(Special Jessica Songfic #2) Crazy Love

crazy love

Author
Ichen Aoi

Type
Trabble (3shot from Drabble)
Song Fiction

Cast
Jessica Jung
Kim Joonmyun
Oh Sehoon
Byun Baekhyun
Kim Jongdae

Rating
G

Genre
?

Backsound
Crazy Love – TVXQ

Disclaimer
All story is mine! Dont be plagiat!

Ready?

Start!

..

Suho – Jessica version

Sudah hampir satu jam lebih Jessica menunggu seseorang yang tidak kunjung datang. Ia benar – benar kesal dan moodnya benar – benar hancur. Ia tidak pernah menunggu selama ini, jadi menurutnya ini sudah sangat keterlaluan dan menyebalkan. Jessica terus salinng menggosokkan kedua tangannya untuk menimbulkan sedikit rasa hangat. Ia bahkan sampai lupa membawa syal padahal salju sudah jelas turun dengan indahnya.

“Hufht! Dasar pembual! Dia selalu saja begini, tidak pernah menepati janjinya dan itu membuat ku benar – benar ingin menendangnya lalu menginjaknya hingga terkubur dibawah salju!” gerutu Jessica sambil menghentakkan kakinya.

Gadis itu melirik jamnya, ia yakin orang yang ia tunggu tidak akan datang. Lagipula ia sudah tidak sanggup berdiri dibawah dinginnya salju seperti ini. Jessica menarik nafas dalam lalu memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu sampai ada sebuah tangan yang memakaikannya syal dan menariknya lalu memeluknya dari belakang.

“Kau!”

Jessica mengenal pemilik parfum ini dengan sangat baik. Ia amsih kesal dan tidak mempan dengan hal semacam ini. Jessica segera berbalik lalu memukul kepala lelaki yang membuatnya menunggu itu dengan kepalan tangannya.

“YA!! Sica!! Noona! YA! Hei! Jessica Jung!”
“Rasakan! Rasakan! Rasakan ini!”

Ia terus menyerang lelaki itu dengan pukulan – pukulannya. Lelaki itu terus berusaha menghindar namun ia tidak bersungguh – sungguh untuk menghindar karena ia sangat suka menggoda gadisnya seperti ini. Ketika dirasa cukup, ia langsung meraih pinggang ramping Jessica dan menempelkan dahi mereka lalu tersenyum.

“Sampai kapan kau ingin memukul ku, huh?”
“Sampai kau jera. Aku bosan kau selalu terlambat atau mendadak membatalkan janji mu!”
“Itu resiko kalau menjadi kekasih seorang bintang ternama seperti ku”
“Itu menggelikan, Suho!”
“Hhaaa… Tapi kau menyukainya kan?”

Jessica hanya diam. Percuma ia membalas perkataan Suho, lelaki asing yang ternyata kekasihnya itu. Karena Suho selalu benar satu level diatasnya. Suho kembali tertawa lalu meraih tubuh Jessica kedalam pelukkannya dan mengecup dahi gadis itu singkat dibawah salju.

..

Sehun – Jessica version

Jessica memandang keluar jendela lalu melirik jam tangannya. Sebentar lagi jam kuliahnya akan selesai dan ia akan kembali mengunjungi café orangtuanya. Bukan untuk membantu tapi sebaliknya, untuk menikmati segelas besar es krim secara gratis.

“Sica, kau akan ke café orangtua mu lagi?”
“Ne, mau ikut?”
“Tentu saja! Kamu dengar ada pelayan tampan disana!”

Jessica memutar bola matanya lalu menghela nafas pasrah. Ya, orangtuanya mempekerjakan seorang anak kecil. Anak dibawah umur untuk menjadi karyawan disana. Dan Jessica tidak begitu menyukai lelaki itu, mengingat orangtuanya selalu membandingkan dirinya yang pemalas dengan lelaki yang katanya rajin itu. Tentu saja dia rajin, dia kan digaji! Itulah yang dipikirkan Jessica. Lagipula ia tidak pernah sekalipun bicara dengan lelaki itu.

Kini ia dan teman – temannya duduk ditempat yang biasa. Spot yang bagus untuk melihat keluar jendela. Pemandangan jalanan sibuk kota Seoul.

“Ajeomma, boleh tidak kalau perlayan yang itu yang bawakan pesanan kami?”
“Hhaaa… Sehun maksud mu? Tapi ajeomma yakin Sica tidak akan suka”

Jessica langsung melirik ibu dan teman – temannya dengan kesal. Ia menggerutu tanpa suara, entah kenapa semua orang senang sekali mengganggu ketenangannya. Selang beberapa menit, ibu –nya terdengar berteriak dari arah dapur.

“Jessica Jung!! Tolong bantu kami! Pesanan teman mu banyak sekali!”

Jessica menghembuskan nafas kesal lalu berdiri dengan gerakan cepat dan melemparkan pandangan malas. Teman – temannya hanya tersenyum polos sambil memandang Jessica yang tampaknya siap meledak. Jessica langsung melangkahkan kaki dengan cepat menuju dapur dan mendapati ibu –nya sedang membantu anak kecil bernama Sehun itu.

“Aku harus bantu apa?”
“Jessica tolong bantu Sehun menata semua ini. Eomma akan memasak dibelakang”

Jessica mengangguk lalu menghela nafas ketika ibu –nya meninggalkan dirinya bersama Sehun yang memandanginya sambil tersenyum polos.

“Apa?”
“Kata Jung ajeomma, ia punya putri yang cantik sayang sangat malas”
“Hah?!”
“Dan ajeomma benar. Noona sangat cantik, menurut ku”

Sehun kembalii bekerja sedangkan Jessica memandangi lelaki itu dengan tidak percaya.

..

Baekhyun – Jessica version

Hari ini Jessica harus menyelesaikan beberapa tugas rumahnya sendirian. Orangtua dan ajeomma yang mengurus rumahnya sedang pergi keluar kota. Nyonya Jung meminta putrinya itu untuk tinggal sendirian dirumah karena Jessica harus menghadapi ujian akhir semester, maka ia tidak diikut sertakan dalam liburan kali ini.

Jessica memandang deretan produk makanan yang tersaji didepannya. Semua makanan instan. Jessica tidak cukup pandai untuk memasak, makanya ia lebih memilih untuk membeli ramyun. Kemudian usai membayar dikasir, ia kembali menghela nafas.

“Ramyun lagi? Bisa – bisa tubuh ku semelar ramyun” dengusnya kesal.

Ia keluar minimarket dan sedikit terkejut sekaligus kesal karena hujan deras mengguyur kota Seoul. Jessica sama sekali tidak memperkirakan hal ini dan terlebih lagi ia hanya memakai pakaian seadanya.

“Jinjja~~ aku harus apa??” keluhnya lagi.

Kemudian ia terkejut ketika ada sebuah tangan dingin meraih pergelangan tangannya. Jessica langsung menoleh dengan cepat dan mendapati seorang lelaki manis berdiri disampingnya.

“Kenapa berdiri dipinggir jalan begini, Jessica noona?”
“Eh? Kau mengenal ku?”
“Aku ini hoobae mu dikampus”

Jessica terkekeh kecil menyadari kebodohannya. Ia bahkan tidak mengenal hoobae –nya sendiri. Well, siapa peduli? Toh ada banyak mahasiswa disana, mana mungkin Jessica bisa menghapalnya satu per –satu.
“Tidak pulang?”
“Kau tidak lihat ini sedang hujan deras?”

Lelaki itu terkekeh kecil mendengar balasan Jessica yang sedikit jutek dan sinis. Entah kenapa baginya, memperhatikan sunbae –nya yang satu itu begitu menarik dan bisa membuatnya tersenyum tanpa alasan yang jelas.

“Kalau begitu, aku akan mengantarkan mu pulang. Bagaimana?”

Jessica berfikir sesaat lalu mengangguk dengan penuh semangat. Ia benar – benar ingin cepat – cepat berada dirumah lalu tidur. Dengan segera lelaki itu mengambil belanjaan Jessica dan menggandeng gadis itu agar bisa berada dalam satu paying dengannya. Mereka menelusuri jalanan Seoul dengan langkah tenang.

“Jadi, siapa nama mu dan bagaimana kau tahu nama ku?”
“Baekhyun. Kalau ku katakan kau takkan percaya”
“Eh?”
“Entah sejak kapan aku menyukai mu dan mencari tahu tentang mu, noona”

Jessica mengerjapkan matanya dan memandang lelaki bernama Baekhyun itu dengan sedikit bingung. Namun Baekhyun menarik tangannya agar mereka kembali melangkah. Ia memberikan senyum manisnya kepada Jessica lalu menggenggam tangan Jessica dengan erat.

..

Chen – Jessica version

Jessica menarik nafasnya dalam – dalam lalu tersenyum memandangi sekelilingnya. Hari ini adalah hari pertamanya menjalani kehidupan mahasiswi di salah satu universitas ternama di Seoul. Ia mengepalkan kedua tangannya sambil berharap dalam hati kalau kehidupannya di Seoul akan berlangsung baik, sama ketika ia tinggal di Loa Angeles.

“Uhm… Rasanya aku lupa kelas pertama ada dimana dan … bodohnya aku!! Aku bahkan tidak tahu dimana fakultas kesenian!!”

Jessica meruntuki dirinya sendiri. Ia memang selalu begini. Ceroboh. Terpaksa Jessica memasuki gerbang itu dengan sedikit canggung. Ia ingin bertanya kepada mahasiswa yang berkeliaran disekitarnya namun tampaknya semua terburu – buru dan terlalu sibuk. Jika ditunjukkan arah pun percuma, Jessica bukan orang yang pandai mengingat sesuatu.

“KYAA!”

Jessica berteriak singkat karena terkejut ketika tiba – tiba saja ada setangkai bunga mawar tepat dihadapannya. Ia mengatur detak jantungnya yang mulai tidak normal karena terlalu terkejut tadi. Kemudian ia menatap lelaki asing yang kini sedang tersenyum dihadapannya dengan setangkai bunga mawar. Satu hal lagi, ia tidak tahu ada mahasiswa gila belajar disini.

“Mianhae, aku…”
“Kau anak baru kan? Ini salam perkenalan dari ku, Ambillah!”

Jessica menatapnya dengan ragu. Salam perkenalan dengan setangkai bunga mawar, sedikit aneh. Namun ia tidak ingin terlibat banyak dengan hal – hal yang merepotkan dan tidak ia suka. Dengan cepat Jessica mengambil bunga itu lalu tersenyum canggung. Ia hendak pergi meninggalkan lelaki itu secepatnya. Ia harus mencari kelasnya sebelum terlambat.

“Tunggu~~ Kau tidak menanyakan siapa nama ku?”
“Eh? Untuk apa?”
“Aha! Atau kau sudah mengenal ku? Yah wajar sih, aku terlalu terkenal dikampus ini”

Jessica memandangi lelaki didepannya dengan tidak percaya. Namun ia menyadari sesuatu, gadis – gadis disekitarnya menatap Jessica kesal dan bahkan beberapa terang – terangan mengambil gambar lelaki aneh didepannya.

“Sama sekali tidak. Aku baru kembali dari Los Angeles dan aku ingin kekelas ku. Sekarang!”

Jessica langsung melesat pergi, namun ia sempat mendengar lelaki aneh itu berkata cukup kencang.

“Kim Jongdae! Itu nama ku, dan kau bisa memanggil ku, Chen”

..

-END-

One comment

  1. chen yaampun,baru kenal udah ngasih bunga😄
    keren thor^^

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s