[ONESHOT] TIME

Title : Time
Author : Ichen Aoi
Cast : You, Zhang Yixing & Xi Luhan
Support cast : Kai, Sehun & Kris

..

TIME

by Ichen Aoi

..

*Tick Tock Tick Tock*

Jam dinding itu masih sama. Masih terpampang diatas sana dengan bunyinya yang senada dengan detak jantung ku. Detak jantung setiap aku menantikannya.

Selalu…

Tiada henti…

Menantikannya kembali kedalam kehidupan ku. Tidak peduli seberapa dalamnya aku terperosok. Aku hanya ingin tahu sebesar apa cintanya untuk ku. Jika sudah mengetahuinya mungkin aku akan tenang. Dan aku tidak akan menunggunya lagi didalam ruangan kosong ini.
Mungkin saja aku merindukannya kan?

*cklek!*

Pintu itu terbuka dan ia masuk dengan senyum riangnya yang biasa. Ia datang tanpa rasa canggung lalu memelukku dengan hangat. Aku hanya membalas senyumannya dengan seadanya.

“Luhan, kenapa datang sendiri? mana yang lain?” tanya ku dengan tenang, berusaha agar irama jantung ku tidak terdengar olehnya.

Namja manis ini…
Namja tampan ini…
Satu – satunya orang yang bisa meruntuhkan ke-ego-an ku. Dia memang tidak setampan dan sekeren Kris, tidak sepandai Tao dan tidak sepopuler namsaeng ku si Kai. Tapi ia segalanya bagi ku.

“Jangan bilang kau merindukan Lay lagi” Kali ini ia bicara tanpa senyuman cerianya. Aku hanya menghela nafas berat. Zhang Yi Xing atau Lay, dia adalah cinta pertama dalam kehidupan ku. Cinta ku yang sudah berada di surga. Aku masih ingat pertemuan canggung kami. Pertemuan yang tidak akan pernah ku lupakan. Pertemuan yang pernah membuat ku menolak Luhan.Jangan katai aku bodoh, karena aku tahu itu. Lay selamanya adalah Lay dan Luhan selamanya adalah Luhan. Mereka berbeda dimata ku.

“Hhaaa… Jangan menyebut namanya semudah itu didepan ku. Ngomong – ngomong, dimana Kai?”
“Dia sibuk bersama Sehun”
“Kau tidak mencoba untuk bersama Sehun lagi?”

Luhan melirik kearah ku dengan galak. Aku yakin dia mengira aku mulai tidak waras, mempercayai hubungan ‘real’ mereka yang ternyata hanyalah sepasang kakak-adik yang kelewat complex menurut ku.

“Kauuu… seperti yang lainnya?”
“Itu salah mu! bukan salah mereka. Toh kalian seperti… pacaran?”
“Dia adik ku semata wayang”

Luhan membuat kerucut kecil pada bibirnya dan dia terlihat sangaat manis. Hhaa… Dia memang manis dan tampan juga cantik dalam satu waktu. Benar – benar tipe ku, tapi kepolosan tatapan Lay seolah tetap memenjarakan ku dalam kesendirian.

*cklek!*

“Siapa yang kau bilang adik mu hyung?” lirik Sehun dan Kai yang ternyata sudah pulang. Aku menyambut mereka dengan senyuman sambil menghampiri dan membawa barang belanjaan mereka.

“Untuk noona”
Kai menyodorkan sebuah tas belanja. Aku membuka dan meraihnya. Sebuah mini dress. Rasanya aku mengenal dress ini. Tapi entah dimana. Rasanya tidak dengan Lay-ku.

“Kris hyung bilang noona pernah menyukai ini saat…”
“Arraseo!” Aku menghela nafas berat.

Aku bisa melihat kalau Kai menghela nafas berat, Sehun menepuk bahunya pelan. Sedangkan Luhan hanya bisa diam disana sambil menatap ku dengan tenang.

Seharusnya aku tahu dan ingat bagaimana Kris oppa selalu memperhatikan ku. Dia kehilangan adiknya dan adiknya sangat mirip dengan ku. Ku rasa itu alasan dia menyayangi ku dan terlalu melindungi ku.

“Sudahlaahh… Kalian ini kenapa sih? Aku sudah bilang kan kalau aku baik – baik saja? Kalian bisa pulang ke dorm kalian dan… dan… mengemasi barang milik Yixing…”

Aku berusaha mengulas senyuman dibibir ku yang terasa beku. Aku sudah tidak tahu sampai kapan batas ketahanan ku. yang ku tahu aku disini untuk menunggunya. Dia berjanji akan menjemput ku!
Ia berjanji pada ku!
Aku mempercayainya, ia tidak akan mengecewakan ku! Tidak akan pernah!
Air mata mengalir dengan perlahan. Aku bisa merasakan kalau pipi ku basah. Kai langsung mendekat dan meraih tubuh ku yang mulai bergetar. Dia membuat ku iri, dia adik ku tapi dia jauh lebih tinggi daripada aku. Dia adik ku yang seharusnya aku jaga dan aku lindungi tapi yang terjadi malah sebaliknya.

“Noona, gwaenchana”
“Jonginie~ apa salah ku? katakan!! hiks…”
“Noona…”
“Kenapa? Kenapa semua ini harus terjadi pada ku?! Katakan!!”

Aku mulai memukul Kai dengan sisa tenaga yang ku punya. Adik kesayangan ku itu hanya bisa diam lalu berusaha memeluk ku untuk menenangkan ku. Aku tidak bisa mengontrol emosi ku. Karena aku sudah tidak tahan lagi. Aku tidak akan bisa lagi atau aku akan hancur dengan perlahan.

Jika aku bisa mengatur waktu, aku akan membuat dia tidak akan pernah melupakan janjinya dan ia tidak akan pernah meninggalkan ku sendirian seperti ini.

“Noona, ku rasa kami akan bermalam lagi hari ini disini”

Sehun menatap ku dengan lembut. Mungkin saja dia kasihan dengan ku. Sejak Lay pergi dalam arti benar – benar pergi. Aku tidak sekalipun meninggalkan tempat ku. Karena aku tidak ingin Lay mencari ku untuk menjemput ku. AKu tidak ingin ia kecewa dan lelah karena aku.

“Tidak. Sebaiknya kalian pulang! Kalian besok harus sekolah kan?”
“Hajiman noona…”
“Jonginie -a… Menurutlah pada noona mu ini” pinta ku.

Aku akui kalau aku egois. AKu tahu Kai tidak akan membantah jika aku sudah bersikap seperti ini. Ia menghela nafasnya dalam – dalam lalu menatapku dengan penuh kekhawatiran. Setidaknya aku berterimakasih karena dianugrahi namsaeng seperti dia.

“Noona membuat ku khawatir”
“Hhaaa… Aku bukan anak kecil lagi”
“Baiklah! Kami pergi, kajja Kai!”

Tampaknya Sehun mengerti kalau aku sedang ingin sendirian. Ia langsung menarik Kai pergi sedangkan Luhan masih terdiam diambang pintu dan menatap ku dengan tatapannya yang dalam.

“Gwaenchana oppa” sahut ku.

Ia hanya mengangguk pelan dan meninggalkan ku kembali kedalam kesunyian ini. Kalian tidak akan mengerti apa yang ku rasakan, karena kalian tidak akan tahu apa yang terjadi.

-flashback-
Aku melirik kalendar. Ahhh~ Ini adalah satu tahun aku dan Yixing berpacaran. Aku tidak menyangka akan secepat ini. Aku masih ingin membeli mini dress yang kemarin ku lihat saat aku mengantar Kris oppa mencari kado untuk temannya. Lay meminta ku untuk tidak pergi kemanapun karena ia berjanji akan menjemput ku dan memberikan ku kejutan. Aku hanya bisa tersenyum membayangkannya.

*ckleck*

Ahhh dia lagi!! Luhan! Selalu saja datang disaat yang tidk tepat. Ia tersneyum canggung kearah ku. Ia melirik kedalam lalu menatap ku dari ujung kepala hingga ujung kaki.

“Mau kemana?”
“AKu?”
“Ya”
“Lay ingin menjemput ku, ku rasa ia punya sedikit kejutan”
“Oh…”
“Kenapa?”
“Kau menunggunya?”
“Ya, memangnya ada apa?”
“Aku akan menemani mu, kalau begitu”

Aku menatapnya dengan bingung. Luhan adalah senior ku di sekolah ku dulu. Kami beda dua tahun. Ia juga salah satu teman Kris oppa, selain Xiumin oppa. Dia orang yang cukup hangat. Dia pernah mengungkapkan perasaannya pada ku. Sayangnya aku sudah memiliki orang yang ku cari.

Kami sudah menghabiskan waktu selama satu jam tapi Lay tidak kunjung datang. Aku benar – benar heran, tidak biasanya ia datang terlambat. Perasaan ku mulai kacau. Semoga dia baik – baik saja.

*brak!*

pintu itu menjeblak terbuka. Aku dan Luhan oppa dapat melihat kalau Baekhyun dan yang lainnya tampak terengah – engah. Entah apa yang sedang terjadi pada mereka namun tampaknya mereka sangat khawatir dan ketakutan.

“Zhang Yixing…”

Tubuh ku mulai menegang. Ku harap tidak terjadi apa – apa padanya.

“Dia mengalami kecelakaan”

Saat itu juga aku merasa semuanya seperti mimpi. Tubuh ku melemas karena tiba – tiba saja aku kehilangan energi. Luhan oppa langsung emnahan tubuh ku agar tidak jatuh. Namun sedetik kemudian aku mendapatkan kembali tenanga ku.

“Antar aku padanya, sekarang!!” pinta ku. Kami semua pergi ketempat Lay dirawat.

Peralatan rumah sakit itu menyakiti tubuhnya. Semua menempel dimana – mana. Matanya terpejam seolah – olah ia sedang tertidur lelap. Ia masih tampan dan tenang. Aku menyukainya…
Tidak…
Aku mencintainya…
Sangat mencintainya…
Tuhan…
Jangan ambil dia dari ku.

Air mata ku sudah mengalir deras. Kai sudah menopang tubuh ku sejak tadi, ia takut sewaktu — waktu aku bisa roboh kelantai. Ia terus mengusap punggung ku dengan lembut, berusaha membuat ku tenang meski kenyataannya tidak berefek apa – apa pada ku. Yang ku butuhkan hanyalah namja ku kembali pada ku.
Ku lihat tangannya bergerak dengan perlahan, harapan ku kembali muncul. Ia membuka matanya benar – benar membuka matanya.

“Lu… han… hyung…”

Kenapa? Kenapa nama itu yang pertama disebutnya? Bukan nama ku?
Apa ia marah pada ku karena mengira aku selingkuh dengan Luhan? Apa dia tahu soal pernyataan Luhan waktu itu?
Luhan melangkah dan mendekat dengan perlahan. Berharap tidak ada masalah disana.

“Lu.. Han.. hyung…”

Lanjutnya lagi dengan suara yang semakin pelan dan nafas yang terengah – engah. Kenapa ia hanya bicara dengan Luhan oppa? lalu bagaiman dengan ku?

“Hyung… ku… mo… hon… jaga… yeoja… ku… untuk… ku…”

Semua terperangah, termasuk Luhan oppa. Aku langsung berlari kearahnya dan menggenggam tangan Lay yang mulai mendingin. Aku menangis sejadinya disana.

“jebal…” lirih ku.

Lay berusaha menyunggingkan senyumannya, sekuat yang ia bisa. Lalu ia berbisik pelan, bisikan yang tidak pernah ku sangka akan menjadi yang terakhir untuk ku.

“Wo… ai… ni…”

*tuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutttttttttttttttttttttttt*

Semuanya terjadi begitu cepat. Aku tidak menangis ketika ia pergi, aku hanya bisa membeku sambil menggenggam tangannya. Tidak ada suara isakan dari ku. Hanya Kai, Sehun dan Tao yang mulai terdengar terisak pelan. Sedangkan aku hanya terdiam disisinya dengan setetes air mata yang jatuh dengan lancarnya.
Aku mencintainya…
Sangat mencintainya…
-flashback end-

Begitulah… Ia menitipkan ku pada Luhan oppa. Dan itu menjadi alasan ku sangat berat melihat Luhan oppa dihadapan ku. Aku selalu mengingatnya tiada henti jika Luhan oppa datang. Sekeras apapun aku mencoba nyatanya tidak akan pernah bisa.
Aku bukan yeoja yang kuat dan tegar. Aku rapuh… sangat rapuh…
Semua ini terasa berat untuk ku, bolehkah aku mengakhiri hidup ku sekarang? Agar aku bisa bersamanya lagi? Tanpa harus terbebani oleh derita ini. Aku melangkahkah kaki ku menuju dapur dan sebuah benda tajam yang cukup ku kenal sedang berdiri disana seolah meminta ku untuk menjamahnya. Dan aku menurutinya. AKu melihat diri ku didalam pantulan pisau itu. “Aku akan bersama mu… tunggu aku…”

*prang!!*

Seseorang mendorong ku dan membuat pisau itu terjatuh serta menimbulkan bunyi yang cukup kencang. Aku menoleh dan mendapati Luhan oppa yang masih mengatur nafasnya itu.

“Kau…”
“Oppa…”
“Bodoh!!”

Ia langsung meraih ku dan memelukku dengan hangat. Kali ini benar – benar pelukan yang menenangkan bukan pelukan candaannya yang biasa, ataukah… sama saja hanya aku yang tidak ingin menyadarinya?

“Saranghae… Jeongmal saranghae… Bukan karena Yixing atau siapapun… Tapi karena aku memang mencintai mu sejak awal” bisik Luhan oppa.

Aku bisa merasakan bahu ku basah. Dia cukup cengeng. Dia… Aku…

“Jangan melakukan hal bodoh itu lagi… jebal…” bisiknya lembut.
“Jangan tinggalkan aku, maka aku tidak akan melakukannya lagi”

Entah atas dasar apa aku bicara seperti itu. Aku juga tidak tahu. Semuanya terjadi begitu saja. Ia melonggarkan pelukannya lalu memegang bahu ku dan menatap ku dalam kemudian mencium bibir ku sekilas.
Dan entah kenapa air mata ku jatuh.
Aku sekarang mengerti kenapa Lay menitipkan ku pada Luhan oppa…
Dia namja yang lembut dan tulus…
Maafkan aku karena selama ini mengabaikan mu. Aku akan mencoba memulai segalanya dari awal. Benar – benar dari awal. Ku harap waktu tidak lagi merebutnya dari ku sampai aku dan dia bisa hidup bahagia bersama.

-END-

5 comments

  1. yyuditha · May 10, 2012

    daebak thor🙂

  2. gorjesspazzer world's · May 11, 2012

    Yeyeyeye Happy ending …
    Makasih yya thor udah di buatkan ff yang main castnya LuHan sama OC nya “YOU” hehehehe
    Aku kira Lay itu pergi hanya sementara
    Ekhh ternyata selama”a
    Pas fb nya kurang menyentuh thor
    Lain kali buat yang lebih mengharukan yya thor …
    Kalau perlu sampe nangis darah *ekh??
    Hehehe

    Oiia ….
    Buat yang Kai atau Kris dong thor main castnya couple nya juga “you”

  3. Verin · June 16, 2012

    Yixing…

  4. wichiril · June 24, 2012

    baguuus~
    happy ending ^^

  5. Moon Yeon ♥ Myungsoo · July 24, 2012

    wahhh daebak…!! ^^

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s