Breakeven [After Story of Break Up]

Title               : Breakeven [After Story of Break Up]

Author          : Siskha Sri Wulandari/@SiskhaSri/ssiskha.wp.com

Cast                : Oh Sehun [EXO-K]

                         : Shin Riyoung [OC]

Support cast    : EXO

Genre                  : Romance, School Life

Backsound        : The Script-Breakeven

Length                : Drabble

I’m still alive but I’m barely breathing, just prayin’ to a god that I don’t believe in

            Aku menyesal, sungguh menyesal. Aku minta maaf, sungguh minta maaf. Tidak ada gunanya menyesal dan tidak ada gunanya meminta maaf. Kini sudah tidak ada yang bisa diperbaiki. Aku akui aku mencintai Hwayoung, bahkan lebih dulu mencintainya dari dirimu. Aku sangat mencintai dan begitu membutuhkannya.

            Aku telah menjalin hubungan dengan Hwayoung sejak kelas satu. Tidak ada yang tahu karena aku sengaja menyembunyikannya. Terlalu banyak yang menentang. Aku hanya ingin lembaran baru sebagai seorang siswa SMA berjalan dengan baik tanpa perlu ada yang mengetahui masalahku.

            Aku telah dibutakan oleh kesenangan yang diberikannya. Aku cukup menyadari bahwa gadis itu terlalu bebas. Sejak mengenalnya aku merasa begitu bebas dari tekanan orang tuaku. Dia suka dunia malam dan memperkenalkannya padaku, perkenalan yang menyenangkan. Dia baik dan begitu perhatian, kami selalu bersenang-senang. Entah aku yang tidak sadar atau berpura-pura tidak sadar bahwa ia membawa pengaruh buruk bagiku. Orangtuaku mulai merasakan perubahan yang terjadi padaku. Mereka memaksaku meninggalkan Hwayoung sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tentu aku tidak mau melakukannya.

            Mungkin kau datang di saat yang tidak tepat atau aku yang jatuh cinta padamu di saat yang tidak tepat. Entahlah, tapi kedua keadaan itulah yang kini menyulitkan kita. Kau datang di saat aku butuh seseorang tempatku berpegang, mencoba bertahan. Kau datang dengan senyum tulusmu. Semuanya terlalu cepat sampai aku menyadari bahwa aku bukan hanya mencintai Hwayoung tapi juga mencintaimu.

            Semuanya baik-baik saja sampai Hwayoung masuk di sekolah yang sama denganku. Ia mengetahui hubungan kita, memintaku segera mengakhirinya. Dengan berbagai alasan aku menolaknya. Karena keadaan semakin memojokkannya maka dia selalu mengusikmu, seharusnya aku tahu sejak awal bahwa ia akan mencelakaimu. Untuk yang kesekian kalinya, Maaf, maafkan aku Shin Riyoung.

Her best days will be some of my worst, she finally met a man that’s gonna put her first.

While I’m wide awake she’s no trouble sleeping, cos when a heart breaks no it don’t breakeven, even.

            “Hey! Apa yang kau lakukan?” Jiyoung menarik ujung blazzerku dengan kasar.

            Aku menoleh malas, tanpa perlu melihatnya pun aku sudah tahu siapa pemilik suara itu. “Aku hanya ingin bertemu Riyoung.” Jawabku malas sambil menatap tangannya yang masih berada di ujung blazzerku.

            “Bwoo? Coba ulangi sekali lagi? Ingin bertemu Riyoung katamu? Apalagi yang akan kau lakukan padanya? Tidak cukupkah kau membuatnya terpojokkan? Tidak bisakah kau berhenti membuat Riyoung menderita? Bukankah Riyoung hanya selingkuhanmu? Kau sudah memutuskannya maka jangan pernah mendekatinya lagi.” Tidak ada satupun kata-kata Jiyoung yang luput dari pendengaranku, aku memang mendengarkannya dengan saksama. Aku meringis, menyadari bahwa betapa menderitanya Riyoung karenaku.

            “Hanya ingin minta maaf.” Aku mencoba bicara sesantai mungkin.

      “Bukankah ia sudah memaafkanmu? Jangan cari-cari alasan. Aku tahu kalau kau menyesal karena lebih memilih Hwayoung. Tuan Oh, kau memang tampan dan Riyoung memang bodoh. Jadi tolong jangan kau manfaatkan kedua hal itu untuk memuaskan dirimu sendiri.”

            “Apakah dia berpacaran dengan Kai?”

            Jiyoung menghentak-hentakkan kakinya, gemas. “Tolong jangan mencampuri urusan Riyoung lagi. Keluar!” Jiyoung menarikku agar keluar kelas tepat saat Riyoung berniat memasuki kelas bersama, Kai. Tepat seperti dugaanku bahwa Riyoung telah menemukan penggantiku. Aku merasa kesal karena ternyata seharusnya aku lebih memilih Riyoung. Orangtua dan teman-temanku benar, bodoh jika aku tidak memilih Riyoung.

            “Riyoung.” Aku menahan lengannya saat ia berjalan begitu saja, seolah tidak melihatku yang jelas-jelas berdiri di hadapannya. Ia berpura-pura tidak mendengar, aku tidak akan menyerah, dengan sigap aku menarik dan langsung memeluknya.

            Aku bisa merasakan napas Riyoung yang tersengal-sengal, ia pasti begitu terkejut akan tindakan tiba-tibaku. Tapi sungguh aku rindu saat memeluknya. Aku yakin saat ini mereka bertiga berusaha tetap bernapas melihat apa yang kulakukan terhadap Riyoung. Bahkan mungkin bukan hanya mereka bertiga, tapi juga beberapa siswa lainnya yang telah datang.

            “Dasar brengsek!” Kai melepaskan tanganku yang masih melingkar pada punggung Riyoung. “Apakah kau tidak sadar kau begitu brengsek Sehun?” Sambung Kai setelah berhasil melepaskan Riyoung dari pelukanku.

            “Aku merindukanmu Youngi.” Aku menatap Riyoung yang juga sedang menatapku dengan tatapan marah, mengabaikan kata-kata Kai. Tanpa perlu diberitahu pun aku sadar bahwa aku adalah laki-laki brengsek.

            “Jangan pernah memanggil Riyoung dengan panggilan seperti itu lagi.”

            “Sebenarnya apa yang sedang kau lakukan Jongin? Riyoung kekasihmu?” Tanyaku sinis, aku benar-benar berharap ia akan menawab tidak. Aku tidak mau gosip bahwa Riyoung dan Kai berpacaran adalah benar.

            “Setelah mencampakkan Riyoung, kehilangan Hwayoung dan sekarang ingin meminta Riyoung lagi, aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal itu, tidak akan pernah!”

            “Riyoung, kau harus tahu kalau aku masih mencintaimu.—“ Kata-kataku terputus saat aku merasakan pipiku memanas. Pasti hal ini adalah hal yang selalu ingin ia lakukan padaku. Menamparku.

            “Lakukan lagi jika itu membuatmu merasa lebih baik.”

            “Dengar, aku sudah muak dengan semua ini. Akan ku beri tahu kronologisnya. Kau mencampakkanku dan aku merasa begitu frustasi. Setelah itu aku selalu berusaha melupakanmu tapi aku selalu bisa melihat kau dan Hwayoung. Saat itu aku selalu berusaha keras agar tidak mengikuti nafsuku untuk menghancurkan kalian berdua. Aku tidak ingin menjadi sama murahannya seperti kalian. Tidak hanya sampai di situ, Hwayoung terus berusaha menghancurkanku dan rencananya hampir berhasil. Aku masih ingat kata-katamu yang mengatakan bahwa kau sudah tidak mengenalku lagi. Kemudian tiba-tiba keadaan berbalik, ternyata selama ini kita yang berselingkuh di belakang Hwayoung. Apa sebenarnya yang kau inginkan dariku? Belum puas kau membuatku terpuruk?”

            “Aku salah.”

            “Ya, kau memang salah. Jadi jangan pernah berusaha terlihat benar di mataku, karena selamanya kau akan tetap salah bagiku.” Riyoung segera berjalan menuju tempat duduknya.

What am I supposed to do when the best part of me was always you, and what am I supposed to say when I’m all choked up that you’re ok.

            Luhan masih asyik berputar-putar seperti penari balet. “Terkadang kita memang mengambil pilihan yang salah.” Seru Luhan disela-sela tariannya.

            Kyung Soo dan Chanyeol hanya terkekeh, aku yakin mereka memang sengaja melakukan hal ini terhadapku. Mencemooh pilihanku yang baru kusadari ternyata salah. Tiba-tiba Kyung Soo bernyanyi diikuti Chanyeol sebagai backing vocalnya, “What am I supposed to do when the best part of me was always you”. Lirik itu terus mereka ulang.

            Karena sudah tidak tahan lagi aku meninggalkan lapangan tanpa bersuara. Bukannya mencegahku mereka malah semakin mengencangkan suaranya. Astaga, benar-benar pilihan lagu yang tepat. Apa yang harus aku lakukan ketika semua bagian terbaik dalam hidupku adalah tentang Riyoung. Mereka benar dan aku memang selalu salah.

They say bad things happen for a reason, but no wise words gonna stop the bleeding.

Cos she’s moved on while I’m still grieving, and when a heart breaks no it don’t breakeven.

            “Pasti dulu Riyoung juga pernah merasakan apa yang saat ini kau rasakan. Susah untuk move on  dan berusaha keras untuk melupakanmu. Tapi kebencian membuatnya bisa bangkit. Kebencian memang benar-benar motivator terhebat.”

            “Aku ingin memperbaiki semuanya.”

            “Sehun, apa kau tidak sadar bahwa kau benar-benar kejam. Setelah menyakitinya kini kau memintanya untuk kembali?”

            “Kyung Soo, coba kau pikir apa kurangnya aku dibanding laki-laki yang sering menyeringai itu? Aku bahkan lebih putih darinya! Kenapa Riyoung harus memilih laki-laki seperti itu?”

            “Lantas apa lebihnya Hwayoung dibanding Riyoung? Riyoung bahkan lebih cantik dari Hwayoung.”

            “Aku tahu aku salah.”

            “Kau memang mencintai Riyoung, tapi ia sudah tidak lagi. Jangan pernah memaksakan perasaan seseorang.”

            “Aku yakin dia masih memiliki perasaan yang sama terhadapku.”

            “Apakah kau pernah menanyakannya secara langsung?”

            “Ia tidak akan pernah mau mengakuinya.”

            “Kau harus bisa menerima kenyataan bahwa ia sudah tidak mau lagi mengakuimu Sehun.”

            Aku mengacak rambutku frustasi. Kyung Soo menatapku kasihan dan kembali fokus pada tumpukan tugasnya. Lantas apa yang harus aku lakukan?

Oh you got his heart and my heart and none of the pain

            Langkah Riyoung tertahan ketika di koridor. Pertemuan yang tidak disengaja. Begitu banyak yang ingin aku katakan padanya, tapi tidak ada satupun yang bisa  ku ungkapkan.

            “Youngi, aku menyesal.”

            “Hmmb.” Aku mendesah ketika hanya jawaban menyebalkan itu yang aku terima. Aku lebih suka ia marah-marah padaku dan berkata panjang lebar daripada hanya menjawab sesingkat itu.

            “Bisakah kita memperbaikinya?”

            Riyoung menatapku sinis. “Tidak ada yang harus diperbaiki. Kalaupun ada yang harus diperbaiki itu adalah kita. Kau harus belajar untuk tidak menjadi laki-laki brengsek dan aku harus belajar untuk tidak menjadi gadis bodoh.”

            “Kau menyukai Kai?”

            Riyoung berpura-pura tidak mendengarkannya dan mencoba untuk meninggalkanku, dengan sigap aku segera menghadangnya.

            Ia melengos. “Siapapun yang aku sukai kau tidak berhak untuk mengetahuinya.”

            “Aku hanya ingin tahu bagaimana perasaanmu yang sebenarnya.”

            “Perasaanku? Kau tentu tahu persis bagaimana perasaanku yang sebenarnya. Aku membencimu. Jika kau menyesal maka pergilah dariku, jangan pernah mencoba untuk mendekatiku.”

            Riyoung mendorongku kasar, aku membiarkannya pergi. Memang tidak ada yang harus diperbaiki, kerusakannya terlalu parah. Riyoung begitu membenciku, iya aku harus belajar menerimanya. Kai? Laki-laki hitam itu akan habis ditanganku kalau berani menyakiti Riyoung.

Now I’m try’na make sense of what little remains, cos you left me with no love and no love to my name.

 FIN

4 comments

  1. Natasa Kim · September 13, 2012

    balik aja kenapa sih…!!! sehun kan lebih ganteng dari pada kai…!!! >3< *dibakar masa* lanjut lagi donk…!!! sehun sama aq aja… .__.v

  2. Kim Baekyeon · October 9, 2012

    Authorrrr tlg di lnjtin yayaya#tariktarikbajuluhan# crita daebak pkokx aku tnggu ya*pelukdedethehun#plak#
    soalnya udh kliling2 cri tentng crta in leom dpt jga.judulnya apa lgi yach?#garukgarukkepalachanyeol#

  3. SooKyung · October 21, 2012

    Keren. Btw ini sudut pandangnya dari pihak pertama ya? Maksud aku si Sehun? Over all oke banget! Thumbs up. Kai nya kurang greget nih😀

  4. shin ji sung · April 12, 2013

    fell’a kena banget.. Kasian sama riyoung dan kau sehun oppa..! Sama aku aja😀
    lanjutkan thor..

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s