Last Present

Title          : Last Present
Author         : Ichen Aoi
Cast           : Kim Seoyeon, Kim Jaejoong, Luhan & Lee Donghae
Backsound      : Only One – BoA
Note           : Special gift for Centhya. Hope you will be do the best and continue your dream and make it come true.


 

..

 

Musim gugur yang ketiga pada tiga tahun terakhir itu. Tiga tahun terakhir dimana gadis itu terus menunggu dan menunggu. Ia masih duduk dikursi kayu taman itu sambil menggenggam sebuah cincin ditangannya. Ia sesekali menatap lurus kedepan lalu tersenyum.

 

“Tidak datang lagikah?” lirihnya kecil.

 

Ia beranjak dari duduknya lalu melangkahkan kakinya. Namun tiba – tiba saja ia berhenti dan tersenyum ketika melihat ada seorang namja manis dan tampan tengah menatapnya sambil memberikan sebuah senyuman yang cerah.

 

“Hai! Kau sering kesini ya?” tanya namja itu sambil mengulurkan tangannya.

 

Gadis itu mengangguk pelan lalu membiarkan tangan namja itu terus terangkat di udara. Ia melewati namja itu dengan tatapan dingin namun ia terhenti ketika pergelangan tangannya ditahan oleh namja asing itu.

 

“Kenapa terus menghindari ku?”

“Karena aku tidak mengenal mu. Apa itu salah?”

 

Mereka saling bertatapan untuk waktu yang lama lalu angin terus menerbangkan daun – daun yang berguguran pada musim itu. nuansa cokelat keemasan dan belaian angin yang menerpa keduanya tampak begitu memikat.

 

“Seoyeon!!”

 

Gadis itu langsung menoleh dengan cepat dan namja asing itu langsung melepaskan genggamannya. Seorang namja lain yang lebih tinggi berlari sambil terengah – engah. Ia tiba dihadapan gadis itu namun ia tidak bicara sama sekali. Ia datang lalu memeluk gadis itu begitu saja. Membuat namja asing itu terperangah.

 

“Donghae oppa… Berhenti untuk tiba – tiba memeluk ku seperti ini”

 

Namja bernama Donghae itu tertawa kecil lalu mengusap kepala Seoyeon dengan lembut lalu kembali meraih gadis itu kedalam pelukkannya. Ia memejamkan matanya sesaat, merasakan kehangatan dan kenyamanan yang diciptakan keadaan saat itu.

 

“Kau itu manis dan mungil, sangat pas sekali untuk ku peluk Hhaaa…”

“Namja aneh”

 

Desis Seoyeon sambil melangkahkan kakinya untuk meninggalkan kedua namja menyebalkan yang sedang mengganggu ketentramannya.

 

“Hei kau! Perkenalkan nama ku Luhan! Ku harap kita bisa bertemu lagi!!”

 

Seoyeon bisa mendengar suara teriakan namja asing yang tiba – tiba saja muncul dan menahan tangannya tadi sedangkan Donghae sudah mengimbangi langkah kakinya. Donghae menatap gadis disampingnya dan namja tadi secara bergantian.

 

“Kau mengenalnya?”

“Tidak!”

“Baguslah”

“Kenapa?”

“Tidak ada”

 

Donghae langsung merangkul Seoyeon dan membawa gadis itu kedalam mobilnya lalu membawanya kesuatu tempat yang tenang.

 

*

Tokyo, Jepang

 

Seseorang tengah menatap keluar jendelanya sambil melirik kalendernya. Lalu sebuah tanggal sudah ia lingkari disana. Ia menghela nafas panjang lalu meraih ponselnya dan tampak sedang menulis sesuatu disana. Beberapa saat kemudian ia tersenyum lalu mulai mengerjakan beberapa berkas yang ada dihadapannya sambil tersenyum.

 

Tok tok tok

 

“Silahkan masuk!” teriaknya dengan penuh semangat.

 

Seorang pria paruh baya datang sambil membawa sebuah kotak yang dibungkus dengan kertas kado.  Ia langsung meletakkannya diatas meja kerja namja itu.

 

“Jaejoong –ssi, ini barang yang kau minta”

“Gomawo ajeossi. Ajeossi yang terbaik!” puji namja bernama Jaejoong lalu ia bisa melihat pria paruh baya itu menggelengkan kepalanya dan beranjak pergi meninggalkan ruangan itu.

 

“Meski aku tidak datang tapi aku tidak melupakan mu dan terus mengawasi mu. Ku harap kita bisa bertemu lagi… Sampai saat itu tiba, tolong tunggu aku ditempat pertama kali kita bertemu” bisik Jaejoong kepada kotak kado dihadapannya.

 

*

 

Donghae menarik tangan Seoyeon berkeliling Myeongdong sejak sejam yang lalu. Sekarang gadis itu mulai kelelahan. Ia tidak tahu sejak kapan sunbaenya ini jadi sangat aktif begini.

 

“Bisa tidak kita istirahat dulu?”

“Ok!”

 

Donghae langsung membawa Seoyeon kedalam sebuah café sederhana. Keduanya duduk ditepi kaca sehingga bisa melihat pemandangan diluar sana. Seoyeon mengabaikan minuman yang ia pesan dan tatapannya fokus keluar sana. Ia melihat seseorang yang tidak asing untuknya. Seorang namja dengan jaket dan rambutnya yang dicat kecoklatan. Luhan.

 

“Apa yang kau lihat huh?” tanya Donghae penasaran sambil mengangkat sendoknya dan menyuap sesendok es krim kedalam mulutnya sendiri.

Seoeyon hanya tersenyum lalu menggelengkan kepalanya. Ia menghenyakkan tubuhnya dan bersandar pada kursi. Ia kembali mengeluarkan cincin yang selalu dibawanya kemana – mana itu dari dalam sakunya.

 

 

Luhan terus berkeliling disekitar Myeongdong. Ia sedang mencari sesuatu untuk dijadikan hadiah ulangtahun. Entah sejak kapan ia mulai tertarik pada gadis asing yang ia jumpai ditaman pada waktu yang sama setiap tahunnya. Seminggu pada musim semi, seminggu pada musim dingin dan seminggu pada musim gugur juga musim panas. Namun ada satu hari yang selalu menjadi perhatiannya. Tiap tanggal yang sama satu hari dalam satu tahun itu, gadis itu pasti akan datang dengan kue kecil dan lilin yang menyala lalu mengucapkan harapannya sambil berbisik.

 

Luhan tahu kalau itu adalah hari ulangtahun gadis asing itu. Dan tahun ini ia memutuskan untuk memberikan gadis itu hadiah kejutan kecil. Ia berjanji dalam hatinya untuk tidak membiarkan gadis itu sendirian.

 

 

“Bagaimana tiket keberangkatan ku ke Seoul?”

“Semua sudah siap tuan”

 

Jaejoong tersenyum bahagia lalu mengambil tiket pesawat dari tangan sekretarisnya itu. Ia langsung meraih kunci mobilnya dan meminta sekretarisnya itu untuk mencaris eorang supir yang akan membawa mobilnya kembali ke kantor itu. Ia akan pergi ke bandara hari ini untuk melakukan penerbangan ke Seoul. Ia berharap dengan begini pernantian gadis itu akan segera berakhir. Ia akan membawa gadis itu untuk pergi bersamanya.

 

*

Hari ini Seoyeon mengenakan sebuah dres berwarna soft pink. Rambutnya ia biarkan tergerai dan ia membawa sebuah kantung plastik ditangan kanannya. Ia melangkahkan kakinya dengan perlahan menuju bangku taman, tempat biasa ia duduk dan merayakan ulangtahunnya sendirian.

 

Ia duduk disana dengan perlahan lalu membuka kantung itu dan mengeluarkan isinya. Kemudian membakar dua buah lilin. Ia tersenyum kecil lalu memejamkan matanya, menyebutkan permohonannya. Kemudian memuka matanya dan tersenyum kecil lalu meniup lilin – lilin dihadapannya.

 

“Saaengil Chukkae Hamnida Kim Seoyeon…”

 

Seoyeon langsung menoleh dengan cepat dan ia mendapati Jaejoong berdiri dibelakangnya dengan sebuah kado besar didalam pelukkannya.

 

“Jae… Joong… Oppa…”

 

Seoyeon menatap lurus dengan ragu sekaligus tidak percaya. Tidak ada yang bergerak dari tempatnya masing – masing, mereka hanya saling menatap satu sama lain.

 

“Saengil Chukkae!!”

 

Tiba – tiba saja Luhan muncul dari balik semak – semak dan tersneyum dengan riang. Seoyeon langsung mengalihkan pandangannya dan menatap Luhan dengan kebingungan. Sementara itu Donghae dari kejauhan sudah berlari sambil berteriak dengan riang.

 

“Seoyeon!! Seo~~~!! Aku datang dengan kado ulangtahun untuk mu!!”

 

Seoyeon langsung menoleh kearah Donghae dan namja itu seperti biasa, langsung memeluk Seoyeon dengan erat. Seoyeon membeku sesaat. Donghae melepaskan pelukkannya. Ia tersenyum kecil.

 

Seoyeon menyadari sesuatu, ia lanngsung menatap ketiga namja itu satu per satu.

 

“Kalian… Sedang apa disini?”

 

Jaejoong yang tadi sempat terkejut karena sikap Donghae langsung mengambil langkah. Ia membiarkan gadis itu duduk pada kursi taman lalu Jaejoong sedikit membungkukkan badannya dihadapan gadis itu.

 

“Aku datang. Terimakasih sudah menunggu ku”

 

Jaejoong terus mendekatkan wajahnya dan mencium lembut bibir gadis itu. Donghae dan Luhan langsung menatap Jaaejoong dengan tajam. Menunggu? Apakah namja asing dihadapan mereka ini adalah orang yang selalu ditunggu gadis itu disini? Apakah tatapan rindu yang selama ini untuk namja asing ini?

 

Donghae menyadari sesuatu ketiga tubuh Seoeyon mulai tampak memucat. Ia langsung mendorong Jaejoong dengan kuat. Ia langsung memenggenggam tangan Seoyeon. Gadis itu menangis. Luhan tampak tidak mengerti.

 

“Jebal… Andwae… Jebal…”

 

Donghae langsung menatap tajam kearah Jaejoong. Ia langsung meninju wajah lelaki itu sedangkan Seoyeon masih duduk ditempatnya sambil berurai air mata. Luhan langsung memilih untuk menenangkan gadis itu. Tubuh Seoyeon mendingin.

 

“Kenapa kau baru datang huh?! Kenapa harus datang?! Lebih baik kalau kau tidak pernah datang! Apa kau mengerti huh?!”

“Mianhae…”

“Sekarang kau minta maaf setelah semuanya terlambat huh?!”

 

Donghae terus memukul wajah Jaejoong. Luhan sama sekali tidak mengerti ada apa dengan kedua orang itu. Seoyeon langsung berdiri. Ia memandangi danau tenang dihadapannya lalu menatap Donghae dan Jaejoong yang masih saling memukul itu.

 

“Hentikan! Aku… Aku baik – baik saja” ucapnya datar.

 

Donghae dan Jaejoong langsung berhenti dan menatap tubuh gadis itu yang terus memucat. Luhan seakan takut gadis itu bisa rubuh kapan saja. ia langsung memeluk Seoyeon dari kiri. Donghae berdiri lalu memeluk Seoyeon dari sisi kanan dan Jaejoong memeluknya dari belakang.

 

“Saranghaeyo” bisik mereka bertiga bersamaan.

“Gomawo” jawab Seoyeon lemah lalu memejamkan matanya.

 

Mereka bertiga bisa merasakan kalau gadis yang saat ini sedang berada dalam pelukkan mereka sudah tiada. Namun tampaknya mereka enggan untuk melepaskannya. Mata ketiganya memerah.

 

“Kita harus membiarkannya istirahat” bisik Jaejoong.

 

Luhan dan Donghae langsung melepaskan pelukkannya. Jaejoong langsung menggendong tubuh gadis itu. Sedangkan Donghae dan Luhan membawa barang – barangnya.

 

*

Hari ini adalah upacara pemakaman Kim Seoyeon. Jaejoong tersenyum sedih melihat gadis cantik dihadapannya. Ia memberikan gadis itu sebuah gaun pernikahan berwarna putih di hari ulangtahunnya yang ke 19 ini. Gaun yang dulu pernah Seoyeon tunjukkan pada Jaejoong.  Dan kini dijari manisnya melingkar sebuah cincin pemberian Jaejoong yang selama ini disimpan gadis itu dengan baik. Cincin yang ia berikan 4 tahun yang lalu, sebelum keberangkatannya ke Tokyo.

 

Disampingnya ada Donghae yang menatap gadis itu dengan nanar. Ia tidak tahu gadis yang selama ini dijaganya akan benar – benar pergi meninggalkannya. Selama ini ia tidak peduli bagaimana orang memandang aneh kearahnya karena tampak sedang bicara sendirian. Seoyeon sudah meninggal satu tahun yang lalu karena sakit. Namun ia masih ingin menunggu seseorang makanya jiwanya kembali namun tidak ada seorang pun yang bisa melihatnya kecuali Donghae yang memang mencintainya sejak sekolah dulu. Tahun ini ia memberikan gadis itu sepasang anting – anting yang kini dipakaian pada gadis yang tengah berbaring didalam peti mati.

 

Luhan, yang baru mengetahui kalau gadis itu meninggal dari Donghae dan Jaejoong memandangnya dengan sedih. Matanya terus berkaca – kaca sejak tadi. Ia sudah memperhatikan gadis itu sejak 3 tahun yang lalu. Seoyeon selalu bermain dengan anak – anak kecil ditaman itu, namun baru setahun belakangan ini Seoyeon tidak pernah lagi berinteraksi dengan orang lain kecuali Donghae. Namun ia tidak pernah menyangka kalau gadis itu sudah meninggal. Ia memberikan sebuah kado bando yang tampak cantik. Bando dengan hiasan pita kecil. Gadis didalam peti itu tampak sangat sempurna sekarang.

 

Pada akhirnya semilir angin yang akan membawa pesan cinta dan perasaan mereka kelangit untuk seorang gadis yang mereka cintai meski hanya dalam hati sampai akhir hidup gadis itu.

 

END

 

2 comments

  1. Natasa Kim · September 7, 2012

    ua ua ua ada luhan…!! ^^ luhannnn saranghae…!! *gilamodeon*

    • Natasa Kim · September 7, 2012

      tunggu….
      kenapa seoyeon meninggal…??? ._.

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s