(Special Jessica Songfict) Volume Up!

new editing2

Author
Ichen Aoi

Type
Trabble (3shot from Drabble)
Song Fiction

Cast
Jessica Jung
Kris Wu
Lu Han
Zhang Yixing
Park Chanyeol

Rating
T

Genre
?

Backsound
Volume Up! – 4minute

Disclaimer
All story is mine! Dont be plagiat!

Ready?

Start!



..

Kris – Jessica version

Gadis blonde itu menatap lurus ke arah seorang lelaki berambut pirang. Ia menyipitkan matanya lalu mendengus dengan sinis. Kesabarannya sudah habis ketika melihat lelaki dihadapannya itu tengah meneguk segelas kecil vodca.

“Kris Wu!”

Lelaki itu menoleh lalu tersenyum samar. Matanya tampak sedikit merah karena ia terlalu banyak minum alkohol. Ia berusaha mengangkat kepalanya dengan susah payah sambil berpegangan pada meja bar tersebut. Kepalanya terasa berat dan pusing. Ia memandangi gadis cantik itu dari bawah hingga atas.

“Jessica, kau selalu memukau dengan warna merah”
“Kris, kita harus menyelesaikan semua ini sekarang!”
“Menyelesaikan apa? Sejak kapan kita memulainya huh?!”

#plak!

Tamparan keras mendarat dipipi kanan lelaki itu. Pipinya memerah. Ia mengelukk kesakitan, namun tampaknya gadis bernama Jessica itu benar – benar tidak peduli lagi dengan lelaki itu. Jessica memandangi Kris dengan marah. Sedangkan tangan kanan Kris sudah meraih ujung rambut gadis itu yang dibiarkan tergerai lalu menciumnya. Jessica hanya diam. Ia tahu Kris sedang mabuk dan percuma mengajaknya bicara.

“Sica, kau tahu? Kau selalu sempurna dan membuat ku ingin memiliki mu seutuhnya. Sepenuhnya. Dari ujung kaki mu hingga ujung rambut mu. Wajah mu, lengan mu, kaki jenjang mu dan tubuh mu. Semuanya! Aku menginginkan mu, Sica!”

Ia menatap lelaki itu tajam lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Kris dan berbisik dengan nada yang menekan.

“Aku mungkin terlalu berharap banyak pada mu dan sekarang aku sadar kalau aku salah. Kau hanya mempermainkan ku, Mr. Wu!”

Kris tersenyum meremehkan lalu menarik tengkuk Jessica dan melumat bibir mungil gadis itu dengan bibirnya. Jessica berusaha melepaskan ciuman paksaan itu. Dan ia berhasil. Namun Kris yang setengah sadar langsung menarik pinggang ramping Jessica dan membiarkan gadis itu duduk dipangkuannya sambil memeluknya dari belakang. Ia mencium aroma shamphoo gadis itu dengan seksama. Meski ini untuk yang terakhir kali baginya.

“Kris…”
“Sica… I love you… Goodbye… Goodbye My Princess. ”


..

Luhan – Jessica version

Luhan, lelaki manis, cantik dan tampan itu menarik nafasnya dalam – dalam. Ia benar – benar tidak siap untuk bertemu gadis yang selama ini ia cari. Jessica Jung. Ya, gadis cantik itu kini seolah sudah menjauh dari bumi. Menjauh darinya. Jessica sudah menjadi seorang bintang dunia hiburan dan dia? Luhan hanyalah mahasiswa Seoul yang biasa saja.

“Luhan, kau pasti bisa. Dia pasti masih mengingat mu!” ucapnya kepada dirinya sendiri.

Ia memandangi sekelilingnya dan dalam seketika kerumunan didepan venue konser itu terjadi. Sebuah mobil sedan mahal buatan Italia baru saja tiba. Seorang gadis cantik keluar dari sana dengan gaun pendek berwarna putih dan rambutnya yang di cat blonde. Hanya tinggal menambahkan sayap saja, ucap Luhan dalam hati.

Jauh dari khayalannya. Kerumunan itu tidak bersikap anarkis, malah sebaliknya. Terlalu tertib dan memberikan gadis itu jalan. Luhan masih mematung ditempatnya dan memandangi gadis itu dengan seksama, berharap gadis itu masih bisa mengenali dirinya.

“Kau…”

Benar saja!
Gadis itu kini berhenti tepat dihadapan Luhan. Lelaki itu menunjukkan senyum manisnya. Namun sekelebatan masa lalu kembali datang dan menghantui gadis itu. Ia menatap Luhan dengan tajam namun penuh dengan kerinduan. Luhan bergerak dari tempatnya dan meraih tangan Jessica. Entah sudah gila atau bagaimana, ia malah menarik tangan gadis itu dan membawanya pergi. Seketika kerumunan tersebut menjadi panik. Bagaimana bisa Jessica Jung, dibawa kabur oleh seorang fanboy sebelum konser dimulai?

#tek!

High Heels yang dipakai Jessica patah dan ia hampir saja terjatuh. Namun Luhan lebih cepat bertindak dan meraih tubuh gadis itu lalu memeluknya. Dan dibelakang mereka sudah banyak keamanan, dengan sigap Luhan menarik Jessica kesebuah tempat tersembunyi.

“Lepaskan aku!” bisik Jessica.
“Aku menemukan mu… I found you my Sica”
“Luhan… Luhan… Aku…”
“Biarkan begini untuk beberapa menit saja” bisik Luhan.

Lelaki itu kemudian memeluk tubuh Jessica dan membenamkan wajahnya dibahu Jessica yang seputih susu. Ia merindukan gadis itu.


..

Lay – Jessica version

Jessica, itulah nama gadis cantik yang kini tengah menari dengan lihai ditengah kerumunan pesta dansa itu. Jessica adalah penggila pesta, setidaknya itulah yang dikenal orang – orang disekitarnya. Tidak ada yang tahu dengan pasti siapa sebenarnya gadis itu. Yang mereka tahu ia adalah Jessica yang cantik, memiliki tubuh yang sempurna, penggila pesta, seorang playgirl dan masih banyak lagi.

Beberapa lelaki tampak memandanginya dengan penuh minat. Namun satu hal yang mereka tahu, meskipun begitu yang bisa mendapatkan seorang Jessica hanyalah orang yang sepadan dengannya. Berasal dari status sosial yang tinggi. Ia tidak begitu saja membiarkan seorang lelaki asing menjadikannya seorang kekasih.

“Ok! Pesta malam ini seperti biasa akan dibuat sebuah lelang! Siapa yang bisa membayar tinggi maka ia bisa memiliki Nona Jung kita yang sempurna! Namun ingat! Hanya dua malam dan terserah kalian serta Jessica, ingin melakukan apa”

MC acara itu menunjuk kearah Jessica yang hanya memberikan senyuman terpaksanya. Ia merasa sedang dijual. Namun beginilah kehidupan pergaulannya. Uang – uang dengan nominal itu dipergunakan untuk mengadakan pesta – pesta selanjutnya. Seorang lelaki tengah memandang kearah Jessica dengan begitu datar. Ia sedang tenggelam didalam pikirannya. Entah apa yang sedang ia pikirkan tentang gadis itu.

Acara lelang pun dibuka, banyak pria yang berlomba – lomba memberikan harga tinggi sampai lelaki asing itu mengangkat tangannya dan menawarkan dengan jumlah nominal yang fantastis. Bisa dipastikan Jessica jatuh ketangannya.

Acara itu selesai. Jessica turun dan merenggangkan otot lengannya yang terasa pegal. Lelaki yang membelinya dengan harga tinggi tadi membuatnya muak. Ia tidak ingin menemani lelaki disekitarnya lebih dari sekedar makan malam.

“Siapa kau dan kenapa kau mengeluarkan uang sebanyak itu?”
“Kau bisa memanggil ku, Lay dan tentu saja untuk membeli mu”

Jessica menatap lelaki itu tajam.
Lay tersenyum penuh kemenangan lalu menarik Jessica kedalam pelukkannya dan mengecup leher jenjang Jessica secara tiba – tiba. Gadis itu terkejut.

“You’re mine!” bisiknya lembut.


..

Chanyeol – Jessica version

Chanyeol memandangi sekelilingnya sambil mendengarkan lagu dari iPhone dengan headset yang sudah terpasang ditelinga kanannya. Sesekali ia bersenandung kecil bahkan bersiul. Jalanan di sekitar Seoul malam itu cukup sepi karena memang jam sudah menunjukkan nyaris tengah malam.

#brak!

Sebuah suara asing mengusik ketenangan Chanyeol. Ia membuka sebelah headsetnya yang tersisa dan menoleh kebelakang, memandangi sekelilingnya. Namun bunyi berisik yang janggal masih terus terdengar ditelinganya. Chanyeol memutuskan untuk mencari tahu dan menelusuri jalanan sepi itu. Perhatiannya tertuju pada sebuah gang sempit yang ada didekatnya. Chanyeol memicingkan matanya kemudian mendapati sepasang wanita dan lelaki tengah berciuman panas. Chanyeol menunjukkan cengiran kakunya lalu memutuskan untuk mengabaikan kejadian barusan.

“Andwae!! Lepaskan aku!!”

Ia bisa mendengar gadis itu menolak lelaki yang memang tampaknya sangat memaksa itu. Namun rasanya suara itu tidak asing baginya. Ia kembali memastikan siapa gadis tersebut lalu ia terkejut. Itu adalah Jessica, kakak dari Krystal yang menjadi kekasih Kai, sahabatnya.

“Aku harus menolongnya!” bisik Chanyeol.

Ia langsung memasukkan headset kedalam tasnya dan menarik lelaki kasar itu kebelakang lalu memukulnya secara bertubi – tubi hingga lelaki itu lari dengan kaki yang terseok – seok. Sementara itu Chanyeol beralih lalu memandangi Jessica yang tampak terengah – engah. Sudut bibirnya terluka dan ia tampak sangat kacau. Chanyeol membuka jaketnya lalu memakaikannya pada Jessica. Gadis itu menoleh.

“Park… Chanyeol?”

Krystal sering mengajak Kai dan Chanyeol untuk belajar bersama dirumah keluarganya. Jadi sudah jelas Jessica mengenal lelaki itu. Air mata Jessica masih berbekas diujung matanya. Chanyeol menghapus air mata itu dengan ibu jarinya.
“Noona, ada apa?”
“Kenapa kau tidak biarkan lelaki asing tadi menghancurkan ku?”

Jessica bertanya dengan sendu. Chanyeol tidak tahu apa yang telah terjadi namun ia bisa melihat ada masalah disana. Entah kenapa hatinya terasa sakit melihat Jessica dalam keadaan sekacau ini.

“Kau tampak sangat berantakkan dan… kau boleh menangis”

Jessica mencengkeram lengan baju Chanyeol dengan kuat lalu ia tiba – tiba saja menangis. Chanyeol pun memeluk gadis itu dengan hangat. Entah kenapa ia ingin melindungi gadis itu. Hanya itu.


..

-END-

Hheee…
Hi~~ Aoi here~~ Saya akan mengusahakan membuat ff setiap harinya sampai tanggal 1 Januari 2013 dalam rangka menyambut SNSD comeback ^^ Semoga bisa ya Hhee… Dan ini adalah fanfiction special VOLUME UP! Hhaaaa… Saya sedang tergila – gila dengan lagu ini ^^ harap dimengerti ya. Dan disini semua beda-beda kisahnya. Kenapa semuanya Jessica? Karena saya Jessica biased Hhaaa… Tadinya msu dibikin oneshot, tapi gak jadi deh hHeee… nemu diotaknya cuma begini wkwkwkwk…

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s