[PROLOG] Midnight Sun

Title : Midnight Sun
Author : Ichen Aoi
Length : Chaptered
Rating : Random
Genre : Romance, Friendship
Cast :
Jessica Jung
Tiffany Hwang
Kim Taeyeon
Seo Johyun
Wu Yifan
Xi Luhan
Park Chanyeol
Do Kyungsoo
Oh Sehun
Disclaimer : this story is mine and all cast is my biased Hhaaa…

..

Hari itu hujan turun cukup deras. Namun Jessica enggan untuk berhenti berlari dari kediamannya, ia tidak tahu harus kemana untuk lari dari semua ini. Dari keluarganya dan dari seseorang yang telah mengkhianatinya serta membuatnya hancur berkeping – keping.
Pergi ke apartemen yang dulu juga tidak mungkin. Sejak keempat keluarga besar itu tahu bahwa mereka berempat ditemukan disebuah club dengan segera apartemen itu dijual dan memaksa ia serta teman – temannya kembali kedalam penjara yang sesungguhnya. Dimana ia harus bertindak seperti boneka yang sempurna.

Jessica terus berlari sejauh dan secepat yang ia bisa. Kaos putih polos dan celana jeansnya sudah sangat basah dan menempel pada tubuhnya. Ia sudah tidak peduli pandangan orang terhadapnya, yang ia perlukan adalah terlepas dari pengawal – pengawal pribadi yang disewa keluarganya itu.

“Aku sudah tidak sanggup lagi… Aku lelah…” keluhnya sambil menangis ketakutan.

Air matanya bercampur dengan air hujan yang membasahi wajahnya. Ia hanya membawa tas kecilnya dengan jumlah uang tunai yang banyak. Ia nyaris mengambil semua tabungannya yang berada dibank. Ia memang sudah merencanakan ini sejak lama.

*bruk!*

Ia terjatuh ditrotar jalan. Ia kembali menangis semakin kencang hanya saja suara deruan hujan mengalahkan suara yang keluar dari mulutnya. Ia tidak ingin tertangkap lagi. Ia hanya ingin bebas dan hidup tanpa terbebani oleh status. Hanya itu.

Jessica bisa merasakan ada seseorang dibelakangnya. Orang itu langsung meraih tangan Jessica dan membantunya untuk berdiri. Gadis itu memejamkan matanya. Ia pasrah meski harus tertangkap lagi dan mungkin jalan satu – satunya hanya bunuh diri.

“Ini aku noona… Aku akan bersama mu…”

Jessica membuka matanya dan tercengang. Ia menatap lelaki itu dengan penuh harapan lalu memeluknya dan menangis disana. Tidak ada cara lain selain menyerahkan segalanya pada lelaki itu.

Tiffany memainkan biolanya dengan lembut. Sesekali ia memejamkan matanya dan menatap keluar jendela. Hujan dan langit yang mendung. Ia menarik nafasnya lalu kembali duduk ditepian tempat tidurnya dan menaruh biola tersebut disana.

Rasanya sangat sepi dan memilukan. Ia harus berada dalam penjara istana sendirian. Ia tidak berniat menyalahkan siapapun atas kejadian ini, ia menyalahkan dirinya yang bisa lahir dalam keluarga yang sangat tidak masuk akal itu. Perjodohan bukan lagi masanya. Namun ia dan ketiga temannya harus menjalani hal itu dengan berat hati.

Tiffany menghela nafas berat lalu menatap layar ponselnya. Ia tersenyum kecil ketika melihat pose lucu tersebut. Ia masih ingat bagaimana gigihnya usaha lelaki itu agar bisa berfoto dengannya dan memaksa Tiffany mengganti wallpaper ponselnya dengan foto itu.

“Aku merindukannya… Aku merindukan kalian…” bisiknya lagi.

Tiffany kembali menatap foto itu dengan tatapan nanar dan memilukan. Ia merindukan teman – temannya dan lelaki itu. Meski hanya dalam hitungan hari ia mengenal lelaki asing itu, ia tidak menyangka rasanya akan menyakitkan seperti ini ketika merindukan orang asing yang membuat perasaannya berdebar setiap waktu.

*taikutsu na mainichi ga kyuu ni kagayakidashita
anata ga arawareta ano hi kara
kodoku demo tsurakutemo heiki da to omoeta
I’m just a prisoner of love
Just a prisoner of love*

Tiffany meraih ponsel dan memandangi layar sentuhnya. Sebuah nomor tidak dikenal tertera disana. Tiffany enggan mengangkatnya namun hati kecilnya bicara lain. Ia harus berbicara dengan seseorang diseberang sana. Tiffany mendekatkan ponsel itu pada telinganya.

“Yeoboseyo?”
“Noona… Aku merindukan mu…”

Tiffany tercengang, ia mengenali suara itu dengan sangat baik tanpa ia pinta. Dadanya berdebar hebat. Ia tahu ini salah, namun baginya ini adalah takdir.

Taeyeon memainkan pianonya dengan sangat baik dan lembut. Orang – orang disekitarnya, yang tidak lain adalah keluarga besarnya memberikan tepuk tangan dan pujian kepadanya. Taeyeon tersenyum dengan lembut, ibu –nya mengawasinya dari kejauahan. Ia ditadirkan lahir sebagai seorang putri yang sempurna dan dicintai tidak boleh ada celah sedikitpun pada dirinya, hanya itu yang ia tahu.

Taeyeon menuruni tiap anak tangga panggung itu dengan perlahan. Ia berharap kehidupannya akan lebih baik dengan semua ini. Ia akan mengikuti permainan keluarga besarnya itu tidak peduli sesakit apapun perasaannya dan sebesar apapun pengorbanannya. Ia hanya ingin hidup dalam ketenangan dan tanpa masalah.

Gadis itu melangkahkan kakinya menuju balkon. Ia membuka pintu itu dan menatap keluar dengan air mata yang sudah menggenangi pelupuk matanya yang indah. Air hujan yang jatuh ke bumi itu seolah menggambarkan air matanya dengan kesedihan dan tekanan yang seolah tak berujung dalam hidupnya.

“Noona…”

Seseorang memanggilnya dengan lembut dan membuatnya menoleh kebelakang dengan cepat. Ia memandangi seorang lelaki asing dengan topeng disana. Taeyeon sama sekali tidak bisa menebak siapa orang dibalik topeng itu sampai lelaki itu membukanya dan tersenyum.

“Aku datang menjemput sang putri kembali” ucap lelaki itu dengan lembut.

Taeyeon tidak bisa menutupi perasaannya lagi. Air matanya jatuh. Ia berusaha tenang namun tidak bisa. Ia bisa saja menjelma rapuh kapan saja namun hanya didepan lelaki itu. Hanya lelaki itu yang mengerti dan tahu seberapa rapuh perasaannya. Hanya dia.

Seohyun dengan perlahan membuka matanya. Cahaya segera masuk kedalam pandangannya dan membuatnya merasa silau. Seohyun bangun dari tidurnya lalu memandangi sekelilingnya. Ia masih ditempat yang sama. Rumah sakit. Sikap bodohnya yang mengantarkannya ketempat itu.

Seohyun melirik pergelangan tangannya dan selang cairan infus terpasang disana. Ia tidak ingat sudah berapa lama ia terbaring disana. Yang ia tahu kepalanya terasa pusing. Ia sadar sudah beberapa hari ia tidak makan dan hal itu menyebabkan dirinya terbaring dirumah sakit, namun bukan itu yang disesalinya. Ia menyesali awal pertemuan yang terjadi antaranya dengan seorang lelaki yang bahan tiga tahun lebih muda darinya.

Ia sudah menolak segalanya dan berharap perasaan itu tidak mungkin terjadi namun kenyataan yang sekarang ini berbicara lain. Entah kenapa ia merasakan kekosongan yang ia tidak mengerti.

Pintu ruang rawatnya terbuka dan seorang perawat memberitahukan kalau ada tamu untuknya. Seohyun memberi izin dan berusaha mengatur posisinya agar lebih nyaman.

“Noona… Bagaimana keadaan mu hari ini?”

Seorang lelaki datang sambil membawa setangkai bunga mawar. Seohyun menatapnya dengan tidak percaya, bagaimana bisa lelaki itu bisa berada disini dengan jumlah pengawas yang tidak sedikit?

“Kau… Bagaimana bisa?”
“Aku datang bukan untuk menjengguk mu, noona… Aku datang untuk menjemput mu”

Seohyun terperangah dan memandangi lelaki itu dengan tidak percaya. Sedangkan lelaki itu dengan perlahan dan hati – hati melepaskan semua peralatan rumah sakit yang menempel pada tubuh Seohyun.

“Aku akan menjaga mu dengan baik. Aku yang akan menyembuhkan mu. Kau tidak butuh semua ini” bisik lelaki itu pelan.

Ia meraih tubuh Seohyun dan menggendongnya lalu membawanya keluar ruangan tersebut. Semilir angin dan setangkai mawar merah yang tergeletak ditempat tidur ruang rawat itu membuat segalanya jelas. Cinta.

..

.

Dalam hitungan ketiga kau akan menemukan kami…

Satu…

Dua…

Tiga…

Midnight Sun Club

Dalam hitungan kelima kau akan menemukan kebahagian…

Empat…

Lima…

Dalam hitungan ketujuh kau akan menemukan cinta…

Enam…

Tujuh…

Dalam hitungan kesepuluh… Kau dan aku akan saling memiliki…

Delapan…

Sembilan…

Sepuluh…


RECOMENDED or BACKSOUND Story you must have…

1. BoA – Only One
2. Utada Hikaru – Prisoner Of Love
3. TVXQ – Why Did I Fallin’ Love With You
4. TVXQ – How Can I?
5. Onew SHINee – The Name I Love
6. J Min – Stand Up
7. Donghae Super Junior – Beautiful
8. Ai Otsuka – Planetarium
9. Hyorin SISTAR – I Will Love You
10. YUI – Goodbye Days

6 comments

  1. SOo Ra · October 7, 2012

    omo omo omo …
    kisah putri2 besar yya..
    jd yang jemput mereka yng di midnight sun itu bkn???
    mrka itu namdosaeng ..???

  2. fanytastic · October 8, 2012

    daebak ‘-‘)b

  3. Physeokyu · October 8, 2012

    liat sica,fanymtaeng n seo unnie kasian bgd..
    hdupnya terkekang gtu,
    lanjut..
    semoga mereka mendapatkan kebahagiaan

  4. ►Shiners◄ (@Noplaaa) · October 8, 2012

    Sica eon berani banget!!
    Daebak deh ( ‘.’)b

  5. Chan haehan · October 9, 2012

    ;AA; hanjeer~ ceritanya kerend sumpah. Ayo thor jgn lama” ngepostnya. Pairing.a biasku smua.

  6. Aan's L-hope · November 1, 2014

    Ini Kisah Tuan putri nya(?)
    Jadi nanti ia Punya namjachingu tapi d’bwah umur mreka,,
    smoga mereka mndpatkn kbhgiaan nya^^

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s