[Part 8] Domus Aurea Romance

Title : Domus Aurea Romance
Author : Ichen Aoi
Cast : Kim Seoyeon
Lee Donghae Super Junior
Chunji Teen Top
Choi Minho SHINee
Support cast : banyak, temukan sendiri Hhee…
Note : Sekuel ke dua dari Dormitory High School
Backsound : Darkness Eyes – TVXQ
Note : Maybe nothing romance part in here

==

Aku datang untuk memperjuangkan cinta ku…
Aku berdiri teguh untuk mempertahankan apa yang ku punya…
Jangan mencoba menyentuh dan merebutnya…
Karena mungkin saja itu bisa jadi akhir dari hidup ku…

Minho mengurung dirinya di salah satu bilik toilet dan kini sudah lebih dari setengah jam ia disana. Suara siraman air closet terus terdengar dari dalam sana. Padahal yang ia lakukan hanya bediri dan mencoba bersandar pada dinding bilik itu.
Ia memegang dada kirinya, sekujur tubuhnya mengeluarkan keringat dingin. Entah apa yang sebenarnya sedang terjadi pada dirinya saat ini. Sesekali ia memejamkan matanya.

*brak!*

Seseorang membuka pintu bilik itu dengan paksa. Onew, yang datang karena permintaan Minho sendiri kini entah bagaimana cara ia menyusup kedalam sekolah itu. Ia langsung memapah tubuh Minho.

“Hyung~” desis Minho dengan tertahan.
“Sudah ku bilangkan? Jangan macam – macam selama aku tidak bersama mu!”

Onew memapah tubuh Minho dengan susah payah keluar dari bilik itu. Ia sesekali melirik kiri – kanan untuk melihat kondisi dan situasi saat ini. Domus Aurea High School sangat terkenal dengan keamanannya yang bahkan hamper sama dengan kemanan bank Internasional sekalipun.

*cklek! Bruk!*

Onew langsung memasukkan Minho kedalam mobilnya. Ia segera melesat pergi sebelum ada pihak sekolah yang mengetahui kehadirannya.

***

Seoyeon sedang tidak mood hari ini. Dan itu makin menjadi saat ketiga hoobae yang diasuhnya lagi – lagi membuat onar. Seoyeon memutuskan untuk membiarkan mereka sejenak.

“Noona? Kau sakit?” tanya Youngmin dengan penuh perhatian.
Seoyeon tersneyum sambil menggeleng pelan. Entah kenapa perasaannya hari ini tidak enak. Niel dan Chunji juga menyadari hal ini karena sunbae mereka tidak seperti biasanya. Ia hanya diam di kursinya.
Chunji langsung duduk disamping Seoyeon dan memegang dahi yeoja itu.
“Noona? Kau sakit?” pertanyaan yang sama terlontar dari mulut Chunji.

Seoyeon menarik nafas berat lalu menggeleng pelan. Ia menggigit bibir bawahnya, kebiasaan yang selalu ia lakukan saat ia mulai cemas.

*brak!*

Pintu kelas itu dibuka dengan kasar oleh salah satu dari pelajar kelas satu itu. Seorang namja yang entah siapa langsung menghampiri Chunji dan mencengkeram kerah bajunya dengan kasar. Niel, Youngmin dan Seoyeon terkesiap melihatnya.

“Hei berandalan! Ini barang milik mu kan?!”

Namja itu melempar sebuah bungkusan kecil yang berisi tablet berwarna putih. Chunji menatapnya dengan tidak mengerti namun tampaknya namja itu tidak percaya.

“Apa itu?” salah satu siswi dikelas itu menatap dengan penuh rasa ingin tahu.
“Memangnya apalagi selain obat – obatan terlarang? Dan kita semua tahukan siapa yang paling berandal disekolah ini. Ya hanya dia ini! Lee Chan Hee!” tuduh namja itu sambil menunjuk tepat diwajah Chunji.

*bug!*

Chunji yang tidak suka dituduh dan ditunjuk secara kasar itu langsung memukul wajah namja dihadapannya itu dengan tinjunya. Namja itu limbung dan tersungkur dilantai keramik mengkilap ruang kelas itu.
Seoyeon memandangi mereka berdua bergantian. Namun Youngmin dan Niel –lah yang lebih dulu maju untuk melindungi Chunji. Mereka langsung memelintir tangan namja itu kebelakang.

Youngmin mendekatkan wajahnya dengan ekspresi marah dan kebencian.
“Jangan pernah sembarang menuduh orang. Kalau kau bertindak lebih dari ini, hidup mu tidak akan tenang, baik disekolah ini ataupun diluar sana!” ancamnya dengan penuh keseriusan.
“Kau harus membuktikannya sebelum kau menuduh seseorang. Kau sama sekali tidak mengenal Chunji kan?” kali ini Niel yang berbisik dengan penuh ancaman dari belakang namja itu.

*cih!*

Namja itu meludah kelantai tepat dihadapan Chunji. Chunji hendak melayangkan tinjunya lagi namun tangannya terhenti saat Seoyeon entah sejak kapan sudah berdiri didepan namja itu. Chunji menurunkan tangannya lagi, namun ia masih marah karena bisa terlihat jelas dari rahangnya yang mengeras.

“Hhaa… Sunbae saja yakin kau pelakunya, Lee Chan Hee! Tamatlah riwayat mu dan segera angkat kaki dari sekolah ini!”

*buk!*

Entah sejak kapan tangan Niel sudah melepas namja itu dan entah karena apa namja itu tersungkur dilantai kelas. Semuanya menatap lurus kebelakang. Disana sudah berdiri seorang Lee Donghae yang menatap lurus dengan santainya.
“Aku tidak pernah mengajarkan hoobae ku untuk menuduh orang tanpa bukti yang akurat. Kalian, euhmm… Niel, Youngmin dan kau…” ucapan Donghae berhenti ketika matanya berhenti pada Chunji yang menatapnya dengan sinis.
“Aku tidak suka kau memberiku nasehat, hyung!”
Chunji memberikan tekanan pada kata terakhirnya. Donghae masih menatapnya dengan santai. Semua mulai saling bertatapan dengan heran.

Chunji tersenyum sinis lalu pergi meninggalkan ruangan itu. Tidak ada seorang pun yang mengejarnya, namun Youngmin dan Niel juga langsung menunduk singkat dan pergi dengan langkah cepat untuk menyusul Chunji.

Donghae memamerkan senyuman ramahnya kepada semua hoobaenya yang sudah membuat segerombolan untuk menonton sejak tadi.
“Kalian bisa kembali kekelas masing – masing kan?”
Dengan segera kumpulan itu bubar.

Seoyeon memandangi Donghae dengan tidak percaya.
“Oppa… kenapa…”

Ia belum sempat meyelesaikan kata – katanya namun Donghae langsung menarik tangannya untuk pergi dari tempat itu. Dan yeoja itu hanya mengikuti kemana langkah kakinya terarah bersama tuntunan Donghae.

***

Donghae membawa Seoyeon ke dalam ruangannya. Ia menutup pintu itu lalu menyuruh Seoyeon duduk dikursi yang ada dihadapannya. Yeoja itu sempat bingung sesaat namun ia lebih bingung lagi ketika menyadari kalau Key, Kevin dan Eunhyuk sudah berada didalam ruangan itu.
“Ada apa?” tanyanya dengan heran.

Donghae hanya diam, ia duduk dikursinya sambil menautkan kedua tangannya. Tampaknya ia sedang tidak tenang. Seoyeon meminta penjelasan pada Kevin yang biasanya selalu terbuka dengannya. Namun kali ini Kevin hanya diam sambil menunduk.
Tampaknya tidak ada yang ingin bicara. Akhirnya Eunhyuk pun berdiri lalu dengan perlahan berdiri dengan bertumpu pada lututnya dihadapan Seoyeon. Yeoja itu memandanginya dengan tidak mengerti.
Eunhyuk tersenyum lalu mengusap kepala Seoyeon dengan lembut.
“Seoyeon –a, kami kembali untuk memberikan perlindungan pada mu. Jangan pernah ragu untuk meminta bantuan pada kami. Arraseo? Kami sangat peduli pada mu. Aku dan Key sangat menyayangi mu sebagai seorang kakak terhadap adiknya. Kevin sudah menganggap mu sebagai sahabatnya sendiri kan? Dan Donghae… Ia akan melakukan segalanya untuk mu karena dia sangat mencintai mu. Kau adalaah yeoja yang paling berarti untuknya juga kami. Arraseo?”
Seoyeon memandangnya dengan heran. Ia benar – benar tidak mengerti apa yang sedang terjadi saat ini. Ia mengalihkan pandangan kearah Key yang biasanya selalu santai dengan masalah membingungkan seperti ini, namun kali ini namja itu menunjukkan ekpresi lelahnya.
“Sebenarnya ada apa ini, oppa?”
Seoyeon memutuskan untuk bertanya pada Donghae yang masih memalingkan wajahnya.

Seoyeon berdiri, dia membiarkan Eunhyuk masih ditempatnya. Ia mendekat kearah Donghae, meminta namja itu untuk menatapnya dan menjelaskan semua ini.
“Oppa, ada apa sebenarnya ini?”

Donghae menoleh setelah Seoyeon menyentuh bahunya. Ada yang berbeda dengan namja – namja itu. Pakaian mereka, semua berpakaian seragam yang semestinya. Bukan lagi pakaian seragam modifikasi yang biasa mereka kenakan.
Donghae memutar kursinya menghadap Seoyeon. Ia meraih kedua tangan Seoyeon lalu menggenggamnya dengan erat. Genggaman itu tidak hangat seperti biasanya. Kini genggaman itu terasa dingin padahal cuaca hari ini cukup cerah.
“Seoyeon… Percayalah pada ku…” ucapnya lirih.
Yeoja itu tidak tahu harus bersikap dan berkata seperti apa. Sedangkan tampaknya tidak ada salah satu dari mereka yang mau menjelaskan masalah ini.

***

Tokyo, Jepang

“Besok kita akan ke Seoul? Urusan kita kan sudah selesai hyung. Bukankah kita hanya perlu ke Los Angeles lalu ke Tokyo?”
Sungjong menatap hyungnya dengan bingung. Ia mengenakan style yang cukup modis lengkap dengan kacamata hitam. Begitu juga dengan Sungyeol, lengkap dengan sebuah syal bau – abu yang melilit dengan indah dilehernya.
Mereka saat ini baru saja tiba di Tokyo untuk mengambil barang – barang mereka sekaligus bertemu dengan orang kepercayaan eomma mereka.
“Kita akan bahas itu nanti. Sekarang lebih baik kita menyamar agar tidak ada wartawan yang mengikuti kita. Arraseo? Aku sedang malas berurusan dengan media masa”

Sungjong memilih diam sambil menarik kopernya. Sungyeol berjalan didepannya dan melakukan hal yang sama. Namun tampaknya penyamaran mereka sangat mudah dikenali. Buktinya saja sekarang ini sudah ada beberapa wartawan yang sibuk mengambil gambar mereka. Sungyeol terpaksa harus memaksakan mulutnya agar tersenyum. Sedangkan Sungjong tersenyum dengan senang hati sambil sesekali menganggukkan kepalanya untuk menyapa per situ.

Berita kedatangan kedua bersaudara itu ke Tokyo sebentar lagi akan tersebar luas, mengingat jaringan akses internet cukup cepat dan meluas.

Seoul, Korea

*brak!*

Donghae meletakkan hpnya dengan kasar diatas meja. Ia mulai panik. Seoyeon sudah tidak ada diruangan itu sejak tadi. Yeoja itu tampaknya marah karena tidak satu pun dari mereka berniat menjelaskan apa yang sedang terjadi saat ini.
Eunhyuk mengambil hp touch screen itu dan menyentuh layarnya. Ternyata Donghae baru saja menerima kabar terbaru yang cukup terdenar buruk untuk mereka. Ada sebuah tulisan bercetak tebal disana.

Kedua Putra Dari Pasangan Model Cantik, Im Yoon Ah dan Pengusaha Kaya, Lee Seung Gi Tiba Di Tokyo

“Aku tidak mengerti kenapa mereka harus kesini? Bukankah mereka model sukses disana? Untuk apa harus kembali kesini? Mereka bisa saja ke Paris kan? Kota medel itu!”
Eunhyuk melancarkan pertanyaan – pertanyaan yang memang ia sendiri tidak mengharapkan jawabannya. Key dan Kevin hari ini juga tidak banyak bicara.
“Lebih baik kita bilang yang sebenarnya pada Seoyeon sebelum ada orang lain yang mendahului kita!” usul Kevin.
“Iya, dia bisa salah paham kalau mendengar kenyataan ini dari orang lain” tampaknya untuk kali ini Key berfikiran sama dengan Kevin.
Eunhyuk menatap Donghae, meminta persetujuan. Namun namja itu hanya menggeleng pelan. Ia menarik nafas panjang.
“Tidak bisa. Aku tidak bisa kehilangan dia. Tidak akan bisa…” bisiknya pelan.

Mereka tahu kalau Donghae menolak ide ini. Key langsung beranjak meninggalkan ruangan itu untuk kemabli keruang OSIS, Kevin menyusulnya dari belakang. Sedangkan Eunhyuk memutuskan untuk menemani Donghae.

***

Seoul International Hospital

Seorang namja tampan terpaksa harus berbaring diranjang rumah sakit itu dengan lemah. Onew meliriknya sekilas lalu menggelengkan kepalanya.
“Dimana adik mu? Choi Yeona”
Minho memandang Onew dengan lemah lalu tersenyum samar.
“Sudah ku bilang berapa kali kalau aku sendirian di Seoul. Keluarga ku mengurus perusahaan di luar sana. Lebih penting mengurus kerjasama mereka dengan perusahaan itu daripada dengan ku” disis Miho lemah.

Onew membuka tirai jendela ruang rawat dan membiarkan cahaya matahari memasuki ruangan itu. Ia kemudian mengambil sebuah kursi dan ia letakkan disisi tempat tidur Minho. Ia tersenyum kesal lalu kembali menatap Minho.
“Jangan bersikap menyedihkan seperti ini, Tuan Muda Choi”
“Hyung, berhenti memanggil ku seperti itu” pinta Minho dengan sedikit nada kesal disana.
Onew hanya menatap orang yang sudah dianggap sebagai dongsaengnya itu dengan tatapan prihatin. Ia selalu tidak suka dengan sikap Minho yang keras kepala, namun ia malah terus – terusan berusaha menjaga namja rapuh itu.
“Jadi?”
“Aku akan merebutnya dari namja itu!”
“Kau yakin kalau kau bisa? Menurut hasil penyelidikan ku, Seoyeon bukan seperti kebanyakan yeoja pada umumnya”
Onew menatap Minho, menantangnya untuk saling berargumentasi. Bagaimana pun ia tidak setuju dengan obsesi Minho yang terlalu memaksa itu.
“Hyung, kau menyuruh ku untuk memilih sesuai dengan kata hati ku kan?”
“Tapi tidak dengan cara seperti ini!”
“Hajiman…”
“Percuma berdebat dengan mu! Aku akan keluar untuk membeli makanan, kau diamlah disini! Jangan macam – macam!”
Onew mengambil jaketnya beserta kunci mobilnya. Ia melangkah kearah pintu dengan cepat lalu menghilang. Minho menatap keluar jendela lalu menghembuskan nafas berat.
“Domus Aurea…” bisiknya pelan.

***

Chunji menarik tangan Seoyeon menuju taman belakang Domus Aurea High School. Sebuah taman indah yang menghubungkan antara bangunan sekolah itu dengan asramanya. Niel dan Youngmin hanya mengikuti mereka dengan langkah santai.

“Chunji –a, kau mau apa?”
Seoyeon menatapnya dengan kesal.
Tiba – tiba saja langkah kaki Chunji terhenti. Ia menatap Seoyeon sekilas lalu memeluknya dengan erat sambil memejamkan matanya. Meskipun usia Chunji lebih muda darinya, namun seperti kebanyakan hal, namja selalu lebih tinggi dari yeoja.
“Noona, bagaimana kalau aku ini kau lihat bukan sebagai hoobae mu tapi sebagai seorang namja?” bisik Chunji pelan namun cukup membuat Seoyeon terkejut.

Niel dan Youngmin langsung menatap Chunji dengan shock. Mereka bisa mendengar ucapan Chunji tadi, terlebih lagi mereka tidak percaya kalau Chunji akan sampai sejauh ini.

“Lepaskan aku!” pinta Seoyeon dingin.
“Tidak!”
“Chunji –a, lepaskan aku!”

Seoyeon mendorong Chunji dengan cukup kuat. Membuat namja itu melepaskan pelukannya lalu mundur beberapa langkah. Seoyeon menatapnya sekilas lalu berbalik pergi meninggalkan ketiga namja itu.
Ia diam – diam menangis. Ia tidak mengerti ada apa dengan hari ini. Kenapa semuanya begitu tidak jelas dan tidak mau menjelaskan hal – hal aneh yang terjadi hari ini. Seolah semua diam – diam membohonginya dan ia tidak suka itu.
“Entah kenapa rasanya aku seperti sedang dipermainkan” lirihnya pelan.
Ia membiarkan air matanya turun dengan perlahan. Bahunya bergetar dan isakannya begitu tertahan. Namun sedetik kemudian ia bisa merasakan ada seseorang yang memeluknya dengan hangat.
“Uljima…” bisiknya dengan lembut.

Seoyeon mendongakkan wajahnya dan menatap namja dihadapannya dengan tidak percaya.
“Oppa??”

TBC

3 comments

  1. nazma · July 29, 2012

    Daebak, !!!!!

  2. NZM · July 29, 2012

    ._. Rasanya Seoyeon lebih cocok sm Donghae

  3. usagi26 · April 24, 2013

    min, boleh minta link part 1-7 ga? aku nyari-nyari kok ga ketemu?

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s