I Miss You… Really Need You…

Title
I Miss You… Really Need You

Author
Ichen Aoi

Cast
You and Kim Jaejoong JYJ of TVXQ

Length
Oneshot

Rating
General

Point Of View
Reader (you/me)

Disclaimer
Im the owner of this story, dont bashing and plagiator.

Backsound
Stop Girl – UKiss

Note
Kalian BOLEH menyalin ulang namun TIDAK untuk di PUBLIKASIKAN! Salin ulang dan ubah nama Jaejoong dengan nama bias kalian🙂 Silahkan mencoba^^


..

.

Aku tahu kesempurnaan itu milik Tuhan…
Aku tahu segalanya milik Tuhan…
Dan kau…
Dimata ku kau adalah ciptaannya yang paling sempurna…
Segalanya untuk ku…
Separuh dari jiwa dan kehidupan ku…
Im really need you…

.

..

Ahhh~~ Tidak terasa ya sudah beberapa tahun ini aku terlibat dalam semua ini. Dunia aneh. Menurut orang, namun tidak menurut ku dan semua fans yang lainnya. Tidak ada yang aneh disini, yang ada hanya ketulusan cinta dan perasaan yang murni serta lembut. Tidak ada rasa terpaksa. Namun semua orang melihat kami mungkin sedikit ‘asing’ dan penuh obsesi.

Boleh aku sedikit berbagi tentang siapa aku?

Ya, aku.

Aku hanyalah gadis yang hidup dalam keluarga biasa saja dan menghabiskan hari – hari ku dengan biasa pula. Tidak ada yang istimewa. Bahkan jika setiap orang memiliki cinta pertamanya yang sesungguhnya namun bagaimana dengan aku? Bahkan cinta pertama ku saja seorang tokoh komik tampan dan penuh karisma. Bisa dibilang ia sempurna. Tampan, seorang model, kaya, setia dan baik hari. Takumu Kirihara, salah satu anggota OSIS dalam komik KISS KISS karya Yagami Chitose.

Kalian bilang aku seorang otaku?

Ya, aku tidak peduli.

Ini dunia ku.

Ini pilihan ku.

Mungkin lebih baik aku menikahi tokoh komik yang mungkin tidak akan pernah menyakiti ku dan sempurna seperti yang ku impikan. Aku tidak peduli seandainya saja Takumu hanya tokoh fiksi dalam dunia dua dimensi. Aku tidak peduli.

Namun aku dengan perlahan sadar kalau itu adalah hal yang aneh. Tapi… tidak ada yang sempurna seperti Takumu sampai aku menemukan seseorang dalam wujud nyata dan hidup. Ia tampak bersinar lebih dari siapapun diatas panggung itu. Ia memiliki panggung itu. Dia memilikinya dan… dia memiliki dunia ku. Tidak! Tidak hanya dunia ku.

Dia memiliki perasaan ku.

Dia memiliki hati ku.

Dia memiliki jiwa ku.

Dia adalah pemilik segalanya dalam diri ku selain Tuhan ku dan diriku sendiri tentunya.

Dia membuat ku terpanah dan jatuh cinta dalam hitungan detik. Ia membuat ku berkali – kali memutar video yang sama. Ia yang membuat ku jadi seperti ini. Mencintainya, mengaguminya, menyukainya, mengharapkannya dan menginginkannya. Segalanya. Yang ku tahu aku menginginkannya lebih dari apa pun.

“Annyeonghaseyo Jaejoong Dong Bang Shin Ki imnida”

Suaranya…

Suara pertama yang menyentuh hati ku dengan lembut. Merasuk kedalam kepala ku dengan singkat. Segala macam ekspresinya adalah yang terbaik. Bagai tidak ada celah sedikitpun dalam dirinya. Tidak ada, setidaknya untuk ku.

#bruk!

Dalam sekejab aku jatuh diatas trotoar jalan. Seorang wanita paruh baya langsung membungkukkan badannya untuk meminta maaf, aku hanya tersenyum sambil mengangguk. Ini bukan salahnya. Salah ku. Karena aku terlalu memikirkan Kim Jaejoong bahkan ketika aku berjalan sekalipun. Segala tentangnya merubah cara kerja otak ku.

Aku menarik nafas sejenak lalu melirik kearah bangunan ditengah kota Seoul yang menjulang tinggi. Aku tersenyum sebisa yang dapat aku lakukan untuk saat ini. Meski sudah satu negara dengannya, dia tetap jauh. Kalian tahu siapa dia dan kalian tidak akan tahu siapa aku. Dia seorang Kim Jaejoong, lelaki tampan dan cantik dalam satu waktu, bagian dari JYJ dan TVXQ, menyukai warna merah dan sengaja membeli mobil buatan Italia dengan kecepatan tinggi, memiliki apartemen mewah dan memiliki banyak saudara wanita. Mencintai fansnya dan merasa lelah dengan sasaeng fan.

Jaejoong yang menangis karena TVXQ.

Jaejoong yang menangis karena award pertama yang diterima TVXQ.

Jaejoong yang sangat suka melakukan hal lucu.

Jaejoong yang menangis karena perpisahannya.

Dia adalah Jaejoong. Jaejoong yang kalian kenal. Lalu aku? Jangan wajah dan nama ku, bahkan kalian tidak akan pernah menyadari keberadaan ku. Apalagi Jaejoong? bahkan mungkin ia tidak menyadari aku disini hidup untuknya dan menantinya. Meski tidak mungkin ia akan melihat ku walau hanya dalam hitungan detik. Kenyataannya inilah aku.

#drrrttt

Aku langsung mengambil ponsel yang ku taruh didalam tas selempang ku. Aku membaca disana ada sebuah pesan masuk dari salah satu teman ku. Aku tersenyum ketika memandang isi pesannya dan membawa ku kembali pada kenangan dua tahun yang lalu. Dimana pertamakali aku menghirup udara yang sama dengannya dalam satu tempat yang sama.

Ah sudah malam ternyata, aku harus segera ke bandara. Lagipula teman – teman ku sudah menanti ku. Aku tahu mereka hanya sekedar mengenal Jaejoong dan bisa dibilang bersikap biasa saja dengan Jaejoong. Makanya aku menghargai mereka. Sangat menghargai mereka yang beniat mempertemukan ku dengan Jaejoong. Aku sudah mencoba menolak dengan pikiran ku namun tidak dengan hati ku. Jaejoong bahkan sudah memiliki hati ku.

“Haii~~”

“Ah kau! Kita harus mencari taksi secepatnya!”

Aku masih kelelahan dan tidak ada debaran apapun. Jaejoong tidak menyukai seorang stalker. Ia membencinya. Lalu apa yang sedang ku lakukan saat ini? Yang ku tahu aku ingin melihatnya dan menginginkannya. Hanya itu saja. Aku tidak akan berani melukainya karena dia sesuatu yang berharga dalam hidup ku. Karena dia, jutaan lelaki dalam kehidupan nyata ku hanya seperti kilasan – kilasan.

Airport…

Sudah hampir satu jam…

“KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!”

Semua berlarian kearah teriakan dan aku ada disana, tepat ketika Jaejoong masih mencoba melangkahkan kakinya ditengah fans yang mulai menggila karena kehadirannya. Dia disana. Aku bisa melihat security disana membantunya untuk keluar dari kerumunan dan untuk masuk kedalam mobil. Dia disana, didepan pintu mobil hitam itu. Aku melihat ujung rambutnya. Dia… Kim Jaejoong… Disana… Didekat ku…

Ya Tuhan…

Izinkan aku melihat wajahnya dengan jelas walau hanya sekali dalam hidup ku…

Aku terus menyeruak ditengah kerumunan dan akhirnya aku bisa melihatnya dari dalam mobil. Itu harapan ku selanjutnya. Namun sayang sekali, kaca mobil itu benar – benar hitam pekat dan aku berdiri tepat disamping jok mobil tempat ia duduk. Aku tidak berharap dan tidak menginginkan ia membuka kaca mobil itu. Aku tahu konsekuesinya karena aku bisa melihat bahkan ada fans yang mencoba menghalangi jalannya. Dan hari ini…

Dia sakit…

Tapi setidaknya mata ku bisa melihat dengan tembus kedalam isi mobil itu… Hanya itu harapan ku.

Bahkan dorongan fans lainnya dan dorongan keras serta injakan dari security tidak lagi ku hiraukan. Yang ku tahu adalah aku berdiri disamping seorang Kim Jaejoong yang tengah duduk. Hanya kaca mobil hitam itu penghalang kami. Hanya itu.

Tanpa sadar air mata ku menetes dengan perlahan ketika mengingatnya. Meski sekujur tubuh ku terasa sakit, lelah dan pegal aku menginginkannya lebih dari apapun dari yang ku inginkan selama ini. Aku menginginkan Jaejoong -ku, hanya itu.

From : 0821077720xxxx

Ayo ke Incheon Airport sekarang~~

Aku tersenyum kecil sambil mengusap air mata yang sudah mengalir membentuk sungai Han kecil dikedua pipi ku. Aku mengangguk dengan udara kosong, menggenggam ponsel itu dan berlari sekencang yang aku bisa. Pikiran ku hanya tertuju pada Jaejoong oppa. Hanya dia.

++

Incheon Airport

Ah~~ bandara hari ini penuh sesak. Ya, Jaejoong akan pulang ke Seoul hari ini dan lagipula pemandangan seperti ini bukanlah hal yang asing lagi di Seoul. Hampir setiap hari ada ratusan fans menunggu kedatangan idola mereka disini. Bandara ini menjadi saksi bisu yang menghubungkan kami dengan idola kami dengan style biasa mereka. Bukan pakaian panggung yang megah dan berkonsep.

“Mian, permisi”

Aku harus berkali – kali mengucapkan kedua kata itu untuk mencari sosok teman ku. Aku melihat ada seseorang dengan pakaian serba pink yang melambaikan tangannya kearah ku. Itu dia! Teman ku! Aku harus ketempatnya. Aku harus kesana untuk melihat Jaejoong -ku.

“KYAAAAAAAAAAAAAAAA”

Tidak!!

Teriakan ini…

Aku tidak ingin kejadian dua tahun yang lalu kembali terjadi. Tidak.

Ya Tuhan…

Ku mohon…

Beri aku jalan walau hanya sekali, setelah ini aku akan berhenti…

#bruk!

“ARGH!”

Rasanya sakit. Aku terjatuh dan sempat terinjak – injak karena desakan yang padat. Air mata ku kembali mengalir. Apakah sampai kapan pun aku tidak akan pernah diizinkan untuk melihatnya? Aku tidak akan meminta lebih. Aku tidak akan memintanya untuk menikahi ku dan hidup bersama ku dalam kehidupan nyata. Aku akan membiarkan dia hidup dalam imajinasi ku. Setidaknya aku sadar dan tahu diri.

“Gwaenchana?” tanya seseorang yang membantu ku untuk berdiri.

Dia salah satu security, terlihat dari seragamnya. Aku mengangguk. Lelaki paruh baya itu menatap ku dengan bingung. Mungkin wajah ku sudah sangat berantakan saat ini. Aku tidak peduli. Selamanya harapan hanya tinggal harapan, Dan mimpi akan terus menjadi mimpi. Khayalan tidak akan pernah menjadi nyata dan semuanya hanya bunga tidur yang akan terhapus begitu aku kembali sadar.

“Mianhae agashi”

Lelaki paruh baya itu menarik tangan ku agar menyingkir dari ruang kosong panjang yang membentuk jalanan. Aku terperangah ketika menyadari kalau Jaejoong oppa ada didepan ku. Dia benar – benar didepan ku dan melambaikan tangannya kearah fans. Entah kenapa melihatnya seperti ini membuat ku merasa sangat merindukannya sejak dua tahun yang lalu. Aku membutuhkannya dalam hidup ku.

“Annyeong!”

Tunggu!!

Dia… dia bicara pada ku? Dia tersenyum kearah ku? Jaejoong oppa -ku tersenyum dan menatap ku?

“I miss you… really need you… oppa”

Kata – kata itu meluncur begitu saja dari mulut ku dan membuat diriku sendiri terkejut. Aku otomatis menutup mulut ku dan dan menatapnya. Jaejoong oppa sempat mematung dalam beberapa detik namun setelahnya yang muncul adalah senyuman lembut darinya. Ia berbisik pelan.

“Two years…”

Dan…

Dia membuat ku membeku.

Benar – benar membeku.

Jaejoong oppa berlalu dan aku teringat sesuatu. Surat. Surat yang ku tulis untuknya…

++

Dear Jaejoong Oppa…

Hai oppaaa~~~ Bagaimana kabar mu?

Ahhh aku yakin kau pasti tidak pernah mengenal ku kan? Bahkan tampaknya sangat mustahil kalau kau tahu aku hidup disini untuk mu.
Menanti mu… Mengharapkan mu… Menginginkan mu… Menghapis segalanya tentang mu… Bukanlah hal yang mudah.
Tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kau tahu kata S-U-L-I-T kan?

Lalu kau berfikiran apa tentang ku?
Sasaeng fan yang memaksa?
Ahhh~~ kenapa aku bisa bilang sasaeng fan?
Kau tidak akan ingat, tapi kejadian itu akan selalu terlintas dalam benak ku.
Kau tahu oppa? Kita pernah besama dalam jarang kurang dari satu meter. Sayangnya kaca mobil hitam itu menghalangi ku.
Dan oppa tahu? Aku nyaris menahan mobil mu bersama wanita asing itu.
Ahhh bahkan setelah pulang pun aku sampai berfikiran untuk bunuh diri agar aku bisa bereinkarnasi dan ada didekat mu dalam kehidupan ku yang berikutnya. Ahhhh~~ kau pasti berfikiran aku ini orang yang menyeramkan bukan?
tidaakkk~~
Aku tidak akan memaksa mu untuk hidup bersama ku.

Oppa~~
Aku tahu takdir ku..
Mencintai mu sepenuhnya tanpa balasan dari mu.

Sekarang oppa berfikir aku gadis yang menyedihkan?
Jangan berfikiran seperti itu, Au bahagia untuk mu. ^^
Makanya jangan sakit, jaga kesehatan mu. Jangan menangis. Maka aku tidak akan menjelma menjadi gadis yang menyedihkan.

Opppaa~~
Aku gadis yang kuat. Sekuat aku menanti mu dan menanggung perasaan ku sendiri.
Kau tahu? Kalau aku bukan gadis yang kuat mungkin sekarang aku tidak akan menulis surat ini tapi aku sudah berada dalam alam yang berbeda dengan mu. kkkkk~~~ Aku serius ^^

Ah iya!
Jangan pernah merasa sedih atau kesepian.
Kau tahu kan disini ada aku… Tidak hanya aku. Tuhan mu. Keluarga mu. Teman – teman mu. Fans mu.
Oppa, meski pun suatu saat nanti dunia melupakan mu. Tidak dengan ku. Karena kau-lah cinta pertama ku.

Hanya dengan mencintai mu seperti ini saja aku sudah bahagia dan bisa melupakan semua masalah ku. ^^
Jadi jangan pernah takut ditinggalkan karena aku akan selalu ada bersama mu. Mendukung setiap langkah mu.

Oppa…
Jika reinkarnasi itu benar ada… mau-kah kau menjalani setengah kehidupan mu dengan ku?
Jika reinkarnasi itu benar ada… aku ingin bersama mu walau hanya satu hari saja.
Jika reinkarnasi itu benar ada… aku ingin membagi perasaan ini bersama mu agar aku tidak menderita begini.
Jika reinkarnasi itu benar ada… aku tetap ingin mencintai mu sampai dikehidupan ku yang terakhir.

Oppa…
Kau yang terbaik, sampai nanti. Jaga kesehatan mu^^

-END-

One comment

  1. nNa_xiahTic · November 19, 2012

    hwaaaaa. . sedih banget lah serasa bercermin!!
    apa ini yang aku rasakan untuk seorang KIM JUNSU dan yg lainnya??
    mreka nafasku. .DONGBANGSHINKI adlh hidupku.
    q ada untuk sll mendukung xan oppadeul ^^
    jaga diri xan dan berjanjilah xan akan sll bahagia meski sekarang sedang terpisah. .*curcol*
    tapiiiiiiii keren lah. .(y)❤

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s