[Part 11] Domus Aurea Romance

Title : Domus Aurea Romance
Author : Ichen Aoi
Cast : Kim Seoyeon
Lee Donghae Super Junior
Chunji Teen Top
Choi Minho SHINee
Support cast : banyak, temukan sendiri Hhee…
Note : Sekuel ke dua dari Dormitory High School
Backsound : Obsession – UKiss (Kiseop & AJ)

==

“Bagaimana kalau aku jawab kalau aku juga menyukai mu sejak dulu dan aku ingin memulainya bersama mu?”
Minho mengalihkan perhatiannya dari langit, kini kedua mata bulatnya menatap Seoyeon yang duduk disampingnya dan juga sedang menatapnya dengan sedikit terkejut. Yeoja itu mematung dan menatap Minho dengan tidak percaya sedangkan namja itu hanya tersenyum dengan tatapan lembutnya.
Seoyeon berharap kalau chingunya itu kini sedang bermain – main. Namun tampaknya semua yang dikatakannya serius. Mengingat sikap Minho kali ini tidak seperti biasanya. Seoyeon mengatupkan bibirnya rapat – rapat.
“Waeyo? Kalau kau masih menyukai ku, aku akan dengan senang hati berjuang untuk mendapatkan mu dan membahagiakan mu Seoyeon –a” lanjut Minho dengan yakin.

Seoyeon langsung berdiri dari duduknya. Ia menatap sekelilingnya dengan bingung kemudian ia kembali menatap Minho yang masih duduk disana. Ia memaksakan diri untuk tersenyum.
“Jangan bercanda Choi Minho!” ucapnya pelan dengan nada suara ketawa yang terdengar ragu. Minho menatap tepat ke bola mata coklat milik Seoyeon kemudian menarik nafas dalam dan berdiri. Kini mereka berdua saling berhadapan.
“Aku tidak bercanda. Aku benar – benar serius”

Seoyeon menggelengkan kepalanya lalu menatap Minho dan mencari kekuatan untuk dirinya sendiri, berharap semua keputusan yang ia ambil adalah jalan yang tepat.
“Tidak bisa. Aku sudah memiliki Donghae oppa disisi ku. Aku memang pernah menyukai mu, tapi cinta dihati ku hanya untuk satu orang. Mianhaeyo Minho”
Seoyeon berbalik pergi meninggalkan Minho yang tersenyum miris dengan mata yang berkaca – kaca. Namja itu mengepalkan tangannya dan memukul bangku taman dengan tinjunya. Air matanya jatuh dengan perlahan.
“Seoyeon –a… Kenapa aku harus terlambat? Katakan pada ku Seoyeon –a!”
Ia kembali duduk dibangku taman itu sambil menundukkan wajahnya, sementara itu Seoyeon terus melangkahkan kakinya dengan perlahan. Waktu dua tahun cukup membuatnya mengenal bagaimana sosok Minho sebenarnya. Saat ini namja itu pasti terluka dan menangis. Namun Seoyeon tidak bisa menghiburnya dengan mengabulkan permintaannya. Karena ia juga memiliki jalan hidup dan keputusannya sendiri.

***

Sudah satu bulan Sungyeol dan Sungjong tinggal bersama Donghae dan Eunhyuk sedangkan Kevin dan Key memilih untuk tinggal di asrama Domus Aurea High School sambil mengawasi dan menjaga Seoyeon yang juga memutuskan untuk tinggal di asrama menjelang ujian akhir semesternya.
“Hyung, eomma bilang dalam waktu dekat akan ke Seoul” Sungyeol melapor dengan wajah yang penuh kekhawatiran. Sungjong melepas earphonenya dan menatap hyungnya dengan penuh tanda tanya.
“Jinjja?”

*brak!*

Key datang dengan banyak berkas – berkas ditangannya. Dibelakangnya ada Kevin yang sedang sibuk menggenggam ponselnya.
“Hei Lee Sungyeol! Lee Sungjong! Ini berkas – berkas kalian kenapa harus tergeletak diluar sana huh?! Tadinya aku tidak peduli tapi setelah Kevin check, ini berkas – berkas kontrak kalian dengan banyak agensi kenapa…” kalimat Key berhenti saat ia melihat ekspresi Sungyeol dan Sungjong yang menatapnya dengan murung dan kaku.
“Semua itu bukan tanda tangan kami” jawab Sungjong muram.
Donghae dan Eunhyuk menatap mereka dengan bingung.
“Maksudnya?”
“Eomma. Eomma yang melakukannya” jelas Sungyeol.
Semua menatap mereka dengan sedikit terkejut.
“Maksudnya?”
“Seperti semuanya! Anggota keluarga Lee haruslah orang yang sempurna!” geram Eunhyuk dengan kesal. Namun Sungjong langsung menatap semuanya dengan tatapan memohon.
“Ne. Tapi jangan menghakimi eomma dalah sebelah pihak saja. Eomma bilang kalau beliau menginginkan yang terbaik untuk anak – anaknya”
Eunhyuk menatap Sungjong dengan tidak percaya. Setelah satu bulan ini tinggal bersama mereka, semua itu sudah cukup jelas untuknya kalau keduanya merasa lelah namun harus tetap bersikap professional dalam pekerjaan mereka yang harus bertemu banyak orang dengan ekpresi ceria.
“Kau… Sungjong! Bukankah setiap malam kau selalu mengeluh kalau tubuh mu lelah? Kenapa tidak hentikan saja semua ini?”

Sungjong hanya diam. Ia menginginkan kebebesan namun ia tidak bisa melupakan begitu saja jasa seorang wanita yang kini telah ia anggap sebagai ibunya. Donghae mendekatinya lalu mengacak rambut namja itu dengan lembut. Sungjong menatapnya untuk beberapa saat, bisa dibilang ini pertama kali untuknya diperlakukan seperti adik oleh Donghae.
Mengingat Donghae sangat tertutup dan sejak kecil memang sudah tinggal terpisah dengan keluarga Lee.
“Jangan menatap ku seperti itu, bagaimana pun juga aku ini hyung mu”

Eunhyuk, Sungyeol, Key dan Kevin tersenyum melihat keakraban baru diantara mereka. Namun suasana itu langsung usai setelah nada dering iPhone Sungyeol berbunyi dengan cukup nyaring. Namja itu langsung merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya.
“Eomma?” ucapnya dengan nada tidak percaya.
Dengan serentak semuanya langsung menooleh kearah Sungyeol.
“Angkat saja!” bisik Eunhyuk.

Sungyeol mengangguk lalu menjawab panggilan tersebut. Ia terlihat bicara dengan sangat serius sambil beberapa kali mengangguk, sedangkan ekspresinya sendiri menunjukkan ekspresi kecemasan. Selang beberapa menit ia menutup teleponnya dan menaruhnya diatas meja. Ia tahu tatapan semua orang yang ada disana terarah padanya untuk meminta penjelasan barusan.
“Eomma akan ke Seoul untuk mengurus pemindahan kepemilikian perusahaan. Ia akan tinggal bersama kita untuk beberapa minggu, setelahnya Appa akan menyusul untuk melaksanakan upacara resmi atas pindahnya Domus Aurea ketangan Donghae hyung. Eomma juga meminta agar semuanya tinggal didalam rumah yang sama dengannya. Tidak terkecuali” jelas Sungyeol panjang lebar.
Kevin mengerutkan dahinya karena bingung, “Maksudnya?”
Sungyeol menarik nafas dalam lalu menghembuskannya dengan perlahan.
“Eunhyuk hyung akan jadi wakil dari Donghae hyung. Aku dan Sungjong memang harus tetap bersama kalian dan mengawasi kalian. Kevin hyung dan Key hyung akan membantu mengawasi segala keperluan yang dibutuhkan dalam upacara nanti. Dan saat ini… eomma sedang menyelidiki kehidupan kita entah sejak kapan”

Ke –enam namja itu saling pandang lalu mereka menyadari sesuatu, mereka dalam keadaan genting. Menghindar pun percuma, terlebih lagi Seoyeon belum tahu apa – apa soal jati diri mereka ber –empat. Sekarang mereka sedang berfikir bagaimana menjelaskannya dan membuat Seoyeon mengerti.

***

Seoyeon melangkahkan kakinya dengan perlahan dan penuh dengan keraguan. Pandangannya kabur karena ada genangan air mata disana. Sesekali ia mencoba untuk menatap lurus kedepan namun lagi – lagi ia harus menunduk.

“Noona?”
Chunji yang kebetulan lewat dan melihat Seoyeon menunduk terus itupun menyapa sunbaenya sambil memandanginya dengan penuh kekhawatiran. Seoyeon mengangkat wajahnya lalu tersenyum.
“Sedang apa disini? Kenapa tidak kembali ke rumah atau asrama untuk belajar?”
Ia berusaha bersikap biasa saja didepan Chunji meski saat ini ia sedang dalam keadaan yang tidak bisa dibilang baik – baik saja.
“Ne. Hajiman…”

♫I need you baby baby baby anyyeongiran naneun hajimara♫

Ponsel milik Seoyeon bordering. Seoyeon langsung mengambilnya dari saku dan menatap sebuah nama yang tertera disana. Sedetik kemudian ia tersenyum kecil.
“Donghae hyung?” tanya Chunji dan cukup mengejutkan Seoyeon.
Seoyeon membulatkan matanya lalu mengangguk. Chunji menatap tajam sejenak lalu berbalik pergi meninggalkan Seoyeon tanpa bicara sepatah kata pun. Sedangkan Seoyeon menjawab teleponnya.

***

New York, Inggris

Sebuah gedung mewah berdiir tegak dipusat kota New York. Sebuah perusahaan asing bagi Negara itu sendiri. Ada lambang keluarga besar Lee disana. Dan ada plat besar yang terbuat dari perak dengan tulisan besar ‘Domus Aurea Company’.
Mrs. Lee adalah seorang yeoja yang cantik dan bisa dibilang cukup awet muda. Ia dan suaminya Mr. Lee mendirikan perusahaan itu meneruskan perusahaan keluarga mereka yang bisa dibilang pernikahan mereka sama dengan pernikahan perusahaan itu sendiri. Mereka menikah bukan karena dasar cinta melainkan sebuah perjodohan. Mungkin sampai sekarang hanya Mrs. Lee yang mencintainya, sedangkan Mr. Lee masih berjuang sebisanya untuk mencintai istrinya yang sekarang ini.

Sebuah foto namja remaja dengan seragam Domus Aurea High School tampak tersenyum bersama kedua teman sebayanya yang satu berambut pirang yang satunya lagi berambut hitam. Mrs. Lee sesekali menghembuskan nafas berat.
“Maafkan aku… Tapi aku lebih menyayangi putra ku, terlebih lagi ibu mu-lah yang mencoba merebut segalanya. Mereka hanya sepasang remaja biasa yang tidak begitu penting. Sedangkan aku? Aku memiliki segalanya dan untuk melengkapi semua itu… aku butuh cinta dan hidup dengannya” bisiknya pelan.

Ia menarik nafas dalam lalu segera menoleh kearah pintu ketika ia mendengar ada seseorang mengetuk pintu ruang kerjanya. Ia langsung menaruh foto itu didalam laci mejanya. Seorang namja paruh baya masuk membawa sebuah map coklat besar. Ia meletakkannya diatas meja kerja Mrs. Lee.
“Ini laporan yang Nyonya minta!”
“Terimakasih”
Namja itu menunduk sejenak lalu pergi meninggalkan ruangan itu. Mrs. Lee membuka map itu dan mengeluarkan berkas – berkas hasil print’an dan beberapa foto.
“Siapa yeoja ini?” ia menyipitkan matanya dan berusaha mengingat – ingat yeoja mana saja yang selama ini berkeliaran disekitar putranya. Dan nyatanya ia tidak pernah menemui yeoja itu. Ia memandanginya baik – baik lalu ia menyerah dan menghubungi seseorang diseberang sana.
“Ne. Selidiki yeoja yang ada difoto itu!”
Mrs. Lee menutup teleponnya lalu keluar dari ruangan itu dan meninggalkan foto itu diatas meja. Foto empat orang namja dan satu orang yeoja yang tampak sedang tersenyum ditaman Domus Aurea dan dibelakang mereka berdiri tegak asrama sekolah tersebut.

***

Donghae lagi – lagi dan seperti biasanya menjemput Seoyeon didepan gerbang sekolah. Seoyeon masuk kedalam mobil itu lalu tersenyum dan melirik Donghae yang tampak sibuk dengan sabuk pengamannya.
Donghae yang menyadari kalau ia sedang diperhatikan langsung menoleh dan mengembangkan senyum menggodanya.
“Kenapa? Kau terpesona dengan ku?”
“M-mwo?! Aniyo~ untuk apa terpesona dengan oppa?”
Seoyeon langsung mengalihkan perhatiannya dan menatap lurus kedepan dengan gugup. Donghae tersenyum lalu ia mencium pipi Seoyeon singkat dan membuat yeoja itu terkejut. Donghae kembali duduk ditempatnya dan menatap kedepan dengan cuek.
“Aishh… Seenaknya saja!” keluh Seoyeon yang langsung leipat kedua tangannya didepan dadanya dan menatap lurus kedepan dengan kesal.
“Sesuka ku! Kau kan sepenuhnya milik ku” jawab Donghae dengan santai.
Seoyeon tidak menjawab lagi, ia hanya menghenyakkan dirinya semakin erat ke jok mobil dan menyandarkan kepalanya ke jendela mobil lalu memejamkan matanya. Ia butuh istirahat hari ini dan berencana untuk tidur lebih awal seandainya saja Donghae tidak mengajaknya pergi keluar.

Seoyeon dengan perlahan membuka matanya. Ia terkejut saat melihat sekarang ini sudah pukul 7 malam. Ia melirik kesamping dan menjumpai namja itu sedang tertidur didepan kemudinya dengan earphone yang terpasang ditelinga kirinya.
Bukankah seharunya kami jalan – jalan?, bisik Seoyeon khawatir.
Namun ia ingat kalau ia tertidur cukup lama. Seoyeon melirik earphone yang satunya. Ia mengambilnya lalu memasangnya ditelinga kanannya. Sebuah lagu yang tidak ia kenal sedang terlantun disana. Seoyeon menunggu cukup lama namun tampaknya memang hanya satu lagu yang diputar oleh Donghae.

Seoyeon mengambil iPhod dari tangan Donghae dengan perlahan lalu menyentuh touchscreennya. Ia membacanya dengan perlahan agar Donghae tidak terbangun.
“Beautiful by Lee Donghae? Eh? Dia bisa membuat lagu?” desis Seoyeon tidak percaya. Ia menatap iPhod itu dengan sedikit tidak percaya.

*pluk!*

Sesuatu jatuh dari tempat pelindung iPhod itu. seoyeon mangambilnya yang ternyata sebuah kertas yang dilipat – liipat kecil. Donghae bergerak dengan perlahan lalu membuka matanya, Seoyeon langsung memasukkan lipatan kertas itu ke sakunya dengan cepat.
Donghae mengerjapkan matanya beberapa kali, ia melirik kearah Seoyeon yang tersenyum canggung kearahnya.
“Akhirnya kau bangun juga!” ucapnya dan langsung membetulkan posisi duduknya.

Seoyeon hanya bisa tersenyum kaku lalu tertawa kecil dengan terpaksa.
“Aku menunggu mu bangun untuk melihat pertunjukkan sirkus. Nyatanya kau tidak bangun juga. Aku sudah mencoba membangunkan mu tapi… kau hanya bergerak sejenak saja? kenapa sih kau ini tidur tapi sulit sekali dibangunkan huh?!”
Donghae langsung melancarkan aksi protesnya dengan panjang lebar. Seoyeon hanya memandangnya dengan senyuman kakunya yang sama. Donghae melirik tangan yeoja itu lalu ia mengambil iPhodnya dengan cepat.
“Ya!! Kenapa kau mengambilnya huh?! Apa kau mendengarkan sesuatu?”

Seoyeon yang terkejut hanya bisa mengangguk pelan dan sedikit merasa bersalah. Donghae menghela nafas berat lalu menatap iPhodnya dan langsung melepas earphonenya dan mematikan iPhodnya namun salah satu earphone itu masih terpasang ditelinga Seoyeon.
Donghae manatapnya sekilas lalu mengambilnya dan memasukkan semuanya kedalam saku celananya. Seoyeon bingung dengan sikap Donghae itu, ia hanya bisa menatapnya dengan tatapan khawatir dan menyesal.
Mereka diam untuk beberapa saat. Namun akhirnya Seoyeon yang memulai permbicaraan dengan sedikit takut – takut.
“Mianhaeyo…”

Donghae menoleh lalu menatap wajah Seoyeon yang kini tampak sangat menyesal dan sedikit takut.
“Seoyeon –a, kenapa kau melakukannya?”
“Aku hanya ingin tahu…”
“Tapi ada kalanya rasa ingin tahu mu itu dikontrol”

Seoyeon menarik nafas dalam lalu mencoba memberanikan diri untuk menatap Donghae.
“Aku… Aku baru tahu kalau oppa… menciptakan sebuah lagu?”
Donghae menghenyakkan tubuhnya ke jok mobil lalu menatap lurus kedepan.
“Aku tahu lagu tadi itu tidak bagus. Lupakan saja! Sekarang aku akan mengantar mu pulang”
Donghae menyalakan mesin mobilnya lalu membawanya pergi. Sedangkan Seoyeon hanya mematung dan memilih diam.

TBC

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s