Crush [The End]

Title                 : Crush [The End]

Author             : Siskha Sri Wulandari

Cast                 : Park Chanyeol [EXO-K]

                        : Byun Baekhyun [EXO-K]

                        : Cho Hyuna [OC]

                        : Do Kyung Soo [EXO-K]

                        : Shin Riyoung [OC]

                        : and other…

Genre              : Romance

Rating             : General

Length             : Twoshoot

“Hey Chanyeol!” Panggil Baekhyun saat menemukan Chanyeol berdiri di belakang Hyuna. “Sobat kecilku!” Baekhyun merangkul Chanyeol, kini mereka bertiga tengah berpelukan bersama.

Setelah melepaskan pelukannya, Baekhyun memandang Hyuna dan Chanyeol bersamaan. “Ahh, irinya aku melihat kalian. Kalian benar-benar serasi. Harusnya aku juga mengajak Nana ke sini.”

“Nana? Nuguseyo?” Tanya Hyuna.

“Ya Tuhan!” Baekhyun menepuk jidadnya. “Sepertinya aku lupa memberitahu kalian. Dia adalah yeojachinguku.” Ada nada kebanggaan saat Baekhyun mengatakan yeojachingu.

“Yeojachingu?” Hyuna mundur menjauh dari Baekhyun. “Bukankah kau bilang bahwa kau tidak ingin memikirkan hal itu dulu?” Hyuna merasa pipinya memanas, jantungnya berdetak tak karuan, takut mendengar kalimat selanjutnya yang akan keluar dari mulut Baekhyun.

Baekhyun terdiam, bukannya ia lupa akan kata-katanya dulu, hanya saja Hyuna tidak tahu bahwa ia… Baekhyun memandang Chanyeol seolah meminta bantuan untuk menenangkan Hyuna, tapi Chanyeol malah mengalihkan pandangannya seolah tidak peduli pada dirinya. Baekhyun semakin bingung akan tingkah kedua sahabatnya tersebut. Setelah terjadi keheningan yang cukup lama, Baekhyun malah mendapati Xiumin yang menarik Riyoung untuk menjauh dari mereka, diikuti oleh Kyung Soo dan Tao. Baekhyun semakin resah memikirkan jawaban apa yang harus diberikannya pada Hyuna.

“Untuk apa memikirkan hal itu? Bukankah kau dan Chanyeol juga sekarang sudah bersama?” Kata Baekhyun kaku. Chanyeol membulatkan matanya tidak percaya, sedangkan Hyuna hanya memandang Baekhyun dengan tatapan kosong, sibuk menahan agar air matanya agar tidak tumpah.

            “Sebenarnya apa yang sedang kau bicarakan?” Chanyeol mendekati Baekhyun dan memandangnya dengan tidak suka.

            “Tentu saja hubunganmu dengan Hyuna?” Jawab Baekhyun kalem.

            “Aku dan Chanyeol? Kau pikir kami berpacaran?”

            “Tentu saja, kau pikir untuk alasan apa aku pergi meninggalkan Korea?” Baekhyun menepuk mulutnya, sadar bahwa kalimat terakhir tidak seharusnya ia ucapkan. “Astaga Chanyeol! Jangan bilang bahwa sampai sekarang kau belum menyatakan perasaanmu pada Hyuna. Aku tahu kau sangat menyayanginya.” Baekhyun menyalahkan Chanyeol.

            “Benar aku menyayanginya, tapi hanya sebatas sahabat, tidak lebih dari itu.” Chanyeol membuang muka saat mengatakan hal tersebut, memandang mata Baekhyun sama saja mengakui kebohongannya. “Hyuna mencintaimu!” Sambung Chanyeol.

            Baekhyun menatap Chanyeol dengan gusar. “Jangan mengarang-ngarang cerita Park Chanyeol! Kenapa kau begitu pengecut!”

            “Siapa yang mengarang-ngarang cerita. Hyuna memang mencintaimu. Kau pikir ia berdandan secantik itu untuk siapa? Tentu saja untuk menyambutmu. Kau pikir selama empat tahun ia tidak berpacaran karena siapa? Tentu saja karena mu babo! Dia menunggumu! Percaya bahwa kau belum mau memiliki ikatan dengan siapapun. Tapi sekarang tiba-tiba muncul nama Nana!” Chanyeol mengepalkan tangannya. Kesabarannya sudah habis. Selama ini, ia selalu menahan diri karena percaya setelah kembalinya Baekhyun maka mereka bisa bersama-sama.

            “Aku pikir kalian saling mencintai.” Ujar Baekhyun lirih. “Mungkin aku yang salah mengambil keputusan.”

            “Keputusan apa?” Desak Chanyeol.

            Baekhyun merasa ia sudah tidak sanggup lagi berdiri di hadapan sahabat-sahabatnya tersebut. Terlalu banyak kesalahpahaman yang terjadi sejak keputusannya untuk melanjutkan kuliah di Jepang. Ia memang ingin fokus kuliah, tapi bukan berarti ia tidak ingin diganggu dengan kehidupan cinta. Tapi, sepertinya semuanya malah semakin rumit. Perkiraannya selama ini salah.

            “Aku pergi.” Baekhyun meletakkan gelas minumannya dan bergegas pergi dengan langkah lebar-lebar. Hyuna dan Chanyeol hanya bisa terpaku saat Baekhyun pergi meninggalkan mereka. Chanyeol merasa ada sesuatu yang selama ini disembunyikan oleh Baekhyun. Perasaannya mungkin.

2009, Hari Kelulusan

“Kau ini kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu sih? Tidak penting!”

“Cinta itu penting!”

“Astaga, kau hobi sekali memaksaku. Aku masih belum mau memikirkannya dulu.”

“Bagaimana kalau tiba-tiba tanpa kau sadari kau jatuh cinta pada seseorang?”

“Tiba-tiba?”

“Nee, jatuh cinta. Artinya, tiba-tiba kau jatuh pada cinta seseorang.”

“….”

“Baekhi.”

“Hmm, tidak akan pernah aku lepaskan. Tidak akan pernah.”

            Masih dalam diam Chanyeol mengikuti Hyuna yang berjalan di depannya. Sejak kejadian semalam, Hyuna sama sekali tidak mau bicara padanya. Mungkin masih membutuhkan waktu untuk bisa menerima kenyataan bahwa Baekhyun ternyata tidak menepati janjinya.

            “Bruuk.” Chanyeol menegakkan kepala saat mendengar suara buku-buku yang terjatuh, ternyata buku-buku Hyuna. Yang lebih mengejutkan lagi adalah siapa yang sedang membantu Hyuna memunguti buku-bukunya.

            “Aku ingin bicara pada kalian.”

            “Mianhee, aku masih ada kelas.” Tolak Hyuna

            “Aku ingin meluruskan kesalahpahaman ini.”

            “Kesalahpahaman? Sepertinya hal tersebut tidak pernah terjadi diantara kita.”

            “Kita harus segera selesaikan ini.” Chanyeol mendekati Hyuna dan Baekhyun yang tengah berdebat.

            “Saranghee Choi Hyuna.” Chanyeol membulatkan matanya saat mendengar kalimat yang akhirnya keluar dari mulut Baekhyun. Kalimat yang diprediksinya akan dikatakan Baekhyun pada saat pesta reuni tadi malam. Chanyeol tidak berani menatap Hyuna, ia sudah bisa menebak bahwa saat ini wajah Hyuna sedang memerah, pipinya memanas dan dengan mata yang berkaca-kaca akan berhambur dalam pelukan Baekhyun dan mengatakan “Nado Saranghee.” Akhir yang sudah bisa ditebak oleh Chanyeol tapi masih begitu menyakitkan baginya.

            “Bruuk.” Chanyeol, Hyuna dan Baekhyun segera mengalihkan pandangan mereka, ternyata Kyung Soo menabrak meja mereka. Kyung Soo mendesah, tidak mengerti kenapa ia harus selalu menyempil di tengah-tengah ketiga sahabat tersebut.

            “Mianhee.” Kyung Soo tersenyum kaku, melihat Baekhyun, Chanyeol dan Hyuna yang sedang berkumpul tentu bukanlah pertanda baik mengingat pertengkaran yang terjadi diantara mereka tadi malam. Kyung Soo membungkuk dan bersiap pergi menuju meja lain saat Chanyeol menarik tangannya. “Bergabunglah besama kami, aku masih merindukanmu, masih banyak yang ingin kuceritakan padamu” Kyung Soo membulatkan matanya terkejut tapi tetap mengiyakan permintaan Chanyeol karena merasa teman lamanya tersebut membutuhkan seseorang untuk berpegang kuat.

            Tidak mempermasalahkan kehadiran Kyung Soo, Baekhyun meraih tangan Hyuna. “Selama ini aku pikir kau mencintai Chanyeol. Selama bersamaku hanya pertengkaran yang terjadi diantara kita, tapi ketika bersama Chanyeol kau selalu tertawa bahagia. Apalagi saat itu aku melihatmu dan Chanyeol berciuman.

            Chanyeol yang saat itu sedang minum langsung tersedak dan menarik lengan Baekhyun yang duduk di sampingnya. “Berciuman? Kapan kami melakukannya?” Protes Chanyeol.

            “Saat kau dan Hyuna menungguku berganti pakaian saat aku latihan basket.” Jawab Baekhyun kalem.

            Hyuna dan Chanyeol tampak mengingat-ingat masa itu. Chanyeol dan Hyuna mengingat kejadian waktu itu secara bersamaan. “Aku sedang tidur waktu itu karena terlalu lama menunggumu.” Jawab Hyuna sambil melirik Chanyeol. Chanyeol tampak panik. Saat itu ia benar-benar tidak bisa menahan dirinya. Melihat Hyuna yang tidur di pundaknya, rambut-rambut Hyuna yang menyentuh lehernya, dan wajah polos Hyuna saat tidur membuat Chanyeol untuk sejenak melupakan kenyataan bahwa Hyuna mencintai Baekhyun. “Anio! Kau pasti salah lihat! Itu sudah lama sekali! Pasti kau salah lihat!” Teriak Chanyeol.

            “Kalau memang aku salah lihat, tidak seharusnya juga kau berteriak-teriak!” Baekhyun menjitak kepala Chanyeol. Chanyeol hanya meringis, setidaknya dengan alasan konyolnya itu Baekhyun akan percaya.

            “Jinjaaa? Aku pikir selama ini kalian saling mencintai, makanya aku memutuskan untuk kuliah di Jepang. Mungkin dengan tidak ada aku di tengah-tengah kalian Chanyeol akan segera menyatakan perasannya padamu dan aku tidak harus terluka karena kalian.”

            “Apa gunanya membicarakan hal itu? Bukankah sudah ada Nana?” Dengus Hyuna.

            Baekhyun terkekeh “Dia hanya tokoh fiksi. Aku ingin terlihat kuat karena aku pikir kalian sudah menjadi sepasang kekasih.” Baekhyun menggaruk-garuk lehernya.

            “Jadi sekarang bagaimana?” Chanyeol menggebrak meja. Kyung Soo yang saat itu sedang mengetik sms hampir saja menjatuhkan ponselnya.

            “Sekarang kau tahu kan bagaimana perasaan Hyuna dan aku? Sekarang kau mau apa?” Chanyeol meletakkan tangannya di kedua pinggangnya. Saat ini yang ingin dilakukannya adalah bertemu gadis Jepang bernama Nana, tokoh fiksi ciptaan Baekhyun.

            “Aku tidak akan melepaskannya. Tidak akan melepaskan Hyuna.” Baekhyun tersenyum. Kyung Soo menatap Chanyeol nanar, kini Chanyeol benar-benar hancur.

            “Ahh, Chukae!” Teriak Chanyeol pura-pura bahagia. “Sebaiknya kita tidak mengganggu pasangan baru ini.” Chanyeol menarik Kyung Soo.

            Riyoung berjalan tergesa-gesa setelah membaca pesan dari teman sekelasnya, ternyata hari ini ada kelas pengganti untuk sesi minggu lalu karena dosen yang sakit. Riyoung menghentikan langkahnya saat hampir saja menabrak seseorang.

            “Chanyeol-a?” Riyoung menatap Chanyeol yang berdiri tidak berdaya di depannya. “Kyung Soo-a?” Riyoung baru menyadari bahwa ada Kyung Soo dibelakang Chanyeol.

            “Riyoung-a.” Lirih Chanyeol sambil memegang pundak Riyoung dan menoleh ke belakang. “Kyung Soo, bolehkan aku memeluk Riyoung?” Tiba-tiba Chanyeol terisak. Kyung Soo hanya mengangguk kaku, khawatir Riyoung curiga karena Chanyeol yang meminta ijin padanya. Setelah mendapat persetujuan dari Kyung Soo, Chanyeol menjatuhkan tubuhnya pada Riyoung dan kini ia benar-benar menangis.

            “Wae? Gwenchana?” Tanya Riyoung panik.

            “Anio, aku tidak baik-baik saja. Aku benar-benar hancur. Enam tahun mencintai seorang gadis yang mencintai laki-laki lain. Aku tahu akan berakhir seperti ini, tapi tidak kusangka akan sesakit ini. Aku pikir aku kuat. Aku pikir aku sanggup merelakannya, tapi tetap saja aku hancur. Hyuna, Baekhyun, mereka sangat serasi.” Chanyeol terus menangis, tidak mempedulikan orang-orang yang mulai berbisik-bisik memperhatikan mereka.

            “Kau mencintai Hyuna?” Tanya Riyoung hati-hati.

            Chanyeol semakin terisak. Pertanyaan Riyoung seperti hujatan baginya. Bukannya menjawab pertanyaan Riyoung, ia malah semakin menyurukkan kepalanya pada leher Hyuna yang telah basah dengan air mata dan ingusnya. “Riyoung-a, lain kali kau harus mengenakan high heels, aku sulit sekali menyamakan tinggiku denganmu, pegal sekali memelukmu dengan cara seperti ini.” Chanyeol tertawa garing. Kyung Soo hanya menghela napas dan duduk di pagar pembatas jalan dan menatap Chanyeol nanar. Kyung Soo membayangkan siapa yang akan menguatkannya nanti jika ia juga akan berakhir seperti Chanyeol. Hancur berkeping-keping karena mencintai diam-diam gadis yang mencintai laki-laki lain.

            “Riyoung-a, kau harus berjanji kau tidak boleh mengabaikan telepon dariku. Untuk beberapa hari ini jadikan aku prioritasmu, meskipun harus mengorbankan Kyung Soo. Aku  butuh seseorang untuk berpegangan.” Meski bingung akan ucapan Chanyeol yang membawa-bawa Kyung Soo, Riyoung hanya menurut saja. Chanyeol saat ini mungkin benar-benar hancur, ia butuh seseorang yang bisa menguatkannya, pikir Riyoung.

            Chanyeol melepaskan pelukannya pada Riyoung, dan merapikan rambut Riyoung yang berantakan dan basah karena air mata dan ingusnya. Dengan kasar Chanyeol mengusap pipi dan hidungnya. “Riyoung-a.” Chanyeol meremas pundak Riyoung dan menatapnya dalam. “Saranghee.” Ujar Chanyeol lembut sambil tersenyum. Riyoung hanya membelalak dan Kyung Soo segera berdiri dengan cepat.

            “Selama tujuh tahun, kata itu selalu tersimpan di ujung bibir Kyung Soo untukmu.” Chanyeol menepuk-nepuk kepala Riyoung pelan. “Dia mencintaimu.” Sambung Chanyeol dan berjalan riang seolah tidak ada yang terjadi apa-apa.

            Riyoung memutar tubuhnya dan berteriak-teriak memanggil nama Chanyeol. Setelah melihat Chanyeol yang sudah menghilang, Riyoung menatap Kyung Soo yang tengah berdiri dengan tidak tenang. Kyung Soo terlihat sangat canggung dan hanya mampu berpura-pura merapikan rambutnya yang tersibak angin. Riyoung menanti penjelasan lebih lanjut dari Kyung Soo, tapi melihat Kyung Soo yang seolah tidak ingin berkata apa-apa hanya bisa membuat Riyoung membuang napas perlahan.

            “Aku pergi.” Ujar Riyoung pelan.

            “Odi?” Kyung Soo menahan tangan Riyoung. Saat itu Kyung Soo merasa pipinya memanas.

            “Aku ada kelas.” Jawab Riyoung acuh tak acuh. Ia sudah lelah menunggu Kyung Soo mendekatinya. Tujuh tahun menunggu Kyung Soo tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda Kyung Soo tertarik padanya. Padahal jika diperhatikan Kyung Soo seperti memiliki perasaan khusus padanya, terlihat Kyung Soo yang selalu canggung dan tidak mau menatapnya ketika sedang berbicara. Tapi, setelah melihat Kyung Soo yang tetap tidak melakukan pendekatan apa-apa padanya membuat Riyoung yakin bahwa perkiraannya salah. Kyung Soo tidak pernah menyukainya. Kata-kata Chanyeol tadi hanyalah kalimat asal yang diucapkan oleh laki-laki yang sedang patah hati. Mendapati Kyung Soo yang hanya diam saja, Riyoung segera menghempaskan tangannya dan berjalan cepat. Saat itu mungkin masih ada kemungkinan Kyung Soo menyukainya jika Kyung Soo memanggilnya atau setidaknya untuk mengantarkannya atau sekedar berbasa-basi mengucapkan kata “Hati-hati.” Tapi nyatanya Kyung Soo hanya diam saja. Membuat Riyoung berpikir bahwa cintanya selama tujuh tahun ini hanya bertepuk sebelah tangan.

-Park Chanyeol POV-

            Cantik, ya andai saja kata itu begitu mudah aku katakan padanya. Entahlah, mungkin karena aku adalah sahabat mereka sehingga mereka memintaku untuk melakukan hal ini. Tapi bagiku, seorang laki-laki yang baru saja patah hati atau lebih tepatnya patah hati yang tertunda ini, hal ini merupakan bunuh diri secara perlahan. Perlahan tapi pasti!

            “Chanyeol, ayo bergabung!” Hyuna melambai-lambaikan tangannya.

            Aku menggeser kepala dari layar handycam. Tersenyum dan menggeleng sopan. Tidak hanya sampai disitu, Baekhyun juga sibuk memaksa. “Ayolah, kau harus bergabung bersama kami!” Teriak Baekhyun. Aku melengos dan mendesah. Mana pisau! Mana! Kami katanya? Astaga, tidak tahukah dia kata kami yang ia ucapkan sangat menyesakkan?

            “Anio, ini kan moment kalian berdua, aku tidak mau mengganggu.” Tolakku lagi sambil kembali memfokuskan handycam pada wajah Hyuna dan Chanyeol. Yang benar saja, kencan pertama mereka aku dijadikan sebagai cameramen. Artinya, aku bisa melihat setiap kemesraan mereka atau mungkin mereka memang sengaja ingin memamerkannya padaku. Oh Dear!

            Dua hari lagi Baekhyun akan kembali ke Jepang dan baru akan kembali ke Korea setelah wisuda tiga bulan kemudian. Bisa dipastikan Hyuna akan segera menjadikanku sebagai tempat pelampiasan. Terkadang posisi sahabat membuatku terjepit. Ingin menghindar pasti akan mencurigakan, terus bertahan juga sangat sulit karena kini pertahananku sudah hancur. Pertahanan yang selama enam tahun ini kulakukan telah hancur. Bagaimanapun juga meski telah mengetahui sejak lama bahwa Hyuna tidak pernah mencintaiku, melihatnya bersama Baekhyun jauh lebih menyakitkan. Tidak ada tempat lain bagiku di hatinya selain sebagai sahabat. Hanya peran itu yang bisa kudapatkan, hanya itu, baik dulu maupun sekarang.

            Astaga! Aku segera memalingkan wajah saat melihat Baekhyun mencium pipi Hyuna. Rasanya ingin sekali aku mengambangkan diri ke laut. Secara refleks aku segera membuang handycam yang daritadi kugunakan untuk mengabadikan kemesraan mereka. Hyuna dan Baekhyun menatapku kaget, begitu pula denganku, tidak menyangka akan perbuatanku barusan. Dengan gerakan kaku aku segera meremas perut, berakting sedang sakit perut dan berlari seolah mencari toilet, padahal aku sama sekali tidak memiliki tujuan. Berlari, berlari kemana saja asal tidak melihat mereka. Bagaimana bisa aku bertahan. Enam tahun mencintai secara diam-diam, tidak ada satupun dari mereka yang tahu betapa hancurnya hati ini. Untuk yang kesekian kalinya aku menyesal enam tahun lalu telah menerima ajakan Baekhyun menjadi temannya.

-END POV-

            “Hey, bukankah dia Kyung Soo! Aigoo, dia lebih imut dari yang kubayangkan!”

            “Dia mahasiswa kedokteran yang terkenal itu kan? Jeongmal, ada apa dengan mawar-mawar yang ada di tangannya?”

            “Apa dia kemari untuk menemui yeojachingunya? Tapi yang kudengar ia belum memiliki kekasih.”

            “Siapa pun penerima mawar itu pastilah ia gadis yang sangat beruntung!”

            Kyung Soo berusaha mengabaikan bisikan-bisikan setiap gadis yang dilewatinya, keringat dingin bercucuran di wajahnya. Dengan pasti Kyung Soo melangkah keujung koridor, bertanya pada seorang gadis yang tidak pernah sedetik pun mau melepaskan pandangan pada dirinya. “Apa kau tahu di mana Shin Riyoung?” Tanya Kyung Soo lembut, gadis yang ditanya malah terus menatapanya dan mengabaikan pertanyaannya. Gadis tersebut menatap tidak percaya Kyung Soo saat ini sedang berdiri di hadapannya, orang yang selalu dibicarakan oleh setiap mahasiswi di kampusnya. Yakin tidak akan mendapatkan jawaban dari gadis yang ditanyainya tersebut, Kyung Soo melanjutkan langkahnya, berharap bisa menemukan orang lain yang bisa membantunya.

            “Kau kenal Shin Riyoung?” Tanya Kyung Soo pada salah satu mahasiswa yang sedang berdiri di depan mading.

            “Riyoung mahasiswi fakultas psikolog?”

            Kyung Soo mengangguk-angguk dengan bersemangat. “Kau tahu dia di mana?

            “Ahh, sepertinya ia tadi ke kantin bersama teman-temanya.”

            Setelah mengucapkan terima kasih Kyung Soo melangkah yakin menuju kantin. Meskipun ini bukan kampusnya tapi ia jelas hapal setiap bangunan yang terdapat di universitas Riyoung. Hampir setiap hari ia memperhatikan gadis itu secara diam-diam hanya untuk memotret gadis tersebut.

            Saat menemukan sosok Riyoung di sudut kantin bersama teman-temannya, Kyung Soo menghela napas panjang, mengumpulkan keberaniannya. Sudah cukup selama ini ia menjadi laki-laki pengecut, sudah saatnya ia mengakhiri semua kebodohannya. Terserah jika Riyoung akan menolaknya, ia tidak peduli lagi, yang jelas Riyoung harus mengetahui bagaimana perasaannya selama tujuh tahun ini.

            “Riyoung-a.” Panggil Kyung Soo.

            Riyoung yang saat itu sedang bercanda dengan teman-temannya langsung terdiam saat melihat kedatangan Kyung Soo. “Kyung Soo?” Tanya Riyoung ragu.

            “Ini.” Kyung Soo menyodorkan seikat bungat mawar yang ada di tangannya. Dengan ragu Riyoung mengambilnya. “Mawar ini untuk apa?” Riyoung mengambil mawar tersebut dengan ragu.

            “Maaf, jika selama tujuh tahun ini aku telah mencintaimu.” Kata Kyung Soo lantang.

            “Dia orang yang selama enam tahun ini kau tunggu Riyoung?” Tanya salah satu teman Riyoung. Kyung Soo terkejut mendengarnya dan tersenyum simpul. Riyoung segera menggamit lengan temannya tersebut dengan kasar, mengisyaratkannya untuk diam.

            “Kau menungguku?” Tanya Kyung Soo ragu-ragu.

            “Cih, Babo!” Gerutu Riyoung. Selain pengecut ternyata laki-laki yang selama ini dicintainya ini sama sekali tidak peka. Ia sendiri bingung bagaimana perasaannya pada Kyung Soo bisa bertahan. Enam tahun menunggu Kyung Soo yang ia tidak tahu entah mencintanya apa tidak.

            Melihat Riyoung yang tampak sedikit kesal membuat Kyung Soo lagi-lagi tersenyum, ternyata ia memang menyukai segala ekspresi gadis tersebut. “Mianhee.” Lirih Kyung Soo dan menarik tangan Riyoung sehingga kini ia sukses memeluk Riyoung. “Saranghee, Shin Riyoung.” Kyung Soo memperat pelukannya.

            Chanyeol baru saja menerima pesan singkat dari Kyung Soo yang mengatakan bahwa kini ia dan Riyoung resmi berpacaran. Chanyeol tersenyum, setidaknya teman lamanya tersebut tidak bernasib sama sepertinya. Teman lamanya tersebut beruntung karena memendam perasaan pada gadis yang juga mencintainya. Sedangkan ia, ia memilih gadis yang tidak pernah akan bisa mencintainya. Ia hancur! Hancur dan hancur.

FIN

8 comments

  1. gorjesspazzer world's · May 11, 2012

    Kasian banget sihh ChanYeol ….
    Sini” oppa…
    Sama aku ajjh !! /plakk *dicekek Kris sama LuHan
    Akhirnya D.O Happy ending ….

    Thor disini kurang berasa feel nya …
    Beda sama chap. 1 ….
    Buat sequelnya dong …
    Kayanya ChanYeol menderita banget …
    Kasian ….
    Ditunggu sequelnya yya #kalau dibuatkan …🙂
    Fighting ….

    • Fildza · May 16, 2012

      seSUJU banget nihh

  2. Fildza · May 16, 2012

    Ahhhh.. Chanyeol kasian banget yaa…😦

  3. Deliana Sari Mulia · June 6, 2012

    kenapa gaada happy ending buat chanyeol? huhuhu kasian😦

  4. Wei - Ni · February 7, 2013

    hUAHHHHHHHHHHHHH … chanyeol …. cup …cup …. jangan nangis yah … hiks hiks ….sama aq aja yah … hehehe ….. lumayan lah part ini … Walaupun aq ga suka end nya … biz … ga semua HAPPY … hiks hiks

  5. Shakira Lim · June 19, 2013

    Aaa sad ending ternyata😦 tapi kok Chanyeol nya ga punya couple? W kirain dia punya couple soalnya main cast kan? Trus Nana nya ga jadi dikenalin ya? Buat sequel nya dongg !! Jeball🙂

    Tapi FF daebakk (y)

  6. Love my Baekhyun · January 5, 2014

    assshhh Baekhyun oppa,aku patah hati.
    Chanyeol-ah ayo kita pacaran saja,kita sama2 dibuat patah hati dg mereka berdua.
    omonaaa itu Kyung Soo oppa,sweet bgt ya🙂

  7. shinji · February 15, 2014

    poor chanyeol

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s