Part 3-END : No Matter How Far

Horeeeeeeeeeeeee~ Akhirnya ini epep ada judulnya jugaaaaa. >
Huwahahaha~ Hadeuh~ disini banyak BaekYeol momentnya nih, readers. Kkk~
Eniwei, mian belom bisa namatin sekarang. Huhuhu. T^T
Seperti biasa ya readers, minta kritik dan saran yah. Wkwkwk.
Happy reading.

Title : No Matter How far
Auhtor : Nadya Febiriani
Genre : Yaoi, Romance
Cast : Xi Luhan
Oh Sehun
Another EXO Members


Urin deo isang nuneul maju haji enhulkka?

So’tong haji anelkka? Sarang haji anelkka?

Lagu MAMA terdengar memenuhi ruang latihan. Semua member EXO-K terlihat sedang menari dengan serius. Kai si main dancer yang paling sering berada di barisan depan terlihat paling bersemangat diantara member EXO-K lainnya. Ia mengerahkan seluruh tenaga dalam setiap gerakannya, sehingga membuat gerakannya terlihat begitu sempurna, selain karena bakat dancenya yang memang sangat baik. (Malah muji bias sendiri. Kyaaaaa~ Kkamjooooong~ *abaikan)

Heartless, mindless…

No one who care about me…

Akhirnya lagu pun berhenti.

“Aaaaah, akhirnya~ selesai juga. Aku haus sekali. Chanyeolli, ayo kita minum!” ujar Baekhyun sambil menarik tangan Chanyeol.

“Tidak usah, Hyung. Kau tunggu disini saja.” Nafas Chanyeol terengah-engah. Ia menarik nafas sebentar lalu berbicara lagi, “Biar aku saja yang mengambil minum untuk kalian semua.”

“Ah, you’re the best, Chanyeolli.” Baekhyun menepuk-nepuk punggung Chanyeol. Chanyeol hanya menanggapinya dengan cengiran lalu bergegas keluar ruangan untuk mengambil minum. (Sebenernya kalo asli mah tinggal nungguin cordi bawain minum aja yah. Tapi ini pingin bikin BaekYeol moment dikit. Wakwakwak~)

Baekhyun langsung duduk ditempatnya berdiri, Ia meluruskan kakinya lalu mengelap keringat yang mengalir dipelipisnya.

“Hyung…” Baekhyun menoleh saat merasakan ada tepukan hangat dibahu kanannya.

“Oh, Sehunnie. Hehe.” Baekhyun tersenyum pada Sehun lalu menepuk-nepuk tempat kosong disebelahnya, mengisyaratkan kepada Sehun agar Ia duduk disampingnya. Sehun pun segera duduk. “Ada apa, Sehunnie?”

“Aku merindukan Luhan hyung. Biasanya Ia akan mengambilkan minuman untukku setelah latihan selesai. Haha.” Ujar Sehun. Ia lalu menekuk kedua kakinya dan membenamkan wajahnya diantara kedua lututnya.

“Ya, Oh Sehun, luruskan kakimu. Kita baru saja selesai latihan. Kemari, kau bersandar dibahuku saja. Hehe.” Ia menarik kepala Sehun agar bersandar dibahunya sambil tersenyum prihatin. Sehun mengangguk pelan lalu mengerjakan apa yang dikatakan hyungnya dengan patuh.

“Aku merindukannya, Hyung.”

“Hm. Aku mengerti perasaanmu, Sehunnie. Tapi kau tahu tidak? Kau itu hebat, kau bisa menahan ledakan tangismu di bandara waktu itu. Kalau aku ada diposisimu, aku tidak peduli orang-orang akan menganggapku apa. Tapi kalau aku akan berpisah dengan Chanyeol, aku akan menangis dengan seluruh kekuatanku, sama seperti Jongin yang menari dengan mengerahkan seluruh tenaganya. Hahaha. Aku sedikit berlebihan ya? Bukannya menghiburmu aku malah bercerita sendiri.” Ia berhenti sejenak lalu menoleh kearah Sehun yang sedang bersandar dibahunya. Ia bisa melihat Sehun sedikit tersenyum. “Hahaha, tapi setidaknya aku bisa membuatmu tersenyum walau sedikit.” Lanjutnya lalu menepuk-nepuk bahu Sehun.

“Hyung, sebentar lagi aku akan berulang tahun yang kesembilan belas dan Luhan hyung tidak akan ada disisiku saat ulang tahunku nanti.”

“Ya, aku mengerti. Tapi percayalah, Sehun. Itu tidak akan seburuk yang kau bayangkan.”

“Benarkah?”

“Tentu saja. Mana mungkin aku berbohong padamu.”

“Bagaimana kau bisa berpikir seperti itu?”

“Hmmm… itu hanya firasatku saja, sebagai seorang hyung. Hahaha.” Ujar Baekhyun percaya diri lalu tersenyum-senyum sendiri saat ingat kejadian tadi pagi.

Flashback

Semalam sudah berlalu sejak kedatangan mereka kembali ke Korea. Pagi ini beberapa member EXO-K yang sudah bangun terlihat begitu lesu saat keluar kamar mereka. Suho dan Kyungsoo terlihat sedang menonton televisi, Baekhyun dan Chanyeol sedang memasak untuk sarapan mereka berenam, sedangkan Jongin dan Sehun masih tidur. Kyungsoo sedang asyik mengganti saluran televisi saat tiba-tiba ponsel Suho yang berada disebelahnya bergetar. Ia melirik kelayar ponsel dan membaca nama Luhan yang tertera disana.

“Hyung, ada telepon dari Luhan hyung.” Ujar Kyungsoo datar sambil mengalihkan perhatiannya kembali kearah televisi. Suho bergegas mengambil ponselnya dan menggeser lambang telpon berwarna hijau yang ada dilayar ponselnya.

“Kim Joonmyun, coba tebak! Aku akan ada dimana saat ulang tahun Sehun?” tanya Luhan bersemangat begitu telpon tersambung.

“Hyung, apa kau akan berkunjung kemari?” Suho balik bertanya dengan nada tidak percaya tapi bisa terdengar Ia begitu bahagia. Kyungsoo menoleh kearah Suho dengan cepat. Ia lalu mematkan televisi dan mencoba untuk fokus agar bisa mendengar pembicaraan Suho dan Luhan.

“Wah, bagaimana kau bisa tahu?”

“Jadi kau benar-benar akan kemari?” Suho nyaris berteriak. Baekhyun dan Chanyeol yang sedang berada di dapur bisa mendengar suara Suho dan mereka pun bergegas menghampiri Suho dan Kyungsoo di ruang tengah. Disusul oleh Jongin yang baru saja keluar dari kamarnya. Ia menggosok-gosok kedua matanya lalu bergabung bersama keempat hyungnya.

“Yes! Hahaha. Aku sendiri tidak menyangka Kris akan berkata seperti itu padaku. Ia benar-benar seorang leader yang pengertian. Eh, ngomong-ngomong, Sehun tidak sedang ada didekatmu kan?”

“Aniyo, Ia masih tidur. Kau ingin kamu merahasiakan rencanamu darinya kan?”

“Tepat sekali. Aku ingin membuat kejutan untuknya. Kalau Sehun sampai tahu tentang rencanaku, aku akan memintai Tao menghabisi kalian satu-persatu. Hahaha.”

“Percayakan pada kami, Hyung. Kami akan merahasiakannya dari Sehunnie.” Ujar Suho mantap.

“Baiklah, sampai jumpa saat ulang tahun Sehun. Hehe. Oh iya, semoga debut stage kita sukses nanti. Semangat. Hehehe. Sampai jumpa, Joonmyunnie.”

“Ne, hyung.” Jawab Suho lalu mematikan sambungan telpon.

“Kalian bisa mendengar percakapanku dengan Luhan hyung, kan?” Suho mengedarkan pandangannya kearah keempat member EXO-K lainnya satu-persatu. Keempat member itu mengangguk kompak. Lalu mereka berlima pun tersenyum penuh arti sambil mengangguk-angguk, seperti sedang memikirkan rencana mereka masing-masing dihari ulang tahun dongsaeng mereka nanti.

End of flashback

“Aku benar-benar iri padamu dan Chanyeol hyung. Begitu juga dengan Kris dan Tao hyung. Mereka bisa terus menjalani hubungan mereka tanpa harus dipisahkan oleh jarak yang begitu jauh. Tidak seperti aku dan Luhan hyung. Aaaah, aku benar-benar iri, hyung.”

“Hei, kau tahu tidak? Aku dan Chanyeol juga terkadang merasa iri pada kalian berdua. Kalian itu pasangan yang menggemaskan. Ingin rasanya bisa sepertimu dan Luhan.” Ujar Baekhyun dan mereka berdua pun tertawa bersama. Tidak lama kemudian Chanyeol datang dengan sebuah nampan yang berisi beberapa buah botol air mineral.

“Ayo, semuanya kemari! Minuman sudah datang!” seru Chanyeol. Kai yang duduk paling dekat dengan pintu segera menghampiri Chanyeol dan langsung menyambar sebotol air lalu meneguk isinya sampai habis.

“Wow, apakah aku terlalu lama? Kau memprihatinkan sekali, Jonginnie. Hahahaha.” Chanyeol tertawa terbahak-bahak sambil menyolek lengan Jongin yang cemberut. Jongin bersiap untuk mengambil sebotol air lagi namun Chanyeol segera mencegahnya. “Hei! Kau sudah menghabiskan jatahmu!”

“Ini bukan untukku, aku hanya ingin mengambilkan untuk Kyungsoo hyung.” Jongin membela dirinya lalu mengambil sebotol air lagi dari atas nampan yang masih dipegang Chanyeol. “Ini hyung, tangkap.” Ujar Jongin sambil melemparkan sebotol air mineral kearah D.O. Dengan sigap D.O segera menangkapnya.

“Komawo Jonginnie.”

“Anything for you, Hyung.” Jawab Jongin sambil mengedipkan sebelah matanya.

(Huwahahaha, engga, engga. Itu mah maunya aku aja. *plak! Nih, aku ralat.)

“Ne, hyung.” Jawab Jongin sambil berjalan keluar ruangan. Ia merasa tubuhnya sudah cukup kering untuk langsung mandi.

“Kau mau kemana?” tanya D.O.

“Mandi.” Jawab Jongin singkat. D.O hanya membulatkan mulutnya lalu meminum air mineral miliknya.

Chanyeol menghampiri Suho yang masih duduk dengan nafas terngah-engah disebelah Kyungsoo. Ia meletakkan nampan yang Ia bawa disebelah Kyungsoo lalu Ia duduk dihadapan mereka berdua. Ia mengambil dua botol air mineral, yang satu Ia serahkan pada Suho, sedangkan yang satunya lagi segera Ia teguk isinya sampai habis. Sehun dan Baekhyun pun bergabung dengan mereka bertiga. Sehun melirik kearah nampan yang ada disebelah Kyungsoo. Hanya tersisa sebotol air mineral lagi. Tanpa pikir panjang, Ia langsung mengambilnya. Baekhyun ingin mengambil jatahnya namun saat Ia melirik kerah nampan, sudah tidak ada sebotol air mineral pun diatasnya.

“Ya, Park Chanyeol. Kurang satu botol lagi. Mana jatah minumku?” seru Baekhyun sambil mengguncang-guncang bahu Chanyeol.

“Benarkah?” Chanyeol memasang tampang polosnya. “Ah, maaf hyung, aku salah hitung. Kau bisa mengambilnya sendiri kan? Hehehe, mianhae.” Ujarnya sambil menyuguhkan (?) cengiran terlebarnya kearah Baekhyun. Baekhyun beranjak dari duduknya sambil cemberut. Saat Baekhyun sudah berbalik, Chanyeol mengambil sebotol air mineral yang Ia sembunyikan dijaketnya yang kebesaran dan meletakkannya diatas nampan.

“Baekhyun hyung, lihat! Tiba-tiba muncul sebotol lagi saat kau berbalik tadi!” Seru Chanyeol. Baekhyun langsung menoleh kebelakang. Ia melihat Chanyeol menunjuk-nunjuk botol air mineral yang ada diatas nampan sambil memasang cengiran kudanya seperti biasa.

“Park Chanyeeeeeooooool~!” Baekhyun kembali kearah Chanyeol lalu bersiap mencekik Chanyeol yang sudah bersiap-siap untuk kabur.

—++—

(Mohon mangap yah readers, ini saya udah ngantuk pisan, jadi saya langsungin ke tanggal debut mereka. Huhuhu~ mangaaaaap. >.

Akhirnya, setelah menjalani masa training selama bertahun-bertahun, saat yang mereka tunggu-tunggu sejak mereka resmi manjadi bagian dari SM pun tiba. Hari ini, baik EXO-K maupun EXO-M akan melakukan debut stage mereka.

Sehun terus mondar-mandir di backstage sambil menggosok-gosokkan kedua tangannya.

“Sehun, sudahlah, jangan tegang. Debut stage kita pasti akan sebaik showcase kita seminggu yang lalu.” Suho datang menghampiri Sehun lalu merangkulnya.

“Ah, hyung. Kau sama sekali tidak terlihat tegang. Haha.”

“Ya, Sehun-ah, aku ini leader, meskipun terlihat paling tenang, tapi justru aku lah yang paling berdebar-debar saat ini. Kalau aku sendiri merasa gugup, bagaimana aku bisa menyemangati kalian?” Mereka berdua pun tertawa.

“Debut stage EXO pasti akan sukses.” Lanjut Suho sambil tersenyum. (Angelic smile-nya Suho oppa. Kyaaaaaaa~)

Sementara itu di Beijing…

“Bersiaplah anak-anak, sebentar lagi waktunya kalian untuk tampil. Semoga kita semua mendapatkan hasil yang terbaik.” Ujar sang manager saat berada ditengah-tengah para member EXO-M, kemudian Ia menepuk bahu mereka satu-persatu lalu berjalan kearah tirai penutup backstage.

Kris sang leader tiba-tiba meletakkan tangannya ditengah-tengah mereka berenam yang sedang berdiri melingkar. Kelima member lainnya mengerti maksud Kris lalu satu-persatu dari mereka pun meletakkan tangan mereka diatas tangan Kris.

Kris menghela nafas lalu mulai bicara, “Baiklah teman-teman, apa pun yang terjadi, kita lakukan yang terbaik di atas stage nanti. Untuk debut stage yang sukses…” (Saya paling ga bisa bikin kata” pembuka yel” *?* kaya gini, map kalo engga banget yah. >,

“WE ARE ONE! WE ARE EXO!”

—++—

Para member EXO-K memasuki asrama mereka dengan wajah berseri-seri.

“Aku tidak tahu bagaimana perasaanku sekarang. ‘Bahagia’ saja belum cukup untuk mendeskripsikannya. Entahlah, aku… HUWAAAAAA~ Akhirnya kita bisa debut juga hyung!” D.O langsung memeluk Suho sambil meloncat-loncat kegirangan.

“Nee, tentu saja. Perasaan kita semua sama saat ini. Hahaha. Ya Tuhan, hari ini benar-benar istimewa untuk kita semua.” Suho membalas pelukan D.O sambil megusap-usap punggung dongsaengnya yang masing meloncat-loncat kegirangan.

Sehun hanya bisa tersenyum geli melihat tingkah D.O. Perasaannya juga pasti sangat bahagia, sama seperti kelima hyungnya. Tapi andai saja ada Luhan, Ia pasti sudah melakukan hal yang sama seperti yang D.O lakukan pada Suho, hanya saja, Ia pasti akan memeluk Luhan. Ia menjatuhkan tubuhnya disofa lalu menghembuskan nafas panjang. Tiba-tiba Baekhyun duduk disebelah kirinya, disusul oleh Chanyeol yang mengambil posisi disebelah kanannya.

“Hey, Sehun, kenapa kau lesu sekali? Ini kan saat saat yang benar-benar istimewa untuk kita semua. Ayoo, kita semua berpelukan sambil melompat-lompat seperti D.O dan Suho!” Ujar Chanyeol. Ia memegang pergelangan tangan Sehun dan baru saja akan beranjak dari duduknya, namun Baekhyun menegurnya.

“Ya, kau ini tidak mengerti ya? Ia pasti merasa ada yang kurang untuk merasa benar-benar bahagia.” Ia berhenti sebentar untuk menoleh kearah Sehun yang tertunduk. “Kau pasti merindukan Luhan hyung kan?” tanyanya. Masih sambil menunduk, Sehun menjawab dengan anggukan kepalanya.

“Ah, bagaimana kalau kita telpon Luhan hyung?” ujar Baekhyun sambil merogoh-rogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya. Dengan cekatan Ia mencari nomor ponsel Luhan di kontaknya dan segera menyentuh lambang ponsel berwarna hijau pada layar ponselnya begitu Ia menemukan nomor ponsel Luhan.

“Ah, ni hao, hyung.” Baekhyun memulai pembicaraan. Mata Sehun langsung bersinar-sinar.

“Berikan padaku, berikan padaku.” Ujar Sehun setengah berbisik sambil menarik-narik ponsel Baekhyun.

“Ni hao, Baekhie. Apakah barusan aku mendengar suara Sehunnie? Oh, Baekhie, bisakah kau memberikan telponnya pada Sehunnie? Aku benar-benar ingin bicara dengannya.” Suara Luhan terdengar bersemangat. Sepertinya suara Sehun cukup keras sampai Luhan bisa mendengarnya.

“Hyung, kau bahkan tidak menanyakan kabarku terlebih dahulu. Hu’uh, tapi baiklah, aku bisa memahami perasaan kalian. Ini!” Baekhyun lalu menyerahkan ponselnya kepada Sehun. “Kalau sudah selesai letakkan ponsel dimeja makan. Aku lelah, Chanyeol, ako kita tidur.” Chanyeol mengangguk sambil menguap lalu berjalan kekamarnya dan Baekhyun.

Sehun mengangguk dan langsung mengambil ponsel dari Baekhyun dengan tidak sabar. “Hei, Hyuuuuuuung~!” Serunya.

“Waaaaah, wo de Hunnie! Aaaaah~ aku merindukanmu!”

“Ne, aku tahu. Hahaha. Aku juga merindukanmu, hyung. Bagaimana debut stagenya? Pasti sukses, kan, hyung?”

“Ya, tentu saja. Tapi… andai kau ada disini Sehunnie.”

“Ah, hyung, aku juga merasa begitu. Tapi sudahlah, hyung, membayangkannya hanya akan membuat kita semakin sedih.”

“Ah, Sehunnie, kau sudah besar, ya. Hahaha. Aku bangga padamu, sebentar lagi kau akan berulang tahun ya. Pantas kau bertambah dewasa. Hehehe.”

“Benarkah aku sudah bertambah deewasa? Senang mendengarnya. Hahaha. Umm, hyung, mianhae aku lelah, boleh kan aku bersitirahat dulu? Besok aku akan menelponmu lagi.”

“Tentu. Jangan terlalu memaksakan diri, kalau kau lelah harusnya kau istirahat saja daritadi. Hehe. Baiklah, selamat beristirahat, Hunnie. Zai jian.” Ujar Luhan lalu memutuskan sambungan telpon.

—++—

Luhan menempelkan ponselnya didada sambil menatap langit-langit kamar. Ia benar-benar bahagia bisa mendengar suara Sehun yang sangat Ia rindukan. Jadwal latihan yang padat membuat mereka sama sekali tidak bisa berkomunikasi selama seminggu menjelang debut. Ia menoleh kesebelah kanannya, kearah Lay yang sedang berbaring diranjang miliknya. Matanya terpejam.

“Lay?”

Tidak ada jawaban.

“Lay?” Luhan memanggil sekali lagi.

“Hm.”

“Kau sudah tidur?” tanya Luhan. Lay membuka matanya lalu menoleh kearah Luhan yagn berada diranjang lain disebrang ranjangnya.

“Tadinya sudah.” Jawab Lay. Bermaksud untuk menyindir Luhan yang sudah membangunkannya.

“Oh.” Luhan menanggapi dengan polosnya. “Aku bahagia, akhirnya aku bisa mendengar suara Hunnie lagi. Kau tahu, akhirnya kebahagiaanku sudah lengkap hari ini.” Lanjutnya.

“Hm.”

“Aah, aku benar-benar tidak sabar untuk berjumpa dengannya. Aku benar-benar merindukannya, Lay.”

“Hm. Aku tahu.” Mata Lay sudah mulai terpejam lagi.

“Aku ingin membeli Bubble Milk Tea bersamanya nanti. Setelah itu kami akan belanja pakaian bersama, ah, kami juga harus mengambil banyak selca, kemudian… apa lagi ya? Kau ada ide tidak?”

Tidak ada tanggapan dari Lay.

“Lay, kenapa kau tidak menjawab? Lay? Kau sudah tidur ya? Kau ad aide tidak? Lay? Lay? Kenapa kau tidak…”

“Gege! Hentikan! Aku lelah benar-benar, aku mengantuk dan ingin tidur!” Jawab Lay kesal. Luhan cemberut lalu membalikkan badannya memunggungi Lay dan menarik selimut sampai kedagunya.

“Selamat tidur, Lay.”

—++—

Sehun beranjak dari duduknya dan berjalan menuju meja makan untuk meletakkan ponsel Baekhyun. Ia terdiam sebentar lalu tersenyum sambil memandang lantai, kemudian Ia memutuskan unutk segera pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Namun saat berbalik, Ia dikejutkan oleh kehadiran Jongin.

“Wow!” serunya. Tubuhnya sedikit tersentak. Jongin tertawa terbahak-bahak.

“Hahahahaha. Ya, Oh Sehun, apakah kau tidak bisa mendengar suara langkahku saat menghapirimu? Kau pasti terlalu bahagia setelah mendengar suara Luhan hyung kan?” ujar Jongin, sedikit menggoda Sehun.

“Ne, aku benar-benar bahagia bisa mendengar suaranya lagi. Selama seminggu menjelang debut, kami sama sekali tidak sempat untuk berkomunikasi.” Jawab Sehun. Pipinya bersemu merah.

“Apa dia menyinggung soal ulang tahunmu?”

“Hmm, ne. Dia bilang aku sudah sedikit lebih dewasa. Haha.”

“Wah, itu bagus kan?” Sehun mengangguk-angguk girang.

“Jongin, ngomong-ngomong soal ulang tahun, ulang tahun Luhan hyung jaraknya tidak jauh dengan hari ulang tahunku. Menurutmu, aku harus memberinya apa ya?”

“Aish, ulang tahun Luhan hyung masih 12 hari lagi!”

“Tapi aku ingin mempersiapkan hadiahnya dari sekarang!” Sehun tidak mau kalah. Jongin berpikir sejenak sambil mengelus-elus dagunya.

“Saat ulang tahunnya, umurmu sudah 19 tahun ya.” Ujar Jongin. Sehun mengangguk.

“Berarti kau sudah dewasa.” Sehun mengangguk lagi.

“Hmm, entahlah, aku tidak yakin dengan ideku ini.” Jongin menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Katakan saja Jonginnie! Aku ingin tahu!” Ujar Sehun tidak sabar sambil mengguncang-guncang bahu Jongin dengan kedua tangannya.

“Entahlah Sehun. Kurasa ide ini terlalu gila.” Jongin mengangkat bahunya.

“Tapi aku benar-benar tidak tahu harus memberinya apa dihari ulang tahunnya nanti, lebih baik aku mendengar saran darimu dulu. Ayolah Jongin, aku mohooon.” Sehun memaksa.

“Baiklah kalau kau memaksa.” Jongin menatap mata Sehun dalam-dalam. Ia memegang bahu Sehun dengan kedua tangannya lalu mendekatkan wajahnya dengan wajah Sehun. Ia menarik nafas dalam-dalam.

“Kau lamar saja dia.”

7 comments

  1. magnaecouple · November 17, 2012

    thor endingnya gantuuuuuuuuuuuung

  2. chariestamvp · January 22, 2013

    waaahh,,,,,,bikin penasaran aja nich endingnnya,,,,hehe

  3. julia park · March 14, 2013

    author .
    .kok ngegantung sih . . .

  4. Novi Dovey · April 24, 2013

    Uda???? Gtu aja endingnya??? Atau masih ada chapt lanjutan? Soalnya yg aq liat di sana “Chapt 3-END”

  5. riHan_deer · May 1, 2013

    ini udah endinggg nya??? sehun kpan ktemunya ama luhan ??

  6. oh min kyung · October 1, 2013

    thor!!!!!! kok ending.a gantung thih? gak theru… gak liat thehunama luhannie-nya ketemu… gak ada hunhan moment di ending ff.a gak theru!!

  7. Yui · November 6, 2013

    Author!!! KENAPA ENDINGNYA NGEGANTUNG HAH?!?! /oke lupakakan/ squelnya ditunggu^^

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s