Part 4 : The New Planet is EXOPlanet

Title : The New Planet is EXO Magic
Author : Ichen Aoi
Length : Chaptered
Genre : Fantasy and many more…
Cast : EXO members
Rating : General
Support cast : Other Kpop group
Disclaimer : Story is mine and EXO members is mine too :p

==

=

Tiga tahun kemudian, waktu manusia…

Suasana Seoul begitu padat dan hari ini adalah hari peringatan 3 tahun tentang gagalnya para ilmuan dalam penyelidikan kasus mengenai penemuan planet baru. Seorang namja misterius sedang memandangi patung perunggu yang ada didepan gerbang sekolah Sains yang amat terkenal itu. Ia memandangi deretan patung itu. Masing – masing patung diberi ukiran nama.
Namja itu memegang batu tersebut dengan jemarinya. Sebuah nama tertera disana…

-Wu Yi Fan-

Ia tersenyum kecil lalu meletakkan rangkaian bunga didepan ke -12 patung perunggu itu. sedangkan sebuah cahaya muncul dari cincin yang ditinggalkannya begitu saja didalam rangkaian bunga tadi.

Sebuah cahaya menyilaukan menyadarkan mereka dari tidur yang panjang. Ke -12 pelajar itu membuka matanya, mereka dengan perlahan tersadar dan berdiri memandangi tempat mereka berasa saat ini. Begitu asing.

“Kepala ku! Argh…”

Sehun memegangi kepalanya yang terasa sakit. Luhan segera membantunya untuk berdiri. Mereka memandangi sekeliling tempat itu, lalu saling menatap satu sama lainnya. Pakaian mereka sama, sama – sama seragam sebuah sekolah.

“Kris hyung…?” Chen bicara dengan ragu.

Namja yang dipanggil Kris membuka matanya. Semua menatapnya dengan serius dan penuh perhatian. Ada kilatan cahaya perak kemerahan dibola matanya. Ia memandangi teman – temannya yang lain dengan tenang.

“Entah apa yang terjadi, tapi kita harus segera kembali ke… Bumi”
Kris mencoba berdiri lalu menatap sekelilingnya. Yang ada hanya lahan luas tandus dan tanpa ujung. Kepalanya terasa berdenyut, banyak kilatan masalalu yang terlihat seperti rol film. Ia nyaris saja tersungkur diatas bebatuan itu namun dengan sigap Chanyeol menahannya.

“Terimakasih” ucap Kris lemah.

Kai langsung melirik jam tangannya. Dan jarum pada jam itu sudah mati. Kai mencoba untuk mengetuk jam itu dengan jemarinya. Tidak ada efek sama sekali.

“Jam ku mati. Aku tidak tahu sudah berapa lama kita terbaring ditempat ini” ucap Kai putus asa sambil menatap senior – seniornya dengan tatapan minta penjelasan.

“Lihat!”

Chen langsung menunjuk kearah kilatan yang ada dilangit. Semua memandanginya dengan penasaran hingga cahaya itu semakin lama semakin membesar dan ternyata sebuah pesawat luar angkasa yang kini mendarat dihadapan mereka. Seseorang keluar dengan jubah putihnya, tanpa tabung oksigen sama sekali.

“Ah! Tabung oksigennya?!” seru Baekhyun panik.

Menyadari hal ini, semuanya langsung saling bertukar pandang satu sama lain. Tak satu pun dari mereka ber -12 yang memakai tabung oksigen namun entah kenapa rasanya mereka bisa bernafas dengan normal.
Semantara itu seseorang dengan jubah putihnya terus melangkah mendekati mereka. Ia seorang lelaki yang tampaknya lebih tinggi beberapa senti dari Kris. Ia tersenyum menatap orang – orang yang tengah berdiri dengan kebingungan itu.

“Apa kalian ke -12 pelajar dari sekolah sains itu?” tanyanya dengan lembut dan penuh wibawa.

Entah kenapa auranya membuat ke -12 pelajar itu merasa nyaman dan tenang bahkan ada perasaan aneh seperti menyadari kalau orang didepan mereka inilah yang harus mereka taati. Aura lelaki asing itu seperti seorang pembimbing mereka, seorang guru besar.

“Kalian ber -12 bisa ikut dengan ku. Kita harus segera kembali ke bumi” ucapnya singkat lalu berbalik dengan gerakan tenang.

Semuanya menatap Kris, menunggu persetujuan dari leader mereka itu. Kris tampak berfikir sesaat. Semua terasa janggal, bagaimana bisa mereka ber -12 masih hidup diplanet asing tanpa tabung oksigen dan peralatan keamanan lainnya dan kenapa juga lelaki asing itu bisa bergerak dengan leluasa seperti mereka. Ia harus mencari tahu jawabannya. Kris menarik nafas sejenak lalu mengangguk kecil dan mulai melangkahkan kakinya mengikuti arah langkah lelaki asing itu.
*

31 Maret 2015 – Seoul, Korea

Suasana kota Seoul masih sama. Hanya saja saat ini terlihat banyak teknologi canggih yang merajai ibu kota Korea Selatan itu. Dan masih sama… sekolah terbaik itu masih berdiri dengan tegak didepannya berderet 12 patung perunggu. Patung yang sengaja dibuat untuk menghormati ke -12 pelajar mereka yang hilang dalam misi serta dinyatakan meninggal.

1 April 2012

Suasana kota Seoul tampak sedikut suram. Berita bahwa meledaknya roket yang digunakan oleh Kris dan teman – temannya sudah menyebar keseleuruh Korea bahkan dunia tahu mengenai masalah kegagalan penelitian ini. Seluruh rakyat Korea memasang bendera negara mereka sambil menyampaikan doa untuk ke -12 pelajar itu. Karangan bunga tampak membanjiri sekolah dan kediaman ke -12 pelajar itu.
Beberapa wanita paruh baya yang merupakan orangtua dari pelajar tersebut tampak sedang menangis dan suami – suami mereka berusaha menenangkan keadaan itu. Sebuah upacara dilaksanakan untuk menghormati ke -12nya.

“… Selamat jalan pelajar terbaik kami. Selamat jalan dengan tenang dalam misi. Pengorbanan mereka adalah awal baru bagi negara ini. Pengorbanan mereka adalah sebuah pelajaran penting untuk kita. Terimakasih Wu Yi Fan, Kim Min Seok, Xi Lu Han, Kim Joon Myun, Zhang Yi Xing, Byun Baek Hyun, Kim Jong Dae, Park Chan Yeol, Do Kyung Soo, Huang Zi Tao, Kim Jong In dan Oh Se Hoon…”

Semua orang yang ada disekolah itu tampak berkaca – kaca dan menangis. Lalu sekolah pun bekerjasama dengan pemerintah untuk membuat patung perunggu demi menghormatinya.

Seorang lelaki dengan jas mewahnya yang tertata dengan rapi sedang memandnagi langit dari dinding kaca diruang kerjanya. Ruang kerja mewah yang ada disebuah bangunan megah. Sebuah perusahaan real estate terbesar di Asia yang membiayai sebgaian besar penelitian dunia dan beberapa yayasan pendidikan.
Lelaki ini adalah seorang direktur utama, pemilik dari perusahaan besar itu. Ia menghela nafas berat lalu memandangi smartphone yang tergeletak diatas meja.

“Permisi tuan”

Seorang pria paruh baya masuk dengan sopan kedalam ruangan itu. Direktur utama itu hanya mengangguk dengan wajah penuh kekhawatiran. Ia tidak pernah setuju dengan kegiatan pemerintah tiga tahun yang lalu. Ia tidak pernah menyangka kalau resikonya tertalu besar. Terlebih lagi ia memang tidak pernah menyetujui penelitian apapun yang bersangkutan dengan planet EXO.
Sebuah planet paling gelap yang berada paling jauh dari rangkaian planet inti lainnya. Planet yang tandus dan penuh bebatuan. Planet yang tidak pernah membiarkan makhluk hidup manapun menyinggahinya. Kecuali kasus yang lalu. Hal yang terjadi diluar perkiraannya. Hal aneh yang menimpa adik angkatnya. Dan kini ia harus kembali bertanggung jawab kepada ke -12 remaja asing yang sama sekali tidak ia kenal.

“Bagaimana? Apa sudah ada kabar darinya?”
“Ne. Adik anda berhasil membawa mereka ber -12 kembali”

Mendengar berita ini membuat sel – sel tubuhnya yang sedari tadi tegang kini melemas. Lelaki itu ebrnafas lega. Sekarnag ia tinggal memikirkan bagaimana caranya untuk menjelaskan pada ke -12 orang itu kalau… Dewa Matahari benar – benar ada.

*

“Kau akan membawa kami kemana?” tanya Kris tanpa basa – basi.

Lelaki berjubah itu tersenyum kecil lalu memberikan kode agar mereka semua duduk dengan nyaman diruangan yang cukup besar itu. Sebuah robot dengan bentuk manusia datang dan membawakan berbagai makanan lezat lalu disajikan diatas meja.

“Wow!” teriak Tao engan antusias.

Kris tampak tidak begitu peduli dengan makanan – makanan itu. Ia hanya ingin tahu siapa lelaki asing yang saat ini ada bersama mereka. Tao, Baekhyun, Luhan, Xiumin, Kyungsoo dan yang lainnya langsung menyendokkan berbagai macam makanan kedalam piring mereka.

“Kau tidak makan? Atau kau tidak lapar?”
“Aku… Tunggu! Makanan! Bagaimana bisa kami masih bertahan hidup tanpa makanan dan oksigen?”

Pertanyaan yang diajukan Kris berhasil menarik perhatian yang lainnya. Mereka juga baru menyadari hal ini. Apakah mereka pingsan dan terdampar diplanet itu hanya beberapa jam saja? Atau semua ini tidak pernah terjadi dan mereka sedang tertidur dikamar asrama mereka masing – masing?

“Kalian sama dengan ku. Kasus yang berbeda dan istimewa. Hanya saja kalian lebih baik dair ku. Kalian saling melengkapi sedangkan aku hanya sendiri”
“Apa maksud mu?”

Kris semakin mencoba mengorek informasi lebih dalam lagi. Namun lelaki itu hanya menggeleng lalu tersenyum dengan lembut sambil menyuapi sesendok cake kedalam mulutnya sendiri.

“Kau akan tahu nanti. Bukan aku yang berwenang memberitahu kalian. Dan ngomong – ngomong, aku lebih tua empat tahun dari mu sebaiknya kau memanggil ku hyung, Wu Yi Fan”

Kris tersentak. Bagaimana bisa orang dihadapannya ini mengetahui namanya sedangkan ia sama sekali tidak mengenal orang asing ini. Lelaki itu kembali menatap yang lainnya dan memberikan kode dengan matanya agar semuanya melanjutkan makan mereka. Kris pun ikut makan namun berbagai pertanyaan masih mengganjal kedalam pikirannya.

… TBC

Lagi – lagi short part… 
Kira – kira siapa orang – orang asing ini? Hhaa…
Yang bertanya soal cast wanita, kita lihat saja nanti 

3 comments

  1. lien · October 5, 2012

    baguss FF nya……….lanjut ya thor,aku tunggu!!!!!!! aku boleh request nggak buat cast wanitanya?? Kalo bisa choi sooyoung ya thor😀

  2. Kan Rin Rin · October 6, 2012

    Aku suka FF ini…
    sayang nya…
    pendek.. T____T
    Lanjut yah thor..
    jangan lama2!😉

  3. Eun · August 12, 2013

    Lanjut min

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s