Part 2 : Domus Aurea Romance

Title : Domus Aurea Romance
Author : Ichen Aoi
Cast : Kim Seoyeon
Lee Donghae Super Junior
Chunji Teen Top
Choi Minho SHINee
Support cast : banyak, temukan sendiri Hhee…
Note : Sekuel ke dua dari Dormitory High School
Backsound : Don’t Spray No More Perfume – Teen Top

==

“Ya!! Chunji!! Apa yang kau perbuat semalaman huh?!”
Heechul sonsanegnim tampak murka dengan pelajar satu itu. Karena ini adalah yang kesekian kalinya pelajar kelas satu itu datang terlambat dengan cueknya. Apalagi ditambah kenyataan kalau dia dan temannya si Ahn Daniel dan Jo Youngmin itu sangat terkenal di Domus Aurea High School hanya karena mereka ya manis, tampan dan berpenampilan yang menurut sebagian orang disebut penuh gaya alias stylist fashionable dan bagi para staf pengajar ini adalah penampilan yang maha urakan dan tidak berdisiplin.
“Aku hanya tidak bisa tidur” jawab Chunji sambil menunjukkan wajah polosnya lalu kembali menguap lebar didepan Heechul sonsaengnim.

*ting tong ting tong*

Bel Domus Aurea sudah berbunyi dan menandakan jam pelajaran pertama akan segera dimulai. Chunji mendapatkan sebuah ide ia tersenyum ketika mendapati Youngmin dan Niel sedang tersenyum mengejek kearahnya.
“Sonsaengnim, lihatlah! Young dan Niel menjemput ku untuk ulangan harian. Aku tidak ingin mempersembahkan nilai buruk pada orangtua ku”
Kali ini Chunji memasang wajah yang menurutnya paling melas dan penuh dengan permohonan. Heechul sonsaengnim melirik kearah Youngmin dan Niel yang langsung bungkam dari cengiran iseng mereka.
“Benar begitu?” selidik Heechul sonsaengnim pada Chunji yang membalasnya dengan anggukkan super yakin yang ia punya.
“Baiklah, untuk kali ini kau dibebaskan dari hukuman” putusnya.
Chunji langsung menyalami Heechul sonsaengnim dengan senang dan berlari kearah kedua temannya itu. setelah sampai ditempat yang sudah tidak terlihat oleh sonsaengnim itu, Chunji langsung menghadiahi jitakkan lumayan kencang pada keduanya.
“Jangan meledekku!! Lebih baik kalian membantu ku!”
Youngmin dan Niel mendelik kearah Chunji lalu mencubit sisi kiri dan kanan lengan atas Chunji dan membuat namja itu kesakitan. Dengan cerdik keduanya masuk kedalam kelas yang sudah dihuni oleh seorang pengajar.

***

“Apa aku harus menghadapi anak ini?” bisik Seoyeon tidak percaya.
Key memberikannya tugas lumayan berat, menangani Chunji. Salah satu pelajar kelas satu paling terkenal dan lumayan bermasalah di Domus Aurea. Kevin menggelengkan kepalanya pelan sambil mengukir senyuman manisnya.
“Kau tahu? Ini hal yang menarik. Kami tidak pernah lagi kedatangan pelajar wanita dan pelajar bermasalah. Namun kali ini kami memiliki keduanya”
Dan yang lebih anehnya lagi, Key bahkan terlihat sangat senang sambil menatap keluar jendela bersama Seoyeon.
“Kalau hyung masih disini, ia akan senang dengan semua ini. Benar – benar seperti sebuah sekolah pada umumnya” bisiknya pelan.-

Kini Seoyeon mulai mengerti kenapa keduanya bersusah payah dan mau berepot – repot dengan urusan sebanyak ini. Mereka ingin meneruskan harapan kedua hyung mereka yang kini sudah lulus dan menjadi seorang namja yang sesungguhnya.

***

Seoyeon mengendap – endap kelantai dasar dimana semua ruang kelas 1 berada. Ia berhenti disebuah pintu ruang kelas lalu menghela nafas khawatir. Ia hanya ingin tahu bagaimana rupa asli ketiga manusia yang akan ditanganinya kali ini. Mengingat sepak terjang ketiganya cukup membuat guru – guru kewalahan.
“Mau apa berdiri disini… sunbae?”
Suara seorang namja mengejutkan Seoyeon dan tampaknya namja itu menekankan kata – kata ‘sunbae’, Seoyeon semakin yakin kalau ini adalah suara hoobaenya yang tidak beres itu. ia menoleh dan mendapati ketiga namja yang penampilannya sangat kontras dengan pelajar kelas satu lainnya. Seoyeon merasakan perasaannya mulai tidak enak apalagi pandangan salah satu dari mereka cukup menyelidik tajam. Salah satunya adalah namja yang kemarin.
“Kau…”
“Hump?” balas namja itu sambil menaikkan dagunya sedikit.
Hati Seoyeon mencelos saat ia mengetahui seperti apa hoobae yang akan dia tangani kali ini. Tiga orang hoobae manis nan tampan dengan penampilan yang tidak cocok untuk disebut sekolah dan tampaknya mereka sangat keras kepala terlebih lagi akan sulit mengatur mereka semua ini.
Seoyeon menarik nafas dalam lalu mencoba menantang ketiganya. Namja berambut pirang tampaknya tidak peduli dengan kehadiran seorang sunbae. Seoyeon sempat mengakui kalau dia yang paling manis diantara ketiganya, namun sedetik kemudian ia mengutuk dirinya sendiri. Bukankah seorang Kim Seoyeon sudah mempunyai seorang Lee Donghae?
“Aku ingin kalian memperkenalkan nama kalian kepada ku! Sekarang!”
Seoyeon mengatakannya dengan cepat saat ia sudah kembali menemukan suaranya. Seorang dari mereka yang tampaknya adalah seorang leader dan ia juga namja yang ditemui Seoyeon kemarin pagi. Ia mendekati Seoyeon dan membuat yeoja itu menubruk dinding dibelakangnya.
“Mana mungkin kau tidak tahu kami, sunbae? Kau kan anggota OSIS” bisiknya tepat ditelinga Seoyeon, yeoja itu rasanya sudah ingin menangis saja.
“Chunji –a, bersikaplah sopan pada noona!” Niel menarik temannya itu agar menjauh.
Sedangkan si namja pirang langsung menarik Seoyeon kebelakang punggungnya.
“Jangan macam – macam dengan yeoja, Chunji –a. Kau bisa kena karma nantinya” ia memegangi lengan Seoyeon yang menyembunyikan Seoyeon dibelakangnya.

Chunji tertawa kecil melihat kedua sahabatnya itu melindungi senior mereka. Memang keduanya meski berandalan, mereka anti menyakiti yeoja manapun. Sedangkan bagi Chunji, semua yeoja didunia ini sama saja. Sama – sama suka mempermainkan para namja saat mereka merasa kalau diri mereka cantik dan sangat diinginkan.
“Hhaa… Kalian ini bagaimana sih? Dia ini Kim Seoyeon, siswi pertama disekolah ini. Aku akin saat dikelas satu, ia sudah banyak berpacaran dengan namjadeul disekolah ini!”-

Ia memandang Seoyeon dengan tatapan meremehkan.
“Yang seperti ini sudah biasakan untuk mu?” lanjutnya lagi dengan nada tajam.

Seoyeon terkejut karena bisa ada seorang hoobae yang bicara seperti itu kepadanya. Ia hanya diam dan air matanya mengalir pelan disudut matanya. Ia mengalihkan pandangannya menuju lapangan. Tampaknya Youngmin menyadari kalau yeoja dibelakangnya itu sedang menahan tangisnya, karena ia bisa merasakan telapak tangan sunbaenya mendingin.
“Noona??” ia menoleh kebelakang.
Seoyeon menatapnya sekilas lalu menggeleng, ia kemudian tersenyum kecil. Lalu ia kembali menatap ketiganya saat posisi Youngmin sudah bergeser sendiri.
“Bisa lepaskan itu?”
Seoyeon menunjuk kearah tangan kanannya yang masih ada dalam genggaman Youngmin. Namja itu langsung melepasnya. Seoyeon ,menarik nafasnya sejenak.
“Jo Youngmin, Ahn Daniel dan kau… Lee Chan Hee, aku kesini untuk bilang bahwa mulai besok kalian akan berada dibawah pengawasan OSIS dan aku yang akan menangani kalian”
Seoyeon kembali menarik nafas lalu menatap kearah Chunji yang sedang menatapnya dengan heran, mata yeoja itu sedikit sembap.
“Kau benar, seharusnya aku sudah terbiasa dengan semua ini. Seharusnya begitu… Seharusnya aku tidak bergantung pada OSIS. Tapi aku tidak bisa. Maafkan aku sudah bicara yang tidak – tidak. Lupakan ucapan ku barusan. Permisi, ada banyak hal yang masih harus ku kerjakan!”
Seoyeon berbalik lalu ia kembali meneteskan air matanya. Ia teringat saat seseorang mencoba menyelundup masuk kedalam kamarnya, ia ingat tatapan namjadeul disekolah itu saat ia terlepas dari OSIS. Ia ingat ancaman – ancaman yang pernah didapatkannya, namun ia bukan yeoja yang seperti Chunji katakan tadi.

Ketiga namja itu bisa melihat bahu Seoyeon sedikit bergetar. Seseorang muncul dibalik tikungan, ia adalah Key. Key menatap temannya itu dengan bingung.
“Kau kenapa?”
“Mata ku kemasukan debu”
Seoyeon menyunggingkan senyumannya. Key langsung membawa Seoyeon kembali keruang OSIS agar Kevin bisa merawat dengan segera. Menurutnya itu tidak baik untuk kesehatan mata dan yang bisa menangani masalah pengobatan hanya Kevin saja.

***

Seoyeon melangkahkan kakinya ditepian sungat Han. Ia sedang tidak ingin kembali dengan cepat kerumahnya. Sesekali ia menendang kerikil kedalam aliran sungai itu. ia kembali teringat kata – kata Chunji dan mulai berfikiran apa semua hoobaenya berfikiran sepert itu?

*tes tes tes*

Butiran – butiran air mulai turun dari langit, Seoyeon mendongak dan menengadahkan tangannya. Ia hanya menghela nafas berat lalu menunduk sejenak.

*pluk!*

Seoyeon bisa merasakan ada seseorang yang memakaikannya mantel hangat. Ia menoleh untuk melihat orang itu dan sebuah wajah yang sudah sangat dikenalnya langsung terekam otaknya dengan sempurna.
“Oppa?” bisiknya tidak percaya.
“Seoyeon –a, aku menjemput mu tapi semua bilang kau sudah pulang. Lalu saat aku melewati daerah sini, aku menemukan mu berdiri mematung dibawah hujan seperti orang bodoh!” jelas Donghae panjang lebar.
Seoyeon langsung membulatkan matanya dan menatap Donghae dengan jengkel. Kemarin ia sudah dikerjai dan tiba – tiba dicium oleh namja ini, sekarang ia malah mengatainya bodoh. Bukankah itu keterlaluan?
“Kalau oppa mau mengganggu ku, pergi saja sana!!”
Seoyeon kesal lalu menghentakkan kakinya mejauh dari Donghae. Namja itu langsung menahan tangan kanannya. Dan entah sejak kapan hujan deras sudah turun dan membasahi mereka berdua. Donghae sama sekali tidak mengajak Seoyeon pergi, ia malah memeluk yeojanya itu dibawah hujan yang deras.
Mungkin kalau ada orang yang melihat adegan ini, mereka bisa mengira kalau pasangan ini mau bunuh diri ke sungai Han atau memang sudah gila.
Seoyeon bisa merasakan hangatnya pelukan Donghae meski kini tubuh mereka sudah basah kuyup. Ia memejamkan matanya lalu menangis tanpa suara disana. Hanya dengan bersama Donghae ia bisa merasakan kehangatan dan ketenangan didalam hatinya.
“Seoyeon, mianhaeyo…” bisik Donghae pelan.
“Wae?”
“Mungkin selama ini aku terlalu sibuk dan kurang memperhatikan mu disbanding pekerjaan ku. Jeongmal mianhamnida” lanjut Donghae dan makin mempererat pelukkannya.
“Tidak. Aku mengerti dan aku tidak marah ataupun tersinggung. Karena waktu singkat bersama oppa jauh lebih baik bagi ku dibanding tidak sama sekali”

Ini pertamakalinya ia mendengar Seoyeon bicara hal romantis semacam itu. Biasanya yeoja ini hanya diam dan sebagainya. Namun kali ini entah kenapa ia merasa lega sekaligus bahagia. Akhirnya ia tahu arti dirinya dihati yeoja itu. Selama ini ia selalu khawatir kalau Seoyeon sama sekali tidak memiliki perasaan padanya. Makanya ia nekat mencium Seoyeon kemarin itu.
Ia tersenyum lalu melepaskan pelukkannya, kedua tangannya kini memegangi bahu Seoyeon. Ia bisa melihat kalau mata Seoyeon memerah.
“Kau menangis? Ada apa? Apa aku salah?”
Seoyeon menggeleng pelan lalu tersenyum. “Jangan bodoh~”
Donghae tertawa kecil mendengar Soeyon balas mengatainya bodoh. Ia bisa melihat wajah yeojanya itu dengan sangta dekat. Ia tersenyum kecil, membalas senyuman Seoyeon. Lalu sedetik kemudian ia kembali melakukan hal yang sama seperti kemarin.
Ia kembali mencium bibir Seoyeon dengan lembut. Namun kali ini ada sensasi basah, mengingat mereka berdua melakukannya dibawah hujan yang deras. Sedangkan mobil audy putih milik Donghae masih terparkir manis disisi yang tidak jauh dari situ.
Seandainya mobil itu hidup, mungkin saat ini mobil itu tengah tersenyum senang karena tuannya bahagia setelah seharian ini mengeluh didalam mobil soal pekerjaannya yang menumpuk dan nyaris membuatnya tidak bisa menemui Seoyeon.

TBC

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s