Part 7 : Dormitory High School (And The Last)

Title : Dormitory High School (And The Last)
Type : Full Series
Author : Ichen Aoi
Cast : Lee Donghae Super Junior
Kim Seoyeon
Lee Hyukjae Super Junior
Woo Seung Hyun UKiss
Kim Kibum SHINee
Ost : Not Young – Ukiss
Nb : FF ini akan terus dilengkapi dengan backsound. ^^

==

Seoyeon menyadari satu hal yaitu, Donghae dan Eunhyuk sangat jarang berinteraksi dengan pelajar yang lainnya. Maka ia meminta agar Donghae dan Eunhyuk pergi belajar dikelas yang seharusnya bukan terus – terusan bersemayam diruang OSIS.

“Kalian harus keluar dan berinteraksi dengan pelajar yang lain!” tuntut Seoyeon.

Donghae mendelik kesal lalu membuang tatapannya kearah jendela.

“Ayoolaah~ apa ruginya berbaur dengan yang lain??” Seoyeon tampak mulai putus asa. Sudah satu jam lebih 15 menit ia berusaha membujuk mereka. Namun saat ini tidak masalah buat Eunhyuk, ia sudah menyetujuinya sedangkan Donghae masih enggan bicara dan malah bersikap seolah ia tidak mendengar apapun.

“Ya! Sunbaenim!” teriak Soeyeon ketus.

Donghae hanya melirik sekilas lalu mengambil headsetnya. Seoyeon menjadi semakin jengkel, ia meraih headset itu denganc ara menahan tangan Donghae. Namja itu sedikit terkejut, ia tidak menyangka kalau Seoyeon akan menyentuhnya. Wajah mereka jaraknya hanya beberapa inchi.

Eunhyuk bisa melihat kalau Seoyeon berjinjit, karena memang Donghae jauh lebih tinggi darinya. Ia mendapatkan sebuah ide jail. Ia berjongkok lalu menusuk belakang lutut Seoyeon dengan jari telunjuknya.

“Kyaa!!”

Yeoja itu pun kehilangan keseimbangannya. Ia limbung ke depan, Donghae yang memang ada dihadapan yeoja itu dengan sigap meraih pinggang Seoyeon dengan tangan kanannya yang bebas. Sedangkan tangan kirinya melepas headset lalu memegang tepian meja agar mereka tidak terjerembab ke lantai. Mereka malah saling bertatapan, Key dan Kevin masuk kedalam ruangan itu dan sedikit tercengang melihat aksi pelukan itu.

“Bantu aku!” bisik Eunhyuk pada keduanya.

Mereka bertiga pun menarik meja dan…

*bruk!*

Donghae jatuh kelantai yang dilapisi karpet permadani asli itu. Tubuh Seoyeon ikut jatuh diatas tubuhnya. Donghae masih memeluk pinggang Seoyeon dan tanpa sengaja bibir mereka bertemu.

“Oww~” seru Eunhyuk, Key dan Kevin bersamaan.

Dan tampaknya kali ini Donghae dan Seoyeon tersadar dari semua itu. Seoyeon dan Donghae langsung berdiri dengan gugup. Dan kali ini kaki Seoyeon tersangkut sesuatu lagi –lagi Donghae harus memeluk yeoja itu agar tidak jatuh.

“Rasanya aku cemburu” ledek Eunhyuk.

“Kalian kenapa terus berpelukan begitu?” Tanya Key sambil menaikkan sebelah alis matanya.

“So sweet sekali ya?” ucap Kevin dengan riang.

Donghae dan Seoyeon langsung menoleh dan menatap ketiganya dengan kesal. Mereka pun memisahkan diri lalu bergumul dengan pekerjaan masing – masing.

***

Akhirnya mereka berdua menyetujui untuk berbaur dengan pelajar yang lain.

“Lagipula ini cara yang bagus agar kita bisa lebih mengenal warga disekolah kita” ucap Eunhyuk sambil tersenyum dan menatap kearah Donghae.

Akhirnya untuk pertamakalinya dalam tahun ini Donghae dan Eunhyuk duduk manis dikelas mereka sambil mendengarkan penjelasan guru satu hari sebelum ujian akhir kelas tiga, besok. Biasanya mereka berdua hanya muncul saat ujian.

Dan tampaknya kemunculan mereka dikelas ini membuat pengajar di Domus Aurea sedikit gugup.

“Sudahlah~ kami juga pelajar disini kan?” ucap Eunhyuk sambil tersenyum, memperlihatkan deretan gigi putih ratanya. Donghae hanya sibuk membuka-buka buku mata pelajarannya sendiri. Sang pengajar hanya mengangguk dengan gugup.

Jam istirahat…

Kali ini Seoyeon mengajak semua anggota OSIS kekantin sekolah. Meski awalnya ada sedikit penolakan namun akhirnya ia berhasil. Dan hal ini membuat pelajar seisi Doumus Aurea High School tercengang.

“Sesekali makanlah makanan kantin” celetuk Seoyeon.

Key dan Kevin menatap kagum pada Seoyeon, karena yeoja itu berhasil mengeluarkan singa dari kandangnya. Bukannya sombong, tapi Donghae merasa ia akan dianggap aneh jika makan ditempat umum seperti ini. Sedangkan Eunhyuk sih memang pengikut setia Donghae.

“Kau hebat!” bisik Key pada Seoyeon.

“Butuh sedikit tenaga dan penjelasan panjang lebar” balas Seoyeon dengan ekspresi lelah.

Donghae dan Eunhyuk memperhatikan menu dikantin lalu memilih salah satu menu termahal yang dinilai berkualitas oleh mereka. Sedangkan Seoyeon dan Kevin tidak bisa makan dengan tenang jika pelajar lain terus menatap mereka berlima dengan takjub. Karena ini pertamakalinya semua anggota OSIS muncul bersamaan ditempat umum dalam keadaan yang biasa, bukan masalah darurat yang biasa mereka tangani.

“Kok rasanya tindakan ku salah ya?” bisik Seoyeon.

“Aku tidak bisa makan dibawah tatapan mereka” Kevin pasang tampang memelas.

Sedangkan Key sudah sibuk dengan makanan didepannya.

Seorang pelajar menghampiri Kevin.

“Kevin! Kau sudah selesai makan? Bisa bantu club tenis? Kami kekurangan orang”

Kevin mempercepat makannya. Ia tersenyum lalu ikut pelajar tadi. “Aku duluan ya”.

Seoyeon mendekatkan dirinya pada Key.

“Memangnya Kevin bisa olahraga?”

Key tertawa pelan, “Kau ini! Kevin itu bisa segala macam olahraga. Dia itu juara olimpiade semua cabang olahraga yang ia ikuti”.

Kali ini Key geleng-geleng kepala melihat keterkejutan diwajah Seoyeon. Karena Seoyeon sama sekali tidak menyembunyikan keterkejutannya dengan mata terbelalak dan mulut sedikit terbuka serta alis yang berkerut.

Kali ini seorang siswa mengantarkan sebuah berita dari surat yang dipegangnya.

“Eunhyuk! Sekolah yang kemarin memukuli tiga pelajar sekolah kita menuliskan surat permohonan maafnya. Dan mereka tidak akan menuntut mu atas perkelahian yang lalu. Dan 10 orang diantara mereka masuk rumah sakit, tapi mereka mengakui kalau itu semua kesalahan mereka” jelasnya panjang lebar.

Eunhyuk tersenyum, “Kan sudah ku bilang. Mereka tidak akan berani menuntut”.

Seoyeon bingung ia meminta penjelasan Key (lagi). Dan itu terlihat sangat jelas dari sorot matanya yang sedikit memohon.

“Kau ini lemot ya?? Hyung kemarin bertarung sendirian melawan 20 pelajar sekolah tetangga. Sebenarnya mereka menjebak hyung. Akibatnya 10 orang masuk rumah sakit” Key terus melanjutkan acara makan siangnya.

“Mwooo??! Sendirian?!” Seoyeon nyaris tersedak.

“Eunhyuk itu ahli beladiri di Korea” lanjut Donghae sambil tersenyum dengan santai. Seoyeon nyaris saja kehilangan kesadarannya. Ia tidak menyangka kalau mereka benar-benar bukan orang biasa.

Satu hal yang belum ditemukan yaitu kehebatan dari seorang Kibum Key. Sedangkan Key sendiri sedang pergi menghadap guru. Seoyeon melanjutkan perjalanan bersama Donghae. Sedangkan Eunhyuk sudah pergi untuk menjengguk ke 10 korban pemukulannya.

“Lalu keistimewaan Key?” Seoyeon bertanya pada Donghae yang sibuk meminum cola kalengan yang ia peroleh dari salah satu perlajar dikantin tadi.

“Kau bisa melihat papan nilai kelas dua. Disana!” Donghae menunjuk kearah kerumunan. Seoyeon segera bergabung dengan kerumunan itu sedangkan Donghae memilih menunggunya sambil bersandar pada dinding dibelakangnya.

Seoyeon dengan susah payah menyeruak di antara kerumunan. Ia melihat daftar nilai disana. Oh ya, satu informasi lagi. Dipapan pengumuman nilai Domus Aurea High School tidak menyertakan nilai melainkan persentase. Untuk rincian nilai, pelajar bisa melihatnya di website sekolah.

Daftar nilai pelajar tingkat dua Domus Aurea High School :
Kim Kibum : 100%
Woo Seung Hyun : 93%
Kim Seoyeon : 87%

“Mwoo?? Aku diurutan ketiga??”

Seoyeon belum menyadari siapa diposisi pertama karena ia sibuk melihat nilainya sendiri.

“Lalu siapa yang pertamanya sih??” Seoyeon menatap nama yang ada dibagian paling atas.

“Key 100%!” Seoyeon menatapnya tidak percaya, tapi memang sih terlihat jelas kalau Key itu yang paling pintar diantara mereka. Sedangkan ia lagi – lagi tercengang karena nilai terendah pelajar di Domus Aurea High School adalah 81% yang berarti pelajar disini adalah orang – orang cerdas. Padahal sebelumnya ia mengira kalau Domus Aurea hanya berisi namja malas dan kaya yang hanya menunggu kapan mereka akan menjadi pewaris kekayaan keluarga.

Seoyeon keluar dari kerumunan lalu langsung menghampiri Donghae dengan cepat.

“Oppa!! Apa-apaan nilainya Key itu?!”

“Dia pelajar dengan otak paling sempurna disini. Bahkan aku dan Eunhyuk hanya mampu mencapai nilai presentase 98%. Meski kami berada diurutan pertama dalam angkatan kami”

Penjelasan Donghae makin membuat Seoyeon tercengang. Namja serampangan bersama soulmatenya yang aneh bin ajaib itu nilainya mencapai 98%? Bagaimana bisa?

“Kalian~ ahhh~ aku tidak tahu! Rasanya aku ingin mengundurkan diri saja!”

Seoyeon malah kehilangan rasa percaya dirinya. Bagaimana pun ia sadar kalau ia bukan apa – apa dan rasanya tidak sesuai jika harus bergabung dengan OSIS.

“Seoyeon, kau juga spesial kok. Kau satu-satunya siswi disekolah ini. Bukankah itu menakjubkan?” Donghae tersenyum bijaksana. Namja itu langsung menarik tangan Seoyeon dengan lembut. Tempat tujuan mereka hanya satu, ruang OSIS.

Seoyeon hanya bisa diam. Semakin lama ia semakin tidak bisa menolak aura seorang Donghae. Aura yang sangat kuat, berwibawa dan istimewa.

***

Saat menjelang sore, semua kembali kearama.

Seoyeon masih sedikit lemas mengetahui kenyataan kalau keempat teman satu organisasinya bukanlah orang biasa. Namun masih ada yang belum ia mengerti, kenapa anggota OSIS hanya ada empat orang, ia tidak menghitung dirinya sendiri karena Seoyeon merasa tidak berbuat apa-apa meski ia seorang anggota OSIS.

“Annyeonghaseyo”

“Annyeong”

“Seoyeon ssi”

Seoyeon terus melemparkan senyumnya kesegala arah. Semenjak menjadi seorang bagian organisasi sekolah itu ia selalu disapa ramah dengan pelajar yang lainnya. Sangat berbeda dari sebelumnya, bahkan ia dianggap tidak ada.

Seoyeon menyiapkan makan malam untuknya sendiri sambil membaca-baca buku pelajarannya. Dan matanya sesekali melihat kearah tv yang menyala dikamarnya. Dalam salah satu acara itu ia melihat liputan sebuah sekolah SMA yang sedang mengadakan festival tahunan. Muncul sebuah ide dalam benaknya.

*tok! tok! tok!*

Seoyeon membuka pintu dengan waspada. Ia masih sedikit trauma atas kejadian yang lalu.

“Taddaaa~” seru Eunhyuk dan Kevin berbarengan didepan pintu. Key dan Donghae hanya tersenyum . Seoyeon tersenyum lega saat mengetahui siapa yang datang.

“Ku pikir siapa! Dasar kalian ini!” gerutu Seoyeon sambil mempersilahkan mereka masuk.

“Wahh~ kau membuat makan malam!” Kevin dan Eunhyuk langsung merebut makanan yang disiapkan Seoyeon.

”Yah! kalian ini!” gerutu Seoyeon kesal.

“Biar aku yang akan menyiapkan makan malam” Key mengambil alih dapur.

Donghae sejak tadi tersenyum memperhatikan mereka berempat. Ia menatap sekeliling ruangan itu. Benar-benar ruangan yang menunjukkan kalau pemiliknya adalah seorang yeoja.

“Ada keperluan apa kesini?”

Seoyeon bertanya pada ke-empat namja itu sambil menyiapkan peralatan makan.

“Hanya ingin berkunjung” jawab Donghae singkat.

“Tidak juga, ku pikir kau merindukannya” celetuk Eunhyuk disambut cengiran Kevin.

“Me-merindukan siapa?” kali ini Seoyeon tampak bingung dan heran.

“Kim Seoyeon” celetuk Key.

Donghae menatap ke-tiga namja itu dengan tatapan sedikit mengancam namun Eunhyuk malah tertawa terbahak-bahak.

“Hhaaa… ini pertama kalinya aku melihat seorang Aiden Lee gugup! Padahal aku sudah belasan tahun bersahabat dengannya”

Ucapan Eunhyuk membuat Seoyeon memperhatikan Donghae. Namja itu memalingkan perhatiannya. Wajahnya memang tidak merah namun menjadi sedikit pucat. Hal ini membuat Seoyeon tersenyum. Dan ia jadi ingat soal ide yang didapatnya tadi.

“Oh ya, bagaimana kalau kita mengadakan festival terbuka untuk menarik perhatian pelajar putri. Bukankah itu cara yang ampuh? Sambil memperkenalkan Domus Aurea High School” usul Seoyeon mengundang perhatian anggota OSIS yang lain.

“Kau benar! Bagaimana Donghae, apa kau setuju?” Eunhyuk menatap Donghae dengan tatapan mohon persentujuan. Ia sangat ingin melihat para siswi berkeliaran disekolah mereka itu.

“Hyung! Ku rasa itu ide bagus” Kevin ikut nimbrung sambil membawa hasil masakan Key dibantu oleh Seoyeon.

“Bermanfaat juga sebagai iklan secara tidak langsung. Kita tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk mengadakan iklan di media cetak dan televisi” lagi-lagi Key mengeluarkan kemampuan hitung-menghitungnya.

“Baiklah. Kita bisa cetak brosur dan poster lalu minta pada pelajar disini untuk menyebarkannya”

Donghae menyetujuinya disambut teriakan bahagia yang lain dan mereka saling berpelukan bersama. Donghae cukup menikmati semua ini. Ia suka berada disekeliling sahabat-sahabatnya itu, membuat dia tidak merasa kesepian. Dia adalah anak tunggal yang berarti satu-satunya pewaris kekayaan Domus Aurea Commpany. Ia sadar benar, suatu saat ia akan kehilangan kebebasannya. Ia tidak akan bisa bermain-main seperti ini lagi.

Ia tidak akan menjumpai tawa, senyuman dan teriakan Eunhyuk, Kevin, Key dan Seoyeon. Suatu saat ia akan benar-benar sendirian didalam ruangannya yang megah sedangkan ia belum siap menghadapi semua itu.

***

“Perhatian! Mulai hari ini saya harap kita semua bisa fokus untuk persiapan festival terbuka Domus Aurea High School. Untuk itu saya beritahukan kalau selama dua hari kedepan semua mata pelajaran dan kegiatan club ditiadakan. Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih” suara Eunhyuk menggema diseantero sekolah.

Seperti biasanya juga, kecepatan kerja OSIS selalu memukau. Dalam waktu dua hari berita soal festival di Domus Aurea High School sudah menyebar keseantro Seoul dan sekitarnya. Bahkan perusahaan relasi dengan senang hati membuat iklan untuk Domus Aurea High School.

“Kalian ini siapa sih?” Seoyeon masih menggerutu sejak tadi. Campuran bangga dan bingung.

“Kami ini kan sahabat mu” jawab Eunhyuk singkat.

Sementara itu Kevin dan Key sedang asyik membantu pelajar lain dalam menyiapkan stand-stand maupun panggung dan dekorasi lainnya. Mereka berdua memang sangat aktif dalam berbagai kegiatan sekolah.

“Sebaiknya kita juga membantu” ajak Eunhyuk pada Donghae sambil membalas lambaian salah satu siswa yang sedang bergumul membuat dekorasi stand bazaar.

“Akan mencari konsumsi buat kalian semua dan aku akan membuat kue dalam jumlah sangat banyak. Jadi aku akan pinjam ruang club memasak” Seoyeon pergi.

Donghae dan Eunhyuk turut serta membantu yang lainnya. Ini adalah festival pertama Domus Aurea High School yang dibuat terbuka untuk umum. Sehingga antusias pelajarnya sangat terlihat penuh semangat. Mereka akan mengubah image sekolah khusus putra itu menjadi sekolah umum.

***

Hari H, Festival Terbuka Domus Aurea High School…

Donghae mengajak Seoyeon jalan-jalan melihat seisi Domus Aurea. Terlihat jelas sekali kalau mereka semua menikmatinya.

“Ketua, kapan kita buka acaranya? Pengunjung sudah bersiap didepan gerbang” salah satu dari mereka mendekati Donghae dengan penuh semangat.

“Tenang saja. OSIS akan segera bersiap-siap” jawabnya sambil tersenyum manis.

Terlihat dari kejauhan lambaian Eunhyuk dan Key. Donghae dan Seoyeon menghampiri mereka menuju depan gerbang untuk membuka acara sekaligus penyambutan, namun ada yang kurang.

“Dimana Kevin??” tanya Seoyeon.

Sedetik kemudian dia sedang berlari sambil berteriak, dibelakangnya banyak siswa yang mengejarnya sambil membawa peralatan make up dan gaun perempuan.

“Aku tidak maaauuuu!!!” teriaknya berkali-kali.

Donghae, Eunhyuk, Key dan Seoyeon tertawa.

“Mianhae~ kapan kami diizinkan masuk?” interupsi salah satu pengunjung diluar gerbang.

“Ah mian~ kami akan segera mulai” Seoyeon tersenyum ramah.

Donghae berdiri paling depan didekat gerbang. Dibelakangnya berderet empat orang anggota OSIS lalu dibelakang mereka berderet pelajar Domus Aurea. Pintu gerbang terbuka. Donghae mengucapkan kata sambutannya.

“Selamat datang di Domus Aurea High School. Nikamtilah festival terbuka kami. Saya Lee Donghae sebagai ketua OSIS Domus Aurea High School mewakili semua pelajar disini mengucapkan terimakasih atas kunjungan kalian. Silahkan”

Berakhirnya sambutan Donghae disambut tepukan tangan lalu para pengunjung masuk kearea sekolah. Bahkan banyak siswi yang minta foto bersama dengan anggota OSIS namja. Seoyeon hanya tersenyum memperhatikan mereka semua.

“Kenapa sendirian?” tegur Minho, ia teman SMP Seoyeon.

“Minho ssi!! Sudah lama sekali kita tidak bertemu!” seru Seoyeon bahagia sambil memeluk Minho. Mereka berdua mengelilingi stand-stand.

“Seoyeon?” Donghae muncul secara tiba-tiba dibelakang mereka.

“Oppa~ perkenalkan, dia teman SMP ku. namanya…”

Seoyeon belum sempat menyelesaikan ucapannya namun Donghae langsung memotongnya.

“Saya Donghae. Mianhae, saya harus membawa Seoyeon pergi”

Ia langsung menarik Seoyeon pergi. Minho hanya tersenyum sambil mengangkat bahu.

“Oppa~ ada apa?”

“Aniya~ ah sudahlah! Kau bisa berkeliling dengan Kevin dan Key”

Donghae malah meninggalkan Seoyeon bersama dua namja cantik itu.

“Hyung kenapa?” tanya Kevin pada Seoyeon yang disambut gelengan kepala.

Lagi-lagi segerombolan siswa memburu Kevin.

“Kevin! Ayo coba pakai ini, kami sudah membuatnya susah payah untuk mu”

“Aku tidak maaauuuuuuuuuu!! Key tolong aku!!” teriak Kevin sambil berlindung dibelakang Key. Yeonhe memperhatikan mereka dengan seksama.

“Ku rasa kalian memang cocok jadi pasangan” celetuknya. Dan ini memberikan ide bagi semua pelajar yang sejak tadi memburu Kevin. Mereka bubar untuk sesaat lalu kembali membawa pakaian pangeran.

“Key! Pakai ini berpasangan dengan Kevin” teriak salah satu dari mereka.

“MWO?!” teriak kedua namja cantik itu bersamaan. Namun kali ini mereka tidak bisa mengelak. Seoyeon nyaris tertawa melihat pasangan pangeran dan putri itu.

“Apa yang kalian lakukan? Dimana Key dan Kevin” Eunhyuk datang tanpa menyadari sepasang orang didepannya.

“Hyung! Ini kami” ucap Key dengan sedikit kesal.

“Kevin! Kau… cantik sekali dan kau? Key? Ya ampun! Serasi! Aku harus beriitahu Donghae” Eunhyuk langsung berlari mencari Donghae. Seoyeon masih tertawa sambil memegangi perutnya yang sakit karena kebanyakan tertawa.

Donghae dan Eunhyuk kembali. Bahkan banyak pengunjung yang mengabadikan foto pasangan itu dan beberapa dari mereka minta foto bersama.

“Key~ aku mau masa depan ku” keluh Kevin.

“Sudahlah terima saja jika masa depan mu harus dengan ku” jawab Key singkat.

Seoyeon langsung tertawa bersama yang lainnya. Donghae menoleh kearah Seoyeon. Ia tersenyum melihat yeoja itu tertawa dengan bahagia.

Ia menarik tangan Seoyeon dan membiarkan yeoja itu bersandar didadanya yang bidang. Seoyeon diam, ia gugup dan terkejut.

“Neoman barabondago naega jikyo julkkeyo (Hanya kamu satu yang akan ku lihat, aku akan melindungi mu)”

Ucapan Donghae membuat Seoyeon menatapnya dalam. Mereka belum menyadari kalau sekarang suasana benar-benar sunyi. Sampai Eunhyuk menepuk bahu Donghae pelan.

“Hei teman, bukankah kau baru saja menyatakan perasaan mu pada Seoyeon”

Donghae diam. Ia menatap Eunhyuk sejenak lalu menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal. Ia tampak gugup.

“Waeyo, hyung?” tanya Key memancing.

“Eh…” baru kali ini seorang Donghae kehilangan kata-katanya.

“Aku mau tahu, kenapa anggota OSIS hanya kalian?” Seoyeon mengadakan interuspi saking gugupnya. Semua tersenyum menatap Seoyeon termasuk pelajar disana.

“Karena OSIS adalah orang istimewa”

“Dan hanya mereka berempat yang istimewa”

“Dan kami yang memilihnya”

Pelajar disana tersenyum satu per satu. Pada dasarnya sekolah itu menetapkan system demokrasi untuk memilih pemimpin mereka sendiri. Hanya orang yang dianggap layak yang bisa menduduki kursi tertinggi, bukan hanya karena Donghae pewaris tunggal.

“Sebenarnya anggota OSIS selain kami ada sekitar 21 orang. Mereka adalah ketua kelas dikelasnya masing-masing” jawab Donghae singkat.

“Tapi kenapa kalian mengurusnya hanya berempat?” Seoyeon masih bingung.

“Siapa bilang? Surat-surat masuk itu awalnya ditampung oleh ketua kelas baru sampai ketangan kami” Kevin menjelaskan sambil tersenyum, membuatnya terlihat lebih cantik.

“Untuk pemberian barang-barang yang diperlukan kami menyuruh ketua kelas itu yang memberikannya langsung pada tiap anggota dikelasnya” Eunhyuk juga ikut tersenyum.

“Kami ini hanya sebagai pusat saja” Key sibuk melepas pakaian ribetnya.

Untuk pertama kalinya Seoyeon tahu mengapa OSIS sangat mutlak disana. Karena itu semua pilihan mereka sendiri. Ia kagum, sekolah yang isinya namja semua itu dapat mengatur manajemen sekolah sampai sedemikian rupa.

Salju pertama muncul dalam festival itu.

“Lihat! Indahnya” seru Kevin dengan senang sambil memeluk Key.

Eunhyuk menadahkan tangannya untuk menyentuh salju-salju itu. Beberapa sisiwi SMP menghampiri mereka berempat, tentu saja pakaian Kevin dan Key sudah kembali normal sehingga mereka bisa menemukan kembali kewibawaannya.

“Oppa, eonni~ apa kami boleh mendaftar disini tahun ini?”

“Tentu saja! Domus Aurea High School selalu terbuka untuk siapa saja” jawab Seoyeon dengan sangat riang. Disamping kiri kanannya ada Donghae, Eunhyuk, Kevin dan Key.

“Apa kami bisa foto bersama OSIS tahun ini?”

“Silahkan saja”

“Gomawo eonni, oppa”

*cklik*

***

Satu hari menjelang pesta kelulusan kelas 3. Dan pada akhirnya Kevin dan Key naik kekelas 3. Mereka berdua sudah kembali kekelas masing-masing sejak Seoyeon tahu kalau Kevin adalah seorang namja. Seoyeon sendiri kini duduk dikelas 2. Donghae mengajaknya pergi kekomplek belakang sekolah, disamping asrama ada sebuah pohon besar yang telah berdiri disana selama bertahun-tahun lamanya.

“Kenapa oppa mengajak ku kesini?”

“Seoyeon, aku akan segera lulus. Berarti kita akan berpisah”

“Aku tahu itu”

“Ada satu hal yang harus kau ketahui sebelum aku benar-benar bebas dari sekolah ini”

“Mwo?”

“Saranghaeyo~”

Salju pertama dibulan itu turun dengan perlahan. Seoyeon masih terpaku.

“Oppa…”

Donghae memeluk Seoyeon. Seragam musim dingin mereka sedikit melambai karena tiupan angin. Mereka tidak menyadari kalau Kevin, Key dan Eunhyuk menguping sejak tadi. Ketiganya saling berpelukan erat.

“Aish! Kenapa kalian memelukku?” protes Kevin.

“Karena diantara kami hanya kau yang feminine dan menyerupai wanita” Key pasang tampang innocent disambut anggukan Eunhyuk.

“Yah! Seenaknya saja ya!!” Kevin langsung mengadakan protes dan melepaskan mereka berdua kemudian berlari kedalam gedung sekolah Domus Aurea High School. Key dan Eunhyu takut ketahuan Donghae dan Seoyeon, mereka ikut lari menyusul Kevin.

Dan tahun inilah awal dimulainya kehidupan Domus Aurea High School sebagai sekolah umum. Dan sebuah legenda sekolah tercipta dimana sekolah itu kedatangan seorang siswi satu-satunya yang menjelma menjadi putri sebuah kerajaan Boys Kingdom. Donghae pun diberikan kebebasan. Ia mewarisi segalanya namun ia bisa menyisihkan waktunya untuk mengunjungi Seoyeon, Key dan Kevin. Sementara itu, Eunhyuk mengurus kantor pusat kedua milik Domus Aurea High School. Satu hal yang perlu kalian ketahui, Eunhyuk adalah sepupu jauh Donghae dan itulah sebabnya ia selalu menemani namja itu kemanapun.

-END-

Akhirnyaaa…

Hanya da sedikit perbedaan ya? Hhaa…

Mianhaeyo~ :p

TEASER FOR THE NEXT SERIES

“Apa? Jadi aku…”

“Kenapa jarang sekali menemui ku huh?!”

“Aku menyukainya, aku tidak peduli meski ia sudah memiliki seorang namja”

“Dia hanya…”

8 comments

  1. yustika suci oktaviani · April 10, 2012

    ending nya bagus min^^

  2. Kan Rin Rin · July 5, 2012

    Bagus min…

    suka…

    tapi mana yang part 5 nya yah?

  3. Aulia Amelia · March 16, 2013

    Ahh~~ ceritanya keren !! Menakjubkan !!
    Mianhe, baru koment dipart ini, hehe *Nyengir kuda*
    Lanjutannya ditunggu ne !!
    Fighting !! ^~^

  4. hyun hee · April 8, 2013

    hwaaa…
    ff ny bagus bangeet…
    aku suka ,, aku suka (ala mei mei)

    \{^_^}/

  5. usagi26 · April 23, 2013

    aaa…………. ceritanya simple tapi bagus banget! sampe bikin nangis (ga tau kenapa)

  6. Vally · May 14, 2013

    Haha… Dasar eunhyuk, key, kevin tukang nguping. :D:p

  7. anna jae · January 15, 2014

    eunhyuk selalu membawa virus kebahagiaan dimnapun berada hehehe…..

  8. rytazza · November 22, 2014

    bagus banget.. tapi ini udah ending???? kan donghae sama seoyeon belum nikah.. hihihiii

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s