ONESHOT :: Domus Aurea Romance

Title : Domus Aurea Romance
Author : Ichen Aoi
Cast : Kim Seoyeon
Lee Donghae Super Junior
Chunji Teen Top
Choi Minho SHINee
Support cast : banyak, temukan sendiri Hhee…
Note : Sekuel ke dua dari Dormitory High School
Backsound : Together by Jiyeon T-Ara feat JB (Dream High ost)

==

Jika sebuah cinta harus diperjuangkan…

Akankah aku memilih untuk menyerah pada takdir…

Atau terus maju dan tidak mempedulikan siapapun…

Jika sebuah cinta itu menyakitkan…

Pantaskah kalau aku terus mempertahankannya…

Mungkin aku terdengar sangat – sangat bodoh…

Tapi… Aku mencintai mu untuk selamanya…

Tidak peduli seberapa besar dan berkali – kali kau menyakiti ku…

Bagi ku…

Hanya kebahagiaan dan cinta mu yang penting…

Kicauan burung dan cahaya matahari yang menelusup masuk melwati tirai jendela itu membuat Seoyeon membuka matanya. Ia menarik tubuhnya dengan perlahan namun genggaman tangan Donghae –nya terasa sulit untuk dilepas.

“Oppa…” bisiknya kecil.

Donghae pun terusik, ia membuka matanya berusaha menatap sekelilingnya namun sia – sia hanya kegelapan yang ia dapatkan. Seoyeon membantunya berdiri dan berbaring diatas ranjang rawatnya.

“Chankanman, aku akan mencari sarapan dulu”

Seoyeon menatap gaun putih yang masih dipakainya dengan kesal. Bukankah tidak mungkin ia berkeliaran dirumah sakit dengan pakaian begitu.

*cklek!*

Pintu ruang rawat itu terbuka lalu Eunhyuk, Key, Kevin dan Kyuhyun menyeruak masuk. Mereka membawa banyak bungkusan makanan kecuali Kyuhyun yang membawa tas belanja pakaian ditangan kanannya.

“Sebaiknya kau memakai ini!”

Kyuhyun menyodorkannya pada Seoyeon. Yeoja itu menatap Kyuhyun sebentar, rasanya ia pernah bertemu dengan namja ini entah dimana. Key yang menyadari hal ini langsung tersenyum dan menepuk bahu Seoyeon pelan.

“Dia yang membantu mu kabur saat kau disandera Donghae hyung!”

Mendengar penjelasan dari Key membuat Seoyeon menyunggingkan senyumnya lalu membungkukkan badannya sedikit dan mengucapkan terimakasih lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi yang ada diruangan itu sedangkan Kevin sibuk menyiapkan sarapan untuk mereka semua dengan makanan yang ia bawa.

“Chunji –a… Kenapa kau melakukannya?”

Yuri menatap putranya seolah tidak percaya dengan kejadian semalam. Bukannya mengumumkan perihal pertunangan sekaligus pernikahannya, Chunji malah mengumumkan tentang pendidikannya di depan para tamu yang sempat kebingungan. Untung saja Chunji memiliki Niel dan Youngmin yang cepat mengerti dan mengatasi suasana.

“Eomma yang mengajarkan ku agar tidak bersikap menyedihkan bukan? Kalau aku memaksa Seoyeon noona bersama ku, bukankah aku namja yang menyedihkan? Hidup bersama yeoja yang dicintai namun yeoja itu tidak pernah mencintai ku”

Lee Minho seakan mengerti, ia hanya tersenyum kecil lalu mengusap kepala Chunji dengan lembut. Ia cukup bangga dengan sikap putranya itu, meski ia tahu kalau Chunji bukanlah putra kandungnya melainkan putra dari hyung kandungnya.

“Gwaenchana, appa bangga dengan mu! Jadi, kau serius soal melanjutkan pendidikan mu di Perancis sana?”

“Gomawo appa. Ne, aku bersama…”

“Jangan bilang Youngmin dan Niel lagi” gerutu Yuri tidak jelas yang membuat Lee Minho dan Chunji tersenyum kecil.

“Eomma pikir siapa lagi huh?!” tanya Chunji geli.

“Kalian selaluu saja bertiga. Bagaimana yeoja mau mendekat kalau setiap berkumpul kerjaan kalian hanya membentuk sebuah genk bad boy?”

Yuri mengguncang bahu Chunji dengan cukup kencang dan menunjukkan ekspresi kesalnya. Namun Lee Minho malah meraih istrinya dan merangkul pinggangnya agar melepas Chunji yang tampaknya siap meledak.

“Eomma~ aku kan pergi bersama mereka ke Pe-ran-cis dan tinggal di Pa-ris. Tidak perlu khawatir, Niel punya status tinggi disana”

Chunji masih berusaha meyakinkan eommanya dan akhirnya semua menyetujui keputusan Chunji. Tinggal menyiapkan segala kebutuhan namja itu dinegeri seberang sana.

Keadaan Minho makin kritis. Kanker hatinya sudah tidak bisa disembuhkan dan kini ia harus berbaring lemah dirumah sakit, International Seoul Hospital. Onew dan yeojachingunya lagi – lagi harus memastikan kalau keadaan Minho baik – baik saja. Sedangkan orangtuanya sedang dalam perjalanan menuju Seoul setelah mengirim Yeona kembali ke Amerika. Orangtua dari keluarga Choi memutuskan untuk menolak rencana perjodohan Donghae dan Yeona setelah mereka mendengar cerita dari Minho, bagaimana Yeona berusaha merebut kekasih orang lain. Sedangkan Yeona berulang kali memaksa untuk tetap tinggal di Seoul dan hal inilah yang membuat kedua orangtuanya terpaksa mengantarnya langsung ke Amerika sana.

“Hyung, berikan aku kertas dan pensil”

Suara Minho terdengar sangat lemah. Onew mengambil beberapa carik kertas lengkap dengan alat tulisnya. Ia menyodorkannya kepada Minho.

“Untuk apa Minho –ssi?”

Yeoja itu tersenyum dan menatap Minho dengan bingung. Namun Minho malah balik menatapnya dengan tatapan mata sayu yang menunjukkan bahwa kondisinya semakin melemah.

“Hyung… mianhaeyo… Panggilkan dokter untuk ku. Aku ingin bicara dengannya”

“Arraseo! Seo Ri –ya, aku titip Minho”

Onew beranjak pergi sambil menitipkan pesan pada yeojachingunya. Minho menghela nafas berat lalu tersenyum kearah noona –nya itu. Seo Ri, yeojachingu Onew menatapnya dengan heran kemudian ia mengerti kalau Minho ingin menceritakan sesuatu padanya. Yeoja itu duduk dikursi yang sengaja diletakkan disamping ranjang Minho.

“Katakanlah…”

“Noona… Aku mencintainya… Sangat mencintainya… Awalnya aku berfikiran kalau dia yeoja pendiam yang menyebalkan. Karena ia tidak pernah bicara pada namja manapun disekolah kami. Namun aku pernah tidak sengaja menahan tubuhnya yang nyaris jatuh, ia malah menatap ku dengan tatapan shock. Lalu keesokkan harinya ia malah tidak masuk sekolah. Hyoso –ah, sahabatnya memberitahu ku kalau Seoyeon tidak suka dipegang namja manapun. Aku mulai mengerti hal itu dan tanpa ku sadari kami semakin dekat. Awalnya aku mengaguminya sebagai seorang sahabat namun perlahan aku sadar saat Hyoso bilang kalau mungkin saja aku menyukainya lebih dari itu…”

Minho menarik nafas dalam lalu melirik kearah Seo Ri yang mendengarkan dalam posisi tenang juga penuh perhatian.

“Lanjutkan saja” ia tersenyum saat menyadari kalau Minho menunggu jawabannya.

“… Dulu, aku adalah atlet untuk sekolah ku. Namun entah kenapa kondisi ku semakin memburuk dan dokter mem’vonis ku kalau aku menderita sakit kanker yang cukup parah. Orangtua ku langsung mengirim ku ke Amerika untuk pengobatan. Ku dengar dari Hyoso, Seoyeon marah pada ku. Akhirnya aku jelaskan kalau aku harus pindah study dengan mendadak. Aku kembali untuk menemuinya, mungkin bukan untuk memilikinya untuk selamanya karena aku cukup tahu diri seberapa banyak waktu ku. Namun keinginan memilikinya sesaat itu juga bukan sikap yang tepat. Aku menginginkan kebahagiaan lebih dari apapun…”

“Minho –ssi, kenapa bicara seperti itu? Seolah kau…”

“Noona, aku akan mendonorkan mata ku untuk Donghae hyung”

Ucapan Minho membuat Seori menatapnya dengan terkejut. Namun sedetik kemudian ia kembali mengerti ketika Minho menunjukkan senyum tulus dan senyum bahagianya. Pancaran matanya menunjukkan kalau ia memiliki harapan baru.

“Noona… Mungkin jiwa dan raga ku kelak sudah tiada, tapi aku ingin melihat kebahagiaannya. Meski bukan dengan tubuh ku, aku ingin melihatnya dengan nyata meski harus lewat orang lain”

Seori hanya diam. Setetes air mata jatuh dipipinya. Sedangkan Minho kini menatap keluar jendela.

“Minho –ssi, semoga semuanya akan baik – baik saja”

***

Kediaman keluarga besar Lee.

Semua anggota keluarga berkumpul bahkan Lee Seung Gi, Yoona, Lee Minho, Yuri, Donghae, Eunhyuk, Key, Kevin dan Kyuhyun beserta beberapa anggota keluarga lainnya yang tinggal diluar negeri turut datang.

Eunhyuk tertawa kecil lalu membuka acara keluarga yang cukup canggung itu karena mereka jarang bahkan tidak pernah dipertemukan dalam acara keluarga semacam ini.

“Hheee… Jangan kaku begitu, hanya appa dan eomma ku yang tidak datang. Mereka bilang ada urusan makanya beliau mengutus makhluk gaib untuk mewakilinya”

Ucapan Eunhyuk langsung dihadiahi jitakkan dari seorang namja berambut blonde, sama dengannya. Ia mencibir kesal lalu kembali menatap anggota keluarga lainnya dengan tersenyum manis.

“Lee Taemin sangat tidak sopan dengan ku!” gerutu Eunhyuk.

“Hyungie~” keluh Taemin kali ini tanpa jitakkan.

Chunji berdiri dan semua yang berada diruang makan langsung memberikan pandangan focus padanya. Ia menghela nafas dalam lalu tersenyum.

“Mianhae… Aku akan melanjutkan study ku di Perancis. Dan… Mianhae karena acara kemarin berantakan karena aku mengizinkan Seoyeon noona pergi dari ku. Dan kejadian ini mungkin membuat seluruh anggota keluarga malu. Tapi aku bukan orang yang egois, aku tahu kalau noona masih… mencintai… Donghae hyung…”

Chunji menarik nafasnya lalu ia melangkah kearah Donghae dan meraih tangan hyungnya itu. ia tersenyum namun ada air mata yang mengalir dengan perlahan dipipi kanannya.

“Hyung… Mianhaeyo… Semoga kalian bahagia”

Setelah mengucapkan itu, ia langsung pergi meninggalkan ruang makan sedangkan Donghae yang tidak bisa melihat apapun hanya terpaku disana. Yoona menghela nafas kesal namun Seunggi malah melirik kearah Yuri yang menundukkan kepalanya. Disampingnya, Lee Minho tersenyum sambil menggenggam tangan Yuri dengan hangat.

Seunggi pun berdiri dan menatap anggota keluarganya satu per satu. Kemudian tatapannya berhenti pada putranya, Donghae. Sungyeol dan Sungjong sudah memasang kefokusan mereka. Mereka tahu kalau appa angkat mereka akan mengumumkan sesuatu sebentar lagi.

“Baiklah! Setelah saya pertimbangkan, maka saya memutuskan untuk menikahkan Donghae dengan yeoja bernama Seoyeon…”

“Mwoya?!”

Yoona langsung menatap suaminya dengan terkejut. Sedangkan yang lainnya tampak mendengarkan dengan serius. Kevin mulai mengembangkan senyumnya dan merangkul Key yang kebetulan duduk disampingnya.

“Pernikahan ini akan dilangsungkan minggu depan. Mungkin kalian bertanya kenapa terburu – buru bukan? Tapi ini adalah hal yang baik mengingat yeoja itu sedang mengandung penerus keluarga Lee. Saya harap semua anggota keluarga bisa saling bekerjasama untuk hal ini. Kalau begitu, mari kita makan bersama”

Seunggi langsung mencairkan suasana. Dentingan piring, sendok dan gelas mulai terdengar. Kevin tidak henti – hentinya tersenyum sedangkan Donghae tampaknya masih tidak percaya dengan hal ini.

“Eomma~ aku mencintainya…” bisik Seoyeon.

Jessica menatap putinya dengan lembut sambil menghela nafas berat dan mengangguk pelan sedangkan Jaejoong tampak tidak bereaksi sama sekali. Kibum memandangi appanya dengan khawatir.

“Appa? Gwaenchana?”

Jaejoong menarik nafas dalam lalu memandangi ponselnya.

“Seunggi –ssi meminta sebuah pernikahan untuk putranya dan putri kita. Katanya untuk menjalin ikatan keluarga yang pernah terputus. Anggota keluarga Donghae akan datang besok untuk melamar Seoyeon. Namun… Dari mana ia tahu nomor ponsel ku?”

Jessica dan Seoyeon mengangkat bahu sedangkan Kibum tampaknya menyembunyikan sesuatu ia hanya menatap dengan tatapan yang polos.

-flashback-

Kibum melihat adiknya pergi lewat pintu belakang. Ia langsung berlari kelantai atas dan menjumpai Chunji dalam keadaan kacau.

“Chunji –a, Seoyeon…”

“Gwaenchana hyung… Aku melepaskannya untuk Donghae hyung”

“Maksud mu?”

“Aku memang mencintai Seoyeon noona… Namun aku juga sangat menyayangi hyung ku… tidak peduli seberapa jahatnya keluarga utama Lee membuang ku”

“Kau…”

“Ne. sejak awal pernikahan ini tidak pernah ada. Aku hanya tidak ingin keduanya saling menyakiti. Kebahagiaan ku adalah melihat mereka bahagia. Hanya itu…”

Kibum melangkahkan kakinya untuk mendekati Chunji dan menepuk bahunya dengan lembut. Kibum mengeluarkan ponselnya lalu mencari sebuah nomor dengan nama ‘Appa’.

“Catat ini. Beritahu pada Seunggi ahjussi untuk menghubungi appa kami. Dan kau, aturlah sebuah pertemua keluarga untuk menjelaskan semuanya. Aku yakin hubungan mereka akan disetujui. Tidak ada orangtua yang kejam pada anakknya”

“Ne hyung… Arrasseo”

Keduanya saling bertukar senyum dan berjabatan tangan. Sedangkan para tamu dan keluarga diluar sana sama sekali tidak mengetahui apapun.

-flashback end-

***

4 hari sebelum hari pernikahan…

Keluarga Choi sedang dilanda duka. Minho meninggal dunia karena penyakitnya. Dan pesan terakhirnya untuk mendonorkan mata pun segera dilaksanakan. Donghae kembali masuk kedalam rumah sakit untuk menjalani operasi pendonoran. Dan operasi itu dinyatakan berhasil. Keluarga Choi dan beberapa teman terdekat menghadiri pemakaman ini termasuk Key, Kevin dan Eunhyuk.

Kini pemakaman itu sudah semakin sepi, Seori menggenggam tangan Onew. Namja itu masih saja menoleh kebelakang dan memandangi makam Minho dengan tatapan yang sayu.

“Namsaeng –ku tersayang… Namsaeng yang percaya pada ku sepenuhnya. Orang yang ku anggap saudara ku… Aku memang terlihat memiliki kehidupan yang sempurna meski tanpa kedua orangtua ku. Hanya Minho dan kau yang menyadari kalau hidup ku kosong… Semua yang ku sayangi meninggalkan ku… orangtua ku… Minho, adik ku… Kini aku hanya memiliki mu, Seori –ya”

“Gweanchana oppa, aku akan bersama mu sampai akhir hidup ku”

Mereka pun pergi tanpa menyadari kedatangan Seoyeon yang kini tengah menatap pusara dihadapannya dengan tetesan air mata yang tiada henti. Pandangannya seolah kabur karena terhalang oleh air mata yang terus mengalir tiada henti.

“Minho –ya… kenapa meninggalkan sahabat mu dengan cara seperti ini?”

Disampingnya, berdiri Hyoso yang terus mengusap punggung Seoyeon agar ia tenang.

“Minho –ya… aku akan sangat merindukan mu… Tersenyumlah disana, karena aku akan terus mengingat mu dan tersenyum setiap mengenang mu. Kau sahabat terbaik ku”

Desiran angin sore itu mengerbangkan kelopak bunga – bunga segar yang jatuh dari dahannya dan mendarat tepat diatas pusara Minho, seolah menyambutnya dengan salam hangat. Selamanya… Minho… Sahabat terbaik untuk orang – orang terdekatnya.

***

8 bulan kemudian…

Yoona tampak panik ketika ia berkunjung kerumah keluarga kecil putranya dan mendapati Seoyeon tengah kesakitan. Ia langsung menelepon dokter.

“SECEPATNYAA!! DATANG SECEPATNYA!!” teriak Yoona dengan panik.

Ia dan Yuri langsung membantu Seoyeon berdiri dan terus menenangkannya sampai mobil ambulance datang. Sungjong dan Seungyeol sibuk menelepon anggota keluarga yang lainnya sambil sesekali mengernyit seolah kesakitan.

“Hyung, tampaknya sangat sakit”

“Tentu saja babo!!” balas Sungyeol tidak sabaran.

Rumah sakit…

Persalinan berlangsung lancar dan kini anggota keluarga Lee diberikan calon penerus yang baru. Seorang namja yang kelak akan menjadi namja yang luar biasa.

***

MyungHae kini sudah duduk dikelas 1 Senior High School dan ia bersekolah di Domus Aurea High School. Ia bahkan kini menjadi seorang ketua OSIS yang sangat tegas sekaligus lembut dalam suatu waktu. Ketampanannya dan kecerdasannya menimbulkan kekaguman dimana – mana. Ia juga orang yang tenang.

Suatu pagi dirumah keluarga Lee…

Seoyeon sibuk memasak sarapan seperti biasanya. Ia tampaknya mengalami kesulitan dalam menjangkau barang yang terlalu tinggi. MyungHae membantu Seoyeon mengambil tempat kecil yang berisi bumbu dapur itu.

“Gomawo Munghae –a”

“Ne eomma”

MyungHae duduk dikursi makannnya lalu mengambil selembar roti dan sebuah keju parut. Ia suka sarapan roti sambil menunggu eommanya menyiapkan sarapan.

*bruk!*

Baik Seoyeon dan Myunghae tidak ada yang peduli dengan suara kegaduhan itu. karena itu sudah pasti suara yang berasal dari Donghae yang baru bangun tidur dan benar saja, namja itu kini muncul didapur dengan pakaian seadanya.

“Jagiyaaa~”

Seoyeon langsung menghindari pelukan dadakan itu dan tersenyum kearah putranya sambil menyodorkan sepiring nasi goreng. Donghae menghela nafas berat lalu memutuskan untuk diam dan duduk dengan tenang.

“Kemarin aku dengar kabar buruk lagi!” ucapnya memulai pembicaraan dipagi itu.

“Apa lagi?” Seoyeon mencoba memberikan perhatiannya.

“Ada yang mengira bahwa kau selingkuh dari ku”

“Mwo?”

Seoyeon mengangkat sedikit alis matanya dan menatap Donghae dengan bingung.

“Myunghae, mereka mengira Myunghae adik angkat ku”

“Itu salah kalian menikah di usia muda, bukan salah ku!” gerutu Myunghae.

Memang kadang ia harus mengoreksi pendapat buruk dari orang – orang yang baru saja mengenal keluarga kecil itu. Bagaimana tidak? Myunghae yang tumbuh menjadi namja yang tampan dan memiliki orangtua yang bisa dibilang awet muda bisa menimbulkan kesalah pahaman dimana – mana.

“Jangan salahkan eomma, itu karena kecelakaan yang dilakukan oleh appa mu!”

“Mwo? Kenapa aku?”

“Bahkan ku dengar kalian menikah saat eomma masih sekolah. Cukup lucu!” balas Myunghae sengit.

Donghae merasa disudutkan. Ia langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu dengan canggung. Kemudian ia meminum susu yang dihidangkan oleh Seoyeon. Menurut yeoja itu kopi bukanlah hal yang baik.

“Jadi?” tanya Seoyeon lagi sambil duduk dan menikmati sarapan untuk dirinya sendiri.

“Cepatlah menjadi tua, jangan seperti vampire yang awet muda” keluh Myunghae lalu menjulurkan lidahnya dan tertawa saat melihat ekspresi orangtuanya yang terkejut bukan main. Tawanya semakin meledak ketika melihat Seoyeon mulai menatap Donghae dengan tatapan jengkel.

“Hhaa… Sudahlah, aku mau berangkat kesekolah. Ku harap appa dan eomma terus awet muda agar bisa melihat ku menjadi orang sukses. Annyeong~”

Myunghae meraih tas sekolahnya dan pergi meninggalkan ruang makan. Seoyeon menyandarkan tubuhnya di kursi lalu menghela nafas berat.

“Aisshh… Jinjja~~” keluhnya.

Donghae berdiri dan mulai mendekatinya. Ia meraih Seoyeon untuk berdiri dan menatapnya. Ia memainkan beberapa helai rambut istrinya itu sambil tersenyum.

“Seoyeon –a, bagaimana kalau kita berikan Myunghae seorang adik yang manis?”

“…”

Seoyeon tidak menjawab ia malah menatap Donghae dengan terkejut. Namun lebih terkejut lagi ketika tangan Donghae sudah tidak pada tempatnya.

“Mwoya?!”

Ia langsung mendorong Donghae dengan cukup kencang dan mengundang tawa namja itu. Sedangkan Seoyeon tersentak ketika ia mendapati putranya berdiri mematung didepan pintu dan hal ini sukses membuat tawa Donghae terhenti.

Myunghae tampak canggung lalu ia tersenyum kecil dan mengambil ponselnya yang tergeletak diatas meja makan.

“Euhm… Gwaenchana, hanya sedikit gangguan. Lanjutkan saja! Lagipula aku tidak keberatan dengan… seorang adik manis?”

“HAH?!”

Seoyeon meatap putranya tidak percaya. Myunghae langsung lari keluar rumah sebelum eommanya meledak, ia sangat hapal akan hal ini dan ia tidak ingin terlibat masalah. Donghae yang tertawa langsung disumpal dengan sebuah gulungan roti.

“Uhuk! Uhuk! Seoyeon –a~”

“Awas kau macam – macam lagi didepan Myunghae!!”

“Aku tidak tahu kalau ada si tampan junior disana”

“Donghae oppaaaa…. Kau bisa membuat ku gilaa!!”

Teriak Seoyeon putus asa yang langsung ditutup Donghae dengan tangannya.

“Sebaiknya kita ke kamar jagiya~”

“Kyaaaaaaaa!!! Ini pemaksaaaannnn!!!”

Namun sayang tampaknya kalau urusan seperti ini, Donghae selalu memang. Seoyeon pun tidak melakukan apapun karena itu sangat percuma sedangkan Myunghae menghela nafas lega dan tersenyum kecil saat mendengar teriakan eommanya dari dalam rumah.

“Ku harap mereka bersama ku untuk selamanya… Saranghaeyo.. Appa… Eomma…”

–END—

Tadaaa~

Udah jelas kaaaannn?

yang merasa kesulitan dan ingin menemukan FF saya, silahkan buka idolfanfiction.wordpress.com.

Jangan lupa tinggalkan jejaaakkk~ kkkkkkk~

8 comments

  1. shintaam · May 20, 2012

    asli keren banget, keren banget lah chingu, aslinya suka banget lah

  2. Oja_Nara · June 6, 2012

    Gila ceritanya keren banget, aku suka, bahasanya juga cukup keren dan bisa buat aku ngerasain gimana rasanya jadi soyeon, ff nya penuh dengan emosi, tawa, sekaligus kesedihan dan author merangkum itu semua dengan bagus banget, di tunggu next ff nya thor….
    keep writing🙂

  3. YoonMei2017 · June 30, 2012

    daebakk buat author ;D

  4. casanova indah · July 31, 2012

    asal ada donghae-nya, i like it,,

  5. Lola · August 13, 2012

    Author emg keren bgt klo bikin cerita🙂
    Ga bisa bilang apa2 lg cm bs bilang.DAEBAK & KEREN BGT !

  6. magnaecouple · November 2, 2012

    daebak thor,,

  7. nira · July 29, 2013

    thor bneran in ff crta’e beuuuh bgus bgus bgus bgt,kalo d jadiin dramkor wah pasti seru bgt..
    Pnulisan’e rapi,trus crta’e tuh ga monoton.. Ad lucu’e,seneng’e,sedih’e wiih menguras air mata..
    Feel’e tuh krasa serasa aq yg jd seoyeon’e…
    Pokok’e daebak lah aq ska…

  8. jesslynaguilera187 · September 17, 2013

    Wwaaa!!! Serruu thorrr!!! DAEBAK (y)!!
    Keep writing ya (y)
    Kamsa ^^

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s