Game Over [Part 3]

Title                            : Game Over [Part 3]

Author                      : Siskha Sri Wulandari/ssiskha.wp.com

Main Cast                : Kim Yunha [OC]

: Oh Sehun [EXO K]

: Shin Eun Soo [OC]

: Park Chanyeol

Support Cast         : Seo Jaehyung [A-JAX]

: Do Kyung Soo [EXO-K]

Genre                     : Thriller, angst, romance

No Bashing!

            Jaehyung dan Kyung Soo tergesa-gesa menghampiri Eun Soo yang baru saja keluar dari ruang kepala sekolah. Beritanya begitu menghebohkan, hampir seluruh sekolah membicarakan tentang kecelakaan yang dialami oleh guru mereka, Kris. Tapi ia tidak menduga bahwa Eun Soo dan teman-temannya masuk dalam daftar tersangka.

“Kau baik-baik saja?” Tanya Jaehyung tepat saat Eun Soo menutup pintu ruang kepala sekolah. Ia hanya menunduk dan menganguk sekilas. Ia benar-benar ingin menangis tapi terlalu malu untuk melakukannya di hadapan orang lain.

“Ige.”

Eun Soo mengangkat kepala saat mendengar suara berat seseorang. Ia yakin itu bukan Jaehyung. Rasanya ia benar-benar ingin pingsan melihat orang yang selama ini begitu dikaguminya berdiri tepat di hadapannya sambil menyodorkan sapu tangan. Rasanya ia ingin terus seperti ini. Terus berdiri di hadapan Do Kyung Soo, senior yang ia sukai

“Kalian sengaja melakukan ini untuk memfitnahnya?” Sehun tiba-tiba muncul sambil terengah-engah. Ia pasti berlari sekencang-kencangnya untuk ke sini.

Eun Soo menggerutu kesal, Sehun benar-benar selalu bisa merusak suasana hatinya. Tidak bisakah ia sedikit saja membiarkan dirinya merasa sedikit bahagia karena ada Kyung Soo di hadapannya. Sehun menatap Jaehyung sinis dan tersenyum miring saat melihat Kyung Soo.

“Kau tidak bermaksud memanfaatkan keadaan ini untuk menarik simpatinya bukan?” Tanya Sehun ketus sambil melirik Kyung Soo. Yang dilirik hanya bisa menatap Sehun bingung.

Baru saja Eun Soo akan membalas ucapan Sehun saat Jiyeon mendahuluinya. “Kau menuduh Eun Soo?”

“Ani, lebih tepatnya kalian.”

“Tapi semua tuduhanmu menjurus kepada Eun Soo. Dengar tuan Oh. Kami memang sering menyiksa Yunha, tapi kami tidak sekeji itu sampai melibatkan orang lain sebagai korban. Jangan pernah menuduh Eun Soo untuk memanfaatkan keadaan ini!” Jiyeon menatap Sehun tajam. Ia sangat benci jika ada orang lain yang menjelek-jelekkan temannya. Terlebih Eun Soo, Sehun harusnya sadar bahwa diantara mereka berempat Eun Soo lah yang paling bersih dari tuduhan.

Sehun membalas tatapan Jiyeon. Sebenarnya tidak pernah terpikirkan olehnya Eun Soo akan menjadi sejahat itu, tapi ia terlalu diselimuti emosi. Melihat Eun Soo yang diperhatikan oleh Kyung Soo membuatnya langsung berpikir bahwa gadis itu sengaja membuat masalah seperti ini agar diperhatikan oleh Kyung Soo. Ia sadar kalau itu bodoh, Eun Soo tidak mungkin seperti itu.

“Di mana Yunha?” Sehun berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Cari saja sendiri, jangan tanya kami!” Sungut Luna kemudian menarik Eun Soo.

“Tunggu, bawa ini!” Jaehyung mengambil sapu tangan yang tadi belum sempat diambil oleh Eun Soo karena kedatangan Sehun dan memberikannya pada Eun Soo.

“Bawa saja.” Ujar Kyung Soo sambil tersenyum saat melihat keragu-raguan di mata Eun Soo. Eun Soo pun mengambilnya dalam diam. Moodnya semakin jelek karena tuduhan Sehun tadi.

Setelah kepergian Eun Soo dan teman-temannya Jaehyung menatap Sehun.

“Kenapa?” Tanya Sehun tidak suka.

“Kau membenci Eun Soo, eoh?”

“Kau menyukainya?”

“Ya! Bersikap sopanlah pada seniormu!” Jaehyung menarik kerah kemeja Sehun. Ia paling tidak suka jika ada junior yang berani melawannya. “Tuduhanmu tadi benar-benar kelewatan. Kalau kau ingin membela seseorang jangan mengkambinghitamkan orang lain.” Jaehyung melepaskan cengkramannya saat Kyung Soo menariknya.

“Kau tahu bahwa mereka punya potensi untuk melakukan semua kejahatan ini. Kau tidak tahu bagaimana mereka selalu menyiksa dan mempermalukan Yunha.” Sehun tidak mau kalah. Ia tidak akan mau terlihat menjadi orang yang salah di hadapan Jaehyung.

“Mereka kecuali Eun Soo!”

“Kau hanya tetangganya dan dia hanya tukang pos bagimu, tidak usah berlagak menjadi pelindungnya. Aku tahu apa yang aku katakan. Semua kata-kataku terkontrol karena aku selalu berpikir terlebih dahulu sebelum berbicara. Tidak seperti kau yang selalu menggunakan kekerasan.”

“Sudahlah Jae, tidak ada gunanya menghadapi anak labil ini.” Lerai Kyung Soo. Ia tahu bagaimana sifat sahabat baiknya ini. Ia paling tidak suka dianggap remeh. Jika tetap dibiarkan ia yakin Sehun akan menyusul Kris ke rumah sakit. Jaehyung menurut. Sebentar lagi ia akan debut, ia tidak mau membuat skandal yang bisa merusak reputasinya.

Keadaan kelas begitu hening. Masalah Kris songsaenim benar-benar membawa hawa tidak nyaman pada kelas 2.A. Sehun hanya diam sambil berpura-pura berkonsentrasi pada bukunya. Jiyeon, Luna dan Jiyoung yang biasanya selalu berisik hanya duduk diam sambil bermain dengan gadget mereka. Eun Soo yang selama ini selalu tidak bisa terpisahkan dari ponselnya hanya menelungkupkan kepala di atas meja. Masalah ini benar-benar membebaninya. Bahkan Chanyeol yang biasanya banyak omong hanya memperhatikan perilaku teman-teman sekelasnya dalam diam. Yunha? Jangan ditanya. Ia selalu berada di pojok kelas seorang diri. Tidak ada yang berubah. Ia masih sendiri dan ia masih tidak memiliki seseorang yang akan mengkhawatirkannya.

Yunha berjalan mengendap-ngendap. Memastikan tidak ada orang lain selain dirinya di koridor. Ia merapatkan jaket dan masker yang ia kenakan. Ia benar-benar merasa frustasi, tidak ada cara lain. Hanya ini yang bisa ia lakukan untuk menyelamatkan diri. Melenyapkan bukti.

Ia membuka perlahan ruangan Kris dirawat. Selama lima jam ia menunggu jam besuk berakhir dan memastikan rumah sakit benar-benar sepi untuk melakukan aksi ini. Kris harus mati. Ruangan Kris sangat gelap. Ia melihat banyak bunga dari para penjenguk. Yunha menatap bunga-bunga itu sinis. Emosinya meluap-luap seketika. Orang sekeji Kris bisa-bisanya memiliki banyak orang yang begitu mengkhawatirkannya. Dengan tangan yang telah dilapisi sarung tangan, ia membuang dan menginjak-nginjak bunga-bunga itu. Bunga-bunga itu terlalu indah untuk mengiringi manusia sekeji Kris. Setelah selesai dengan bunga kini dengan gerakan cepat ia melepaskan oksigen di mulut Kris. Awalnya ia sempat takut saat melihat nafas Kris tersengal-sengal. Tapi setelah Kris berhenti bernapas ada kelegaan luar biasa di dadanya. Ia merasa benar-benar tenang.

Chanyeol memasukkan kedua tangannya di dalam saku celana. Berjalan perlahan mendekati Yunha yang berdiri seorang diri. Tidak ada yang mau berada di dekatnya, bahkan hanya sekedar untuk berdiri di sampingnya. Ia terus mengulum permen karet sambil memperhatikan teman-temannya. Ia bisa melihat kesedihan yang mendalam di wajah Jiyeon dan teman-temannya. Entahlah, mungkin saja kesedihan itu hanyalah refleksi dari ketakutan mereka.

Chanyeol tersenyum miring saat melihat Sehun berbicara pada Eun Soo namun diabaikan. Eun Soo tidak mau mempedulikan Sehun. Gadis itu tetap diam sambil menyandarkan kepalanya di pundak Jiyeon. Mungkin Sehun sedang berusaha meminta maaf pada Eun Soo. Eun Soo bukanlah gadis-gadis pemeran utama sebuah drama romantis yang selalu terlihat seperti orang suci. Memaafkan dan melupakan dengan mudah. Ia gadis baik yang memiliki batasan kesabaran. Tidak semudah itu baginya memaafkan Sehun yang sudah menuduhnya.

Yunha tersentak saat melihat kedatangan Chanyeol. Ia mendadak panik. Bisa saja Chanyeol mengetahui siapa yang sudah menyebabkan kematian Kris.

“Aktingmu lumayan juga.” Chanyeol berdiri di samping Yunha. Gadis itu hanya menunduk, bersikap waspada agar tidak mengeluarkan reaksi yang bisa membuat Chanyeol curiga.

“Tapi kau tidak perlu melakukannya padaku. Buang-buang tenaga saja.” Chanyeol tertawa merendahkan.

“…”

“Siapa lagi tergetmu selanjutnya?”

Yunha tersentak dan buru-buru menatap Chanyeol. “Tidak usah berakting di depanku. Simpan saja air matamu untuk Sehun yang terus membelamu mati-matian sampai-sampai tega menuduh Eun Soo.”

“Aku hanya berusaha melindungi diri.” Yunha akhirnya menyerah. Tidak ada gunanya lagi menyembunyikan ini semua dari Chanyeol.

“Berapa korban lagi yang kau butuhkan sampai kau benar-benar merasa terlindungi?” Chanyeol membuang permen karetnya, mendekatkan wajahnya pada wajah Yunha dan menyeringai. “Apa aku akan menjadi korban selanjutnya?” Chanyeol setengah tertawa. “Setelah aku siapa lagi? Jiyeon, Luna, Jiyoung atau bahkan Sehun dan Eun Soo?”

“Kau tidak takut?”

“Huuu, aku takut sekali.” Chanyeol memeluk dirinya sendiri sambil menunjukkan ekspresi takut yang dibuat-buat.

“Sebenarnya apa yang kau inginkan? Kenapa kau begitu senang melihatku menderita?”

“Harusnya kau tanyakan hal itu pada dirimu sendiri.” Chanyeol menunjuk-nunjuk Yunha dengan telunjuknya. “Aku beri tahu. Satu-satunya caramu untuk melindungi diri adalah dengan mengakhiri hidupmu sendiri.” Setelah merapikan poninya Chanyeol berjalan ke tempat Sehun yang masih berusaha meminta maaf pada Eun Soo.

Pemakaman Kris, tidak bisa dipastikan berapa jumlah orang yang benar-benar menangisi kepergian Kris.

“Bawa dia!” Teriak Jiyeon mengomando Luna untuk menarik Yunha ke dalam gudang. Dengan gemas Luna menjambak rambut Yunha dan menariknya dengan paksa. Jiyoung hanya menyaksikan apa yang dilakukan teman-temannya dalam diam.

“Buugh!” Luna mendorong Yunha dengan keras, membuat gadis itu jatuh mengenai kursi bekas dan lututnya berdarah. Tiba-tiba ia merasa sebuah tendangan di perutnya. Kali ini Jiyeon.

“Kena—?” Belum lagi Yunha menyelesaikan kalimatnya ia merasa rambutnya seperti akan lepas dari kepalanya. Luna menjambaknya.

“Ini semua hukuman karena kau membuat Eun Soo sakit hati! Gara-gara kau ia jadi dituduh yang tidak-tidak! Jalang! Kau tidur dengan Sehun?” Jiyeon meludahi Yunha. Jiyoung menarik kursi dan duduk. Ia melipat kakinya dan tidak berkomentar apa-apa, hanya duduk diam dan memperhatikan.

“Kau! Tidak pantas berada di sekolah ini! Kau terlalu kotor!” Jiyeon mengeluarkan pisau lipat dari saku roknya. Jiyoung terpekik.

“Ya! Apa yang akan kau lakukan?” Panik Jiyoung sambil mendekati Jiyeon. “Kau ingin membunuhnya?” Jiyoung semakin panik.

“Membunuh? Ide bagus!” Jiyeon mengacungkan pisau lipatnya di depan wajah Yunha. Luna hanya tersenyum. “Jiyeon, jangan gila!”

“Diam!” Jiyeon mendorong Jiyoung, membuat Jiyoung terjengkang ke belakang. Dengan ganas Jiyeon merobek-robek seragam Yunha. Setelah puas ia mengambil ember berisi air bekas pel yang sudah ia siapkan sebelumnya dan menyiramkannya pada Yunha. Yunha hanya bisa menangis dan menangis. Hatinya semakin teringis ketika mendengar tawa puas dari Jiyeon dan Luna.

Masih belum puas, Luna menampari Yunha hingga bibir gadis itu berdarah. Kemudian ia mengambil ponsel dan memotret Yunha yang sudah babak belur. “Pemandangan yang indah.” Tawa Luna.

“Akan kupastikan pisau ini tidak hanya akan merobek seragammu jika kau berani membuat hidup Eun Soo susah. Mungkin akan menembus kulitmu.” Jiyeon menendang punggung Yunha yang sudah tergeletak tidak berdaya. Jiyeon menyeringai dan mengulurkan tangannya kepada Jiyoung. Jiyoung menerima uluran tangan Jiyeon dan segera berdiri dan membersihkan roknya.

Jiyoung menoleh ke belakang sebelum benar-benar keluar dari dalam gudang. Ia mendesah. Ia memastikan kedua sahabatnya sudah pergi dan mendekati Yunha. Ia memberikan sapu tangan miliknya kepada Yunha. Yunha diam dan menatap Jiyoung penuh kebencian. “Apa kau pikir dengan tatapan seperti itu bisa mengembalikan harga dirimu?” Ujar Jiyoung dingin. “Kau terlalu lemah Yunha. Sangat lemah.” Jiyoung meletakkan sapu tangannya di atas pangkuan Yunha dan pergi begitu saja. Ia tahu perbuatannya dan sahabat-sahabatnya ini salah. Hanya saja ia terlalu jengkel melihat kelemahan Yunha.

Yunha membersihkan dirinya yang sudah penuh luka di toilet. Ia tidak berani ke ruang kesehatan. Pakaiaannya terlalu buruk untuk terlihat oleh orang lain. Ia membasuh wajahnya. Rasa perih menjalar seketika. Dengan perlahan ia membersihkan sudut bibir yang lukanya telah mengering. Bekas tamparan Luna terlihat sangat jelas.

Yunha memegangi perutnya yang sangat sakit akibat tendangan Jiyeon. Tidak hanya perut, kaki dan tangannya juga penuh luka. Tubuhnya juga sangat bau karena disiram oleh air bekas pel. Ia tidak tahu bagaimana caranya pulang dengan tidak terlihat. Keadaannya begitu menggenaskan.

“Siapa lagi tergetmu selanjutnya?”

“Apa aku akan menjadi korban selanjutnya?”

“Setelah aku siapa lagi? Jiyeon, Luna, Jiyoung atau bahkan Sehun dan Eun Soo?”

“Aku beri tahu. Satu-satunya caramu untuk melindungi diri adalah dengan mengakhiri hidupmu sendiri.”

“Ini semua hukuman karena kau membuat Eun Soo sakit hati! Gara-gara kau ia jadi dituduh yang tidak-tidak! Jalang! Kau tidur dengan Sehun?”

“Kau terlalu lemah Yunha. Sangat lemah.”

Semua kalimat hujatan yang dilontarkan oleh teman-teman sekelasnya terngiang-ngiang di benaknya. Ia benar-benar frustasi. “Arggh!” Teriak Yunha frustasi sambil menjambak-jambak rambutnya sendiri.

“Chanyeol! Akan kupastikan menutup mulut besarmu itu. Mengakhiri hidupku katamu? Justru hidupmu yang seharusnya berakhir! Jiyeon? Luna? Dasar iblis betina. Hanya karena Eun Soo dituduh oleh Sehun kalian menyiksaku seperti ini. Berkali-kali kau mengatakan aku jalang! Kau! Kau yang gadis jalang! Kau benar-benar jalang! Eun Soo? Kenapa semua orang selalu berusaha melindungimu? Kau adalah penyebab utamanya. Jiyoung, Jaehyung dan Kyung Soo memberikan perhatian padamu. Kau pikir kau siapa? Kau merasa semua orang adalah pelindungmu? Akan kutunjukkan apakah orang-orang itu masih bisa melindungimu apa tidak. Jiyoung akan kubuat kau merasakan di saat orang lain bisa menolongmu tapi ia tetap diam saja. Tidak melakukan apa-apa dan hanya memperhatikan dalam hening.

Yunha mengepalkan kedua tangannya. Rahangnya mengeras. Kali ini ia sudah tidak bisa bersabar lagi. Mungkin Kris bukanlah akhir dari semuanya tapi akan menjadi sebuah permulaan.

Sehun mendongakkan kepala saat mendengar langkah seseorang yang mendekat. Sedikit terkejut tapi tetap menunjukkan ekspresi datar seperti yang selama ini ia tunjukkan kepada orang-orang.

“Ada apa?” Sehun memutuskan untuk membuka pembicaraan saat melihat Yunha tidak kunjung juga mengutarakan maksud kedatangannya.

“Bolehkan aku bergabung dengan kelompokmu untuk kelas menari?” Yunha memainkan jemarinya, takut akan reaksi Sehun.

Sehun mengernyit. “Bukankah kau sudah dapat kelompok. Bukankah kau bersama Eun Soo?”

“Aku tidak mau disiksa lagi oleh mereka.” Jawab Yunha pelan. “Aku takut mereka akan memperlakukanku lebih kejam dari yang sebelumnya.” Ia mengusap matanya dengan kasar karena hampir saja menangis.

Sehun mendesah. Memasukkan Yunha ke dalam kelompok Jiyeon memang bukan pilihan yang tepat tapi hanya itu pilihan yang terbaik. Ada Eun Soo dan Jiyoung di sana. Mereka seharusnya bisa melindungi Yunha. Ia memang tidak bisa berharap banyak pada Jiyoung yang selama ini terlalu bersikap acuh tapi Eun Soo tentu bisa diharapkan, seharusnya.

“Kelompokku laki-laki semua. Aku takut kau kesulitan mengikuti gerakannya.”

“Tapi aku benar-benar takut Sehun, aku benar-benar takut pada mereka.” Yunha menangis sedikit histeris. Ia yakin pasti Jiyeon dan Luna telah melakukan sesuatu yang buruk pada Yunha sehingga gadis itu merasa sangat ketakutan. Ini pasti ada hubungannya dengan tuduhannya terhadap Eun Soo.

Sehun sudah tidak mau membahas tuduhannya terhadap Eun Soo kepada Jiyeon. Apapun yang ia lakukan Jiyeon tetap akan marah padanya. “Baiklah.” Jawab Sehun singkat.

“Gotcha! Kena kalian!” Gumam Yunha. Ia tersenyum malu-malu pada Sehun. Ia akan memanfaatkan Sehun untuk aksi balas dendamnya.

“Ayo latihan.” Eun Soo mengajak Yunha untuk latihan tanpa menatap gadis itu. Ia masih sibuk membereskan peralatannya. Mendengar suara Eun Soo, Sehun mengalihkan pandangannya dari Chanyeol yang sedang asyik bercerita kepadanya.

“Maaf ya. Aku keluar dari kelompok kalian.” Jawab Yunha pelan.

Buku-buku yang hendak dimasukkan Eun Soo ke dalam tasnya berjatuhan di lantai. Mungkin ia terlalu terkejut mendengar jawaban Yunha. Jiyeon, Luna dan Jiyoung yang sudah berjalan mendahului Eun Soo pun menghentikan langkah mereka tepat di ambang pintu. Menoleh kaget pada Yunha. Chanyeol tanpa sadar sampai menganga mendengar apa yang dikatakan oleh Yunha. Keluar? Memangnya masih ada kelompok lain yang mau menampungnya? Batin Chanyeol.

“Ia masuk kelompok kami.” Jiyeon dan Luna melotot mendengar perkataan Sehun. Chanyeol bahkan sampai menganga lebih parah. Jiyoung hanya diam, tidak memberikan reaksi berlebihan seperti yang lain.

Eun Soo menatap Sehun dan langsung memalingkan wajahnya saat Sehun balas menatapnya. Ia merasa ini semua masih ada hubungannya dengan tuduhan Sehun terhadapnya. Sehun sudah tidak mempercayakan Yunha lagi padanya bahkan mungkin saja saat ini Sehun beranggapan bahwa ialah dalang dari semua penyiksaan yang terjadi kepada Yunha. Ia merasa kecewa tapi tidak mau menunjukkannya.

“Oh.” Eun Soo mengangguk-angguk tanpa mau menatap Yunha. Ia mengambil tas ranselnya dan beranjak menyusul teman-temannya yang masih berdiam di ambang pintu.

Sehun berdiri dengan sedikit gaduh. “Ini tidak ada hubungannya dengan tuduhanku terhadapmu.” Eun Soo menghentikan langkahnya, berniat menoleh ke belakang namun segera mengurungkannya. Ia merasa apa yang sedang terjadi saat ini seperti sebuah drama dan ia adalah tokoh antagonisnya.

“Aku minta maaf. Aku tahu aku salah. Tidak seharusnya aku menuduhmu.”

Eun Soo menahan Jiyeon untuk membalas perkataan Sehun. Ia sudah tidak ingin memperpanjang masalah ini lagi. Ia sudah tidak peduli terhadap tuduhan Sehun. Ia tidak peduli apapun yang dipikirkan Sehun tentangnya. Sehun menilainya gadis jahat? Itu terserahnya saja, toh tidak ada ruginya untuknya. Ia ingin semuanya kembali seperti sebelum kecelakan yang menimpa Kris.

Eun Soo mengangkat bahu. “Aku juga tidak berpikiran bahwa ini ada hubungannya dengan tuduhanmu.” Ia segera berjalan cepat keluar kelas. Pembahasan ini cukup sampai di sini, ia sudah lelah.

Nb       : Buat yang belum tahu Jaehyung A-JAX ini pictnya

4 comments

  1. elfty · November 17, 2012

    seruuuu…..
    penasaran sama lanjutannya….
    ayo thor lanjutannya jangan lama lama ya^^
    o ya, chanyeolnya jangan dibuat mati ya, please # pasangpuppyeyes…..

  2. Wonseo4ever · November 18, 2012

    Kok yunha manfaatin sehun sich??? Knpa kris mnggal ??? Tpi seru kok … hhehehe ,, truz lnjutin thor pnsran am part 4 nya

  3. elfty · November 19, 2012

    seruu…
    penasaran sama lanjutannya..
    ayo thor lanjutannya jangan lama lama ya…
    author, chanyeolnya jangan dibuat meninggal ya…
    please…..

  4. julistyjunghaae · December 1, 2012

    lanjut yah thor…

    Chanyeolnya bunuh aja tuh#PLAK ‘sadis’ -_-v

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s