[Oneshoot] Break Up

Title                    : Break Up

Author               : Siskha Sri Wulandari/@SiskhaSri/ssiskha.wp.com

Cast                     : Oh Sehun [EXO-K]

                              : Shin Riyoung [OC]

                              : Jung Hwayoung [OC]

Support cast    : EXO & KARA

Genre                 : Romance, School Life

Rating                : NC 17 (General)

Length              : Oneshoot

Selalu ada kisah dibalik kata putus. Sudah bosan, tidak cocok lagi, atau mungkin karena orang ketiga. Awalnya Riyoung mempercayai alasan Sehun, “kita sudah tidak cocok lagi” tapi sekarang ia merasa begitu bodoh karena mempercayainya. Kalau ia tidak salah hitung, baru satu minggu yang lalu Sehun mengucapkan kata putus, tapi lihatlah, kini ia telah berpegangan tangan dengan gadis lain, Hwayoung. Ternyata kata putus itu karena adanya orang ketiga.

            Riyoung menatap kedua orang yang sedang berjalan menuju ke arahnya  itu. Saat itu, sisi jahatnya seolah memaksa untuk mencakar wajah Hwayoung dan Sehun bahkan ia ingin sekali melempar mereka dari lantai sepuluh. Tapi ia segera mengurungkannya. Terlalu murahan melakukan hal seperti itu. Ia menghela napas, berusaha menenangkan diri. “Kami sudah putus, jika ia sudah memiliki penggantiku, ya sudah, itu bukan urusanku lagi.” Batin Riyoung.

            Rasanya saat itu juga ia ingin segera berbalik arah, tidak ingin berpapasan dengan dua orang yang telah mengecewakannya itu. Ia tidak kuat, belum kuat. Namun, terlalu bodoh jika ia tiba-tiba berbalik tanpa alasan yang jelas. Jarak mereka sudah terlalu dekat dan ia sudah terlihat. Jika kabur, maka ia benar-benar telah menunjukkan kelemahannya, dan ia tidak ingin terlihat lemah di depan laki-laki brengsek itu. Oh Sehun.

            “Riyoung eoni.” Sapa Hwayoung.

            Riyoung mengangkat kepala, tidak sadar bahwa kini ia sudah berada di hadapan kedua orang itu. Ia hanya tersenyum datar pada Hwayoung. Riyoung sadar Sehun memperhatikannya, tapi ia pura-pura tidak menyadarinya. Ia terlalu gugup. Jujur, ia masih sangat menyayangi Sehun. Perpisahan mereka hanyalah pelepasan sepihak. Sehun yang memintanya, Sehun sudah tidak menyayanginya lagi dan yang bisa ia lakukan hanya menerimanya karena ia bukan tipe wanita yang suka memaksa. Jika perasaan Sehun sudah berubah padanya maka ia harus menerimanya.

            “Sehun!” Panggil seseorang dari balik punggung Riyoung. Park Chanyeol. Chanyeol menjadi canggung saat menyadari bahwa ada Riyoung di depannya. Ia tahu kondisi ini sangat memberatkan Riyoung, ia harus bertemu dengan mantannya dengan cara seperti ini.

            “Riyoung.” Panggil Chanyeol, berpura-pura mencairkan suasana.

            “Nee.” Jawab Riyoung singkat dan segera masuk ke dalam kelas. Tidak perlu berbasa-basi, ia sudah tidak kuat lagi berdiri di sana. Semakin lama ia berdiri di situ, semakin besar rasa bencinya terhadap Sehun dan Hwayoung. Murahan, mereka terlihat sangat murahan di matanya.

“Shin Riyoung!” Jiyoung membanting buku paket geografinya di atas meja Riyoung. Riyoung kaget setengah mati.

“Ya! Ya! apa-apaan mantanmu itu. Jadi ia memutuskanmu karena wanita lain!” Jiyoung menarik kursi dan duduk di depan meja Riyoung.

Riyoung mendongak dan mengangguk bersemangat. “Ahh, bodohnya aku mempercayai alasannya. Kita sudah tidak cocok lagi.” Riyoung mengikuti mimik wajah Sehun saat mengatakan hal itu. Raut wajah penyesalan seolah-olah perpisahan ini adalah demi kebaikan mereka berdua.

“Lantas kau akan diam saja?”

“Memangnya aku harus bagaimana?”

“Jeongmal, baboya! Kedua orang itu telah menusukmu dari belakang, maka kau harus membalasnya. Darah harus dibayar dengan darah!”

“Istilahmu itu terlalu mengerikan Jiyoung.”

“Kau pikir aku akan diam saja melihat kau diperlakukan seperti itu. Kau tahu banyak orang yang mendukung hubungan kalian, tiba-tiba mendapat kabar kalian putus banyak orang-orang yang kecewa dan berpikir bodoh jika kalian berpisah. Namun, sekarang semua orang tahu siapa Oh Sehun. Lihat banyak yang membicarakannya di belakang!”

“Ya, sudahlah biarkan saja. Toh, Hwayoung tidak lebih cantik dariku.”

“Ya!” Jiyoung menjitak kepala Riyoung gemas. Ia benci sifat pasrah sahabatnya ini, ia jadi terkesan terlalu lemah. Tidak pernah melakukan perlawanan dan hanya pasrah pada hasil akhirnya.

“Apasih! Sehun sudah tidak menyayangiku lagi. Ia sudah memiliki Hwayoung. Kalaupun selama ini mereka berselingkuh di belakangku, aku harus apa? Hubungan kami sudah berakhir. Lupakan saja semuanya! Aku hanya bisa mengutuk mereka, tidak lebih.” Cibir Riyoung.

“Tapi kau masih mencintai Sehun bukaaan?” Jiyoung menarik telinga Riyoung dengan gemas. Tidak habis pikir dengan reaksi sahabatnya itu.

“Aku tidak sudi harus mengemis-ngemis padanya, biarlah mereka mendapat ganjaran. Ya! Lepaskan tanganmu, sakit tahu!”

“Shin Riyoung!” Bentak Jiyoung.

“Kang Jiyoung!” balas Riyoung.

“Arggh!” Jiyoung menghentak-hentakkan kakinya dan berdiri kemudian menendang kursi yang tadi ia duduki. Hwayoung adalah junior mereka, mudah saja untuk senior seperti mereka membully adik kelas tidak tahu diri seperti Hwayoung. Lagipula pasti banyak yang mendukung Riyoung. Tapi sayangnya gadis itu terlalu bodoh memutuskan untuk melupakannya.

            Luhan sedikit terkejut saat formasi mereka berubah. Biasanya, yang duduk di sini setelah latihan sepak bola adalah dirinya, Sehun, Chanyeol, Kyung Soo dan Riyoung. Tapi hari ini, kenapa tidak ada Riyoung dan malah Hwayoung yang bergelayut manja di lengan Sehun.

            “Riyoung mana?” Luhan menatap Hwayoung risih, menurutnya gadis itu begitu agresif berbanding terbalik dengan Riyoung yang kalem.

            Chanyeol menarik-narik ujung baju Luhan, Luhan menoleh dan sama sekali tidak mengerti tatapan Chanyeol yang menyuruhnya untuk diam.

            “Kalau bicara yang jelas Park Chanyeol!” Luhan kesal akan tingkah Chanyeol.

            Chanyeol menarik Luhan dan mendekatkan bibirnya ke telinga Luhan. “Aish, kenapa harus bisik-bisik sih! Aku hanya bertanya di mana Riyoung. Lagipula di tengah keramaian seperti ini kenapa harus bisik-bisik, tidak sopan sekali kau!” Gerutu Luhan.

            Chanyeol menganga dan menatap tajam seolah akan memakan Luhan. “Kenapa melotot padaku?” Luhan tidak suka melihat cara Chanyeol menatapnya. “Semakin hari kau semakin tidak waras Chanyeol.”

            Chanyeol lagi-lagi hanya bisa menganga. Kemudian ia menjambak rambutnya dengan geram. Bagaimana bisa ia memiliki teman yang sudahlah ketinggalan berita, lemot pula. Untung saja Luhan masih memiliki wajah kiyut, kalau tidak ia tidak jamin ada wanita yang mau dengannya.

            “Kami sudah putus.” Jawab Sehun datar.

            “Bwoo? Apa kau bilang? Kau putus dengan Riyoung? Apa? Coba ulangi sekali lagi!” Teriak Luhan. Semua yang ada di sana menutup telinga mereka mendengar teriakan Luhan.

            “Bagaimana bisa?”

            Kyung Soo mencibir. Padahal Sehun dan Riyoung sudah putus sejak seminggu yang lalu, namun kenapa ia tidak mengetahuinya sama sekali. Astaga, hidup di mana teman satu team-nya ini. Mungkin kalau hari ini mereka tidak latihan, hingga Sehun berganti kekasih lagi ia masih belum sadar bahwa hubungan Riyoung dan Sehun sudah berakhir.

            Luhan menunjuk Hwayoung yang masih bergelayut manja pada lengan Sehun.

            “Yeojachingu.” Jawab Sehun lagi-lagi dengan nada datar.

            “Yeojachingu?” Luhan mengulang kata-kata Sehun. Ia menatap yang lainnya dengan tatapan tidak setuju, tapi yang lain malah berpura-pura tidak melihatnya. Sejak mendengar kabar Sehun dan Riyoung putus, mereka adalah orang yang menentang habis-habisan keputusan itu, kenapa Xi Luhan baru menunjukkan ketidaksukaannya sekarang, terlambat. Mereka hanya mencibir melihat Luhan yang benar-benar tidak up-to-date.

            Hara dan Gyuri mendekati Riyoung yang sedang sibuk memilih buku yang akan dibacanya. Setelah menarik satu buku dari rak perpustakaan, Riyoung menoleh dan kaget karena mendapati kini di hadapannya sudah berdiri Hara dan Gyuri. Dua gadis yang paling berbahaya di sekolah. Siapa yang tidak mereka sukai maka jangan harap bisa tenang menjalani masa-masa SMA-nya.

            “Ada apa?”

            “Aktingmu benar-benar luar biasa Youngi.” Hara mengacungkan jempolnya.

            “Akting? Aku tidak mengikuti ekskul drama.” Jawab Riyoung kalem.

            “Oh, my God!” Gyuri menepuk keningnya. Ia tidak menyangka teman SMP-nya ini begitu polos. “Ani, maksudnya adalah hebat sekali aktingmu yang berpura-pura kau baik-baik saja.” Sambung Gyuri.

            Riyoung menatap Gyuri dan Hara, oh pastilah mengenai hubungannya dengan Sehun. Kenapa semua orang terlalu ikut campur urusannya.

            “Kami bisa membantumu.” Bisik Hara.

            “Membantu? Membantu apa? Merebut Sehun lagi? Ani, kalian tahu aku tipe wanita seperti apa.” Riyoung mengibas-ngibaskan tangannya. Dua orang ini memang tukang gosip tapi mereka memang tidak pernah berani mencelakainya.

            “Aish, arrasso, kami tahu itu, kami tahu. Maksud kami adalah kami bisa membantumu balas dendam pada Hwayoung. Gadis murahan sepertinya sudah sepantasnya mendapat pelajaran.” Timpal Gyuri.

            Riyoung terdiam. Jujur, ia ingin sekali menghancurkan gadis itu. Membully-nya seperti saran Jiyoung. Ia ingin sekali memaki-maki ataupun berkelahi dengan Hwayoung. Tapi ia tidak punya cukup keberanian untuk melakukan semua itu. Lagipula ia tidak ingin menjatuhkan harga dirinya menjadi orang brengsek seperti Sehun dan Hwayoung.

            “Ani, tidak usah.” Riyoung tersenyum, pastilah Gyuri dan Hara memiliki dendam pribadi terhadap Hwayoung sehingga mereka menawarinya bantuan seperti itu. Ia tidak peduli dendam apa yang dimiliki oleh kedua temannya itu, bukankah mereka mendendam pada semua orang. Riyoung terkekeh, ia merasa beruntung tidak memiliki masalah dengan kedua biang gosip itu.

            “Ya, kau tahu. Mendengar kau putus dengan Sehun karena adanya orang ketiga kami sangat kasihan padamu. Kau gadis yang baik, tidak pantas mendapat perlakuan seperti itu.” Gyuri memanas-manasi.

            “Mungkin, Sehun memilih Hwayoung karena dia jauh lebih baik dariku.” Riyoung tersenyum getir. Air matanya hampir saja menetes. Ia tahu ia sangat lemah jika mengingat Sehun. Ia selalu mensugesti dirinya mungkin dirinyalah yang salah sehingga Sehun berselingkuh hanya untuk menghibur dirinya sendiri. Di satu sisi ia terluka tapi di sisi lain ia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa Sehun mengkhianatinya. Ia membenci laki-laki itu, tapi disaat bersamaan ia merindukannya.

            “Aigoo, jangan menangis Youngi.” Gyuri menepuk-nepuk punggung Riyoung.

            “Jangan menangis.” Hara tampak panik.

            “Ya, ya! Kenapa air mataku deras sekali.” Gyuri buru-buru mengambil sapu tangannya dan memberikannya pada Riyoung.

            “Uljimaa.”

            Perpisahan mereka baru berumur dua minggu. Satu minggu pertama Sehun telah menemukan penggantinya. Tapi sampai sekarang Riyoung masih belum bisa move on. Ia masih sangat mencintai Sehun. Ketika Sehun memintanya putus, ia pikir itu adalah perpisahan secara baik-baik, mungkin mereka masih bisa saling bertegur sapa jika bertemu. Tapi kenyataannya, Sehun mengkhianatinya dan ia tertipu.

            Ia sangat terluka, meskipun ia tidak terlalu menunjukkan kekecewaannya tapi semakin hari luka itu semakin lebar. Luka karena masih mencintai Oh Sehun. Semakin hari ia semakin benci kepada Hwayoung. Bukannya ia tidak tahu bahwa hampir semua orang di sekolahnya membicarakan mereka dan menjelek-jelekkan Sehun dan Hwayoung tentunya. Ia tidak suka bagian Sehun, ia lebih suka bagian Hwayoung. Ia merasa itulah ganjaran yang pantas untuk kedua orang itu.

            Jiyoung selalu memarahinya, mengatainya bodoh karena memilih diam saja. Tapi itu adalah pilihan bijak. Ia merasa akan terlihat sangat murahan dan bodoh jika berpikir untuk mencelakai Hwayoung.

            “Riyoung…” Panggil seseorang. Ia menoleh dan baru sadar bahwa ia sudah sampai di depan lapangan bola. Ia mendesah, kenapa pagi-pagi seperti ini ia harus bertemu dengan mereka. Pemandangan yang sangat dibencinya.

            Riyoung membalas lambaian Luhan.

            “Ayo, kemari!” Ajak Luhan. Ia sengaja melakukannya, ia sengaja membuat Hwayoung merasa dikucilkan diantara teman-teman Sehun. Ia tidak suka gadis itu. Jika Sehun memang harus mencari pengganti Riyoung setidaknya cari gadis yang tidak akan menatapnya dengan tatapan mesum setiap detiknya.

            “Saengilchukae Oppa.” Riyoung menjulurkan tangannya dan segera disambut oleh Luhan.

            “Kau tidak lupa kado untukku kan?”  Tanya Luhan sumringah.

            Tahun lalu Riyoung memberikannya kado. Ya, pada semuanya, termasuk Chanyeol dan Kyung Soo.

            Riyoung mengangguk lemah, sebenarnya ia berniat memberikannya tanpa ada Sehun diantara mereka. Tapi ternyata malah Luhan yang memanggilnya terlebih dahulu.

            Gerakan tangan Riyoung terhenti saat akan membuka tasnya, tangannya ia biarkan di udara untuk beberapa detik. Semuanya memperhatikannya. Riyoung merutuki dirinya sendiri, seharusnya ia membuang gantungan kunci berbentuk kepala kelinci itu, membuangnya sebelum Sehun menyadari bahwa ia masih menyimpan harapan pada hubungan mereka.

            Sehun memperhatikan gantungan kunci itu, gantungan yang ia berikan saat kencan pertama mereka. Ia tidak menyangka Riyoung masih menyimpannya, ia pikir gadis itu sudah membencinya secara maximal.

            “Ini.” Riyoung menyerahkan sebuah kotak berpita pada Luhan dan tersenyum.

            “Semoga Oppa suka.” Riyoung segera berlari. Ia benar-benar terlihat bodoh di depan Sehun. Ia juga sangat risih mendengar teriakan menjijikkan Hwayoung ketika memberikan kado pada Luhan. Rasanya ia ingin melempar gadis itu ke kubangan. Sangat menjijikkan.

            Riyoung segera meletakkan buku-buku tugas teman sekelasnya, karena hari ini adalah jadwal piketnya sehingga ia yang bertugas mengantarkannya kepada Kris songsaenim. Ia sedikit panik melihat Hwayoung yang tergeletak tidak berdaya di ujung tangga. Ia takut gadis itu terpleset dan pingsan.

            Jika ia tidak mempedulikannya, tentu ia akan menjadi brengsek sama seperti gadis murahan itu. Riyoung mendekati Hwayoung ragu-ragu, tiba-tiba gadis itu menarik tangannya dan kemudian berteriak.

            “Eonni, kenapa mendorongku!”

            Riyoung masih belum bisa berpikir dengan jernih. Mendorong, bahkan gadis itu yang menarik tangannya. Riyoung baru menyadari bahwa kini posisinya benar-benar terlihat seperti orang yang baru saja mendorong Hwayoung. Riyoung tidak bisa berkata apa-apa saat tiba-tiba Sehun dan Chanyeol muncul.

            “Sakit chagiyaa.”

            Riyoung masih diam, ternyata gadis itu memfitnahnya. Membuatnya tampak bersalah di hadapan semua orang.

            “Eonni sengaja mendorongku. Kejadiannya begitu tiba-tiba Oppa.”

            Riyoung merasa dadanya sesak. Tiba-tiba ia merasa sentuhan di lengannya, ternyata Chanyeol. Laki-laki itu tengah menatapnya khawatir. Chanyeol mungkin tidak percaya apa yang dikatakan Hwayoung tapi Sehun pasti mempercayainya. Kini ia telah menjadi gadis jahat di mata Sehun. Ia hina dan begitu kampungan.

            “Sakiit, Chagi.”

            Riyoung merasa matanya memanas. Mungkin selama ini ia tidak menangis di depan orang lain, tapi sekarang tidak. Ia difitnah ketika ia berniat untuk menolongnya. Ia membenci gadis iblis itu, sangat membencinya.

            Riyoung segera berlari. Ia sudah tidak sanggup lagi mendengar ocehan menjijikkan dari gadis murahan itu. Ia benci semuanya. Ia benci karena ia masih mencintai Sehun. Ia benci karena ia tidak bisa membalas kekesalannya terhadap Hwayoung. Ia benci karena betapa mudahnya ia dihancurkan oleh gadis itu.

            Selama ini ia berpikir dengan diam semuanya akan selesai, tapi ternyata sejak awal Hwayoung berniat menghancurkannya. Sehun membencinya, sebentar lagi seantero sekolah pasti akan mengetahui bahwa ia baru saja mendorong Hwayoung. Dalam hitungan jam ia akan menjadi pelaku kriminal di sekolahnya.

            “Aku tidak mendorongnya Sehun!”

            Sehun tersenyum merendahkan. “Aku tidak mengenalmu lagi Riyoung. Di mana Riyoung yang dulu aku kenal?”

            “Bwoo? Ulangi kata-katamu! Kau sudah tidak mengenalku lagi?” Cibir Riyoung.

            “Kau benar-benar berbeda. Aku benar-benar tidak mengenalmu lagi sekarang.”

            “Ohh, benarkah kau pernah mengenalku Oh Sehun! Kalau kau pernah mengenalku seharusnya kau percaya bahwa aku tidak mendorong Hwayoung!” Demi apa kenapa aku harus melakukan itu!”

            “Kau punya alasan yang kuat Shin Riyoung.”

            “Ohh, kau berpikir karena aku sakit hati atas perselingkuhan kalian aku berbuat keji seperti itu.”

            Sehun menatap tajam Riyoung. Luhan, Chanyeol dan Kyung Soo hanya bisa diam melihat pertengkaran mereka. Mereka yakin bukan Riyoung yang melakukannya, tapi masalahnya Riyoung tidak punya bukti. Sehun paling tidak bisa membiarkan gadisnya dicelakai oleh orang lain.

            “Kita sudah putus, bisakah kau menerimanya. Kenapa menyakiti kekasihku? Kau tahu, cibiran orang tentangnya sudah cukup membuatnya terluka, kenapa sekarang ditambah lagi denganmu. Padahal ia sangat mengagumimu.”

            Riyoung terperangah. Sejauh itukah akting gadis murahan itu sampai-sampai mengaku mengaguminya. Rasanya ingin sekali ia menampar gadis itu.

            “Aku memang belum bisa menerima perpisahan kita Oh Sehun! Aku membencimu! Aku membenci Hwayoung! Aku benci kalian! Sering kali aku ingin menghancurkan Hwayoung tapi aku tidak pernah melakukannya karena aku pikir terlalu murahan melakukan hal seperti itu.”

            “Tapi sekarang kau melakukannya.” Ujar Sehun skeptis.

            “Sepertinya kau lebih suka kenyataan bahwa aku adalah orang jahat. Baiklah, kalau kau memang menginginkan itu. Teruslah berpikir bahwa aku yang bersalah. Katakan pada semua orang kalau aku yang salah. Aku yang mendorong Hwayoung, aku yang mencelakai Hwayoung. Katakan pada semua orang kalau aku orang jahat.”

            “Sehun, hentikan. Kita bisa sama-sama menyelidiki masalah ini.”

            “Jadi kau berpikir bahwa Hwayoung berbohong Chanyeol?”

            “Padahal kalian yang berselingkuh, tapi kenapa sekarang Riyoung yang terlihat seperti orang jahat.” Sindir Kyung Soo. Meskipun dia harus mendapati kenyataan bahwa Riyoung memang mendorong Hwayoung ia tidak akan menyalahkan gadis itu. Hwayoung pantas mendapatkannya.

            Sehun terperanjat mendengat ucapan Kyung Soo. Ia benar-benar tertohok dan tersindir.

            “Bukan kau yang tidak mengenalku Oh Sehun, tapi aku yang tidak mengenalmu lagi. Mungkin sejak awal kau memang tidak mengenalku.” Riyoung sengaja menabrak Sehun saat berjalan. Ia benci disalahkan, ia akan melakukan apa saja asal bisa membuktikan ia tidak bersalah.

Cukup sudah kesabarannya terhadap Hwayoung. Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Jiyoung darah harus dibalas darah. Bahkan Hara dan Gyuri lebih dulu mengetahui apa yang seharusnya sejak awal ia lakukan. Ternyata sikap diamnya selama ini membuat Hwayoung besar kepala. Ia akan membuktikan bahwa ia tidak bersalah dan akan membuat Sehun menyesal karena telah menuduhnya, ia akan pastikan itu.

            Jika setelah ini ia masih belum bisa melupakan Sehun maka ia adalah orang paling bodoh di dunia ini.

            Kris menatap Riyoung yang masih terus menunduk sambil menangis. Berat rasanya memberikan surat skors selama satu minggu pada siswanya itu. Ia juga sudah mendengar masalah yang terjadi antara Riyoung dan Sehun. Tapi dari apa yang ia tahu, bahkan Hwayoung jauh lebih memenuhi syarat menjadi pelakunya. Sudah tiga tahun ia menjadi wali kelas Riyoung, ia tahu betul bagaimana tabiat siswanya itu.

            “Beritisrahatlah selama seminggu, setelah itu semuanya akan kembali normal lagi Riyoung.” Hibur Kris.

            “Saem, seminggu setelah ini aku akan menjadi orang paling jahat di sekolah ini.” Ujar Riyoung sambil sesenggukan.

            Kris diam, ia tahu masalah ini membawa dampak buruk untuk Riyoung. Tapi ia tidak bisa berbuat banyak, tidak ada saksi yang melihat, siapa yang bisa membuktikan bahwa Riyoung tidak bersalah.

            Hwayoung masuk ke dalam toilet sendirian. Jiyoung, Hara dan Gyuri sengaja mengikuti Hwayoung. Setelah Hwayoung masuk mereka segera menyusulnya dan mengunci pintu kamar mandi. Jiyoung sengaja mengajak duo gosip itu setelah mendengar cerita Riyoung tentang tawaran mereka untuk membalas dendam pada Hwayoung.

            Hwayoung terkejut saat melihat ketiga orang itu tengah menatapnya ganas. Jiyoung, dia adalah sahabat Riyoung, ia sudah menduga Jiyoung akan membela Riyoung, tapi Hara dan Gyuri? Untuk apa mereka ikut campur.

            “Sunbaenim.” Sapa Hwayoung canggung. Ia tidak boleh terlihat gugup.

            “Kau sudah sembuh?” Jiyoung mendekati Hwayoung yang terus mundur.

            Hwayoung menggeleng kemudian buru-buru mengangguk.

            “Yang mana yang benar? Sudah atau belum?”

            “Sebenarnya apa tujuanmu memfitnah Riyoung?” Kali ini Hara yang maju.

            “Anio, aku tidak memfitnahnya, eonni yang mendorongku.” Jawab Hwayoung terbata-bata.

            “Ck!” Gyuri langsung mengambil ember sisa pel dan menyiramkannya pada Hwayoung. “Anio, aku tidak memfitnahnya, eonni yang mendorongku.” Gyuri mengulagi kata-kata Hwayoung dengan gemas. “Aktingmu buruk sekali.”

            “Kau pikir sekarang kau sedang berurusan dengan siapa?” Bentak Jiyoung. Mungkin kau berpikir bahwa Riyoung tidak akan berani melakukan ini, tapi kami berani!” Jiyoung menjambak rambut Hwayoung.

            “Aku benar-benar tidak melakukannya.”

            “Ahh, jangan basa-basi cepat langsung ke intinya!” Geram Hara. Ia akui ia sangat marah mendengar berita bahwa Riyoung mendorong Hwayoung dari tangga. Ia memang suka berbuat onar tapi ia mengenal Riyoung. Sejak SMP setiap ada tugas kelompok, Hara dan Gyuri selalu tersisihkan karena tidak ada yang mau berteman dengan mereka. Tapi Riyoung tidak pernah memojokkan mereka, gadis itu memperlakukan mereka dengan baik. Ia benar-benar menghargai temannya dan mereka bukan tipe orang yang tidak tahu balas budi.

            Gyuri mengeluarkan pisau lipat dari saku roknya. Ini hanya gertakan, Hwayoung pasti akan bertekuk lutut jika diancam seperti ini.

            “Akui kesalahanmu, atau kurusak wajahmu!” Jiyoung mengambil pisau Gyuri. Dia benar-benar emosi. Jika Hwayoung masih saja menyangkal ia bisa pastikan ia tidak bisa lagi menahan diri untuk menyiksa Hwayoung. Terlalu banyak air mata Riyoung karena Hwayoung, ia tidak akan melepaskannya sampai masalah ini benar-benar tuntas.

            Hwayoung menangis. Teman-temannya masih ada di kantin. Ia tidak bisa meminta tolong pada siapapun. Melawan? Dulu ia juga pernah berkelahi dengan Hara dan Gyuri, tapi meski dibantu dengan teman-temannya Gyuri dan Hara tetap menang.

            “Jangan salahkan aku kalau besok kau harus datang ke dokter bedah plastik.” Jiyoung mengacungkan pisau lipat tersebut.

            “Jangan, sunbae, baiklah aku, a-aku akan mengatakan yang sebenarnya pada semua orang.”

            “Bagus.” Seringai Jiyoung. Darah harus dibalas dengan darah.

            Sehun menatap Hwayoung yang masih menunduk. Semuanya telah terungkap. Hwayoung telah mengakui kesalahannya pada semua orang. Sehun benar-benar merasa bersalah pada Riyoung.

            “Kita putus.” Ujar Sehun dingin.

            Chanyeol, Luhan dan Kyung Soo yang menguping dari balik pohon langsung berpelukan, itulah yang dari dulu mereka tunggu-tunggu. Mereka sangat sangat tidak menyukai Hwayoung. Mungkin ketika Sehun menyatakan perasaannya pada Hwayoung ia sedang mengigau atau semacamnya.

            “Oppa, aku hanya iri padanya. Teman-temanmu lebih menyukainya daripada aku. Semua orang lebih menyukainya daripada aku. Semua orang mencibirku, padahal dia yang jelas-jelas seorang selingkuhan. Aku hanya takut kehilanganmu Oppa.”

            “Tentu saja, ia lebih baik darimu nona.” Cibir Chanyeol dari balik pohon.

            “Bukan berarti kau boleh menyakitinya.” Ujar Sehun dingin.

            “Apa yang kau maksud dengan selingkuhan?” Tiba-tiba Riyoung dan Jiyoung muncul. Luhan, Chanyeol dan Kyung Soo sampai kaget setengah mati karena kemunculan mereka yang tiba-tiba.

            Sehun menatap Riyoung, ia tahu sejak awal tidak seharusnya ia melakukan ini. Semua ini memang salahnya. Ia yang membuatnya semakin rumit.

            “Sebenarnya, ketika aku memintamu untuk menjadi kekasihku aku masih menjalin hubungan dengan Hwayoung. Saat itu kami sedang bertengkar sehingga aku—“

            “Menjadikanku sebagai pelarianmu?”

            “Kami backstreet karena orang tuaku tidak  menyetujui hubungan kami. Mereka merasa sangat senang ketika aku mengenalkanmu kepada mereka.”

            “Kau tahu Oh Sehun, kau benar-benar laki-laki brengsek.”

            “Maafkan aku Riyoung.”

            “Gurae, aku memaafkanmu.” Riyoung menatap Sehun dengan tatapan menilai. “Tapi bukan berarti aku melupakannya.”

            Riyoung berbalik. Seharusnya ia tidak perlu mendengar semua percakapan Sehun dan Hwayoung. Seharusnya ia tidak perlu mengetahui kenyataan bahwa sebenarnya ia lah yang berselingkuh di belakang Hwayoung. Semuanya seolah sedang mempermainkannya. Kini ia benar-benar membenci Oh Sehun.

FIN

17 comments

  1. ismakhrnsa · July 31, 2012

    Keren thorrr~~!!
    Mau sequel nya haha xD

  2. gohyemi22 · July 31, 2012

    Yachh..
    Ngegantung thorr….

    Sadis euy..
    Apa trinspirasi gosip yg beredar..
    ????

  3. shim youngra · August 2, 2012

    Keren thor,hehehe :3
    Minta sequelnya dong thor xD

  4. Verin · August 2, 2012

    Wow…
    Sehun jadi cowo br*ngs*k gitu??? Sadis cuyy

  5. key · August 2, 2012

    ceritanya keren banget..
    sequel dong…

  6. idolfanfiction · August 3, 2012

    Kakaka, kenapa semua mintak sekuel? wkwwk

    • arvina ELFishy · August 7, 2012

      krn mmg perlu dilanjut brarti buatan author menarik mnrt kami ^^,

  7. Chanhae · August 4, 2012

    Pngen nangis, tp aer mata aku ketahan. WAJIB SKUEL THOR.

  8. arvina ELFishy · August 7, 2012

    iya author next donk… Seru… Ih amit ih sumpah ada yeoja ky hwang apa gtu nmnya g pntg diinget gw jambak tuh rambut gw lempar ke jurang sklaian. Gila bnr g tau diri. Sehun pabo bgt! Buat sequel author…mian br bc ffny cz br dpt ni ff. Gomawo

  9. Monica · August 11, 2012

    Squel thorrr harus*maksa
    itu nge gantung banget reaksinya si hwayong terus sama kisah ortu nya sehun yg ga setuju sama hwayong tapi ko malah sam riyoung setuju ? gantung tuh
    Squelll thorr

  10. sari · September 7, 2012

    Ajegileee ngefeel banget ini ceruranya thor!!!dae to the bak!!♥

  11. soo haeyeon · January 30, 2013

    sequel thor. . Harus sequel ni. Aq suka bgt thor

  12. hyunris · August 15, 2013

    sequel… sequel.. *demo kenaikan bbm… menarik banget jadi butuh sequel.. lg pula katanya Riyoung bakal jadi orang jahat setelah 1 minggu di skors, jai ceritain waktu Riyoung jadi jahat.. hahaha *ketawa evil

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s