New Years Present

pizap.com13565321824062

Title
New Years Present

Author
Ichen Aoi

Cast
Kris EXO
Jessica SNSD
Dennis Kane

Disclaimer
All story is mine and cast is my bias

Backsound
Into Your World (Angel) instrumen ver by EXO

Note
Just another version ^^ available to Jaejoong-Jessica version

..

..

Gadis blonde itu membereskan berkas – berkasnya sambil menggerutu tiada henti. Hari ini pekerjaannya sudah terlalu banyak dan ia tidak ingin ada tambahan lagi setelah ini. Ia melirik kearah jam dinding yang menggantung dengan manis.

“Mr. Wu tidak akan…”
“Tidak akan apa, Jessica?”
“Ouch!”

Jessica tersenyum dengan getir sambil dengan perlahan memutar kebelakang untuk menatap Kris Wu, atasannya yang kini sudah berdiri manis didepan pintu ruangannya tersebut. Jessica menggeleng pelan lalu menunjukkan cengiran terpaksanya.

“Jangan memasang wajah jelek seperti itu didepan ku, Nona Jung!”
“M-MWO?!”
“Dan jangan berteriak. Periksa berkas – berkas ini untuk ku tandatangani besok”

Jessica terkejut dan mulutnya membundar dengan sempurna.
Ia salah, pikirannya salah. Kris memang sangat kejam terhadapnya namun tidak kepada yang lain. Lelaki itu mempekerjakannya sebagai sekretaris lalu menimpanya dengan timbunan berkas – berkas yang lama – kelamaan menumpuk dan membuatnya muak. Kris meletakkan berkas – berkas itu diatas meja lalu meninggalkan Jessica yang langsung meringis pasrah. Ok! Setidaknya semua ini sepadan dengan gaji akhir bulan yang akan ia dapatkan nanti. Uang jatah lembur biasanya bernilai tinggi.

**

Jessica, untuk kesekian kalinya terlambat untuk datang ke kantor. Berkas yang harus ditanda tangani atasannya sudah rapi dan berada diatas meja kerjanya. Tapi apa mungkin ia meminta atasannya untuk mengambil berkas – berkas itu sendiri? Kesannya sangat tidak sopan.
Langkah Jessca terhenti ketika ia melihat ada seorang anak kecil berusia sekitar lima tahun tengah berdiri didepan pintu masuk kantor besar nan mewah itu.

“Apa ia tersesat? Tapi mungkin saja kan?”

Jessica mendekatinya lalu menatap anak laki – laki bertopi itu. Ia tersenyum kearah Jessica. Gadis itu membalasnya dengan canggung. Ia kini jongkok dihadapan anak kecil itu untuk menyesuaikan tinggi mereka.

“Annyeong~”
“Annyeong~”
“Siapa nama mu?”
“Dennis”

Jessica memekik senang sekaligus gemas karena ia ternyata menjumpai anak kecil yang sangat cute, lucu, tampan, manis dan segalanya. Jessica menyukai anak kecil, namun entah kenapa anak kecil kadang suka menangis tanpa sebab ketika berhadapan dengannya.

“Dennis, nama yang bagus dan terkesan tampan”
“Gomawo noona”

Jessica langsung melompat kegirangan mendengar anak se –cute itu memanggilnya noona. Ini pertanda kalau ia masih terlihat sangat muda meski usianya sudah menginjak 23 tahun. Dennis menatap gadis asing dihadapannya dengan sedikit menyunggingkan senyum. Kemudian ia menarik ujung rok yang dipakai Jessica, emmbuat gadis itu kembali berjongkok.

“Noona, nuguya?”
“Ah~~ Iya aku lupa! Jessica Jung! Panggil saja Jessica”
“Ne, Jessica noona”

Jessica menarik naafs dalam lalu menunjukkan senyuman lebarnya. Dia baru saja mengingat sesuatu. Ia harus membantu anak manis itu secepatnya karena ia sudah amat sangat terlambat. Ia tidak ingin mendengar Kris, atasannya yang cerewet itu berkicau hari ini. Ia tidak akan sanggup mendengarnya.

“Dennis –ah, dimana orangtua mu?”
“Aku hanya punya appa”

Jessica tersentak, pandangan matanya yang ceria dan penuh dengan cahaya kini meredup. Ia menatap anak laki – laki itu dengan senyuman lembut lalu meraihnya dan memluknya sambil membelai lembut kepala anak itu.

“Mianhae”
“Gwaenchana noona. Kata appa, aku harus menjadi namja yang kuat”
“Ne, appa mu benar”

Dennis mengangguk dengan penuh semangat lalu menyunggingkan senyum bahagianya. Jessica meraih tangan mungil Dennis. Ia memutuskan untuk mengenyampingkan Kris, atasannya yang cerewet itu. Entah kenapa, saat ini Dennis jauh lebih penting baginya.

“Aku akan mengantarkan mu kepada appa mu. Dimana dia?”
“Dia pemilik perusahaan ini, noona”

Jessica mengangkat sebelah alis matanya sejenak. Pemilik perusahaan? Kim Kris? Rasanya tidak mungkin lelaki setengah baya, ok Kris baru berusia 21 tahun. Lebih muda daripada Jessica. Setidaknya lelaki cerewet, merepotkan dan segala sikapnya yang jelek itu tidak mungkin memiliki seorang anak semanis Dennis. Lagipula setaunya lelaki itu tidak mempunyai istri, ya memang dia tidak tahu pasti. Namun begitulah gosip yang beredar dikalangan karyawati diperusahaan itu. Mungkin saja ayah Dennis salah satu karyawan disana dan bagaimanapun juga Dennis masih anak – anak. Ia tidak mengerti tentang pekerjaan.

“Uhmm… Ok! Noona akan mengantarkan mu untuk bertemu appa mu. Kajja!”

Dennis tersenyum ketika Jessica menggenggam tangan kecilnya, menuntunnya memasuki gedung besar itu. Jessica hanya bisa berdoa dalam hati semoga Kris tidak beranggapan aneh ketika melihat dia membawa seorang anak kecil berkeliaran didalam gedung kantornya.

**

Kris menghela nafas kesal. Sleeping beauty tetaplah seorang sleeping beauty. Kris harus mencari berkasnya sendiri diatas meja sekretarisnya yang tukang tidur dan terlambat itu. Ini adalah hal yang biasa terjadi pada dirinya dan Jessica. Kris enggan mengganti gadis itu dengan yang lain, karena Jessica memiliki nilai plus. Gadis itu akan tampak ceria mengerjakan pekerjaannya, serius dan teliti meski kadang suka mengeluh. Tidak ada satupun hasil kerja Jessica yang mengecewakan dirinya.

Kris baru saja keluar dari lift ketika ia mendapati Jessica, diujung pintu masuk sedang berdiri dengan santainya. Kris melirik jam tangannya lalu kembali menggelengkan kepalanya namun ia langsung terdiam ketika melihat ada seorang anak kecil dalam genggaman gadis itu.

“Dan?” bisiknya pelan.

Kris kemudian memutuskan untuk mengikuti Jessica dan anak kecil itu dengan jarak beberapa meter dibelakangnya. Ia bisa mendengar percakapan diantara keduanya.

“Noona bekerja disini?”
“Tentu saja. Kenapa?”
“Apa tempat ini bagus dan nyaman?”
“Sebenarnya seperti itu. Ya hanya saja ada satu kekurangannya”
“Apa?”
“Direktur utamanya sangat menyebalkan”
“Direktur?”
“Ne, pemilik perusahaan”

Kris mendengus kesal. Bagaimana bisa ia dibilang sangat menyebalkan oleh sekretarisnya sendiri terlebih lagi menjelekkan dirinya didepan seorang anak kecil.

“Appa ku menyebalkan?”
“Bukan appa mu, tapi direktur perusahaan ini”
“Tapi appa…”
“Jangan berharap kau menjadi anak lelaki menyebalkan itu Dennis –ah! Ia tidak baik menjadi appa mu. Bisa – bisa kau tidak diurus dengan baik olehnya. Dia sangat cerewet, menyebalkan dan ahh… masih banyak lagi! Noona yakin kau tidak akan suka dengannya!”

Kris mengernyitkan alis matanya. Seburuk itukah dia dimata seorang Jessica Jung? Namun ia memutuskan untuk tidak bicara sepatah katapun sampai gadis itu sendiri yang menyadari kehadirannya.

Dennis tertawa mendengar penjelasan Jessica. Ia baru tahu kalau ada seorang gadis yang sangat tidak menyukai ayahnya sampai seperti itu. Setahunya wanita disekeliling appa –nya akan mencari perhatian Dennis lalu memuji ayahnya dengan sedemikian rupa. Namun Jessica sebaliknya. Ia membicarakan hal yang buruk tentang Kris. Dennis memutar tubuhnya untuk menoleh kebelakang dan mendapati Kris sudah berdiri tegak dengan jasnya dibelakang mereka.

“Appa!”

Genggaman tangan Jessica terlepas, Dennis berlari ke arah Kris yang menyambutnya dengan senyuman lembut. Jessica menghela nafas berat, Dennis sudah bertemu ayahnya dan ia harus kembali bekerja.

“Ok. Dennis kau sudah menemukan… appa mu?”

Mata Jessica terbuka lebar ketika melihat Kris meraih Dennis dan menggendongnya dengan penuh rasa kasih sayang. Kris menatap Jessica dengan senyuman mengancam. Rasanya Dennis benar. Ayahnya adalah pemilik perusahaan tempat ia bekerja saat ini. Ini benar – benar bahaya.

“Eh… sajangnim…”
“Jessica Jung! Kau terlambat satu jam dan berkeliaran dikantor lalu membicarakan hal yang buruk tentang ku kepada putra ku sendiri?”
“HEH?!”

Jessica merasa membeku ditempat.
Habislah dia! Kris mendengar semuanya. Pekerjaannya bisa saja hilang. Dennis menyunggingkan senyumnya lalu mencolek pipi ayahnya dengan lembut.

“Appa, Jessica noona membantu ku untuk menemui appa”
“Noona? Dan? Kau memanggilnya noona?”
“Ne, appa”
“Dia ini ajeomma!”

Jessica langsung membuka mulutnya dengan tidak percaya. Bagaimana bisa Kris mengatakan kalau ia seorang ajeomma? Apa Kris tidak bisa melihat wajahnya yang licin tanpa kerutan dan usianya yang masih muda?

“Ajeomma?!” pekik Jessica tidak percaya.
“Lalu apa? Haelmeoni?”
“WHAT?!”

Jessica langsung mendengus kesal dan mendekati Kris. Sedangkan lelaki itu menurunkan Dennis dari gendongannya, menggenggam tangan putranya lalu kembali menatap tajam kearah Jessica.

“Yeah~~ auntie?”
“WHAT?! Im still young Mr. Wu and… grandmother?! Aish! Jinjja!”
“Still young? You?”

Jessica mengangguk dengan pasti. Namun Kris hanya menggelengkan kepalanya dan membawa Dennis untuk pergi dari tempat itu. Jessica tercengang, ia tidak pernah tahu kalau Kris bisa lebih menyebalkan daripada yang selama ini.

“YA!! MR. WU!!!”

Kris sama sekali tidak menoleh. Ia hanya tersenyum kecil mendengar teriakan jengkel Jessica dibelakangnya. Sedangkan Dennis menengadah untuk melihat wajah ayahnya dan ikut tersenyum senang.

“Sudah lama appa tidak tersenyum seperti itu. Appa dia calon eomma ku?”
“Dan, hal itu masih terlalu jauh. Kita lihat saja nanti”
“Appa, boleh aku minta hadiah tahun baru?”
“Tentu saja, kau mau apa?”
“Aku mau Jessica noona menjadi eomma ku”

Kris tersenyum lalu mengusap kepala Dennis dengan lembut dan penuh rasa kasih sayang. Sementara itu Jessica masih menggerutu ditempatnya sambil mengeluarkan tissue dari tasnya lalu menyobeknya dengan kesal.

-END-

7 comments

  1. rrattihp · December 26, 2012

    Annyeong author ^^
    aku pertama, haha sepertinya begitu😀

    aku lebih suka Vers. Krissica, soalnya wajah kris oppa lebih keliatan dingin dan nyebelin dari pada jaejoong oppa yg berwajah malaikat😄
    haha, tapi bagus kok ceritanya.

    Keep writing ^^

  2. ngebayanginnya bikin cengar cengir sendiri🙂
    tapi thor endingnya gantung nih, buat sequel dong ya, please#pasangpuppyeyes #ngesodsambiltarikbajunya author
    #author : lu suster ngesod ya pke ngesod” segala??!!

  3. eonniiii~~~~~ sequel wajiiibbb!!😀
    ceritanya keren abiissss!!😀

  4. lestrina · February 25, 2013

    Ff ini keren n sebaiknya dibuat berseri aja. Ff endingnya gantung, wajib sequel ya.

  5. hepidiana · April 16, 2013

    Waaa manisnya KrisSica😀

  6. ruphee3 · September 23, 2013

    ff keren..😀
    what a lovely relationship..😄
    satu pertanyaan, kenapa harus sobek tisu.?
    *sobekTisu* <– tiru.inSicaEonni

  7. lovejj · March 16, 2015

    Plz translate in eng ….jaesica version plzzzzzz i love dat couple<3<3<3

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s