Part 1 : Aurea Love

Title : Aurea Love (First Sight?)
Author : Ichen Aoi
Cast : Lee MyungHae, Park Jiyeon dan Lee Ji Eun
Support Cast : No Minwoo Boyfriend & Choi Min Ki NU’EST
Special Cast : Lee Donghae & Kim Seoyeon
Genre : Friendship, Romance
Sequel of : Dormitory High School and Domus Aurea Romance
Backsound : L’Arc~En~Ciel – C’Est La Vie

Note : Hhaaa… Nulis ini sambil dengerin L’Arc~En~Ciel yang C’Est La Vie gak tau kenapa jadi semangat wkwkwkwkwk Pengaruh papa Hyde, Oom Tetsuya, Oom Ken dan Oom Yukihiro mungkin fufuffuufu… Tapi bisa jadi ini efek galau karena gak nonton mereka huaaaa…

==

Hari ini MyungHae seperti biasa sudah duduk manis di ruang makan sambil sesekali memandangi eommanya dengan tidak sabaran berharap sarapan cepat selesai dimasak. Sedangkan eommanya sibuk memasak sambil menggerakkan kepalanya, Myunghae meliriknya sekilas dan benar saja kalau Seoyeon sedang memakai earphone.MyungHae berdiri lalu menarik unjung dress eommanya dan menunjukkan wajah manisnya. Meski ini agak memalukan, tapi hanya itu yang bisa diperbuatnya agar perutnya bisa cepat terisi.

“Eomma~”

Seoyeon menoleh dan menatap putranya yang sudah rapi dengan seragam biru terang Domus Aurea High School. Apalagi ia sedang menunjukkan aegyeonya, membuat Seoyeon langsung mencubit kedua pipi MyungHae dengan gemas.

“Kyaa~ Eomma sudah memperkirakan kalau kau akan tumbuh menjadi namja yang cute dan tampan! Ahhh… Benar – benar putra eomma!” ucap Seoyeon dengan penuh semangat sambil mengacungkan spatulanya.

Donghae muncul dari ruang depan dan kali ini sudah rapi dengan pakaian kantornya hanya dasi yang sengaja tidak ia rapikan. Ia lebih suka dasinya dipakaikan oleh Seoyeon. Ia tersenyum kecil ketikan mendapati kalau Seoyeon sedang mencubit kedua pipi MyungHae dengan susah payah, karena MyungHae jauh lebih tinggi daripada Seoyeon.

“Jagiya~ help me~” ucap Donghae sambil memeluk Seoyeon dari belakang.

Seoyeon melepaskan cubitannya dari pipi MyungHae yang diam – diam menggerutu dalam hati. Ia langsung melirik kearah kaca kecil yang tertempel dikulkas berharap pipinya tidak memerah karena eommanya mencubit terlalu kencang.

“Lepaskan akuuu!!” ucap Seoyeon dengan tegas.

Donghae melepaskannya lalu menatap Seoyeon dengan mengerucutkan bibirnya. Alih – alih merasa gemas, Seoyeon malah merasa kesal karena menurutnya Donghae sama sekali tidak imut dan tidak pantas melakukan aegyeo diusianya yang sudah senja.

“Berhenti melakukan aegyeo gagal didepan umum atau aku tidak segan – segan mengurus perceraian kita” ancam Seoyeon yang langsung sukses membuat Donghae membeku.

MyungHae memutuskan untuk tidak ikut campur. Ia memilih kembali duduk di kursinya sambil memegangi pipinya yang terasa sedikit ngilu.“Eomma mencubit ku dengan sepenuh hati hiks…” keluhnya lagi. Sedangkan Donghae sendiri memutuskan diam dan duduk di kursinya dengan tenang dan berusaha memasang dasinya. Rasanya jadi sedikit menakutkan ketika yeoja itu bilang masalah cerai.

Seoyeon melirik keduanya dengan tersenyumm jahil. Ia langsung menyuguhkan keduanya sarapan pagi. Ia menepuk kepala MyungHae dengan lembut sambil menyunggingkan senyumnya.
“Sarapan yang benar ya”

Myunghae hanya membalasnya dengan anggukkan dan tersenyum senang lalu mengambil sendok dan meneguk segelas air putih baru kemudian ia makan. Lalu Seoyeon beralih pada Donghae yang kini tampak jadi kaku. Seoyeon menarik Donghae berdiri lalu memasangkan dasi untuknya. Ia bisa merasakan kalau Donghae berdiri dengan tegang.

“Aku hanya bercanda, tidak perlu seperti itu” ucap Seoyeon sambil menahan tawanya.

Seolah tahu kelanjutannya, MyungHae langsung memilih untuk membawa piring yang berisi menu sarapannya keruang tengah. Dan benar saja, Donghae langsung mencium Seoyeon yang tampaknya mulai bersemu merah lagi.

***

Domus Aurea High School

MyungHae melirik kedalam ruang kelasnya untuk mencari No Minwoo, teman seangkatannya yang sangat pandai sekali melakukan dance. Minwoo merupakan bendahara OSIS dan ia butuh laporan keuangan saat ini juga. Saat MyungHae berbalik, ia mendapati belasan bahkan puluhan yeoja tampak berbaris menyambut seseorang dengan tatapan penuh kekaguman yang langsung membuat MyungHae kesal. “Pasti orang merepotkan itu!!” keluhnya dalam hati.

Seorang namja cantik dengan rambut panjang berponi rata dan dicat blonde dengan seragam biru mencolok yang dipadukan dengan warna pink disana sini membuatnya dua kali lipat lebih mencolok daripada seharusnya. Seperti biasa, ekspresinya amat sangat datar. Ia langsung mengangkat sebelah alis matanya begitu mendapati MyungHae sedang menatapnya dengan penuh pertimbangan. Namja itu langsung menghela nafas berat sambil di hiasi backsound teriakan – teriakan kekaguman dari para pelajar putri.

“Kau! Kenapa telat huh?!”
“Aku menghindari yeojadeul itu”
“Nyatanya semua akan sama saja setiap kita lewat kan?”

Sebuah suara lain menyela pembicaraan mereka berdua. Keduanya langsung menoleh dan mendapati Minwoo sedang mendrible bola basket ditangannya sambil tersenyum kecil. Sedangkan teriakan histeris dibelakang mereka makin menjadi dan beberapa malah memotret mereka dengan kamera handphone.

“Myunghae –a, sebaiknya kita pergi!” keluh namja cantik bernama Ren itu.
“Ku rasa begitu” jawab Myunghae sambil melangkah didepan Minwoo dan Ren dengan cepat dan diikuti keduanya dengan tak kalah sigap.

***

“Ku rasa kau memang harus mencari bahannya diperpustakaan” usul Minwoo sambil membuka bungkus plastik lolipop yang dibelikan oleh Ren untuknya. Myunghae hanya memandang keluar jendela dengan enggan. Sejujurnya ia tidak begitu suka keperpustakaan bukan karena ia malas, hanya saja pengurus perpustakaan meminta semua anggota OSIS untuk memakai masker saat berkunjung kesana untuk mencegah kehisteriaan pelajar yeoja yang terpesona dengan ketampanan mereka.

Tidak seperti masa lampau, kali ini Domus Aurea High School memiliki jajaran OSIS yang lengkap dan bisa dibilang lebih tangguh dari tahun sebelumnya. Karena OSIS mendadak merosot kinerjanya setelah kedudukan Key hilang karena kelulusannya. Terlebih lagi sekolah ini juga menambahkan kurikulum entertainment. Misalnya saja murid paling unggul dikelas dance sekaligus murid kesayangan Eunhyuk sonsaengnim, Kai. Kai masuk dalam jajaran OSIS dengan sie kesehatan. Lalu rapper yang jadi pelajar kesayangan Yunho sonsaengnim, Chanyeol. Chanyeol masuk dalam sie hubungan sosial. Myunghae sebagai ketua OSIS, Ren yang merupakan sekretaris dan Minwoo yang merupakan bendaharawan OSIS. Dan masih banyak lagi anggota OSIS yang lainnya.

Myunghae memainkan gantungan ponselnya dengan enggan lalu pada akhirnya beranjak dari kursinya dan menadahkan tangannya pada Ren. Ren langsung memberikannya masker bercorak teddy bear. Myunghae menatapnya dengan terkejut.

“Kau ingin aku memakai ini?”“Tidak ada yang lain lagi, jadi terserah mu saja~”

Minwoo hanya terkikik pelan dari meja kerjanya melihat Myunghae dan Ren yang saling bertolak belakang itu. Myunghae adalah sosok manly yang benar – benar manly sedangkan Ren penampilannya sangat feminin bahkan ia menyukai nail art yang menurut Myunghae itu membuat kuku akan tampak merepotkan dengan corak – corak aneh.

Mau tidak mau Myunghae meraihnya dengan kesal dan setengah hati lalu pergi keluar. Sedangkan Ren tersenyum puas sambil mengeluarkan sebuah masker biasa, tanpa corak dan menaruhnya diatas meja Myunghae. sedangkan Minwoo langsung tertawa sambil memegangi perutnya yang bisa saja keram sewaktu – waktu.

“Kau… hHaaaa… Myunghae… Hhaaaa…”“Sesekali ia harus tampil cute didepan umum kan?”

Sementara itu Myunghae memutuskan untuk menutup maskernya dengan telapak tangannya dan mengendap – endap ke perpustakaan dengan perlahan. Ia tidak ingin ada pelajar yang melihatnya dengan masker milik Ren itu. Ia menghela nafas lega ketika ia sudah sampai di deretan rak buku yang ditujunya. Myunghae menelusuri judul buku – buku itu dengan jemarinya yang panjang dan lentik. Ia terus bergeser kepojok.

*duk!*

“Aw!” keluhnya ketika ia merasa kalau ia menendang sesuatu yang keras.Myunghae melirik kebawah dan mendapati ada sesosok manusia ditengah gelap itu. Dan orang jujur saja, jantung Myunghae mulai berdetak tidak normal. Berharap bukan hantu ataupun mayat yang dijumpai di lorong sempit diantara rak buku yang berdiri dengan tegap itu. Ia memperhatikan orang yang ia yakini seorang yeoja karena rambutnya yang cukup panjang itu tergerai dengan leluasa.

Yeoja itu menoleh dengan perlahan dan menatap Myunghae dengan tatapan kosong. Hal ini membuat Myunghae terkejut lalu melangkah mundur.

*bruk!*

Myunghae jatuh terduduk dan matanya semakin memandangi yeoja misterius dihadapannya. Yeoja itu masih menatapinya dengan tatapan kosong. Myunghae mendekatinya dengan khawatir lalu membantunya berdiri dan membaca nametag didada kirinya.

“Lee Ji Eun?”

To Be Continued

8 comments

  1. aimmasong · June 19, 2012

    ciat…ciat….
    seru kak ,
    b’dbar2 menanti kelanjutannya. srasa brada di dlemnya .

  2. kirana yoshioka · June 19, 2012

    lanjut trus…
    d tnggu kelanjutannya…..

  3. kunhaebin · June 19, 2012

    short ff chingu
    lanjut ya
    hwaiting

  4. Zhi · June 21, 2012

    kerennn…
    lanjutannya kapan nih?
    penasaran banget…🙂

  5. chachavip · June 30, 2012

    waaah.. Aku baru nemu FF ini. Hmm… yey akhirnya myunghae & jieun bertemu. hahaha ngakak ngbayangin myunghae pake masker bergambar . Kekeke
    Next cingu

  6. ree10 · August 8, 2012

    ketemu FFnya Jieun-unnie, asyikk…
    uda sampe’ part 6 yah!! belum baca semua sih tapi pengen tinggal.n jejak d part 1, hehe
    baca part 1 uda bagus~^^

  7. Dear Dhiyah · October 3, 2012

    Jiyeon blom muncul ???

  8. mr. deer · April 21, 2014

    lngsung baca next chap aah~

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s