When I Can’t Sing

Title : When I Can’t Sing
Author : Ichen Aoi
Cast : Luhan EXO M, Kim Seoyeon
Rating : General

Tokyo, Jepang.
Suara hiruk pikuk penonton membahana di arena konser itu. Seorang gadis cantik dengan gaun selutut berwarna putih itu meremas jemarinya dan ia bisa merasakan telapak tangannya kini terasa dingin dan memucat. Ia menghela nafasnya berkali – kali. Tangannya gemetar saat ia membuka tirai tangga yang menuju ke atas panggung.

“Aku yakin, kau pasti bisa!”

Lagi – lagi suara lembut itu terdengar jelas didalam kepalanya. Ia menarik nafas lalu mencoba menarik kedua sudut bibirnya untuk membentuk sebuah senyuman. Dibelakangnya ada staff yang mengepalkan tangannya lalu meninju udara, memberi keyakinan pada gadis itu. Ia tersenyum, mengangguk lalu melangkan kakinya dengan perlahan sambil berusaha menenangkan dirinya sendiri. Ini adalah konser pertamanya dan ia harus bisa. Yang lebih penting dari itu ia harus menunjukkan pernampilan terbaiknya didepan jutaan fans dan tentu saja untuk seseorang disana. Seseorang yang membuatnya menempuh jalan seperti ini.

“Seoyeon! Seoyeon! Seoyeon!”
“Seoyeon! Seoyeon – chan~!!”

Penonton mulai histeris begitu melihat gadis itu sudah berdiri di atas panggung dengan penampilan yang menawan. Gadis itu tersenyum manis lalu melambaikan tangannya dengan penuh semangat ke arah penonton. Suara penonton langsung bersorak lebih kencang dari tadi. Kegugupan gadis itu dengan perlahan cair dan runtuh. Ia mencoba rileks.
“Minnasan~ Ogenki desu ka (Apa kabar semuanya)?” teriak gadis itu dengan penuh semangat dan langsung di jawab dengan jutaan penonton. Ia kembali mengukir senyum lalu melangkahkan kakinya menuju bagian depan panggung. Menarik nafasnya dengan perlahan, mengedarkan pandangannya lalu tersenyum dan suaranya mulai mengalir keluar dengan lembut.
***
“Luhan!! Luhan!! Ganti channelnya donk!”
Laki – laki tampan dan tampak berpenampilan kasual dan mempesona itu tampak datang keruang tengah dengan terburu – buru. Ia tidak ngucapkan salam sama sekali sehingga membuat orang yang ada diruang tengah itu menatapnya dengan kesal.
“Mau apa kau huh?!” tanya laki – laki tampan \yang tadi dipanggil Luhan.
“Seoyeon –chan perform!! Ini kan konser pertamanya, aku harus liat! Cepat ganti channel televisinya sekarang juga Xi Luhan!!”
Mau tidak mau ia menganti channel televisinya dengan enggan. Sedangkan laki – laki yang sejak tadi ribut itu langsung duduk diam didepan televisi sambil memeluk setoples cemilan keripik yang sengaja ia beli di minimarket tadi.
Sementara yang lainnya hanya menggelengkan kepala dengan penuh rasa maklum. Mungkin kalian akan bertanya tempat apa ini? Kenapa isinya dihuni banyak laki – laki tampan?
Ya tentu saja! Karena ini adalah sebuah apartemen mewah yang disulap menjadi asrama bagi sebuah group boyband Korea tersebut. Sebuah group yang sudah sangat dikenal dikalangan pencinta musik Asia. Tidak hanya remaja, bahkan orangtua juga mengenal mereka. Dan tampaknya hari ini adalah waktu mereka istirahat sehingga mereka memilih tidak kemanapun guna menyimpan energi mereka untuk acara selanjutnya yang biasanya tidak ada jeda.
Luhan menatap lurus ke arah televisi dengan enggan. Namun rasa itu segera hilang ketika layar televisi menampilkan gambar close up wajah gadis itu. Ia menatapnya dengan seksama.
“Rasanya aku pernah melihat gadis itu” ucap Luhan dengan nada sedikit ragu.

Semuanya langsung menoleh dan menatap Luhan dengan sedikit sangsi. Bagaimana pun juga, gadis yang sednag tampil itu adalah seorang penyanyi muda berbakat yang memiliki darah campuran Indonesia – Jepang dan terlebih lagi ia adalah gadis yang bisa dibilang cukup baru terjun didunia entertament.
“Jangan mengada – ada Luhan! Aku tahu dia manis” ledek teman satu groupnya.
“Tapi aku serius!” Luhan berusaha meyakinkan teman – temannya.
“Mungkin kau salah lihat. Bukankah didunia ini ada tujuh orang dengan wajah yang sama?” ucap Chanyeol untuk menyelesaikan perdebatan yang mungkin akan berlangsung sebentar lagi itu. Luhan pun menghela nafas pasrah dan menghenyakkan tubuhnya di sofa sambil menatap fokus ke arah layar televisi tersebut.
***
Backstage arena konser tampak begitu riuh setelah acara konser besar itu selesai. Para staff bergantian menjabat tangan Seoyeon sambil mengucapkan selamat atas kesuksesannya hari ini.
“Selamat ya Seo –chan~”
“Terimakasih” ucapnya sambil sedikit membungkukkan tubuhnya sebagai tanda hormat.
“Seoyeon! Mari kita rayakan ini!” teriak seorang wanita yang usianya sekitar tiga sampai empat tahun di atas Seoyeon. Ia memeluk Seoyeon dengan cukup kencang sehingga membuat nafas Seoyeon terasa sesak. Wanita itu adalah managernya. Makanya mereka begitu dekat satu sama lain.
“Boleh saja. Bagaimana kalau kita pesan makanan chatering untuk semua staff?” usul Seoyeon dengan mata yang berbinar dan senyuman yang lebar. Managernya menghela nafas kesal karena itu berarti ia harus mengurus pembayaran untuk semua makanan itu. Sedangkan staff yang terlibat ada sekitar 100 orang.
“Ayolaahh senpai~” rengek Seoyeon sambil menunjukkan wajah memelasnya.
Akhirnya wanita itu mengangguk dan meminta salah satu staff untuk memberitahukan kepada semua staff lain yang ada disana agar tidak segera pulang. Kemudian wanita itu menelepon sebuah restoran fast food untuk memesan makanan dalam jumlah banyak.
Ia kembali menghampiri Seoyeon sambil mengangkat kedua ibu jarinya dan tersenyum riang. Seoyeon tersenyum, ia tahu kalau managernya adalah wanita yang baik meski kadang banyak orang yang salah paham dengannya.
“Ah ada telepon! Aku pergi sebentar ya Seoyeon –chan”
“Iya senpai!”
Wanita itu pergi meninggalkan Seoyeon yang keluar dari ruang rias lalu berjalan menuju arena konser tadi. Banyak staff yang sedang membereskan peralatan konser, ia menatapnya sejenak lalu memberanikan diri untuk bicara.
“Uhm… Aku sendirian diruang ganti. Apa aku bisa bergabung dengan kalian? Aku bisa sedikit membantu merapikannya. Bagaimana?”
Beberapa staff menoleh dengan ragu. Namun produser acara itu tersenyum dan mengangguk pelan, Seoyeon menatapnya dengan tersenyum riang.
“Aku bisa bantu apa?” tanya Seoyeon lagi dengan penuh semangat.
“Bantu kami melipat properti kain itu!” tunjung sang produser acara.
Seoyeon langsung mengangguk dengan semangat dan mengerjakan semua itu dengan masih menggunakan gaun putih selututnya dan high heels putih berkilaunya.
***
Jakarta, Indonesia.
Seoyeon pulang untuk menghabiskan masa liburannya. Ia tampak sedikit kagum dengan pemandangan malam hari di jalanan ibu kota itu. Deretan kendaraan yang terjebak macet dan warna – warni lampu kendaraan itu tampak seperti lautan cahaya apalagi ditambah sisi – sisi jalanan itu yang dihiasi banyak bangunan gedung kokoh yang juga menyalakan lampunya. Seoyeon mengambil kameranya lalu mengambil beberapa gambar dari jembatan penyebrangan itu. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai indah dan tertiup angin. Ia masih fokus dengan objek didepannya. Ponsel disaku belakang celana jeansnya bergetar panjang sebagai tanda bahwa ada sebuah panggilan masuk. Wajahnya tampak serius saat menerima telepon itu. Saat telepon itu terputus, ia tersenyum sambil menatap sebuah bangunan kantor dengan tulisan menyala. Tulisan yang tertera disana adalah SME Tower, singkatan yang sama dengan sebuah agensi yang membawahi seseorang itu. Seseorang yang membuatnya memilih jalan sebagai seorang penyanyi.
“Seoul… Akhirnya aku akan kesana dan bertemu dengannya lagi” bisik Seoyeon pelan sambil memejamkan matanya lalu bersandar pada pembatas jembatan itu dan merasakan lembutnya belaian angin di wajahnya.
***
Seoul, Korea.
Acara musik kerjasama dan bentuk persahabatan antar negara Asia itu digelar di Seoul. Banyak penyanyi papan atas yang datang mengisi acara besar itu. Bahkan penonton tampak sangat antusias menyambut acara ini.
“Ah! Nanti akan ada special stage dan itu akan diisi oleh… Tunggu sebentar!” staff acara itu tampak sibuk mencari catatan di antara kertas – kertasnya yang bertumpuk. Tidak ada waktu latihan untuk special stage ini kecuali hari ini yaitu sekitar empat jam sebelum acara. Mengingat semua pengisi acra memiliki kesibukan yang tidak bisa ditunda sebelumnya.
“Luhan dari EXO dan seorang penyanyi solo, Seoyeon! Ku harap kalian bisa memanfaatkan waktu sempit ini untuk berlatih. Dan untuk penampilan special stage selanjutnya…”
Kalimat lanjutan dari staff itu tiba – tiba terdengar samar ditelinga Seoyeon. Ia menatap ke pojok ruangan untuk melihat orang yang bernama Luhan. Sebenarnya ia sedikit malu. Dan ia berharap laki – laki itu tidak mengenalinya.
Ya, mereka pernah bertemu di Jakarta dalam konser EXO. Saat itu Seoyeon hanyalah gadis biasa yang berdiri dikelas festival sambil menatap Luhan dengan air matanya. Dan ia ingat saat itu mereka bertemu pandang.
Mungkin itu tidak terlalu buruk namun kejadian selanjutnya yang membuat Seoyeon semakin segan untuk menghampiri Luhan. Luhan melihat dan mendengar ucapan gadis itu ketika ia menangis dilorong yang menuju kamar mandi.

“Aku ingin menjadi bintang agar bisa bertemu dengan mu… Luhan oppa…” bisik Seoyeon disela – sela isak tangisnya. Ia tahu tidak ada yang peduli dan mendengar ucapannya barusan namun ia tidak sadar bahwa ada seorang laki – laki yang sudah berdiri dihadapannya sambil mengukir sebuah senyuman.
“Aku yakin kau pasti bisa!” ucap laki – laki itu tepat ditelinga Seoyeon dan membuat gadis itu mendongakkan kepalanya. Laki – laki itu adalah Luhan, yang tersenyum kearahnya kemudian melangkah pergi.

“Tidak perlu bersikap sekaku itu pada ku!” ucapan Luhan yang lagi – lagi entah kenapa sudah berdiri dihadapan Seoyeon. Gadis itu tercengang, kejadian dimasa lalu terulang lagi.
“Kenapa? Aku kan sudah bilang kalau kau pasti bisa! Dan itu terbukti sekarang kan? Senang bisa berduet dengan mu” ucap Luhan panjang lebar yang membuat Seoyeon menatap laki – laki itu dengan tidak percaya. Air matanya menetes dengan tiba – tiba. Luhan pun memeluknya sambil berbisik pelan, “Ku rasa tanpa latihan pun kita sudah punya ikatan”.
Seoyeon pun semakin membenamkan wajahnya didada Luhan sambil terisak pelan. Sedangkan member EXO yang lain menatap Luhan dengan heran.
“Bagaimana mereka bisa saling kenal?” tanya Chanyeol dengan sedikit frustasi.

END

2 comments

  1. Natasa Kim · August 7, 2012

    gantung ah…!! ><
    tapi asikkk ada luhan euyyyy….!! squellllll…!! ^^ daebakkkkk

  2. sari · September 7, 2012

    Chanyeol frustasii?????kamhir bebeh im still love you!!moahhh:***
    Good ff!!

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s