Beautiful Sad Love Story (Part 14)

Author : Kim Seoyeon a.k.a Ichen Aoi a.k.a Iclarrs Wood

Cast : Super Junior

Lee Dong Hae (Donghae) / Kim Ryeo Wook (Ryeowook) / Cho Kyu Hyun (Kyuhyun) / Kim Jong Woon (Yesung) / Park Jung Soo (Leeteuk) / Choi Si Won (Siwon) / Shin Dong Hae (Shindong) / Kim Hee Chul (Heechul) / Lee Hyuk Jae (Eunhyuk)

Kim Seo Yeon (Ichen) / Park Hyo So (Any) / Shin Chae Kyung (Bella) / Yoon Ji Byung (Dinda) / Yoon Ji Hye (Dheyka) / Song Hye Ra (Dea) / Son So Hye (Piluu) / Song Eun Ri (Dika) / Han Soo Hyun (Wiyan)


Seoul International Hospital…
Semua sudah berkumpul disana. Ruang lobi tunggu VVIP langsung penuh. Wartawan berseliweran disekeliling rumah sakit. Tak hanya Super Junior, hampir semua SM Town family datang untuk menjengguk Kibum dan Hyera. Suasana saat itu sedang haru.
“Bagaimana keadaan Hyera?” tanya Seoyeon sambil terisak pelan.
“Masih kritis, tenanglah” Jessica memeluk yeodongsaengnya itu. Ryeowook membiarkannya agar ia lebih tenang. Siwon datang dengan panik, bahkan ia nyaris menubruk kursi tunggu. Semua memangdangnya dengan heran. Yoona menangis teurs-terusan sehingga Hyoso harus berkali-kali menenangkannya. Chae Kyung berdiri disamping Sunny.
Dalam suasana duka itu, seorang namja berlari-lari kecil. Ditangannya ada sebuah majalah dan tabloid. Ia adalah salah satu staff sekaligus additional milik SM Entertainment.
“Mianhe chingu! Ada kabar buruk!”
Semuanya menatap namja itu dengan heran.
“Apa Soo Man songsaenim sudah mendapat kabar kalau Kibum-ssi kritis?” tanya Sooyoung.
“Ne. Kibum dan Hyera akan mendapatkan perawatan kelas 1 dirumah sakit ini” jawab namja itu sambil terengah – engah dan mengatur nafasnya akibat tadi berlari – lari kecil.
“Lalu apalagi yang kabar buruk??” Leeteuk bertanya dengan heran.
“Lihatlah dibawah sana!”
Yunho dan Changmin langsung menyibakkan jendela rumah sakit dilantai10 itu. Sekarang tidak hanya wartawan yang berkumpul, tapi banyak sekali yeoja yang mengangkat – angkat spanduk.
“Itu fansnya Kibum?” tanya Changmin dengan lugunya.
“Anhi. Itu antis!” jawab namja itu dengan ekspresi dan tatapan yang mengatakan ini-sangat-buruk-dan-sangat-fatal!.
“ANTIS??” seperti baduan suara SHINee, Super Junior, SNSD, f(x), Trax dan TVXQ bicara dengan nada shock.
“Apa itu antis untuk Seo lagi?” tanya Donghae sambil melirik Seoyeon dengan panik.
“Aniya~”
“Lalu?” Minho jadi bingung sendiri.
Namja itu memberikan tabloid dan majalah. Sebuah headline new terpampang besar – besar disana. ‘2 Member Super Junior Akan Menuai Ribuan Antis’. Semuanya saling pandang.
“Bagaimana bisa?” Leeteuk mulai merasa sakit kepala melihat headline itu, ‘Super Junior’ terpampang dengan sangat jelas disana.
“Lihat gambar dibawahnya. Baru kalian mengerti”
Semuanya langsung berebut. Dan saling pandang. Eunhyuk menarik tabloid dan majalan itu lalu menatap Ryeowook dengan begis.
“Ryeong! Apa yang kau lakukan?! Kenapa bisa ada foto seperti ini?!”
Ia melemparnya kehadapan Ryeowook. Namja itu memungutnya. Seoyeon mengamatinya dengan bingung. Namja itu membeku. Itu foto dia dan Hyunjae. Seoyeon menatap yang lainnya dengan heran. Dia ingin mendekati suaminya itu namun Eunhyuk menariknya mundur.
“Donghae, pegang dia!”
“Hyung?”
“Aku butuh kejelasan! Sekarang kau tidak bisa seenaknya menyentuh dongsaeng ku!”
Seoyeon memandang Donghae, meminta penjelasan akan sikap oppanya itu. Shindong melirik foto disampingnya lagi.
“Hyuk, kau… memukul Yong Hwa?”
Soohyun memandang Eunhyuk sekilas. Ia menantikan reaksi namja itu namun Hyuk hanya diam.
“Sebenarnya ada apa?” Jibyung ikut penasaran.
Maka Sungmin memutuskan untuk membacakannya kepada yang lain.
“2 Member Super Junior akan menuai ribuan antis. Seorang wartawan memergoki Eunhyuk memukul Yong Hwa CN Blue karena masalah yeoja. Sampai saat ini kami belum tahu siapa yeoja beruntung yang menuai konflik ini. Namun ini tidak seberapa dengan kasus perselingkuhan yang dilakukan Ryeowook kepada seorang yeoja yang diduga temannya itu. Bukankah kita semua tahu kalau dia telah menikah dengan Jung Seoyeon, yeodongsaeng dari Eunhyuk dan Jessica? Tapi kenapa dia tega melakukan semua ini. Sampai saat ini kami menduga kalau yeoja itu beberapa tahun diatas Seoyeon. Mungkin akan tercipta ribuan antis Eunhyuk dari fans Yong Hwa dan antis Ryeowook karena sikapnya yang dinilai kurang ajar”
Sungmin menyelesaikan bacaannya lalu menutup tabloid itu. Sedangkan majalahnya jatuh dilantai, Seoyeon mengambilnya. Foto dimajalah itu berwarna, ia dapat melihat dengan jelas foto itu. Itu foto Ryeowook yang sedang berciuman dengan seorang yeoja dan foto disampingnya itu Eunhyuk, Yong Hwa dan Soohyun. Ia diam. Semua menanti reaksinya.
“Oppa, kenapa oppa memukul orang lain? Ada apa?”
Diluar dugaan, ia malah menatap Eunhyuk.
“Aku hanya sedang emosi”
“Minta maaflah. Aku akan bicara pada Soo Man songsaenim agar oppa bisa mengadakan jumpa pers dalam rangka minta maaf. Satu lagi, yeoja ini… Soohyun? Aku harap kalian bisa menyelesaikan masalah kalian. Semoga cepat membaik”
Ia tersenyum. Semuanya saling bertatapan satu sama lain.
“Kok santai begitu?” bisik Shindong pada Kangin. Kangin hanya mengangkat bahu.
Staff itu langsung membalikkan badannya sambil mengangguk.
“Kau mau kemana?”
“Seo, aku mau bertemu Soo Man songsaenim”
“Aku ikut!”
Seoyeon pergi bersama staff itu. Donghae menemaninya. Suasana langsung hiruk pikuk.
“Ryeong kau…”
“Hyukie~ ku rasa semua akn selesai, tapi aku tidak yakin dengan mu, Ryeong” Hankyung menatap Ryeowook dengan kaku.
“Soohyun, ikut aku! Kita juga harus menghadap Soo Man songsaenim. Kalian kabarkan perkembangan Kibum dan Hyera pada ku. Ryeong, aku sangat kecewa pada mu”
Soohyun berlari kecil mengimbangi langkah Eunhyuk. Semuanya menghela nafas sambil geleng – geleng.
“Aku tidak mengerti kenapa banyak masalah begini” Leeteuk jadi putus asa. Taeyeon menenangkannya sambil memijat bahu namja itu. Jessica mendekati Ryeowook yang masih menundukkan wajahnya.
“Selesaikan masalah ini secepatnya. Atau Hyukie oppa tidak akan bisa memaafkan mu”
***
Sebuah majalah langganan Hyunjae telah sampai kekamar Sohye. Yeoja itu menerimanya dan menandatangani penerimaan pengiriman itu. Hyunjae masih ada dikantin rumah sakit untuk membeli sarapan. Sohye melirik cover majalah itu.
“Inikan… Hyunjae eonni?”
*ckrek!*
Pintu terbuka dan Hyunjae datang sambil tersenyum membawakan sarapan pagi itu.
“Sarapan datang~”
“Gomawo eonni”
“Ne!”
Hyunjae melirik majalah yang berada ditangan dongsaengnya itu.
“Ohh sudah datang ya majalahnya”
Sohye langsung menatap Hyunjae dengan penuh selidik.
“Eonni. Apa yang eonni lakukan kemarin malam diluar?”
“Maksud mu?”
“Dimalam eonni datang ke acara Golden Music Award”
Hyunjae menatap Sohye dengan heran, “Aku? Pulang kerumah kok. Waeyo?”
“Eonni lihat ini!”
Sohye memberikan majalah itu pada Hyunjae. Saat ia menatap covernya ia sangat terkejut melihat foto dirinya dan Ryeowook pada malam itu.
“Bagaimana bisa??”
“Eonni, apa yang eonni lakukan?”
“Aku… ah! Ryeowook! Aku harus menemuinya”
“Hajiman eonni…”
Sohye belum menyelesaikan ucapannya namun eonninya itu langsung melesat pergi. Ia menghenyakkan dirinya dikasur rumah sakit. Lalu melirik jam dimeja dekat situ.
“Yolhansi (jam 11). Tumben Yesung oppa belum datang. Biasanya dia selalu datang pagi dan membawakan ku sarapan. Ada apa sebenarnya?”
Saat itu Sohye merasakan sebuah firasat tidak enak menghampiri benaknya. Pikirannya terus tertuju pada namjachingunya itu. Berbagai pikiran negatif datang dan pergi sehingga menimbulkan rasa sakit dikepalanya. Dan ia memutuskan untuk membaca buku – buku novel yang bertumpuk dimejanya, semua itu dari Yesung dan ia belum sempat membacanya sama sekali.
***
Kyuhyun sama sekali tidak fokus terhadap masalah – masalah dihadapannya kecuali satu hal yang masih menjadi pertanyaan dalam benaknya, soal hubungan Hyoso dan Yesung.
Ia memutuskan untuk memisahkan diri dari yang lain. Sesekali ia menghela nafas berat. Chae Kyung yang memutuskan untuk mencari udara segar itu melihat Kyuhyun sendirian diujung lobi. Ia mendekati namja itu dengan perlahan.
“Kyu oppa?”
“Ah, Chae Kyung”
Kyuhyun tersenyum kecil melihat yeoja penuh semangat itu.
“Waeyo oppa? Oppa terlihat…”
Chae Kyung belum sempat menyelesaikan kata – katanya namun Kyuhyun langsung memeluknya. chae Kyung sangat terkejut, bagaimana bisa namja yang selama ini bahkan mengangganpnya tidak ada itu bisa melakukan hal seperti ini.
“Oppa…”
“Chae Kyung, diamlah… izinkan aku seperti ini selama 5 menit saja. Jebal…”
Mereka berhadapan. Kyuhyun memeluk Chae Kyung lalu kepalanya merosot dibahu Chae Kyung. Ia sedang bimbang dan menahan tangisnya. Chae Kyung hanya bisa diam. Antara bahagia karena merasa dibutuhkan dan sedih karena dimanfaatkan.
“Oppa, ada apa sebenarnya ada apa? Kau semakin membuat ku tidak mengerti”
“Chae Kyung… aku hanya sedang bimbang dan hancur”
“Oppa…”
“Chae Kyung… jebal… sebentar saja dan jangan tanya apa – apa”
Akhirnya Chae Kyung memutuskan untuk diam. Ia benar – benar tidak tahu apa yang akan dilakukannya lagi selain membiarkan namja tampan itu begitu. Memeluknya dengan erat dan melepaskan segala kegundahannya.
***
Setengah setelah kepergian Hyunjae, Sohye mengalami masalah. Tiba – tiba saja dadanya sesak. Ia mengalami kesulitan dalam bernafas. Ia meraih tombol bel pemanggil perawat, sayangnya tubuhnya terlalu lemah karena menahan rasa sakit. Sohye terus berusaha bernafas lewat mulutnya dan sesekali mencoba lewat hidungnya. Ia memegangi dadanya yang terasa sangat sesak dan rongga udaranya sangat sempit itu.

*deg!*
Tiba – tiba saja jantung Yesung terasa sakit. Pikirannya langsung melayang pada Sohye. Ia melirik Hyoso yang masih tampak sedih. Ia mendekatinya perlahan.
“Hyoso – a. Aku harus kerumah sakit”
“Rumah sakit?”
“Ne. Ketempat yeojachingu – ku. firasat ku tidak enak. Aku pergi sekarang, kalau kau mau pulang dan butuh jemputan langsung telepon aku saja. Aku akan mengantarkan mu pulang nantinya”
Yesung bicara sambil memegangi pundak Hyoso. Yeoja itu hanya bisa mengangguk pelan sambil sesekali pasang wajah meyakinkan. Yesung langsung berlari pergi meninggalkan yang lainnya.

Penglihatan Sohye sudah makin menurun. Dadanya masih sesak. Ia mengalami kesulitan untuk meraih bel merah itu. Air matanya sudah mengalir.
“Oppa… Eonni…”
Suaranya semakin lemah bahkan nyaris tidak terdengar.
*brak!*
“Sohye?!”
Tepat pada waktunya, Yesung datang dan langsung memasangkan alat bantu pernafasan. Ia membantu Sohye mengatur posisi tidurnya.
“Oppa…”
Suara Sohye nyaris tidak terdengar. Air matanya mengalir deras. Namun ia mencoba untuk tersenyum sambil memandang namjachingu – nya itu.
“Berhentilah bicara. Diam saja! Atur nafas mu!”
Sohye hanya tersenyum sambil mengangguk kecil. Yesung menunduk lalu memukul tepian kasur rawat itu. Air matanya juga mengalir dengan perlahan.
“Sohye… berhenti membuat ku khawatir! … berhenti menyiksa ku dan membuat jantung ku nyaris terhenti! … ku mohon…”
“Uljima”
Yesung memandang Sohye lalu mengelus pipi yeoja itu dengan lembut.
“Sohye… jebal… aku benar – benar tidak bisa kehilangan mu”
Lalu ia memeluk Sohye yang juga menangis dalam pelukkannya.
***
Donghae, Seoyeon, Eunhyuk dan Soohyun memutuskan untuk menghadap Lee Soo Man. Penguasa nomor satu di SM Entertainment. Ketegasan dan sikap pengertiannya sangat terkenal dikalangan SM Town family. Mereka masuk kedalam ruangan kantor khusus yang sangat luas itu. Mereka mendapati Soo Man songsaenim sedang menonton acara tv yang memuat berita menghebohkan itu. Ia menoleh kearah pintu saat mendengar ada langkah kaki masuk dan mempersilahkan mereka masuk.
“Waeyo?” tanyanya langsung tanpa basa – basi.
“Ini soal berita itu…” Eunhyuk memulai.
“Aku sudah melihat semuanya. Jadi apa penjelasan mu terhadap masalah ini? Kau tahukan dengan adanya masalah ini selain akan merugikan perusahaan juga menurunkan popularitas kalian juga kepercayaan fans pada kalian”
“Ne. arraseo” Eunhyuk tertunduk.
“Soo Man songsaenim, bisakah anda merancang jumpa pers agar Hyukie oppa bisa meinta maaf kepada Yong Hwa didepan umum lalu kita biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri” usul Seoyeon.
Soohyun hanya diam sambil memandang lantai. Dia sendiri bingung harus bicara apa. Sedangkan Donghae memang hanya menemani Seoyeon.
“Ah… kau benar nona Kim. Aku menyetujuinya, lalu bagaimana dengan masalah suami mu itu? Dan… dimana dia?”
Beliau melirik kesana – sini dan tidak menjumpai Ryeowook.
“Mungkin dia akan bicara sendiri pada anda” jawab Seoyeon singkat.
Jujur saja tidak satu orang pun pernah melihat sosok Seoyeon sedingin ini. Beliau melirik kearah Soohyun, yang tentu saja sama sekali tidak dikenalnya.
“Lalu? Siapa dia?”
“Ini Han Soo Hyun, dia… yeoja itu” jawab Eunhyuk singkat.
“Oh… Baiklah! Sudah ku putuskan kalau kalian berdua ahh… tidak! Bertiga dengan Yong Hwa untuk bicara didepan publik. Ingat! Jangan bicara satu patah kata pun yang dapat menurunkan reputasi kalian!”
“Arraseo songsaenim. Kamsahamnida”
Mereka ber – 4 pergi. Soo Man melirik kearah berita Ryeowook.
“Aku rasa aku punya rencana untuk mereka!”
Lalu menelepon sekretarisnya untuk menyiapkan acara jumpa per situ.
***
Hyunjae berlari sepanjang jalan sambil sesekali melirik jam tangannya. Ia berhenti didepan halte bus untuk menantikan bus yang akan membawanya ke dorm Super Junior. Ia menaiki bus dalam diam. Ia melihat segerombolan pelajar membawa majalah yang sama dengannya.

“Ya ampun, tadinya aku antisnya Seoyeon eonni. Tapi sekarang aku malah kasihan. Aku gak nyangka oppa kayak gitu”
“Bener tuh! Udah punya istri juga kok masih gitu”
“Aku sebel ama eonni yang difoto ini!”

Hyunjae masih diam. Ia turun didepan halte dan dihadapannya kini terhampar luas komplek asrama tempat talent SM Ent. Bahkan didepan gerbangnya ada tulisan ‘Welcome to SM Town’. Kebetulan sekali saat itu Ryeowook baru saja turun dari mobilnya bersama Hankyung. Ratusan fans yang memadati depan gerbang itu langsung berteriak histeris sambil sesekali mengacungkan foto dimajalah tersebut, Hyunjae mundur beberapa langkah. Dilihatnya beberapa crew sedang mengamankan daerah tersebut agar Han dan Ryeo bisa lewat. Hyunjae langsung menyelip diam – diam dibelakang kerumunan dan akhirnya ia berhasil menyusup.
Ryeowook mendekati asrama, Hyunjae melirik kebelakang dan gerbang besar itu sudah kembali menutup. Yeoja itu langsung menarik tangan Ryeowook dan membuatnya menoleh. Hankyung sudah jauh berjalan didepan mereka.
“Hyunjae?”
“Wookie, aku ingin bicara pada mu”
“Soal apa?”
Namja itu bukan lagi seperti yang dikenalnya, tatapannya dingin namun wajahnya tampak lelah.
“Kau marah pada ku?”
“Lebih baik kau tidak usah bertanya”
Ryeowook kembali melangkahkan kakinya untuk menuju dorm Super Junior namun Hyunjae menahannya dengan memeluknya dari belakang. Dan disaat yang sama Donghae bersama Seoyeon baru saja turun dari mobil dan meminta supir untuk memarkirkannya. Banyak fans yang langsung memberikannya semangat.

“Seoyeon eonni! Hwaiting!”
“Hae oppa, jaga eonni”

Seoyeon sampai meneteskan air mata dibuatnya. Beberapa yeoja ingin memeluknya untuk menenangkannya. Namun para crew penjaga menghalanginya.
“Kami istirahat dulu ya” ucap Donghae yang langsung disambut anggukan pengertian. Saat memasuki gerbang, Seoyeon langsung menghentikan langkahnya. Donghae juga begitu, namun ia heran kenapa Seoyeon berhenti lalu tatapannya menjurus kedepan. Yeoja lain sedang memeluk Ryeowook dari belakang secara terang – terangan.
Donghae langsung memeluk Seoyeon agar yeoja itu tidak melihatnya terlalu lama.
“Aku mau pergi!! Sekarang!” ucap Seoyeon dingin.
Donghae pun mengajaknya kembali keluar gerbang. Semua fans didepan sana kebingungan. Seoyeon menangis dengan wajah dinginnya.
***
Hyoso pulang bersama Yoona. Mereka berpamitan dengan para talent SM dirumah sakit tersebut. Leeteuk langsung mengambil sebuah jas yang tergeletak diatas kursi tunggu.
“Hyoso, ini jas milik sepupu mu itu”
“Sepupu?”
“Yesung”
Hyoso mengangguk sebagai tanda mengerti lalu membungkuk sebentar dan mengucapkan terimakasih. Hyoso dapat merasakan tatapan heran Yoona. bagaimana pun juga tidak pernah ada nama seorang Yesung dalam silsilah keluarga mereka.
“Eonni, ayo pulang! Nanti kita kembali untuk menjengguk Kibum oppa”
Yoona yang memang sudah lelah itu menuruti kata – kata dongsaengnya. Hyoso menyetir dengan hati – hati sambil mendengar keluhan – keluhan Yoona.
“Kenapa tidak ada yang menelepon atau mengabarkan?”
Hyoso hanya diam. Mereka sampai didepan rumah dan eomma Hyoso menyambut mereka dengan hangat sambil memberikan pelukkan pada Yoona.
“Ahjumma”
“Yoona? kau menangis?”
“Anhi”
Wanita itu menghapus air mata dipipi Yoona dan menatap Hyoso yang masih berdiri memandangi jas yang tersampir ditangannya.
“Hyoso? Ayo masuk!”
“Ne eomma”
Eomma – nya dan Yoona masuk. Hyoso memeriksa kantong jas Yesung dan mendapati sebuah bukti pembayaran rumah sakit. Ia membaca alamatnya. Hyoso langsung pergi lagi bersama mobilnya itu.
***
Chae Kyung memaksa untuk mengantar Kyuhyun ke dorm. Karena entah kenapa saat ini namja itu terlihat seperti orang sakit, sangat lemah dan rapuh.
“Sudahlah oppa, aku akan mengantar mu ke dorm”
“Tidak perlu”
“Kau tampak kurang sehat, aku takut terjadi apa – apa pada mu nantinya”
Kyuhyun menatap Chae Kyung sesaat. Ia bisa merasakan sebuah ketulusan didalam mata itu. Kyuhyun mengalihkan pandangannya, berharap ia tidak akan menggoyahkan hatinya untuk Hyoso. Namun entah kenapa sesuatu dalam diri Chae Kyung membuatnya kembali berfikir lebih.
Chae Kyung mengajak Kyuhyun menuju lahan parkiran. Supir pribadi Chae Kyung sudah setia menanti sejak tadi.
“Kita ke pusat dorm SM Town Mr. Hwang” perintah Chae Kyung yang disambut anggukan.
Tidak memerlukan waktu lama, mereka sudah tiba. Karena mobil diparkir disisi lain komplek dorm. Maka sang supir pergi ke tempat parkiran sedangkan Kyuhyun dan Chae Kyung turun. Banyak fans berdiri tegak disana. Mereka berdua berjalan beriringan, beberapa yeoja menatap Chae Kyung heran + bingung. Agak risih sih, tapi mau bagaimana lagi.
Setelah melewati pekarangan yang cukup luas, mereka sampai disebuah bangunan khas Super Junior, yang didominasi warna biru safir. Disamping kirinya ada dorm TVXQ dan dikanan ada dorm SHINee, diseberangnya adalah dorm SNSD & f(x).
Mereka masuk dan mendapati Hankyung tengah makan siang. Ia tersenyum kearah pasangan itu.
“Annyeong, usai makan aku mau tidur dulu ya. Yang lain sedang ada kegiatan diluar sedangkan Ryeong pergi entah kemana”
Penjelasan Hankyung berakhir dengan dirinya yang pergi kekamar sambil menelepon orang yang kira – kira masih di rumah sakit dan mengawasi keadaan Kibum. Chae Kyung duduk disofa samping Kyuhyun yang langsung menhadap tv layar flat didepannya.
“Oppa, bisa ceritakan masalah mu pada ku”
“…”
Kyuhyun hanya diam. Chae Kyung mencoba rileks.
“Oppa, silahkan cerita saja”
“…”
Lagi – lagi tawaran Chae Kyung hanya dijawab oleh kesunyian. Dengan berat hati dan sedikit canggung Chae Kyung berdiri lalu merapikan pakaiannya.
“Baiklah, aku pergi dulu ya oppa. Mian, jika sudah mengganggu mu”
*grep!*
Kyuhyun langsung menahan tangan Chae Kyung. Yeoja itu berhenti dan menatap tangan Kyuhyun yang menahan pergelangan tangannya. Kyuhyun menunduk.
“Diamlah… tetaplah disini”
Chae Kyung mundur lalu kembali duduk disofa. Kyuhyun langsung meraih tubuh mungilnya dan memeluknya. Chae Kyung diam. Sesuatu membuatnya sangat ingin terus berada disisi namja yang sedang rapuh itu. Sesuatu yang dinamakan cinta.
Dan hal terduga terjadi, Kyuhyun mencium Chae Kyung secara tiba – tiba dan dalam. Chae Kyung dapat merasakan bibirnya basah. Kyuhyun terus menciumnya sambil memeluknya. Kyuhyun dapat merasakan ada air mata dipipi yeoja itu. Ia melepasnya lalu menatap Chae Kyung yang mulai terisak pelan.
“Waeyo?”
Pertanyaan Kyuhyun hanya dijawab dengan gelengan. Kyuhyun pun kembali memeluknya sambil memeblai ramput pendek sebahu yang terurai itu. Chae Kyung terisak didalam pelukkannya.
***
Ji Hye membolak – balik halaman yang sama. Ia menahan emosinya.
“Oppa, aku sudah mencoba untuk mengikhlaskan kau menikahi teman ku. Tapi kenapa kau memberikan peluang pada yeoja lain untuk mendekati mu? Bukankah kau menutup diri mu untuk ku?”
Jihye melempar majalah itu ketembok dan bunyi gedebuk keras menghantam tembok. Ia menahan amarahnya sekaligus kepedihannya.
***
Hyera perlahan membuka matanya, ia sudah berhasil melewati masa kritisnya. Cahaya masuk kedalam diafragma matanya. Ia mencoba mengingat – ingat kejadian yang membawanya kerumah sakit. Dalam sekejab ia bisa mengenalinya dari aroma khas yang dimiliki rumah sakit.
Ia dapat merasakan ada seseorang disampingnya. Hyera mencoba menoleh. Ternyata disana hanya ada Siwon yang tertidur. Ia masih mencoba mengingat – ingat kejadian belakangan ini. Sebuah kilatan cahaya menerjang pikirannya. Dan sebuah teriakan yang berasal dari dirinya sendiri. Ia berhasil mengingat kecelakaan itu.
“Kibum oppa!” teriaknya sampai berhasil membuat Siwon terbangun.
“Hyera?” Siwon tersenyum lega melihat yeoja itu sadar.
Hyera sibuk berusaha melepaskan segala macam peralatan rumah sakit yang tertancap ditubuhnya. Siwon langsung mencegahnya dengan cepat dan dihadiahi omelan Hyera.
“Lepaskan! Aku mau menemui Kibum oppa”
“Hyeraa~”
“OPPA!! LEPASKAN AKU!!”
“Hyera~ jebal…”
“OPPA!! SIWON OPPA!! LEPASKAN AKU!!”
“Hyera, tenanglah…”
“BAGAIMANA AKU BISA TENANG?? JELASKAN?! Sekarang aku tidak tahu bagaimana keadaan Kibum oppa. Aku harus tahu! Aku harus melihatnya!”
Hyera menangis tiada henti. Siwon langsung memeluknya namun Hyera berusaha melepaskan pelukkan namja itu. Satu yang dia inginkan saat ini, melihat keadaan Kibum.
*brak!*
Sunny masuk dengan wajah panik, dia tidak menyadari kalau Hyera sudah sadar.
“Siwon oppa! Kibum oppa semakin kritis. Yang lain sedang mengabari para SM family yang ada acara maupun didorm. Soo Man ahjussi akan segera kesini! Lebih baik kita semua bersiap!”
Hyera shock mendengar penjelasan Sunny, ia langsung berhenti menangis. Siwon menatapnya dengan iba dan penuh ketulusan.
“Kibum oppa…” bisiknya pelan.
Sunny baru menyadari kalau Hyera sudah sadar dan berada dalam pelukkan Siwon.
“Hyera – a, mianheyo~” sahutnya pelan.
“Gwaenchana… izinkan aku melihatnya… Ku mohon…”
Sunny mengerti lalu menyiapkan kursi roda. Siwon membantunya berdiri. Mereka membawa Hyera menuju pintu depan ruang rawat Kibum, terlihat banyak sekali dokter dan suster yang menanganinya. Semua memberikan jalan pada Hyera.
“Oppa… mianhe~ semua salah ku… kenapa kau menjemput ku?! aku biasa berangkat sendiri!! Kenapa kau menjemput ku namja babo??!! Waeyo?! Waeyo?!”
Siwon berusaha menenangkannya. Sayangnya tekanan batin yang kuat membuat Hyera kembali pingsan, semua panik lagi lalu membawa Hyera kembali keruang rawatnya. Dokter memasang kembali semua peralatan rumah sakitnya. Dan lagi – lagi Hyera masuk dalam masa kritis.
“Dia koma”
Itulah jawaban dokter. Siwon terhenyak dilantai. Ia semakin sedih sekaligus panik. Dan lagi – lagi kabar buruk datang, kali ini Leeteuk yang menyampaikannya dengan wajah putus asa. Ia baru saja keluar dari ruang dokter.
“Kibum… Kibum sekarat dan koma, harapan untuk hidupnya tipis”
Suara tangisan dan isakan meledak disana. Sementara itu, Yoona merasakan dadanya sesak dan matanya panas. Air matanya tiba – tiba saja turun dan pikirannya terarah pada Kibum.

TBC

2 comments

  1. Almas Aqmarina · July 29, 2012

    mana lanjutannya thor?? huaaa. penasaran, udah ngikutin dari pertama jadi ngerasa kayak hidup ditengah2 SM Family -,- lanjutannya yaaaa ><"

  2. Juwita · June 6, 2013

    Min mana lanjutannya hampir 1 tahun kok gak lanjut lanjut !

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s