae!”

Teriakan Jonghyun membuat Donghae dan anggota OSIS lainnya menoleh. Eunhyuk menatap namja itu dengan tatapan meremehkan.

“Yah! Kau sangat tidak sopan dengan senior mu”

Teguran Eunhyuk membuat Jonghyun tersenyum kesal. Disampingnya telah berdiri sekutu sekaligus teman berandalnya, Kibum.

“Senior? Kalian pikir siapa diri kalian? Dewa?!” balas Jonghyun.

Seisi hall sama sekali tidak meninggalkan tempat itu. Mereka tertarik melihat apa yang sedang terjadi disana. Bagaimana tidak? OSIS Domus Aurea memiliki kedudukan tertinggi kedua setelah kepala sekolah disana.

“Ya dan kau hanyalah seorang hamba. Aku adalah raja kalian dan kalian adalah rakyat ku. jadi berhenti menentang keputusan ku, Kim Jonghyun” Donghae angkat bicara.

Semua ini makin membuat Seoyeon tidak mengerti. Siapa sebenarnya keempat namja dihadapannya itu. Se-spesial apakah mereka hingga mereka dengan sangat berani menyatakan diri sebagai dewa dan raja?

“Sudahlah! Tidak ada gunanya menentang OSIS. Lagipula selama ini keputusan yang mereka ambil selalu tepat dan bagus kok”

Celetuk salah satu penonton disana. Disambut anggukkan yang lainnya. Beberapa dari mereka malah menarik Jonghyun pergi dan meminta OSIS untuk istirahat kembali keruangan mereka. Donghae, Eunhyuk, Key dan Kevin melangkah dengan penuh karisma dan wibawa. Semakin menampakkan kalau mereka itu berbeda dan istimewa. Namun Seoyeon masih tidak mengerti dimana letaknya keistimewaan mereka.

***

Seoyeon hari ini datang lebih pagi daripada yang lainnya. Sebenarnya, matanya masih sangat mengantuk namun ia harus menyelesaikan semua tugasnya hari ini. Ia tidak ingin lagi – lagi dibantu oleh anggota OSIS yang lain dan membuat mereka semua kerepotan.

Seoyeon membereskan ruangan itu. sambil bersenandung pelasn. Masih ada waktu sekitar dua jam lagi sebelum anggota OSIS yang lainnya datang.

“Pekerjaan ini tidak ada habisnyaaa~” keluh Seoyeon sambil meletakkan kepalanya diatas meja lalu memejamkan matanya dengan perlahan. Tanpa sadar ia pun terlelap disana.

*cklek!*

Donghae membuka pintu ruangan itu. ia menatap sekelilingnya dengan heran, semua sudah tertata rapi. Biasanya mereka hanya akan membereskan semua itu diakhir bulan saja mengingat hanya itu waktu kosong yang tersisa.

Ia melirik kearah Seoyeon yang tertidur. Ia mendekati yeoja itu, lalu ia mengambil beberapa berkas yang baru saja selesai dikerjakan oleh Seoyeon. Donghae tersenyum kecil. Ia melepas almamaternya lalu menyelimuti tubuh mungil yeoja itu.

“Wajahnya terlihat manis dan polos” bisik Donghae.

Ia mengambil iPhone disakunya lalu mencari fitur kamera dan memotret tanpa suara. Wajah Seoyeon terlihat lucu difoto itu. donghae tersenyum tipis. Ia pun mengecup pelan pipi kanan yeoja itu dan tampaknya Seoyeon itu orang yang tidak merasakan apapun saat ia sedang tertidur.

***

Dua bulan berlalu sejak Eunhyuk memutuskan Seoyeon menjadi bagian dari OSIS Domus Aurea High School.

Disebuah ruangan dengan design yang rapi dan terkesan mewah, didepan pintu itu menggantung sebuah tulisan yang dibuat dari plat emas berbingkai perak murni. Tulisan yang berbunyi…

‘OSIS Domus Aurea’

Terlihat semua anggota OSIS sedang sibuk dengan kegiatannya massing – masing. Seperti biasa, Kevin selalu berada di antara tumpukan surat – surat pengaduan dan pujian yang selalu dengan susah payah ia sortir dengan cepat. Bahkan Seoyeon sendiri sampai tercengang.

Bagaimana tidak?

Tumpukan surat itu bahkan nyari ada ratusan jumlahnya di setiap harinya. Mungkin jika ia yang mengerjakan akan membutuhkan waktu 4 sampai 5 hari. Sedangkan untuk Kevin cukup 2 sampai 3 jam saja.

Kevin bangkit dari duduknya lalu melangkah kearah Seoyeon yang menunjukkan wajah sangat lelah dan stress berat akibat pekerjaan OSIS.

“Seoyeon, bagaimana menurut mu?” tanya Kevin sambil tersenyum dengan sangat manis.

“Apanya?”

Seoyeon masih mengecek list-nya, ia sama sekali tidak memalingkan wajahnya dari kertas bertumpuk yang harus dia check. Itu adalah list permintaan barang, dan ia harus mengecheck barang mana yang sudah terpenuhi dan mana yang belum. Ia mengerjakan semuanya dengan sempurna dan itu amat sangat melelahkan untuknya. Dia sampai heran mereka berempat bisa bekerja sekeras itu dengan sangat santai dan tenang.

Namun mungkin hanya tiga orang saja yang kerja keras, kecuali Donghae. Ia tidak memiliki kerjaan lain selain melakukan sesuatu dengan laptopnya. Dan tidak seorang pun melirik laptop kesayangannya itu. Bahkan Seoyeon pernah beberapa kali mencoba mengecheck apa yang sedang namja itu kerjakan namun, selalu tidak berhasil. Misalnya, tiba – tiba saja Donghae datang atau ternyata laptop itu memiliki password kalaupun udah muncul tampilannya yang tertera malah tulisan – tulisan yang ia tidak mengerti. Namun ia yakin kalau kerjaan ketuanya itu hanyalah begumul dengan software games.

“Menjadi anggota OSIS?” Key mendelik kearah Kevin dan Seoyeon yang sedang mencoba menebak apa yang dipikirkan Kevin. Sementara Kevin mengangguk dengan tidak lupa sambil mengulas senyuman manisnya itu.

“Oh… bagus juga. tapi aku tidak mengerti kenapa mereka menganggap OSIS itu mulia dan yah harus dipatuhi apapun keputusannya? Sedangkan di sekolah lain tidak begitu kan? Malah banyak yang tidak suka serta menentang OSIS”

Mendengar perkataan itu membuat Donghae mengalihkan perhatian dari laptopnya lalu menatap Seoyeon sambil tersenyum.

“Mudah saja. Karena kami ini manusia yang istimewa”

Seoyeon memalingkan wajahnya dari Donghae lalu mencibir pelan. Ini bukan pertama kali untuknya mendengar Donghae, sang sunbae sekaligus ketua OSIS yang selalu mengagungkan dia dan anggota – anggota yang sama anehnya dengan diri manusia itu.

*tok! tok! toktoktoktoktok!*

Pintu ruang OSIS diketok berulang – ulang dan dengan tempo yang cepat. Semua menoleh kearah pintu itu. Tidak biasanya pintu ruangan OSIS diketok dengan cara kasar seperti itu.

“Ya ampun ada apa lagi sih?”

Key berdiri lalu membuka pintu dengan malas. Ia paling tidak suka diganggu pada saat jam ia bekerja, mengingat hitung – menghitung anggaran adalah pekerjaannya yang harus ia buat secara akurat dan tepat. Terlihat dua orang pelajar terengah-engah dan tampak sangat panik. Tanpa dipersilahkan dan tanpa bicara apapun, mereka langsung menghadap Donghae.

“Ketua! Gedung sekolah, sayap kiri kebakaran dilantai dasar”

Salah satu dari mereka bicara dengan cepat sedangkan Donghae entah sejak kapan sudah merespon dan menanti berita ini,

“Mwo?!” Seoyeon yang mendengarnya kini ikutan panik.

Namun ekspresi Eunhyuk, Kevin dan Key masih sama, tetap tenang seolah tidak terjadi apa – apa. Mereka masih bergumul dengan pekerjaan masing-masing.

“Kalian sudah coba padamkan?”

Mereka mengangguk sebagai tanda menjawab pertanyaan Donghae.

“Aku mengerti! Kalian kembali membantu yang lain. Aku akan kesana! Eunhyuk, Kevin dan Key segera ke Domus Aurea sayap kiri”

Donghae membuka jendela yang ada dibelakang kursinya –Seoyeon memanggilnya singgasana keagunan Lee. Lalu melompat dari sana tanpa bahan pengaman sama sekali. Membuat mata Seoyeon melotot saking terkejutnya. Sementara itu yang lainnya langsung mengikuti perintah Donghae. Mereka menyusul Donghae dan tentu saja lewat tangga. Lagi – lagi Seoyeon heran, padahal tadi ketiganya hanya diam dengan pekerjaan masing – masing. Rupanya pengaruh Donghae juga terasa didalam organisasi itu.

Seoyeon mengintip keluar jendela dan melihat Donghae sedang berlari disana menuju bagian kiri sekolah. Donghae meninggalkan almamaternya yang ia sampirkan pada sandaran kursi. Seperti biasa, ia tidak mengancingkan kemejanya, itulah gaya khas Donghae.

Tanpa sadar yeoja itu tersenyum. Lalu ia kembali menatap kebawah, berniat meniru Donghae. Namun untungnya ia segera menyadari sesuatu.

“Ommmmoo~ inikan lantai empat!! Bagaimana bisa?? Ia tidak mati atau cedera?!!!”

Ditengah kebingungan Seoyeon rupanya Kevin kembali lalu menarik tangan Seoyeon.

“Kau harus membantu kami. Kau kan OSIS juga!”

Ia menarik Seoyeon keluar ruangan. Mereka bergegas menuju TKP.

Api sudah padam. Semua berkat instruksi Donghae. Para pelajar mengucapkan terimakasih terutama club Kimia-Fisika, karena kebakaran ini disebabkan kegagalan campuran cairan mereka sehingga menyebabkan tabung reaksi dalam ukuran lumayan sedang itu meledak.

“Tidak apa-apa” Donghae tersenyum sangat tampan.

Inilah pertama kalinya Seoyeon melihat Donghae tersenyum dengan sangat tulus dan tatapan matanya begitu lembut. Ia memperhatikan sekelilingnya. Pelajar lain sangat menghormati keempat sahabat barunya itu. dan itu terlihat sangat tulus karena terpeta jelas di mata mereka semua. Seoyeon jadi ikut tersenyum dan menghela nafas lega.

Eunhyuk menepuk pelan bahu ketua club itu.

“Sudahlah. Aku tahu kalian akan butuh peralatan baru. Apakah ada yang tersisa?”

“Aniya” namja berkacamata itu menggeleng dengan wajah yang muram.

“Kami akan memesan peralatan laboratorium yang lebih bagus untuk mencegah kejadian ini terulang lagi. Jadi kalian tenang saja ya, tetap lanjutkan aktifitas. Namun untuk renovasi bangunan akan kami usahakan selesai secepatnya” Eunhyuk meyakinkannya.

Seoyeon sampai tidak percaya kalau si iseng Eunhyuk bisa juga bersikap seperti itu. ia lagi – lagi dibuat tercengang oleh cara kerja OSIS.

Ia bisa melihat kalau ketua club tersebut meneteskan air matanya.

“Ah~ terimakasih. Kalian memang OSIS yang luar biasa. Kami selalu mengagumi kalian”

“Aku sudah membuat list keperluan kalian agar Eunhyuk hyung bisa memesannya. Ini daftar yang baru saja aku buat, apa ada yang masih kurang?” Kevin menunjukkan notenya.

Kali ini Seoyeon dibuat kagum dengan kecepatan berfikir dan menulis Kevin. Ia semakin tidak mengerti, siapa sebenarnya mereka?

“Aku sudah selesai membuat anggaran biaya. Aku akan minta pihak bank membayar keperluan pembelian peralatan lab dan renovasi bangunan” Key terus mengotak-atik netbook berukuran 5 inci yang selalu dibawa-bawanya kemana-mana.

“Donghae, aku sudah mememesan barang-barang yang diperlukan lab, mereka akan tiba besok pagi. Dan pihak konstruksi bangunan akan sampai disini sekitar 30 menit lagi, mereka akan menyelesaikan semuanya dalam satu hari. Jadi kalian semua bisa tenang”

Eunhyuk memberitahu yang lain sekaligus laporan kepada Donghae.

“Kerja bagus!” ucap Donghae sambil tersenyum lagi. Eunhyuk mengacak rambut Donghae.

“Kerja mu juga selalu bagus” puji Eunhyuk tulus.

“Iya! Hyung saaangat pandai mengatur segala hal” puji Kevin sambil tersenyum imut sekali.

“Hyung memang sosok ketua yang bagus dan sempurna!” Key tersenyum memandang Donghae. Seoyeon tampak sangat bingung namun Donghae langsung merangkulnya dan mengajak semua kembali keruangan OSIS.

***

TEASER FOR THE NEXT SEKUEL

“Seharusnya aku tidak melakukan ini sejak awal?”

“Apa kau menyesal?”

“Jangan bercanda, kau dengannya itu bagaikan langit dan tanah!”

3 comments

  1. Vally · May 14, 2013

    Hahaha….. Seoyeon kaget bnget dgn keistimewaan anggota osis nya. Yg lebih lucu waktu kevi, key, eunhyuk rebutan sofa buat tidur😀

  2. YeonAh Park · June 15, 2013

    sampe saat ini aku masih bertanya-tanya, ‘Donghae, apa ga kedinginan pake pakean kaya gitu?’

  3. rytazza · November 22, 2014

    wah, kok bisa OSIS nya melakukan itu semua, seperti dewa saja mereka

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s