[Part 10] Midnight Sun

69152_445293372174149_821162011_n

Title
Midnight Sun

Author
Ichen Aoi

Length
Chaptered

Rating
Random (+13)

Genre
Romance, Friendship, Family

Cast
Jessica Jung
Tiffany Hwang
Kim Taeyeon
Seo Joohyun
Wu Yifan
Xi Luhan
Park Chanyeol
Do Kyungsoo
Oh Sehun

Support Cast
Kim Jong In
Zhang Yi Xing
Choi Jin Ri
?

Disclaimer
this story is mine and all cast is my biased Hhaaa…

Backsound
TVXQ – The Way You Are

Design Cover
Jea

..

..
Taeyeon memandang lurus kedepan sambil sesekali tersenyum cerah. Setidaknya hari ini sudah ada yang memuji sketsa pakaian yang ia buat. Yah meski pujian itu datang dari mulut seorang Lay yang memang selalu tidak bisa ditebak.

Taeyeon berhenti didepan perusahaannya begitu melihat banyak wartawan bergerumun disana. Ia tidak mengerti ada masalah apa kali ini, karena setaunya perusahaannya tidak meluncurkan sesuatu yang baru. Namun detik berikutnya ia bisa melihat ada beberapa lembaran kertas yang jatuh kejalan. Foto Lay dengan seseorang yang sama sekali tidak ia kenal dan disana jelas tertera nama Kim Taeyeon, namanya.

“Ini…”

Para pencari berita itu langsung menoleh dan menatap Taeyeon seperti sebuah gudang informasi untuk mereka. Sekumpulan orang itu langsung berlarian kearah Taeyeon.

“Jadi, apakah produk baru perusahaan Kim akan bekerjasama dengan Lay?”
“Atau ada maksud lain?”
“Apa anda akan menikah dengan Lay?”

Taeyeon sama sekali tidak bisa menjawab karena memang dia tidak tahu apa – apa. Gadis itu hanya bisa memamerkan senyum kakunya. Sedangkan orang – orang media tersebut terus mendesak.

Kyungsoo memutuskan untuk mencari udara diluar asrama. Kebetulan malam ini, Midnight Sun Café-Club sedang libur karena pemiliknya memberikan mereka bonus untuk libur meski hanya sehari. Setidaknya ia bisa beristirahat lebih awal hari ini. Namun langkah kakinya terhenti ketika ia menyadari ada kerumunan didepan perusahaan Kim.
Marga Kim membuatnya kembali mengingat Kim Taeyeon noona. Kyungoo menghela nafas sejenak lalu kembali menatap lurus kearah keramaian itu dan seperti sudah takdir saja, disana ada Taeyeon yang tampaknya tidak begitu suka berada di antara kerumunan tersebut.

“Noona?!”
Taeyeon menoleh dan ia bersyukur melihat ada Kyungsoo disana. Ia menatap lelaki itu dengan pandangan memohon. Setidaknya Kyungsoo bisa mencari cara untuk melepaskannya dari situasi yang menyulitkan ini. Lelaki itu mengerti, ia berusaha menyeruak diantara kerumunan itu lalu dengan cepat ia menarik tangan Taeyeon dengan kencang dan membawa gadis itu berlari dengan sangat cepat untuk menghindari media yang menggerubungi Taeyeon. Membuat gadis itu merasa tidak nyaman. Mereka berlari cukup jauh dan kini berada dibelakang sebuah gedung. Nafas keduanya tersenggal – senggal.

Taeyeon memutuskan untuk duduk bersandar pada tembok dan meluruskan kakinya yang terasa pegal. Nafasnya masih terengah – engah. Ia memandangi Kyungsoo yang masih berdiri ditempatnya.

“Kenapa kau menolong ku?”
“Karena aku ingin menolong mu, noona”

Taeyeon tersenyum sekilas lalu ia bisa melihat Kyungsoo kini duduk disampingnya. Mereka saling diam untuk beberapa saat. Namun Kyungsoo dengan perlahan bergeser dan merapikan ikatan tali sepatu Taeyeon yang terlepas.

“Gomawo Kyungsoo –a… Kau tahu? Menurutku, kau namja yang manis”
“Apa itu berarti kau menyukai ku, noona?”

Taeyeon tertawa kecil lalu memberikan kode kepada Kyungsoo untuk mendekat. Lelaki itu menurutinya dan kini jarak wajah mereka hanya sekitar 30cm. Taeyeon menarik dasi sekolah lelaki itu dan mencium bibirnya sekilas. Wajah Kyungsoo memerah. Entah kenapa semuanya terasa lebih berwarna sekarang ini.

==

Chanyeol terus menguap sepanjang jam pelajaran. Ia benar – benar kurang tidur karena semalam ia terpaksa atau lebih tepatnya sedikit senang hati untuk membantu Tiffany kabur dari rumahnya. Ia menyembunyikan gadis itu di apartemen temannya semasa SMP. Luna.

Jam pelajaran terakhir sudah selesai dan waktunya ia kembali pada kegiatan tambahan. Basket Club. Rasanya sudah lama ia tidak mendengar teriakan Kris yang penuh dengan semangat ketika membimbing anggota satu timnya.

Chanyeol tersenyum kecil sepanjang koridor sekolahnya. Pagi ini ia sudah mengecek saldo tabungannya di bank. Uangnya sudah cukup untuk membeli sebuah cincin yang pernah diperlihatkan Tiffany padanya saat mereka sedang berjalan – jalan disebuah mall besar. Jika seorang Tiffany Hwang menginginkannya maka Chanyeol harus melakukannya. Hanya itu yang ia tahu.

“Chanyeol –a!!”

Lelaki itu menoleh ketika mendapati seorang gadis cantik, tinggi, putih dan ramping menghampirinya dengan senyuman ceria. Gadis itu adalah teman sekolahnya dan ia adalah manager club basket. Banyak yang bilang kalau gadis ini menyukai Kris, si kapten basket yang terkenal cool itu.

“Eh? Kau? Ada apa?”
“Ini! Cokelat untuk mu!”

Gadis itu menyodorkan sebuah kotak berwarna pink lengkap dengan pita yang berisi cokelat. Chanyeol memandangnya dengan tidak percaya. Perasaannya mereka belum memenangkan kompetisi manapun, tapi kenapa managernya memberikan hadiah?

“Lho? Memangnya ini cokelat untuk apa?”
“Itu… Ehm… Channie~~ Joahe”
“HEH?!”

Chanyeol terkejut dan menatap gadis didepannya dengan tidak percaya. Ia tahu bagaimana sifat ambisius gadis itu dan ia memang tidak menyukai gadis itu lebih dari seorang teman. Tapi bagaimana kalau masalahnya sampai seperti ini?

“Chanyeol –a? kau kenapa? Kau terkejut?”

Gadis itu memandangi Chanyeol dengan sedikit bingung dan khawatir namun Chanyeol hanya menunjukkan senyuman canggungnya yang khas.

“Sulli –a, jangan bercanda”
“Tapi aku…”
“Lebih baik kita ketempat latihan sekarang. Aku tidak ingin Kris hyung marah, kau tahukan dia satu kamar dengan ku?”
“Ah! Kau benar!”

Chanyeol langsung melangkahkan kakinya beberapa langkah didepan Sulli. Namun dengan sigap Sulli mensejajarinya dan merangkul tangan lelaki itu. Sebaiknya untuk saat ini Chanyeol diam saja karena dia juga tidak tahu harus bersikap bagaimana terhadap Sulli.

==

Seohyun dan Sehun masih menghabiskan waktu bersama, kali ini keduanya memilih café yang berada didekat taman sehingga pemandangannya akan terlihat lebih indah. Kali ini Seohyun membawa tugas kuliah yang bertumpuk, ia baru saja mencetaknya diperpustakaan.

Seohyun memandangi beberapa berkas yang berisi tugas kuliahnya dengan teliti. Disampingnya ada Sehun yang sibuk menikmati milky bubble tea. Mereka tidak berbicara sama sekali selama 10 menit ini. Seohyun mengalihkan perhatiannya dan memandang Sehun yang juga sudah menoleh kearahnya.

“Noona mau?”
“Memangnya enak?”
“Tentu saja!! Aku dan Luhan hyung sangat menyukainya!”

Sehun menyodorkan cup milky bubble tea itu pada Seohyun yang langsung menyeruputnya dengan perlahan. Campuran rasa yang manis. Ia tersenyum sendiri ketika menyadari kalau minuman itu sangat cocok untuk kepribadian Sehun yang cute.

“Kenapa tersenyum?”
“Tidak kenapa – kenapa kok”
“Ah!! Krim milky –nya!!”

Seohyun bingung, namun Sehun langsung berdiri dan mengusap bibir lembut Seohyun dengan jemarinya. Seohyun terasa seperti tersengat listrik ketika jemari lembut dan lentik itu menyapu permukaan bibirnya. Ia terkejut. Sehun belum menyadarinya dan jarak wajah mereka sangat dekat. Lelaki itu kemudian sadar dan membeku pada posisi yang sama. Namun Sehun dengan perlahan memberanikan dirinya untuk semakin mendekat hingga akhirnya ia mencium bibir Seohyun dengan lembut. Gadis itu sama sekali tidak menolak, ia hanya diam membatu sambil menatap wajah Sehun yang tampan.

Detik kemudian kesadaran mereka kembali. Sehun kembali kekursinya dan menatap keluar kaca café dengan gugup sedangkan Seohyun malam menundukkan wajahnya yang terasa panas dan ia yakin kalau saat ini wajahnya pasti sudah memerah.

“Eh, noona? Tugasnya?”
“Ah, iya kau be-benar”

Seohyun tersenyum kaku sedangkan Sehun hanya menggangguk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan canggung.

==

Jessica sudah dua kali mengganti gaunnya malam ini sesuai dengan pergantian pesta yang sudah ditentukan. Ia menatap sekumpulan orang – orang penting itu dengan bosan. Beberapa bahkan terang – terangan meminta perjodohan dengan Jessica. Keluarga Jung hanya membalasnya dengan tersenyum sopan. Tata krama, itulah katanya.

“Putri anda adalah gadis yang sempurna”
“Terimakasih atas pujiannya”
“Bagaimana kalau kita…”

Jessica sudah tahu kelanjutannya, dia memilih untuk pergi dari tempat itu. Jessica mengganti gaunnya dengan kaos putih polos dan celana jeansnya. Sebentar lagi akan memasuki malam hari namun pesta tersebut belum ada tanda – tanda akan selesai. Ia menghela nafas berat, tubuhnya terlalu lelah.

“Aku harus pergi…” bisiknya pelan.

Jessica bangun lalu meraih ponselnya dan melihat – lihat nomor yang tertera disana. Meminta bantuan Tiffany, Taeyeon dan Seohyun pun sudah tidak mungkin karena posisi mereka mungkin sama dengan dirinya. Jessica memutuskan untuk menelepon Kris, mungkin saja lelaki itu bisa membantunya ya setidaknya Kris sudah mengatakan soal dirinya yang menjadi milik Kris dan Luhan. Jessica memandang cermin rias didepannya dan menatap lehernya, tanda merah itu sudah hilang disana. Jessica sudah mencobanya berulang – ulang namun tidak ada jawaban. Gadis itu memutuskan untuk meninggalkan pesan suara dan mengirim pesan singkat kepada Kris. Kemudian Jessica juga menuliskan pesan yang sama kepada Luhan.

[To : Kris, Luhan
Tolong aku… Aku lelah dan ingin pergi sekarang…]

Jessica sudah membulatkan tekadnya, ia akan kabur. Ketika ia sedang mengemasi beberapa barang yang akan ia bawa, sebuah foto terjatuh dilantai. Mata Jessica membulat melihat foto itu, masa lalu yang tidak pernah ia inginkan kembali kedalam hidupnya.

Jessica Hari itu hujan turun cukup deras. Namun Jessica enggan untuk berhenti berlari dari kediamannya, ia tidak tahu harus kemana untuk lari dari semua ini. Dari keluarganya dan dari seseorang yang telah mengkhianatinya serta membuatnya hancur berkeping – keping.
Pergi ke apartemen yang dulu juga tidak mungkin. Sejak keempat keluarga besar itu tahu bahwa mereka berempat ditemukan disebuah club dengan segera apartemen itu dijual dan memaksa ia serta teman – temannya kembali kedalam penjara yang sesungguhnya. Dimana ia harus bertindak seperti boneka yang sempurna.

Jessica terus berlari sejauh dan secepat yang ia bisa. Kaos putih polos dan celana jeansnya sudah sangat basah dan menempel pada tubuhnya. Ia sudah tidak peduli pandangan orang terhadapnya, yang ia perlukan adalah terlepas dari pengawal – pengawal pribadi yang disewa keluarganya itu.

“Aku sudah tidak sanggup lagi… Aku lelah…” keluhnya sambil menangis ketakutan.

Air matanya bercampur dengan air hujan yang membasahi wajahnya. Ia hanya membawa tas kecilnya dengan jumlah uang tunai yang banyak. Ia nyaris mengambil semua tabungannya yang berada dibank. Ia memang sudah merencanakan ini sejak lama.

*bruk!*

Ia terjatuh ditrotoar jalan. Ia kembali menangis semakin kencang hanya saja suara deruan hujan mengalahkan suara yang keluar dari mulutnya. Ia tidak ingin tertangkap lagi. Ia hanya ingin bebas dan hidup tanpa terbebani oleh status. Hanya itu.

Jessica bisa merasakan ada seseorang dibelakangnya. Orang itu langsung meraih tangan Jessica dan membantunya untuk berdiri. Gadis itu memejamkan matanya. Ia pasrah meski harus tertangkap lagi dan mungkin jalan satu – satunya hanya bunuh diri.

“Ini aku noona… Aku akan bersama mu…”

Jessica membuka matanya dan tercengang. Ia menatap lelaki itu dengan penuh harapan lalu memeluknya dan menangis disana. Tidak ada cara lain selain menyerahkan segalanya pada lelaki itu. Luhan.

==

Lay kembali menatap foto dirinya yang dikirim oleh orang tanpa nama tadi pagi. Rasanya orang aneh itu kembali kedalam kehidupannya. Atau sebaiknya tidak usah. Karena Lay tidak begitu menyukainya, bukan dalam arti buruk namun kedatangan orang itu hanya akan membuatnya semakin repot.

Lay kembali memandangi foto yang diambil secara sembunyi – sembunyi itu lalu tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya.

281449_186935994777137_936317512_n

“Dia selalu ahli mengambil gambar, cukup bagus”

Setidaknya orang itu sedikit demi sedikit bisa membuatnya tersenyum dan melupakan masalah yang ada. Hasil foto orang itu selalu terlihat bagus. Karena memang cita – citanya menjadi seorang fotografer dan ia sedang meminta kepada Lay agar bekerjasama untuk masalah ini. Namun Lay akan membiarkannya sebentar lagi, orang itu masih butuh banyak belajar untuk tidak terlalu puas atas satu hal saja.

… TBC

Tuh kan! Saya bilang juga apa! Cast datang dan pergi (=,=)
Ini FF kebanyakan cameo-nya (T___T) Maap ya maap, itu emang kebiasaan saya klo bikin ff selain castnya yang banyak tapi juga suka kedatangan bintang tamu Hheee… Btw, bersiap untuk part selanjutnya ^^ rating di part selanjutnya akan langsung naik jadi +16 (Skip part) dan +21 (full part)^^
Masalah castnya yang kebanyakan, tolong dimaklumi Hheee… Karena yahh ceritanya ngalir begitu aja jadi gak ditentuin ya jadi begini dah, gak ada batasannya, cats tergantung mood (-n-)

13 comments

  1. bubitata · December 6, 2012

    uwaaa,, kenapa d skip part author ?? >..<

    gomawo author ^^
    next chapter d tunggu .. ^^

  2. FafaClouds (@fafaClouds) · December 6, 2012

    uwaahhhh~~~ kereeennn eonni…
    aku terharu gitu ma cerita inii..😄
    feel nya selalu dapet~~
    pokoknya daebak lahh~~ ^^
    cepet lanjutin yahh eonn~~!!! (:

  3. Kenzha TaeNy · December 7, 2012

    Pany kaborr,,, aigorrrr-,-

  4. lestrina · December 7, 2012

    Hmm part 9 n 10 cepat juga ya dipublish…iya tuch byk cast cameonya. Saeng author klo bisa buat ceritanya jgn nangung2 alias putus dijalan so jd ngebinggungi utk part lanjutannya…spt part2 sblm, masih ada yg lom terjawab. Ya wes next partnya ditunggu ya

  5. Andromeda · December 7, 2012

    cukup lama menunggu akhirnya ada juga lanjutannya,,,
    part selanjutnya ditunggu ya thor,,

  6. apple A · December 7, 2012

    waiting until the end of this fanfic :3

  7. FanyJongIn · December 8, 2012

    Author next chapternya di postnya agak cepet ya! Ngak sabar baca chapter 11-nya

  8. Sung Yong Sub Love Sica · December 12, 2012

    ahh daebak🙂
    part jessica nya dibanyakin y author…gomawo *hug

  9. Delicia Wilona · December 12, 2012

    gak sabar chingu!! lanjut yahhhh chapter 11 nya ^^

  10. Nina Agustina · December 14, 2012

    Seru ffx ..
    next chap dtunggu !!🙂

  11. @mickeytichoes · December 17, 2012

    hmmm pnsaran bdai

  12. Kyuyoon · January 12, 2014

    Kerennnnnnnn thooorr!!!

  13. Aan's L-hope · November 2, 2014

    Seohun Yg paling ManiZzz d’sni… Bikin suka sma nii couple!!

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s