[YoonBum Couple] Jeongmal Saranghamnika

Title : Jeongmal Saranghamnika
Author : Ichen Aoi with Sari Desmaniar
Maincast : Kim Kibum Super Junior and Im Yoon Ah Girls Generation
Support cast : Choi Sooyoung Girls Generation
Disclaimer : This is just fanfiction from my imagination and don’t bashing author!

==

*srek srek srek*

Terdengar suara daun – daun kering yang terinjak kaki – kaki mungil. Sepasang anak kecil yang saling kejar – kejaran sambil tertawa dengan riangnya. Mereka saling bersembunyi dibalik batang tubuh pohon – pohon besar itu.

“Hhaaa… Kejar aku kalau bisa!”

“Ya! Berhenti!”

*Bruk! Srek!*

Keduanya langsung membanting tubuh mungil mereka untuk berbaring diatas daun yang berguguran itu. Nafas mereka tersengal – sengal karena lelah sejak tadi pagi berlari kesana – kemari. Mereka menatap langit biru diatas sana yang terbentang luas.

“Oppa… Kalau sudah besar nanti, oppa mau jadi apa?”

“Aku ingin menjadi bintang!”

“Bintang?”

Jelas sekali kalau yeoja kecil itu kebingungan. Yang ia pikirkan adalah bagaimana oppanya itu bisa menjadi salah satu bintang dilangit sana.

“Ya. Aku akan menjadi penyanyi yang bersinar seperti bintang”

“Oh! Arraseo! Aku akan mendukung oppa sampai oppa bisa menjadi bintang!”

Yeoja kecil itu tampak yakin dengan kata – katanya. Namja kecil itu duduk lalu tersenyum menatap yeoja kecil itu. Ia mengangkat jari kelingkingnya. Rupanya yeoja itu mengerti, dia pun bangun dari tidurnya lalu mengaitkan jemari mungilnya.

“Yaksok?”

“Ne! Aku akan menemani dan mendukung oppa sampai akhir!”

“Ku pegang janji mu!”

Mereka berdua saling menempelkan dahinya lalu tersenyum.

***

“Immm Yooonnn Ahhhhhhhhh~!!”

Pagi – pagi begini teriakan Sooyoung, kakak sepupunya, sudah mulai terdengar. Yoona hanya memutar balik tubuhnya dan menarik selimutnya, tidak lupa sambil memeluk bantal guling kesayangannya.

*buk! Buk! Buk!*

Sooyoung bukan lagi mengetuk pintu itu dengan tangan, melainkan dengan kaki. Setiap pagi ia harus repot berteriak membangunkan yeodongsaeng sepupunya ini dengan paksa. Merasa tidak mendapatkan respon dari si pemilik kamar, ia memutuskan untuk masuk kedalam kamar itu. Ia mendapati Yoona berselimut rapat, dengan geram ia menarik lilitan selimut itu dan menariknya kasar hingga Yoona jatuh dari tempat tidurnya.

*bruk!*

“Ya! Eooonniii!!!” teriak Yoona kesal.

“Kau mau tidur sampai jam berapa huh?! Kau tidak sekolah? Atau kau ingin putus belajar huh?!” Sooyoung memarahinya tiada henti dan membuat Yoona cemberut.

“Eonni~ tidak begitu…”

“Kalau begitu cepat! Pangeran kesayangan mu sudah menunggu dibawah”

“Kibum oppa??”

“Kau pikir siapa lagi?” sahut Sooyoung sedikit jengkel.

Dengan segera Yoona mendorong tubuh Sooyoung keluar dari kamarnya.

“Katakan padanya, aku akan segera selesai!”

“Kau tidak mandi?” selidik Sooyoung curiga.

“Aish! Jjinja!”

*brak!*

Yoona langsung menutup pintu kamarnya dengan kencang dan terbanting tepat dihadapan Sooyoung yang memandang pintu didepannya dengan jengkel. Lalu ia bergegas pergi menuju ruang makan untuk sarapan.

***

Kibum dan Yoona berjalan kaki menuju halte bus. Mereka memang terbiasa bersama sejak kecil. Dan Kibum memang selalu pergi kerumah Yoona untuk mengajaknya berangkat sekolah bersama.

“Oppa, bagaimana audisinya?”

“Hasilnya sudah keluar dan…”

“Wae? Kau berhasil??”

Yoona sudah memasang wajah bahagianya. Namun ia merubahnya dengan ekspresi keheranan saat melihat Kibum menunduk dan diam. Ini bukan yang pertama, ini sudah yang kesekian kalinya seorang Kim Kibum gagal dalam audisi. Yoona mengusap kepala namja itu sambil tersenyum manis, berusaha menghiburnya.

“Sudahlah oppa, mungkin itu bukan hak mu”

“Yoong, apa kau tidak lelah terus mendukung aku yang terus – terusan gagal ini?”

“Oppa ingat janji kita waktu kecil? Kau akan menjadi bintang dan aku akan terus mendukung mu sampai akhir. Aku akan menepati janji ku, maka sebaiknya oppa juga menepati janji ya?”

Yoona selalu sama. Ceria dan menatap masa depan dengan baik. Ia selalu ada untuk mendukung Kibum meraih mimpinya itu. Ia tidak pernah mengeluh, sejauh apapun tempat audisi yang harus ia datangi bersama Kibum, meski pada akhirnya selalu gagal.

Kibum tersenyum melihatnya lalu mencubit kedua pipi Yoona dengan gemas.

“Hhaaa… Ne! Aku akan berusaha demi janji itu! Maka teruslah disamping ku dan percaya pada ku ya?”

“Memangnya aku pernah meninggalkan mu audisi sendirian?”

“Pernah! Saat Sooyoung noona mengajak mu makan direstoran bintang lima itu!”

“Ya!!!”

Yoona memukul bahu Kibum dengan kesal, sedangkan Kibum malah berlari menghindar sampai mereka tiba diterminal bus.

“Cepat naik! Kajja!” ajak Kibum sambil mengenggam tangan Yoona yang tersenyum cerah.

***

Jam pulang sekolah.

Seperti biasa, mereka berdua akan berkeliling kota Seoul sebelum kembali ke rumah masing – masing untuk melihat iklan dijalan. Untuk mengecek apakah ada agensi yang membuka audisi. Kali ini mereka menyusuri daerah yang dikenal sebagai pusat agensi besar.

Sebuah papan iklan besar terpampang didepan gedung yang bertuliskan SM Entertainment. Mereka mengamatinya baik – baik.

“Waktu audisinya sore ini, mau coba?” tanya Yoona riang.

“Kau yakin?”

“Kau harus yakin oppa! Kalau kali ini adalah kesempatan mu!”

Kibum pun mengangguk dengan pasti sebagai tanda jawaban dari pertanyaan Yoona yang pertama tadi. Yoona pun segera menarik Kibum pergi dari sana.

“Ayo pulang dan bergegas!”

“Aku tidak yakinnn~!!”

“Jangan menyerah begitu donk!”

Saat ini mereka sedang menunggu nomor audisi Kibum dipanggil. Ternyata audisi ini diminati oleh banyak orang. Kibum bisa melihat ada sekitar ratusan orang yang menunggu giliran nomor urutnya dipanggil. Seorang yeoja keluar dari ruang audisi, namanya tertera pada nametag panitia yang menggantung dilehernya, Lee Yeon Hee.

“Nomor urut 132, silahkan!”

Kibum dan Yoona langsung memandangi kertas bertuliskan nomor urut audisi. Ternyata itu nomor milik Kibum.

“Hwaiting!” Yoona mendukungnya dengan senyuman sementara Kibum pun memasuki ruang audisi. Yoona memandangi punggung Kibum yang menghilang lalu menghenyakkan tubuhnya pada kursi yang ia duduki. Telapak tangannya tiba – tiba terasa dingin. Ia menyilangkan jari – jemarinya lalu menggumam pelan.

“Ya Tuhan… Semoga oppa berhasil”

***

Dua minggu usai audisi itu. Kibum kini sudah menjadi salah satu trainee SM Entertainment. Sekarang, setiap pulang sekolah ia tidak lagi punya waktu untuk berjalan – jalan dengan Yoona. Ia harus langsung ke gedung SM Entertainment untuk latihan. Kalau tidak lelah, malamnya dia baru akan menelepon Yoona dengan cerita – ceritanya dan tampak sangat bahagia. Bahkan mereka kini sudah menjalin hubungan. Kibum menyatakan cintanya bersamaan saat ia menyampaikan berita keberhasilannya dalam audisi.

“Hari ini harus latihan lagi?”

“Ne, setiap hari”

“Oppa jadi tidak punya waktu untuk ku”

Keluh Yoona. Nadanya terdengar sedih dan kehilangan. Kibum berhenti membereskan bukunya untuk dimasukkan kedalam tas, ia memandang Yoona lalu tersenyum manis.

“Jika sudah berhasil debut, akan ku berikan sesuatu yang berharga untuk mu, Jagiya!”

“Sesuatu yang berharga?” tanya Yoona dengan heran.

“Ne. Jadi jangan sedih begitu ya?” ucap Kibum sambil menepuk kedua pipi Yoona dengan lembut lalu memasukkan buku tertakhirnya kedalam tas dan bergegas pergi meninggalkan kelas yang sudah sepi itu. Sementara itu Yoona menghela nafas berat lalu memandang kursi yang menjadi tempat duduk Kibum selama ini.

“Asalkan oppa tidak melupakan ku, itu sudah merupakan sesuatu yang berharga untuk ku”

***

Sejak itu, Kibum jadi semakin sering absen dari sekolah. Apalagi sejak desas – desus tanggal debut groupnya sudah mencuat dimedia berita. Foto sesi groupnya sudah terpampang sangat besar disamping foto TVXQ, sunbaenya, didepan gedung SM Entertainment.

Bahkan Kibum pun mengambil jalur khusus untuk ujian akhir. Dan kini dia tengah menyiapkan untuk ujian masuk perguruan tinggi, begitu juga dengan Yoona.

“Biasanya Kibum oppa akan datang dan mengajari ku materi ujian”

Ia sadar benar kalau Kibum sudah berubah. Namja itu menjadi sangat sulit untuk dihubungi. Kalau pun teleponnya diangkat, dia hanya bicara tidak lebih dari 3 menit.

Hari ini dia memutuskan untuk pergi ke tempat latihan Kibum. Diluar dugaan, untuk masuk ketemoat itu ternyata cukup sulit.Yoona sampai benar – benar berusaha meyakinkan security kalau dia bukan antis atau fans, melaikan seorang yeojachingu dari Kim Kibum yang sebentar lagi akan debut itu. Keberuntungan menghampirinya, Kibum lewat tepat saat Yoona memasuki pintu depan gedung tersebut.

“Kibum oppa!”

Kibum menoleh lalu mendapati Yoona, “Jagiya?”

Yoona tersenyum lalu berlari ke arahnya.

“Jeongmal bogoshipoyo~” rajuk Yoona sedikit manja bercampur kesal. Kibum tersenyum melihatnya lalu mengusap lembut kepala Yoona dan mencium keningnya singkat.

“Jagi…” terdengar nada ragu disana.

“Waeyo oppa?”

“Apa kau tidak lelah dengan waktu singkat yang ku berikan pada mu?”

“Kadang aku merasa khawatir, tapi selama oppa baik – baik saja dan memiliki waktu untuk ku, walau hanya waktu yang singkat. Aku bisa bertahan bersama mu sampai akhir”

Mendengar ucapan Yoona dengan nada yang tulus dan yakin, membuat Kibum menundukkan kepalanya dan menarik nafasnya dalam. Yoona sedikit bingung melihat sikapnya, namun dia seperti biasa, selalu ceria dan berfikiran positif. Ia selalu percaya pada Kibum, sesuai permintaan namja itu dimasa lalu.

“Aku rasa suatu saat nanti kau bisa menemukan yang lebih baik dari ku” bisik Kibum pelan.

Yoona tersentak lalu menatap mata Kibum, sambil tersenyum meremehkan.

“Jangan bercanda yang menakutkan begitu, oppa…” suaranya terdengar tidak yakin.

“Yoona, aku serius. Kau tahu kan kalau lusa aku akan debut? Waktu ku untuk menemani mu tidak lagi banyak. Mungkin juga aku akan sering bersama yeoja dari girlsgroup. Aku tidak ingin membuat mu cemburu dan semacamnya”

“Oppa! Aku sudah bilang pada mu, kalau aku percaya pada mu!” bentak Yoona putus asa. Air matanya mengalir dengan perlahan. Security langsung menghampiri mereka.

“Mianhe agashi, anda dilarang membuat keributan disini”

Security itu memegang bahu Yoona, untuk membawanya keluar. Namun Yoona menghalaunya dengan kasar.

“Lepaskan aku! Aku bisa keluar sendiri!” ia memandangi security itu dengan marah lalu tatapannya kembali pada Kibum yang diam mematung.

“Aku kecewa oppa…”

***

Kibum bersama groupnya sudah tiga bulan debut. Dan selama itu juga ia membintangi sebuah drama. Banyak gossip berkeliaran tentang kedekatannya dengan lawan mainnya. Belum lagi icon fashion couple. Kibum selalu dipasangkan dengan yeoja – yeoja dari group lain. Semakin hari Yoona semakin tersiksa melihatnya. Tidak satu atau dua hari ia menangis sejak hari itu. Namun setiap malam air matanya selalu menetes sambil memandangi foto lamanya dengan Kibum.

“Yoong! Bukankah itu Kibum?”

Sooyoung membuyarkan lamunan Yoona. Yeoja itu langsung menoleh kearah tv dan mendapati Kibum sedang menggandeng seorang aktris cantik ketika menghadiri sebuah acara. Air matanya menetes lagi.

“Semakin hari, aku semakin tidak mengenalnya” bisik Yoona lirih.

Disana, wajah Kibum terlihat sangat bersinar dan bahagia. Sangat ebrbanding terbalik dengan Yoona. Yeoja itu memutuskan untuk mengirimkan sebuah pesan singkat untuk Kibum.

[Oppa, kau berubah! Aku tidak mengenal mu lagi, kau bukan Kibum – ku yang dulu. Aku benar – benar kecewa pada mu, meski hal itu masih tidak bisa menghapuskan rasa cinta ku pada mu. Oppa… Ini mungkin yang terakhir kalinya aku menghubungi mu. Semoga kau bahagia dengan yeoja lain yang menurut mu lebih baik dari ku. –Im Yoon Ah-]

***

Kini sudah dua tahun enam bulan berlalu. Yoona benar – benar menghilang. Padahal Kibum sudah mencarinya nyaris keseluruh Seoul bahkan kekampung halamannya. Namun ia masih tidak bisa menemukan Yoona. Sedangkan Sooyoung pun tidak tahu kemana perginya yeodongsaeng kesayangannya itu. Yoona tidak pernah mengatakan apa – apa padanya, hanya sebuah tulisan singkat yang tergantung dipintu lemari es saat hari dimana Yoona menghilang.

[Eonni… Jangan caritahu dimana aku. Aku kelak akan datang menemui mu dengan sendirinya sampai aku tenang]

Kibum menatap keluar jendela dari asramanya. Leeteuk, leader sekaligus hyung tertuanya digroup menepuk bahunya dengan lembut.

“Kau masih memikirkannya dan mencarinya?”

“Ne hyung. Aku menyesal. Sekarang aku tahu kalau aku hanya mencintainya”

Hangeng yang kebetulan lewat membawa minuman itu langsung berhenti dan memutuskan untuk memberikannya pada Kibum, dongsaengnya yang tengah dilanda kesedihan itu.

“Minumlah, agar kau tenang!”

“Xie xie Ge” ucap Kibum dengan pelan sambil menatap wajah Hangeng yang hanya menggelengkan kepala sambil menunjukkan senyumnya itu.

“Kibum – ya, bisa temani aku keluar?”

Ryeowook baru saja keluar dari dapur sambil melepas celemeknya. Ia tampak mendekati laci lalu mengambil dompetnya. Kibum menoleh lalu menatapnya dengan penuh tanda tanya. Seolah mengerti tatapan Kibum, Ryeowook menjawabnya sambil tersenyum.

“Aku mau beli keperluan dapur”

“Hyyyuuunngggggg!! Titip!! Liatin ada software game terbaru gaaaggg!!!” teriak Kyuhyun.

“Kyu – a, aku kan mau ke market bukan ke toko software game. Lagipula aku tidak mengerti” balas Ryewook. Kibum pun berdiri lalu meraih jaketnya.

“Kajja!” ajak Ryeowook. Mereka pun menghilang dibalik pintu itu. Sedangkan yang lain melanjutkan aktifitasnya masing – masing.

***

Kibum dan Ryeowook keluar dari mini market dengan membawa belanjaan mereka. Lalu ia memasukkannya kedalam mobil yang dikendarai Kim Jung Hoon, manager Super Junior.

*Tes! Tes! Tes!*

Rupanya gerimis tengah turun.

“Ppali! Ayo kita masuk kedalam mobil!” ajak Ryeowook yang langsung berlari duluan menuju mobil. Sementara itu, Kibum membenarkan jaketnya. Ia mengedarkan pandangannya keseberang jalan. Matanya berhenti pada seorang yeoja yang mengenakan dress selutut berwarna putih dengan rambut panjang bergelombangnya. Yeoja itu sedang menunduk, membenarkan pita dipinggang dressnya. Kibum memperhatikannya dengan seksama, seolah ia merasa sangat mengenal yeoja itu. Yeoja itu mengangkat wajahnya lalu menatap kearah lampu lalu lintas. Saat itulah Kibum tersentak.

“Itu Yoona!” bisiknya pelan. Ia berlari kearah mobil managernya.

“Hyung! Aku ada urusan sebentar, kalian bisa pulang duluan. Aku akan menggunakan taxi!”

Ia langsung berlari dan berusaha menyeberang sambil terus mengawasi yeoja itu. Ia tidak ingin kehilangan yeoja yang sudah dicarinya satu tahun lebih belakangan ini.

“Yoona!!” teriaknya saat ia merasa kalau jarak diantara mereka cukup dekat.

Mereka berdua saling berpandangan cukup lama, bermain dengan pikiran masing – masing. Jelas sekali terlihat kalau mereka saling merindukan satu sama lain.

“Yoona… Jeongmal bogoshipeoyo… Selama ini aku mencari carimu, aku merindukanmu Yoona” tersirat sebuah ketulusan dimata Kibum.

“Rindu??? Bukankah oppa sudah senang dengan wanita lain dan dengan kehidupanmu yang sekarang tanpa diriku? Bukankah dulu oppa yang memintaku pergi?”

“Aku tahu, aku salah. Mianhae, jeongmal mianhamnida aku dulu terlalu terlelap akan dunia itu. Tapi sekarang aku sadar, bahwa aku tidak bisa hidup tanpamu. Saranghae Im YooN Ah. Mau kah kau memaafkan ku?”

“Tapi hatiku sudah sangat sakit oppa, aku menepati janjiku dulu, tapi kau…”

Yoona masih membantah meski pun ia tahu, ia masih menyukai namja dihadapannya itu.

Tiba-tiba Kibum memeluk Yoona sangat erat, sambil menangis.

“Mianhae… mianhae… mianhae Yoona, aku berjanji aku tidak akan mengecewakanmu lagi. Aku akan membahagiakanmu, kembalilah padaku Yoona… jebal”

“Apakah oppa akan menepati janjimu?”

“Aku janji, kau boleh menghukumku seberat apapun. Kau boleh melakukan apapun padaku kalau aku menyakitimu lagi.”

“Yaksok???”

“Ne aku berjanji”

Hujan yang turunpun ikut menghapus kenangan buruk antara mereka, sekilas mereka seperti kembali pada masa kecil mereka dulu.

==END==

8 comments

  1. Ant_HeeChul · April 7, 2012

    wahh….
    keren ceritanya chingu….
    kena star sindrom si kibum oppa, suka bangeet sama YOONBUM couple……

  2. gorjessyoonaddict · May 31, 2012

    keren ,, tapi chingu buat yg yonhae nya dongg

  3. anies · August 12, 2012

    akhirnya nemu ff yoonbum,
    aku kangen ma ni couple!
    yoonbum come back lah!
    buat momen yoonbum lagi~!

  4. marwatiputri · January 28, 2013

    Keren ……

  5. myeondeong · September 7, 2013

    akhirnya balik lagi ,, kirain kibum bkal kehilangan yoona ,

  6. elida sari simangunsong · November 3, 2013

    Yoonbum!

  7. Hanna · May 24, 2014

    Keren thor

  8. vankaka · June 21, 2014

    YoonBum Daebak!!
    keep writing ^^

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s