[Part 7] Midnight Sun

Title
Midnight Sun

Author
Ichen Aoi

Cast
Jung Jessica
Stephanie Hwang
Kim Taeyeon
Seo Joohyun
Kris Wu
Lu Han
Park Chanyeol
Do Kyungsoo
Oh Sehoon

Support Cast
Kim Jong In
Zhang Yi Xing

Backsound
Utada – Prisoner Of Love

Design Cover
Jea

..

..

Tiffany memacu kecepatan mobilnya nyaris mendekati kecepatan rata – rata. Sementara itu didalam mobilnya terdengar dentuman keras lagu milik Usher. Tiffany sesekali tersenyum karena lagu itu. Entah kenapa. Setidaknya melupakan Kai adalah jalan terbaik untuk saat ini. Tiffany kembali mengecek ponselnya dan membaca alamat sekolah Chanyeol. Ia tahu sekolah itu, dekat dari perusahaan keluarganya.

Tiffany mengerem mobilnya dengan lihai dan memarkirnya dibahu jalan. Ia merapikan jaket tebalnya dan membetulkan letak kacamata hitamnya. Ia keluar dari mobil itu lalu memutuskan untuk bersandar pada sisi tembok gerbang sekolah tersebut. Ia bisa melihat banyak pelajar berseragam keluar dari sana. Rasanya sudah lama sekali sejak ia menjadi pelajar SMA dan satu sekolah dengan Kai. Entah kenapa pandangannya terarah lurus keseberang sana. Sekolahnya dulu. Tempat ia dan Kai pernah menuntut ilmu bersama. Meski baru satu tahun berlalu rasanya benar – benar seperti sudah belasan tahun yang lalu.

Tanpa sadar matanya menatap sesosok yang dikenalnya tengah merapikan kemeja dan menyampirkan tas punggung dibahu kanannya saja. Tampaknya lelaki itu tidak menyadari kehadiran Tiffany yang tengah mematung diseberang sana. Gadis itu bisa melihat kalau ada tiga ornag gadis berseragam lainnya yang menghampiri lelaki itu. Salah satu dari mereka menggandengnya dengan mesra. Tiffany tersentak, ia bahkan tidak pernah begitu meski sudah lama mengenal seorang Kim Jong In.

“Noona?”

Suara berat seseorang menyadarkannya. Tiffany langsung mengulas senyum samar. Chanyeol. ia datang disaat yang tepat sebelum Kai dan gadis asing itu hilang.

“Jadi, ada apa?”
“Temani aku jalan – jalan!”

Tiffany langsung menarik tangan Chanyeol yang masih menatapnya dengan bingung. Ia tidak peduli bagaimana ekspresi Chanyeol saat ini yang ia tahu ia butuh hiburan untuk menyegarkan perasaan dan hatinya saat ini.

==

Luhan dan Jessica sudah menghabiskan waktu setengah jam di sebuah tempat karaoke. Jessica yang bilang mentraktri Luhan atas pemaksaan ini. Dan kini keduanya masih sibuk memilih lagu selanjutnya.

“Noona, suara mu cempreng sekali”
“Enak saja! suara ku jauh lebih baik daripada suara mu!”

Luhan mendengus kesal kearah Jessica. Tampaknya gadis itu tiga kali bahkan sepuluh kali lebih menyebalkan daripada yang seharusnya. Tiba – tiba ia menjadi rela kalau Kris yang menggantikan posisinya saat ini.

“Kenapa? Kau marah?” tanya Jessica pada akhirnya.

Luhan menggeleng pelan lalu mengambil minuman yang tergeletak diatas meja didepannya. Lalu menghela nafas berat. Jessica jadi merasa bersalah. Setelah membuat anak itu tersedak, lalu menariknya dengan paksa dan kini membuatnya merasa tidak nyaman.

“Mian”

Suara Jessica yang rendah dan memelas langsung menarik perhatian Luhan yang langsung tersenyum lembut. Rasanya noona disampingnya ini juga memiliki sisi manis yang cukup unik. Ok sebenarnya soal suara, suara Jessica tidak terlalu buruk bahkan bisa dibilang unik dan bagus hanya saja Luhan kesal karena gadis itu tidak berhenti bernyanyi bukannya menceritakan soal masalah yang menerpanya.

“Ne. Jadi, ada masalah apa?”
“Kau yakin ingin tahu?”

Luhan mengangguk dengan polosnya. Jessica menyerah. Entah kenapa rasanya ia sangat mudah menurut didepan lelaki itu. Ada aura kehangatan dan rasa nyaman disana. Bahkan ketika ia bersama dengan Luhan dan Kris sekaligus. Ia tahu kadang mereka bisa menyebalkan namun ia tidak pernah ingin melepas keduanya. Meski terdengar sedikit ah bahkan sangat egois.

“Kau tahu kan bagaimana besarnya perusahaan Jung”
“Ne. Dan aku heran noona masih bisa bermain – main seperti ini”

Jessica tersenyum kecil lalu dengan perlahan menceritakan semua masalahnya yang ingin lari dari semua ini. Entah sejak kapan gadis itu mulai menangis. Luhan memberanikan diri untuk meraih tubuh gadis itu dan memeluknya.

“Uljima”
“Semua ini memberatkan ku”
“Kalau noona masih menangis, aku akan mencium mu”
“Coba saja jika kau bisa mencium ku”

Tantang Jessica kemudian sambil tersenyum kecil didalam pelukan Luhan. Ia bisa mendengar Luhan tertawa kecil sambil mengusap kepalanya dengan lembut.

“Menantang ku hump?”
“Kalau kau bisa”
Luhan melepaskan pelukkannya lalu dengan cepat mencium bibir mungil Jessica. Gadis itu membuka matanya dengan terkejut. Luhan tersenyum kecil melihat reaksi membatu tersebut.

“Aku bisa melakukannya karena aku ini bukan anak kecil dan aku seorang lelaki. Arraseo?”

Luhan bisa melihat kalau wajah Jessica berubah menjadi kemerahan sedangkan Luhan tertawa sambil kembali meraih gadis itu kedalam pelukkannya.

==

Taeyeon merapikan beberapa peralatan gambarnya dengan cepat dan cermat. Sesekali ia memutar bahunya yang terasa pegal. Ibunya sudah berdiri dibelakangnya sambil melirik jam tangan yang terbuat dari emas musrni tersebut.

“Taeyeon, ku harap kau tidak lupa kalau keluarga kita punya janji untuk menghadiri sebuah pesta malam ini”
“Ku tahu eomma”

Nyonya Kim mengangguk dengan senang. Ia langsung meletakkan sebuah kotak dihadapan Taeyeon yang memandanginya dengan bingung.

“Itu pakaian untuk nanti malam. Eomma akan mengenalkan mu pada seorang pembisnis muda dan handal”

Usai bicara seperti itu, Nyonya Kim langsung melesat pergi. Taeyeon menghempaskan tubuhnya disofa, ia merasa lelah dengan usaha ibunya itu. ia tahu bagaimana rupa pengusaha muda yang dimaksud. Lelaki yang minimal 7 tahun lebih tua darinya, menurut Taeyeon itu tidak bisa disebut dengan muda. Namun terserahlah, ia sudah tidak peduli.

==

Sehun menatap kearah Seohyun yang tampak lahap memakan es krim dari pedagang pinggir jalan yang dibelinya untuk gadis itu. Rasanya sedikit janggal melihat seorang tuan putri menikmati es kri murahan dengan cara seperti itu.

“Kenapa memandangi ku seperti itu?”

Seohyun menyadarinya dan menatap Sehun dengan heran. Ia tidak mengerti dengan apa ada yang salah dengan penampilannya saat ini. Namun tampaknya tidak ada karena Sehun menggeleng dengan cepat. Seohyun menghela nafas lega dan kembali memasukkan es krim batangan kedalam mulutnya.

“Noona, kau makannya berantakan sekali”

Akhirnya Sehun berbicara. Seohyun langsung mengelap bibirnya dengan ibu jarinya namun ia salah tempat karena ia mengusap bagian kanan. Sehun tersenyum kecil lalu dengan ringan mengelap bekas es krim dibibir Seohyun dengan ibu jarinya. Seohyun bisa merasakan ada jutaan sengatan listrik ditubuhnya. Sehun membatu ketika menyadarinya.

“Mian”
“Ne”

Keduanya pun menjadi canggung.

“Noona. Apa aku boleh sedikit berharap?”

Seohyun menolah dan mengerjapkan matanya. Ia tidak mengerti kenapa tiba – tiba saja Sehun bicara seperti itu. Namun yang ia tahu adalah hembusan nafas Sehun semakin terasa dekat dengannya hingga bibir lelaki itu mengecup bibirnya dengan sentuhan lembut. Seohyun tiba – tiba sadar kalau ia harus memberitahukan Sehun soal kepergiannya keluar negeri.

==

Tiffany membawa Chanyeol untuk makan siang sebelum pergi ketempat rekomendasi Jessica Jung, tempat karaoke. Setidaknya ia bisa berteriak tanpa dikira orang gila.

“Aku harus ketoilet sebentar”

Chanyeol mengangguk dan menatap Tiffany yang berlalu. Gadis itu menatap layar ponselnya untuk beberapa saat. Ia sedang mempertimbangkan untuk menanyakan nomor ponsel Kai kepada Chanyeol atau tidak.

#bruk!

Tiffany tidak sengaja menabrak seseorang dengan cukup keras. Ponsel ditangannya langsung jatuh kelantai. Ia menggigit bibirnya dengan sedikit panik. Ia masih membutuhkan ponsel itu untuk menanyakan nomor Kai.

“Mianhaeyo”
“Nde, gwaenchana”

Tiffany meraih ponsel yang tergeletak dilantai itu namun tiba – tiba saja jantungnya berdegup dengan kencang. Ia mengenal suara itu atau hanya ilusinya saja. Tiffany memberanikan diri mengangkat wajahnya.

“Fany noona?”

Kai berdiri dihadapannya lalu mengukir senyuman yang khas. Tiffany otomatis menundukkan wajahnya. Ia benar – benar ingin menangis saat ini. Ia takut kejadian yang lalu kembali. Ia tidak ingin ditolak lagi. Dan ia tidak ingin terlalu banyak berharap.

“Aku merindukan mu, noona”

Tiffany tersentak mendengarnya. Ia bahkan masih ingat bagaimana cara Kai menolaknya waktu itu. Dan ia masih ingat saat orang – orang memandangnya dengan tatapan heran. Kai langsung menarik tangan Tiffany dan membawanya menuju tangga darurat.

“Kau mau apa?” tanya Tiffany dengan suara yang parau.
“Kau kesini sendirian hump?”
“Aniyo, dengan Chanyeol”

Kai tersenyum kecil lalu merapikan rambut panjang Tiffany yang sedikit menutupi wajah cantiknya. Kemudian ia memberi lumatan kecil pada bibir mungil Tiffany. Gadis itu tidak membalasnya, ia memegangi bahu Kai dan berusaha mendorongnya. Sementara itu Kai malah menghisap lembut bibir bawah gadis itu dan melepaskannya.

“Setidaknya aku masih memiliki mu kan?” bisik Kai lembut ditelinganya.

Ini tidak benar.
Bagaimana bisa lelaki itu memilikinya sedangkan lelaki itu telah menolaknya dengan alasan usia mereka yang berbeda. Namun entah kenapa ia tidak bisa menjawab apapun ataupun menolak Kai yang sekarang sudah memeluknya sambil menurunkan sedikit jaket tebal yang dipakainya mengecup bahunya.

“Tidak!”

Tiffany langsung berusaha melepaskan dirinya dan mendapatkan kekuatannya. Kai berdiri ditempatnya dan memandangi gadis itu dengan ekspresi yang menunjukkan rasa bersalahnya. Tiffany membuka pintu yang diganjal dengan botol minum tadi dan pergi meninggalkan Kai yang kini duduk dianak tangga sambil mendesah frustasi.

“Bodoh! Aku lagi – lagi menyakiti apa yang berharga untuk ku” bisiknya pelan.

==

Chanyeol terkejut mendapati Tiffany kembali dengan ekspresi yang berantakan. Gadis itu langsung mengambil tas tangannya dan memasukkan barang – barangnya diatas meja kedalam tas.

“Kita pergi dari sini sekarang!”

Chanyeol memilih untuk tidak bertanya. Tampaknya bertanya dengan kondisi saat ini bukanlah hal yang tepat. Ia terus mengikuti langkah Tiffany yang semakin cepat. Lalu tiba – tiba saja berhenti didepan sebuah toko perhiasan.

“Kau tahu Chanyeol –a, aku ingin seseorang yang ku cintai memberikan ku benda itu dan mengatakan aku miliknya”

Chanyeol menatap Tiffany dengan seksama. Entah gadis itu mengalami kejadian apa tadi yang ia tahu hal itu menyankitkan melihat noona yang disukainya dalam keadaan seperti ini. Tiffany menghela nafas sejenak lalu tersenyum dan meraih lengan Chanyeol.

“Mari berteriak di ruang karaoke untuk menghilangkan rasa frustasi”
“Tidak masalah”

Keduanya langsung pergi menuju tempat karaoke yang tidak jauh dari situ. Mereka memesan sebuah ruangan kecil karena memang hanya mereka berdua yang akan memakainya lalu sang penjaga mengantarkan mereka keruangan gelap dan sedikit remang – remang. Pintu itu tertutup. Tiffany masih membatu dan bersandar pada pintu tersebut lalu menangis, Chanyeol yang lebih dulu masuk dan duduk diatas sofa merasa kebingungan.

“Gwaenchana?”
“Bantu aku… Tolong aku untuk melupakannya”

Tiffany menarik lengan baju Chanyeol dengan kuat lalu menggenggam tangan hangat itu. Chanyeol masih kebingungan dan memutuskan untuk menuntun gadis itu untuk duduk disofa, ada baiknya Tiffany menceritakan semuanya.

“Permisi, ini minumannya”

Penjaga tersebut kembali meninggalkan ruangan itu. Tiffany berdiri lalu mengunci ruangan tersebut sedangkan Chanyeol sibuk mengatur playlistnya. Tiffany duduk disampingnya lalu menuangkan bir kedalam gelas,

“Tidak baik minum itu kan?”
“Tidak apa. Aku ingin melupakannya”
“Seorang namja?”
“Ne”

Chanyeol menghela nafas sejenak lalu memandang Tiffany. Ruangan itu masih ramai dengan suara pengantar dari tempat karaoke tersebut. Ia bisa melihat gadis itu memegangi bibirnya sendiri sambil menatap kosong kedepan.

“Ada apa?”
“Dia… Dia mencium ku dan aku…”
“Aku akan menghapusnya”

Tiffany menatap Chanyeol sejenak lalu ia bisa merasakan nafas lelaki itu semakin terasa dekat. Awalnya Chanyeol memberikan ciuman kecil dan singkat berulang kali namun lama kelamaan menjadi cepat dan melumat dalam. Ia melepaskan jaket yang menutupi tubuh Tiffany. Gadis itu mendorong Chanyeol hingga terbaring diatas sofa lalu kembali menciumnya dengan panas. Kini Tiffany berada diatas Chanyeol sedangkan lelaki itu mengusap paha belakang Tiffany dengan jemarinya yang dingin dan lembut.

“Apalagi yang ia sentuh?” tanya Chanyeol dengan suara yang parau.
“Dia… mencium bahu ku”

Suara dentuman musik keras yang tiba – tiba mengejutkan keduanya. Chanyeol langsung merubah posisinya, ia duduk dalam diam sedangkan Tiffany menundukkan kepalanya. Chanyeol meliriknya sekilas lalu meraih kepala gadis itu dan merebahkannya dibahunya.

“Tidurlah. Kau menyewa room ini 8 jam kan? Kau bisa tidur”
“Gomawo”

Tiffany memejamkan matanya dalam kehangatan dekapan Chanyeol yang mengecup lembut ujung kepala gadis itu. Tatapan lelaki itu meredup dan menghangat. Ia tahu bahwa nyaris saja hal yang tidak seharusnya terjadi.

==

Lelaki dengan wajah lembut itu baru saja menginjakkan kakinya di Incheon Airport. Wajahnya yang lembut dan perawakannya yang tidak terlalu tinggi namun cukup menarik perhatian sekelilingnya. Syal merah melilit dilehernya.

“Aku harus berkunjung kenegeri ini untuk Nona Kim?” keluhnya sesaat.

Ia mengedarkan pandangannya, tidak ada yang menyambut kedatangannya. Jadi sebaiknya ia bergegas pergi dan mencari taksi lalu menikmati liburannya si Seoul sebelum ia kembali ke Jerman untuk study lanjutannya yang akan berlangsung dua bulan lagi.

… TBC

Backsound still Utada – Prisoner Of Love

TEASER For the next part :

“Maaf, aku tahu kau mencintai ku tapi…”
“Hhaaa… Kau pikir kau bisa apa? Dasar anak kecil!”
“Kalau aku bisa menyentuh mu dengan lebih, kau harus menjadi milik ku”

10 comments

  1. lestrina · November 19, 2012

    koq kris ga muncul ya….jiahhh.
    makin seru nieh, lanjut ya.

  2. sabrina anugrahi · November 19, 2012

    Wahh hot bgt yah..
    Lanjut chingu…

  3. sabila nurul latifah · November 19, 2012

    omoooo asyikk chanyeol ama fany nya banyak. part selanjutnya banyakin lagi ya chingu.. wahh kai kaya nya bakal jadi orang ke 3 nih

  4. Kenzha TaeNy · November 19, 2012

    Lanjut chingu,,,

  5. apple A · November 19, 2012

    haahay ceritanya enak bgt nih dibaca xD
    semua cerita masing2 castnya keren, tp menurut gue yg paling keren ceritanya yeolfany *yaiyalah gue kan shipper* *abaikan*
    pokoknya lanjut terus jgn sampek macet *emang jakarta?* haha
    daebak, i’m your fan, thor😄 wkwk

  6. SiFany daughter · November 20, 2012

    Kurang panjang aduh thor –”
    Penasaran sama fany-chanyeol deng😀 part slanjutnya panjangin dong thor (?)

  7. KuKuKu · November 21, 2012

    YeolFany!! D bnyakin thor!! Hoaahh!! Tambah mnarik😄 ckckck.. Lanjutny yG cpt y thor! Hwaiting!

  8. 99gikaelf · November 24, 2012

    Ceritanya makin complicated

  9. Nina Agustina · December 14, 2012

    OMO!! Chanyeol.. :O
    ffx smakin keren aja ..😀

  10. Aan's L-hope · November 2, 2014

    Moment nya sweet… pda Kissue smua, cuma Kris n’ Psngn Taeyeon sma D.O yg gak Melakukan Kissue^^
    itu yg dtng dri Bandara pasti Baekyeon(?)

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s