Poor Prince (Part 1)

Titlle : Poor Prince
Author : Ichen Aoi
Length : Chaptered
Rating : General
Genre : Freindship, Comedy
Main Cast : Park Chanyeol and Tiffany Hwang
Other Cast : EXO member and SNSD member
Pairing : ChanFany


..

.

Poor Prince
By Ichen Aoi

Seorang gadis cantik dengan perawakan tinggi semampai dan berkulit putih susu dengan rambut panjang yang tergerai indah, tampak sedang menikmati pemandangan dihadapannya. Belaian angin malam yang dingin tidak ia hiraukan sama sekali. Ia masih memandang lurus kedepan dengan gaun selututnya yang indah. Air mata mengalir perlahan di kedua pipinya.
Siapapun yang melihat gadis ini, kombinasi belaian angin yang menyentuh rambut panjangnya, kecantikan dan pemandangan pijar lampu yang indah malam itu pasti akan mengira kalau gadis ini adalah seorang bidadari yang entah kenapa bisa berada diatas jembatan penyeberangan itu.
Ia mulai bergerak mendekati pembatas jembatan penyeberangan tersebut. Ia memegang tiang besi pembatas itu cukup lama. Ia melepas high heelsnya lalu memanjat pembatas itu. Tampaknya ia .encoba untuk terjun ke bawah sana, ditengah kendaraan yang sedang lalu lalang diatas aspal hitam yang keras. Saat ia mencoba menyiapkan hatinya untuk segera terjun ketengah jalan itu. Seseorang tiba – tiba saja datang lalu memeluk pinggangnya yang ramping.

“Ya! Lepaskan aku!” teriak gadis itu dengan marah.
Namun seseorang yang memeluknya enggan melepaskannya. Ia menarik gadis itu turun. Tenaganya cukup kuat, kemungkinan besar dia adalah seorang lelaki.

“Kau mau bunuh diri huh?!” teriak lelaki itu tepat didepan wajah si gadis saat ia berhasil membuat gadis itu turun dari pembatas jembatan penyeberangan itu.
“Bukan urusan mu!”
“Mana mungkin bukan urusan ku ketika kau mencoba melakukannya didepan mata ku?”
“Pura – pura saja kalau kau tidak melihat ku!” paksa gadis itu lagi.
“Tidak bisa! Aku punya mata dan pikiran!” jawab lelaki itu kesal.

Karena sang gadis tidak hentinya mencoba kembali bunuh diri. Maka lelaki itu dengan paksa menggendongnya dan memanggil sebuah taksi untuk membawa mereka berdua pergi dari tempat itu.

***

Gadis itu duduk dengan tenang pada kursi ruang tengah yang tersedia di apartemen sederhana itu. Sebenarnya bangunan ini tidak cocok di sebut sebagai apartemen mengingat bangunan ini merupakan gedung kecil yang designnya sangat sederhana. Bahkan hanya terdiri dari 4 lantai saja. Ruangan yang disewa lelaki ini merupakan ruangan kecil yang sederhana dan hanya terdiri dari satu kamar tidur, kamar mandi dan ruang tamu.

“Kau ini bagaimana sih? Sudah tahu tidak punya uang, kenapa harus naik taksi?!” ucap seorang lelaki lain yang tampaknya salah satu penghuni di apartemen itu.
“Mian Suho hyung, aku lupa kalau gaji ku bulan ini sudah habis. Tapi… Gomawo atas pinjangam uangnya ya”
“Asal kau ganti awal bulan nanti Chanyeol!”
“Ne. arraseo hyung!”
Ucap lelaki itu dengan yakin sambil membentuk tanda peace dengan jari telunjuk dan jari tengahnya. Kemudian sepeninggal Suho, lelaki bernama Chanyeol itu mempersilahkan gadis cantik itu masuk.

“Mian, apartemennya kecil dan kotor”
“Gwaenchanayo”

Lelaki itu membuka kulkasnya, lalu mengeluh dengan menghela nafas berat dan kembali menutupnya. Ia hanya menghampiri tamunya itu dengan sebotol air mineral dingin.

“Mianhe, hanya ada ini”
“Ne”

Chanyeol meletakkan botol itu diatas meja kecil dihadapan mereka. Gadis itu mengamati sekeliling ruangan itu dengan tatapan yang datar. Membuat Chanyeol merasa tidak enak.

“Apa kurang nyaman?”
“Aniyo”
“Kalau boleh tahu… Kenapa kau tadi mencoba bunuh diri?”
“Aku…”
“Kalau kau tidak mau cerita tidak masalah, aku tidak akan memaksa mu”
Chanyeol memotong ucapan gadis itu, karena tampaknya ia enggan menjelaskannya.
“Oh ya, aku Park Chanyeol. Kebanyakan orang memanggil ku Chanyeol. Nama mu?”
Gadis itu diam, ia memandangi bola mata hitam milik Chanyeol lalu ia menghela nafas berat.
“Fany…”
“Eh?? Nama mu…”
“Tiffany Hwang!”
“Oh… Kau tinggal dimana? Bersama siapa? Berapa saudara mu? Kenapa kau kabur? Kenapa juga harus sampai bunuh diri? Kau tidak tahu kalau bunuh diri itu dosa? Untung saja aku punya teman seperti Siwon hyung, jadi aku tahu kalau bunuh diri itu dosa!”

Chanyeol bicara panjang lebar dan ia sama sekali tidak sadar kalau Tiffany sudah terlelap. Saat ia melirik wajah gadis dihadapannya itu, ia sedikit tercengang dan melirik jam dindingnya yang baru menunjukkan pukul 9 malam. Namun kemudian ia memutuskan untuk menggendong gadis itu untuk tidur dikamarnya dan sedangkan ia memutuskan untuk tidur disofa.
***

Cahaya matahari menyelinap masuk dibalik tirai kamar yang tampak sempit dan sederhana itu. Tiffany dengan perlahan membuka matanya. Sekujur tubuhnya terasa sakit dan pegal. Kemudian ia berusaha memulihkan kesadarannya dan tersentak.

“Ini dimana? Kenapa aku…”

Tiffany memandangi sekelilingnya sekali lagi. Kasur yang seadanya, bantal yang tipis dan ruangan yang sempit serta cukup berantakan. Yang jelas ini bukan kamarnya. Kamarnya cukup luas dan tertata dengan baik. Tiffany memijat bagian belakang lehernya yang terasa pegal.

“Bagaimana bisa aku berada ditempat yang sama sekali tidak ku kenal?” keluhnya lagi.

Tiffany memandangi tubuhnya. Sebuah gaun masih melekat disana. Ia berusaha mengingat kembali kenapa ia bisa berpakaian seperti itu, sedangkan ia lebih suka mengenakan jeans dan atasan yang santai. Namun ia menyerah, kepalanya masih terasa pusing.

Ia bangkit dari tempat tidur yang berderit itu, membuat Tiffany sedikit ngeri dan berharap ia tidak akan jatuh dengan keras kelantai karena rubuhnya tempat tidur ajaib itu. Ia memutuskan untuk keluar ruangan dan mendapati seorang remaja tanpa atasan tengah tidur dalam posisi seenaknya diatas sofa. Tiffany menggeleng cepat lalu mulai berteriak hsiteris.

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!”

*Bruk!*

Remaja yang tidur diatas sofa tadi langsung ambruk kelantai karena terkejut. Ia mengusap pinggangnya yang terasa sakit akibat benturan dengan lantai keramik yang keras. Ia memandangi depan pintu kamarnya yang semalam ia pinjamkan pada gadis tak dikenal. Tiffany, sedang berteriak sambil menutup matanya dan menunjuk kearahnya.
Chanyeol memperhatikan dirinya sendiri, apa ada yang salah dengannya. Kemudian ia mengerti dan langsung meraih kaos birunya dengan tergesa – gesa dan memakainya asal – asalan. Ia kemudian menatap Tiffany dengan miris.

“M-mian… Semalam sangat p-panas dan g-gerah sedangkan kipas angin atau pun AC.. tidak punya” ucapnya dengan sedikit geitr.

Tiffany langsung membuka matanya dan meraih bantal yang ada diatas sofa lalu memukuli Chanyeol dengan terus menerus. Membuat Chanyeol harus menghindar.

“YA! KAU! PERVERT!!”
“Tung-tunggu! Hei!”
“KAU…”

Tiffany menghentikan kata-katanya. Ia baru menyadari kalau orang asing didepannya lebih tinggi darinya dan cukup kurus. Chanyeol menahan bahu Tiffany agar gadis itu tidak terus menerus memukulinya.

“Tenang.. Ok? Tenang. Dan… jam?”
“Delapan pagi”
“APA?! APA?! SEKOLAH KU!!”

Kali ini gentian Chanyeol yang histeris dan langsung meninggalkan Tiffany. Ia berlari kekamarnya lalu mengambil seragam sekolahnya serta tasnya dengan terburu – buru. Tiffany memandangi pemuda itu dengan heran.

“Kau… Eh… Tiffany? Ne?”

Tiffany mengangguk dengan polos.

“Kalau kau mau makan silahkan ambil apa saja yang ada dikulkas. Sekarang aku harus ke sekolah. HARUS! Sampai nanti!”

*blam*

Tiffany bergidik ngeri karena Chanyeol membanting pintu dengan sangat kuat. Bisa saja apartemen bobrok itu runtuh seketika dan mengubur dirinya hidup – hidup. Membayangkannya saja sudah mengerikan.
Tiffany memandangi sekeliling ruangan itu. tampak sangat berantakan. Ia memutuskan untuk membereskan semuanya. Ia tidak ingin tinggal ditempat yang kumuh dan berantakan. Sedangkan ruangan disini sudah cukup sempit.

***

Chanyeol menguap lebar – lebar dikelasnya. Baekhyun dan Chen, teman sekelasnya, memperhatikan Chanyeol dengan prihatin. Tampaknya teman sebaya mereka itu sedang ditimpa bencana.

“Kau ini kenapa sih? Jangan bilang kau….”
“Ne.Aku tidak sempat mandi”

Dengan sigap Baekhyun menarik Chen menjauh. Keduanya memandangi Chanyeol dengan ngeri dan mulai berfantasi kalau lalat menggerubungi kepala rambut berantakan Chanyeol yang tampak sangat memprihatinkan. Matanya juga tampak sayu.

“Kau seperti kekurangan gizi”
“Kenyataannya begitu. Toko tempat kerja sambilan ku belum memberikan gaji. Menyedihkan”

*pluk!*

Trio itu langsung mendongak dan mendapati Luhan dan Xiumin, seniornya sudah berada dihadapan mereka dengan segulung kertas hasil rampasan dari salah satu pelajr dikelas itu.

“Kenapa lagi? Masalah uang? Kenapa tidak minta pada hyung mu yang di Kanada itu saja?” tanya Xiumin sambil mengambil cemilan yang dibawa Luhan dengan santainya.

Chanyeol tampak menerawang lalu wajah Kris terbayang didalam pikirannya. Kemudian ia menggeleng pelan sambil mendengus kesal.
“Apa yang bisa dilakukan penggila cinta sepertinya? Mengejar Jessica Jung noona? Hanya itu jalan hidupnya. Aku malah kasihan dengannya”
“Setidaknya ia tampan dan menjadi seorang model sekarang ini” lanjut Luhan dengan polosnya yang berhasil mendapat hadiah jitakan dari Xiumin.

Mendengar kenyataan Kris yang menurutnya, dalam hal ini menurut Chanyeol, Kris hanya pergi kesana – kemari mengejar seorang noona – noona yang bahkan tampaknya sangat mewah, elegan dan sempurna untuk seorang anak – anak seperti Kris. Namun yang membuatnya lebih miris adalah, dengan bermodalkan wajah tampan, sikap yang sok cool dan tinggi yang baik sudah membuat Kris bisa hidup mewah di Kanada. Tidak! Kris tidak jahat sehingga meninggalkan Chanyeol begitu saja, tapi Chanyeol merasa ia tidak ingin kalah dari hyung angkatnya yang menyebalkan itu. Dan disinilah ia terdampar, di Seoul. Sebatang kara. Orangtuanya tinggal di Tokyo dan hidup berkecukupan, sama suksesnya dengan Kris. Demi harga diri, Chanyeol tidak akan meminta bantuan siapapun dalam kehidupannya, mungkin jika mendesak ia akan minta sejumlah transferan uang dari Kris yang ajaibnya akan sampai kurang dari 30 menit kemudian ke rekeningnya. Rasanya seperti menumpahkan air.

“Sudahlah~~ Aku kan seorang namja yang akan tumbuh dewasa. Aku harus mandiri. Kalian ingat? Man.di.ri! Aku akan tunjukkan pada appa dan eomma serta hyung kalau aku bisa sesukses mereka nantinya!”
“Tapi setidaknya mulai dari hal yang kecil” celetuk Chen dengan santainya.
Chanyeol langsung menoleh dengan penuh minat, “Misalnya?”
“Mandi yang benar dan lakukan dengan rutin. Lalu beli sisir agar rambut mu tertata dengan baik dan jangan lupa setrika pakaian mu” kali ini Baekhyun benar – benar memandang Chanyeol dari atas hingga bawah.

Chanyeol langsung menelan ludah dan menatap dirinya sendiri dengan ngeri. Apakah sebegitu berantakankah dirinya hingga Baekhyun bisa berbicara seperti tadi? Ah… setidaknya sekolahnya sepenuhnya dibiayai orangtua. Ah~~ aku masih belum bisa mandiri, keluh Chanyeol dalam hati.

.. TBC

“What?! No! I cant do that”
“YOU?!”
“MWOYA? JESSICA JUNG?!”
“Kakak mu sangat menyebalkan”
“Aku tidak bisa berhenti mencintainya. Kau dan gadis itu bisa membantu ku kan?”

9 comments

  1. amelia hwang · October 2, 2012

    Part 2 nya ditunggu yaa ┐(‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌ ┐(‘⌣’┐) (┌’⌣’)┌

  2. soraa · October 8, 2012

    lanjutin thor ^o^

  3. parkhahoon · October 28, 2012

    Haha si Chanyeol agak aburadukkkk,, masih kurang jelas thor >< but BAGUS !! Lanjut yaaa

  4. FanyJongIn · December 19, 2012

    Lanjut thor!

  5. Eun ah (WooFany) · January 12, 2013

    Annyeong! Hai unnie! Aku baru masuk2 kesini (?) terus nemu FF ini, ceritanya bikin penasaran unnie! Kayaknya bakal keren, castnya juga aku suka, lagi palin in lop sih sama chanyeol xD oh iya unnie! Aku suka bgt ff unnie! Jalan ceritanya gk kecepetan terus detail gk kayak author yg lain, aku suka bgt! Jarang2 ada author yg kayak gini swtelah semua author fav ku menghilang semua :< coba deh un dishare di blog lain, pasti banyak yg suka! Soalnya ceritanya unik, tapi aku saran perbaharui lagi posternya biar makin laris ff mu eon! Eonnie lanjutin ya chap 2 nya, aku tunggu loh, aku setia nunggu xD kenalin Eun Ah reader tetap mu eon xD #plak intinya lanjutin ya eon, sayang kalo ff yg bagus kayak gini gk dilanjutin eon^^ daebak! Salam kenal ya eon ^^

  6. exostandidir^^ · September 8, 2013

    Bagus+daebak FF nya!!!!! Apalagi cast nya sama2 bias ke 5 aku di SNSD n EXO/? .-.v lanjuttt!!!!!!! Pokoknya lanjut ya??!!!! Hwaiting bikinnyaaa!!! Aku suka!!! Semua juga pada suka noh.-. *nunjuk readers yg lain* jangan sampe ga dilanjutin ne, daebaakk!!! Hwaiting authorrr ^,^)/

  7. Widiasih · November 12, 2013

    Kya! Yeolfany >.<
    Keren thor
    Next chap.ny kok blum ada?
    Author.ny mana nih? *celingak-celinguk nyari author* oh itu dia :&
    Thor cepetan y, poor prince chap. 2😉

  8. Rona Haifaarij · May 12, 2015

    I love ChanFanny !❤

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s