[Songfic] Tell Me Why You’re So Hard to Forget

Title                 : Tell Me Why You’re So Hard to Forget              

Author             : Siskha Sri Wulandari

Cast                 : Do Kyung Soo [EXO-K]

: Shin Riyoung [OC/You]

Genre             : Angst

Rating            : General

Length            : Songfict (David Archuletta- A Little Too Not Over You)

Cuap-cuap    : Author sarankan, baca FF ini sambil dengerin lagunya biar lebih kerasa galaunya. Hohoho. Ini Fanfic juga karena author lagi galau#Abaikan.

&&&

Tell me why you’re so hard to forget

Aku menyesalinya, sangat menyesalinya. Pertemuan itu, pembicaraan itu aku berharap tidak pernah terjadi. Kenapa semuanya harus berakhir dengan aku yang menyukaimu dan kau yang tidak tahu apa-apa tentang perasaanku.

            Ahh, jangan tanya bagaimana pertemuan awal aku menemukannya. Jangan beri juga pertanyaan kenapa aku menyukainya. Karena aku tidak akan pernah mau menjawabnya. Terserah kalian mau bilang apa. Tapi aku benar-benar tidak ingin mengingat lagi kejadian itu. Begitu menyakitkan.

            Ohh, dia bahkan tidak pernah menyadari keberadaanku. Bahkan mungkin ia sudah lupa siapa namaku. Jangan tanya aku, jangankan nama, tanggal ulang tahunnya pun aku tahu. Itu semua sudah lebih dari cukup untuk membuat perasaanku hancur. Jangan lagi ditambah dengan kenyataan bahwa ternyata ia sudah memiliki kekasih.

Yang aku tahu, selama ini aku menyukai seorang namja pintar yang selalu menjadi tempat bertanya teman-temannya dan dia tidak memiliki perasaan yang sama denganku. Sedangkan yang aku tidak tahu adalah bahwa aku menyukai seorang namja yang telah memiliki yeojachingu. Ouch!

You’re better off with someone else, it’s for the best, I know it is.

            Ya, bohong jika aku menyangkal bahwa aku baik-baik saja mendengar gosip itu. Aku tidak ingin mempercayainya tapi seorang teman menyakinkanku, bahwa dia memang telah memiliki kekasih. Mereka telah menjalin hubungan sejak masih di bangku SMA. Saat ini mereka menjalani hubungan jarak jauh karena gadisnya yang memutuskan untuk melanjutkan kuliah di Australia. Lengkap sekali temanku itu memberi informasi.

            Setelah itu, aku memutuskan untuk melupakanmu. Untungnya kita berbeda jurusan, sehingga kemungkinan untuk bertemu itu sangat sedikit. Sedikit demi sedikit aku mulai melupakanmu, tidak terlalu banyak berharap atau memang seharusnya sejak awal aku tidak pernah mengharapkanmu, Do Kyung Soo.

            Tapi, kita kembali bertemu atau lebih tepatnya berpapasan. Aku tahu kau orang yang ramah, sering kali aku mendapatimu sedang bertegur sapa dengan beberapa teman satu jurusanku yang kau kenal. Kau bersikap ramah pada siapa saja, aku tahu itu. Saat itu, jantungku terasa panas. Kita berpapasan. Mungkin kau melihatku, itu hanya mungkin. Aku mengawasimu dari ekor mataku, aku lihat kau seperti melirik sekilas padaku, mungkinkah kau masih ingat padaku? Atau hanya perasaanku saja yang terlalu menginginkan kau melihatku? Ternyata aku belum bisa melupakanmu. But I see you. Sometimes I try to hide What I feel inside,

&&&

Tell me why you’re so hard to forget

And I turn around, you’re with her now. I just can’t figure it out.

            Aku akui aku merindukanmu. Aku ingin melihat wajah kalemmu. Dan kau datang, tapi di saat yang tidak tepat. Ya, menurutku itu adalah saat yang tidak tepat. Kau menghancurkan hatiku lagi ketika aku melihatmu. Kau bersamanya? Ohh…

            Saat itu aku dan teman-teman sekelasku sedang duduk santai di pinggiran taman kampus. Tiba-tiba seorang temanku berteriak. “Riyoung, minggir kau menjalani jalan!” Cibirnya.

            Aku menoleh, astaga ternyata kau! Apakah kau mendengar saat temanku tadi menyebutkan namaku? Aku rasa tidak. Aku rasa jantungku berhenti. Aku melihatmu dan juga, gadis di belakangmu. Aku mengenal gadis itu. Tapi yang aku tidak tahu adalah hubungan apa yang kau miliki dengan gadis itu. Bukankah kau sudah memiliki kekasih? Ya, mungkin dia hanya salah satu dari sekian banyak teman yang kau kenal. Bukankah wajar jika seseorang pulang bersama temannya. Aku saja yang terlalu berlebihan.

            Aku berpura-pura tidak menyadarimu, tapi ternyata aku tidak bisa. Mata ini selalu mengkhianatiku. Ia memaksaku untuk mengekori langkahmu dan gadis itu. Damn!

            Setelah mereka menghilang, tiba-tiba ponselku bergetar. Oh ternyata dari salah satu teman baikku.

From               : Kang Yuna

Message          : Youngi, aku barusan melihat Kyung Soo pulang bersama Jiae. Mereka terlihat asyik mengobrol di atas motor. Mereka punya hubungan spesial eoh?

            Aku sama sekali tidak berniat untuk membalasnya. Mungkin benar mereka memang punya hubungan spesial. Ya sudah. Lantas aku harus melakukan apa? Bukankah aku  hanya menyukainya secara diam-diam? Tapi, akhirnya aku memutuskan untuk membalas sms dari Yuna.

Message          : Huhuhu, aku juga melihat mereka. Terlihat sangat serasi. Mungkin juga, tapi bagaimana dengan kekasihnya yang di Australia itu? Apakah mereka sudah putus. Ahh, rasanya Jeleeb! T.T

Tell me why you’re so hard to forget

&&&

Tell me why you’re so hard to forget. Don’t remind me, I’m not over it.

Tell me why I can’t seem to face the truth. I’m just a little too not over you.

Not over you….

            “Diantara kita hanya Riyoung yang tidak pernah curhat tentang laki-laki. Jangan-jangan kau tidak normal ya?” Todong Jihye saat kami sedang berada di lift.

            Aku terkekeh, yang lain ikut terkekeh. Yuna menimpali “Ahh, kau tidak tahu apa-apa.”

            “Apa? Apa? Aish, kau tidak pernah bercerita apa-apa!” Kesal Jihye.

            Tepat saat pintu lift terbuka dan kami telah sampai di lantai satu aku menjawab.  “Maaf, aku tidak bisa bercerita pada sembarang orang.” Kataku pelan. Merasa ada yang janggal dalam kalimatku tersebut.

            “Bwooo? Huh? Jadi kau anggap apa pertemanan kita selama ini?” Jihye benar-benar kesal. Aku jadi salah tingkah. “Maksudku hanya pada orang-orang yang benar-benar aku kenal dengan baik, yang sudah kukenal lama. Kita kan baru kenal satu tahu.” Jawabku pelan. Aku memang tidak terbiasa curhat dengan orang lain kecuali kepada orang yang benar-benar telah kupercaya. Dan hal itu hanya kulakukan pada teman-teman yang sudah ku kenal sejak kecil ataupun telah bertahun-tehun lamanya seperti Yuna.

            Jihye, kau tahu? Aku normal. Aku bisa merasakan jatuh cinta. Aku menyukai lawan jenisku. Bahkan aku terluka karena dia. Kau kenal Do Kyung Soo? Ahh, aku rasa kau tidak mengenalnya. Dia adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi. Gedung kita sangat berjauhan dengan gedungnya. Kemungkinan kau mengenalnya sangat kecil. Dan kau tahu? Sekarang aku sedang patah hati. Patah hati pada laki-laki bernama Do Kyung Soo itu. Kau tahu kenapa? Karena dia mencintai gadis lain.

            Ketika kami sampai di kantin, seorang temanku yang bertubuh mungil tiba-tiba menceritakan sesuatu yang tidak pernah kami duga sebelumnya.

            “Aku sedang menyukai seseorang.” Katanya malu-malu.

            “Siapa?” Tanya kami bertiga berbarengan.

            “Namanya, Oh Sehun. Dia mahasiswa jurusan elektro. Tapi dia telah memiliki seorang yeojachingu.

            “Ahhh.” Kami mendesah bersamaan, tidak bersemangat lagi mendengarkan lanjutan ceritanya.

            “Mereka baru saja resmi sih.” Tambah temanku itu.

            “Dia mengenalmu?” Tanya Jihye.

            “Ani.”

            “Aish, jinjaaa! Kenapa kau baru mengatakannya sekarang. Coba kau mengatakannya kemaren-kemaren kami pasti akan membantumu agar terlihat olehnya.” Jihye menatapku tapi aku langsung membuang muka. Membantu katanya? Membantu diriku sendiri saja aku tidak mampu.

            “Ya, sudahlah. Sekarang dia telah memiliki kekasih. Aku bisa apa?”

            Aku mengangguk mengiyakan. Mencintai seseorang secara diam-diam. Kemudian mengetahui fakta bahwa orang yang kita cintai itu telah memiliki kekasih. Apa yang bisa kita perbuat selain menahan sakit diam-diam.

            “Ya! Anio! Tidak bisa begitu! Jika kalian saling mengenal kau masih punya kesempatan bukan? Mereka masih berstatus sepasang kekasih bukan sepasang suami istri!” Protes Jihye setengah berteriak.

            “Ya! Dia sudah memiliki kekasih, mana bisa diganggu.” Aku pun ikut protes. Apakah baru saja ia menyarankan untuk merusak hubungan orang lain?

            “Kesempatan selalu ada teman. Jika kau hanya diam tidak mungkin terjadi kemajuan. Dia tidak mengenalmu tapi kau berharap dia bisa membalas perasaanmu. Mana ada cerita seperti itu.”

            Aku terdiam. Ya, dia benar, jika hanya diam saja dan tidak terlihat maka mana mungkin ia bisa membalas perasaanku. Entah kenapa nasihat yang ia berikan pada temanku itu seperti sindiran terhadapku. Yuna memandangku sambil tersenyum kecut. Mungkin, ia menyetujui apa yang dikatakan oleh Jihye.

            Aku mengharapkanmu padahal kau mungkin sudah melupakanku. Aku selalu berjuang untuk melupakanmu, tapi aku selalu gagal. Aku sudah berjuang sebaik mungkin tapi wajahmu selalu muncul dan muncul. Kau bisa terlihat di mana saja. Katakan padaku, kenapa begitu sulit melupakanmu. Kita tidak punya banyak kenangan, baiklah mungkin lebih tepatnya adalah kita tidak banyak saling berkomunikasi. Ahh, bukan tidak banyak bahkan hanya sekali. Katakan padaku Do Kyung Soo? Kenapa sulit sekali melupakanmu?

            Aku tahu kau sudah memiliki kekasih, tapi entah kenapa aku masih mengharapkanmu. Haaah! Ini gila, Phaalii, katakan padaku kenapa sulit sekali melupakanmu?

Tell me why you’re so hard to forget

&&&

Memories, supposed to fade.

What’s wrong with my heart?

            Oh, tidak! Demi celana Neptunus aku benar-benar berusaha keras melupakanmu. Aku berusaha melupakan kenangan itu. Tapi astaga aku tidak bisa Do Kyung Soo. Aku tidak bisa! What’s wrong with my heart? Apa yang salah? Aku tahu bahwa aku mencintaimu. aku tahu bahwa kau tidak mencintaiku. Aku tahu kau mencintai gadis lain. Tapi kenapa aku tidak pernah berhasil melupakanmu? What’s wrong with my heart?

            “Nana, itu air minum milikmu?” Aku berpura-pura masih fokus pada makananku saat mendengar Kyung Soo menanyakan hal itu pada Nana. Hari itu, aku tanpa sengaja satu meja saat makan siang di kantin bersama Nana, teman satu ekskulku dan Kyung Soo yang ikut bergabung karena melihat Nana. Aku benar-benar menyesali hari itu.

            Ahh, dengan santainya Kyung Soo duduk di sebelahku. Apa ia tidak tahu bahwa sekarang aku sedang mati-matian menahan agar jantungku tidak jatuh dari tempatnya. Ya, itu bukanlah awal aku menyukai Kyung Soo. Aku menyukainya jauh sebelum pertemuan ini. Saat itu kampus mengadakan acara bakti sosial. Itulah pertama kalinya aku melihat Kyung Soo. Euum, love at first sight maybe?

            “Anio! Itu milih Riyoung.” Jawab Nana santai.

            Ohh, jantungku lepas! “Riyoung boleh aku minta airmu?” Tanya Kyung Soo sambil menatapku. Aku hanya menganguk tanpa mau melihatnya. Mana sanggup aku melihatnya. Jika aku membalas tatapannya sudah bisa kupastikan jantungku lepas. Aku tidak ingin mati di hadapannya karena jantung yang terlepas.

            Ia menyebut namaku. Hanya menyebut tapi tidak mengingatnya. Bahkan mungkin bisa saja ia melupakan kejadian hari itu.

            Aku melempar bantal saat mengingat kejadian empat bulan yang lalu. Saat Kyung Soo menyebut namaku. Setelah itu kami sering berpapasan. Mungkin lazimnya, secara tidak langsung sejak hari itu aku dan Kyung Soo telah saling mengenal. Tapi setiap berpapasan aku selalu berpura-pura melihat arah lain. Ia juga tidak menunjukkan tanda-tanda akan menyapaku. Bukankah itu berati dia telah melupakanku?

&&&

Shake it off, let it go. Didn’t think it’d be this hard.

Should be strong, movin’ on. But I see you.

Sometimes I try to hide. What I feel inside.

            Harusnya melupakanmu adalah hal yang mudah Do Kyung Soo. Tapi ternyata sulit. Aku selalu berusaha mengabaikan perasaan ini tapi ternyata itu tidak mudah. Aku berusaha untuk kuat tapi lagi-lagi aku melihat Kyung Soo. Dan saat itu, aku akan selalu menutupi perasaanku. Aku bersikap seolah aku baik-baik saja dan tidak ada yang salah terhadap perasaanku.

            “Riyoung, temani aku ke kantin.” Ajak Jihye.

            Aku yang saat itu sedang asyik bermain game menggeleng malas. “Ajak yang lain saja.” Tolakku sambil tetap fokus pada angry bird di layar laptopku.

            “Anio! Jebaaal.” Rajuk Jihye.

            Ahh, dengan terpaksa aku menemaninya ke kantin. Kami asyik bersenda gurau selama perjalanan ke kantin. Tiba-tiba aku merasa ada langkah kaki di belakang kami. Aku menoleh. Oh My God! Itu Do Kyung Soo. Kenapa ia bisa ada di belakang kami, lebih tepatnya di belakangku. Saat aku menoleh, ia juga tengah melihatku, aku segera menoleh lagi dengan cepat saat mendapati wajahnya benar-benar berekspresi tidak akan tersenyum atapun menyapaku. Aish, ternyata benar dia tidak mengingatku. Tapi entah kenapa saat melihatku ekspresinya seperti mengatakan “Sombong sekali kau” atau mungkin itu hanya perasaanku saja.

            Jeng, jeng, jeng. Padahal jalan lebar, kenapa dengan tertibnya ia jalan mengekori di belakang kami yang jalannya tergolong lambat karena asyik mengobrol. Aku tidak tahu kenapa ia seperti itu. Tapi ini bukan yang pertama kalinya. Waktu itu juga ia pernah berjalan tepat di belakangku. Tapi ya sama seperti saat ini, ia berjalan dengan tertib di belakang tanpa berusaha mendahuluiku, padahal jalan masih lebar. Emmb, mungkin dia memang selalu seperti itu jika berjalan.

            Astaga, ternyata dia juga masuk ke dalam kantin. Ow, ow, ow dia juga akan membeli air mineral sehingga sampai sekarang ia masih berjalan mengekoriku. Oh, aku mohon Do Kyung Soo. Pergilah, menjauhlah dariku. Apa kau tidak tahu bahwa keberadaanmu yang sangat dekat dengaku itu sangat berbahaya bagi jantungku.

            Aku membungkuk mengambil air mineral yang terletak di rak paling bawah. Aku sama sekali tidak menyangka bahwa jarak kami sedekat itu. Sehingga ketika aku berdiri, aku menabrak Kyung Soo. Astaga, rasanya aku ingin pingsan di tempat.

            Karena terlalu gugup aku menoleh sekilas, dan kudapati wajahmu yang datar seolah tidak terjadi apa-apa. Dengan pelan aku mengatakan maaf. Mungkin kau tidak mendengarnya, karena ucapan maafku benar-benar terdengar seperti bisikan. Oh! Salahmu yang berada terlalu dekat denganku Do Kyung Soo. Itu salahmu!

&&&

How I let you go, I’ll never understand. I’ll never understand.

            Aku masih duduk manis di dalam aula sambil menikmati pertunjukkan tari. Hari ini ada Pagelaran Seni Budaya di kampus. Aku tidak pernah menyangka bahwa kita akan bertemu lagi. Di sini, dengan jarak yang begitu dekat. Dengan jarak pandang yang sama-sama bisa kita tangkap.

            “Kyung Soo!” Nana yang duduk di sampingku memanggil Kyung Soo yang duduk di depan kami. Astaga, aku ingin menghilang atau mungkin berpura-pura mati seperti yang dilakukan Trenggiling untuk melindungi diri. Ohh, siapa pun tolong aku!

            “Kapan kau akan menyatakan perasaanmu pada Hara?”

            Aku baru sadar bahwa Kyung Soo kini sudah duduk tepat di depanku saat mendengar pertanyaan Nana. Hara? Apakah yang Nana maksud adalahh Hara, teman SMP-ku? Ohh, kenapa semua wanita yang dekat dengannya adalah orang yang kukenal dan mereka selalu bersikap ramah padaku. Ada yang salah. Pasti ada yang salah.

            Mungkin ia sudah putus dengan kekasihnya yang di Australia. Bagaimana dengan Jiae? Apakah hubungan mereka sudah berakhir atau itu memang benar-benar gosip? Jiae gadis yang baik dan ramah. Dia selalu menyapaku meski kadang-kadang jika bertemu dengannya aku berpura-pura tidak melihatnya. Tentu saja, setiap bertemu dengannya aku selalu teringat akan Kyung Soo. Keramahannya benar-benar membuatku tergangu.

            Hara? Ohh, belum lagi aku sempat merasa lega karena hubungan Kyung Soo dan Jiae hanyalah gosip kini nama Hara langsung muncul di permukaan. Aku cukup dekat dengan Hara ketika SMP. Ohh, haruskah aku mengenal semua gadis-gadismu Kyung Soo?

            “Aku belum tahu, aku masih ingin sendiri dulu.” Jawab Kyung Soo kalem.

            Aku langsung berpura-pura mengetik sms. Sudah sedekat ini tapi ternyata kau tetap tidak tersentuh olehku. Aku tidak terlalu mengerti akan jawabannya barusan. Masih ingin sendiri? Apakah itu jawaban ‘tidak’ secara tersirat atau mungkin kau masih mencari waktu yang tepat untuk menyatakan perasaanmu?

            “Cepatlah kau lakukan itu. Nanti dia direbut orang.” Sambung Nana dan Kyung Soo hanya menjawabnya dengan kekehan. Oh, bahagia sekali kedua orang ini. Apakah kalian tidak sadar bahwa hatiku saat ini benar-benar hancur. Mencintai diam-diam, menahan sakit diam-diam.

Tell me why you’re so hard to forget. Don’t remind me, I’m not over it.

Tell me why I can’t seem to face the truth

&&&

FIN

5 comments

  1. Verin · July 15, 2012

    Sekuel donk..
    Masa cuman sampe segini??? Ya ya ya ya

    • idolfanfiction · July 28, 2012

      Kalo sekuel entar nggak nyesek lagi dong, sengaja digantungin biar nyesek.wkwkwkw

  2. chocodonut · July 19, 2012

    hueeeeee T^T ini benerbener nusuk thor (?)
    sekuel thor. *wink*

  3. tutidoo · July 22, 2012

    aku berharap masii ada lanjutannya thor -,-

  4. fujiiakira · July 26, 2012

    Reblogged this on fujiiakira10.

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s