[Part 8] Midnight Sun

Title
Midnight Sun

Author
Ichen Aoi

Length
Chaptered

Rating
Random (+17)

Genre
Romance, Friendship, Family

Cast
Jessica Jung
Tiffany Hwang
Kim Taeyeon
Seo Joohyun
Wu Yifan
Xi Luhan
Park Chanyeol
Do Kyungsoo
Oh Sehun

Support Cast
Kim Jong In
Byun Baekhyun
Zhang Yi Xing
Choi Jin Ri

Disclaimer
this story is mine and all cast is my biased Hhaaa…

Backsound
Utada – Prisoner Of Love

Design Cover
Jea

..

Kris berbaring dikamar asramanya. Ia sudah berkali – kali merubah posisi tidurnya. Tampaknya tidur siang kali ini tidak akan berjalan dengan lancar. Ia melirik jam dimeja belajarnya, Chanyeol belum juga kembali dan dia sama sekali tidak meninggalkan pesan apapun.

#Tok! Tok!

Kris bangun dari tidurnya dengan sedikit malas. Ia menjumpai salah satu teman seangkatannya, Xiumin dan Suho sudah berdiri mematung ditempatnya, didepan pintu kamar Kris dan Chanyeol.

“Ada apa?”

Suho memberikan sebuah kertas yang lengkap dengan cap logo yayasan sekolah mereka. Ia mengangguk sebagai ucapan terimakasihnya lalu sepeninggal Xiumin dan Suho, ia kembali ketempat tidurnya dan membaca isinya. Pertemuan. Rapat.
Kris, salah satu pelajar terbaik disekolah itu dan seorang ketua organisasi pelajar disekolahnya. Segala macam kegiatan sekolah sukses membuatnya melupakan masalah ibu –nya sejenak. Ayahnya? Setahunya ayahnya sudah lama meninggal. Kris mengambil jas kotak – kotaknya dan memakainya dengan rapi. Setidaknya ia akan sibuk sekarang.

==

Jessica masih berada didalam pelukkan Luhan yang kini sibuk tersenyum sambil memainkan rambut panjang gadis itu dengan asal. Ia tidak menyangka bisa membuat Jessica jadi anak penurut dan manis.

#ddrrrtt ddrtttt

Jessica menjauhkan tubuhnya dan Luhan melepasnya dengan cepat. Jessica langsung mengambil ponselnya yang bergetar. Nama eommanya tertera disana dan membuat Jessica harus memberi kode pada Luhan agar lelaki itu diam. Luhan hanya mengangguk dengan senyuman lembut yang masih tertera disana, membuat Jessica sedikit gugup.

“Ne, eomm…”
“…”
“Arraseo~~”
“…”
“Nde? Sekarang?”
“…”
“Ok! Ok! Aku akan kesana!”

Jessica memutuskan jaringan telepon dan memasukkannya kedalam tas. Ia menghela nafas berat lalu kembali menatap Luhan yang masih duduk disampingnya dengan penuh tanda tanya.

“Aku harus pergi sekarang. Eomma meminta ku untuk menemani rekannya”
“Ok! Biar ku antar”
“Tidak perlu. Eomma ku bisa kena serangan jantung”
“Hhaaa… Ok! Aku akan…”

#ddrrttt

Jessica lagi – lagi meminta Luhan untuk diam. Kali ini nama Kyuhyun yang tertera disana. Jessica memandanginya dengan kesal lalu mengangkat telepon tersebut dengan sedikit kasar.

“Ada apa lagi?!”
“…”
“Aku mengerti! Jemput aku ditempat biasa”

Jessica langsung menghela nafas berat dan mengambil tasnya. Ia merapikan pakaiannya. Luhan ikut berdiri dan memakai tas punggungnya lagi. Ia mengecek siapa tahu ada barang yang tertinggal disana. Jessica cukup ceroboh untuk melupakan barang – barangnya dimanapun itu.

“Kita akan keluar sendiri – sendiri”
“Ok, noona kesini sebentar!”

Jessica menatap Luhan dengan wajah polosnya. Luhan menarik gadis itu kedalam pelukkannya lalu menatapnya sebentar dan kembali mencium bibir gadis itu dengan cepat. Ia kemudian mengusap kepala Jessica dengan lembut dan memberikan ciuman kecil dipipi merah merona gadis itu. Jessica tidak bisa berbuat apapun. Ia hanya bisa diam dengan perlakuan Luhan meski rasanya ada yang tidak beres dengan perasaaannya.

“Sampai nanti”
“Ne”

Luhan keluar dan melemparkan senyumnya. Sementara itu Jessica langsung duduk lemas dan menggelengkan kepalanya sedangkan Luhan memegangi dadanya sejenak lalu menggigit bibirnya dengan sedikit linglung.

“Aishh~~ rasanya kenapa jadi ingin menciumnya terus??” keluh Luhan pada akhirnya.

==
Lelaki dengan wajah lembut itu baru saja menginjakkan kakinya di Incheon Airport. Wajahnya yang lembut dan perawakannya yang tidak terlalu tinggi namun cukup menarik perhatian sekelilingnya. Syal merah melilit dilehernya.

“Aku harus berkunjung kenegeri ini untuk Nona Kim?” keluhnya sesaat.

Ia mengedarkan pandangannya, tidak ada yang menyambut kedatangannya. Jadi sebaiknya ia bergegas pergi dan mencari taksi lalu menikmati liburannya si Seoul sebelum ia kembali ke Jerman untuk study lanjutannya yang akan berlangsung dua bulan lagi.

Sementara itu pandangannya terarah pada sebuah iklan minuman dengan ukuran besar yang terpampang dengan sempurna dipintu keluar bandara. Dan seorang gadis cantik dengan rambut panjang indahnya yang terurai dengan bebas melintas disampingnya. Gadis itu tersenyum dengan riang, ia akan kembali kesekolahnya.

==

Taeyeon duduk disamping ibu –nya dengan perasaan canggung. Malam ini akan ada pertemuan antara keluarganya dengan sebuah keluarga yang disebut dengan rekan. Entah rekan dalam arti apa. Untuk keuntungan perusahaan, persahabatan atau bahkan perjodohan. Taeyeon sudah terbiasa dengan hal itu.

“Eomma, aku…”
“Diamlah, sebentar lagi kita akan sampai”

Taeyeon langsung terdiam. Ayahnya berada didalam mobil yang lain. Mobil yang berjalan lebih dulu didepan mobil yang ia naiki. Taeyeon meremas ujung bawah gaun pinknya dengan kuat. Ia tidak boleh menangis untuk saat ini. Meski rasanya ia sangat ingin terjun keluar sana dan berlari kemanapun itu.

“Silahkan Nyonya, Noona. Kita sudah sampai”

Taeyeon membiarkan ibunya turun terlebih dahulu. Taeyeon belum bisa tenang untuk saat ini. Gadis itu teringat sesuatu pada ponselnya. Ia mencari sesuatu disana dan disana tertera jelas sebuah lagu dengan judul ‘Angel’. Lagu yang dinyanyikan dan direkam Kyungsoo untuknya. Tayeon tersenyum sekilas lalu menggenggam ponselnya dengan kuat. Ia yakin ia bisa melalui semua ini bersama suara yang membawa kelembutan itu. Ia yakin ia bisa menjadi lebih tegar dari sebelumnya.

Taeyeon keluar dan mengikuti ibu –nya beberapa dilangkah dibelakang. Sebuah keluarga kecil dengan wajah tenang dan lembut menyambut kedatangannya. Dia menatap berkeliling dan mendapati ada seorang lelaki berdiri tidak jauh dari sana. Ia tampak sedang berinteraksi dengan beberapa pelayan didekatnya.

“Perkenalkan, ini putri kami. Kim Taeyeon”

Tuan Kim memperkenalkan Taeyeon kepada rekannya itu. Taeyeon mengulas senyuman lembut diwajahnya. Kemudian sepasang suami istri paruh baya itu memberikan salam pada Taeyeon dengan sangat ramah.

“Ah iya, putra kami! Tunggu sebentar biar istri saya memanggilnya dulu”

Istri dari pengusaha itu langsung beranjak dan mendekati pemuda yang Taeyeon lihat sedang berinteraksi dengan beberapa pelayan tadi. Tampaknya ia sedang mengajari bagaimana cara menuangkan minuman kedalam gelas dengan cara bangsawan China.

“Nak, ini Kim Taeyeon. Putri keluarga Kim”

Taeyeon kembali mengulurkan tangannya dan disambut dengan ramah oleh lelaki itu. Lelaki itu tersenyum dengan sangat lembut dan mengukir sebuah lekukan indah dipipinya.

“Perkenalkan, nama saya… Zhang Yi Xing. Mungkin terdengar sulit. Anda bisa memanggil saya dengan nama Lay”

Keduanya saling bertukar senyum dan berjabat tangan sedangkan orangtua mereka saling bertukar pandang satu sama lain. Mereka mengharapkan lebih dari sekedar pertemanan dari anak – anak mereka.

==

“Aku akan meninggalkan Seoul untuk beberapa bulan”

Ucapan Seohyun langsung membuat Sehun tercengang. Memang sedikit aneh tapi itulah kenyataannya. Tampaknya Sehun masih ingin berada didekat gadis itu dalam waktu yang lama dan beberapa bulan bukanlah waktu yang singkat.

“Kapan noona bernagkat?”
“Seharusnya hari ini tapi tampaknya masih ada yang harus diurus jadi mungkin minggu depan”

Sehun tampak berfikir untuk beberapa menit sedangkan Seohyun sama sekali tidak berani untuk mengangkat wajahnya apalagi harus menatap Sehun karena insiden yang baru saja terjadi. Kemudian Sehun secara mendadak menepuk kedua bahunya dan menatap Seohyun dengan riang.

“Bagaimana kalau kita buat sisa hari itu menyenangkan?”
“Eh? Maksudnya?”
“Noona tidak perlu tahu! Besok kita bertemu lagi. Dan… sebentar lagi aku harus ke Midnight Sun”
“Ne”

Seohyun yang mengerti langsung menangguk sedangkan Sehun melambaikan tangannya kearah gadis itu. Sehun tersenyum, ia punya beberapa ide menarik untuk dicoba besok dan besoknya lagi sampai waktu kepergian Seohyun keluar negeri tiba.

==

Jessica melangkahkan kakinya disepanjang koridor sekolah mewah itu. Sesekali ia tersenyum membayangkan Luhan dan Kris berada disana dan duduk dikelas dengan rapinya sedangkan setiap menjelang sore atau bahkan malam, mereka harus menjaga sebuah club.

“Jessica noona!!”

Jessica menoleh dengan cepat dan mendapati Baekhyun, seorang lelaki putih, manis dan cute yang melambaikan tangan kearahnya. Jessica langsung tersenyum lebar melihat anak itu berada disana.

“Baekhyun –a~~”
“Kenapa noona ada disini?”

Pertanyaan Baekhyun terjawab ketika ibu –nya lengkap dengan pakaian bermerk nan mewah muncul dibelakang Jessica lalu membuat gadis itu menoleh dan tersenyum dengan riang. Jessica langsung memeluk wanita itu dengan senang. ia adalah ibu –nya Baekhyun.

“Aku yang memintanya kesini. Percuma pergi bersama mu Baekhia –a, kau akan pergi dengan dunia mu sendiri!”
“Ya! Eomma!”

Jessica tersenyum melihat keduanya. Kemudian ia kembali teringat pesan dari ibunya. Mereka kesini atas keperluan rapat dengan segenap pemegang jabatan disekolah itu. Jessica langsung meminta semuanya untuk secepatnya menghadiri acara tersebut. Jessica masuk paling belakang di ruang rapat itu dan ia sedikit terkejut mendapati Kris sudah berada disana dengan rapi dan memang cukup menawan. Kris menatap Jessica sekilas lalu menoleh kearah lelaki yang duduk disamping Jessica, itu anak yang ditemuinya diapartemen mewah waktu lalu. Lalu ia beralih menatap wanita paruh baya disampingnya. Melihat gelang yang melingkar disana membuat Kris semakin yakin kalau wanita itu adalah ibunya. Ibu yang meninggalkannya demi kehidupan yang lebih mapan, dan Kris bisa melihat kalau wanita itu mendapatkan semuanya.

“Ya, rapat akan kita mulai…”

Perhatian Kris kini tidak terarah pada wanita itu ataupun isi rapat karena lelaki disamping Jessica memilih untuk berinteraksi gadis itu. Ia sedang merapikan rambut panjang gadis itu lalu tersenyum dengan sangat manis namun terlihat memuakkan didepan Kris.

Sekitar dua jam kemudian rapat itupun selesai. Kris yang sejak tadi sudah menuliskan sesuatu dikertas langsung menggenggam kertas itu dan berdiri lalu secara diam – diam meraih tangan Jessica yang menatapnya dengan bingung. Gadis itu bisa merasakan ada sesuatu dalam genggamannya.

“Mian, aku permisi ya”

Jessica langsung berpamitan pada Baekhyun yang mengangguk lalu gadis itu membaca tulisan yang tertera disana. Kris meminta gadis itu untuk mengikutinya. Jessica menurutinya dan Kris membawa gadis itu ke perpustakaan yang selalu tenang dan sunyi.

“Ada apa?”

Kris tidak menjawab. Ia langsung menarik tangan Jessica dengan kuat dan membawa gadis itu memasuki lorong – lorong tumpukan buku yang paling dalam. Jessica meringis kesakitan dan ada bekas merah dipergelangan tangannya.

“Siapa lelaki tadi?”
“Tadi? Yang mana?”
“Yang duduk disamping mu”
“Dia itu Baekhyun, dia putra salah satu rekan kerja eomma ku”

Kris tidak bicara apapun, ia memandang Jessica dalam. Membuat gadis itu merasa sedikit merinding. Kris yang tinggi itu langsung menarik Jessica kedalam pelukkannya. Jessica merasa janggal. Tadi Luhan sekarang Kris. Sebenarnya ada apa dengan keduanya hari ini?

“Kris sebenarnya… umhp…”

KKata – kata Jessica terputus karena tiba – tiba saja lelaki itu mencium bibirnya dan melumatnya pelan sambil menahan tengguk kepalanya. Jessica benar – benar terkejut dan ingin melepaskan dirinya dari Kris.

“Diamlah”
“Tapi… “
“Kalau aku bisa menyentuh mu dengan lebih, kau harus menjadi milik ku”

Jessica langsung berdiri mematung begitu mendengar ada nada dingin dalam suara Kris. Entah apa yang sebenarnya terjadi. Kris kembali meraih tubuh gadis itu lalu ciumannya kali ini turun keleher jenjang Jessica. Membuat gadis itu harus menggigit bibirnya. Ia bisa merasakan lidah lelaki itu berada dilehernya lalu menghisap kulit lehernya sehingga membuat Jessica meremas jas bagian belakang milik Kris. Tampaknya lelaki itu sudha selesai dan ia menggigitnya kecil lalu menjilatnya lagi kemudian melepaskan Jessica yang terengah.

“Kau… Apa yang baru saja kau lakukan?”
“Memberikan tanda kalau kau adalah milik ku… dan… Luhan”

Entah kenapa Kris menyebutkan nama Luhan disana namun rasanya tidak benar jika ia harus melupakan temannya yang satu itu. ia tahu bagaimana Luhan membicarakan gadis dihadapannya ini nyaris setiap hari. Jessica tersadar lalu mengambil cermin kecil didalam tasnya dan melihat lehernya.

“Kau.. ini??”

Kris mengambil sebuah syal yang terlihat mencuat keluar dari tas Jessica dan melilitkannya dileher gadis itu. Lalu kembali menariknya dan mencium bibir gadis itu sekilas. Jessica masih mematung ditempatnya sedangkan Kris melangkahkan kakinya pergi meninggalkan tempat itu. Jessica menghentakkan kakinya dengan kesal.

“Aishh~~ ada apa dengan mereka berdua sih? Suka sekali berbuat seenaknya!!”

==

Tiffany mengantar Chanyeol tepat didepan sekolahnya. Asrama terletak digedung belakang sekolah tersebut. Tiffany memberikan senyumnya kearah Chanyeol yang masih tampak sedikit gugup. Ia tidak menyangka kalau nyaris saja ia melakukan hal yang aneh terhadap Tiffany.

Mobil Tiffany menghilang dan Chanyeol menghela nafas lega. Rasanya ia bisa benar – benar gila jika berada disekitar gadis itu. Aura dalam diri Tiffany seolah memintanya untuk terus tunduk terhadap gadis itu.

“Chanyeol oppaa~~”

Chanyeol menoleh dan tersenyum senang ketika melihat manager klub basketnya sudah berdiir didepan gerbang sekolah tersebut dengan sebuah koper besar. Ya, gadis itu baru saja kembali dari Inggris untuk keperluan study banding basket.

“Hai, sudah tiba?”
“Kau bisa melihatnyakan?”

Bisa terlihat dengan jelas kalau gadis itu sangat periang dan penuh dengan semangat. Chanyeol menepuk kepala gadis itu dengan lembut lalu sedikit menatapnya dengan penuh gurauan.

“Ku rasa kau tidak merindukan kami, ne?”
“Aniyaa~~aku merindukan kalian!”
“Kau merindukan Kris hyung kan?”
“Tidak juga”

Chanyeol meraih koper tersebut dan membantu membawakannya. Mereka berdua mengobrol sepanjang jalan menuju asrama. Dan tampaknya segala kisah akan segera dimulai.

… TBC

13 comments

  1. SiFany daughter · November 22, 2012

    Pendek amat –a

  2. Kenzha TaeNy · November 22, 2012

    Byakkin pany donk!!

  3. lestrina · November 23, 2012

    jgn2 baekhyun sodara tirinya kris ya…part ini pendek bgt ya, lanjut ya

  4. sabrina anugrahi · November 23, 2012

    Wah rumit yah konfliknya..
    Lanjutkan chingu..

  5. 이타_정 (@Angels_Seomates) · November 23, 2012

    lanjut chingu ,,, partnya kok pendek bgt ..?? baekhyun sdra tirinya kris ea ?? truz gimna nasibnya sehun ama sehyun ??? jadi tambah pnsaran nich .. cepet di post ea !!!

  6. 99gikaelf · November 24, 2012

    Ceritanya makin okdan penasaran ama kelanjutannya.Itu Kris ama Luhan jadi rebutan Jessica hihi ditunggu next part

  7. Chan haehan · November 24, 2012

    ;A;
    bagus, konflik.a mkin mencuat. Btw sica enk bngt sh.. Lulu sma kris 22.a biasku.

  8. apple A · November 24, 2012

    yah yeolfany nya kok dikiit bgt ==’
    tapi ttp bagus kok. emang nggak gampang loh bikin 1fanfic tp dalemnya ada beberapa cerita ^^
    hwaiting!
    *banyakin yeolfany nya qaqa kkkkk~

  9. alkey · November 25, 2012

    tambahin lagi ya ff nya biar cepet bacanya ^^

  10. julistyjunghaae · December 1, 2012

    nggg…

    Chapter selanjutnya jangan pendek-pendek yah thor…
    Ceritanya seru…..

  11. Andromedaismine · December 2, 2012

    di tunggu chapt selanjutnya thor,,

  12. Nina Agustina · December 14, 2012

    Waaaa.. ^O^
    sumpah ni ff kren bgt ..
    enak bgt jdi jessica eonni..😀

  13. Aan's L-hope · November 2, 2014

    Part ini tntang Sicca yah… Kpan Seohun nya(?)
    Kris n’ Baekhyun saling terikat yahh(Bersaudara gtu)!!

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s