Part 2 : Aurea Love (First Sight Again?)

Title : Aurea Love (First Sight Again?)
Author : Ichen Aoi
Cast : Lee MyungHae, Park Jiyeon dan Lee Ji Eun
Support Cast : No Minwoo Boyfriend & Choi Min Ki NU’EST
Special Cast : Lee Donghae & Kim Seoyeon
Genre : Friendship, Romance
Sequel of : Dormitory High School and Domus Aurea Romance
Backsound : Tell Me – Wonder Girl

Seoyeon memeriksa isi lemari esnya dan menatapnya dengan sedikit menyelidik, ia sedang mencari apa yang tidak ada disana. Kemudian ia menuliskan beberapa catatan pada kertas kecil dan menelepon Donghae.

“Oppa, bisa bantu aku beli bahan makanan?”

“Aniya, aku sedang sibuk chagiya” terdengar suara lembut Donghae diseberang sana.

“Arraseo, tapi aku pinjam kunci mobil mu yang satunya ya? Kau taruh dimana?”

“ANIYO!! Kau tidak boleh mengendarai mobil sendirian!!”

“Eh?”

“Pergi bersama Myung-Hae saja, aku akan memberitahunya dimana letak kunci mobil dan kau jangan coba – coba keluar tanpa aku ataupun Myunghae”

“Kau benar – benar menyebalkan Tuan Lee Donghae!”

“Kau harus mengikuti semua ucapan ku Lee Seoyeon, sekarang aku mau rapat. Sampai nanti chagiya~”

*klik!*

Seoyeon menatao ponselnya dengan kesal dan meledek ponsel itu seolah itu adalah Donghae, suaminya yang paling menyebalkan di dunia ini. Ia pun memutuskan untuk mengirimi pesan kepada Myunghae agar anaknya itu bisa pulang secepatnya. Ia tidak ingin keluarganya malam ini kelaparan atau memilih makan diluar.

***

“Jadi? Bagaimana?”

Sulli memandangi semua anggota OSIS satu per satu dan berakhir pada Myunghae, meminta keputusan akhir segera dibacakan. Ia tidak ingin temannya menunggu lama diluar sana. Ia sudah ada janji dengan salah satu sahabat karibnya yang berbeda sekolah dengannya.

“Aku tidak keberatan dengan drama musikal yang akan kalian buat dan soal pemerannya aku serahkan pada kalian semua. Ku rasa club drama bisa membantu kita. Selain itu untuk semua anggaran akan diatur Minwoo sedangkan semua keperluan bisa kalian sampaikan pada Ren. Dan ku rasa Sehun bisa membantu untuk menghubungi tempat pengadaan barang. Sedangkan Tao bisa membantu untuk medesign tempat acara nanti. Jika masih ada pertanyaan silahkan utarakan!”

Myunghae menatap semuanya satu per satu dan tidak ada pertanyaan karena semua tersenyum dan mengangguk dengan puas. Tampaknya semua keputusan Myunghae sudah cukup dan tidak perlu ada penambahan lagi. Rapat pun selesai dan Myunghae mempersilahkan semuanya keluar dari ruangan itu untuk segera pulang.

Myunghae mengambil handphone –nya. Ada dua pesan singkat disana, satu dari appanya dan satu dari eommanya. Myunghae menggelengkan kepalanya dengan sedikit kesal.

“Apa mereka tidak ingat kalau aku juga bawa mobil? Kenapa repot – repot dengan mobil simpanan kesayangan appa itu?”

Ia mengambil tasnya lalu melangkahkan kakinya keluar ruang rapat sedangkan Minwoo dan Ren sudah berada disisi kiri dan kanannya entah sejak kapan. Ren merangkul bahu Myunghae dan ia bisa melihat kalau nail art kali ini serba hitam dan penuh bling bling.

“Kau mendaur ulang kuku mu lagi huh?”

“Kau pikir kuku bisa didaur ulang?” balas Ren tidak mau kalah.

“Sejak kapan kau menjadi bodoh, Myunghae?” tambah Minwoo sambil terkekeh pelan.

Seandainya ia tidak ingat image perfect yang entah sejak kapan sudah tercipta disekolahnya itu, ia pasti sudah menghabisi kedua orang ini tanpa berpikir panjang. Sayangnya ia tidak bisa karena itu sudah pasti akan jadi sorotan utama disekolah ini. ‘Semua anggota OSIS ku tidak ada yang beres’, keluhnya dalam hati. Dan kali ini Tao kembali muncul dari kejauhan bersama Sehun, keduanya tampak sedang sibuk bertukar sesuatu diponselnya.

“Kenapa kembali? Bukankah seharusnya kalian sudah pulang?” tanya Myunghae begitu ia berpapasan dengan keduanya.

Tao menatap Myunghae dengan datar, memang begitu. Tao selalu saja datar. Meski ia tampan dan sama seperti anggota OSIS yang lain, selalu mendapat sorotan utama. Ia adalah sosok yang paling datar. Sedangkan Sehun sudah sangat terkenal karena kesempurnaan ketampanannya itu.

“Ah! Myunghae hyung!” seru Sehun dengan riang dan langsung dihadiahi tatapan kesal Myunghae. Bagaimana bisa Sehun memanggilnya hyung sedangkan mereka satu line? Hanya saja memang Myunghae lahir lebih dulu daripada Sehun.

“Hhaa… Kau terlihat tua, Myunghae –a?” goda Ren dengan penuh kemenangan.

“Aku sedang capek, jangan bermain – main dengan ku” lanjut Myunghae sambil terus melangkahkan kakinya dengan cepat hingga rangkulan Ren terlepas.

Tao, Sehun, Ren dan Minwoo menatap punggung Myunghae yang terus menjauh.

“Apa dia marah dengan kita?” tanya Sehun heran.

“Tidak akan! Dia itu sangat menyayangi anggota OSISnya apalagi maknae Minwoo” goda Ren sambil mencolek pipi Minwoo.

“Jangan perlakukan aku seperti anak kecil!” keluh Minwoo pada akhirnya.

Keempatnya saling bertukar pandang lalu mengangkat bahunya dan pergi menuju halaman parkir untuk mengambil kendaraan mereka masing – masing.

***

Myunghae langsung pulang kerumahnya dan menjemput eommanya yang ternyata sudah bersiap didepan teras kediaman keluarga Lee. Myunghae menatap eommanya dengan penuh senyuman begitu eommanya datang kearah mobilnya sambil membawa tas tangan serta selembar kertas yang ia yakini merupakan catatan belanjaan hari ini.

“Appa mu membuat eomma kesal!!” keluh Seoyeon begitu ia tiba didepan mobil Myunghae dan langsung masuk kedalamnya dengan mengerucutkan bibirnya. Salah satu ekspresi favourite appanya. Dan membuat Myunghae memikirkan sedang apa appanya sekarang ini? Seandainya saja appanya tahu, mungkin ia akan sangat menyesal karena tidak mengantar eommanya untuk belanja sehingga kehilangan momment yang cukup menarik.

“Sudahlah eomma, sebaiknya kita cepat pergi ke supermarket lalu eomma memasak untuk makan malam. Memangnya eomma mau melihat Donghae appa dan aku, Myunghae, kelaparan, sakit lalu menjadi kurus dan tidak terawat?”

Seoyeon membulatkan matanya dengan ngeri lalu ia mengangguk dengan pasti agar Myunghae dengan cepat membawanya ke supermarket. Ia tidak ingin melihat Donghae –nya yang sangat perfect dan Myunghae –nya yang sangat cute itu menjadi kurus kerontang.

“Andwae Myunghae-ya!! Bawa eomma ke supermarket sekarang!!”

Myunghae menjulurkan lidahnya secara sembunyi – sembunyi, ia berhasil membuat eommanya diam mengeluhkan soal appanya dan yang lebih penting tampaknya makan malam hari ini akan lebih enak dari biasanya.

***

Seoyeon dan Myunghae pergi kesebuah mall besar untuk berbelanja kebutuhan makan malam sekaligus beberapa pakaian musim dingin. Keduanya berjalan dengan beriringan, Myunghae membawa belanjaan eommanya yang ternyata menjadi sangat banyak dan membuatnya kerepotan.

“Eomma~ kenapa sebanyak ini huh?!” keluh Myunghae putus asa.

“Kenapa? Kau bilang kenapa? Ini semua bahan makanan yang sehat. Bagus untuk appa dan diri mu, nae Myungmyung –a!”

Myunghae melotot karena eommanya sangat senang mengganti namanya sesuka hatinya dan akan terdengar dua kali lipat lebih aneh daripada yang seharusnya.

“Eomma!”

“Arraseo~”

Keduanya terus melanjutkan perjalanan dengan santai. Myunghae sempat membeli satu cone es krim untuknya dan eommanya memilih untuk sesekali minta sedikit. Orang – orang disekeliling mereka memandangi keduanya dengan iri.

Sementara itu Sulli tampak sedang berlari kecil kearah seorang yeoja dengan dress merahnya dan membuat yeoja itu tampak cantik sekaligus anggun.

“Jiyeon –a, mianhae”

“Sulli -ya~ kenapa lama sekali?”

“Itu karena ketua OSIS ku yang menyebalkan!!” keluh Sulli sambil menunjukkan aegyeo-nya didepan Jiyeon.

Jiyeon kembali mengingat – ingat kedalam pikirannya soal ketua OSIS menyebalkan yang selalu membuatnya harus menunggu Sulli setiap kali mereka janjian untuk bertemu entah untuk belanja atau sekedar jalan – jalan. Membayangkan wajahnya saja sudah pasti namja dengan wajah menyebalkan yang dibuat tegas lengkap dengan kacamata dan suka membawa buku kemana – mana, benar – benar bukan tipe seorang Jiyeon ataupun Sulli.

“Jiyeon -a? kau membayangkan apa?” tanya Sulli dengan penasaran begitu melihat temannya itu diam mematung. Jiyeon membalasnya dengan gelengan kepala dan tersenyum kecil, “Aniyo, kajja!”

***

Donghae baru saja memarkir mobilnya dihalaman rumahnya dan menatap rumah besar nan mewahnya yang kosong dengan tatapan nanar. Ia benar – benar lapar karena ia pikir Seoyeon akan memasak banyak makanan untuknya dan Myunghae, nyatanya rumah itu dalam keadaan kosong sekarang ini.

“Sebaiknya aku susul saja!” putusnya sambil kembali masuk kedalam mobil audy putih yang mewah itu.

Sulli dan Jiyeon terus melangkahkan kaki mereka dengan riang sambil sesekali melirik ke etalase toko. Mereka memutuskan untuk membeli beberapa aksesoris namun sampai saat ini belum ada toko yang tepat. Akhirnya mereka memutuskan untuk duduk disebuah kursi tunggu yang memang biasa tersedia disebuah mall – mall besar.

“Jiyeon -a, bisa kau tunggu disini?”

“Kau mau kemana?”

“Kamar kecil”

“Oh, arraseo”

Sulli langsung pergi meninggalkan Jiyeon yang mengedarkan pandangannya. Dan pandangannya berhenti pada sepasang namja dan yeoja yang tampaknya habis pulang belanja. Keduanya tampak sangat manis, begitu pikir Jiyeon. Ia tersenyum kecil begitu melihat sang namja tampaknya sedang protes karena ia harus membawa banyak kantong plastik dan tas kertas dari toko – toko yang mereka hampiri.

Semakin lama, mereka semakin dekat ke tempat Jiyeon duduk. Jiyeon memandangi namja itu, tampaknya seragam yang dikenakan namja itu pernah ia lihat entah dimana.

“Jadi, mau apalagi kita?”

“Pulang!!” rajuk namja itu.

Memalukan! masa bertingkah manja begitu didepan yeojachingunya, ucap Jiyeon dalam hati. Namun keduanya tampak mirip dan namja itu benar – benar tampan kalau dilihat dari dekat. Namun sedetik kemudian ada namja lain yang datang dan tampaknya lebih tua daripada namja yang sebelumnya. Ia langsung meraih tangan yeoja itu.

“Kajja!! kita pulang sekarang!!”

“Aniyo!!”

“Seoyeon -a, kau kan istri ku. Menurutlah dengan ku”

“Tapi…”

“Sudahlah, mungkin saja masih ada yang ingin dibeli” lerai namja tampan berseragam itu.

Yeoja yang tadi Jiyeon dengar, bernama Seoyeon itu langsung bergerak dan memegangi tangan namja berseragam. Tampaknya Jiyeon mencium bau perselingkuhan disini. Jiyeon mulai membayangkan hal yang tidak – tidak soal hubungan terlarang namja berseragam itu dengan noona – noona yang sudah memiliki suami. Tampaknya ada sedikit perdebatan disana, karena kesal Jiyeon langsung melepas high heelsnya dan melangkahkan kakinya dengan cepat lalu memukuli namja tampan berseragam itu dengan high heelsnya.

“YA!! YA!! ARGH!! HEI!!” teriak namja berseragam itu dengan panik sambil berusaha melindungi tubuhnya dengan tangannya sementara dua orang yang lain, yaitu Donghae dan Seoyeon menatap putranya yang dipukuli seorang yeoja dengan bingung.

“APPA!! EOMMA!!”

“Kau manja sekali!! Memanggil orangtua mu sedangkan kau malah menjadi selingkuhan dari yeoja yang sudah mempunyai suami huh!?” akhirnya Jiyeon berbicara.

“SELINGKUHAN?! Siapa yang…”

“Jangan banyak alasan!!”

“Tapi yeoja itu…”

“Berhenti mengelak!!”

Tampaknya Jiyeon sama sekali tidak mau mendengarkan penjelasan namja itu sedikit pun, seolah menyadari sesuatu karena kerumunan disekitar mereka sudah mulai penuh, Donghae langsung memisahkan keduanya dengan paksa.

“YA!! Biar aku beri pelajaran namja perebut istri orang ini!”

“Sudah! Sudah!”

Donghae merentangkan kedua tangannya untuk memberi jarak antara Myunghae dan Jiyeon. Seoyeon langsung mendekati Myunghae dan memeriksa kondisi putranya itu dengan seksama. Jiyeon nyaris saja menghantam Myunghae dengan sepatu karena ia kesal namun Donghae langsung menahan pergelangan tangannya.

“STOP!! Stop!! Dia ini putra kami”

“EH?!”

Jiyeon terkejut lalu menatap ketiganya bergantian. Myunghae memegangi bahunya yang ia yakin sudah terdapat memar disana akibat heels sepatu yeoja tidak berperasaan itu.

“Kenapa memukul ku?! Kau nyaris membunuhku!!”

“Hajiman…”

Jiyeon masih bingung lalu Seoyeon menghampirinya dan tersenyum.

“Mianhae sudah membuat kesalahpahaman disini. Dia adalah putra ku dan lelaki itu…” Seoyeon menunjuk kearah Donghae lalu kembali menatap Jiyeon dan menarik Myunghae maju.

“Perkenalkan, namanya Lee Myunghae. Siapa nama mu?” tanya Seoyeon dengan lembut.

“Jiyeon, Park Jiyeon” jawab Jiyeon dengan kaku.

TBC

9 comments

  1. haehyukkyu · June 27, 2012

    first kah????
    seru lanjutin ya..

  2. Julitha_MyungYeon · June 29, 2012

    Keren bnget thor crita’x. . .

    Lucu bnget waktu Jiyeon mkul myunghae. . . Jiyeon, slh paham Lucu bnget. . .

    D’tunggu next part’x. . .

  3. Vally · June 29, 2012

    Lucu bnget liat myunghae ditabok ama jiyoen pake highils

  4. imahinamori · June 30, 2012

    seruuu bgt ..

  5. chachavip · June 30, 2012

    next thor.. Kok myunghae-jieun momen di perpus nggak d lanjutin? Tiba2 sampek sini aja cingu? update soon ..🙂

  6. huckleberrypies · July 3, 2012

    lanjut…lanjut~

  7. huckleberrypies · July 3, 2012

    lanjut… lanjut~

  8. Dear Dhiyah · October 3, 2012

    Jiyeon keluar !!!
    tp kasian myunghee dbully gtu .. *bantuin Jiyeon ahh/pLkak!!*
    kekeke

  9. mr. deer · April 21, 2014

    haha😄
    ngakak LOL

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s