[Part 1] Midnight Sun

Title
Midnight Sun

Author
Ichen Aoi

Length
Chaptered

Rating
Random

Genre
Romance, Friendship

Cast
Jessica Jung
Tiffany Hwang
Kim Taeyeon
Seo Johyun
Wu Yifan
Xi Luhan
Park Chanyeol
Do Kyungsoo
Oh Sehun

Disclaimer
this story is mine and all cast is my biased Hhaaa

Backsound
J Min – STand Up


==

=

Cuaca dingin malam ini menyelimuti kota Seoul. Terdengar samar – samar dentuman musik yang keras dari sebuah bangunan minimalis namun terkesan mewah dan berkelas. Didepannya tertera dengan jelas tulisan yang berbunyi ‘Midnight Sun’. Nama yang terdengar aneh, bagaimana bisa ada matahari ditengah malam?

Suasana club malam ini cukup ramai. Lampu bola yang berwarna – warni dan suara musik yang menggema kencang mewarnai malam itu dengan sedemikian rupa. Puluhan remaja tampak dengan lihai menggoyangkan tubuhnya seirama dengan musik yang dimainkan seorang DJ dengan semakin menggila.

Seorang gadis cantik dengan rambut blonde, make up yang mewah serta elegan, dress mini merahnya yang mempertontonkan kaki jenjangnya dan lehernya dengan sempurna. Rambut blonde itu dibiarkan tergulung dengan sedikit berantakan. Gadis itu terus menelusuri bibir gelas dengan jemarinya yang lentik dan kuku – kukunya di cat merah.

“Love is nothing” bisiknya dengan lemah.

Tiga orang gadis lain yang datang bersamanya langsung berjalan mendekat dan menepuk bahu gadis itu pelan. Menyadarkannya dari lamunan. Mereka tampak sangat khawatir dengan keadaan gadis itu terlebih lagi tampaknya ia mabuk.

“Jessica, kita harus pulang. Aku tidak ingin orangtua kita tahu soal keberadaan kita disini. Kau tahu media akan dengan senang hati memberitakan hal semacam ini”

Gadis berambut blonde dengan gaun dan kuku yang merah merekah itu ternyata bernama Jessica. Lebih tepatnya Jessica Jung. Putri dari pengusaha Jung yang terkenal itu. Ia tampak memandangi teman – temannya dengan datar. Rupanya alkohol telah berhasil mengambil alih pikirannya.

“Kau terlalu banyak minum, kita harus pulang sekarang Miss. Jung! Tiffany, bantu aku untuk memapahnya ke mobil. Dan kau Seo –ah, bantu untuk membuka pintu mobil”

Seohyun mengangguk pelan lalu berjalan dengan cepat keluar club itu sambil memandangi sekelilingnya, berharap tidak satu pun orang suruhan appa –nya sedang mengawasinya saat ini. Ia tidak ingin mendapat masalah.

Taeyeon langsung berusaha memapah Jessica dari sana sedangkan Tiffany tampak memberikan kode pada Taeyeon untuk menunggunya sejenak. Taeyeon mengerti ketika ia melihat Tiffany sedang berlari kecil menuju tempat si DJ muda tampan. Begitulah mereka memanggilnya. Tiffany tampak berbicara dengan DJ muda itu lalu gadis itu mengecup bibir sang DJ sekilas dan kembali.

Taeyeon memberikan kode agar Tiffany membantunya memapah Jessica dari sisi kiri. Gadis itu dengan sigap mengerti dan membantu Taeyeon memapah Jessica menuju mobil mereka yang terparkir didepan club tersebut. Sedangkan dompet Jessica terjatuh begitu saja dilantai club itu.

==

Sudah menjelang dini hari. Waktunya club itu tutup. Sebuah club malam yang biasanya hanya disinggahi oleh para remaja dari kalangan atas. Remaja yang merasa hidup mereka berantakan dan tidak berguna. Remaja yang ingin lari dari semua malasah yang ada.

“Ku lihat tadi gadis kaya itu mencium bibir mu”
“Oh itu? fan service, hyung tau kan?”

Keduanya tampak sibuk membereskan club tersebut. Lelaki yang satunya hanya mengangkat bahu sambil mengelap meja bar dengan telaten.

Midnight Sun Club.
Sebuat club yang mempekerjakan remaja – remaja tampan didalamnya. Ada lima orang pekerja disana. Mereka adalah pelajar SMA dan berasal dari keluarga yang biasa saja malah bisa dibilang dari keluarga sedikit menengah kebawah. Mereka sekolah atas dasar beasiswa ataupun membayar sekolah dengan gaji hasil mereka bekerja di club ini. Kelebihan mereka terletak pada kecerdasan, ketampanan dan keahlian mereka masing – masing.

“Chanyeol hyung, ku rasa yeoja itu menyukai mu!” seru lelaki lainnya yang sibuk mengelap meja – meja yang ada disana. Ia melampaikan lap ditangannya ke arah seseorang yang ia panggil dengan nama Chanyeol.

“Kalian ini bagaimana sih? Apa alasan utama gadis – gadis itu datang kesini selain kita huh?” tanya Chanyeol sambil sedikit menggerakkan alis matanya.
“Kau ini terlalu percaya diri” ucap temannya yang sedari tadi berdiri disampingnya.
“Hhaaa… Kris hyung~~ ayolah~~ semua ini bukan hal yang baru lagi kan?”

Sementara itu seseorang yang lain dengan mata besarnya yang membuatnya terlihat cute baru saja keluar dengan tangan kanan mengangkat ember dan yang kiri memegangi kain pel lantai dengan sedikit kesusahan.

“Biar ku bantu Kyungsoo hyung!”
“Thanks Sehunie~”

Lelaki yang tadi mengelap meja langsung beralih dan membantu orang baru itu membawa embernya. Ia tersenyum ketika mendapatkan bantuan yang sedikit meringankan. Sementara itu seorang lagi tengah sibuk merapikan letak kursi yang menghadap kesana kemari. Ia menunduk ketika mendapati ada sesuatu mengganjal kursi yang tengah ia dorong. Ia berjongkok dan mendapati sebuah dompet berwarna pink.

“Ku rasa ada pengunjung kita yang kehilangan sesuatu”

Ia melambaikan dompet hasil temuannya kepada teman – temannya yang tegah sibuk itu. Dengan segera semua memberikan perhatian lalu ia berjalan ketempat Kris dan Chanyeol, sedangkan Kyungsoo dan Sehun langsung berlarian ketempat yang sama.

“Coba buka dompetnya, Luhan hyung!” seru Sehun dengan semangat.
“Tidak sopan kan kalau kita membukanya begitu saja?” Kyungsoo bertanya dengan sedikit ragu. Sedangkan Chanyeol hanya mengangkat bahunya dan Kris memilih diam.
“Agar kita tahu siapa pemiliknya dan mengembalikannya. Bukankah setiap hari pengunjungnya selalu orang yang sama?”

Semua akhirnya menyetujui, Luhan membuka dompet itu dan disana ada banyak kartu debit bank serta beberapa kartu – kartu penting lainnya. Bahkan Sehun sampai tercengang begitu menjumpai kartu tanpa limit disana. Sudah pasti pemiliknya orang kaya.

“Jung Jessica…” baca Luhan dengan ragu.
“Siapa kata mu?” Kyungsoo langsung melotot dan memandangi kartu tanda pengenal itu.
“Kenapa terkejut?” Sehun bertanya dengan ekpresinya yang polos.

Chanyeol menghempaskan tubuhnya kekursi terdekat lalu memutar – mutar jari telunjuknya dihadapan teman – temannya. Semua ikut menarik kursi dan duduk dimeja yang sama sedangkan Kris memilih untuk berdiri dan bersandar pada meja bar tersebut.

“Bisa jadikan kalau gadis ini adalah putri dari keluarga Jung? Siapa yang tidak mengenal perusahaan milik keluarga Jung huh? Apalagi dengar – dengar nih ya empat putri dari keluarga kaya raya yang berbeda itu tinggal dalam satu atap. Berarti selain putri dari keluarga Jung ada juga dari keluarga Hwang, Kim dan Jo”

“Mana? Apa sehebat itu?”

Kris mengambil dompet pink yang sejak tadi dipegang oleh Luhan. Ia menatap foto itu lekat – lekat lalu ia kembali teringat dengan seorang gadis dengan dress merah yang langsung mabuk dengan hanya dua gelas bir.

“Dia pertamakali mengunjungi Midnight Sun”

Ucapan Kris barusan langsung membuat keempatnya berfikir bagaimana bisa putri dari keluarga kaya raya seperti itu harus datang kesebuah club yang bisa dibilang tidak begitu high class dibandingkan club – club besar lainnya. Dan lagi… bagaimana dengan media dan pengawas pribadi mereka?

“Simpan saja dompetnya, meski aku tidak yakin ia akan kembali kesini dan mungkin ia bisa memblokir semua kartu – kartu didalam dompet itu kemudian membuat yang baru” lanjut Kris lalu ia kembali membereskan club itu, yang lainnya mengikuti dan Luhan memutuskan untuk menyimpan dompet itu.

==

“Dimana dompet mu itu Sica?”
“Aku tidak tahu. Aku lupa”

Taeyeon dan Jessica sudah berdebat sejak tadi pagi soal hilangnya dompet Jessica mengingat didalamnya terdapat banyak kartu bank serta kartu tanda pengenal. Bagaimana kalau sampai jatuh ketangan orang yang salah dan bisa digunakan untuk senjata kejahatan? Seperti pemerasan misalnya?

“Kenapa kita tidak minta blokir semua kartu saja?”

Tiffany menyumbangkan ide sambil memoles kukunya dengan cat kuku berwarna pink rose. Ia tampak sedikit mengantuk dan lelah. Semalam ia dan Taeyeon harus berjuang membawa Jessica kekamarnya.

“Nanti akan ditanya soal kronologi hilangnya lalu diselidiki bank soal penggunaan terakhir dan bodohnya Jessica menggunakannya untuk membayar bir di club tersebut”
“Aku kan tidak sengaja Taeyeon –ah~”
“Seharusnya kau membawa uang tunai!”
“Sudahlah eonni”

Seohyun datang dari dapur sambil membawa makanan untuk sarapan mereka. Semuanya langsung menarik nafas untuk menenangkan diri masing – masing dan lagipula setelah ini mereka harus pergi ke kampus.

==

Luhan menggulung sedikit ujung lengan seragam sekolahnya. Ia sesekali melirik jam tangannya lalu mendecak kesal. Kalau bis tidak kunjung datang maka ia akan terlambat ke sekolah dan ia bisa dinasehati oleh Lee sonsaengnim dengan sangat panjang lebar serta membosankan.

“INI SEMUA KARENA KIM TAEYEON!!”

Teriakan seseorang berhasil membuat Luhan terkejut dan menghantam tiang rambu lalu lintas. Ia langsung melirik kearah asal suara dan mendapati seorang gadis dengan rambut pirang blonde. Ia nyaris menyangka gadis cantik itu ada sedikit gangguan jiwa hanya saja ia menyadari kalau gadis asing itu sedang menelepon seseorang.

“ANIYA!! JEMPUT AKU!!”
“…”
“TAEYEON –AH~~ANDWAEEEE!!”
“…”
“Jeball~~~ Jangan jahat begitu dengan ku. Hilangnya dompet bodoh itu kan bukan karena kemauan ku”
“…”
“Taeyeon –ah~~~ jeballlll~~ Kau ingin aku tersesat di Seoul, di culik lalu dijual huh?!”
“…”
“Ya! Tidak sopan! Aku kan cantik!”
“…”
“Jebal~~”

Luhan sampai menggeleng – gelengkan kepalanya dengan heran. Bagaimana bisa ada seorang gadis berteriak – teriak dipinggir jalan begitu. Namun ini bukan saat yang tepat untuk memikirkan gadis asing yang tentu saja tidak dikenalnya karena sekarang jarum jam itu benar – benar tidak mau berkompromi! Ia akan terlambat dalam waktu 5 menit lagi kalau ia tidak berhasil menemukan kendaraan untuk ke sekolah.

“Aishh~~ Gajian nanti sebaiknya aku kumpulkan untuk membeli mobil pribadi” keluh Luhan pada akhirnya.

“Ini tidak bisa! Aku tidak mau!”

Tiffany terus menggelengkan kepalanya sekuat tenaga ketika ia tahu kalau dirinya harus pergi untuk melakukan penelitian sendiri yang berarti ia harus berkeliling Seoul, ok tidak separah itu, namun ia harus berjalan kaki sendirian disekitar Seoul sambil membawa sebuah buku dan mencatat poin – poin penting yang bisa di ungkapkan untuk studi kasus tentang beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah.

“Appa~~ Setidaknya tunggu Seolbi masuk donk. Masa aku harus berkeliaran ditengah kota Seoul sendirian, bagaimana kalau ada yang mengenali ku?”
“Tidak bisa Fany, appa kan sudah bekerjasama dengan diplomat untuk masalah ini. Kau bisa minta bantuhan Seohyun”
“Seohyun sedang banyak tugas kuliah, aku yakin ia akan menolak untuk menemani ku”
“Jangan manja Tiffany Hwang, kau masih punya Jessica dan Taeyeon”
“Tidak bisa~~ Mereka sedang masa ujian. Lagian kenapa sih kami ber-4 harus mendadak beda kampus begini? Biasanya juga satu sekolah dari dulu”
“Kalian harus belajar mandiri”
“Oh ya? Kami kan sudah tinggal sendiri disebuah apartemen”
“Itu tidak cukup Tiffany. Bisa saja kalian akan terpencar untuk mencari jalan hidup kalian masing – masing”
“Aku tahu~~ Tapi setidaknya itu atas kemauan kami”

Tiffany tetap tidak bisa menerima keputusan aneh itu. Mereka harus pisah universitas lalu diawasi oleh banyak pengawas pribadi dan segala macam bentuk keamanan dan bentuk penerapan mandiri lainnya. Tiffany meraih mantel bulunya lalu mengambil kunci mobil yang dipegang oleh ayahnya.

“Jangan lupa ambil gambar, Fany –a!”
“Akan ku lupakan appa!!”

Mr. Hwang hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah putri semata wayangnya. Tiffany memang begitu. Mr. Hwang sangat hafal bagaimana keras kepalanya seorang Tiffany Hwang. Ia juga tahu bagaimana sikap Jessica, Taeyeon dan Seohyun. Mereka berempat masih harus belajar lebih untuk bisa dilepas dalam kehidupan berbisnis.

Tiffany keluar dan menggerutu sepanjang jalan. Ia keluar gerbang perusahaan itu dengan kesal. Ya, ia sedang berada diperusahaan keluarganya. Kuliahnya sedang libur selama tiga hari dan rencananya akan ia gunakan untuk istirahat namun yang terjadi malah berbeda.

Semantara itu Chanyeol yang ditugaskan keluar untuk membeli beberapa kebutuhan sekolah, karena hari ini adalah jadwal piketnya dan pengurus sekolah sedang sakit, makanya ia menjadi sukarelawan untuk hal ini. Chanyeol memandangi sebuah bangunan besar yang dikenal sebagai pusat perusashaan real estate Hwang. Ia tersenyum kecil sambil berdoa dalam hati semoga suatu saat nanti ia bisa membangun perusahaan seperti itu dan membuat keluarganya bahagia.

Tatapan terhenti sejenak ketika melihat seorang gadis keluar dari gedung itu dengan ekspresi campuran marah dan kesal. Ia merasa pernah melihat gadis itu entah dimana. Namun rasanya ia mengenal wajah itu dan tas yang ia pakai.

“Bukankah itu gadis yang mencium ku semalam?” bisiknya dengan sedikit tidak percaya.

Ia bisa melihat bagaimana cara keamanan dan beberapa karyawan diperusahaan itu membungkukkan badannya ketika gadis itu lewat. Chanyeol memandanginya dengan penuh rasa ingin tahu sampai ia mendengar teriakan seseorang dari dalam.

“YA!! TIFFANY HWANG!! KAU SALAH AMBIL KUNCI MOBIL!!”
“ANIYA APPA!! AKU MAU MENCOBA MOBIL APPA!!”

Gadis itu langsung berlari kedalam sebuah mobil mewah dan mengendarainya. Sedangkan pria paruh baya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Chanyeol tersenyum kecil melihatnya, ia membenarkan letak kacamatanya lalu mobil gadis bernama Tiffany itu lewat disampingnya. YA, Chanyeol yakin kalau ia adalah gadis yang semalam.

… TBC

Next backsound still J Min – Stand Up

8 comments

  1. lestrina · October 10, 2012

    Kependekan nieh hehehe…disini kris dkk masih anak sekolah, sedangkan jessica dkk anak mahasiswa. Seharusnya kebalik tuch or samain aja.. Part 1 dh mulai menarik nieh, lanjutkan part 2 nya ya

  2. Chan haehan · October 10, 2012

    Menarik cerita.a

  3. Princess Taeyeon ^^ · June 10, 2013

    Annyeong,, saya readers baru…
    Slm knl…..🙂
    crita_a unik dan seru eonn…..
    Akk suka…..
    Keep writing……

  4. love JJ forever · September 28, 2013

    Next chapter^_^

  5. VictoriaJoe · January 12, 2014

    Annyeong min aku readers baruu;)

  6. Aan's L-hope · November 1, 2014

    Kereennnn… lanjutan nya lngsung aku baca yahh thor🙂

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s