Part 1 : Domus Aurea Romance

Title : Domus Aurea Romance
Author : Ichen Aoi
Cast : Kim Seoyeon
Lee Donghae Super Junior
Chunji Teen Top
Choi Minho SHINee
Support cast : banyak, temukan sendiri Hhee…
Note : Sekuel ke dua dari Dormitory High School
Backsound : Sky – B1A4

==

Donghae dan Eunhyuk telah lulus dari Domus Aurea High School tahun ini. Dan secara otomatis Key –lah yang menduduki jabatan ketua OSIS dengan Kevin sebagai wakilnya. Namun kekosongan jabatan dan mereka belum kembali menemukan bakat – bakat baru dalam keahlian persuratan dan perhitungan keuangan, membuat keduanya terpaksa harus merangkap jabatan masing – masing sedangkan Seoyeon masih menjadi seksi umum.
Selain yeoja ini merupakan yeoja yang biasa saja, Donghae sendiri sudah berpesan agar keduanya menjaga dengan baik permata pertama Domus Aurea itu. Kini Seoyeon duduk dikelas 2 sedangkan Kevin dan Key kembali kekelas mereka yang seharusnya, kelas 3. Masih ingatkan demi penyamaran dan menjaga yeoja satu – satunya itu mereka berdua kembali duduk dikelas yang sama dengan Seoyeon.

“Seoyeon, seharusnya kau memanggil kami sunbae!” tuntut Key dengan kesal.

Saat ini mereka bertiga baru saja sampai digedung sekolah usai dari gedung asrama. Beberapa pelajar memberikan salam dengan sopan kepada mereka. Seoyeon berkali – kali membalas dengan senyuman dan jabatan tangan.

“Tapi aku sudah terbiasa memanggil nama mu. Karena penyamaran buruk mu tahun lalu!” balas Seoyeon tidak mau kalah.
Key malah mencibirnya dengan pelan sedangkan Kevin sendiri sibuk dengan iPhodnya. Sesekali ada nada ringan yang keluar dari bibir tipisnya itu.

*bruk!*

Seseorang tidak sengaja menjatuhkan buku – bukunya. Rupanya itu adalah siswi baru disekolah ini. Tahun ini mereka mendapatkan cukup banyak pelajar yeoja. Dan ini membuat Seoyeon senang bukan main. Meski diangkatannya hanya dia seorang yang berjenis kelamin yeoja, setidaknya ia memiliki adik kelas yeoja.
“Biar ku bantu!”
Seoyeon langsung melangkah dengan ringan dan membantu siswi itu mengumpulkan buku – bukunya sampai sebuah buku terakhir terasa sulit ditarik olehnya. Ternyata ada sebuah tangan lain yang sedang mengambil buku itu.
Seoyeon melepaskannya lalu berdiri. Ternyata ada namja lain yang tadi memegangi buku itu. setelah ia melihat wajah Seoyeon, namja itu langsung membungkuk dalam sambil tersenyum kecil.
“Mianhae sunbae” ucapnya pelan.
Seoyeon menatap namja dihadapannya itu dengan bingung. Namun ia langsung mengerti kalau namja ini adalah adik kelas barunya. Sedangkan siswi yang mereka bantu tadi mengucapkan terimakasih pada keduanya lalu pergi dengan langkah riang.

“Seoyeon –a! Kita harus kembali keruang OSIS untuk tugas selanjutnya kan?” panggil Key dengan nada ketus. Sedangkan Kevin menyunggingkan senyumnya sambil mengulurkan tangannya, Seoyeon tertawa kecil lalu meraih tangan namja itu.
Ia kembali menoleh dan masih mendapati adik kelasnya berdiri ditempat yang sama, bingung mau mengucapkan apa akhirnya Seoyeon memilih tersenyum dan berkata dengan riang.
“Gomawoyo saeng~”
Ketiga anggota OSIS itu pun menghilang dari pandangan.

“Seoyeon sunbae? Apakah dia putri pertama dikastil namja ini?” bisiknya pelan.

*pluk!*

Seseorang menyadarkannya dari lamunan itu. Namja dengan rambut agak panjang yang penuh gaya. Wajahnya seperti pahatan para bangsawan Prancis, Ahn Daniel.
“Chunji! Seharusnya kita kekelas sekarang juga!” bisik Niel pelan.
Ia langsung menarik tangan Chunji dengan paksa dan langkah yang cepat menuju kekelas baru mereka di Domus Aurea High School.

***

*tuuuutttt~ tuuuuttt~*

Laptop yang sedang digunakan Key tiba – tiba saja berbunyi dan menandakan sebuah panggilan telepon dari aplikasi Skype tengah berlangsung. Ia mendecak kesal saat melihat sebuah nama tertera disana.

Lee Donghae Prince?

Orang mana yang senarsis ini selain ketua OSIS mereka yang paling berjaya tahun lalu itu selama tiga tahun berturut – turut pula. Key sedang mempertimbangkan untuk mengangkatnya atau tidak.
“Kalau tidak diangkat, kau akan kena marah olehnya. Kalau kau angkat, mungkin ia akan memberikan nasehat – nasehat baru” ucap Kevin yang sepertinya tahu apa yang ada didalam pikiran Key saat ini.
Seoyeon hanya tersenyum mendengar perkataan Kevin barusan.
“Arraseo!”
Key pun memutuskan untuk mengklik tab answer video call. Dan kali ini yang muncul bukan hanya wajah Donghae melainkan disertakan wajah Eunhyuk. Penampilan mereka masih sama, serampangan dan seenaknya. Padahal minggu depan mereka berdua sudah harus mengisi posisi teratas Domus Aurea Company. Dan tampaknya mereka berdua ini memang tidak bisa dipisahkan.

“Annyeongggg~!!!” sapa Eunhyuk dengan riang dari seberang sana.
Terlihat dengan jelas kalau disampingnya duduk seorang Lee Donghae dengan wajah malasnya. Tampaknya hari ini ia sedang tidak bersemangat. Eunhyuk malah sibuk terus – terusan memamerkan senyumannya.
“Dimana Seoyeon –a?” Tanya Eunhyuk dengan riang.
“Waeyo?”
Seoyeon dan Kevin datang sambil menghadap kearah laptop tersebut. Dan kini otomatis membuat wajah ketiganya masuk kedalam gambaran webcam.
“Lihatlah! Pangeran mu tampaknya sangat lemah hari ini” Eunhyuk menunjuk – nunjuk kearah Donghae yang malah mendeliknya dengan tatapan kesal.
“Waeyo?” hanya satu kata itu saja yang lagi – lagi keluar dari mulutnya dan diucapkan dengan ekspresi innocentnya yang selalu tampak datar.
“Aku bosan harus bersama manusia satu ini terus, ia sangat berisik! Seoyeon –a, pulang nanti kau akan ku jemput didepan gerbang. Jangan pergi kemana – mana! Arraseo?”
Donghae bicara panjang seperti itu setelah ia menyingkirkan Eunhyuk dari depan webcam. Seoyeon mengangguk sambil tersenyum dengan penuh semangat.
“Hyung tidak mengajak kami?” kali ini Kevin bertanya dengan ekspresi bingung dan sedih.
Donghae terlihat berfikir sebentar lalu ia menyunggingkan senyumnya, “Kau bisa jalan – jalan dengan Lee Hyukjae. Annyeong~”

*click!*

Akhirnya sambungan video call itu terputus. Seoyeon tersenyum sendiri saat melihat wajah Donghae yang rasanya sudah lama tidak dilihatnya lagi sejak memasuki pesta kelulusan. Key menggelengkan kepalanya lalu mengusap kepala Seoyeon sambil tersenyum manis.
“Kau sudah besar ya?”
“M-mwo?”
Seoyeon menatap sunbaenya itu dengan bingung. Namun Key hanya mengangkat kedua bahunya dan kembali bergumul dengan pekerjaannya. Seoyeon membentuk kerucut kecil dibibirnya ia merasa diacuhkan. Namun Kevin segera menghiburnya dengan menyodorkan sebuah kue coklat campuran keju.
“Kau mau ini?” tawarnya dengan penuh semangat.
“Tentu saja! Aku selalu suka masakan eomma mu”
“Gomawo”
Mereka berdua pun sibuk memakan kue sedangkan Key sibuk menggerutu sendirian.

***

Sebuah mobil mewah terparkir didepan Domus Aurea High School. Mobil itu sudah sangat dikenal dengan baik oleh seisi Domus Aurea, mengingat mobil itu tak lain adalah milik Lee Donghae. Sementara mobilnya terparkir manis disana, Donghae malah sibuk bermain basket dilapangan dengan beberapa anak kelas satu.
“Shoot hyung!” teriak salah satu namja dari team Donghae.
Donghae langsung melompat tinggi dan berhasil memasukkan bola itu kedalam ring. Bola itu jatuh lalu menggelinding tepat didepan kaki Seoyeon yang sejak tadi memandangi namjanya bermain dilapangan. Donghae menghampirinya sambil memamerkan senyuman manisnya.
“Sejak tadi?”
“Tidak juga. Ini bola mu!”
Seoyeon mengambil bola itu lalu mengarahkannya pada Donghae. Namja itu mengambilnya lalu melemparnya kuat kearah lapangan.
“Aku pergi dulu ya. Annyeong~” teriak Donghae yang ditunjukkan untuk semua pemain basketnya tadi. Mereka melambaikan tangan sambil tersenyum dan mengangguk.
Donghae hendak merangkul bahu Seoyeon namun yeoja itu langsung mundur beberapa langkah sambil menatap Donghae dengan iseng.
“Jangan sentuh! Kau basah sekali” ia menggelengkan kepalanya.
Donghae menatap dirinya sendiri lalu ia menyunggingkan senyumannya lagi. Dengan segera ia menarik tangan Seoyeon menuju tempat dimana mobilnya diiparkir.

Chunji, Niel dan Youngmin sedang berjalan beriringan menuju parkiran. Mereka tampaknya hari ini sepakat untuk pergi ke game center sebelum pulang kerumah masing – masing. Tatapan Chunji berhenti pada satu – satunya seragam yeoja senior disekolah itu. sangat mudah membedakan kelas satu, dua dan tiga dari seragam mereka.
Ia bisa melihat kalau Seoyeon sedang bersama seorang namja yang tengah melepaskan kaos putih polosnya dan meraih sesuatu didalam mobilnya yang ternyata sebuah kaos polos lainnya. Namja itu tidak henti menyunggingkan senyumannya kearah Seoyeon yang terus memperhatikannya dengan tatapan kesal.
Namja itu selesai ganti baju lalu mengacak rambut Seoyeon yang dibiarkan tergerai. Ia mengecup dahi yeoja itu lalu memeluknya bahkan Seoyeon balas memeluknya dengan melingkarkan tangannya dipinggang namja itu.
Chunji semakin menyipitkan matanya dan tatapannya enggan untuk beranjak pergi padahal Niel dan Youngmin sudah beberapa langkah didepannya. Ia baru bergerak setelah namja dan mobilnya itu membawa Seoyeon pergi entah kemana.
“Lee Chan Hee!! Tidak mungkin kami menunggu mu mematung disana terus kan?” teriak Youngmin tidak sabaran.
Tampaknya hal itu sukses membuat Chunji kembali, ia langsung mempercepat langkahnya untuk menyusul kedua temannya itu.

***

Diwaktu yang sama dan ditempat yang berbeda…

“Bagaimana?”
Namja tampan itu menatap ahjussi didepannya sambil memainkan gelas dihadapannya. Ia sesekali menghela nafas sambil menyunggingkan senyuman yang makin membuat wajahnya dua hingga tiga kali lipat lebih tampan dari sebelumnya.
“Sudah saya urus semuanya, mulai besok tuan muda bisa bersekolah di Domus Aurea High School”
Ahjussi itu menyerahkan beberapa berkas yang langsung disambut namja tampan itu dengan riang. Ia mengjabat tangan ahjussi itu sambil mengucapkan terimakasih berulang kali. Ahjussi itu selesai melaporkan tugasnya dan pamit pergi dari ruang makan itu.
“Akhirnya aku bisa menemukannya lagi…”

Rupanya Donghae mengajak Seoyeon untuk menonton disalah satu bioskop elite di Seoul. Dan kini mereka berdua tengah makan siang bersama. Seoyeon meminta agar mereka makan siang difoodcourt biasa saja. Ia tidak ingin tampak ada batasan dengan orang – orang disekitarnya dan Donghae seperti biasa, selalu menyetujuinya.
“Bagaimana tugas mu?”
“Tugas apa? Sekolah? OSIS?”
Seoyeon membalikkan pertanyaan sambil menyuap sosis kedalam mulutnya. Donghae pura – pura menunjukkan ekspresi berfikirnya lalu mengangguk pelan.
“Ku rasa tidak ada masalah dengan sekolah mu, bagaimana dengan OSIS?”
“Uhmm… Aku rasa lebih baik oppa kembali kesekolah”
Donghae langsung tertawa saat melihat ekspresi Seoyeon yang sambil sibuk menyuap otongan – potongan makanan kedalam mulutnya sedangkan Donghae sejak tadi lebih banyak -menghirup minumannya.

“Kau merindukan ku?” goda Donghae.
“Anio~ Aku kasihan dengan Key dan Kevin”
Kali ini yeoja itu menunjukkan ekspresi khawatir sambil menghembuskan nafas beratnya.
“Aku khawatir dengan kesehatan mereka” lanjutnya lagi.
“Lalu bagaimana dengan ku?”
Tampaknya Donghae belum menyerah juga. Ia kini memajukan wajahnya kearah Seoyeon yang membuat Seoyeon membelalakkan matanya dan sedikit memundurkan punggungnya. Ia khawatir kalau Donghae akan menciumnya didepan umum.
“Mau apa kau huh?!” desisnya dengan nada mengancam.
Tampaknya Donghae menyukai sikap Seoyeon yang baru saja ia temukan ini. Ini pertama kalinya ia melihat Seoyeon panik sekaligus malu pada saat yang bersamaan. Ia terus memajukkan wajahnya hingga jarak mereka hanya tersisa beberapa senti langi.
Karena panik, Seoyeon langsung berdiri dengan gerakkan cepat dan sukses menghantam hidung Donghae dengan kepalanya.
“AW!” teriak Donghae dengan sedikit terkejut.
Beberapa pengunjung foodcourt melirik kearah mereka. Seoyeon berkali – kali membungkukkan badannya dan meminta maaf. Sedangkan Donghae sibuk mengusap hidungnya yang kini memerah.
Seoyeon langsung menarik Donghae pergi dari tempat itu. Ia terus menarik tangan Donghae yang bebas karena tangan yang satunya sibuk mengusap – usap hidungnya yang kini jadi luar biasa merah.
Mereka keluar mall dan duduk ditaman belakang mall yang cukup ramai dengan pasangan – pasangan lain. Meski agak sediki malu, tidak ada pilihan lain selain disitu. Seoyeon mendecak kesal lalu meruntuki dirinya sendiri kenapa bisa sampai menghantam hidung Donghae itu.
“Gwaenchana?” bisiknya khawatir sambil menatap wajah Donghae.
“Molla!! Rasanya hidung ku ini sudah patah” lirih Donghae.
Seoyeon langsung membulatkan matanya terkejut dan khawatir. Ia langsung menyuruh Donghae duduk dan ia sendiri berdiri sambil menoleh kesisi kiri dan kanan, mencari sesuatu ataupun seseorang yang bisa membantunya.
Seoyeon –a~ kau baru saja mematahkan hidung Donghae!!! Bagaimana ini??, Seoyeon sangat panik sambil sesekali menggigiti bibir bawahnya.
Ia sama sekali tidak sadar kalau Donghae sedang iseng menggodanya. Ia bahkan menahan tawanya sambil melihat ekspresi Seoyeon secara diam – diam.
Karena tidak berhasil menemukan sesuatu, Seoyeon memutuskan untuk menyembuhkannya sendiri. Ia mendekatkan wajahnya kepada Donghae dan tatapannya terfokus pada hidung namja itu yang masih memerah tentunya.
“Oppa diamlah, aku tidak tahu harus apa sekarang. Dan lagi aku tidak terbiasa menyentuh namja jadi aku tidak mungkin mengusap hidung mu itu. Aisshh… eotteokhe??”
Seoyeon memejamkan matanya sambil berusaha menenangkan dirinya sendiri. Donghae tersenyum, ia menarik lembut kedua tangan Seoyeon yang menggantung bebas diudara dan mencium bibirnya dengan lembut.
Seoyeon langsung membuka matanya lebar. Dan mata Donghae yang terpejam bisa terlihat olehnya dengan sangat jelas dan bibirnya dikunci. Ia pun membeku.

Sementara itu…
“Chunji, kenapa mematung disitu? Kau ingin ketaman yang penuh dengan pasangan itu? aihh~ lebih baik kita segera ke gamecenter kan?” Niel mengeluh saat Chunji berdiri mematung secara tiba – tiba dan pandangannya lurus kearah Seoyeon yang tampak sedang dicium seorang namja yang tadi membawanya pergi. Ia bahkan sama sekali tidak mengenali namja itu. Tatapan dan tubuhnya membeku seketika.

Disisi lain…
Namja tampan bernama Minho itu berdiri mematung dan terkejut saat ia hendak menghampiri teman sekolahnya dulu, Seoyeon. Ia tanpa sengaja menjatuhkan sebungkus kentang goreng crispy yang baru saja ia beli disalah satu counter makanan. Nafasnya terasa sedikit tercekat, namun ia berhasil menguasai dirinya dan membalikkan tubuhnya sambil memejamkan matanya.

TBC

For the next backsound Dont Spray No More Parfume by Teen Top

One comment

  1. nazma · July 29, 2012

    I like this fanfiction Daebak!

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s