Beautiful Sad Love Story (Part 13)

Author : Kim Seoyeon a.k.a Ichen Aoi a.k.a Iclarrs Wood

Cast : Super Junior

Lee Dong Hae (Donghae) / Kim Ryeo Wook (Ryeowook) / Cho Kyu Hyun (Kyuhyun) / Kim Jong Woon (Yesung) / Park Jung Soo (Leeteuk) / Choi Si Won (Siwon) / Shin Dong Hae (Shindong) / Kim Hee Chul (Heechul) / Lee Hyuk Jae (Eunhyuk)

Kim Seo Yeon (Ichen) / Park Hyo So (Any) / Shin Chae Kyung (Bella) / Yoon Ji Byung (Dinda) / Yoon Ji Hye (Dheyka) / Song Hye Ra (Dea) / Son So Hye (Piluu) / Song Eun Ri (Dika) / Han Soo Hyun (Wiyan)

Yesung menggenggam tangan Sohye. Yeoja itu perlahan mengehenyakkan dirinya berusaha mencari posisi yang membuatnya nyaman.
“Oppa pulang saja. Bukankah tadi kalian baru saja perform untuk acara music?”
“Ne. gwaenchana”
“Oppa pasti lelah”
“Anhi. Sudahlah, tidur saja. Jika kau perlu sesuatu cukup minta tolong pada ku”
Sohye tersenyum kecil. Yesung selalu begitu padanya. Menjaga dan memperhatikan dirinya. Meski kadang ia jadi sangat keras namun ia akan kembali melembut. Sohye tahu kalau Yesung melakukan semua itu karena ia sangat mencintainya. Namun Sohye semakin lama jadi semakin tidak tega melihat Yesung dan Sohye sendiri semakin sulit melepaskannya. Mungkin yang lain berpikiran kalau yeoja itu terlalu egois, namun ia memang tidak bisa kalau Yesung sampai benar – benar meninggalkannya sendirian.
Karena Yesung adalah alasannya untuk bertahan sampai sekarang ini selain eonni – nya tersanyang tentunya.
“Oppa, jika suatu hari kita tidak bisa melihat bintang bersama maukah oppa menggantikan ku?”
“Jangan pernah membicarakan hal yang tidak aku suka”
Yesung kembali dingin. Namun Sohye tahu kalau Yesung tidak akan marah untuk yang kedua kalinya. Lagipula ia sedang serius saat ini.
“Oppa, kita tidak akan tahu aku bisa bertahan sampai kapan”
“Diamlah…”
Sohye mengelus lembut punggung tangan Yesung dan mendekatkan pada pipinya yang basah karena air mata mulai turun lagi.
“Oppa… kalau oppa mencintai ku, ku mohon berjanjilah”
“Kau tahu hal apa yang apling ku benci didunia ini? Saat aku tidak bisa hidup bersama mu”
Sohye mendekap tangan Yesung dipipinya sedangkah tangan Yesung yang bebsa sibuk membelai lembut kepalanya, setetes air mata jatuh disana.
“Oppa… uljima…”
“Ah… Kau membuat ku jadi kacau begini”
“Mianhe”
“Tak perlu minta maaf. Karena aku sangat senang melakukan apapun untuk kebahagiaan mu”
Malam itu pun akan menjadi saksi bagaimana mereka mengikat sebuah janji. Sampai Hyoso terlintas dalam benak Yesung. ‘Mianhe, tapi aku sangat mencintainya. Hyoso, ku harap kau mengerti’, bisiknya lirih dalam hati.
***
Ryeowook mengajak Hyunjae jalan – jalan disekitar gedung SM yang kebetulan tidak begitu jauh. Keadaan didepan gedung sudah sepi. Mungkin saja para fans sudah lelah menunggu sekaligus bosan karena memang para talent keluar lewat pintu belakang. Mereka agak takut kalau – kalau fans berubah jadi anarkis.
“Terimakasih sudah mau datang”
“Ne”
“Kenapa? Kau tampak kurang bersemangat hari ini?”
“Mungkin aku lelah. Kau tahu kan kalau aku ini wanita karir?”
Mendengar ucapan Hyunjae, Ryeowook langsung tertawa kecil.
“Jangan tertawa!”
“Kau seperti yeoja yang ditiban segudang kesibukan”
“Nyatanya begitu!”
“Arraseo. Oh ya, bagaimana Sohye? Yesung hyung tidak berhenti mengkhawatirkannya”
“Dia masuk rumah sakit lagi…”
“Oh…”
Tiba – tiba saja rasa canggung bersemayam diantara mereka. Keduanya terdiam cukup lama. Berkali – kali Hyunjae mengingatkan dirinya sendiri kalau saat ini dia sedang bersama namja yang sudah menjadi suami bahkan seorang ayah, itu juga kalau si kecil jadi diadopsi oleh keluarga kecil itu.
“Kenapa jadi kaku begini?” Ryeowook kembali membuka pembicaraan.
“Kau sendiri yang menanggapinya dengan aneh begitu!”
“Lho? Kenapa jadi aku?”
“Aishh… sudahlah~”
Ryeowook tersenyum kecil sambil menatap wajah Hyunjae yang sedang diselimuti kekesalan itu. Hyunjae tetap mempertahankan ekspresinya itu daripada ketahuan kalau ia sedang gugup.
“Waeyo? Apa kau gugup berada didekat ku?”
“Mana mungkin! Wookie~ jangan bercanda lagi”
“Aku serius lho!”
“Aku tidak tahu apa yang akan ku lakukan kalau kau masih mengganggu ku!”
Ancaman Hyunjae hanya dianggap sebagai sebuah candaan belaka. Namun Hyunjae membuktikannya, ia mengecup bibir tipis Ryeowook.
*ckrek!*
Tanpa mereka sadari ada seorang paparazzi yang mengintai dari kejauhan sana. “Akan jadi berita menarik” bisik sang paparazzi tersebut.
***
Ryeowook kembali kerumahnya dalam keadaan kacau. Ia ingat kejadian tadi saat tiba – tiba saja Hyunjae menciumnya. Ia memang hanya diam lalu tanpa sengaja mendorong yeoja itu menjauh tanpa berkata apa – apa. Di pergi begitu saja meninggalkan Hyunjae yang menangis dan kalap. Ia masuk dan mendapati Donghae sedang menggendong calon anak angkatnya itu sedangkan Seoyeon sedang berusaha memberikan si kecil susu botol.
“Kau harus memberinya ASI!”
“Ya! Oppa jangan bercanda! Kalau pun iya, aku tidak akan melakukannya didepan mu!”
Melihat Seoyeon yang mencak – mencak jengkel, Donghae langsung tertawa dan mengelus kepala dongsaengnya itu dengan lembut.
Ryeowook diam didepan pintu, ia hanya mengamati sesuatu yang tampak seperti keluarga kecil didepannya itu. Air matanya mengalir dengan perlahan. Saat ia memutuskan untuk masuk kekamar tamu secara diam – diam, dia tidak sengaja menendang guci didekat pintu.
*duk!*
Seoyeon dan Donghae menoleh seketika.
“Kau sudah pulang? Hhaa… sesuai janji ku, aku menjaga istri dan anak mu, Dongwook”
“Ne. Oppa, tadi kami memutuskan untuk memberikan nama Dongwook bagaimana?”
Seoyeon membawakan segelas air putih pada Ryeowook. Namja itu memandangnya sesaat.
“Ini. Air putih jaaauuuhhh lebih baik”
“Seo… Seonie~…”
Ryeowook sama sekali tidak mengambil air minum itu. Ia malah memeluk yeoja itu. Donghae langsung mengalihkan pandangannya kearah jendela. Ia menarik nafas sejenak lalu menggendong Dongwook kecil.
“Ehm! Ini, aku tidak mungkin meninggalkannya diatas sofa saat kalian sedang melepaskan rasa rindu kalian” ucap Donghae gugup. Seoyeon hanya menunduk.
“Hyung, bisakah hyung membawa dia ke dorm. Aku ada sedikit masalah yang harus dibicarakan dengan… istri ku” Ryeowook memberikan tekanan pada kata – kata terakhirnya.
“Arraseo. Aku bawa gendongannya ya. Permisi~”
Donghae pergi sambil menggendong Dongwook. Seoyeon mengambil peralatan bayinya lalu mengejar Donghae keluar. Ia memandang Donghae sejenak.
“Oppa, mianhe”
“Ku rasa suami mu itu sedang… galau? hHaa… Gwaenchana, kami akan mengurusnya dengan sangat baik. Apalagi aku merasa seperti pamannya”
“Kenyataannya begitu kan?”
Donghae tertawa kecil. Seoyeon juga begitu. Ia mencium pipi Dongwook yang sedang terlelap dalam pelukkan Donghae. Ryeowook mengamatinya dari dalam dan pikirannya semakin kacau. Mobil hitam milik Donghae menghilang, Seoyeon masuk untuk menemui Ryeowook.
“Oppa, ada apa?” tanyanya langsung.
“Kenapa kau selalu begini? Selalu tampak segan didepan ku dan… didepannya, kau tampak lebih leluasa dan terbuka. Apa ada yang salah dengan ku?”
Seoyeon melangkah mundur. Ini bukan Ryeowook yang biasa ia kenal.
“Ada apa sebenarnya?”
“Ikut aku!”
Ryeowook menariknya dengan kencang. Seoyeon mulai kebingungan. Saat Ryeowook mengunci pintu kamar mereka, Seoyeon mulai ketakutan.
“Op…pa…” Seoyeon semakin panik saat Ryeowook dengan perlahan mendekatinya. Namja itu hanya diam. Tampak sekali kalau dia sedang marah sekaligus kebingungan.
“Ada apa ini? Ada apa dengan kau?!”
Seoyeon mulai panik. Ia terus berjalan mundur saat Ryeowook terus melangkah maju. Air matanya sudah jatuh dikedua pipinya. Ia tidak bisa lagi bersikap tenang apalagi saat suaminya itu meraihnya dengan kasar dan melakukan sesuatu yang sangat tidak terduga.
“Ku mohon… hentikan…”
Namja itu hanya diam. Seoyeon mulai terisak pelan, namun tampaknya ia tidak peduli. Dan malam itu pun akhirnya terjadi. Sebagai latarnya, sebuah bulan purnama terbit malam itu. Dan Donghae menatapnya dengan sedikit gelisah, “Mungkinkah sesuatu yang tidak ku inginkan terjadi padanya malam ini?”. Ia melirik sekilas kearah Dongwook lalu mencium pipinya.
***
Hyera tampak salah tingkah pagi ini. Eommanya bahkan sampai mendapatkan sinyal – sinyal aneh yang terjadi pada putri semata wayangnya itu.
“Hyera? Ada apa?”
“Anhi eomma~”
Saat Hyera sibuk menata hatinya yang tengah dilanda hujan bunga puluhan tong. Suara yang sangat familiar ditelinganya tiba – tiba saja datang dan mengejutkannya.
“Annyeonghaseyo eomma~!”
“Kibum – ssi? Pagi sekali?”
“Ne eomma. Mau menjemput putri eomma ke kampus hHe…”
“Eomma? Tumben sekali, biasanya kau memanggilku ahjumma”
Wanita paruh baya itu tampak sedikit memikirkan sesuatu. Ia menyusun puzzle – puzzle yang berserakan diotaknya. Tingkah lagu yang aneh anaknya dan Kibum yang tiba – tiba memanggilnya eomma.
“Ah! Arraseo! Kalian… ohhh… Chukkae~”
“Ahhh… eomma merestui kami?”
“Tentu saja!”
“Ya! Eomma!”
Hyera melakukan aksi protes dengan mengerucutkan bibirnya. Kibum langsung menggandeng yeojachingu – nya yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu kedalam mobil sambil berpamitan pada eomma – nya Hyera.
“Eomma~ Kibum antar Hyera ya!”
“Ne. kembalikan dengan utuh ya??”
“Arraseo!”
Kibum langsung mendorong Hyera masuk kedalam mobilnya. Kibum langsung meng – gas mobilnya dan memacunya dengan kecepatan yang lumayan tinggi.
“Ya! Oppa! Santai donk!”
“Kau mau telat hey ratu tidur??”
“Eh?”
“Lihat jam tangan mu!”
“Mwoyaaa~~!!! Oppa!! Ppali! Ppali!”
“Ada syaratnya hHee…”
“Mwo?? Cepat katakan!!”
“Morning kiss – nya mana??”
“WHAT? NANI? MWO?”
Kibum langsung membungam mulut Hyera. Karena aksi terkejut Hyera yang sangat berlebihan sekaligus shock itu. Kebetulan saat itu Kibum sama sekali belum menurunkan kecepatannya. Semuanya terjadi bagai kilasan klise film begitu cepat dan singkat. Sebuah truk menghantam mobil sedan hitam itu.
*brak! Brak! Brak!*
Kepala Kibum dan Hyera sama – sama membentur bagian depan mobil. Darah mengalir deras dari kepala mereka. “Kibum oppa…” ucap Hyera dengan lirih saat melihat kondisi Kibum yang bersimbah darah disampingnya. Dan Hyera pun kehilangan kesadarannya.
***
“Hyoso… mianhe… aku telah berkata kasar pada mu. Namun aku sama sekali tidak bermaksud begitu. Aku hanya….”
Yesung tidak dapat menyelesaikan kata – katanya. Hyoso tersenyum kecil, matanya berkaca – kaca. Ia memang tidak suka perlakuan dan kata – kata Yesung kerap kasar padanya, bukan berarti dia membencinya. Hyoso selalu tulus. Bahkan terhadap tunangan asingnya itu.
“Arraseo… aku mengerti oppa, berhentilah untuk minta maaf pada ku”
“Gomawo… seperti dugaan ku, kau terlalu baik untuk ku”

*bruk bruk bruk!*

Hyoso jatuh dari tempat tidurnya, ia bangun sambil memmegangi pinggangnya.
“Aw! Kenapa mimpi aneh begitu sih?!” runtuknya pada sang kasur yang bahkan sama sekali tidak tahu menahu soal masalah itu. Hyoso langsung pergi ke kamar mandi dan mencuci wajahnya lalu mandi di bathtubnya.
“Jadi enggan pakai shower” keluhnya lalu menenggelamkan dirinya kedalam bathtub. Lalu ia kembali muncul dan menatap jam bekernya. Waktu sudah menunjukkan pukul 09.00, waktunya berangkat kuliah.
“Jadi malasss…”
Ia memakai handuknya lalu pergi kekampus dengan pakaian rapi namun ia menjumpai hal yang aneh dihalaman rumahnya, mobil Yesung sudah parkir disana.
“Mau apa dia? Mau memarahi ku lagi? Apa tidak bosan?”
Hyoso mengeluh pelan lalu berjalan melewati mobil silver itu begitu saja.
*tin tin*
Hyoso mencoba untuk cuek. Namun mobil itu malah berjalan keluar halaman dan mengejar Hyoso yang memutuskan untuk menuju halte subway. Mobil itu langsung mepet kepinggir dan menghalangi jalan Hyoso. Yeoja itu diam sambil menatap si empunya mobil yang beringsut keluar. Dan menatapnya dengan galak.
“Aku datang kesini untuk menjemput mu!”
“Oh? Tumben sekali!”
“Hyoso – a. ada apa dengan mu sih?”
“Bukankah seharusnya aku yang bicara begitu pada oppa??”
Yesung membuka mulutnya untuk kembali marah namun di urungkan saat melihat Hyoso tiba – tiba saja menangis. Yesung tahu kalau dia memiliki banyak kesalahan pada yeoja itu dan ia berusaha untuk menebusnya hari ini.
“Hyoso – a…”
Yesung meraih yeoja itu lalu memeluknya. Hyoso diam sambil terisak pelan didalam pelukkan Yesung. Entah malaikat apa yang ada didalam diri Yesung yang tiba – tiba saja baik pada tunangannya hasil perjodohannya itu.
“Oppa, jangan berubah… jangan terlalu baik pada ku, atau aku akan lebih sakit dari sekarang”
Yesung mencium kepala Hyoso lalu mengusap punggung yeoja itu, untuk menenangkannya.
“Sudahlah, jangan menangis. Kau malah membuat ku jadi bingung”
“Aku menangis karena aku juga bingung kenapa oppa tiba – tiba berubah”
“Apa aku tidak boleh berubah?”
Yesung tertawa kecil sambil mengelus kepala Hyoso. Tak jauh darisana Kyuhyun datang dengan supirnya, ia mengamatinya dari jarak yang lumayan dekat. Sesuatu membuatnya semakin curiga.
Kyuhyun turun dari mobilnya. Ia menghampiri Yesung dan Hyoso. Tangan kiri Yesung sibuk mengusap lembut kepala yeoja itu dan tangan kiri Hyoso berusaha melepaskan dirinya. Saat itu sinar matahari memantulkan cahaya ke cincin mereka. Kyuhyun menghentikan langkahnya.
“Jangan – jangan mereka…”
Tiba – tiba saja hatinya terasa sakit. Kyuhyun mundur dan kembali kedalam mobilnya sambil meminta supirnya untuk membawanya pergi dari tempat itu, secepatnya.
***
Soohyun nyaris terjatuh beberapa kali saat mengingat kejadian kemarin. Seorang Lee Hyuk Jae bersikap hal yang tidak biasa padanya.
“Adduuuuhhhh… Kenapa jadi gini ya?”
Sesekali ia mengeluh tidak jelas sambil memilin ujung seragam kampusnya. Sesekali ia menengok kiri – kanan, takut ada orang yang menganggapnya aneh. Dan untuk kesekian kalinya ia nyaris jatuh ditrotoar namun kali ini ada seorang namja menolongnya dengan merangkul pinggangnya.
“Kyaaa!!”
Soohyun memejamkan matanya, ia merasa kalau dirinya akan jatuh dijalan itu. Saat ia dengan perlahan membuka matanya, sosok Yong Hwa – lah yang langsung terlihat.
“Gwaenchanayo?”
“Oppa?”
Sejujurnya ada perasaan senang, bingung, heran dan tidak enak dalam dirinya. Namun ia mencoba untuk rileks.
“Ne oppa, gomawo~”
“Hhaa… tidak perlu jadi kaku begitu”
*bug!*
Suara pukulan keras menghantam wajah Yong Hwa. Soohyun terkejut, terlebih lagi saat melihat siapa yang melakukannya, Eunhyuk.
“Oppa!”
Soohyun membantunya berdiri. Eunhyuk menarik Soohyun dengan paksa.
“Hyukie oppa! Sakit!”
“Sikeuro!”
Bentakan Eunhyuk sukses membuat yeoja itu diam. Yong Hwa menatap Eunhyuk sambil mengelap bibirnya yang berdarah. Ia mencoba untuk berdiri.
“Kenapa kau memukul ku?”
Eunhyuk menatap Yong Hwa dengan marah. “Seharusnya kau tahu alasan ku!”
*ctrek!*
Lagi – lagi ada paparazzi yang mengabadikan kejadian tadi. Dan mereka sama sekali tidak menyadarinya. Eunhyuk pergi meninggalkan Soohyun yang sibuk merawat Hwa.
*ctrek!*
“Akan jadi berita menarik kedua dalam minggu ini” bisik paparazzi itu senang.
***
Hyunjae memasuki kamar Sohye. Yeodongsaengnya itu sedang menatap langit cerah diluar sana. Namun sesuatu mengganggu pikirannya.
“Eonni…” ucapnya tiba – tiba.
Hyunjae tidak menyahut, ia masih sibuk mengupasi kulit apel ditangannya.
“Eonni…”
Hyunjae pun tersadar dari lamunannya.
“Eh? Mianhe saengie… mworago?”
“Apa eonni kurang sehat?”
Hyunjae tersenyum tipis sambil menggelengkan kepalanya dan mulai memotong apel itu kecil – kecil, “Anhi, eon baik – baik saja”
“Tampaknya tidak begitu. Sesuatu menggangu pikiran eonni”
Hyunjae tersenyum sambil mengelus kepala Sohye dengan lembut.
“Istirahatlah”
“Aku tidak bisa. Tiba – tiba saja pikiran ku terarah pada Yesung oppa”
“Kau selalu lebih memikirkannya dibandingkan memikirkan eonni mu ini”
Sohye tersenyum kecil lalu memeluk eonni – nya itu. Hyunjae hanya membalasnya dengan tersenyum kecil sedangkan pikirnnya melayang jauh.
***
Hari ini Jibyung sama sekali tidak ada mata kuliah, dia memutuskan untuk menemui Siwon.
*bruk!*
“Mianhe”
“Gwaenchana”
Ia menabrak seorang yeoja yang tampak terus melamun itu. Jibyung mengangkat bahu lalu menelepon Siwon dengan iPhone – nya itu.
“Oppa, eodiga?” / “Jibyung, aku akan segera menjemput mu dikampus mu”
“Tidak perlu, aku sudah dikampus oppa” / “Mwo?”
“Hhee… aku lupa kalau hari ini tidak ada mata kuliah” / “Ohh…”
“Aku menunggu oppa diparkiran” / “Arraseo, aku akan segera kesana!”
Jibyung menatap berkeliling dan menemukan sosok Siwon yang sangat familiar dimatanya. Ia melambaikan tangannya. Siwon langsung bergegas menghampirinya dengan cepat.
“Oppa tidak ada kelas pagi ini?”
“Ne. Aku sebenarnya tidak ada mata kuliah…”
“Lalu kenapa datang ke kampus?”
Siwon diam. Hal yang bisa jadi alasannya untuk kekampus memang hanya ada satu. Yeoja itu, Song Hye Ra. Dia-lah alasan Siwon untuk menyempatkan dirinya meskipun tengah dilanda kesibukan. Tentu saja Siwon tidak mengatakan semua itu pada Jibyung. Ia hanya diam.
“Oppa? Waeyo?”
“Anhi. Kapan kita berangkat?”
“Eh? Ok oppa!”
Jibyung tersenyum dengan gugup. Siwon langsung mengajaknya menuju parkiran. Jibyung mengikutinya dibelakang dengan perlahan. Siwon menyetir mobil dalam keadaan diam. Yeoja disampingnya merasakan kalau pikiran Siwon tidak ada ditempatnya.
“Oppa?”
“…”
Tidak ada jawaban dari Siwon. Akhirnya Jibyung memutuskan untuk diam.

♫Chumdeo maneun keodeuleul bogo neukkidorokaebwa♫

Dancing Out milik Super Junior bergema di Samsung Galaxy milik Siwon. Nada dering itu memecahkan keheningan diantara mereka. Rupanya telepon itu berasal dari Leeteuk.
“Yobeseyo” / “Siwon! Ppali!”
“Wae hyung?” / “Kibum kecelakaan?”
“M – Mwo?” / “Kibum… ah! Sudahlah cepat ke Seoul International Hospital”
“Tapi, bagaimana bisa?” / “Jangan banyak tanya, Kibum dan Hyera sedang kritis”
“MWO?!”
*klik*
*ciiiiiiiiiiiiiitttttttttt*

Siwon langsung mengerem mobilnya secara mendadak. Jibyung terkejut. Tubuh mereka tersentak kedepan.
“Oppa, waeyo?”
“Kibum dan Hyera kecelakaan”
“Oppa, kita harus segera kesana!”
“Aku juga tahu! Jibyung, hubungi yang lain dengan iPhone ku”
Siwon pun memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Baru kali ini Jibyung melihat ekspresi ketakutan dan kekhawatiran diwajah namja itu. ‘Apa semua ini karena Kibum oppa atau … yeoja bernama Hyera itu?’. Perlahan Jibyung dapat merasakan rasa sakit yang menusuk dada dan hatinya. ia tidak berani bertanya. Ia memutuskan untuk diam.
***
Ryeowook tidak menemukan istrinya dikamarnya pagi itu. Ia langsung berpakaian dan turun kelantai bawah. “Apa mungkin dia marah dan pergi?” ucapnya kesal sekaligus sedikit menyesal.
Ia melangkah dengan perlahan menuju dapur dan menjumpai Seoyeon sedang menyiapkan sarapan. Ia menghembuskan nafas lega.
“Pergi mandi lalu sarapan. Aku akan kekampus, jadi aku pergi duluan. Jadi berhenti berdiri disana” rupanya Seoyeon dapat merasakan kehadiran Ryeowook. Namun ia sama sekali tidak menatap namja itu bahkan ia tidak membalikkan badannya.
“Jangan pergi! Aku yang akan mengantar mu ke kampus”
Ryeowook langsung berlari kembali kekamarnya. Seoyeon hanya diam lalu menghela nafas berat.
“Percuma saja. Semua telah terjadi dan dia berhak atas semuanya. Aku mencintainya tapi kenapa aku setakut ini. Firasat ku mengatakan aka nada hal buruk hari ini. Ah… sudahlah”
Seoyeon memakan sarapannya duluan. Ryeowook selesai dalam 45 menit lalu menuju meja sarapan. Seoyeon langsung berdiri dan mencuci perlatan makan.
Kegiatan mereka selesai dan akhirnya Ryeowook mengantar Seoyeon kekampusnya.
“Kau marah pada ku?”
“Anhi”
“Lalu kenapa kau berubah?”
“Aku? Berubah? Tidak juga”
“Seoyeon… mianhe…”
“Tidak perlu minta maaf, aku mengerti. Lagipula memang seharusnya begitu. Padahal sudah dua bulan berlalu sejak hari itu. Hanya aku yang tidak siap. Aku juga tidak mengerti kenapa”
Ryeowook mencoba menanyakan hal yang selama ini mengganggu pikirannya. Ia menatap Seoyeon yang masih pasang wajah tanpa ekspresinya dalam diam.
“Seo… apa kau terpaksa dengan semua ini? Soal pernikahan dan harus tinggal bersama ku”
“Aku tahu oppa akan menyinggung Hae oppa. Jawaban ku masih sama. Dia itu oppa ku, hanya itu dan kau… tidak mungkin aku menyetujuinya kalau aku tidak mencintai mu. Dan kalau aku tidak mencintai mu, mungkin saja malam itu aku akan membunuh mu. Namun jika semuanya sudah terjadi, aku tidak akan sibuk didapur. Aku akan langsung pergi pada Donghae oppa. Justru seharusnya aku yang bertanya pada oppa, karena oppa tiada henti meragukan ku”
Ryeowook diam mendengar penjelasan panjang lebar dari Seoyeon. Kemudian dapat didengarnya yeoja itu terisak pelan. Mereka sudah sampai didepan gerbang kampus. Ryeowook mengentikan mobilnya lalu meraih kepala Seoyeon dan memeluknya, membiarkannya menangis disana.
“Oppa… sejujurnya aku hanya takut. Entah kenapa setiap melihat mu jauh dari ku, aku selalu yakin sesuatu yang buruk akan terjadi dan menjauhkan kita. Jika hal itu sudah kita lakukan, aku akan semakin sakit bilamana perpisahan itu terjadi. Aku hanya tidak ingin kehilangan semua yang sudah ku miliki. Aku tidak akan bisa, oppa…”
Ryeowook memeluknya semakin erat. Ia jadi teringat kembali atas kejadian yang menimpanya dan Hyunjae. Ia semakin khawatir bagaimana perasaan Seoyeon kalau semuanya sampai terdengar ditelinganya?
*drrt drrrtt*
iPhone Ryeowook bergetar dari sakunya. Sebuah pesan singkat dari nomor Siwon datang dengan kabar buruknya.
“Seonie… teman mu, Hyera dan Kibum kecelakaan”
Seoyeon langsung menghapus air matanya dan menatap Ryeowook dengan tajam.
“Oppa tidak bercanda kan?”
“Seoyeonie~ aku serius! Kita ke Seoul International Hospital sekarang”
Arah haluan mobil Ryeowook berpindah menuju rumah sakit nomor satu di Seoul tersebut.
***
Hyoso berkali – kali menatap Yesung yang menyetir disampingnya dengan tidak percaya. Bagaimana bisa namja dingin itu berubah sedrastis ini?
“Kenapa kau memandangi ku terus?”
“Aniyo~”
“Kau terpesona??”
“Mwo?? Ah… Anhi! Anhi!”
Yesung tertawa kecil. Hyoso semakin heran, wajahnya memerah. Ia jadi bingung bagaimana ia harus bersikap saat ini.
“Santai saja. Jangan terkejut karena tiba – tiba aku begini”
“Oppa…”
Yesung mengacak pelan rambut panjang Hyoso yang biasa dibiarkan terurai itu.
“Oppa? Kau yakin kalau oppa itu tidak…”
“Sakit maksud mu? hHaa… mungkin, mungkin saja sesuatu dalam diri ku sakit. Dengan perlahan aku menyesali apa yang telah ku perbuat pada mu tanpa memikirkan peerasaan mu. Aku terlalu kasar pada mu. Dan ketika aku sadar, aku hanya menunjukkannya pada mu. Padahal kepada yang lain aku biasa saja. Mianheyo… jeongmal mianheyo~”
Hyoso tersenyum mendengar penjelasan dari Yesung.
*drrrttt ddrrrttt*
Pesan masuk ke iPhone Yesung. Ia memberikannya pada Hyoso dan memintanya untuk membaca pesan itu. Hyoso diam sesaat dengan wajah shock.
“Waeyo?”
“Kibum oppa kecelakaan dan dalam keadaan kritis”
“M-mwo?”
“Oppa, kita harus segera kesana! Kajja!”
Yesung mengangguk lalu melirik sebentar, “Eodiga?”
“Seoul International Hospital”
Yesung langsung memutar laju mobilnya menuju rumah sakit nomor 1 di Seoul itu.

TBC

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s