Beautiful Sad Love Story (Part 12)

Author : Kim Seoyeon a.k.a Ichen Aoi a.k.a Iclarrs Wood

Cast : Super Junior

Lee Dong Hae (Donghae) / Kim Ryeo Wook (Ryeowook) / Cho Kyu Hyun (Kyuhyun) / Kim Jong Woon (Yesung) / Park Jung Soo (Leeteuk) / Choi Si Won (Siwon) / Shin Dong Hae (Shindong) / Kim Hee Chul (Heechul) / Lee Hyuk Jae (Eunhyuk)

Kim Seo Yeon (Ichen) / Park Hyo So (Any) / Shin Chae Kyung (Bella) / Yoon Ji Byung (Dinda) / Yoon Ji Hye (Dheyka) / Song Hye Ra (Dea) / Son So Hye (Piluu) / Song Eun Ri (Dika) / Han Soo Hyun (Wiyan)

Seoyeon sedang asyik mengurus si kecil. Belum ada nama sama sekali untuknya. Ryeowook baru saja selesai mandi, ia masih mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil sambil menghampiri Seoyeon.
“Yeobo, apa sebaiknya dia kita adopsi saja?”
Seoyeon menatap Ryeowook yang baru saja duduk disampingnya.
“Ne. kita tidak mungkin menelantarkannya begitu saja”
“Kita harus memberinya nama”
“Seonie… kau bisa memberikan nama untuknya. Satu hal yang pasti, aku ini Mr. Kim dan kau adalah Mrs. Kim. Maka putra adopsi kita ini harus memakai marga Kim”
Jelas Ryeowook panjang lebar. Seoyeon tertawa kecil.
“Mana mungkin ku beri nama dengan marga Lee, kan?”
“Mungkin saja, Hyuk hyung dan Hae hyung kan marganya Lee”
“Tapi mereka bukan appanya”
Seoyeon memadang Ryeowook dengan heran. Namja itu tersenyum lalu memberikan ciuman kecil dipuncak kepala istrinya itu.
“Tidurlah!”
“Aku mau tidur disofa saja, aku ingin menjaganya. Oppa saja yang tidur dikasur”
Seoyeon menunjuk kasur itu. Memang dikamar mereka dilengkapi tv dan sofa, kali ada tambahan yaitu tempat tidur bayi yang baru saja mereka beli pulang dari dorm SJ tadi.
“Arraseo”
Ryeowook melangkahkan kakinya menuju tempat tidur lalu mengambil selimut dan membawanya. Seoyeon menatapnya dengan bingung.
“Tidurlah!”
Ryeowook merebahkan kepala Seoyeon kedalam pelukkannya. Yeoja itu hanya diam. Ia sangat gugup. Namun semuanya terasa nyaman. Ryeowook menyelimuti tubuh mereka berdua. Ia mengusap kepala Seoyeon dengan lembut.
“Tidurlah, jangan terlalu lelah. Besok kau masih harus belajar dikampus mu”
“Ne arraseo, oppa”
“Baguslah chagiya. Sekarang pejamkan matamu dan jangan bicara lagi”
Seoyeon menurut. Ryeowook tersenyum kecil sambil berbisik pelan pada dirinya sendiri. “Sekarang aku yakin. Hae hyung hanya sebatas oppa-nya”
***
[Taeyeon] Tokyo, Seoul, London, New York kimama ni sekai wo drive tonight
[Jessica] Kakuchi de hirou suru new style Mita koto nai mono dake misetageru
[Tiffany] Hora kocchi wo mite sukoshi keikai SEYO!
[Seohyun] Ano hidariHANDORU yori nanbaimo
[Sunny] I’m so fast♫

Talent SM Town sedang perform di acara Golden Music Award. Dan SNSD membawakan single baru Jepang mereka, Mr. Taxi. Seoyeon, Hyera, Chae Kyung dan Soohyun duduk berderetan dikursi depan. Karena member Super Junior yang menyiapkan tempat untuk mereka. Sedangkan Jihye sibuk meliput acara itu. Ia berdiri didekat para cameramen.
“Kasihan Jihye harus sibuk meliput” Hyera menatap temannya itu dengan prihatin.
“Kau kenapa tidak ikut meliput?” Seoyeon melirik Chae Kyung.
“Hari ini bukan giliran ku meliput kok” jawabnya enteng.
Soohyun masih sibuk mengamati Iphone – nya, karena menurut kabar yang tersebar CN Blue akan datang mengisi acara.
“Kira – kira Sun Kyu eonni mau gak ya jadi eonni ku?” Chae Kyung menerawang sambil menatapa Sunny yang sedang perform. Seoyeon hanya mengangkat bahu.
“Ku rasa Seo Joo Hyun mirip dengan mu ya, Soohyun?” Hyera bolak – balik memandangi Seohyun dan Soohyun bergantian.
“Maksud mu?” Soohyun menatap temannya itu dengan bingung.
“Mungkin saja kau bisa mendekati Hwa” usul Chae Kyung.
Mendengar nama Hwa, Seoyeon langsung bereaksi.
“Ya! Terus Hyukie oppa ku mau dikemana kan?”
“Mana ada yeoja yang mau dengan namja aneh seprti dia” gerutu Soohyun.
“Ya! Dia – kan oppa ku!” Seoyeon langsung menghenyakkan tubuhnya dikursi empuk itu.

♫Mr. Taxi, Taxi, Taxi soutou jeukshi jeukshi jeukshi
[Yoona] Oitsukenai SUPIIDO de [Yuri] Nee tsuitekureru no?
Mr. Taxi, Taxi, Taxi soutou jeukshi jeukshi jeukshi
[Sooyoung] Hikarikagayaku Seohyun] kedo furerarenai no
[Tiffany] Masa ni supersonic ‘n hypertonic
[Hyoyeon] Ubatte hoshii no [Sunny] you take me ima sugu
Mr. Taxi, Taxi, Taxi soutou jeukshi jeukshi jeukshi
[Jessica] Kedo kantan ni [Taeyeon] wa ikanai no yo♫
***
Hyoso duduk dideretan kedua. Ia mengamati kakak sepupu yang disayanginya itu sambil sesekali tersenyum. Ia ingat sebelum pergi kesini, Yoona meneleponnya dan memintanya datang. Mereka memang sangat dekat. Semua itu karena Hyoso adalah anak tunggal, ia selalu ingin memiliki kakak. Yoona juga sangat menyayanginya seperti adiknya sendiri.
“Eonni, kau sudah seperti bintang dilangit. Senang sekali karena kau masih menyayangi dongsaeng mu ini seperti dulu”
Ia bicara pelan sambil mengetikkan pesan singkat untuk dikirimkannya pada Yoona.

♫ [Tiffany] Machi no hi ga maru de shooting star Tsugi no mokutekichi made non-stop
[Seohyun] ENJIN on dake nokoshite Dashi boja ushirode de say goodbye
[Sunny] Hora yosomi shinaide bouken SEYO
[Taeyeon] Ano migiHANDORU yori mo tashika yo
[Jessica] I’m so sure ♫

Saat ia sedang mengirimkan pesan itu, sebuah panggilan masuk ke Iphone – nya itu. Ternyata telephone itu dari Kyuhyun. Hyoso melirik kiri – kanan lalu memelankan suaranya. Ia tidak ingin mati dibunuh para E.L.F yang sudah sampai tahap psycho.
“Annyeong oppa?” / “Kau datang ke…”
“Ne! aku dideretan kedua” / “Oh, ku pikir kau tidak datang”
“Sudahlah, tampilkan saja perform yang terbaik” / “Ne. aku akan menemui mu usai acara ini”
*klik*
Hyoso memandang HPnya dengan sedih. ‘Kenapa harus Kyu oppa? Dimana Yesung oppa?’. Hati kecilnya mulai kecewa dan ia sadar, ia mulai menyukai Yesung.
***
Jibyung duduk dideretan ke lima. Ia sudah berjanji pada Leeteuk untuk datang dalam acara Golden Music Award tersebut. Ia baru ingat kalau Sooyoung satu manajemen dengan Leeteuk.
“Mungkin aku bisa menjadikannya eonni ku” bisiknya pelan.

♫ [Yuri] Dokoedemo (anywhere) jiyuujizai yo (anywhere)
[Sunny] Sou uchuu no (anywhere) hate de sae mo (anywhere)
[Sooyoung] Negai doori na no yo Doushite fuan na no?
[Jessica] And I don’t know why and I don’t know why ([Taeyeon] don’t know why) ♫
[Tiffany] Tsuitekite yo ne I don’t wanna say goodbye, goodbye
([Taeyeon] goodbye, don’t wanna say goodbye) ♫

Sementara itu Hyunjae duduk tak jauh dari sana. Ia datang dalam keraguan. Namun sebagai seorang teman, Ryeowook memintanya datang. Lagipula Taecyeon bersama 2PM – nya juga akan mengisi acara ini. Sehingga dia tidak keberatan sama sekali. Meski dalam hati ian masih mengkhawatirkan Sohye yang kembali dirawat dirumah sakit.
***
Seoyeon memutuskan untuk pergi ke kamar mandi. Ia memang tidak tahan diruangan ber AC. Selalu ingin buang air kecil. Apalagi Hyera membelikan minuman bersoda.
“Aku kebelakang sebentar ya”
Teman-temannya hanya mengangguk sebagai tanda memberikan jawaban. Seoyeon melangkahkan kakinya secepat mungkin, karena penampilan berikutnya adalah FT. Island. Ia tidak ingin ketinggalah wajah imut Hong Ki dan Jae Jin.
Seorang yeoja yang tampak beberapa tahun diatasnya lewat sambil merapikan pakaiannya. Seoyeon memandangnya dengan ragu. Namun jika tidak bertanya, maka ia akan kelewatan FT. Island. Ia menghampiri yeoja itu.
“Mianhe, boleh numpang tanya?”
“Ne?”
“Toiletnya ada dimana ya?”
“Dari sini kau tinggal lurus lalu belok kekiri”
“Gomawo”
“Cheon…”
Seoyeon langsung pergi dengan secepat kilat. Yeoja yang tak lain adalah Hyunjae itu menatapnya sedikit bertanya – tanya.
“Rasanya aku pernah melihat yeoja tadi. Tapi dimana ya?”
Nyerah berfikir, Hyunjae melanjutkan perjalanannya kembali kekursi penonton.
***
Acara Golden Music Award selesai dan Super Junior bersama SNSD telah mendapat banyak tropy hari itu. Semua yang ada kepentingan dengan Super Junior segera menuju backstage. Seorang crew menghampiri Seoyeon dan memberikan si kecil yang memang belum diberi nama itu padanya.
“Gomawo”
Hyera langsung mencubit pipi tembem si kecil, “Ya ampuunn imut banget sih!”
“Seoyeon, tanpa melahirkan udah punya anak!! Aku juga mau!!” teriak Chae Kyung yang langsung dibungkam oleh Soohyun.
“Chagiya!”
Semua menoleh dan mendapati Ryeowook berlari kearah mereka. Soohyun, Hyera dan Chae Kyung langsung memandang iri. Seoyeon hanya tersenyum kecil. Ryeowook mencium kening Seoyeon dan si kecil bergantian.
“Ku rasa kami mengganggu. Sampai nanti!” Soohyun langsung menarik Hyera dan Chae Kyung pergi. Ryeowook dan Seoyeon memandangi mereka bertiga dengan heran.
“Hyeraaaaaaaaaaaaaaaa!!!!”
Seruan itu langsung mengundang ekspresi keheranan. Kali ini teriakan itu datang dari Kibum yang tanpa aba – aba langsung memeluk Hyera. Chae Kyung makin meringin iri. Soohyun maskin gelisah, ia sangat ingin bertemu dengan Yong Hwa.
“Oppaaa!!! Lepaskan!!”
“Waeyo?”
“Ini masih didepan umum!!”
Kibum hanya nyengir lalu menarik Hyera pergi. Soohyun dan Chae Kyung saling pandang heran, iri dan bingung. Lalu sama – sama mendesah nafas berat. Mereka berdua melanjutkan perjalanan tanpa tujuan. Sampai seorang namja menahan tangan Soohyun dari belakang. Yeoja itu tercengang dan mendapati Eunhyuk dengan tampang seriusnya.
“Aku mau bicara dengan mu”
“Mwo? Tapi aku kan…”
“Chae Kyung – a, kau bisa ke backstage. Disana ada Kyuhyun kok. Please…”
Karena tidak enak menolak sekaligus tidak bisa menolak, Chae Kyung hanya mengangguk pelan. Ia melangkah dengan lesu keruang ganti namun ia menemukan hal menarik disana, Kyuhyun sedang tidur sambil memeluk PSPnya.
“Masuk saja!” Sungmin mempersilahkannya masuk. Chae Kyung mengangguk kaku. Ia masih belum terbiasa jika dikelilingnya ada idol Korea seperti mereka itu.
Shindong dan Sungmin pun mengajaknya bertanding PSP sambil menunggu sang evil maknae bangun. Chae Kyung menerimanya dengan senang hati.
***
Hyunjae mencari Ryeowook diantara kerumunan crew dan beberapa idola Korea lainnya. Ada banyak orang terkenal berkeliaran disana. Sayangnya 2PM sudah pulang karena mereka akan melanjutkan kegiatan shooting untuk acara yang lain. Dan akhirnya ia menemukan namja itu.
“Wookie!”
Ryeowook menoleh lalu menyambutnya sambil tersenyum. Hyunjae langsung memeluknya untuk melepaskan rasa kangennya dengan namja itu.
“Kau tidak bisa ku telepon Hyunjae”
“HP ku rusak”
“Rusak? Bagaimana bisa?”
“Jatuh dikamar mandi”
Hyunjae tahu saat ini ia sedang berbohong pada namja yang dicintainya secara diam – diam itu.
“Oppa~!!” suara yeoja lain menghampiri telinganya. Ia menoleh dan itu yeoja yang tadi ditemuinya saat keluar dari kamar mandi.
“Chagiya~ harus ku bilang berapa kali kalau kau harus terbiasa, kau bisa panggil aku yeobo”
“Ya!! Aku masih malu tahu!”
“Jangan teriak – teriak! Telinga si kecil bisa sakit!”
Ryeowook mengelus kepala si bayi itu. Seoyeon hanya cemberut sambil memandang bayi yang sedang digendongnya itu. Sedikit informasi, tadi Seoyeon habis mengganti popok si kecil.
“Oh ya, perkenalkan ini teman ku, Hyunjae”
Ryeowook langsung memperkenalkan kedua yeoja itu. Hyunjae masih bingung menatapnya. Seoyeon membalasnya dengan tersenyum.
“Jung Seoyeon imnida”
“Ya! Kau tidak mengakui ku??”
“Ne. maksud ku sekarang aku jadi Kim Seoyeon. hHee…”
Semuanya terasa seperti film singkat dalam otaknya. Akhirnya Hyunjae bisa bertemu secara langsung dan dekat dengan yeoja yang telah membuat hatinya jadi hancur tak karuan. Ada rasa sakit disana, namun ia mencoba untuk tetap tersenyum ramah.
“Chingu – nya oppa ya? Pasti kangen karena sudah lama tidak bertemu. Aku tinggal ya, kalau aku sih sudah bosan bertemu dengannya dirumah hHaa…”
Ryeowook langsung menjitaknya pelan. Yang disambut senyuman iseng Seoyeon. Hyunjae masih diam. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Setelah Seoyeon pergi, Hyunjae berusaha untuk rileks.
“Apa dia… istri mu?”
“Ne. tidak kelihatan ya? Masih seperti anak – anak memang, tapi disanalah letak keunikannya”
“Apa kau bahagia?”
“Ne. Waeyo?”
Hyunjae hanya menggeleng kecil. Dia sendiri bingung harus bilang apa. Ryeowook memutuskan untuk mengajak Hyunjae jalan – jalan dan menitipkan Seoyeon pada Donghae.
***
“Oppa! Tidak bisakah kau menemui ku dulu?!”
Hyoso sudah sangat merasa tersinggung dengan perlakuan Yesung yang selalu menganggapnya tidak ada itu. Ia sudah lelah dengan semuanya, ia ingin menyudahi semuanya namun ia tidak akan tega melakukan hal itu karena orangtua – nya dan orangtua Yesung sudah sangat baik padanya.
“Aku ini sedang sibuk, kau tahu kan? Yeojachingu – ku lagi – lagi harus masuk rumah sakit”
“Memang aku ini bukan yeojachingu – mu, tapi aku kan tunangan mu oppa!!”
Yesung malah melangkah menuju parkiran. Ia datang dengan mobilnya sendiri karena ia datang dari rumah sakit, bukan dorm bersama yang lainnya.
“Terserah kau saja. Kau mungkin menganggap ku sebagai tunangan mu, sayangnya aku tidak menganggap mu sebagai tunangan ku. karena aku memang tidak mencintai mu seperti aku mencintai yeojachingu – ku yang jauh lebih membutuhkan ku daripada kau, Park Hyo So”
Yesung memasuki mobilnya lalu pergi meninggalkan Hyoso yang terkejut karena perkataan Yesung tadi. Hatinya sangat sakit, lebih sakit dari sebelumnya. Ia tidak pernah menyangka kalau Yesung akan bicara sekasar itu padanya.
Air matanya turun dua kali lipat lebih deras dari biasanya. Memang Kyuhyun yang memintanya datang, namun ia datang bukan karena namja itu melainkan karena tunangannya, Yesung.
“Kau boleh membenci ku. namun jangan bicara hal menyakitkan seperti itu. Setidaknya berpura – puralah untuk ku” bisiknya lirih.
Hyoso butuh ketenangan dan hanya satu tujuannya saat ini yaitu, Cho Kyuhyun.
***
“Kau mau mati suri atau bagaimana sih?!” gerutu Sungmin saat melihat Kyuhyun duduk dengan lemas karena baru saja bangun tidur. Chae Kyung tersenyum melihat mereka berdua yang selalu saja seakrab itu.
“Waaa!! Kenapa tidak bangunkan aku daritadi hyung? game ku belum selesai!”
*pletak!*
“Kau kedatangan tamu tahu!” Sungmin menjitak Kyuhyun dengan hairdryer. Mendengar kata tamu, mata Kyuhyun langsung segar berharap Hyoso yang datang. Sayangnya ia tidak menemukan yeoja itu, yang ditemukannya malah Chae Kyung. Ia menghela nafas kecewa dan kembali sibuk dengan PSPnya.
“Kyuhyun! Ada yang mencari mu” kali ini crew yang datang membawa berita.
“Tamu selalu untuk maknae evil itu ya?” gerutu Hankyung kesal.
“Akuilah hyung, aku jauh lebih tampan dan lebih tenar daripada kalian semua hHaa…”
*bruk! Brak! Gedebuk! Gubrak!*
Kyuhyun langsung dihadiahi hantaman dari hyung – hyungnya yang tersisa diruang ganti, minus Kibum, Ryeowook dan Yesung tentunya. Wajah tampan Kyu kini ada memar merah meski hanya sedikit sih, toh hyung – nya tidak akan tega membiarkan si kecil babak belur.
Hyoso berdiri didepan pintu, matanya merah. Jelas sekali kalau dia habis menangis. Secepat kilat Kyuhyun berlari kedepan pintu itu lalu memperhatikan wajah yeoja itu sambil memegang kedua pipi yeoja itu. “Waeyo?”
“Anhi. Bisa oppa menemani ku keluar?”
“Ne. Chankkaman”
Kyuhyun masuk untuk mengambil jaket dan PSP beserpa iPhone dan iPhod – nya. Chae Kyung mengamatinya dengan sangat kecewa dan sedih.
“Hyungie~ aku pergi dulu ya. Annyeong, jangan tunggu aku! Aku akan pulang ke dorm dengan naik taksi. Jadi jangan khawatir”
“Justru kami mengkhawatirkan yeoja yang pergi bersama mu” gerutu Heechul.
“Jangan berbuat yang aneh – aneh” jelas Leeteuk.
“Ingat dimana – mana akan selalu ada Tuhan yang mengawasi mu, Kyu” tambah Siwon.
“Arrsaeo hyung!”
Kyuhyun langsung melesat pergi bersama Hyoso. Chae Kyung menahan air matanya agar tidak keluar, ia pun pamitan untuk pulang. Namun ia berfikir sejenak, “Rasanya aku mengenal yeoja yang tadi. Tapi dimana ya?”
***
*bruk!*
Yesung mendengar suara jatuh dari dalam ruang rawat Sohye. Ia langsung masuk dengan cepat kekamar itu dna mendapati Sohye telah jatuh dari tempat tidurnya.
“Sohye!”
“Oppa~”
“Kau ini mau apa sih?”
Yesung menggendongnya dan menaruhnya kembali ditempat tidur.
“Aku hanya haus” ucap Sohye sambil tersenyum dengan sangat terpaksa.
“Kau bisa panggil suster”
“Aku hanya ingin mandiri”
“Tapi kau sakit”
“Aku ini baik-baik saja oppa!”
“KAU TIDAK BAIK – BAIK SAJA! JADI BERHENTI MENYUSAHKAN ORANG LAIN DENGAN MENGKHAWATIRKAN MU!!”
Secara refleks Yesung membentak Sohye. Yeoja itu terkejut, ini pertama kali untuknya setelah tiga tahun mereka bersama. Yesung menahan amarahnya. Lalu berusaha menenangkan dirinya sendiri saat melihat ada butiran air mata jatuh dipipi Sohye.
“Mianhe~”
Yesung meraih tubuh Sohye dan memeluknya, membiarkan yeoja itu menangis dalam pelukkannya. Sohye terisak pelan. Ia sangat shock atas sikap Yesung barusan.
“Uljima… Aku tidak bisa melihat mu begini chagiya”
Sohye masih terisak pelan. Yesung mencium ujung kepalanya dengan lembut sambil mempererat pelukkannya. Ia sangat menyesali perbuatannya tadi sampai membuat Sohye menangis.
***
Hyera dibawa kesuatu tempat oleh Kibum yang sedari tadi menariknya sambil berlari.
“Ya! Oppa ingin membunuh ku karena kelelahan huh??!”
“Eh? Mianhe~”
Kibum tersenyum. Killer smilenya keluar lagi.
“Terserah!” Hyera sednag kesal karena ketidakjelasan Kibum.
“Aku ingin memperlihatkan sesuatu pada mu”
“Mwo?”
“Tutup mata mu”
Hyera patuh, ia memejamkan matanya.
“Hyera, will you marry me?”
“Mwo?!”
Hyera tercengang atas ajakan yang tak terduga itu. Kibum hanya menatapnya dengan tersenyum namun senyumannya berbeda dari yang biasa. Ada sebuah ketulusan. Dan mata itu… penuh dengan keseriusan. Hyera menatapnya dengan lekat berharap kalau saat ini Kibum hanya sedang melontarkan leluconnya yang biasa. Sayangnya wajah tegas Kibum tidak juga berubah malah makin menguat.
“Hyera?”
“…”
Air mata kebahagiaan mengalir dikedua pipi Hyera membentung sungai Han kecil. Kibum tersenyum memandang yeoja itu lalu meraihnya dan memeluknya sambil membelai lembut rambut panjangnya yang terurai.
“Hyera – a, aku tidak bermaksud membuat mu menangis seperti ini. Uljima… chagi…”
“Chagi?”
Hyera semakin tidak mempercayai pendengarannya lagi. Bagaimana bisa seorang Kibum Super Junior membicarakan hal yang ia inginkan selama ini?
“Ne. aku yakin kau menangis karena kau terlalu bahagia iya kan? Bukankah itu berarti kau menerima ku?”
“Oppaaa~”
Hyera sudah kehabisan kata – katanya. Air matanya menjawab semuanya. Kibum tahu hal itu. Tentu saja, mereka bukan baru kenal melainkan sudah bertahun – tahun, bahkan sebelum Kibum menginjakkan kakinya di SM Entertainment dan menjadi bagian dari SM Town Family.
“Aku berjanji akan membahagiakan mu selamanya aku bisa menginjakkan kaki ku dibumi ini. Selama aku diizinkan Tuhan untuk menjaga mu dengan nyawa ku, Song Hye Ra”
Perkataan Kibum makin membuat Hyera menangis tidak karuan. Kibum langsung panik dan membawa Hyera ke mobilnya untuk mengantarkan yeoja yang sedang labil itu pulang dengan selamat menuju rumahnya.
***
“Jibyung? Ingin menemui siapa?”
Leeteuk menyapa yeoja yang sudah sangat dikenalnya dengan baik itu. Jibyung menoleh dan tersenyum kecil. Ia senang bertemu Leeteuk namun yang sedang ia cari saat ini adalah Choi Siwon.
“Oppa, dimana Siwon oppa? Aku tidak menemukannya sejak tadi”
Leeteuk tersenyum curiga saat mendengar pertanyaan dari Jibyung. Ia meraih Jibyung lalu mengacak rambut sebahu yeoja itu seperti dongsaengnya sendiri.
“Kau ini! Jangan-jangan kau mabuk gara-gara pendeta itu! hHaa…”
Wajah Jibyung langsung memerah.
“Oppa! Bukan begitu!!”
“Jujur sajalah… Hhaa… ternyata remaja Korea masih sangat labil soal cinta”
Jibyung mendelik heran, “Jadi? Oppa sudah bukan remaja lagi ya?”
Leeteuk langsung diam dan pasang wajah sedih, “Ahh… rasanya aku jadi semakin tua saja”
Kebetulan Siwon dan Hankyung lewat sambil mendiskusikan si Heechul yang sedang menghakimi Sungmin diruang ganti sana.
“Panjang umurnya! Siwon! Jibyung mencari mu!”
Siwon langsung menoleh dan Hankyung mengangguk, Leeteuk pergi bersama Hankyung sambil mengucapkan salam perpisahan dengan mengusap kepala Jibyung sebentar.
“Waeyo?”
“Anhi oppa aku hanya ingin memberikan ini”
Jibyung mengeluarkan sebuah kalung dari dalam tasnya. Sebuah kalung dengan liontin bertuliskan SJ. Siwon menatapnya sekilas lalu tersenyum dan langsung memakainya.
“Gomawo Jibyung – a”
“Ne oppa”
“Oh ya, apa hanya ini tujuan mu?”
Siwon menatap Jibyung dengan senyuman ramah penuh selidik. Jibyung jadi salah tingkah, ia bingung harus berbuat apa. Siwon langsung tersneyum kecil.
“Arraseo. Besok kau bisa temani aku mencari kado yang pas untuk Donghae hyung”
“Oh iya, aku sampai lupa kalau 15 Oktober nanti Hae oppa ulangtahun”
“Ya. Dan kami akan buat kejutan untuknya. Kau bisa ikut serta”
Jibyung memandang Siwon dengan ragu.
“Tenang saja, kau tamu undangan ku”
Akhirnya Jibyung mengangguk setuju.
***
“Kau tampak habis menangis”
Kyuhyun dan Hyoso memutuskan untuk jalan kaki malam itu. Hyoso tidak ingin pergi ketemoat yang jauh, ia hanya butuh ketenangan dan teman berbagi.
“Apa kelihatan sekali?”
“Ne. Tapi, siapa yang membuatmu menangis?”
Kyuhyun bertanya dengan sangat hati – hati. Hyoso mencoba tersenyum saat kembali mengingat perlakuan Yesung satu jam yang lalu. Hatinya masih sakit. Ia masih tidak menyangka kalau Yesung benar – benar akan menolaknya dengan kasar.
“Seseorang yang seharusnya membuat ku bahagia”
“…”
Kyuhyun sama sekali tidak mengerti. Hyoso hanya tersenyum memandangi namja disampingnya yang memasang wajah bingung.
“Sudahlah, jangan dipikirkan. Aku tidak memaksa mu untuk berfikir Cho Kyuhyun oppa”
Kyuhyun pasrah. Namun ia tenang karena Hyoso sudah kembali tersenyum disampingnya. Senang mengetahui kalau yeoja yang ia sukai tersenyum karenanya, padahal dia sendiri tidak berbuat apa – apa.
“Bagaimana kalau kita ke Seoul Grand Park? Pemandangan malam hari kan indah, apalagi saat kembang api didekat sungat Han dinyalakan”
Kyuhyun mengajak Hyoso untuk bermain malam itu. Lagipula Super Junior sangat jarang mendapatkan waktu untuk jalan – jalan mengingat kesibukan mereka belakangan ini dalam promosi album ke – 5.
“Baiklah oppa, lagipula aku sudah lama tidak ketaman bermain”
Kyuhyun langsung menggandeng Hyoso. Namun Hyoso langsung menolaknya.
“Tapi bagaimana kalau kita istirahat dulu? Aku capek sejak tadi jalan terus”
Kyuhyun langsung jongkok dihadapan Hyoso.
“Naiklah! Aku akan menggendong mu”
“Mwo?”
“Kau mau kita telat melihat kembang api?”
“Anhi!”
Hyoso pun dengan ragu mengaikan tangannya keleher Kyuhyun. Namja itu berdiri dan mengaikan tangannya dikedua kaki yeoja itu agar ia tidak jatuh.
“Oppa! Aku tidak akan bertanggung jawab kalau kau sakit punggung dan pinggang”
“Tenang saja. Ada Leeteuk hyung yang baik hati yang dengan senang hati akan memijati ku”
“Aish… kalian terlalu kejam pada Leeteuk oppa!”
“Tidak kok! Kami sangat menyayanginya dan kami menunjukkannya dengan rasa membutuhkannya”
Hyoso hanya diam sambil memandang lurus kedepan sedangkan Kyuhyun tersenyum kecil.
***
Donghae menggendong si kecil dengan sangat hati – hati.
“Oppa, jangan sampai kau menyakitinya!”
“Seoyeon, aku juga tahu hal itu kok! Tenang sajalah”
Seoyeon sangat khawatir karena sejak tadi Donghae memaksa untuk menggendong bayi berumur 9 bulan itu. Maka ia menyerahkannya dengan separuh hati.
“Namanya siapa?”
“Molla. Kami belum memberikannya nama”
“Waduh! Bagaimana kita memanggilnya nanti?”
“Mollayo”
Seoyeon sesekali memandangi iPhone – nya, bagaimanapun juga saat ini suaminya sedang bersama yeoja lain dan ia pun begitu. Ia takut kesalahpahaman yang lalu terulang lagi.
“Waeyo Seoyeonie?”
“Anhi”
“Kau mengkhawatirkan Ryeowook?”
Seoyeon hanya memandang Donghae sekilas lalu kembali memandangi iPhone – nya itu. Donghae berdiri dihadapan Seoyeon san menatapnya dengan lekat. Wajah kekhawatiran terlukis diwajah yeoja itu.
“Semua akan baik – baik saja. Nyatanya dia menitipkan kalian pada ku”
“Entahlah, aku hanya bimbang oppa”
“Apa kau mulai tidak mempercayai aku dan Ryeowook?”
Seoyeon hanya diam. Ia bingung untuk menjawab apa. Semuanya mendadak terasa berat baginya.
“Sini!”
Donghae meminta Seoyeon mendekat dengannya namun yeoja itu hanya diam, matanya mulai berkaca – kaca. Donghae geleng – geleng kepala lalu memeluknya.
“Bagaimana kalau kita menamai si kecil ini saja Kim Dong Hae?”
“Ehm… Kim Dong Hae? Anhi! Ehm… Kim Dong Wook?”
“Eh?”
“Kim dari marga appa – nya, dan Dong itu dari Donghae sedangkan…”
“Wook dari Ryeong?”
“Ne”
“Kau bisa minta persetujuan yang lain dulu saja terutama suami mu itu”
“Arraseo”
“Baguslah, aku lebih suka melihat mu tersenyum seperti itu”
Donghae mencium kening Seoyeon. Dengan Dongwook dalam pelukkannya. Mereka tidak tahu kalau Leeteuk dan Hankyung tanpa sengaja melihat kejadian itu.
“Jangan laporkan hal ini pada Eunhyuk!”
“Arraseo hyung, tapi mereka terlihat jauh seperti sebuah keluarga”
“Itu yang ku khawatirkan sejak dulu”
Namun Hankyung memutuskan untuk diam seperti apa yang diperintahkan Leeteuk padanya.
***
“Aku mau bicara pada mu!”
Eunhyuk melepaskan genggamannya dari Soohyun yang memandangnya dengan jengkel.
“Mwo ya?”
“Ah tidak jadi, aku jadi malas bicara”
Eunhyuk malah melemparkan pandangannya kearah yang berlawanan. Soohyun mendengus kesal. Rasanya tanduk evil Kyu sudah pindah kekepalanya.
“Kau tahu Lee Hyuk Jae oppa?! Kau telah menggagalkan ku untuk bertemu seorang Jung Yong Hwa!!!!!” Soohyun jadi ingat tujuannya datang ke Golden Music Award malam itu.
Mendengar nama namja lain disebut, Eunhyuk langsung memandang Soohyun dengan putus asa. Memang selama ini dirinya yang mengingkari semuanya dan bilang pada member lain kalau ia hanya main – main saja. Tapi hatinya sudah tidak lagi mendukungnya ada sebuah kenyamanan yang diterimanya saat yeoja berisik itu berada disisinya.
“Hwa? CN Blue maksud mu?”
“Ne!”
“Apa kau menyukainya?”
Pertanyaan itu dilontarkannya dengan sangat hati – hati. Soohyun mendelik kearah Eunhyuk dengan kesal.
“Kalau iya bagaimana?”
“Soohyun – a! kau tidak bisa berbuat seperti ini pada ku!!”
Tiba – tiba saja Eunhyuk mencengkeram kedua bahu Soohyun dengan erat. Yeoja itu tampak kesakitan ia berusaha melepaskan dirinya.
“Oppa… lepaskan aku… jebal…”
“Soohyun – a! meskipun kita jarang bertemu tapi sejak pesta itu, kau nyaris membuat ku gila!”
“Oppa… kau…”
Eunhyuk menggelengkan kepalanya putus asa. Soohyun kembali menemukan keberaniannya. Bukannya ia membenci Eunhyuk, tapi dulu selalu tidak ada kejelasan dalam hubungan mereka. Dan Soohyunjadi teramat lelah karenanya.
“Apa dia lebih baik daripada aku?”
“Ne. Dia sejuta kali lipat lebih baik daripada oppa, dia tidak pernah membuat ku merasa kaku. Aku merasakan ada kenyamanan dan kehangatan disisinya aku… humph…”
Eunhyuk membungam Soohyun dengan ciumannya. Tepat pada saat itu Yong Hwa menatap lurus kesana. Ia tersenyum kecewa, setelah mengetahui kalau yeoja yang sedang diincarnya itu ternyata sedang bersama namja lain.
***

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s