[Part 9] Midnight Sun

Midnight Sun HunSeo

Title
Midnight Sun

Author
Ichen Aoi

Length
Chaptered

Rating
Random (+15)

Genre
Romance, Friendship, Family

Cast
Jessica Jung
Tiffany Hwang
Kim Taeyeon
Seo Joohyun
Wu Yifan
Xi Luhan
Park Chanyeol
Do Kyungsoo
Oh Sehun

Support Cast
Kim Jong In
Zhang Yi Xing
Choi Jin Ri
Byun Baekhyun

Disclaimer
this story is mine and all cast is my biased Hhaaa…

Backsound
B2ST – Midnight

Design Cover
Jea

..

..

..

Seohyun memenuhi permintaan Sehun untuk menghabiskan waktu bersama sebelum ia berangkat keluar negeri. Mereka akan pergi ketaman bermain. Dan Sehun bilang akan mentraktir Seohyun untuk makan siang hari ini. Gadis itu tidak mengharapkan sebuah tempat mewah untuk makan siangnya, setidaknya makan bersama Sehun sudah cukup menyenangkan untuknya.

Seohyun memutuskan untuk tidak membawa mobil, ia akan naik bis hari ini. Ia tidak ingin membuat Sehun merasa sungkan padanya. Seohyun berdiri dipinggiran jalan, tempat pemberhentian bis. Sesekali ia melirik jam tangan bermerk yang melingkar dipergelangan tangan kirinya. Masih tersisa satu jam. Ia tidak akan terlambat.

“Ah mian, aku orang baru di Seoul. Apakah anda tahu rute menuju Imperial Palace?”

Seohyun langsung menoleh dengan cepat dan menjumpai seorang lelaki tengah bertanya kepadanya tanpa permisi terlebih dahulu. Ia sedikit terkejut, namun setidaknya ia tahu dimana Imperial Palace. Salah satu hotel mewah yang ada di Seoul. Seohyun memberitahukan soal rute perjalanan menuju hotel tersebut lalu lelaki itu mengangguk dengan senang. Ia segera pergi dengan taksi. Sementara itu Seohyun tidak ambil pusing dengan siapa lelaki asing tersebut. Yang ia tahu adalah ia harus menemui Sehun.

==

Sudah beberapa hari ini Kyungsoo tidak melihat keberadaan Taeyeon disekitarnya dan hal ini tampaknya sedikit mengakibatkan moodnya jadi kurang membaik. Sejak tadi ia hanya diam sambil menatap keluar jendela kelas.

“Kau baik – baik saja?” tanya Chanyeol sambil menarik kursi kesamping Kyungsoo.

Kyungsoo melirik sekilas lalu kembali menatap keluar jendela. Ia sedang tidak mood hari ini, semua pikirannya melayang pada Taeyeon. Rasanya sedikit janggal ketika ia tidak menjumpai gadis itu. benar – benar membuatnya gelisah. Dan Kyungsoo sejujurnya merasa terganggu dan sedikit kesal dengan perasaannya yang aneh itu.

“Kyungsoo~~ Yeoliee –a~~”

Keduanya menoleh lalu mendapati Luhan dan Kris yang memang selalu berdua seperti perangko dan amplop. Mungkin faktor persamaan usia dan sama – sama duduk ditahun terakhir SMA belum lagi kenyataan bahwa keduanya berada dalam kelas yang sama, seperti Kyungsoo dan Chanyeol. Sedangkan Sehun berada ditahun pertamanya.

“Ada apa?” tanya Chanyeol dengan penasaran.

Kris dan Luhan memasuki kelas itu sambil sesekali melemparkan senyum sekedarnya kearah pelajar wanita yang memandangi mereka dengan penuh kekaguman. Rasanya tidak nyaman bagi Kris namun bagi Luhan, tidak begitu masalah.

“Sehun hilang!” ucap Luhan pelan namun cukup bisa didengar segerombolan pelajar wanita yang kini menatap dengan penuh khawatir.

“Milky magnae kami hilang?”

“Sehun hilang?”

“Baby Sehun menghilang? Bagaimana bisa?”

Luhan, Kris, Chanyeol dan Kyungsoo langsung meringis bingung begitu gadis – gadis itu mengajukan pertanyaan yang bahkan mereka sendiri tidak tahu jawabannya. Para gadis terus menghujani mereka soal keadaan maupun keberadaan seorang Oh Sehun.

“Mian, kami akan mencarinya jadi kalian tidak perlu khawatir” putus Kris pada akhirnya.

Kalimat Kris berhasil membuat gadis – gadis itu kembali tenang meski mereka masih dilanda kecemasan. Ke-empatnya pun berjalan dengan perlahan dan sebisa mungkin secara diam – diam sebelum gadis – gadis itu kembali ribut. Ke –empatnya memutuskan untuk mencari Sehun namun sebuah pesan masuk ke ponsel mereka secara bersamaan.

From : Thehun

Hyung~~ ini aku~~ magnae kalian yang paling cute :3. Hyung hari ini aku sedang tidak enak badan, jadi aku memutuskan untuk tidak masuk kelas. Aku sedang tidak diasrama. Aku akan pergi keklinik terdekat. Jangan khawatirkan aku dan jangan cari aku ^^ Aku pasti kembali sore ini.

Ke –empatnya menghela nafas bersamaan. Kemudian mereka saling pandang satu sama lain. Mereka belum memutuskan harus kembali kekelas atau tidak. Chanyeol langsung menggelengkan kepalanya, ketiganya mengerti kalau pelajaran dikelas Chanyeol hari ini adalah pelajaran yang paling tidak ia sukai. Maka keempatnya memutuskan untuk pergi ke rooftop sekolah.

==

Seohyun dan Sehun kini sudah tiba ditaman bermain, Everland Park. Salah satu taman bermain kebanggaan Korea dan terletak masih didaerah Seoul. Kini mereka tengah berkunjung dari satu toko ke toko lain. Toko yang menjual aksesoris lucu seperti bando telinga hewan dan semacamnya.

“Ah noona! Lihat! Gantungan ponselnya lucu lho!”

Seohyun langsung mendekat kearah Sehun dan memandangi gantungan ponsel yang dimaksud. Gantungan dengan gambar seekor kelinci dan sebenarnya itu adalah aksesoris couple. Namun tampaknya mereka belum menyadarinya sampai seorang pramuniaga tersenyum menghampiri mereka.

“Gantungan itu cocok untuk pasangan cute seperti kalian”

Mendengar kata pasangan. Wajah Sehun dan Seohyun memerah. Sehun memberanikan diri dan menyodorkannya sepasang kepada sang pramuniaga yang langsung membawanya kekasir. Sehun membeli gantungan ponsel itu dan memberikan salah satunya untuk Seohyun.

“Gomawo” bisik Seohyun pelan.

Sehun mengangguk.

Kini mereka mencoba sebuah wahana kereta gantung. Mereka tampak mengantri untuk bisa menaiki wahana tersebut. Sehun mengganggam tangannya sendiri, sejujurnya ia belum pernah naik kereta gantung. Ia sedikit takut dengan ketinggian.

“Kenapa? Kau takut?”

“Tidak”

“Kita bisa membatalkannya, Sehunie”

“Tidak apa”

Sehun memberikan senyumnya kearah Seohyun yang mengangguk. Keduanya masuk kedalam kereta gantung yang dengan perlahan bergerak. Sehun berusaha mengalihkan pandangannya dari pemandangan dibawah sana. Namun tampaknya tidak begitu berhasil. Seohyun jadi sedikit merasa bersalah, karena dia yang mengusulkan untuk mencoba wahana ini. Dia berdiri lalu mendekati Sehun dan duduk disampingnya.

“No-noona, te-tetap jaga keseimbangan”

Sehun merasa ngeri membayangkan kalau kereta gantung itu anjlok kebawah sana. Dan jaraknya sangat jauh. Bahkan rumah penduduk dibawah sana terlihat kecil. Seohyun tersenyum kecil melihat tingkah Sehun yang benar – benar ketakutan. Ia meraih tangan Sehun dan menggenggamnya.

“Semua akan baik – baik saja, tidak perlu setakut itu”

Pandangan mereka bertemu. Seohyun menelusuri garis wajah Sehun dengan jemari lentiknya. Sedangkan Sehun meraih tubuh Seohyun lalu memeluknya. Mereka masih saling menatap satu sama lain hingga bibir mereka saling bertemu dengan sendirinya.

==

“Fany, kau harus kembali ke Amerika”

“Appa!”

Tiffany melakukan protes kepada ayahnya. Ia tidak ingin kembali ke Amerika, negara kelahirannya. Terlebih lagi ia kesana harus bersama dengan Kai. Tiffany terus mendelik kesal dan mengajukan protes yang tampaknya hanya sia – sia belaka.

“Lusa kau harus ke Amerika”

“Tidak mau!”

“Fany…”

“No eomma!”

Tiffany langsung menghela nafas kesal dan berlari kelantai atas menuju kamarnya. Kedua orangtuanya hanya menggelengkan kepala mereka, dulu biasanya Tiffany akan dengan senang hati melakukan apapun asal Kai bersamanya, namun tampaknya kali ini tidak.

Tiffany memandangi langit – langit kamarnya lalu memutar otak untuk mencari ide agar ia tidak perlu pergi ke Amerika. Well, tidak masalah jika kesana atas tujuan liburan dan dengan catatan ia kesana sendiri atau bersama teman – temannya, bukan bersama Kai.

“Chanyeol –a~~ help me now” keluhnya.

Sebuah ide terlintas dibenaknya, ia langsung menelepon Chanyeol. Tiffany berdoa dalam hati semoga lelaki itu mau mengabulkan permintaannya.

“Yeob…”

“…”

“Ne?”

“…”

“Oh, tidak ada. Aku hanya ingin kau datang malam ini kerumah ku secara diam – diam”

“…”

“Iya, tidak ada cara lain kan?”

“…”

“Tidak masalah, aku bisa tinggal dimana saja. Thanks”

Tiffany memutuskan jaringan teleponnya lalu tersenyum dengan riang. Setidaknya satu masalah selesai hari ini dan itu sudah cukup meringankan bebannya. Sesekali keluarganya harus menghargai yang namanya kemerdekaan.

==

“Nona Jung harus menemui clien keluarga hari ini”

Jessica langsung menghela nafas berat, rasanya ia sekarang benar – benar seperti barang dagangan. Menunjukkan dirinya dengan gaun – gaun mewah lalu tersenyum dan menawarkan diri untuk membantu kemudian uang akan masuk kedalam kantong keluarganya.

“Tapi aku…”

“Kau tidak bisa menolak Jessica”

Ny. Jung datang kedalam ruangan itu. Sekretaris perusahaan yang tadi langsung membungkukkan sedikit badannya dan pergi meninggalkan ruangan itu. Tatapan Ny. Jung cukup menunjukkan kalau saat ini ia ingin berbicara berdua saja dengan putrinya.

“Mommy? I cant..”

“Jessica, do you know them?”

Ny. Jung menangkat sebelah alis matanya lalu melemparkan sebuah amplop ke atas meja riang dikamar Jessica. Jessica yang duduk didepan sana langsung menatap amplop itu dengan penasaran.

“What is this?”

“You can open it”

Jessica membuka amplop itu dan matanya melebar ketika mendapati foto – foto dirinya yang tengah bersama Luhan dan Kris. Ia tidak tahu kalau ibu –nya sudah mengetahui sampai sejauh ini.

“Ini…”

“Kris Wu, seorang putra dari keluarga yang berantakan. Ditinggalkan ibunya dipinggir jalan dan ditemukan oleh kepala yayasan tempatnya bersekolah sekarang. Lalu yang satunya lagi adalah Luhan putra dari keluarga besar yang telah mengalami kebangkrutan. Mereka berdua bekerja disebuah club malam dan kau menemukan mereka disana!”

“Mom, bukan menemukan tapi menemui atau bertemu. Mereka bukan barang!”

Jessica langsung berbalik dan menatap ibunya dengan pandangan memohon. Ia tahu setelah ini akan ada masalah yang lebih rumit lagi. Dan kali ini tidak hanya akan melibatkan dirinya tapi Kris dan juga Luhan. Ini masalah serius.

“Kalian ini remaja – remaja yang masih harus diatur dan ditata seperti boneka – boneka kan?”

“Kami tidak seperti itu!”

Ada kilatan kemarahan diwajah Jessica. Ny. Jung sudah memegang kunci Jessica dan ia yakin putrinya akan segera kembali menjadi anak manis yang penurut serta bisa diandalkan.

“Pergi kepesta perusahaan malam ini. Ajak bicara semua orang penting dalam acara itu, ku rasa sangat mudah bagi mu untuk menarik perhatian pengusaha – pengusaha muda ataupun putra – putra dari pengusaha besar dalam pesta nanti”

“Mom, aku…”

“Jadilah barbie”

“Aku…”

“Atau kau ingin melihat dua lelaki itu terpuruk?”

Jessica terdiam.

Ny. Jung tersenyum dengan penuh kemenangan lalu pergi meninggalkan kamar Jessica. Sementara itu Jessica memandangi gaun yang baru saja ditinggalkan ibunya. Ingin rasanya ia merobek – robeknya atau membakarnya saat ini juga namun rasanya itu tidak mungkin. Mata Jessica dengan perlahan memanas, air mata turun dari kedua matanya.

==

“Ku dengar kau suka mendesign pakaian?”

Lay duduk dengan tenang sambil meneguk kopi yang tersaji didepannya. Sementara itu Taeyeon memandangi lantai dengan tidak berminat. Lay tidak seburuk yang ia bayangkan, hanya saja lelaki itu terlalu santai dan serius dalam satu waktu. Taeyeon tidak bisa mengimbanginya.

“Ya tapi…”

“Mana rancangan mu? Aku mau lihat!”

Taeyeon mendecak kesal. Penampilan innocent lelaki didepannya ini benar – benar telah menipunya. Lay kadang bisa jadi sangat seenaknya dan Taeyeon tidak suka dengan hal itu. seperti tidak menghargainya sama sekali. Namun gadis itu mengeluarkan buku sketsa dari dalam tasnya dan menyodorkannya kehadapan Lay.

Lay mengatur posisinya agar duduk dengan tegak kemudian membuka buku itu dan melihatnya halaman demi halaman. Ia tersenyum. Taeyeon memiliki selera yang bagus untuk menjadi seorang desaigner.

“Bagus” puji Lay.

“Eh? Jinjja?”

Taeyeon sedikit bahagia atas hal ini. Karena pertamakalinya ia dipuji selain oleh desaigner senior yang mempekerjakannya sebagai seorang asisten. Lay tersenyum lalu mengangguk. Ia menatap Taeyeon yang tersenyum bahagia seperti anak kecil yang baru saja memenangkan sebuah perlombaan. Mau tidak mau hal ini membuat Lay tertawa kecil.

“Maaf, ada kiriman untuk Tn. Zhang Yi Xing”

Seorang pramuniaga café itu datang dan menginterupsi Taeyeon serta Lay yang baru saja akan mendiskusikan tentang masalah fashion.

“Ah itu untuk saya”

Lay tersenyum lalu mengambil barang yang ditunjukkan untuknya. Ia membuka amplop cokelat itu lalu menatap isinya dengan terkejut. Fotonya dibandara.

“Ada apa?”

“Tidak, ini…”

Taeyeon memandang foto itu dengan heran. Apa mungkin lelaki didepannya ini cukup terkenal sehingga ia memiliki sasaeng fan? Taeyeon membolak – balik amplop itu namun nihil. Tidak ada nama pengirimnya disana. Namun seseorang terlintas didalam pikiran Lay.

“Apa mungkin… dia?”

… TBC

Next backsound TVXQ – The Way You Are

Note : Untuk part selanjtnya akan dibuat dua versi. Full dan Skip. Jadi sesuaikan usia kalian untuk memilih yang mana yang bisa kalian baca ya ^^

One comment

  1. Aan's L-hope · November 2, 2014

    No coment buat part ini🙂

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s