[Part 16] Domus Aurea Romance

Title : Domus Aurea Romance
Author : Ichen Aoi
Cast : Kim Seoyeon
Lee Donghae Super Junior
Chunji Teen Top
Choi Minho SHINee
Support cast : banyak, temukan sendiri Hhee…
Note : Sekuel ke dua dari Dormitory High School
Backsound : Shock – Beast

==

Donghae pulang ke-apartemen dengan kesal. Eunhyuk memandanginya dengan tidak kalah kesal sedangkan Key dan Kevin hanya memilih untuk diam.
“Hyukie kenapa kau tidak bilang soal perjodohan itu?”
“Aku kan sudah mau bilang tapi kau malah menyuruh ku pulang” gerutu Eunhyuk.
Donghae akhirnya duduk disofa lalu menghenyakkan tubuhnya. Ia memainkan gelang peraknya dengan bimbang.
“Diam dan ikuti saja, jika sudah keterlaluan kita akan bertindak bersama. Bagaimana?” usul Key yang akhirnya menyuarakan sarannya.
Semua mengangguk setuju.

Diluar dugaan, Mrs. Lee sudah mengumumkan tanggal pertunangan antara Donghae dan Yeona lebih cepat dari pada yang seharusnya.
Rencana Mrs. Lee sudah semakin matang bahkan Yeona terus berada disekeliling Donghae. Dan mengumumkan semua ini hanya tinggal menunggu waktu saja. Tidak hanya Donghae, ketiga temannya yang lain juga mengalami tekanan karena dipaksa membantu untuk mengawasi dan menjaga gerak – gerik Donghae.

“Nyonya Lee. Semuanya sudah siap. Para wartawan sudah ada dibawah”
Yoona tersenyum lalu mengajak Yeona ke aula bawah untuk menghadapi jumpa pers.

Sementara itu Jaejoong dan Jessica sedang sibuk membuat makan malam untuk menyambut Kibum yang baru kembali dari Amerika setelah beberapa waktu yang lalu menghilang begitu saja. Seoyeon membantu orangtuanya menyiapkan perlengkapan makan. Kibum yang iseng itu langsung menyalakan televisinya di channel yang kurang tepat karena menyiarkan live conference pers yang tengah berlangsung.

“… Ya, saya akan mengenalkan calon pendamping putra saya yang akan mewarisi seluruh kekayaan Domus Aurea Commpany. Dia adalah Choi Yeona. Dan putra saya Lee Donghae…”

Jessica dan Jaejoong langsung menoleh kearah televisi.
“Lee Donghae?”
“Seoyeon –a? bukankah itu foto namjachingu mu yang pencemburu itu?” tunjuk Kibum.
“Ehhhh…”
Jessica dan Jaejoong langsung memperhatikan foto itu dengan lekat dan melirik kearah putri mereka yang tampak kebingungan itu.
“Seoyeon –a, kau lupa pesan eomma pada mu?”
“Eomma… aku baru tahu hari ini kalau Donghae oppa…”
“Jauhi dia, Seoyeon! Appa tidak akan merestui kalian”
Jaejoong tiba – tiba bicara dengan nada yang menekan lalu meninggalkan meja makan. Seoyeon menundukkan kepalanya dan memutuskan untuk diam sementara Jessica mengusap kepala Seoyeon dengan lembut.
“Eomma akan bicara pada appa mu, tapi sebaiknya jauhi Donghae Lee”
Jessica pergi menyusul Jaejoong sedangkan Kibum menatap semuanya dengan tidak mengerti. Ia bisa melihat kalau Seoyeon merasa sangat bersalah akan kejadian ini. Ia mendekati yeodongsaengnya itu lalu memberikannya sebuah pelukan hangat.
“Tenanglah. Semua akan baik – baik saja”

***

Hari ini suasana di Domus Aurea High School tampak cukup tegang karena semua sudah mendengar kabar soal pertunangan yang akan terjadi antara Donghae dan Yeona, yeoja asing yang sama sekali tidak mereka kenal.
Sedangkan mereka mengkhawatirkan soal perasaan Seoyeon, siapa juga yang tidak mengenal pasangan fenomenal itu? ketua OSIS yang sangat keren dan seorang yeoja pertama disekolah luar biasa itu. Youngmin dan Niel langsung menghampiri sunbaenya itu dengan tergesa – gesa. Mereka sudah sangat dekat karena Seoyeon yang berhasil membuat ketiga namja urakan itu tidak berbuat onar lagi disekolah.

“Sunbaenim!!”

Teriakan Youngmin sukses membuat Seoyeon menoleh dan menatapnya dengan tersenyum datar. Youngmin langsung berlari dan memeluknya dengan hangat sedangkan Niel tampak berdiri khawatir dibelakangnya.

“Kenapa tiba – tiba begini?” tanya Seoyeon sambil menyunggingkan senyumnya tepat didepan wajah Youngmin yang memandangnya dengan tenang.
“Noona, gwaenchanayo??”
“Ne. tidak ada yang perlu dikhawatirkan”
“Jinjja?” kali ini Niel yang bertanya dan memandangi sunbaenya itu dengan tatapan ragu.
“Ayolah~ kalian sudah mengenal diri ku bukan satu atau dua hari kan?”
Seoyeon mengangkat sebelah alis matanya lalu mengedarkan senyuman yang menunjukkan kalau ia baik – baik saja. Meski kenyataannya, hatinya dalam keadaan tidak baik saat ini. Bagaimana ketika ia tahu kalau orangtuanya tidak menyukai keluarga Lee karena keluarga itu telah membuat kesuksesan appa dan eommanya bangkrut hingga memaksa Kibum, oppanya, untuk belajar keras demi mendapat beasiswa.

“Justru karena kami mengenal mu cukup lama maka kami tahu diri mu, noona”
Chunji datang entah dari mana. Ia memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana seragamnya. Banyak yang hari ini mengenakan syal, mengingat ini adalah musim dingin. Seoyeon menoleh lalu tersenyum samar.
“Kembalilah kekelas kalian, jangan jadi tukang pembolos. Arraseo?”

Seoyeon mengusap kepala Youngmin dan Niel bergantian lalu saat jemari lentinya hendak pindah pada rambut Chunji yang tertata rapi, namja itu malah menahan tangannya. Ia memegang pergelangan tangan yeoja itu cukup kuat.
“Kalian kembalilah kekelas, aku ada urusan dengan sunbaenim”
Youngmin dan Niel melirik sekilas lalu tersenyum dan menepuk bahu Chunji. Sedangkan Seoyeon menatap hoobaenya itu dengan heran.
“Mwoya?”
“Kajja!!”
Chunji menggiring yeoja itu untuk mengikutinya sampai ke lorong sekolah yang lumayan sepi. Ia membiarkan Seoyeon bersandar pada dinding kokoh bangunan itu sedangkan ia sendiri sibuk memandangi rumput liar yang tumbuh disekitar situ.
“Aku baik – baik saja” bisik Seoyeon pelan bahkan nyaris tidak terdengar.
“Jangan bercanda! Kalau kau ingin menangis, kenapa tidak menangis saja?”
“Aku tidak mau!”
“Karena kau terlalu gengsi untuk mengakui kalau kau menderita huh?”
“Memangnya apa yang tahu tentang aku?”
“Memang aku tidak lebih mengenal mu dibanding Donghae hyung tapi aku jauh lebih baik darinya, hanya itu”
Seoyeon hanya tersenyum mendengar ucapan Chunji. Namja itu berbalik dan kini berdiri menghadap Seoyeon. Bahkan yeoja itu baru menyadari kalau hoobaenya ini cukup tinggi untuknya.
“Molla. Aku terlalu mencintainya… sangat mencintainya…” ucap Seoyeon dengan lirih.
Chunji meraih tubuh mungil yeoja itu lalu memeluknya dan membiarkan Seoyeon lagi – lagi menangis didalam pelukkannya.

***

Minho mendapat kabar buruk hari ini, memang bukan kabar buruk yang akan menimpa dirinya tapi akan menimpa seseorang yang sangat dicintainya sejak dulu.

“Yeona bahkan sekarang ini terus berada disekeliling Donghae!”
Onew bicara dengan nada yang terdengar cukup putus asa. Ia tahu dengan pasti, bagaimana Minho terhadap Seoyeon. Jika yeoja itu terluka maka dongsaengnya itu seolah ikut merasakannya juga. Makanya ia sempat membenci Seoyeon yang malah memilih bersama namja bermasalah bernama Lee Donghae itu.
“Hyung tidak bisa bicara dengannya agar ia menolak semua ini?”
“Minho, ku rasa kau tahu kalau adik mu itu menyukainya sejak kecil?”
“Ya tapi tidak dengan cara merebut kebahagiaan orang lain!”
“Minho, bukankah kau pernah seperti itu?”
“Tapi pada akhirnya aku menyerah dan terbaring dirumah sakit ini!” ucap Minho dengan nada yang lirih dan membuat Onew menyesal telah bicara seperti itu.
Onew menghela nafas panjang lalu menatap dongsaengnya itu dengan khawatir.
“Tenangkan dirimu, kita akan pikirkan caranya!”
“Ne”
Minho memutuskan untuk menurut saja. Lagipula meski sekarang ini ia ada di New York ia tidak akan ketinggalan satu potong berita pun tentang Seoyeon yang berada di Seoul. Sama seperti beberapa tahun yang lalu, saat ia memutuskan untuk menjalani perawatan di kota itu.

***

Donghae tampak putus asa ketika ia sama sekali tidak bisa menghubungi Seoyeon. Yeoja itu tidak mengangkat teleponnya bahkan mematikan ponselnya. Belum lagi teleponya di reject berkali – kali. Ia sudah beberapa kali mondar – mandir diruangan itu tanpa alasan yang jelas.

“Hyung!! Duduklah!! Kau menganggu pekerjaan ku, hyung!” keluh Key yang tampaknya cukup pusing dengan sikap Donghae.
“Kembali ke kantor! Kajja!” Eunhyuk menariknya cukup kuat.
Namun ia dihalangi oleh Kevin yang entah kenapa belakangan ini berubah jadi cukup berani dalam menghalangi sikap – sikap Eunhyuk.
“Hyung, lebih baik kita biarkan Donghae hyung bicara pada Seoyeon”

“Kevin benar, lagipula Seoyeon harus kesini untuk memberikan beberapa laporan berjangka” sahut Key dari balik meja kerjanya. Ia menghela nafas lalu melirik jam tangannya.
Eunhyuk memutuskan untuk kembali duduk. Sedangkan Donghae malah berdiri mematung ditengah ruangan itu.

Tidak perlu waktu lama, karena beberapa saat kemudian pintu itu menjeblak terbuka dan memperlihatkan seorang yeoja dengan rambut panjang indahnya yang terurai dengan begitu rapi. Ia melirik kedalam dan berusaha mengabaikan Donghae yang menatapnya, meminta penjelasan atas sikapnya.
“Ini!” Seoyeon menyodorkan beberapa berkas laporan didalam map pada Key.
Ia menghela nafas berat lalu kembali melangkahkan kakinya menuju pintu namun Donghae langsung menariknya kedalam pelukkannya.

Tampaknya Donghae tidak peduli dengan kehadiran Eunhyuk, Key dan Kevin sehingga ketiganya memutuskan untuk pindah keruang dalam dengan tenang.

Seoyeon berusaha melepaskan dirinya dari pelukkan Donghae yang cukup erat.
“Oppa~…”
“Seoyeon –a, kau pernah berjanji pada ku untuk mempercayai ku kan?”
Donghae melepaskannnya lalu menatap Seoyeon dengan putus asa sambil melangkahkan kakinya didalam ruangan itu tanpa arah yang jelas.
“Aku percaya pada mu”
“Lalu? Ada apa dengan sikap mu?!”
Kali ini Donghae mencengkeram bahu Seoyeon dengan cukup kuat. Membuat yeoja itu kesakitan dan menatap Donghae dengan tidak tega. Ia tidak ingin namja yang dulunya kokoh ini hancur karena dirinya. Karena mungkin saja itu bisa terjadi, melihat kondisi saat ini saja Donghae sudah tampak cukup berantakan dan lelah.
“Aku tidak bisa melakukannya tanpa persetujuan dari orangtua kita”
“Tapi orangtua mu setuju kan? Mereka selalu menerima ku dengan senang hati!”

Seoyeon menatap mata Donghae cukup dalam. Ia merasakan matanya mulai panas. Namun ia sedang tidak ingin menangis didepan namja itu saat ini. Atau semuanya akan terasa lebih berat dari sebelumnya.
“Tidak lagi setelah appa dan eomma ku tahu kalau oppa berasal dari keluarga besar itu”
“Maksud mu?”
“Direktur Lee dan istrinya, eomma mu. Sudah membuat kondisi keuangan keluarga ku memburuk. Bahkan membuat aku dan Kibum oppa harus mati – matian berjuang mendapatkan beasiswa untuk pendidikan kami”
“Maksud mu… appa dan eomma ku membuat orangtua mu bangkrut?”
“Ne. Dengan mencoreng nama baik perusahaan fashion yang dibangun ornagtua ku dengan susah payah”
Seoyeon mencoba menatap mata Donghae namun ia tidak bisa. Ia mencintai namja itu namun ia tidak ingin melukai perasaan orangtuanya. Donghae menghela nafas keras lalu menatap Seoyeon dengan hati – hati.
“Tampaknya tidak ada cara lain, Seoyeon –a”
Ekspresi Donghae berubah drastis menjadi ekspresi datar yang mampu membuat Seoyeon takut. Ia tidak pernah seperti ini sebelumnya.

Tanpa diduga, Donghae langsung mengunci tubuh Seoyeon ditembok dan mulai mencium bibirnya dengan paksa. Seoyeon terkejut, ini bukan Donghaenya. Bahkan yeoja itu menangis ketika tangan Donghae mencoba melepas kancing seragamnya.

*buk!*

Eunhyuk menarik Donghae dan memukulnya sedangkan Kevin langsung membuka almamaternya untuk menutupi tubuh mungil Seoyeon dengan seragamnya yang mulai tidak beres. Key menahan Eunhyuk dan Donghae agar mereka tidak terlibat perkelahian sengit. Perkelahian antar saudara sepupu itu bukanlah hal yang baik. Mereka bisa menjadi sangat menyeramkan.
Seoyeon menangis, ia terisak cukup kuat namun Kevin memeluknya, berusaha untuk menenangkannya.

“Kau gila Donghae!! Apa yang akan kau lakukan padanya kalau kami tidak datang tadi huh?!” teriak Eunhyuk cukup keras sambil menunjuk kearah Seoyeon yang tampak memucat.
Donghae bersandar pada kaki meja dan menunduk. Key menatapi keduanya dengan prihatin.
“Kenapa kalian harus keluar huh?!” akhirnya Donghae bicara juga.
“Karena feeling ku mulai tidak baik ketika aku mendengar sunbae membentak Seoyeon” jawab Key sambil menahan emosinya agar tetap stabil.

Donghae mencoba berdiri lalu menatap Eunhyuk dan Key bergantian. Ia tersenyum kecil namun wajahnya tampak cukup lelah dan penuh dengan beban.
“Sudah ku bilang kan? Tidak ada cara lain. Apa kalian lebih ingin melihat ku menderita? Teman macam apa kalian ini?”

*buk!*

Lagi – lagi Eunhyuk melayangkan tinjunya. Ia menatap Donghae dengan tajam.
“Apa kau tahu sikap mu membuatnya shock dan ketakutan huh?!”
“Tidak mungkin kan? Kami sama – sama saling mencintai”
Donghae sama sekali belum menyadari kondisi Seoyeon yang tampak terguncang.
“Seharusnya kau pakai mata mu untuk melihat dan otak mu untuk berfikir, Lee Donghae!”

Donghae berusaha mencerna ucapan Eunhyuk lalu menatap Seoyeon yang berada ditempat yang tadi. Ia menangis cukup hebat karena tubuhnya terguncang. Sedangkan Kevin terus mengusap kepalanya layaknya seorang ibu.
Donghae melangkahkan kakinya untuk mendekati yeoja itu. Kevin yang menyadarinya langsung berdiri dan agak menjauh untuk memberikan ruang bagi Donghae. Namja itu memandangi Seoyeon yang berjongkok itu untuk beberapa saat lalu memegangi bahu yeoja itu dan membantunya berdiri. Seragam atasnya cukup berantakan dan membuat Donghae agak terkejut. Ia benar – benar tidak sadar akan sikapnya yang mulai gila tadi.
Ia memeluk Seoyeon lalu air matanya mulai jatuh di bahu yeoja itu. sedangkan Seoyeon masih terus terisak dan menggigil karena sentuhan Donghae yang kini terasa asing baginya. Ia tidak pernah disentuh atau pun menyentuh namja manapun kecuali jika ia ingin bersalaman kepada yang lebih tua darinya. Ia juga belum pernah menjalin hubungan dengan namja manapun kecuali sebuah persahabatan dengan Minho.
“Mianhe” lirik Donghae.

Eunhyuk, Kevin dan Key mulai tenang karena sikap Donghae telah kembali. Kadang namja itu memang bisa berubah menjadi orang lain yang cukup berbahaya dan itu alasan kenapa ketiganya tidak membiarkan Donghae sendirian kapan pun dna dimanapun itu.

Donghae menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah yeoja itu. Seoyeon tampak pucat namun ia menyunggingkan senyum disana sambil mengangguk lemah.
“Ne, uljima…” bisik Seoyeon.
Donghae dengan perlahan merosot, ia berjongkok dilantai ruangan itu.
Seoyeon yang masih terisak sudah sedikit tenang, ia mencoba mengerti keadaan Donghae meski ia cukup shock akan hal tadi. Ia mengikuti Donghae lalu kini ia –lah yang memeluk namja itu.
“Tenang saja. Aku hanya sedikit terkejut oppa, aku baik – baik saja. Aku mengerti posisi oppa. Hajiman… Jangan berlaku seperti tadi lagi… Jebal”

Donghae masih membenamkan pelananya diantara tangan dan lututnya, ia masih terisak pelan. Sedangkan Seoyeon memeluknya sambil mengusap kepala namja itu dengan lembut. Ia tahu namja itu pernah kesepian dan kesepian ditengah kemewahan itu adalah hal yang cukup menyakitkan.

Tanpa disadari, Eunhyuk, Kevin dan Key mulai berkaca – kaca melihat kejadian yang sedang berlangsung dihadapan mereka itu.
“Aku tidak bisa membayangkan bagaimana hidup mereka kalau mereka sampai terpisah” bisik Eunhyuk pelan.
“Aku tidak ingin melihat hyung dan sahabat ku hancur” isak Kevin pelan.
“Aku punya rencana!” bisik Key dengan datar.
Eunhyuk dan Kevin menatap Key dengan tercengang. Entah idea pa yang terlintas didalam benak Key saat ini.

TBC

One comment

  1. Lola · August 13, 2012

    Kasian donghae oppa sm seoyeon eonni😦

    Huaaa huaa huaaa Daebak bgt crita’a🙂
    Konflik’a dpt bgt ..
    Huaa author Keren🙂
    Trs berkarya ya , Fighting !

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s