[Part 6] Midnight Sun

Title

Midnight Sun

Author

Ichen Aoi @ichen_aoi

Length

Chaptered

Rating

Random (+15)

Genre

Romance, Friendship, Family

Cast

Jessica Jung

Tiffany Hwang

Kim Taeyeon

 Seo Joohyun

Wu Yifan

Xi Luhan

Park Chanyeol

Do Kyungsoo

Oh Sehun

Support Cast

Kim Jong In

Byun Baekhyun

Choi Jin Ri

Disclaimer

this story is mine and all cast is my biased Hhaaa…

Backsound

TVXQ – How Can I?

Design Cover

Jea

..

.

Taeyeon memandangi gaun soft pink selutut yang tergantung dengan manis disamping lemari pakaiannya. Ia menghela nafas berat. Ia merasa kalau ia akan kembali menjadi boneka pajangan pesta dengan gaun indah nan sempurna itu. Seperti biasa, gaun yang khusus didesign untuknya dan tidak ada satu pun gaun lain yang mirip dengan gaun tersebut.

Taeyeon selalu kagum dengan para designer muda yang pernah ia temui di Paris untuk study bandingnya. Ia ingin menciptakan pakaian indah yang berada dalam imajinasinya menjadi nyata. Ia ingin melihat Jessica, Tiffany dan Seohyun mengenakan semua hasil rancangannya pada pesta pernikahan mereka. Namun selamanya kebebasan hanyalah mimpi serta omong kosong belaka untuknya karena kenyataan tidak seperti yang selama ini ia inginkan.

“Nona Kim, Nyonya dan Tuan sudah menunggu dibawah untuk sarapan”

Taeyeon tersentak ketika ada seorang maid keluarganya muncul dari balik pintu kamarnya, ia lupa untuk menutup rapat pintu itu. Taeyeon tersenyum lalu mengangguk. Ia menghela nafas sejenak lalu memandangi wanita muda itu, tampaknya usia mereka tidak terlalu jauh.

“Bagaimana menurut mu soal gaun pink itu?”

“Eh.. cantik?”

“Apa menurut mu aku pantas mengenakannya?”

“Nona Kim? Anda adalah gadis yang cantik jadi tidak ada alasan untuk tidak pantas memakainya kan?”

“Aku hanya ingin tahu pandangan oranglain saja. Aku… Aku merasa seperti sebuah boneka barbie. Kau tahu?”

“Boneka cantik itu?”

“Ne”

“Tentu saja tidak. Nona Kim memiliki perasan sedangkan barbie adalah benda mati”

Mau tidak mau Taeyeon tersenyum mendengar ucapan maid tersebut sedangkan maid itu langsung menutup mulutnya, berharap ia tidak terlalu banyak bicara hari ini hingga membuat seorang nona muda Kim merasa jengkel. Ia masih membutuhkan pekerjaannya.

“Tidak apa, aku senang kau berbagi pemikiran dengan ku. Dan aku akan segera turun”

“Ne, permisi”

Taeyeon memandang keluar jendela sejenak lalu menunduk untuk mengambil sandal rumahnya dan memakainya. Ia akan keruang makan sekarang, menemui kedua orangtuanya. Ia tidak tahu apalagi yang akan terjadi namun ia memutuskan untuk mengikuti segalanya.

==

Nyonya Hwang langsung melirik Tiffany yang baru saja lewat dari arah dapur. Putrinya itu tampak sedikit kacau. Mungkin mengembalikan gadis itu kerumah dengan sejuta aturan bukanlah hal yang tepat namun mau bagaimana lagi? Ini semua demi citra keluarga dan keutuhan perusahaan Hwang. Apalagi sejauh ini Hwang merupakan perusahaan real estate terbesar di Asia. Citra adalah yang terpenting.

“Fany?”

“Ne?”

Tiffany melirik dengan enggan. Ia tahu bagaimana lembutnya seorang Nyonya Hwang yang tak lain adalah ibunya namun ia tahu bagaimana arti penting nama baik bagi kedua orangtuanya.

“Kau sudah dengar belum kalau Kim Jong In sudah kembali dari Amerika?”

“Amerika?”

“Kau tidak tahu? Jong In menuntut ilmu bisnis disana”

“Oh”

Hanya itu yang keluar dari mulut Tiffany. Kim Jong In. Tidak ada hubungan apapun dengan seorang Kim Taeyeon, mereka berasal dari keluarga yang berbeda. Soal marga? Ingat, ini Korea. Siapapun bisa bermarga Kim. Namun bukan itu masalahnya.

“Kau tidak ingin menemui adik kecil mu itu?”

“Ne? Adik? Little brother? Aku bahkan tidak pernah memiliki seorang adik”

“Ya kan dia lebih muda dari mu”

Tiffany hanya mendenguskan nafas kesal lalu kembali menuju kamarnya. Nyonya Hwang hanya menggelengkan kepalanya, ia tidak tahu ada apa dengan putrinya. Yang ia tahu bahwa Tiffany marah karena Jong In tidak pernah mengabarkan kepergiannya kepada gadis itu. Ya, mereka teman semasa kecil.

Tiffany kembali kekamarnya lalu meraih bantal guling dengan seprai pink. Ia memeluknya dengan erat lalu menarik nafas dalam dan membenamkan wajahnya kebantal tersebut. Ia berguling lalu memandangi langit – langit kamarnya. Kenangan masa lalunya kembali,

~International Elementary School of Seoul

Cuaca hari ini tidak begitu cerah namun tampaknya tidak membuat sekelompok pelajar usia dini itu kehilangan semangatnya. Jessica melambaikan tangannya kearah Tiffany yang tengah duduk sendirian ditepian lapangan sekolah tersbeut.

“Fany –ah~ Do you want to go home with me?”

“Thanks Sica. But I must waiting for someone”

“Someone? Boyfriend?”

Tiffany tertawa kecil melihat wajah polos Jessica dengan matanya yang membulat dengan nyaris sempurna. Ia tidak menyangka kalau respon Jessica sangat lucu seperti sekarang ini. Namun pada akhirnya Jessica pun melambaikan tangannya, gadis kecil itu sudah dijemput supir keluarganya. Tiffany kembali duduk sendirian. Ia memandang lurus kedepan sampai ada segerombolan lelaki kecil yang sedang sibuk membawa bola. Tiffany tidak peduli dengan mereka yang ia tahu kalau perutnya mulai merasa lapar.

“Mian, bisa tolong lempar bolanya?”

Tiffany menoleh kearah asal suara tersebut dan seorang anak yang tampaknya lebih muda dari dirinya tengah memandangi Tiffany sambil menunjukkan senyum ramah dan hangatnya.

“Jong In!! ppali!!”

“Nde~”

Anak itu bernama Jong In. Hanya itu yang Tiffany tahu. Gadis kecil itu mengambil bola yang berada didepan kakinya lalu memberikannya kepada Jong In yang mengambilnya sambil tersenyum dengan sangat manis. Sampai seseorang datang dan menepuk bahunya dengan lembut.

“Tiffany –ah, sudah waktunya pulang. Appa ku menunggu kita di mobil”

“Ne, Kyuhyun oppa”

Tiffany membiarkan tangan mungilnya digenggam oleh Kyuhyun sedangkan pandangannya masih terarah pada Jong In yang kini sudha kembali sibuk dengan teman – teman sebayanya.~

Tiffany memutuskan untuk memejamkan matanya. Ia benar – benar butuh untuk menenangkan dirinya saat ini. Kedatangan seorang Kim Jong In kembali bukanlah masalah yang mudah baginya. Tidak semudah dulu.

==

Seohyun memasukkan beberapa barang keperluannya kedalam koper. Ia akan mengunjungi Jepang sebelum singgah dibeberapa negara Asia lainnya. Masalah perkara kuliahnya bukanlah hal yang sulit, mengingat pengaruh besar keluarganya yang masih memiliki hubungan dengan kepemerintahan.

“Ini pasport mu”

“Gomawo appa”

Seohyun menunjukkan senyumannya sekilas. Ia sesekali menghela nafas berat lalu kembali memasukkan beberapa buku catatan dan alat tulis kedalam kopernya. Ia tidak ingin satu pun barang keperluannya tertinggal. Ia tidak akan merasa nyaman dengan hal ini.

“Appa, aku mau keluar. Membeli beberapa kebutuhan untuk nanti”

“Ne, apa kau perlu supir?”

“Tidak usah. Tidak akan ada yang mengenali ku kalau mereka tidak bertanya nama ku kan? Aku bukan gadis yang mencolok seperti eonnideul”

Lelaki paruh baya itu tersenyum lalu mengangguk. Seohyun memang sangat berbeda dengan ketiga putri yang lainnya. Jessica dengan rambut pirangnya yang mencolok, Tiffany dengan gaya berpakaian dan merk ternama yang dipakainya sedangkan Taeyeon memang bekerja untuk publik, ia salah satu asisten designer terkenal di Korea.

Seohyun meraih mantel bulunya dan sebuah syal berwarna merah. Ia memutuskan untuk menikmati suasana kota Seoul menjelang musim dingin ini dengan berjalan kaki. Karena ia tidak akan kembali ke Seoul dalam waktu yang lumayan lama.

“YA!! Tidak bisa!! TIDAK!! ANDWAE!! Bis ku~~~ tunggu~~ NO!! Waitmeee~~~”

Seohyun langsung menoleh kearah teriakan tidak berdasar yang mengingatkannya pada sosok Jessica. Gadis itu sangat suka berteriak dimanapun ketika ia kesal. Meski kadang teriakan hanya bentuk kata – kata tidak jelas. Kali ini Seohyun melihat sesosok namja berseragam sekolah yang tidak asing baginya.

“Sehun?” bisiknya pelan.

Sehun tampaknya tidak menyadari kehadiran Seohyun, ia malah mengacak rambutnya dengan frustasi sambil berkali – kali menghentakkan kakinya ke aspal jalanan. Sehun tampak memandangi ekor bis tadi dengan tatapan miris. Ia melirik jam tangannya lalu menggeleng dengan tidak jelas. Kemudian menarikk nafas dan mengambil sesuatu dari dalam tasnya, ternyata sebuah earphone.

Seohyun tanpa sadar tersenyum melihatnya. Ia memandangi Sehun seolah ia tidak pernah melihat seorang lelaki didunia ini dan seolah ia tidak akan pernah melihat Sehun lagi. Meski memang yang kedua itu adalah alasan yang benar. Seohyun akan keluar negeri jadi sudah pasti ia tidak akan melihat Sehun. Kecuali kalau Sehun memiliki kloning lain dibeberapa negara tersebut.

Sehun mengedarkan pandangannya lalu berhenti pada Seohyun yang masih mematung ditempatnya. Dengan segera Sehun menghampiri gadis itu dan menyapanya dengan riang.

“Seohyun noona~~”

Sapaan Sehun yang terlalu bersemangat membuat beberapa orang disekitar mereka menoleh dengan heran bercampur bingung. Seohyun sendiri mendecak kesal. Ia langsung menarik tangan Sehun dengan cepat untuk pergi dari tempat itu.

==

Jessica memutuskan untuk tidak masuk kuliah hari ini. Ia butuh refreshing. Setidaknya ia akan membeli beberapa keperluannya untuk beberapa hari kedepan. Membeli beberapa barang elektronik terbaru untuk membunuh rasa bosannya selama berada dirumah.

Jessica melirik jam tangannya sejenak. Café Midnight Sun sudah tentu belum buka pada jam ini soalnya baru satu jam lagi pelajar – pelajar di Seoul pulang. Jessica memutuskan untuk menghabiskan waktunya di sekitar Myeongdong.

“Rasanya bosan melakukan hal semacam ini sendirian” keluhnya sambil menendang beberapa kerikil yang terpental disepanjang aspal tersebut.

Kemudian ujung matanya tidak sengaja menangkap seorang namja dengan seragam sekolah yang sedang mencoba makanan disebuah toko yang tidak jauh dari sana. Lelaki itu tampak membuka mulutnya untuk mengusir rasa panas dari makanan yang sednag dicicipinya.

“Aha! Aku tahu siapa dia!!”

Jessica langsung berlari kecil menghampiri lelaki itu. Ia tersenyum lalu menepuk bahunya dan membuat pelajar itu terkejut lalu mundur beberapa langkah.

“Noona?”

“Hai~”

Luhan berusaha menghabiskan makanannya dengan susah payah. Ia benar – benar tidak menyangka bisa bertemu seorang Jessica Jung disini. Jessica bisa melihat kalau wajah Luhan berubah jadi agak kemerahan, ia tersedak makanan.

“Mian”

Jessica langsung mencari botol air minum didalam tasnya dan memberikannya kepada Luhan yang langsung menyambutnya dengan antusias. Jessica memandang Luhan dengan penuh rasa bersalah. Sedangkan Luhan berusaha menetralisir makanan yang masuk secara tidak wajar kedalam lambungnya.

“Kenapa datang dan tiba – tiba mengejutkan begini?”

“Maksud mu kenapa aku datang dengan tiba – tiba?”

Luhan mengangguk dengan polos. Ia tidak menyadari kalau bahasanya berubah jadi sedikit kacau. Entah efek karena makanan tadi atau otaknya yang terlalu terkejut melihat seorang Jessica berdiri dihadapannya saat ini.

“Aku kebetulan melihat mu, hanya itu saja”

“Kau sendiri, noona?”

“Ne. Makanya temani aku jalan – jalan!”

Luhan langsung memuta bola matanya dengan heran dan kembali memandang Jessica sambil menggelengkan kepalanya. Ia masih ingat bagaimana dinginnya Jessica ketika di club. Bahkan gadis itu dan Kris tidak pernah mau saling mengalah. Akhirnya ia yang harus bersusah payah menenangkan keduanya.

“Kau ini bukannya sangat jutek?”

“Tidak, hanya dengan Kris saja”

“Eh?”

“Dia menyebalkan, sok keren! Kau tahu itu kan?”

Luhan mengerjapkan matanya beberapa kali. Ini pertamakali untuknya mendengar kalau ada seorang wanita bilang kalau Kris itu sok keren karena selama ini semuanya selalu memuja – muji seorang Kris Wu. Tunggu saja kalau Kris mendengar hal ini sudah pasti ia akan menatap sinis kearah Jessica sambil mengatainya gadis manja.

“Aku bersyukur tidak ada Kris sekarang. Jadi bagaimana?”

“Apanya?”

“Temani aku jalan – jalan, kau tahu kan kalau aku sedang dipenjara?”

“Penjara? Lalu bagaimana bisa…”

“Ok lupakan!”

Jessica tidak sabar dengan Luhan yang tampak sibuk berfikir. Ia langsung menarik Luhan dengan cepat dan memasuki sebuah tempat karaoke. Ia punya teman duet sekarang.

==

Kris melirik ponselnya dan menatap deretan alamat yang tertera disana. Ia harus mencari wanita itu, atau lebih tepatnya ibu yang tidak mau membesarkannya. Kris selama ini tinggal di asrama yang disediakan oleh pihak sekolah. Ia bisa bersekolah dengan dana beasiswa atau dari rasa belas kasih ketua yayasan yang memintanya menjadi seorang anak angkat.

Kris memilih untuk hidup sendiri. Ia tidak ingin dikasihani. Prinsipnya, selama anggota tubuhnya masih sempurna dan bahkan ia tidak memiliki kekurangan fisik manapun. Jadi tidak ada alasan untuknya dikasihani.

Kris yakin kalau wanita itu tinggal di apartemen yang dulu pernah ia datangi. Dimana ia melihat ada Jessica disana. Namun entah dengan nama apa, karena resepsionis sama sekali tidak memberikan petunjuk apapun untuknya.

“Eomma, aku akan kembali sebelum sore”

“Bagus! Jangan buat masalah”

Kris bisa melihat ada seorang remaja yang tampaknya seumuran dengan Chanyeol sedang berbincang – bincang dengan ibu-nya. Terlihat dengan jelas kalau ia berasal dari keluarga yang kaya. Meski hidup dalam ekonomi yang tidak cukup baik, Kris tahu mana pakaian mahal, mana pakaian tiruan dan mana yang benar – benar murah.

“Ah mian, permisi”

Kris bisa melihat wajah pelajar lelaki itu dengan jelas. Memiliki paras yang mungkin tidak sesuai dengan seragamnya yang SMA. Mirip seperti Luhan. Usia dan wajah sama sekali tidak sinkron. Namun yang menarik perhatiannya adalah wanita paruh baya yang kini sedang sibuk dengan ponselnya.

Kris dan wanita itu berpapasan sejenak namun mata Kris bergerak dengan cepat daripada kemauannya. Ia bisa melihat ada sebuah gelang yang tidak asing melingkar dipergelangan wanita itu. Gelang silver yang sama dengan yang ia simpan dilaci kamar asrama. Kris membeku sejenak lalu ia berbalik dan mendapati wanita itu sudah masuk kedalam sebuah mobil mewah dan berkelas. Tanpa sadar hatinya berdenyut dan terasa sakit.

“Eomma” bisiknya pelan.

==

Tiffany terbangun dari tidurnya. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali lalu memandangi ponselnya. Ia memutuskan untuk keluar kamarnya, tampaknya keluarganya sedang tidak ada dirumah. Hal semacam ini memang sering terjadi.

Tiffany memutuskan kalau ia akan jalan – jalan keluar setidaknya ia harus menghubungi DJ muda tampan yang sekarang ia tahu bernama Chanyeol itu. Tiffany seperti biasa, memakai hot pants dengan kaos tanpa lengan dan kacamata hitam. Tidak lupa dengan jaket tebal dan high heelsnya. Tampaknya memasuki musim dingin tidak mempengaruhi gaya fashionnya. Ia dan Chanyeol sudah bertukar nomor ponsel beberapa hari yang lalu. Ia mengirimkan pesan kepada lelaki itu dengan ketikan yang cepat.

For : DJ Chanyeol

Hei~ aku tahu kau sudah pulang sekolah. Temani aku keluar. Aku menjamin media tidak akan mengetahuinya. Aku akan menunggu mu didepan sekolah mu. –Tiffany-

Gadis itu langsung beranjak dari kamarnya dan mengambil tas kecil dengan tapi tipis lalu pergi meninggalkan kediamannnya untuk beberapa jam.

… TBC

Next backsound Prisoner Of Love by Utada

Note : Part selanjutnya akan ada kenaikan rating ^^ Jadi tolong yang dibawah usia yang sudah ditentukan untuk mempertimbangkan bagaimana baiknya. Apa kalian akan membaca full part atau skip part ^^ Dan yang perlu diperhatikan… FF ini suatu saat bisa mencapai rating +21 Hhaaaaaaaaaaa~~ Jadi, saya kasih tahu dulu yah.. ada +17 ada +21 tenang~~ tidak akan sampai ke +25 kok ^^ Silahkan comment sebanyak – banyaknya untuk mempercepat dan meperpanjang part berikutnya dan… Cover Random akan berlaku mulai selanjutnya ^^

Teaser For The Next Part

“Coba saja jika kau bisa mencium ku”

“Setidaknya aku masih memiliki mu kan?”

“Apa aku boleh sedikit berharap?”

“Bantu aku… Tolong aku untuk melupakannya”

“Maaf, aku tahu kau mencintai ku tapi…”

“Hhaaa… Kau pikir kau bisa apa? Dasar anakk kecil!”

“Kalau aku bisa menyentuh mu dengan lebih, kau harus menjadi milik ku”

7 comments

  1. lestrina · November 14, 2012

    semakin seru nieh…jgn2 kris anak orang kaya ya,
    lanjut ya.

  2. Sung Yong Sub · November 14, 2012

    keren chingu…
    ditunggu part selanjutnya

  3. KuKuKu · November 16, 2012

    Ayoo!! Serbuu!! FFnyKren B). D tunggu thor k’lanjutan FF nyaa
    ><

  4. sabila nurul latifah · November 16, 2012

    cepetan ya selanjutnya kepo nihh. banyakin yeolfany nya ya

  5. lina lisung · November 18, 2012

    jadi penasaran ma ibunya kris .
    lanjut

  6. SiFany daughter · November 18, 2012

    Ahhh penasaran deh (ʃ⌣ƪ) cepetan ya part7 nya ..tenang aku udah 18thn ko😀

  7. Aan's L-hope · November 2, 2014

    Jngn blng kalo kris itu masih darah biru… tapi knapa eomma nya tega ninggalin kris(?)
    Makin seruu

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s