Part 1 : No Matter How Far

Annyeong~ Akhirnyaaaaaaaaaahh~ ini epep HunHan bisa saya rilis tadi malm di Grup Official EXO Bandung & Official HunHan Shipper Indonesia. Hahahaha.

Heum~ Tadinya aku mau bikin moment ultahnya Sehun di chap ini, tapi udah malem, aku ngantuk, jadi langsung ga mood (baca : males) ngelanjutin. Huhuhu~ mian. Chap 2 mungkin bakal aku rilis malem ini, & chap 3 (last chap) bakal aku rilis pas ultah si Lulu, tanggal 20.
Well, happy reading~😀
Mohon kritik & sarannya ya.😀
#dance time control

Title : No Matter How Far
Auhtor : Nadya Febiriani
Genre : Yaoi, romance
Cast : Xi Luhan
Oh Sehun
Another EXO Members

“Bagus anak-anak, kalian benar-benar hebat! Showcase kalian selama dua hari berjalan dengan lancar dan sukses. Sekarang kita harus bergegas kembali ke hotel. EXO-K harus kembali ke Korea besok, kalian harus mempersiapkan segala sesuatu untuk debut yang tidak lama lagi. Begitu juga dengan kalian, EXO-M. Ayo, ayo, percepat langkah kalian, mobil sudah menunggu.” Ujar Manager sambil berjalan dengan tergesa-gesa. Semua member EXO pun mempercepat langkah mereka, sesuai yang diperintahkan oleh Manager. Luhan yang berada tepat dibelakang sang Manager menoleh kebelakang, kearah member EXO yang lainnya. Ia lihat Sehun berada jauh dibelakang, berjalan dengan kecepatan paling lambat diantara para member EXO sambil menundukkan wajahnya.

Ah, Sehunnie~ Batin Luhan, cemas dengan keadaan kekasihnya itu. Ia menoleh kearah Managernya yang masih terus berjalan, Ia memperlmabat langkahnya lalu berhenti bgitu tahu sang Manager terlalu tergesa-gesa sampai tidak menyadari Luhan tidak lagi berjalan dibelakangnya. Ia menunggu Sehun, namun pandangannya masih tertuju kearah Manager-nim.

“Hyung, kenapa berhenti? Manager hyung bisa marah kalau kita terlambat.” Ujar Chen sambil terus berjalan. Luhan hanya membalas dengan cengirannya.

“Hyung…” Ujar seseorang sambil menepuk bahunya. Luhan segera menoleh kearah orang yang menepuk bahunya, Ia langsung tersenyum begitu melihat wajah orang itu.

“Menungguku, hm?” Tanya orang itu sambil merangkul Luhan, Luhan melingkarkan lengan kirinya dipinggang orang itu.

“Sehunnie, kau baik-baik saja, kan? Wajahmu sedikit pucat, aku khawatir.” Ujar Luhan. Mereka kembali berjalan mengikuti member EXO lainnya yang sudah sedikit jauh berada di depan mereka.

“Ne, aku tidak apa-apa, Hyung. Hanya sedikit pusing. Tapi kau tidak perlu khawatir, aku sudah merasa lebih baik setelah mendengar suaramu lagi. Hehe.”

“Zhen de ma? (Benarkah?)” Luhan bisa merasakan pipinya memanas.

“Ah, Hyung, apa katamu?”

“Aniyo. Haha. Ayo, mereka sudah meninggalkan kita.” Luhan segera melepas kaitan lengannya dari pinggang Sehun dan berjalan duluan meninggalkan Sehun yang tersenyum-senyum sendiri melihat tingkah Hyungnya yang menggemaskan.

–++–

“Kalian, segeralah beristirahat. Besok kita harus bangun pagi, kita semua akan ke bandara, mengantar para member EXO-K kembali ke Korea. Jika kalian membutuhkanku, aku ada di kamar disebelah kamar Suho. Selamat malam.” Ujar sang Manager.

“Selamat malam, Hyung.” Semua member EXO membalas salam Manager. Tao langsung menghempaskan tubuhnya ke sofa, “Aku tidur disini!” seru Tao.

“Ya! Itu sofa-ku!” seru Baekhyun sambil mengguncang-guncang tubuh Tao.

“Siapa cepat dia dapat!” Tao duduk lalu menjulurkan lidahnya kearah Baekhyun.

“Ya, Baekhie, kalau kau tidur di sofa, lantas aku tidur dengan siapa? Ayo cepat, kita harus segera tidur. Besok kan kita harus bangun pagi.” Tia-tiba Chanyeol datang dan menarik pergelangan tangan Baekhyun.

“Tapi, sofa ini…”

“Ayolah, jangan konyol. Ini hanya sofa, ayo kita tidur.” Baekhyun akhirnya diam dan mengikuti langkah Chanyeol menuju kamar mereka.

“Selamat malam semuaaaaa!” ujar Baekhyun sebelum menutup pintu kamarnya dan Chanyeol.

Tao kembali merebahkan dirinya di sofa lalu meletakkan lengan kirinya dikepalanya. Baru saja Ia akan terlelap, seseorang memanggilnya.

“Hei, kau tidak akan tidur dikamar?” tanya Kris.

“Hah?” Tao menggosok-gosok matanya. “Oh, gege, tidak. Aku sudah terlalu lelah untuk berjalan ke kamar. Haha.”

“Baiklah.” Ujar Kris lalu mengacak-acak rambut Tao. “Wan an (selamat tidur).”

Sementara member EXO lainnya bersiap-siap tidur, Luhan malah tidak merasa mengantuk sama sekali. Ia mengambil sekotak susu dan langsung meminumnya. Ia benar-benar gelisah, pikirannya bercampur aduk. Besok Ia harus berpisah dengan Sehun, orang yang dicintainya selama bertahun-tahun sejak mereka masih menjadi trainee. Ia mencoba menghilangkan ingatannya tentang bagaimana kesan pertamanya saat pertama kali bertemu Sehun, bagaimana perasaannya saat Sehun memujinya cantik, Ia bahkan ingat semerah apa wajahnya pada saat itu. Lalu bagaimana mereka semakin dekat, tidak lama kemudian Sehun menyatakan perasaannya dan mereka pun mulai menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.

Ia meletakkan kotak susu yang dipegangnya di atas meja makan. Ia merasa nafasnya mulai sesak dan merasakan air mata sudah hampir keluar dari matanya. Sambil berusaha menahan tangisnya, Ia mengambil kembali kotak susu yang Ia letakkan di atas meja makan lalu duduk di kursi pantry.

Sehun yang baru keluar dari kamar mandi melihat Luhan yang sedang duduk di kursi pantry dengan kepala tertunduk. Tinggal Ia dan Luhan yang belum tidur. Ia tahu, pasti Luhan sedang memikirkan sesuatu, dan apa yang sedang Luhan pikirkan pasti sama dengan apa yang sedang Ia pikirkan.

“Hyung…” ujar Sehun setengah berbisik karena takut membangunkan Tao yang sedang terlelap di sofa. Ia berjalan kearah pantry lalu duduk di samping Luhan.

“Hai.” Sapa Luhan, masih sambil tertunduk. Ia menyodorkan kotak susu dihadapannya kepada Sehun.

“Kau tidak mengantuk?” tanya Sehun sambil meraih kotak susu dari tangan Luhan lalu meminumnya.

“Ani. Kau sendiri? Kenapa belum tidur?”

“Sama denganmu, aku juga tidak mengantuk.” Jawab Sehun. “Kau… baik-baik saja kan?”

Luhan menoleh kearah Sehun. Matanya sudah berkaca-kaca. “Sama sekali tidak.” Jawabnya. Perlahan-lahan air mata pun mengalir keluar dari matanya.

“Ya, Hyung.” Sehun panik. Ia langsung menarik Luhan kedalam pelukannya dan mengelus-elus rambut halus kekasihnya. “Jangan menangis. Jangan membuatku semakin berat untuk meninggalkanmu.” Ia bisa merasakan tubuh Luhan bergetar hebat, tangisnya makin menjadi.

“Kau masih bisa menelponku setiap hari, Hyung.” Ujar Sehun. Luhan menggelengkan kepalanya keras-keras. “Baiklah kalau begitu aku yang akan menelponmu setiap hari.” Luhan kembali menggelengkan kepalanya. Ia menarik dirinya dari dari pelukan Sehun.

“Bukan itu maksudku! Babo!” Seru Luhan sambil mengapus air matanya kasar. Ia cemberut. “Aku pasti akan menelponmu setiap hari, kalau perlu setiap jam, setiap menit, bahkan kalau perlu aku akan menelpon seharian penuh. Tapi bukan itu masalahnya. Ah, kau payah. Kau tidak mengerti ya?”

“Ara, ara, aku mengerti. Aku hanya… sedang berusaha menghibur diri sendiri. Haha. Ya, Hyung. Aku juga tidak ingin berpisah denganmu. Tapi, dari awal kita di menjadi trainee SM, kita tahu kalau suatu hari EXO-K dan EXO-M akan melakukan promosi di negara yang berbeda, kita tahu kalau suatu hari nanti kita berdua belas akan berpisah selama masa promsi. Aku akan bersama orang-orang yang melakukan promosi di Korea sedangkan kau akan bersama orang-orang yang melakukan promosu di China. Kita memang tidak bisa… selalu bersama, Hyung. Suatu saat kita pasti akan berpisah dan besok adalah saatnya.” Ujar Sehun. Ia mulai merasakan dadanya sesak, sepertinya Ia juga akan menangis. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha menahan tangis. Ia malu jika harus menangis di hadapannya uke (?) nya.

Tangis Luhan pecah setelah mendengar kata-kata Sehun. Ia membenamkan kepalanya dileher Sehun. Kesempatan ini Sehun gunakan untuk membiarkan air matanya keluar.

“Sudahlah, Hyung. Perpisahan ini hanya untuk sementara. Hanya beberapa bulan. Kalau dijalani juga pasti tidak terasa. Tidak terasa bertahun-tahun sudah berlalu sejak kita masih menjadi trainee. Kalau masa promosi nanti kita jalani seperti menjalani masa trainee, pasti tidak akan terasa. Hanya beberapa bulan, Hyung. Hanya beberapa bulan.” Sehun merasakan air matanya mulai mengalir di pipinya. Sayup-sayup Ia bisa mendengar Luhan menggumamkan sesuatu. Ia segera mengahpus air matanya.

“Kau bilang apa, Hyung? Kau berbicara padaku?” Luhan mengangguk sambil menarik dirinya dari Sehun.

“Aku bilang ‘memangnya kau bisa menjalani masa promosi seperti menjalani masa trainee?’. Tanpa aku Sehun, memangnya kau bisa?” Luhan cemberut. Sehun tertawa pelan.

“Molla. Haha. Kau benar. Aku berkata begitu seolah-olah aku bisa menjalani masa promosi tanpamu dengan baik. Hahaha.”

“Jadi?” tanya Luhan.

“Hah?” Sehun mengerutkan dahinya, bingung.

“Jadi, apa yang harus kita lakukan?”

“Entahlah, Hyung. Mungkin sebaiknya kita tidur, kurasa Lay hyung tidak bisa tidur karena takut tidur sendirian. Haha.”

“Ya! Oh Sehun!” Seru Luhan setengah berbisik sambil memukul paha Sehun. Sehun tertawa melihat wajah geram Luhan. Ia pun menarik Luhan kembali ke pelukannya.

“Hyung, wo ai ni.”

“Wo ye ai ni.”

Mereka terdiam cukup lama.

“Sehun-ah?”

“Ne?”

“Kurasa sebaiknya kau tidur. Besok kau akan melakukan perjalanan. Aku tidak ingin kau kelelahan, kalau kau sakit aku… aku tidak bisa merawatmu seperti biasanya.”

“Hao (baiklah). Ayo, Hyung.” Sehun mengantar Luhan ke kamarnya dan Lay.

“Wan an, Oh Sehun.” Ujar Luhan lalu mengecup pipi Sehun sebelum menutup pintu kamarnya. Sehun tersenyum sambil memegang pipinya yang memerah lalu berjalan memasuki kamarnya dan Suho.

Selamat tidur, Hyung. Kuharap tidak akan nada besok, tapi tidak ada yang bisa kulakukan untuk menghentikan waktu.

3 comments

  1. julia park · March 14, 2013

    wah keren . . . !
    Tpi aku bingung . . .
    Di poster ntu sehun yg mn luhan yg mn abis x mirip sih wkwkwkwkwk . . .

  2. riHan_deer · May 1, 2013

    udah lama nyari epep hunhan, eh bru dpat hari ini. my deer ? sehun ??
    daebakk…

  3. Yulin · February 9, 2014

    FF nya bagus, biasanya yang tema YAOI itu selalu menjijikan, yang ini aku suka.. sweet bromance😀

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s