[Part 17] Domus Aurea Romance

Title : Domus Aurea Romance
Author : Ichen Aoi
Cast : Kim Seoyeon
Lee Donghae Super Junior
Chunji Teen Top
Choi Minho SHINee
Support cast : banyak, temukan sendiri Hhee…
Note : Sekuel ke dua dari Dormitory High School
Backsound : I.D.S by JYJ
==

Eunhyuk langsung menarik Donghae dengan cepat untuk masuk kedalam apartemen mereka. Sedangkan didalam sana sudah ada Kevin dan key yang menunggu sejak tadi. Mereka bertiga baru saja merencanakan ide gila yang mungkin akan memunculkan masalah baru.

“Donghae –ya, dengarkan aku! Kita harus membawa Seoyeon kabur! Mungkin hanya ini cara yang baik!” bisik Eunhyuk. Ia tidak ingin pengawas diluar sana melacak ide gila ini. Key yang biasanya berfikiran tenang bahkan kali ini hanya bisa diam dan menatap dengan tatapan kosong sedangkan Kevin tampak sangat cemas.

Donghae menatap mereka bertiga dengan tidak percaya.
“Membawa dia kabur?”
“Ne. Kami berdua yang akan mengurus bawahan Yoona ahjumma” jawab Kevin dengan yakin. Key dan Eunhyuk mengangguk sebagai tanda menyetujui semua ini.
Jujur saja, semua ini ide Key. Bahkan dia yang biasanya tenang dan memiliki ide yang bagus malah mencari jalan singkat seperti ini dan itu sudah cukup menunjukkan seberapa bahayanya keadaan mereka saat ini.

Semua langsung bersiap diposisi masing – masing. Dan mereka akan bergerak malam ini mengingat Mrs. Lee sangat suka memberikan kejutan bisa jadi malah esok hari adalah hari pertunangan Donghae dan Yeona. Eunhyuk mengambil kunci mobilnya dengan cepat dan melemparkan dua mantel tebal untuk Donghae.
Donghae meliriknya dengan heran, “Dua mantel?”
“Untuk menyembunyikan yeoja –mu!” ucap Eunhyuk tidak sabaran dan langsung menarik Donghae pergi dengan perlahan sedangkan Key dan Kevin tampak sedang melancarkan aksi mereka.

***

Donghae mengendap – endap tanpa suara dihalaman depan rumah Seoyeon. Sementara itu Eunhyuk memarkirkan mobilnya tidak jauh dari sana sambil berdoa dalam hati semoga sepupunya itu sukses membawa Seoyeon pergi. Sesekali ia melirik jam tangan mahal yang melingkar dipergelangan tangan kirinya.
“Donghae~ kau membuat ku merasakan sakit jantung!” desisnya kesal.

Donghae terus melancarkan aksinya. Kini ia mencoba masuk kedalam rumah itu lewat pintu belakang. Dan ia telah sampai diruang tamu ada sebuah foto besar terpampang disana. Foto keluarga kecil itu. Mr. Kim Jaejoong duduk ditengah sedangkan disisi kanannya ada Mrs. Jessica Jung dan disebelah kirinya ada Seoyeon. Ia menghela nafas sejenak lalu menatap foto itu.
“Ayah ibu mertua, maafkan menantu mu ini” desisnya pelan.
Lalu ia mengendap – endap menuju lantai 2, ada dua pintu kamar disana. Donghae memandanginya dengan bingung. Ia memutuskan untuk membukanya satu per satu.

*cklek!*

Kamar pertama kosong. Mungkin ini kamar yang biasa digunakan saat sepupu yeoja Seoyeon menginap disana. Kemudian ia berdiri mematung dipintu lainnya, ini benar – benar pertama kali baginya masuk kedalam kamar Seoyeon. Kamar pribadi bukan sekedar kamar asrama yeoja itu di Domus Aurea Dormitory.

*cklek!*

Ia melangkahkan kakinya kesisi tempat tidur, yeoja –nya sedang terlelap disana. Sebersit rasa ragu dalam benaknya. Seoyeon sangat menghormati kedua orangtuanya. Belum tentu ia mau ikut dengan rencana gila Donghae.
Donghae mednekati Seoyeon dengan perlahan. Deru nafas teratur yeoja itu cukup terdengar damai. Ia duduk ditepian tempat tidur Seoyeon dan menatapnya dengan tersenyum kecil. Mengamati wajah yeoja itu dengan penuh penghayatan. Ia ingat bagaimana pertama kali ia mencoba untuk mencium bibir kecil itu. Bulu mata lentiknya cukup panjang dan hitam, tanpa make up dan yeoja –nya itu juga memiliki bola mata cokelat dan semuanya alami, bukan karena make up ataupun contact lens.
Ia menarik nafas pelan lalu mengguncang – guncang tubuh Seoyeon dengan perlahan. Ia sudah bersiap untuk membungkam mulut yeoja itu kalau – kalau tiba – tiba saja ia berteriak. Seoyeon membuka matanya dengan perlahan, ia langsung menahan teriakannya saat melihat ada seorang namja memasuki kamarnya.

“Ssssttt.. ini aku” bisik Donghae.
Seoyeon mengatur nafasnya yang memburu lalu berusaha berfikir dengan jernih. Kemudian ia mulai tenang dan menatap Donghae dengan tidak percaya.
“Mau apa oppa kesini? Kalau appa dan eomma tau, oppa bisa diusir dan kita akan dapat dua kali lipat masalah lagi”
Ia menatap Donghae dengan tatapan memohon. Donghae menarik nafasnya dengan pelan dan mencoba tenang. Sejujurnya ia agak ragu juga.
“Begini, ini semua murni bukan ide ku. Tapi idenya Key”
“Lalu?”
Seoyeon bergerak dari tidurnya, ia mencoba duduk dan bersandar pada tumpukkan bantal lalu menarik selimutnya lebih tinggi. Mengingat ia hanya mengenakan dress tidur yang motifnya agak memalukan untuk usianya yang menginjak 18 tahun. Motif boneka dimana – mana.

“Jadi apa, oppa?”
“Begini, euhm… Key merencanakan semua ini dan ia…”
“Ne?”
“Kabur dari rumah!”
“M-MWO?!”
“Ssssstttt… Seoyeon –a~”

Donghae langsung kembali membungkam mulut Seoyeon. Rasanya jantungnya bisa melompat kapan saja tiap yeoja itu bersiap untuk berteriak karena terkejut.
“Suatu saat nanti orangtua kita pasti akan setuju, bagaimana?”
“Sekolah ku?”
“Masa ujian kan hanya sisa dua bulan saja”
“Aku bisa putus sekolah?”
“Seoyeon –a! kau kan cerdas, kau bisa langsung masuk universitas dengan koneksi ku”

Seoyeon menatap Donghae dengan ragu. Kemudian ia memikirkannya cukup cepat dan memutuskan untuk mengangguk. Ia tidak ingin meninggalkan Donghae sendiri dan hancur seperti kemarin. Donghae tersenyum lalu langsung menarik tangan Seoyeon. Yeoja itu menahannya.
“Kau gila oppa! Aku masih pakai dress tidur!!”
Donghae melirik sekilas lalu wajahnya memerah, ia melepas mantelnya.
“Pakai ini. Dan tidak ada waktu untuk berganti pakaian. Lagipula begitu juga sudah cukup manis kok”

Seoyeon langsung mengambil mantel itu dengan cepat dan memakainya sambil mendelik kesal dan sedikit mencibir jengkel.
“Lihat apa kau huh?!”
“Tidak ada”
Mereka berdua langsung berjalan dengan cepat menuju pintu depan dengan sembunyi – sembunyi sedangkan Kibum tidak sengaja melihat mereka dari dapur. Ia memang punya kebiasaan minum air mineral ditengah malam. Bukannya melarang ia malah memandangi keduanya sambil tersenyum dan meneguk segelas air putih itu.
“Hhee… Dasar anak muda! Tunggu! Seoyeon pakaiannya?? Lho??” Kibum melotot sesaat setelah menyadari kalau dongsaengnya masih memakai dress tidur pemberian eomma mereka yang entah kenapa selalu bermotif layaknya anak kecil.
Namun sedetik kemudian ia menghela nafas pelan sambil berbisik dengan lemah, “Cinta memang indah ya?”

***

Kaburnya Donghae akhirnya diketahui oleh Yoona. Ia langsung menelepon anak buahnya untuk mengejar mobil Eunhyuk yang dipakai untuk aksi itu. Sementara itu Key dan Kevin dikurung dikamar tamu dan ponsel mereka disita.

“Sekarang harus bagaimana?”
“Sebaiknya kita hubungi dengan cara online!” usul Key.
Dengan segera keduanya menyalakan komputer, satu – satunya alat yang masih tersisa. Dengan keahliannya, Key mencoba untuk menyambungkannya dengan komukasi ponsel. Sedangkan Kevin sibuk merangkai angka yang akan dikirim sebagai sandi.

Sementara itu Eunhyuk mengendarai mobilnya dengan santai sambil sesekali melirik kebelakang, kearah Seoyeon yang sesekali kepalanya jatuh karena menahan kantuk. Disampingnya ada Donghae yang sudah tertidur pulas. Ia mengeluh pelan.
“Pasangan yang merepotkan!”

*ddrttt drrttt*

Eunhyuk mengambil ponselnya yang bergetar lalu membuka sebuah pesan singkat yang masuk dengan nomor ip komputer, bukan nomor ponsel. Dengan segera ia bisa menebak siapa pengirimnya. Ia tersenyum kecil lalu membacanya namun sedetik kemudian senyumannya sirna dan berubah jadi wajah panik.
“DONGHAE!! IREONA!!”

Donghae langsung tersentak dan menatap Eunhyuk dengan jengkel.
“Mwoya?”
“Eomma mu sudah tahu kalau kau melarikan diri dengan mobil ku!!”
“HEH?!”

Seoyeon ikut membuka matanya dan menatap keduanya dengan bingung karena tiba – tiba saja mobil sport nan mahal itu langsung melesat dengan kecepatan tinggi.
“Ya!! Oppa!!” keluhnya namun ia tidak lagi melanjutkan ucapannya ketika ia melihat ekspresi serius Donghae dan Eunhyuk. Tidak hanya keseriusan melainkan kekhawatiran dan kepanikkan yang terpeta jelas disana.
“Ada apa?” tanya Seoyeon dengan heran.
“Anak buah keluarga Lee sedang mengejar kita!”
Eunhyuk menjawabnya sambil terus meng-gas mobil itu tanpa mengurangi kecepatannya malah terus menambah kecepatan laju mobil itu. disampingnya, Donghae tampak sibuk membuat koordinasi dengan ponsel Eunhyuk.

Sedangkan dikamar keluarga Lee, Key sibuk mengirimkan koordinasi ke ponsel Eunhyuk. Kevin pun sedang berusaha menyadap semua alat komunikasi anak buah keluarga Lee.

Seoyeon mengginggit bibirnya pelan. Yang ia tahu sekarang ini hanyalah kalau mereka sedang dalam keadaan darurat. Ia tidak tahu seberapa berbahayanya nyonya cantik yang ditemuinya disekolah pecan lalu.

*ccccccccciiiiiiiiiiiiiiiitttttttttttttt*

Suara rem mendadak mobil itu terdengar memekakkan telinga. Rupanya mereka berhasil terkepung. Beberapa orang dengan kacamata hitam dan berbadan tegap langsung memaksa Eunhyuk keluar dari mobilnya dan yang lainnya menarik Donghae keluar.
“Lepaskan aku!!”
“Lepaskan!!”
Keduanya berusaha meronta. Mereka bisa saja menghabisi semua bawahan ini namun dampakanya akan semakin buruk. Semua akan aman saja kalau mereka tidak menemukan Seoyeon yang masih menunduk di jok belakang mobil.

Sayangnya seseorang dari mereka menyadari keberadaan Seoyeon. Ia menghela nafas berat lalu menatap teman – temannya yang lain dan tampak sibuk mengamankan Donghae bersama Eunhyuk.
“Pergilah! Sebelum mereka menemukan mu, ku rasa tuan muda tidak akan suka kalau kau sampai dapat masalah besar”
“Eh?”
Seoyeon menatap namja itu dengan bingung. Ia bisa melihat ada sesuatu berkilat didada kirinya, sebuah nametag bertuliskan ‘Cho Kyuhyun’. Ia langsung membuka pintu belakang dengan sembunyi – sembunyi dan membiarkan Seoyeon berlari sejauh mungkin. Ia menatap lurus kearah teman – temannya yang lain dan sedang berusaha memaksa kedua anak orang kaya itu untuk masuk kedalam mobil.
“Kenapa senang sekali menyulitkan orang lain?” bisiknya pelan lalu memberitahukan teman – temannya bahwa ia yang akan membawa mobil Eunhyuk kembali ke rumah keluarga besar pemilik Domus Aurea itu.

***

*buk!*

Donghae dan Eunhyuk tersungkur kedalam kamar yang sama dengan key dan Kevin. Keduanya langsung memandanginya dengan shock.
“Seoyeon?”
“Seo?”
“Hyuki, Seoyeon dimana?”
“Seharusnya aku yang bertanya kan?”
Keempatnya saling pandang. Namun Kevin tersenyum kecil.
“Mungkin ia bisa kabur. Lagipula dia –kan yeoja yang hebat!”

Namun sesuatu terlintas didalam benak Eunhyuk, ia menatap Donghae dengan shock.
“Hae, jam berapa sekarang?”
“Sebelas malam. Ada apa?”
“Seoyeon berkeliaran diluar dengan pakaian tidur?”

Donghae langsung terkejut dan ia memukul pintu kayu itu dengan keras.
“KELUARKAN AKU!!!”

“Pakaian tidur?” tanya Key dengan bingung.
“Hyung mu ini tidak mengizinkannya mengganti pakaiannya” lirik Eunhyuk.
Kevin langsung membelalakan matanya.
“Aku harus mencari Seoyeon sekarang!!”

Key masih berusaha tenang dan mencari – cari ide kedalam pikirannya. Ia teringat akan adik tiri Donghae, meski tidak tepat namun ini adalah satu – satunya cara yang bisa ia pikirkan. Ia langsung mengambil ponsel Eunhyuk yang lain, namja satu ini mempunyai tiga ponsel dan salah satu darinya berhasil diselamatkan dari sitaan anak buah keluarga Lee.

***

Chunji langsung mengambil jaketnya, ia tahu kalau ia memakai mobilnya maka belum tentu ia bisa keluar dari kediamannya itu tanpa terhalang pihak keamanan. Maka ia memutuskan untuk mengendap –endap lewat pintu belakang. Ia berlari sekencang ia bisa.

Setelah beberapa menit ia berlari akhirnya ia berhenti saat melihat ada seorang yeoja sedang duduk ditepi jalanan yang sepi. Di kursi tempat menunggu bis yang biasanya ramai saat jam – jam tertentu. Ia mendekatinya dengan perlahan.
“Seoyeon noona?”

Yeoja itu menoleh lalu tersenyum, wajahnya tampak pucat.
“Chunji –a…”
Chunji langsung berjongkok dihadapan yeoja itu dan merapikan rambutnya. Lalu mengeluarkan sapu tangan dan mengelap wajah Seoyeon yang bersimbah keringat. Nafas yeoja itu tersengal – sengal.
“Kau tahu? Ini jaket Donghae… Kemana dia sekarang ini? Aku benar – benar takut…” lirih Seoyeon. Chunji menatap mantel itu lalu melepaskannya dari tubuh Seoyeon dan ia memakaikan Seoyeon mantel bulu miliknya.

“Chunji –a…”

*pluk!*

Yeoja itu pingsan. Untung saja Chunji sempat menahannya. Ia pun menahan tubuh Seoyeon lalu menelepon seseorang, lebih tepatnya seorang putra dan pewaris dari jaringan hotel mewah di Korea yaitu Jo Youngmin. Lalu membawa Seoyeon pergi sambil menggendongnya dengan tenang.

TBC

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s