[PART 11] Midnight Sun

528505_433939379976215_1809291791_n

Title
Midnight Sun

Author
Ichen Aoi

Length
Chaptered

Rating
Random (+16)

Genre
Romance, Friendship, Family

Cast
Jessica Jung
Tiffany Hwang
Kim Taeyeon
Seo Joohyun
Wu Yifan
Xi Luhan
Park Chanyeol
Do Kyungsoo
Oh Sehun

Support Cast
Kim Jong In
Zhang Yi Xing
Choi Jin Ri
Kim Jong Dae

?

Disclaimer
this story is mine and all cast is my biased Hhaaa…

Backsound
4Minute – Volume Up!

Design Cover
Jea

..

..

Imperial Palace Hotel, Seoul.

Lelaki dengan wajah tegas dan senyum menawan itu terus menelusuri pemandangan lorong hotel mewah didepannya. Sesekali ia tersenyum kecil melihat arsitektur bangunan tersebut, sangat sesuai untuk seorang Zhang Yi Xing.

“Pantas saja dia rela membayar mahal untuk hotel berkelas ini” desis lelaki itu.

Ia mengeluarkan sebuah kamera yang bernilai tinggi dari dalam tasnya kemudian menggantungkan tali kelehernya dan mengambil beberapa gambar lagi. Foto Lay adalah yang terbanyak dalam koleksinya, bukannya tidak suka memotret wanita hanya saja menurutnya Lay sangat cocok untuk icon kemewahan, kelembutan dan kesepian dalam satu waktu.

#pluk!

Ia merasa ada sesuatu mendarat dikelapanya. Sebuah bola kertas. Ia menoleh kebelakang dan mendapati Lay, sepupunya, tengah berdiri dengan memandanginya kesal dari atas hingga bawah. Membuat lelaki itu hanya menyunggingkan senyum khasnya.

“Kim Jong Dae, sudah ku duga kau yang mengirimkan foto ku dibandara”

Kim Jong Dae, biasa dipanggil Chen sejak ia tinggal di China bersama Lay. Jika Lay adalah seorang arsitek design yang ternama maka Chen adalah seorang fotografer amatir yang sebenarnya sangat profesional hanya saja ia ingin menjadikan Lay sebagai objek pertama usahanya.

“Hhee… Aku tidak bisa bersembunyi dari mu ya? Mengagumkan”
“Itu karena kau memiliki ciri khas dan aku sudah sangat menghafalnya dengan baik”
“Ohh… Kau sangat sangat sangat mengenalku”

Lay melirik sekilas lalu meminta Chen untuk mengikutinya makan siang. Ia tidak ingin kelaparan dan ia sudah tahu dengan pasti kalau sepupunya itu sudah kelaparan, bisa dilihat dari cara Chen yang mengangguk dengan penuh semangat.

==

Jessica membuka matanya dengan paksa. Kepalanya terasa pusing dan sekujur tubuhnya terasa panas. Ia memandangi sekelilingnya, ini bukan kamarnya. Kamarnya lebih luas dan lebih rapi. Kamar seorang Jessica Jung juga memiliki ciri khas yaitu wangi aroma terapi bunga lavender. Ia membutuhkannya ketika ia tidak bisa memejamkan matanya.

“Sudah bangun?”

Jessica menoleh dengan cepat dan mendapati Luhan sedang membuka tirai jendela sehingga cahaya matahari siang itu bisa menelusup masuk kedalam kamar dengan ukuran standar itu.

“Bagaimana bisa aku…”
“Noona kehujanan lalu aku membaca pesan mu dan menemukan mu. Dan noona tiba – tiba saja pingsan, jadi ku bawa kesini saja”
“Ini dimana?”
“Lantai atas Midnight Sun café, tempat istirahat kami”

Jessica menundukkan kepalanya. Ia baru ingat kalau ia baru saja kabur dari rumah namun perhatiannya beralih ketika ia melihat pakaiannya sudah berganti sepenuhnya. Luhan tersenyum dan menoleh lalu duduk disamping Jessica. Ia merapikan rambut panjang gadis itu, menyisirnya dengan telaten.

“Tenang saja. Yang menggantikannya adalah Song ajeomma, bukan aku”

Jessica menghela nafas lega lalu menahan tangan kanan Luhan yang sibuk menyisir rambut panjangnya. Ia menatap lelaki yang duduk dipinggir tempat tidurnya itu dengan lembut. Luhan menyunggingkan senyumnya lalu meraih tubuh Jessica dan memeluknya dengan hangat. Kejadian semalam sudah cukup membuatnya nyaris gila. Bisa saja Jessica sakit atau yang lebih buruk lagi, mati ditengah hujan. Ia sama sekali tidak menginginkannya.

#cklek!

“Xiao Lu, kau… Jessica noona?”
Kris memandangi Luhan yang tengah memeluk Jessica diatas tempat tidur. Entah kenapa rasanya ia ingin marah sata itu juga namun untung saja ia tipe orang yang cukup tenang. Kris menutup pintu dibelakangnya dan menatap kedua orang didepannya dengan pandangan meminta penjelasan.

“Aku sudah bilangkan kalau Jessica noona ada bersama ku?”
“Ya, tapi aku tidak tahu dia disini”

Jessica mengedarkan pandangannya, mencari ponselnya. Luhan yang mengerti langsung memberikan ponsel yang untung saja semalam tidak kehujanan. Dompet ponsel milik Jessica terbuat dari bahan anti air yang membuat ponsel itu kini baik – baik saja.

“Kris, kau tidak mengangkat telepon ku sama sekali”
“Mian, aku ada kegiatan club”
“Untung saja Luhan datang untuk ku diwaktu yang tepat”

Jessica memandangi Kris dengan tatapan lemahnya. Luhan menarik nafas, kedua orang suku es itu bisa saja bertarung lagi. Dan ini bukan waktu yang tepat untuk bertarung atau semacamnya. Ia berdiri lalu meraih teko air hangat dan gelas yang terletak diatas meja.

“Sudahlah jangan mulai berdebat lagi. Sebaiknya noona minum air hangat ini”

Luhan memberikan segelas air hangat untuk Jessica dan yang satunya lagi untuk Kris. Keduanya menerima dengan patuh. Luhan melirik jam tangannya. Ia harus segera membantu Kyungsoo dan Sehun untuk menjaga café disiang hari. Kebetulan mereka sedang libur panjang usai ujian sekolah.

“Aku akan kebawah. Jessica noona dan kau, Kris Wu. Jangan bertengkar. Karena noona sudah memilih untuk meninggalkan rumah jadi biasakan untuk tinggal bertiga dengan aku dan Kris disini. Ok? Sampai nanti”
“Luhan…”
“Aku akan kembali, kau aman bersama Kris”

Luhan mengusap lembut puncak kepala Jessica dan mengecup bibir gadis itu singkat. Kris mengalihkan pandangannya. Jessica pun mengangguk sebagai tanda mengerti. Ia memandangi punggung Luhan yang menghilang dibalik pintu.

“Kau tidak suka aku disini?” tanya Kris.
“Bukan seperti itu, aku hanya kesal dengan mu”

Jessica menarik nafas lalu berdiri didepan jendela dan memandang keluar sana. Ia tidak tahu akan bertahan berapa lama dengan kebebasan tersembunyi ini. Kris melangkahkan kakinya dengan perlahan lalu memeluk Jessica dari belakang. Ia menundukkan sedikit kepalanya dan menyandarkannya dibahu Jessica.

==

“Tiffany melarikan diri dari rumah”

Itulah kabar yang didengar oleh Kai. Ia memandang lurus jalan didepannya. Tatapannya sangat tajam dan menyiratkan kekhawatiran. Tiffany, seorang noona yang mengejar cintanya beberapa tahun yang lalu namun dengan tegas Kai menolaknya. Menolak gadis yang sebenarnya ia cintai.

“Bagaimana bisa Tiffany kabur dari kediaman keluarga Hwang?”
“Entahlah Tuan Muda Kim”

Kai hafal benar kalau Tiffany adalah gadis yang selalu bergantung pada orang lain. Ia kembali menggali kedalam pikirannya dan satu nama muncul didalam pikirannya, Park Chanyeol. Salah satu seniornya disekolahnya yang dulu. Kai sangat sering berpindah – pindah sekolah, bukan karena ia anak yang bermasalah. Namun begitulah sejak ia merasa kepada seorang Tiffany.

“Selidiki seseorang bernama Park Chanyeol, aku yakin Hwang noona ada disana”
“Baiklah, Tuan Muda”

Lelaki itu segera pergi meninggalkan Kai sedangkan Kai menggenggam pensil ditangannya hingga patah menjadi dua potongan. Ia tidak akan membiarkan Tiffany menghadapi bahaya diluar sana, sendirian.

==

Taeyeon mendapat kabar kalau Jessica ada bersama Kris dan Luhan. Setidaknya ia bisa tenang mengetahui kalau sahabatnya itu dalam keadaan baik – baik saja. Taeyeon memutuskan untuk menemui Jessica di club malam tersebut.

“Taeyeon –a?”
“Sica! Gwaenchana?”
“Ne”

Taeyeon langsung meminta Jessica duduk dan menceritakan semuanya. Jessica benar – benar menceritakan segalanya hingga sesekali ceritanya terpotong karena isak tangis. Taeyeon membiarkan Jessica sendirian, sesuai dengan permintaan gadis itu. Kemudian Jessica memutuskan untuk minum – minuman beralkohol. Kris menyiapkannya dengan sedikit khawatir.

“Noona…”
“Tidak apa, aku sedang ingin melupakan semuanya”

Beberapa jam kemudian, Kris berhasil membuat Jessica mabuk. Gadis itu sudah merancau tidak jelas. Sedangkan sebentar lagi waktunya club tersebut tutup. Luhan menghampiri gadis itu lalu memapahnya menuju kamar atas. Sebaiknya gadis itu butuh istirahat.

Sementara itu Kris meyakinkan Taeyeon agar membiarkan Jessica disana, karena memang tidak mungkin gadis itu membawanya pulang mengingat saat ini Jessica sedang menjadi buruan utama keluarganya. Dan untuk sementara ini Jessica akan aman jika bersama Kris dan Luhan, Kyuhyun sendiri yang memutuskan untuk tutup mulut dan tidak memberitahukan soal Midnight Sun kepada semua keluarga besar ke –empat gadis itu.

“Kalau begitu tolong jaga dia. Dan…”
“Sudahlah noona, mereka tahu apa yang mereka perbuat”

Kyungsoo berusaha meyakinkan Taeyeon yang masih saja mencemaskan keadaan Jessica. Beberapa detik kemudian gadis itu mengangguk dan membiarkan Kyungsoo mengantarkannya pulang dengan sembunyi – sembunyi. Lagipula Taeyeon tidak bisa lebih malam dari ini. Ia harus kerumah sakit besok untuk menjengguk Seohyun dan mengabarkannya kepada Sehun dan ia masih harus Tiffany yang kini hilang entah kemana.

Semuanya sudah pergi dari club itu. Kris menghela nafas berat sekaligus lelah. Ia tahu kalau keputusan yang ia dan Luhan ambil adalah salah namun tidak ada cara lain. Karena dengan cara begitu tidak akan ada lelaki yang akan memanfaatkan gadisnya – atau lebih tepat, gadis mereka. Seperti pada kesepakatan sebelumnya, baikk Kris ataupun Luhan sama – sama memiliki kedudukkan yang sama untuk memiliki seorang Jessica Jung.

Ia melangkahkan kakinya kesetiap anak tangga sambill terus memikirkan jalan keluar lainnya, sayangnya ia tidak menemukan apapun. Ia berbelok dan mendapati Luhan sedang bersender dipintu salah satu kamar diclub itu. Kamar yang sengaja dibuat untuk tempat istirahat para pekerja club ketika mereka merasa lelah dan butuh istirahat.

“Kau yakin kita akan melakukannya?” bisik Luhan pada Kris.
“Entahlah tapi…”

Kris menatap Jessica yang sudah terbaring ditempat tidur. Gadis itu terus mengigau dalam tidurnya. Air mata jatuh begitu saja. gadis itu tampak kacau dan ketakutan meski ia sedang memejamkan matanya. Kris mendekatinya dengan pelahan lalu menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah cantik gadis itu.
Luhan kembali dengan segelas air putih ditangannya. Kris membantunya agar Jessica bisa meminum air itu walau seteguk saja. Jessica pun dengan perlahan membuka matanya, ia menatap keduanya dengan samat – samar lalu kembali menangis.

“Aku… Aku bukan sebuah benda, aku bukan berlian yang mahal. Aku… Aku hanya seorang gadis biasa… Tapi kenapa mereka memperlakukan ku seperti aku sebuah barang? Mereka akan menjual ku demi perusahaan? Mereka…”
“Berhentilah Sica”

Kris yang duduk ditepian tempat tidur itu mencium punggung tangan kanan Jessica sedangkan Luhan yang berdiri dibelakang Kris, meraih kepala gadis itu dan membelainya dengan lembut.

“Semua akan baik – baik saja” ucap Luhan dengan lemah.

Gadis itu menatap kedua lelaki yang ada dihadapannya lalu mengangguk pelan. Entah kenapa, tiba – tiba saja Kris mencium bibirnya dengan lembut. Alkohol telah menguasai pikiran Jessica, ia tidak berbuar apa – apa.

“Kami akan membuat mu terus berada disini”

Kris melepaskan ciumannya. Luhan menatap Kris dengan ragu, namun ia kembali menyadarkan dirinya. Ini bukan masalah keraguan atau apapun itu, ini masalah perasaannya. Jika ia tidak bertindak apa – apa dan jika nanti gadis itu diminta atau terpaksa memilih, mungkin saja ia akan memilih Kris yang selalu bersamanya dan meninggalkan Luhan begitu saja. Ia dan Kris tidak akan pernah siap dengan kenyataan ini, bagi mereka lebih baik Jessica tidak pernah memilih siapapun.

“Kami yang akan melindungi mu” bisik Kris dengan lembut.
“Kami yang akan membuat mu melupakannya” bisik Luhan ditelinga Jessica yang satunya.

Jessica mengangguk pelan. Ia tidak tahu harus kemana lagi, tidak ada cara lain selain percaya pada mereka meski ia sendiri tidak tahu bagaimana caranya menghindar dari keluarganya yang sangat pengekang itu.

Luhan merangkak keatas kasur dan duduk dibelakang Jessica. Ia memeluk gadis itu dari belakang dan menghirup wangi sampo dan parfum –nya. Wangi lembut yang memabukkan. Sedangkan didepan sana, Kris sudah sibuk melumat bibir merah muda milik Jessica. Gadis itu tidak membalas karena ia tidak mengerti. Tangan Kris yang hendak memeluk pinggang ramping Jessica terhalang oleh Luhan. Entah apa yang terjadi malam itu. Hanya ada keheningan malam dan rintik gerimis yang membuat embun dikaca jendela kamar itu.

==

Tiffany baru saja keluar dari kamar mandi dan mengeringkan rambut panjangnya. Ia melirik jam yang tergantung didinding lalu mendengus nafas kesal. Lagi – lagi Chanyeol pulang terlambat. Bukannya tidak suka atau membatasi hanya saja ia khawatir apalagi lelaki itu sama sekali tidak memberikan kabar apapun padanya.

“Aku akan memasak sedikit makanan” putusnya.

Ia menggeledah isi kulkasnya namun ia tidak mendapati apapun. Tiffany memutuskan untuk pergi kemini market dan membeli beberapa bahan makanan. Tidak lupa dengan wig penyamarannya dan kacamata bulat aneh yang dibelikan Chanyeol untuk melengkapi penyamarannya. Memang bukan stylenya Tiffany tapi mau bagaimana lagi.

Gadis itu membuka pintu apartemen kecil yang disewa Chanyeol dengan uang gaji yang diperoleh dari Midnigh Sun. Tiffany tidak keberatan dengan hal ini. Namun ketika ia baru saja sampai ketangga paling bawah ada seseorang yang menarik tanggannya dengan kencang.

“Argh!!”

Tiffany sedikit merintih kesakitan namun orang itu jauh lebih kuat. Ia menarik Tiffany kesebuah gang kecil yang gelap lalu membuka maskernya. Lelaki itu adalah Kai. Tiffany membulatkan matanya dengan terkejut.

“Kau…”
“Noona, kita bertemu kembali”

Tiffany bisa mencium bau alkohol yang kuat disini. Lelaki itu mabuk dan ini sama sekali bukan pertanda baik. Alkohol bisa membutakan siapapun. Tiffany mulai merasa takut dan berharap Kai masih memiliki separuh kesadarannya.

“Kai… ini aku”
“Aku tahu, kau lari bersama lelaki itu dan aku tutup mulut akan hal ini!”
“Lepaskan aku… Jebal”

Tiffany kembali memohon ketika ia merasa kalau dekapan tangan Kai dipinggangnya semakin mengencang. Tampaknya semua itu sia – sia, Kia benar – benar mabuk.

“Kau tahu? Aku mulai menyukai mu”

Tiffany masih berusaha melepaskan dirinya. Namun Kai malam menarik turun kaos gadis itu dan mencium lehernya dengan bertubi – tubi. Tiffany semakin berjuang untuk mengumpulkan tenaganya.

“Kai… ini aku… Stephanie Hwang” bisik Tiffany dengan susah payah. Ia berharap dengan begitu Kai akan melepaskannya namun ia salah remasan tangan lelaki itu semakin menguat dan membuat Tiffany merasa sakit. Tiffany menggingit bibirnya lalu berusaha kembali bicara.

“Kai.. Kau yang bilang kalau perbedaan usia kita tidak memungkinkan”

Kai melepaskan Tiffany secara tiba – tiba, membuat gadis itu mundur beberapa langkah kebelakang. Ia bisa melihat kini ada guratan kekecewaan diwajah seorang Kim Jong In. Entah kecewa karena apa, tiba – tiba saja ia memegang bahu Tiffany dan menunduk.

“Appa mu yang bilang… Tuan Hwang bilang tidak seharusnya aku dekat dengan mu karena saat itu perekonomian keluarga ku belum sepadan dengan keluarga Hwang dan usia ku lebih muda dari mu”

Tiffany tersentak.

Ia tidak menyangka semua ini karena keluarganya. Ia masih ingat bagaimana Kai memperlakukan dirinya, terus bersamanya dan melindunginya namun entah kenapa tiba – tiba saja lelaki itu menjadi dingin bahkan menolaknya.

“Apa… itu benar?”

Kai mengangkat wajahnya mendengar pertanyaan Tiffany. Ia tersenyum miris, merapikan kaos gadis itu lalu mengecup bibirnya sekilas dan mengusap kepala Tiffany dengan lembut serta penuh rasa kasih sayang.

“Meski kau tidak akan percaya, namun itulah kenyataannya”

Kai menarik nafas sejenak lalu melangkahkan kakinya untuk meninggalkan tempat itu. Sedangkan Tiffany dengan perlahan menjatuhkan air matanya. Ia tidak menyangka semuanya akan menjadi seperti ini. Ia bisa merasakan setiap sentuhan Kai tadi namun seiring dengan perasaan sakit dihatinya. Kakinya melemas lalu ia menangis bersandar pada sisi tembok gang sempit itu.

… TBC

18 comments

  1. Ini yang normal kan thor!?
    aku baca inii!!😄

    lanjutinn yah thor! kereenn!😄

  2. Kenzha TaeNy · December 17, 2012

    Aigorrr mkin rmit,,,

  3. 99gikaelf · December 18, 2012

    Hoaaaaaa itu apa yang terjadi ama Kris,Luhan ama Sica.Makin rumit aja tapi keren kok

  4. Park jea · December 20, 2012

    Wah keren!!
    ini nih kris sama sica gak bisa akur.ckck.
    keren tapi kok seohun sama doyeon dikit sih?😦

    thor kelanjutannya jangan lama2 ya.
    oh iya aku masih nunggu ff yang “be my shine”,”snow angel” sama yang kalau gak salah judulnya “exo planet” semoga disitu banyak jessica nya (amin)🙂
    maklum GorJess nyasar.
    hwaitaeng^.^)9

  5. Nina Agustina · December 24, 2012

    HAAA😄
    keren thor ..!!
    next chap ditunggu lho^^

  6. blackpearljess^^ · January 10, 2013

    Sica sadaaarr donkkkk,, dri mabuk na,, kekekekkk,,

    Waahh fany bakal cinta segitiga jg nih??!!
    D tunggu part slnjtna thor,,

  7. soo haeyeon · January 31, 2013

    thor minta passwood part 11 yg di protecsi donk

    • idolfanfiction · February 1, 2013

      lusicakris atau krisicalu ^^
      coba aja

      • soo haeyeon · February 5, 2013

        Gomawo . ^

  8. Limalia adelia · February 16, 2013

    Min passwordnya kok gabisa? Udh dicoba dua”nya dan berulang kali min

  9. neulchan · May 15, 2013

    authorr!! suka banget deh sama ff nya ini aaaaaa
    aku tunggu ff krisica lainnya hehe
    btw, minta pw yang nc nya. penasaran ._.v
    kalau bisa post di @idolfanfiction aja min. biar liat hehe gomawo

  10. nuralfiani · June 20, 2013

    min,mau minta passwrdnya part11 doongg..penasaran..hehe^^v

  11. nuralfiani · June 20, 2013

    min,mau minta password yg part sebelumnya boleh ??hehe^^

  12. Dongs · July 5, 2013

    min, minta passwordnya yg part 11 ^^

  13. Juwita · July 7, 2013

    Thor.. PW nya donk

  14. parkshinah2013 · November 23, 2013

    Min minta PW part 11nya donkk gomawoo ^^

  15. parkshinah2013 · November 23, 2013

    Min PW part 11nya donkk gomawoo ^^

  16. Aan's L-hope · November 2, 2014

    Sicca Kris n’ luhan apa yg terjadi setelah itu… #Kepo

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s