Crush [Part 1]

Title                 : Crush [Part 1]

Author             : Siskha Sri Wulandari

Cast                 : Park Chanyeol [EXO-K]

                        : Byun Baekhyun [EXO-K]

                        : Cho Hyuna [OC]

                        : Do Kyung Soo [EXO-K]

                        : Shin Riyoung [OC]

                        : and other…

Genre              : Romance

Rating             : General

Length            : Twoshoot

            Sudah hampir setengah jam Hyuna mematut dirinya di depan cermin, terus memastikan bahwa tidak ada satu pun cela pada dirinya. Hari ini adalah hari yang paling dinantikannya dalam empat tahun terakhir ini, hari dimana ia bisa bertemu lagi dengan orang yang mampu meluluh lantakkan jantungnya hanya dengan seulas senyum dari bibir tipisnya. Orang yang selama ini menyakinkannya untuk tidak jatuh cinta pada laki-laki lain.

            “Ommo! Sudah berapa lama kau berdiri di sana! Lihatlah, cermin itu mulai retak!” Dengan gerakan yang didramatisir adik Hyuna meletakkan kedua tangan di telinga, seolah cermin itu benar-benar akan retak. Baru saja Hyuna akan menghadiahinya tendangan kecil saat suara ibu terdengar dari bawah.

            “Hyuna, Chanyeol sudah datang.” Teriak ibu dari bawah. Tanpa menjawab Hyuna segera mematut dirinya di depan cermin sekali lagi, merapikan rambutnya dan mengambil tas tangan yang tersampir di pinggir tempat tidur. Sebelum meninggalkan kamar disempatkannya menginjak kaki Sehun, adiknya yang kata orang-orang sangat menggemaskan. Hoeek!

            Chanyeol mengangkat kepalanya saat mendengar suara hentakan heels menuruni tangga, menanti kemunculan Hyuna. Chanyeol tersenyum puas saat gaun coklat muda pemberiannya sangat pas ditubuh kurus Hyuna. Namun senyum itu segera pudar saat menyadari bahwa itu bukanlah haknya.

            “Otte? Aku cantik tidak?” Teriak Hyuna girang saat melihat Chanyeol tengah menatapnya.

            Baru saja Chanyeol akan membuka mulutnya saat Sehun menoyor kepala Hyuna dari belakang. “Ya! Kau sudah tua, jangan berlagak sok imut seperti itu!” Oceh Sehun dan segera berlari mencari perlindungan di punggung ibunya, takut Hyuna kalap dan menusuknya dengan heels.

            Melihat tingkah Sehun, tidak bisa membuat Chanyeol untuk tidak tertawa. Kakak beradik tersebut memang tidak pernah akur. “Khaja!” Chanyeol mengulurkan tangannya dan segera disambut oleh Hyuna. Setelah berpamitan kepada orang tua Hyuna, mereka pun segera beranjak pergi.

            Sebenarnya, kata-kata pujian Chanyeol terhadap penampilan Hyuna malam ini sudah berada di ujung bibirnya, tapi setiap kali akan mengatakannya, tenaganya seolah lenyap. Memuji kecantikan seorang gadis yang terlihat lebih cantik karena laki-laki lain sangatlah  menyiksa.

            “Kira-kira bagaimana keadaannya sekarang ya?” Hyuna memelintir rambutnya malu-malu. Membayangkan laki-laki itu saja sudah mampu membuat dunianya teralih. Menangkap siapa yang dibicarakan oleh Hyuna, membuat Chanyeol hanya mampu menghela napas, berpura-pura tidak mendengar adalah satu-satunya cara yang bisa ia lakukan untuk menyelamatkan hatinya saat ini. Ya, setidaknya untuk saat ini.

            “Apakah ia bertambah tampan?” Hyuna mengabaikan Chanyeol yang tidak merespon pertanyaannya tadi. Chanyeol lagi-lagi menghela napas.

            “Chanyeol, kau mendengar aku tidak sih!” Hyuna baru menyadari Chanyeol yang terus mengacuhkannya.

            “Apa? Kau bicara apa tadi? Maaf aku tidak mendengarnya.”  Bohong Chanyeol. Hyuna mengerucutkan bibirnya dan menghempaskan punggungnya. “Ini yang aku tidak suka darimu, kau terlalu cuek!” Sungut Hyuna.

            Chanyeol melirik Hyuna yang tampak kesal. Di dalam hati ia memang membenarkan kata-kata Hyuna. Ia memang terlalu cuek pada Hyuna jika menyangkut masalah ini, lebih tepatnya pura-pura cuek. Ia tidak ingin apa yang telah berhasil disembunyikannya selama enam tahun ini dengan baik akan terbongkar jika ia meladeni pembicaraan tentang laki-laki itu. Ia tidak bisa membayangkan jika ketika Hyuna dengan antusias menceritakan tentang laki-laki tersebut ia lepas kendali dan malah memaki-maki Hyuna. Memaki-maki Hyuna karena mencintai laki-laki itu, memaki-maki Hyuna karena hanya laki-laki itu yang terlihat olehnya, memaki-maki Hyuna yang selama ini mengabaikan keberadaannya.

            Hyuna melingkarkan lengannya pada lengan Chanyeol sebelum memasuki aula. Empat tahun berlalu tapi tidak banyak yang berubah dari aula sekolahnya tesebut. Tiba-tiba kenangan akan pertemuan mereka terputar secara tiba-tiba saat melihat pohon pinus yang tidak jauh dari aula.

-Flashback-

            “Ya! Kembalikan buku ku!” Hyuna berusaha meraih bukunya yang direbut oleh laki-laki itu.

            Laki-laki itu hanya menjulurkan lidahnya. “Ini hukuman karena kau telah mengganggu tidur siangku!” laki-laki itu berjinjit, membuat Hyuna semakin kesulitan meraih bukunya.

            “Salahmu sendiri yang selalu tidur!”

            Laki-laki itu mundur perlahan, semakin mempermainkan Hyuna. Langkahnya terhenti saat mendengar rintihan dari seseorang. Laki-laki itu menatap Hyuna sanksi dan menoleh dengan perlahan. Hyuna pun ikut memanjangkan kepalanya. Mereka mendapati seorang laki-laki berambut coklat sedikit ikal sedang duduk, lengkap dengan tangan yang diinjak oleh laki-laki itu. Dengan gerakan cepat laki-laki itu mengangkat kakinya dan tersenyum kaku. Laki-laki berambut coklat ikal tersebut hanya menunduk sambil mengibas-ngibaskan tangannya yang tadi diinjak.

            “Gwenchana?” Tanya Hyuna karena dorongan laki-laki itu yang memaksanya untuk bertanya. Laki-laki berambut coklat ikal tersebut hanya mengangguk tanpa mengangkat kepalanya, membuat Hyuna sedikit takut.

            “Jangan-jangan dia penghuni pohon ini.” Bisik laki-laki itu sambil memeluk lengannya.

            “Bisa jadi, tapi untuk apa tadi dia merintih.” Hyuna melihat ke sekelilingnya dengan ngeri.

            “Kalian bisa pergi.” Ujar laki-laki berambut coklat ikal itu pelan, bahkan hampir tidak terdengar.

            “Yaa, bisa tidak ketika berbicara kau melihat lawan bicaramu!” Laki-laki itu memberanikan dirinya, ia tidak mau sosok laki-laki berambut coklat ikal tersebut membuat dirinya penasaran, dia bukanlah tipe orang yang suka dibuat penasaran.

            Dengan perlahan, laki-laki berambut coklat ikal tersebut mengangkat kepalanya. Hyuna yang mulai berpikir tidak-tidak, melingkarkan lengannya pada laki-laki itu, khawatir memang laki-laki berambut coklat ikal tersebut adalah penghuni pohon pinus tersebut. Laki-laki tersebut pun merasa tubuhnya sedikit menegang.

            “Kalian akan membullyku juga?” Tanya laki-laki berambut coklat ikal tersebut sambil menahan tangis.

            “Bully?” Ulang Hyuna pada dirinya sendiri. Kemudian Hyuna tertawa sendiri setelah mendengar kata tersebut.

            “Siapa yang melakukan ini padamu?” Tanya laki-laki tersebut sambil memandang ngeri wajah laki-laki berambut coklat ikal tersebut yang babak belur.

            “Senior kelas tiga. Mereka bilang wajahku terlalu mengganggu.” Jawabnya polos.

            Laki-laki itu dan Hyuna memperhatikan wajah laki-laki berambut coklat ikal itu dengan saksama. Setelah beberapa menit meneliti barulah mereka sadar bahwa wajah tampan laki-laki itulah yang membuat para senior kelas tiga tersebut terganggu.

            “Hahaha, yang benar saja!” Laki-laki itu mengulurkan tangannya pada laki-laki berambut coklat ikal tersebut. “Mulai sekarang kau adalah teman kami!” ujar laki-laki tersebut dengan bersemangat.

-End of Flashback-

“Hey, jangan bilang kau sedang mengingat-ingat kejadian itu.” Chanyeol menyenggol lengan Hyuna yang tampak senyum-senyum sendiri.

“Hahaha, Mereka bilang wajahku terlalu mengganggu”. Hyuna mengulang apa yang dikatakan Chanyeol dulu lengkap dengan nada ketakutannya.

“Berisik!” Chanyeol menarik rambut Hyuna pelan.

“Ya, jangan rusak penampilanku!

Lagi-lagi Chanyeol terdiam. Penampilan. Setiap mendengar kata penampilan membuatnya teringat pada sosok laki-laki tersebut. Ahh, sebentar lagi dirinya akan menghilang secara teratur dari kehidupan Hyuna. Setelah bertemu dengan laki-laki itu maka dengan seleksi alam Hyuna akan melupakannya secara perlahan sampai ia benar-benar tidak terlihat lagi olehnya. Hari ini, hari reuni SMA mereka, Hyuna akan bertemu kembali dengan cinta sejatinya. Dan hari ini, hari reuni SMA mereka, Chanyeol akan melihat orang yang dicintainya bisa hidup bahagia untuk selamanya.

“Kyung Soo!” Panggil Chanyeol saat melihat salah satu teman sekelasnya dulu.

Kyung Soo mengangkat sebelah tangannya dan mengisyaratkan Chanyeol dan Hyuna untuk duduk bersamanya. Setelah duduk, Chanyeol memperhatikan meja bundar yang hanya diisi oleh mereka bertiga.

“Apa kabar?” Hyuna berteriak histeris saat melihat teman lamanya.

“Hahaha, baik, kau tetap bersemangat seperti dulu ya.” Tawa Kyung Soo seraya membalas pelukan Hyuna.

“Kau sendirian?” Tanya Chanyeol sambil tersenyum jahil. Ia tebak, jika ia datang bersama seseorang pastilah bersama gadis itu, tapi jika ia datang sendiri pasti sampai sekarang ia belum menyatakan perasaannya pada gadis tersebut. Chanyeol teringat masa-masa saat si pendiam Kyung Soo selalu mengeluh melihat kedekatan gadis tersebut dengan teman-teman laki-lakinya yang lain. Menurutnya, Kyung Soo si pendiam adalah spesies yang paling menggemaskan saat sedang cemburu.

“Hmmm.” Kyung Soo mengangguk-angguk.

“Ya! Jangan bilang sampai sekarang kau belum menyatakan perasaanmu pada Riyoung!” Celetuk Hyuna.

Kyung Soo hanya menjawab pertanyaan Hyuna dengan seringai. “Ck, kau sebenarnya menyukai dia tidak sih!” Gerutu Chanyeol. Hyuna mengiyakan kata-kata Chanyeol. Jika dihitung sampai sekarang sudah tujuh tahun Kyung Soo memendam perasaannya. Mungkin selama tujuh tahun ini Kyung Soo masih memiliki tempat tersendiri untuk Riyoung dihatinya, tapi bagaimana dengan Riyoung. Tujuh tahun berlalu, tidak menutup kemungkinan sudah banyak laki-laki yang yang masuk dan keluar dari hatinya. Tapi jika melihat kenyataan Kyung Soo yang masih berpegang teguh pada pendiriannya untuk memendam perasaan itu, maka tentu di hati Riyoung tetap tidak akan pernah ada tempat khusus untuk Kyung Soo.

“Aku tidak berani untuk menyatakannya. Ia benar-benar wanita yang hebat sekarang. Ia telah menjadi penulis terkenal. Banyak laki-laki yang mengincar dirinya. Kabarnya sekarang ia tengah dekat dengan salah satu pengusaha, kalau tidak salah namanya Kris.” Kyung Soo tertunduk lemas, membayangkan sosok Kris selalu membuatnya minder.

Chanyeol menoyor kepala Kyung Soo dengan brutal. “Tujuh tahun mencintai diam-diam, siapa yang lebih mengerti Riyoung darimu! Kau hanya terlalu pasif, padahal kalau dilihat-lihat Riyoung juga menyukaimu.”

Sebelum sempat Kyung Soo membalas ucapan Chanyeol, hentakan lembut pada pundaknya refleks membuatnya menoleh. Kyung Soo merasa wajahnya memanas saat itu. Wajah yang secara diam-diam selalu dipotretnya, kini berdiri tepat di hadapannya.

“Ahh, ternyata benar ini kau Kyung Soo.” Riyoung tertawa bahagia sambil memeluk Kyung Soo. Kyung Soo yang masih mengumpulkan nyawanya saat bisa melihat Riyoung secara lebih dekat hanya bisa terpaku tanpa membalas pelukan Riyoung. Mungkin ini lebih baik baginya, jika membalas mungkin ia tidak akan pernah mau melepaskannya. Kyung Soo baru menyadari Riyoung tidak lagi memeluknya saat melihat Riyoung tengah memeluk Hyuna dan Chanyeol bergantian. Melihat reaksi Kyung Soo yang sangat lucu membuat Chanyeol berusaha keras menahan tawanya.

“Di mana Baekhyun?” Tanya Riyoung seraya menggeser kursi dan duduk di sebelah Kyung Soo. Mungkin saat itu Kyung Soo sudah seperti ikan mujair yang kekurangan air.

Chanyeol menatap Hyuna yang tampak sumringah saat mendengar nama itu disebut. Nama yang dari tadi sebisa mungkin tidak ditangkap oleh telinganya. Nama laki-laki yang selama tiga tahun selalu melindunginya, nama laki-laki yang membuatnya harus memendam cintanya pada Hyuna, nama laki-laki yang membuatnya sebentar lagi akan lenyap dari kehidupan Hyuna.

“Entahlah, aku juga belum melilhatnya.”

“Ehh, dia tidak satu kampus bersama kalian?” Tanya Riyoung lagi.

“Kau tidak tahu ya, dia kuliah di Jepang. Mengambil Teknik Elektro!” Jawab Hyuna antusias.

Tidak mau membiarkan Baekhyun menjadi bahan obrolan Hyuna dan Riyoung, membuat Chanyeol berpikir keras untuk mengalihkan obrolan mereka. Tanpa berpikir panjang nama Kris yang baru pertama kali didengarnya segera keluar begitu saja.

“Kris! Bagaimana dengan Kris, kau tidak datang bersamanya?” Kata Chanyeol setengah berteriak.

“Kris?” Riyoung mengulang kata-kata Chanyeol dengan alis terangkat.

“Kata Kyung Soo, kau ada hubungan khusus dengannya.” Jawab Chanyeol ragu-ragu. Ia lupa jika membicarakan Kris memang akan menghindari telinganya untuk tidak mendengar nama Baekhyun, tapi ia baru ingat bahwa Kris adalah orang yang telah merebut Riyoung dari Kyung Soo. Chanyeol menatap Kyung Soo yang menunduk dan memilih tidak ikut dalam pembicaraan.

“Kris? Kyung Soo. Aigoo, darimana kau mendapat gosip seperti itu?” Riyoung menggamit lengan Kyung Soo yang tengah menunduk sambil terkekeh. “Dia hanya rekan kerja, tidak lebih dari itu.” Lagi-lagi Riyoung terkekeh. Lucu rasanya mendapati Kris digosipkan dengannya.

“Apa kau datang seorang diri?” Chanyeol ingin mengetahui lebih banyak lagi, pasti hal ini akan membantu Kyung Soo yang selalu menyembunyikan keberadaannya dari Riyoung.

“Nee. Wae?” Tanya Riyoung tanpa curiga.

“Namjachingu?”

“Aku?”

Chanyeol mengangguk bersemangat.

“Tidak ada.” Jawab Riyoung kalem.

“Tidak mungkin.” Sanggah Hyuna. Hyuna tertawa kecil saat melihat ekspresi harap-harap cemas Kyung Soo.

“Nee, aku memang tidak punya. Apa ada yang salah?”

“Masa sih tidak ada laki-laki yang menarik perhatianmu.” Chanyeol tersenyum jahil. Selain tempat curhat Kyung Soo, ia juga punya pekerjaan sampingan sebagai penggoda Kyung Soo, maksudnya menggoda Kyung Soo adalah hobi yang paling digemarinya semasa SMA dulu. Menggali lebih dalam kehidupan Riyoung pasti akan membuat jantung Kyung Soo tidak bisa berdetak dengan teratur.

Riyoung tampak berpikir. “Ada sih.” Riyoung menatap Chanyeol sayu. “Tapi sepertinya dia tidak tertarik padaku.” Sambung Riyoung kalem.

“Kenapa begitu?” Desak Chanyeol.

“Ya, tidak ada tanda-tanda ia mau mendekatiku selama tujuh tahun ini.”

Hening.

Aula mulai dipenuhi dengan siswa-siswa alumni yang mulai berdatangan. Riyoung tampak bersenda gurau dengan teman-teman lamanya, Xiumin dan Tao, membuat Kyung Soo memutuskan untuk menjauhkan diri, memutuskan untuk bergabung bersama Chanyeol dan Hyuna yang masih setia dengan posisi awal saat pertama kali mereka datang tadi.

“Hyuna, Chanyeol, Kyung Soo, kemari!” Riyoung melambai-lambaikan tangannya dengan bersemangat. Kyung Soo menatap Chanyeol sendu. “Gwenchana, ayolah mereka hanya Xiumin dan Tao, Jangan berlebihan.” Chanyeol menggoda Kyung Soo.

Langkah Hyuna terhenti saat menangkap sosok yang dari tadi dinantikannya, Byun Baekhyun. Tanpa perlu diaba-aba Hyuna langsung menghamburkan diri pada Baekhyun. Air matanya turun tanpa diperintah membasahi kemeja yang dipakai Baekhyun.

“Kenapa baru datang?” Hyuna berpura-pura marah di sela-sela isakan tangisnya, membuat  yang ada di sana tidak bisa untuk tidak berteriak riuh. Chanyeol membuang muka, disatu sisi ia merindukan sosok sahabatnya tersebut tapi di sisi lain  ia juga harus benar-benar merelakan Hyuna bersama Baekhyun. Kyung Soo, satu-satunya orang yang mengetahui perasaan Chanyeol meremas pundaknya menenangkan, bagaimanapun ia tidak bisa memungkiri sakitnya memendam perasaan.

“Ahh, kau masih saja cengeng seperti itu Cho Hyuna!” Baekhyun mengacak-acak rambut hitam Hyuna yang tergerai, membuat Chanyeol mendesah. Tadi, saat ia menarik sedikit rambutnya, Hyuna langsung memarahinya, tapi saat Baekhyun yang melakukannya Hyuna malah tersenyum bahagia, seolah rambutnya hanya boleh disentuh oleh orang bernama Byun Baekhyun.

“Hey Chanyeol!” Panggil Baekhyun saat menemukan Chanyeol berdiri di belakang Hyuna. “Sobat kecilku!” Baekhyun merangkul Chanyeol, kini mereka bertiga tengah berpelukan bersama.

Setelah melepaskan pelukannya, Baekhyun memandang Hyuna dan Chanyeol bersamaan. “Ahh, irinya aku melihat kalian. Kalian benar-benar serasi. Harusnya aku juga mengajak Nana ke sini.”

“Nana? Nuguseyo?” Tanya Hyuna.

“Ya Tuhan!” Baekhyun menepuk jidadnya. “Sepertinya aku lupa memberitahu kalian. Dia adalah yeojachinguku.” Ada nada kebanggaan saat Baekhyun mengatakan yeojachingu.

“Yeojachingu?” Hyuna mundur menjauh dari Baekhyun. “Bukankah kau bilang bahwa kau tidak ingin memikirkan hal itu dulu?” Hyuna merasa pipinya memanas, jantungnya berdetak tak karuan, takut mendengar kalimat Bekhyun selanjutnya.

Baekhyun terdiam, bukannya ia lupa akan kata-katanya dulu, hanya saja Hyuna tidak tahu bahwa ia… Baekhyun memandang Chanyeol seolah meminta bantuan untuk menenangkan Hyuna, tapi Chanyeol malah mengalihkan pandangannya seolah tidak peduli pada dirinya. Baekhyun semakin bingung akan tingkah kedua sahabatnya tersebut. Setelah terjadi keheningan yang cukup lama, Baekhyun malah mendapati Xiumin yang menarik Riyoung untuk menjauh dari mereka, diikuti oleh Kyung Soo dan Tao. Baekhyun semakin resah memikirkan jawaban apa yang harus diberikannya pada Hyuna.

“Untuk apa memikirkan hal itu? Bukankah kau dan Chanyeol juga sekarang sudah bersama?” Kata Baekhyun kaku. Chanyeol membulatkan matanya tidak percaya, sedangkan Hyuna hanya memandang Baekhyun dengan tatapan kosong.

To Be Continued…

5 comments

  1. gorjesspazzer world's · May 9, 2012

    #Gubrakk ….
    D.O D.O D.O ….
    Kenapa ga ngomong” siih sama Riyoung ???
    Iiiii gregetan bangett sama pasangan satu ini !!!
    Kenapa Nisa berpikiran Riyoung sama Kris siih ???
    Kris itu udah sama AKU !!! /plakk *abaikan
    Kenapa Baekhyun ??
    Terus emang janji apa sama Hyuna ??
    Ditunggu kelanjutannya yya chingu ….
    Jangan lama” …

  2. princelee86 · May 10, 2012

    D.O. cepat nyatain perasaanmu, masa 7 taun mendem gt, emang ga capek apa? haha. .
    Chanyeol yg imut, nyatain juga perasaanmu ke Hyuna, kan baekhyun udah pny cewek tuh.
    ini kok ceritanya pada seneng mendem perasaan ya? ^^
    lanjutin ya author ^^

  3. Moon Yeon ♥ Myungsoo · July 24, 2012

    sedihnya pas bagian TBC nya -_-
    lagi mw nangis eh malah TBC…. -____-

  4. Wei - Ni · February 7, 2013

    D . O … itu sabar atau PABO yah ? mendam perasaan suka kok sampai bertahun -tahun ??????????? tar keduluan namja lain … nangis guling2 loh …. ….

  5. Love my Baekhyun · January 5, 2014

    ahhh memendam perasaan 7 th,nyeseknya juga 7 tahun.
    BaekHyun,datang2 udah matahin hati satu orang.
    keren chingu,lumayan rumit😀

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s