[Part 3] Midnight Sun

Title
Midnight Sun

Author
Ichen Aoi

Length
Chaptered

Cast
Jessica Jung
Tiffany Hwang
Kim Taeyeon
Seo Johyun
Wu Yifan
Xi Luhan
Park Chanyeol
Do Kyungsoo
Oh Sehun

Disclaimer
This story is mine and all cast is my biased Hhaaa…

Backsound
BTOB – WOW

..

Ke –empat gadis itu kembali ke Midnight Sun. Entah kenapa dentuman musik yang keras, cahaya lampu yang berwarna – warni dan kemeriahan yang diciptakan oleh muda – mudi yang lainnya membuat mereka merasa lebih aman dan tersembunyi. Ditambah pengaruh alkohol yang seolah bisa melepaskan masalah mereka meski hanya sementara waktu.

Jessica mengenakan celana jeans ketatnya dan kaos yang menempel dengan indah pada tubuhnya, memperlihatkan lekukan – lekukan tubuhnya yang kadang tersembunyi. Berbeda dengan Tiffany yang mengenakan hot pantsnya dengan atasan lengan panjang yang membuatnya terlihat semakin bergaya dan sexy. Seohyun memilih jeans dengan kaos polos biasa dan dilapisi sweater sedangkan Taeyeon memilih dress dengan warna soft selututnya.

Mereka ber – empat duduk dimeja dengan empat kursi yang tersedia. Mereka memperhatikan lantai dansa dan tiga pelayan yang berkeliaran kesana – kemari, tampak sibuk. Seohyun menyipitkan matanya, berusaha meyakinkan siapa yang ia lihat berada di kerumunan manusia itu.

“Sehun?”
“Kau mengenal salah satu dari mereka, Seo –a?”
“Eonni, aku sudah ceritakan soal pelajar yang menolong ku dan ku rasa…”

“Jessica?”

Kalimat Seohyun terasa menggantung di angkasa ketika sang bartender muda, tampan dan sempurna itu datang menghampiri mereka, atau lebih tepatnya Jessica. Gadis itu menatapnya dengan campuran heran dan tidak peduli.

“Aku ada urusan dengan noona ini”

“Ya, ya aku mengerti. Lagipula aku juga ada urusan dengan DJ di club ini” ucap Tiffany sambil mengedipkan sebelah matanya dan menghilang ditengah kerumunan lantai dansa. Taeyeon dan Seohyun memutuskan untuk pindah tempat sambil mengawasi Jessica tentunya. Gadis satu itu benar – benar ceroboh, mungkin nanti bisa terjadi sesuatu yang membahayakan gadis itu kalau sampai mereka lengah.

Kris duduk dihadapan Jessica dengan senyuman mematikannya. Jessica menatapnya dengan dingin. Ia tidak mengenal orang dihadapannya ini dan ia tidak ingin mengenalnya. Dia tidak peduli dengan siapapun saat ini, yang ia tahu sebentar lagi kebebasannya akan hilang ketika surat pemberitahuan pengalihan kuliahnya sampai di apartemen.

“Jessica Jung?”
“Ne. Lalu kau mau apa? Memeras ku? Sayang sekali aku tidak punya apapun karena…”
“Dompet mu hilang?”
“Bagaimana kau bisa tahu?”
Jessica terkejut dan berdiri. Ia bisa melihat lelaki asing dihadapannya tersenyum. Lalu lekaki itu tampak memanggil seseorang, salah satu dair tiga pelayan yang menjadi pusat perhatian disana. Wajahnya sangat baby face. Jessica yakin kalau anak itu baru duduk dikelas 3 SMP.

“Kenapa Kris?”
“Jessica Jung! Dia Jessica Jung”

Jessica memandang keduanya dengan heran. Sementara itu sekarang ini kedua lelaki itu memandangi Jessica dari atas hingga kebawah seolah memberikan penilaian. Jessica siap bergerak mundur dan keluar dari club itu seandainya saja sebuah tangan lembut tidak menahannya. Lelaki asing yang baru bergabung itu menahannya.

“Kau…”
“Aku hanya ingin mengembalikan dompet mu”

Lelaki muda itu menyodorkan dompet pink milik Jessica sambil mengulas senyuman manisnya. Kris masih duduk ditempatnya dan memandangi gadis itu dengan tatapan yang aneh. Jessica tahu, sekarang ia sedang terjebak. Jessica mengambil dompet itu secepat kilat dan berbalik, namun sayang high heelnya terantuk tangga. Lantai dansa satu tingkat diatas lantai tempat duduk yang biasa.

#brak!

Kursi yang dipakai Kris jatuh begitu saja ketika ia mencoba meraih tangan Jessica sedangkan Luhan sudah dengan sigap menaha pinggang belakang gadis itu. Jessica memejamkan matanya, ia tahu jatuh adalah hal yang menyakitkan namun… Ia tidak merasakannya. Gadis itu membuka matanya, ia bisa melihat didepannya, Kris sedang memegangi pergelangan tangan kanannya dan disampingnya ada Luhan yang sedang melingkarkan lengannya pada pinggang ramping Jessica sedangkan tangan kiri gadis itu refleks berpegangan pada tangan yang bisa diraihnya agar tidak jatuh. Tangan Luhan. Untuk beberapa detik mereka bertiga saling bertukar pandang dengan campuran bingung, heran dan aneh.

Tiffany duduk sendirian pada kursi yang terletak disamping tempat DJ beraksi. Ia memandangi DJ muda itu, sejak tadi dan tidak merubah posisinya. Sementara beberapa lelaki disekitarnya sudah memperhatikan Tiffany dengan tertarik.

“Ada yang bisa saya bantu?”

Tiffany terkejut lalu mengalihkan pandnagannya kepada salah satu pelayan di club itu. Lelaki yang tadi sempat diperhatikan oleh Seohyun. Tiffany menatapnya dengan rasa ingin tahu, bagaimana Seohyun bisa bertemu dengan anak kecil cute satu ini.

“Siapa namanu?”
“Sehun”
“Baiklah Sehun, ambilkan aku cocktail dan segelas kecil vodka lalu tolong tanyakan pesanan pada teman ku yang duduk dikursi itu”

Tiffany mneunjuk kearah tempat Seohyun dan Taeyeon duduk. Keduanya tampak sedang asyik mengobrol sekarang. Tiffany mengedarkan padangannya dan mendapati Jessica sedang bersama dua orang lelaki asing yang ia tahu bekerja diclub itu, terlihat dari seragam yang mereka pakai.

“Aku mengerti, permisi”

Tiffany mengangguk pelan. Ia menghela nafasnya pelan lalu melipat kakinya. Entah kenapa bayangan masa lalu kembali menghampirinya. Bagaimana ia ditinggalkan oleh seorang lelaki yang sudah sangat ia percaya. Bagaimana orang itu memanfaatkannya dan menjatuhkannya. Ia hanya butuh orang yang melihatnya sebagai wanita, buhan sebagai ‘benda’.

“Kau melamun lagi huh?”

Tiffany menengadahkan kepalanya dan mendapati si DJ muda yang tampan itu tengah menatapnya sambil tersenyum. Ia memberi kode dengan matanya agar diizinkan duduk disamping Tiffany. Gadis itu tersenyum lalu mengangguk pelan.

“Sendiri?”
“Tidak, bersama teman – teman ku”

Hening untuk beberapa saat. Tiffany masih meragukan semua lelaki didalam kehidupannya. Ia tidak ingin lagi dimanfaatkan untuk yang kesekian kali. Semua akan membuatnya semakin hancur berkeping – keping.

“Kau gadis yang mencium ku beberapa waktu yang lalu kan?”
“Anggap saja aku sedang mabuk”

Si DJ muda tampan, julukan yang diberikan ke-empat gadis kaya itu, tak lain adalah Chanyeol. Lelaki itu tersenyum kecil lalu meraih tangan Tiffany yang berada diatas meja dan mengecup pelan punggung tangannya.

“Noona, pesanannya?”

Sehun datang dan melirik kearah Chanyeol, hyungnya yang senang sekali membanggakan ketampanan dan kepiawaiannya sendiri. Sehun menggelengkan kepalanya ketika ia menyadari siapa gadis yang ada dihadapan mereka itu. Gadis yang diceritakan Chanyeol beberapa waktu yang lalu.

“Gomawo” jawab Tiffany datar.

Sehun kembali melakukan pekerjaannya namun ia sempat menepuk pelan bahu Chanyeol dan memberikan isyarat dengan matanya yang seolah berkata ‘jangan mempermainkan wanita yang lemah, hyung’ dan itu membuat Chanyeol tertawa kecil.
Sehun menghilang, Chanyeol kembali menatap Tiffany yang kini bersandar pada kursinya dan menghela nafas berat. Sementara diatas sana ada DJ cadangan yang sudah mulai beraksi, salah satu teman Chanyeol yang ingin magang.

“Kau tidak bekerja?”
“Tidak. Aku akan menemani mu dansa”

Chanyeol berdiri, meraih pergelangan tangan Tiffany lalu menarik tubuh gadis itu hingga berdiri dan mendekat. Chanyeol melingkarkan lengannya pada pinggang ramping Tiffany. Ia dapat mencium aroma lembut dari parfum mahal gadis itu.

“Apa kau ingin berdansa dengan ku malam ini?” bisik Chanyeol.
“Sesuka mu” ucap Tiffany sambil berbisik ditelinga kanan lelaki itu.

Seohyun yang memiliki keturunan darah bangsawan dengan tatanan diri yang paling perfeksionis dan pembawaan yang tenang. Tidak begitu menyukai keramaian. Ia memutuskan untuk sejenak mengambil udara segar diluar club. Memang tidak terlalu diluar, hanya diluar ruangan dansa itu. Ruangan yang mirip sebuah café dengan suasana yang lebih tenang.

Seohyun melirik sekilas dan meminta salah satu pelayan disana untuk mengambilkan pesanannya. Ia melirik dengan heran, rasanya wajah lelaki itu tidak asing untuknya.

“Mau pesan apa?’
“Uhm… Kopi hangat dan…”

Lelaki yang sedari tadi sibuk dengan catatannya, menoleh dan menatap Seohyun. Sedetik kemudian senyuman cerah terlintas diwajah tampannya.

“Noona, kita bertemu lagi~~”

Seohyun sempat bingung. Namun lelaki itu mengeluarkan sesuatu dari sakunya, kartu nama milik Seohyun dan seberapa banyak sih Seohyun membuat masalah hingga harus memberikan kartu nama selain kepada relasi keluarganya?

“Oh… Kau bekerja disini?”
“Tentu saja! Aku senang ditakdirkan bertemu gadis secantik noona lagi”

Sehun tertawa kecil mendengar ucapannya sendiri. Ia sedikit malu sebenarnya ketika mengucapkan hal seperti itu, namun mau bagaimana lagi? Kata – kata itu dengan lancar keluar dari mulutnya dengan begitu saja.

“Ku rasa, aku terlalu banyak bergaul dengan Chanyeol hyung” bisik Sehun pelan sambil menggelengkan kepalanya sedangkan Seohyun menunduk, menutupi wajahnya yang memerah. Ia tidak terbiasa dipuji seperti itu oleh lelaki diluar orang yang diperkenalkan ayahnya untuknya.

Baginya, pujian adalah formalitas.

Namun kali ini berbeda. Datang dari orang yang bahkan tidak dikenalnya dengan sangat baik. hanya berjumpa dalam beberapa jam karena insiden yang sedikit tragis. Seohyun tidak bisa membayangkan banyak selang peralatan rumah sakit menempel pada tubuhnya.

“Oh iya, jadi noona mau pesan apa tadi?”

Sehun berusaha melepaskan keadaan canggung yang ia ciptakan tadi. Entah kenapa rasanya dadanya berdebar tidak karuan. Sehun sampai harus menggelengkan kepalanya beberapa kali. Seohyun kembali menatap menu yang masih dipegang Sehun.

“Eh kopi hangat dan.. daftar menunya?”

Sehun menyadari kesalahannya. Ia langsung meringis malu sambil memberikan daftar menu yang ada ditangannya sejak tadi. Seohyun tersenyum kecil melihat kegugupan Sehun yang terlihat cukup jelas itu.

“Jadi? Kau bisa memberikan ku saran makanan paling enak dicafe ini?”
“Ah itu… Aku… Aku lupa…”

Baru kali ini Sehun melupakan menu dicafe dan club itu. Ini benar – benar tidak biasa dan ia harus segera pergi sebelum lebih mempermalukan dirinya daripada yang sekarnag ini. Seohyun mengangguk, ia mengerti kalau Sehun bukannya tidak profesional tapi sedang dalam gangguan detakan hati.

“Ok, bawakan satu menu apa saja yang enak menurut mu. Aku akan membayarnya dan memakannya”
“Eh? Oh.. Ok, baiklah! Permisi, noona”

Seohyun tersenyum kecil melihat punggung Sehun yang semakin menjauh sedangkan Sehun melebarkan matanya dan menggelengkan kepalanya. Ini benar – benar ada yang salah, mungkin efek terjatuh dijalan raya waktu itu? mungkin.


Taeyeon mendengarkan musik lewat iPhodnya. Semua teman – temannya sudah sibuk dengan urusan masing – masing dan suara musik DJ di club itu lama – lama membuatnya sakit kepala.

“Ahh~~ aku ingin mendengar Kyungsoo bernyanyi”
“Iya, suaranya sangat lembut”
“Aku menyukainya. Dia imut”

Taeyeon bisa mendengar suara percakapan sekumpulan pelajar SMA berseragam yang duduk tak jauh darinya. Ia sudah mengawasi semua teman – temannya. Jessica dengan bartender dan salah satu pelayan manis dicafe itu. Tiffany dengan si DJ muda tampan sedangkan Seohyun entah ada dimana. Namun tampaknya ia kenal dengan salah satu pelayan bernama Sehun, entah yang mana orangnya.

Salah satu pelayan itu lewat dihadapan Taeyeon, gadis itu membuka matanya lebar – lebar karena terkejut. Ia beberapa kali mengerjapkan matanya, ia yakin pernah melihat orang itu entah dimana. Taeyeon membayangkan lelaki itu mengenakan seragam dan…

“KAU?!”

Serentak beberapa pengunjung yang berada disekitar Taeyeon menoleh kearahnya termasuk pelayan itu. Lelaki itu mengukir senyuman manisnya, ia masih ingat dengan jelas gadis yang ingin memberikannya imbalan uang. Taeyeon menggeleng cepat, harga dirinya bisa jatuh kalau berhadapan dengan lelaki bijak itu sekali lagi.

Taeyeon bersiap untuk menyusul Seohyun keluar namun pelayan itu sudah lebih dulu berada dihadapannya dan memandanginya dengan senyuman manis yang ceria.

“Selamat malam. Saya harap anda tidak meninggalkan lipstik itu lagi?”
“Aku…”

God!
Kebiasaan Taeyeon yang paling buruk adalah memperbaiki make up dan melupakan lipstiknya yang kini tergeletak diatas meja. Taeyeon memejamkan matanya dengan frustasi, ia tidak tahu kata – kata apalagi yang akan keluar setelah ini. Dan untuk kedua kalinya D.O memberikan barang itu kepada Taeyeon.

“Ini”
“Kau jangan membuat ku merasa rendah dan sombong lagi. Aku saat ini sedang sangat pusing dengan berbagai macam masalah”
“Kau ingin mendengar ku bernyanyi?”

Tawaran D.O membuat Taeyeon membulatkan matanya sesaat. Ia sedikit bingung dengan perkataan lelaki dihadapannya ini. D.O menarik nafas pelan, sepertinya gadis didepannya ini sama sekali tidak mengenalnya.

“Do Kyungsoo… D.O imnida”

Samar – samar nama Kyungsoo terdengar lagi ditelinganya. Gadis – gadis sekolahan tadi membicarakan lelaki ini. Kyungsoo yang sekarang berdiri dihadapannya. D.O yang disebut – sebut memiliki suara emas.

“Kau pikir itu bisa menenangkan ku?”
“Kenapa tidak kita coba saja?”

Taeyeon menghela nafasnya. Ia tidak ingin membantah, bukan karena kagum atau semacamnya. Ia ingin mendengar dan membuktikan sehebat apa suara lelaki dihadapannya ini yang bisa membuat orang – orang diluar sana memujinya.

“Baiklah, aku akan mendengarkan mu”

…. TBC

Next backsound still WOW by BTOB

Note : Seperti FF saya yang sebelumnya, akan banyak cast tak diduga datang dan pergi ^^ Mungkin suatu saat nanti Hyunsik BTOB dan Sungjae BTOB bisa muncul dengan tiba – tiba atau Teo Lunafly. Tergantung bagaimana kisah kedepannya ^^

5 comments

  1. lestrina · October 23, 2012

    cerita tetap makin bagus n seru nieh…lanjut ya

  2. Adel Gameli · May 29, 2013

    seru!!!!!!!!!!!!!!!!!!!lanjut ne!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  3. love JJ forever · September 28, 2013

    Next^_^

  4. Aan's L-hope · November 2, 2014

    Aku paling suka sma Moment SEOHUN… maniZzz😉

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s