THE SHADOW (Oneshoot | NC +17)

The Shadow

Tittle : The Shadow
Author : Raemi Kim
Cast : Justin Kim, Oh Sehoon, Kim Raemi, And Other
Genre : Sad
Ratting : NC 17 Atau readers tentuin sendiri deh –-“
Length : Oneshot
Annyeong, Raemi balik lagi. Kali ini bawa ff genre sad, dengan sedikit bumbu NC. Oh ya, maaf buat uri chingu justin kim dan juga oh sehoon yang udah aku nistakan di ff ku kali ini😀
Ahh ya, untuk readers, Justine sama jinra itu orang yang sama. Jadi ntar jangan bingung ya kalo lagi baca.
Bagi yang merasa belum cukup umur, harap tidak baca ini ff ya. Yadong soalnya. Akhir kata, aku ucapin jeongmal kamsahamnida bagi yang udah nyempatin waktu buat baca ff aku ini.

Happy Reading !!!!!

THE SHADOW

Author Side
Angin yang berhembus pelan mulai menerbangkan beberapa helai rambut justine. Yeoja manis ini kini tengah melamun dibawah pohon akasia di tepi sungai han yang lengang. Malam mungkin sedikit membawa kedamaian baginya. Memberikan sesuatu yang selama lima bulan terakhir ini begitu ia rindukan. Rasa tenang. Ya, selama lima bulan ini ia terus saja dicekam rasa ketakutan. Ketakutan yang berasal dari ayahnya sendiri. Ayah justine yang notabene adalah seorang pengusaha, dulunya. Kini telah bangkrut dan terlilit hutang. Banyaknya hutang menyebabkan mereka jatuh miskin. Seorang justine kim, yeoja angkuh yang selalu bersikap dingin terhadap semua orang itu kini terlihat sangat menyedihkan. Ia merasa kehidupan sedang mempermainkan dirinya. Namun, bukankah kehidupan itu memang sebuah permainan ? Ia yang dulunya menganggap uang 1 won itu tidak berarti, kini bahkan untuk mendapatkan 1 won itu ia harus bekerja banting tulang. Menjadi budak pada seorang pengusaha kaya. Ya, budak. Budak yang setiap saat dibutuhkan oleh tuannya harus siap. Nasib memang selalu berputar.
Terlihat setitik air jatuh membasahi pipi cantiknya. Sebenarnya kalau ia mau ia bisa saja mendapatkan uang secara mudah, menjadi seorang model ? Itu sangat gampang, namun kini ditengah status gembel yang ia sandang adakah seseorang yang rela membayarnya menjadi seorang model. Pekerjaan yang dulu bahkan ia anggap tidak penting.
Kaki jenjang gadis itu melangkah meninggalkan tepian sungai han yang kini sudah sangat sepi. Pulang kerumah, mandi dan langsung tidur. Itulah kini yang difikirkan oleh gadis itu. Namun baru beberapa langkah kaki gadis itu melangkah, sebuah tangan dengan kasar menyeretnya, memasuki sebuah mobil sambil tangan pria itu membekap mulut justine agar ia tidak bisa berteriak. Justine terus saja memberontak dan menendang-nendang sekitarnya, namun sepertinya usahanya sia-sia karena pria itu kini telah berhasil membawa justine masuk ke dalam mobil mewah tersebut, entah kemana pria tersebut akan membawa justine. Namun yang pasti pria tersebut ternyata mempunyai banyak anak buah didalam mobil tersebut.

Justine Side
Astaga, apa ini ? kenapa pria-pria ini membawaku pergi. Kemana mereka akan membawaku ? Aku sungguh takut, sampai tak sadar aku telah menangis tanpa suara. Tak lama aku merasa pria tadi menyuntikkan sesautu ketubuhku. Setelah itu aku tak sadarkan diri.
Begitu aku terbangun, aku merasa berada di sebuah tempat tidur yang empuk. Ubuka mataku, melihat sekelilingku. Ini bukan rumahku, ya tuhan dimana aku ? Tempat apa ini ?
“Ah kau sudah bangun honey ?” terdengar suara dari seorang pria yang kurasa baru keluar dari kamar mandi karena ditubuhnya hanya terlilit sebuah handuk sebatas pinggang hingga lututnya.
“K..kau siapa ?” tanyaku sedikit gugup dan takut.Pria itu tidak menjawab, dia hanya tersenyum misterius sambil terus memandangku.
“Kau tidak mengenalku ? Apakah appamu yang bodoh itu belum memberitahumu ?” Tunggu dulu ? Dia mengenal appaku ? Apa hubungannya pria ini dengan appa ?
“Kau mengenal appaku tuan ?” aku sedikit takut melihat namja ini, bisa saja dia melakukan hal yang tidak-tidak padaku. Mengingat aku sekarang berada di genggamannya.
“Mengenal appamu ? tentu saja, bahkan aku sangat mengenal namja bodoh itu. Kim Hyunsik. Namja bodoh yang dengan mudah nya menjual semua saham perusahaannya hanya demi uang. Cih, kau justine kim. Apa kau tau ? appamu bahkan menjualmu padaku demi 100 juta won.” Yatuhan, bagaikan tersambar petir. Tubuhku langsung lemas begitu mendengar penjelasan namja ini, appa menjualku hanya demi 100 juta won ?Aku tidak percaya itu, appaku orang baik, tidak mungkin ia tega menjual anaknya sendiri hanya untuk uang 100 juta won, sangat mustahil.
“Jangan sembarangan bicara kau. Appaku tidak mungkin melakukan hal keji seperti itu. Dia orang baik.” Teriakku tidak terima dengan tuduhannya terhadap appa.
“ kau fikir aku ini berbohong nona kim ? Kau tidak lihat apa yang sekarang terjadi pada keluargamu. Kalian jatuh miskin, dan itu semua terjadi karena kebodohan appamu. Dan kau lihat ini.” Ujarnya seraya melemparkan sebuah map berwarna hijau kehadapanku.
“Apa ini ?” tanyaku pelan.
“Kau bisa baca sendiri.” Ucapnya dingin lalu ia berlalu menuju lemari nya, dengan enteng ia memakai bajunya didepanku. Otomatis aku memejamkan mataku melihat tindakannya. Nekat sekali, apa ia tidak malu.
“Tuan, bisakah kau bersikap sopan sedikit.”
“Kenapa ? sebentar lagi juga kau akan melihat ini setiap hari.” Ujarnya santai, melihatnya setiap hari dengan keadaan seperti ini ? apa maksudnya ?
“Ternyata selain angkuh, kau juga aneh tuan.” Kata-kata itu sukses meluncur dari bibirku. Dan sedetik kemudia, kurasakan rahangku dicengkram kuat oleh tangan namja ini. Bahkan namanya saja aku tak tau, ahh itu juga bukan hal yang penting kan ? Tapi ini benar-benar sakit. Namja ini temperamental sekali.
“Sakit tuan, kumohon lepaskan.” Oke sepertinya hari ini aku kehilangan harga diriku. Memelas seperti orang lemah, sama sekali bukan diriku.
“Kau, dengarkan baik-baik. Mulai hari ini kau Justine kim atau Kim Jinra resmi menjadi istriku. Istri seorang Oh sehun, jadi mulai saat ini kau harus mengikuti semua kehendakku. Dan aku tidak ingin mendengar penolakan, karna aku benci itu.” Jelasnya panjang lebar tepat didepan wajahku, ya tuhan aku baru 20 tahun. Dan aku belum berniat menikah, kenapa namja ini tiba-tiba mengatakan kalau aku resmi menjadi istrinya ? Apakah dia gila ?
“Ah ya, dan satu lagi. Besok kita akan menikah. Jadi persiapkan dirimu sebaik-baiknya.” Titahnya sebelum beranjak keluar meninggalkan ku yang tengah termenung mencerna setiap kata yang keluar dari bibirnya.
Menikah ? Aku ? Besok ? Dengan namja kasar itu ? Oh tidak, ini pasti mimpi. Aku berusaha mencubit kedua pipiku, aww sakit. Jadi ini nyata ? Oh no, aku belum siap. Tanpa sadar air mata sialan ini malah keluar, buru-buru aku menghapusnya dengan kasar. Aku tidak ingin terlihat lemah di hadapan siapapun.
Kutolehkan kepalaku ke sisi kiri ranjang ini, dan kulihat map hijau tadi masih tergeletak disana.
Kubuka perlahan map itu dan ku baca dengan seksama isinya. Ternyata benar apa yang dikatakan lelaki bernama Oh sehun itu, appa menjualku. Biadab, rasanya seperti dunia seakan runtuh tepat diatas kepalaku. Untuk detik ini aku benar-benar tidak bisa menahan peraaanku. Kukeluarkan isakanku, menangis meratapi nasib malangku. Kenapa harus aku yang bernasib seperti ini ? Aku terus saja menangis hingga kelelahan dan tertidur di kamar ini.

Begitu aku terbangun, aku kembali mengingat kejadian semalam. Oh dear, apakah aku benar-benar harus menikah dan menjadi namja itu hari ini ? Bukankah ini terlalu cepat ?
“Ah kau sudah bangun, bergegaslah mandi. Pernikahan kita akan berlangsung jam 9 ini. Jika kau terlambat, aku tidak akan segan-segan menyiksamu.” Suara itu lagi, namja aneh nam keji itu terlihat sudah rapi dengan setelan jas resminya. Jujur kali ini ia terlihat sangant err tampan.
“Sehun-ssi, apa ini tidak terlalu cepat ? Aku bahkan tidak mengenalmu ? Kenapa kita harus menikah ?” tanyaku, pertanyaan yang sejak tadi malam berkecamuk difikiranku.
“Kau mau tau nona kim ? Ahh, baiklah aku akan menceritakannya sedikit. Aku sudah mengenalmu, dari dulu. Kau benar-benar tidak mengenalku ? Ahh, tentu saja kau sudah melupakanku. Kau yeoja yang dulu dengan mudah menolakku didepan semua orang di kampus, kau hobae yang sangat-sangat angkuh. Kau bahkan membuatku malu hingga kelulusanku dari kampus. Awalnya kukira kau yeoja baik. Ternyata pemikiranku salah, cover ternyata bisa menipu aslinya seseorang. Kau sekarang kudapatkan nona kim. Aku Oh sehun yang 3 tahun lalu kau tolak cintanya didepan semua orang dikantin kampus, kau ingat ?” 3 tahun lalu kutolak dikantin kampus ? namja itu, jadi dia Oh sehun ? Yatuhan, namja ini mengerikan sekali.
“Dan kau tau, setelah itu aku bertekad untuk mendapatkanmu dan membuatmu bertekuk lutut padaku. Dan 7 bulan setelah kejadian dikantin kampus itu aku diangkat menjadi direktur di kantor appaku. Yah, kira-kira 1 tahun yang lalu orang tuaku meninggal, dan 6 bulan yang lalu aku bertemu appamu yang bodoh itu, yangbersedia menjualmu demi 100 juta won. Hahaha, asal kau tau Justine Kim, mendapatkanmu sekarang bagaikan membalikkan telapak tangan, sangat gampang.” Papar namja itu, yatuhan sejahat itukah aku dulu ? Kenapa aku baru menyadarinya, kini setelah kejadian ini aku baru menyesal.
“Cahh, sekarang cepatlah bersiap. Aku akan menunggumu.” Namja itu kini berjalan meninggalkanku sendiri.
Aku bergegas mandi, takut menghadapi harimau seperti dia. Perasaan ku kini benar-benar tak karuan.
Selama berada dikamar mandi, aku terus saja terfikir apa yang membuat appa tega menjualku pada namja yang mengaku sunbaeku di kampus itu. Kenapa appa sangat tidak berperasaan ? Dan lagi pula aku belum bertemu appa beberapa hari belakangan ini, begitu aku pulang bekerja appa sudah tidur dan saat aku pergi bekerja appa belum bangun tidur.
“Cepatlah, kau ingin aku seret sekarang huh ?” terdengar teriakan namja aneh itu dari luar. Buru-buru aku menyelesaikan ritual mandiku yang tergolong cukup lama.
“Ne, aku sudah selesai” teriakku balik. Aku keluar dari kamar mandi, bergegas mengambil pakaianku yang telah disiapkannya diatas tempat tidur dan kembali kekamar mandi lagi, mengenakan seluruh pakaianku.
Selama perjalanan menuju gedung resepsi aku terus saja terdiam, merenungi setiap perbuatan yang selama ini telah aku perbuat pada banyak orang. Kurasa sudah banyak sekali orang yang hatinya tersakiti oleh ulahku. Sebenarnya aku bukan yeoja yang jahat seperti ini, namun semenjak kematian eomma aku berubah menjadi gadis yang dingin dan angkuh, dingin terhadap semua orang, ya kecuali pada appa, raemi sepupuku dan tunangan raemi, park chanyeol. Tentu saja hanya mereka orang yang aku percaya dan ku sayang.

Sehun Side
Sejak tadi malam, saat aku mengatakan kami akan menikah kulihat gadis aneh, sombong, angkuh, dingin dan sebagainya ini hanya diam. Tak banyak kata keluar dari bibir mungilnya. Aku menikahi gadis ini hanya semata ingin membuatnya menderita. Setelah aku mendengar perusahaan appanya bangkrut, aku langsung mempunyai rencana licik yang tersusun rapi diotakku. Aku tau ini bukan perbuatan yang baik, namun sepertinya rasa dendam ku lebih kuat disbanding rasa kasihanku. Maka itu aku langsung berfikir untuk menawarin appanya uang 100 juta won yang itukar dengan gadis ini. Dan dengan bodohnya lelaki itu malah menyetujui penawaranku. Keberuntungan sedang berpihak padaku kali ini.
Sepanjang perjalanan kulihat gadis ini hanya terdiam dengan mata berkaca-kaca sembari memandang keluar jendela. Melamun kurasa, ya terserah dia sajalah. Bukan urusanku, yang terpenting bagiku adalah kepuasan hatiku yang telah berhasil membuat gadi ini menderita. Welcome to the Hell Honey. Tak sadar aku malah tersenyum membayangkan kesengsaraan apa saja yang akan ku lakukan pada gadis ini.
Justine Kim, atau 3 tahun lalu ku kenal sebagai Kim Jinra. Hobae ku di Junghwan University. Dia yeoja yang pada pandangan pertama berhasil membuatku jatuh cinta. Namun sayang setelah kutelusuri dia itu yeoja sombong nan angkuh. Entah keberanian dari mana aku akhirnya menyatakan perasaan ku padanya, tepat dikantin kampus saat keadaan kantin itu sedang sangat ramai. Aku yang notabenenya bukan mahasiswa popular mendadak menjadi sangat tenar setelah dia Justine kim yeoja yang sangat popular dan digandrungi lelaki di kampus menolakku mentah-mentah didepan seluruh mahasiswa yang berada di kampus itu.
Semenjak insiden itu aku selalu saja diejek oleh teman-temanku dikampus, hingga 6 bulan kemudian aku lulus dari kampus tersebut. Tekadku sudah bulat untuk balas dendam kepada gadis itu. Membuatnya menderita adalah keinginan terbesarku saat ini.
Tak berapa lama kemudian, kami tiba di gedung yang telah kupesan untuk pernikahan ini. Pernikahan yang akan terasa seperti neraka oleh yeoja ini. Kutarik paksa lengan Justine, ia sedikit meringis karena tindakanku yang terkesan memaksa ini. Kutarik cepat lengannya menuju ruang rias. Kulihat appa Justine sudah datang. Ia terlihat tersenyum kearah anaknya mungkin kearahku juga
1 jam kemudian, aku sudah berdiri di hadapan pendeta ini. Menunggu sosok Justine yang dalam hitungan menit ini akan menjadi istriku. Ahh kurasa budak lebih tepat.

Author Side
Justine tampak memandangi dirinya dari cermin, ia sudah selesai dirias sejak 20 menit yang lalu. Ia tampak cantik hari ini, namun memang ia sudah sangat cantik. Dari pintu tampak appanya berdiri memandanginya, Justine berdiri dan berjalan menuju appanya. Memeluk appanya, kemudian ia menangis di pelukan appanya. Menumpahkan kekesalan yang sejak tadi malam ia tahan agar tidak meledak.
“Appa, kenapa kau tega melakukan ini ?” isaknya sembari memukul-mukul bahu appanya.
“Mian jagi-ya, appa terpaksa menyetujuinya karena appa harus membayar semua hutang appa pada bank. Apa kau tega melihat appamu ini mendekam dipenjara ? Appa juga sebenarnya tidak tega melihatmu menikah diusia semuda ini, namun appa harap kau mau mengerti keadaan appa nak.” Jelas appa Justine, terlihat matanya juga berkaca-kaca.
“Tapi kenapa harus menjualku appa ?” isakan Justine masih terdengar.
“Sehun lelaki yang mapan, appa kira ia bisa membuatmu bahagia nak. Kuharap kau bisa hidup bahagia. Appa menyayangimu. Sekarang ayo hapus air matamu, calon suamimu sudah menunggumu.” Ujar appa Justine lembut sembari mengusap air mata yang keluar dari mata indah putrinya. Kemudian ia menggandeng lengan putrinya itu keluar menuju altar yang akan membawa putrinya menuju kehidupan barunya.
Sehun, terdiam melihat Justine yang kini telah memasuki gedung pernikahan. Sedikit terpaku, merasakan getaran yang dulu sempat hadir setiap kali ia melihat Justine, dan kini getaran itu kembali hadir. Sehun menggelengkan kepalanya, ia tak ingin perasaannya yang dulu terhadap gadis ini muncul kembali. Ia tak ingin semua rencana yang telah ia susun sangat rapi menjadi berantakan karena satu hal bernama cinta.
Sehun tersenyum menyambut uluran tangan appa Justine yang menyerahkan hidup Justine ke tangan sehun.
Acara pemberkatan pun dimulai.
“Saudara Oh Sehoon, apakah anda bersedia menerima saudari Justine Kim sebagai istri anda. Menerimanya dalam suka dan duka, sehat maupun sakit ?” Tanya pendeta tersebut.
“Ne, saya bersedia.” Jawab sehun dengan lantang dan jelas.
“Saudari Justine Kim, apakan anda bersedia menerima saudara Oh Sehoon sebagai suami anda ? Menerimanya dalam suka dan duka, sehat maupun sakit ? “ Lanjut pendeta tersebut kepada Justine, gadis itu terdiam sejenak. Mengambil nafas berat kemudian ia menganggukkan kepalanya.
“Ne, saya bersedia” Ujarnya mantap. Ia melirik sekilas kearah appanya. Terlihat lelaki itu berkaca-kaca. Ada raemi dan chanyeol juga disana. Kelihatannya setelah ini ia akan susah bertemu dengan mereka.
“Baiklah, dengan begini kalian sah menjadi suami istri. Dan untuk mempelai pria, silahkan mencium mempelai wanita anda.” Titah sang pendeta sebelum ia berjalan meninggalkan mimbar tempat pelaksanaan janji suci pernikahan tersebut.
Sehun dengan perlahan membuka penutup wajah Justine, melihat wajah gadis itu dan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Justine. Justine sendiri sudah memejamkan matanya, taku saat mengetahui kalau ciuman pertamanya direbut namja ini. Ya walaupun sehun telah menjadi suaminya sendiri.

At Night

Sehun melangkah cepat mendahului Justine menuju kamarnya, ahhkamar mereka. Namun sepertinya justin enggan mengikuti namja itu, ia hanya terduduk di sofa merah besar yang terdapat diruang keluarga, bahkan ia belum tau bagaimana kehidupan sehun sebelumnya. Maka ia memutuskan untuk berkeliling melihat seisi rumah megah sehun ini. Matanya tak lepas meneliti setiap foto yang terpajang di dinding rumah mewah itu. Ia terus saja berkeliling hingga suara sehun memanggilnya terdengar dari belakang.
“Kau mau tidur dilantai hari ini nyonya oh ?” Tanya sehun tandas. Terdengar kesan tak bersahabat dari nada suaranya.
“Hmm, dimana letak kamarku ?” Tanya Justine, sebenarnya ia sendiri tau bahwa ia pasti akan tidur sekamar dengan namja itu.
“Kamarmu ? Tentu saja dikamarku juga, cepatlah. Aku sudah tak sabar ingin memulai semuanya.” Seringai namja itu. Justine sendiri bergidig ngeri melihat senyuman mengerikan yang dikeluarkan namja itu.
Sehun menarik lengan Justine yang berjalan lambat dibelakangnya, ia sudah tak sabar ingin memulai segala penyiksaan terhadap yeoja ini.
“Sehun-ssi, bisakah kau lepaskan cengkramanmu di lenganku ? Ini sangat sakit.” Pinta Justine dengan sedikit meringis, karena sehun mencengkram lengannya dengan sangat kuat.
Namun bukannya mengendurkan cengkramannya, justru sehun malah semakin manarik kuat lengan Justine bahkan ia langsung menggendong Justine membuat yeoja itu terbelalak kaget dengan kelakuan sehun ini.
Setibanya dikamar sehun langsung menghempaskan Justine ke ranjang king size miliknya. Tak ingin menunggu lama, sehun langsung menyambar bibir mungil Justine dan melahapnya dengan ganas. Ia seperti orang kesetanan kali ini, bahkan Justine sampai kewalahan menghadapi namja ini. Ia mencoba berontak, namun sia-sia saja tenaga sehun jauh lebih besar dari tenaganya sendiri. Dan tanpa Justine sadari tangan sehun yang bebas telah bergerilya menyelusup masuk kedalam gaun yang ia kenakan. Entah kapan pula sehun berhasil membuka resleting gaun tersebut. Ia berhasil menelanjangi tubuh bagian atas Justine. Ia meremas pelan bukit kembar Justine, membuat gadis itu terlena.

At Morning

Justine terbangun dengan keadaan tubuh hanya dibalut sebuah selimut putih tebal. Ia tersadar atas perlakuan yang ia terima tadi malam, air matanya mengalir pelan tatkala ia mendapati sosok sehun tengah tertidur di sampingnya. Ia kini sudah tidk suci, walaupun yang mengambil keperawanannya adalah suaminya sendiri, namun tetap saja ia bahkan tidak siap untuk menikah. Apalagi melakukan hal-hal semacam ini.
Karena suara isakan Justine, membuat sehun sedikit terganggu dan akhirnya ia terbangun. Ia menemukan istrinya tengah terisak pelan di balik selimut tebalnya. Sebuah senyum kemenangan tergambar jelas diwajah tampannya. Rencana pertama berjalan dengan mulus. Ia bangkit dri tidurnya dan berjalan kekamar mandi. Membersihkan dirinya sendiri yang kini bau keringat karena misi pentingnya tadi malam. Sedangkan Justine yang menyadari jika sehun telah beranjak dari tempatnya bergegas bangun dan memunguti pakaiannya yang berserakan. Hanya ada gaun pengantin nya tadi malam ia gunakan, ia beranjak menuju lemari yang ada di sudut ruang kamar tersebut. Membukanya perlahan dan mencari baju yang bisa ia kenakan. Namun ia langsung menatap takjub tatkala membuka lemari tersebut, bajunya telah tersusun rapi disana. Uang memang bisa membuat segalanya berjalan cepat. Bahkan tanpa ia tau sekalipun. Justine mengambil sehelai kemeja tanpa lengan dan hotpants lalu memakainya segera.

Ia takut sehun akan keluar dari kamar mandi saat ia sedang memakai pakain. Benar saja, tak lama setelah ia selesai memakai pakaiannya sehun telah tampak berjalan mendekat kearahnya, menuju lemari. Justine terpaku memandangi sosok itu. Wajahnya berubah merah tatkala ia mengingat apa yang telah mereka lakukan tadi malam. Rasa malu itu kembali menggerogoti dirinya.
“Apa yang kau fikir kan huh ? Cepat mandi dan buatkan aku sarapan.” Perinta sehun, dan justin yang kini telah menjadi anak penurut hanya bisa mengikuti seluruh perintah sehun.
Selama berada dikamar mandi ia teringat percakapannya semalam dengan namja itu.

#Flashback
“Setelah ini, kau harus menuruti segala perintahku. Jangan menolak karena aku benci penolakan.” Titah sehun
“Kalau aku tak mau ? apa yang akan kau lakukan ?” Tantang Justine.
“Kau bertanya apa yang akan aku lakukan ? Kau belum tau siapa aku nyonya oh, sekali saja kau membantah perintahku, maka ku pastikan nyawa orang-orang yang kau sayang terutama appa mu akan terancam. Dan kau harus tau, aku tidak pernah main-main dengan ucapanku” deg, seketika jantung Justine berdegup kencang mengetahui bahwa nyawa orang-orang terkasihnya berada dalam bahaya, namja ini gila. Itulah pemikirannya.
“Ku mohon, jangan lakukan apapun pada mereka.” Pinta Justine dengan sedikit memohon, ohh ayolah seorang Justine kim memohon itu adalah sebuah moment yang langka.
“Tergantung, asalkan kau tidak melanggar peraturanku atau membantah semua omonganku maka keluargamu kujamin aman.” Ujar namja itu sebelum ia terlelap dalamtidurnya

#Flashback End

Kini Justine hanya bisa menuruti segala perintah dari suaminya, ahh anni lebih tepat juragannya. Karena ia sendiri sekarang merasa seperti seorang pembantu bukan seorang istri.

5 Mouth ago

Lima bulan berlalu, dan sehun tetap tidak merubah sikapnya pada Justine. Kehidupan Justine kini sangat memprihatinkan. Ia kini menjadi sangat kurus, harus menjadi pesuruh sehun, juga menjadi budak seks nya.

Justine Side

Ahh, lelahnya. Setelah seharianbekerja membersihkan rumah ini akhirnya aku bisa beristirahat sebentar. Namja itu benar-benar menyiksaku, ia bahkan menyuruhku untuk mengerjakan sendiri pekerjaan rumah tangga dirumah ini, bakankah ia bisa menyewa pembantu ? kenapa malah menyuruhku melakukan ini. Namun begitu, lima bulan tinggal bersamanya membuatku menyadari satu hal. Kurasa kini aku mencintainya. Ya belakangan ini aku merasa sering merindukannya. Namun karena aku takut, akhirnya aku hanya bisa diam memendam sendiri perasaan yang tubuh dihatiku ini. Namja dingin nan angkuh, akhirnya ia berhasil melelehkan hati putri es.
Sikapnya padaku tak pernah berubah, tetap dingin dan kejam. Namun saat diatas ranjang ia akan menjelma menjadi sosok yang hangat dan penuh perhatian. Kurasa itulah ia yang sebenarnya.
Sudah 3 hari ini pula ia tidak pulang keruamh. Yang kutau ia harus menyelesaikan urusannya di mokpo. Entah urusan apa, ia tak pernah memberitahuku sedikitpun tentang kesibukannya. Ya, aku mengerti aku hanyalah seorang pesuruh baginya, sikapnya yang seperti itu sudah mulai biasa aku terima.
“Aku pulang.” Suara dingin itu, ahh hari ini ternyata ia pulang. Aku berlari kecil menuju pintu depan untuk menyambut kepulangannya. Namun langkahku langsung terhenti saat kulihat seorang gadis tengah bergelayut manja dilengannya. Gadis itu tampak manis sekali, jika dilihat seperti ini mereka kelihatan sangat serasi.

“Ah kau pasti pembantu baru sehun oppa kan ?” Tanya yeoja itu padaku. Pembantu ? Hey nona aku ini istrinya, istrinya yang sah dimata hukum dan agama. Asalkan kau tau pria yang tengah kau gandeng itu sudah beristri.
“Hmm, ya dia pembantu ku minji-ya.” Balas sehun sambil tersenyum kearah gadis itu. Minji. Ya tuhan, bahkan ia sendiri tak mengakuiku sebagai istrinya. Sungguh malang nasibku.
Tanpa bicara apa-apa aku langsung masuk kedalam, mebuatkan minuman untuk sehun dan yeoja bernama minji tadi. Segelas teh hangat dengan sedikit madu untuk sehun oppa dan segelas orange juice untuk yeoja itu. Aku meletakkan nampan itu tepat dihadapan meraka berdua. Gadis ini benar-benar tidak tahu malu. Seenaknya saja menggandeng-gandeng tangan sehun oppa dihadapan ku.
Dengan rasa kesal yang memuncak aku bergegas meninggalkan mereka berdua dan berlalu ke kamar. Bahkan dari kamar ini aku masih bisa mendengar tawa mereka. Arghhh menyebalkan sekali. Kututup telingaku dengan bantal. Jadi ini yangkau sebut bekerja tuan oh, jika kau memang tak menyukaiku kenapa kau menikahiku dulu.Tak lama kemudian suara tawa itu sudah tak terdengar lagi, yang terdengar hanya suara langkah kaki menuju kamar ini, apa sehun oppa. Ahh tentu saja kan hanya kami yang berada di rumah. Kutegakkan tubuhku, bermaksud untuk berdiri. Namun sepertinya namja itu telah terlebih dahulu masuk kedalam kamar ini. Ia memandangiku dengan tatapan datarnya, melempar jas dan tas kerjanya lalu beranjakmasuk ke kamar mandi. Aku sendiri bergegas turun kebawah, bermaksud menyiapkan makanan untuknya. Aku tau ia pasti belum makan, hmm sepertinya hari ini aku bisa memasak bulbogi.
Setelah bulbagi selesai sehun oppa tampak menuruni tangga, hah dia kelihatan tampan sekali. Kenapa aku dulu bisa menolaknya ya ?

Aku tersenyum kearahya yang sedang berjalan kearah meja makan. Namun hanya tatapan dingin darinya yang kudapatkan. Ia duduk dimeja makan menunggu masakanku yang hamper matang.
“Lusa aku akan kejepang.” Ujarnya pelan. Kejepang ? bahkan ia baru saja pulang dari mokpo, kenapa harus pergi lagi ?
“Berapa lama ?” hanya kalimat itu yang berhasil keluar dari bibirku. Terlalu sulit mencegahnya.
“2 Minggu. Selama aku pergi bukan berarti kau bebas, kau tetap harus berada dirumah, arra.” Tegasnya.
Ne, 2 minggu hanya berdiam diri dirumah sebesar ini SENDIRIAN. Aku mendesah pelan. Tak lama setelah itu hidangan yang kusiapkan dimakannya dengan lahap. Setidaknya ia masih mau memakan masakanku. Selama 5 bulan menjadi istrinya sedikit banyak aku sudah mengetahui tentangnya.
“Hmm oppa, boleh aku bertanya ?” tanyaku membuka keheningan yang menghiasi
“Apa ?”
“Hmm, yeoja tadi…”
“Dia minji, yeojachinguku.” Balasnya cepat. Yeojachingu ? Aku tidak salah dengar kan ? Dia bilang yeojachingu ? Apakah dia gila, dia bahkann sudah mempunyai istri.
Akupun hanya bisa terdiam mendengarnya. Selanjutnya aku permisi meninggalkannya kekamar dengan alasan tidak enak badan. Aku terdiam di atas ranjang ini, sebegitu hinanyakah aku sampai ia pun dengan entengnya mengatakan ia mempunyai yeojachingu didepanku, istrinya sendiri ?

Sehun Side

Mengetahui perubahan wajahnya setelah aku mengatakan bahwa minji adalah kekasihku. Wajahnya terlihat terkejut. Kenapa rasa puas itu tidak ada ? Kenapa aku justru merasa bersalah ?
Apa aku sudah mencintainya (lagi) ? Aigoo ada apa dengan ku ? Hah, kurasa aku memang harus menyudahi semua permainan konyol ini.
Ku ikuti langkah nya menuju kamar, terdengar sedikit isakan dari dalam. Apa aku sejahat itu ? kuputar kenop pintu dan mendorongnya. Ku lihat Justine sedang terduduk sambil menyembunyikan kepalanya diantara kedua pahanya. Ia duduk menghadap ke jendela, Ya tuhan aku benar-benar merasa bersalah sekarang. Kudekati sosoknya yang saat ini tidak menyadari kehadiranku.
“Ra-ya” Panggilku lembut. Dia menoleh, dapat kulihat air mata yang mengalir dari sudut matanya. Buru-buru ia menghapus air mata itu, namun langsung kutahan. Kutatap lembut wajah nya. Kemudian kurengkuh ia kedalam pelukanku.
“Uljima.” Ujarku pelan.
“Apa pedulimu.” Sentaknya melepaskan pelukanku, aku terkejut melihatnya sekarang.
“Tentu saja aku peduli, kau istriku.”
“Sejak kapan kau menganggapku istrimu ? Bukankah selama ini kau menganggapku pembantumu huh ?” Teriaknya lagi, sebegitu jahatkah aku selama ini ? Apa gadis ini benar-benar membenciku sekarang.
“Lepaskan aku, kumohon. Biarkan aku bebas.” Apa ? Melapasnya ? Tidak akan pernah nyonya Oh.
“Aku lelah, lelah dengan semua ini. Aku minta maaf jika dulu aku pernah menyakitimu. “ Lanjutnya pelan, kini ia tidak lagi memberontak ketika kurengkuh kedalam pelukanku. Ia terisak pelan.

At Morning

Pagi ini aku berangkat kekantor dengan sangat malas. Aku sangat tidak ingin meninggalkan yeoja ini. Kulihat ia masih diam, tak mau mengajakku bicara. Ia yang biasanya menyambutku dengan hangat ketika pagi hari, hari ini terlihat begitu dingin. Aku juga tidak ingin mengusiknya langsung pergi kekantor.
Selama dikantor, fikiranku terasa tidak tenang. Saat rapatpun aku tidak bisa focus, aku takut ia benar-benar pergi dariku. Bagaimana kalau itu benar-benar terjadi ? Ahh tidak, itu tidak boleh terjadi.
Kenapa waktu terasa lama sekali, aku benar-benar ingin pulang dan memastikan Justine masih berada dirmuah. Astaga, aku benar-benar tidak tahan lagi. Lebih baik aku segera pulang, lagipula jam pulang kantor hanya tinggal satu jam lagi. Tidak apa-apa kan kalau aku pulang duluan ? aku kan yang mempunyai perusahaan ini.

Kupacu mobilku dengan kecepatan sedikit diatas rata-rata. Aku benar-benar tidak bisa tenang sebelum bertemu dengan Justine. Setelah tiba dirumah, aku langsung memarkirkan sembarang mobilku. Bergegas masuk ke dalam rumah.
“RA-YA” teriakku, namun tak ada jawaban darinya. Perasaan takut mulai menyelimutiku. Kutelusuri seisi rumah. Kosong. Ia benar-benar pergi. Aku terduduk lemas dilatai, tak sadar air mataku mengalir, menyesali keterlambatanku bicara padanya. Kini ia benar-benar pergi. Lama aku terdiam dalam posisi ini.
Tak lama kemudian, kudengar langkah kaki memasuki rumah. Kudongakkan kepalaku, melihat siapa yang datang. Kulihat sosok itu, Oh Jinra. Ia dengan pakaian sederhananya menenteng belanjaan ditangannya terlihat memasuki rumah.

Langsung kupeluk ia hingga belanjaan yang dibawanya terlepas.
“Kukira, kau benar-benar pergi meninggalkanku. Aku minta maaf atas sikapku selama ini, kumohon jangan pergi.” Ucapku sambil terus memeluknya, sementara ia hanya terdiam.
“Saranghae.” Ucapku akhirnya, pelan sangat pelan. Namun kuyakin ia bisa mendengarnya. Kurasakan tubuhnya mengang karena ucapanku barusan. Kurasa ia terkejut, wajar saja aku yang selama ini bersikap sagat dinginpadanya tiba-tiba mengucapkan kata ajaib itu.
“Kau serius oppa ?” Tanya nya pelan. Ku anggukkan kepalaku dengan sangat yakin. Kemudian aku menatap lebut wajahnya.
“Kita mulai dari awal ?” Ujarku sambil menunjukkan jari kelingkingku.
“Ne, kita mulai dari awal.” Sambutnya sambil tersenyum. Kembali kupeluk dirinya.
“Hoeekk.” Tiba-tiba saja ia menutupi mulutnya dan berlari kekamar mandi. Kuikuti langkahnya, melihatnya memuntahkan cairan bening.
“Gwenchana ?” Tanyaku sambil mengusap tengkuknya.
“Hmm, hanya gejala awal. Tidak apa.” Gejala awal ? Gejala awal apa ?
“Gejala awal apa maksudmu ra-ya ?” Tanyaku penasaran.
“hmm, oppa sudah 3 minggu.” Ujarnya semakin membuatku tidak mengerti.
“Apanya yang 3 minggu huh ? Kau ini berbicara terlalu berbelit-belit.” Cecarku.
“kita akan jadi orang tua.” Ujarnya dengan senyum terkembang dibibirnya. Jadi orang tua ? artinya Justine hamil ? Benarkah ?
“Jinjja ?” Tanyaku masih tidak percaya.
“Ne, Tadi sebenarnya aku kedokter karena beberapa hari ini aku selalu merasa pusing. Dan dokter bilang aku hamil, sudah 3 minggu.” Jelasnya.
Langsung kuangkat tubuhnya lalu kuputar-putarkan diudara. Terlampau senang dengan kejadian hari ini yang sangat tidak terduga.
Kebahagiaan memang selalu menyenangkan, mendapatkannya yang perlu usaha terbayarkan kini. Aku, Justine dan calon baby kami.

END

Kritik dan sarannya harap ditinggalkan. And the last GOMAWO, JEONGMAL GOMAWO 

392114_140123856138444_1389754217_n_副本

80 comments

  1. lestrina · January 3, 2013

    Cerita bgs loch tp alurnya kecepatan tp krn oneshoot gpp dech. Seharusnya dibuat two shoot or ber chapter. Dibuat after story or sequelnya ya, non nc jg gpp. Nice ff loch, I like it.

  2. VavaIsElf_07 · January 4, 2013

    keren bgt.. bikin penasaran..
    sequel dong thor.. ^^
    btw, nice FF ..

  3. FanyJongIn · January 4, 2013

    Bagus thor! Daebak deh buat author😄

  4. ayu_woo · January 4, 2013

    sequelnya dong thor!, keren banget alurnya!! tapi yang nonNC yaa, aku lebih suka cerita yg so sweet gini daripada yang NC, hehehe

  5. haraharahap15 · January 5, 2013

    Keren thor~ \^^/
    Cerita asam, manis, pahit, asin, udah semuanya disini..
    tp ya itu, alur nya cepat sekalee~😀
    awalnya aku kira Justine Kim itu cowok. -__-” Hahahaha. ternyata bukan~
    NC nya udh cukup~
    Sequel nya di tunggu ya thor~

  6. Johan · January 5, 2013

    Bagus thor! (y) Sehun nya jahat banget tuh.. Kasian Jinra nya..

  7. sandralorenza · January 9, 2013

    Ceritanya bagus banget , gua sampe nangis . Tapi kecepetan banget , coba lebih panjang dan detail pasti jadinya lebih bagus ^^V . Keep writing ya dan jangan lupa sequel . Gomawo

    • RaeWorld · January 10, 2013

      makasih, ntar ya sequelnya ada kok. cuma baru setengah hehe ^^

  8. Akemi maruyama · January 9, 2013

    Huaaaaaaa keren banget thor sumpah
    Feelnya dpt bgt
    Bahasanya keren
    Alurnya juga ga kecepetan
    Mantaaaap deh

  9. kya ffnya daebak!#kasih standing applause
    aku suka sama ff ini ceritanya keren, lebih menikmati alurnya daripada NCnya
    tapi coba ada sequelnya pasti lebih keren

    • RaeWorld · January 10, 2013

      lagi dibuat sequelnya, hehe gomawo udah baca😀

  10. Nurfaisya · January 12, 2013

    Critanya mengharukan bnget,tp akhir.a menyenangkan🙂

  11. oriena · January 22, 2013

    ditunggu sequelnya min =w=
    ceritanya keren nih, tentang pembalasan cinta yang ternyata keduanya cinta beneran (?)

  12. mia · January 27, 2013

    Like this yooo, ff ny bgus bgt thor

  13. Wei - Ni · January 28, 2013

    Chukaeeeeeeeeeeee. … Muach muach …. Nice storyyyyy

  14. soo haeyeon · January 30, 2013

    O M G !!!
    Daebak thor. Aq suka bgt. . .

  15. Cha Hyena · January 31, 2013

    omoo thor, aku ska bgt sma critanya, kta2 nya enak d bca, feel dpt bgt..
    d tggu ne thor sequel nya😀

  16. youngjae-ah · February 3, 2013

    Wahh.. Daebak!! Akhirnya ketemu ff kayak beginian heheh😀 buat lagi author ff yg genre nya kyk gini.. Keren super lho!!! (Y)

  17. dewi sonelf yurisistable · March 7, 2013

    ff’a keren bgd thor fell’a juga dapet cuma alur’a agak kecepet’nd tp ttp keren ko mau sequel’a donk🙂

  18. Je Ha · March 8, 2013

    bagussss (y) sempet meneteskan air mata fufufufufu

  19. chanyeol's WF · March 8, 2013

    BAGUUUUUUUUUUUUSSSSSSSSSSSSSSS

  20. nurul · March 17, 2013

    Daebakk !!
    Critanya bgs kok😉

  21. ceritawiwid · April 1, 2013

    keren bgt………….. sequelnya dong thorr!!!

  22. maria asti · April 3, 2013

    Keren!!!
    gila,keren banget critanya,,
    Feelnya dapet banget!!

    Huah!! daebak deh pokoknya,🙂

    Ditunggu karya lainnya,🙂 😀

  23. hanny · April 6, 2013

    woaa.. kereen thor. like it banget deh~ gak trlalu berbau nc tp ngena bgt >< empat jempol deh buat author ^^

  24. Park ha · April 7, 2013

    Waw waw waw trus gmana ma minji ? Wah butuh squel

  25. 13elieve · April 8, 2013

    Bgus thor~ sequel ya thor?? Kn blum crtain gmana sehun mutusin minji,,, dan marriage life’a *modus* kkkk pasti seru klo da sequel’a hehehh

  26. ceritawiwid · April 14, 2013

    thor… gua udah baca ini berkali – kali.. tapi te2p aja gag ngebosenin.. sumaph harus ada sequel thor… gue suka karena yadongnya gag terlalu di kelihatin…

  27. orchid · April 20, 2013

    sweet bgt… endingnya… hehehe

  28. Ingga · April 25, 2013

    Waaaaaahhh happy endiiiing…
    Syukur deh akhirny bs saling mncntai…

  29. Shifha · April 25, 2013

    Thor, kan nikah.a udah 5bln, knp hamil.a 3mggu? Ap justine makan obat mencegah khamilan

  30. ans · May 5, 2013

    keren ^^

  31. moonblue · May 9, 2013

    ceritanya menarik nih thor…
    Q tersenntuh bacanya…
    syukur endingnya sehun mau baikan sama istrinya hehehe…
    cuma kok Q ngerasanya alurnya kcepeten yah…^^
    but this is nice ff..^^
    tetep semangat buat ff yg len ya thor…

  32. prenges · May 12, 2013

    Bersakit sakit dahulu
    Bersenang senang kemudian.
    Ff nya TOB bangettttttt

  33. Jijae · May 29, 2013

    Daebaaakk!!! ‘-‘)b

  34. indah kyeopta · June 1, 2013

    huaa thor keren,,, kebawa suasana(?) :d

  35. suzy · June 13, 2013

    ya ampun, nangis masa😦
    tp bagus tuh, happy end

  36. taemfallin · June 15, 2013

    Bagus ceritanya
    Apalagi happy ending !

  37. diah zahara · June 16, 2013

    seru..
    bagus banget thor ..
    entah mengapa aku menangis membacanya..😦

  38. Deer yeoja'kiyut · June 16, 2013

    ya ampun sehun oppa jdi dingin ?? gak kebayang deh kikikk~
    daebbaak min ceritanya *angkat jempol😀

  39. nana · June 17, 2013

    Aahhh, ceritanya daebak thor..^^
    Fighting..

  40. Park Sung Rin · June 30, 2013

    Ceritanya daebak thor..
    Padahal aku masih 15 tahun tapi udah nekat baca ._.v
    Habisnya aku suka ff yang genre nya kayak gini sih (sedikit sad), feelnya dapet banget..
    Ditunggu sequel nya..
    Keep writing, fighting ^^

  41. nisa_zelo23 · July 8, 2013

    kereeenn thorr aq suka ceritanya yg kya dingin&kasar narnya jd lembutt aiss pkonya daebak abisss😄

  42. risehunaaa · July 21, 2013

    bagus tp kecepetan
    sequel dah???(‘-‘*)

  43. Weny · July 24, 2013

    bagus ceritanya

  44. Mutia Faradilla · August 10, 2013

    Keren thor (y)

  45. rizkika aprilisa · September 1, 2013

    ffnya ckup bagus
    ^_^

  46. martintunyp · September 4, 2013

    Kereeeen sumpah ceritanya! Daebak thooor

  47. riri · September 9, 2013

    huuuuaaaa authooorr aku sampe nangis bacanya huuaa sehunnya jahat banget astaga hahahha akhirnya bahagia juga hiks

  48. Riri04 · September 16, 2013

    Hwaaaah sweet kelepek kelepek😄
    bagus bagus aku kira Justine bakalan pergi eh ke dokter😀 hihi

  49. heeyeon · October 19, 2013

    alurnya kecepetan…. tapi keren banget

  50. Sung Rae ah · October 19, 2013

    Ceritanya bagus thor^^b
    yah meskipun unsur keNC annya kurang(?) xD *readers yadong*
    tapi bagus…baguss

  51. kang Vi · October 22, 2013

    hua bgus critanya…
    gmn ma si minri itu??sequel dong thor

  52. lentitutwow · October 23, 2013

    keren banget ceritanya hua sequel juga bleh

  53. taayandani05 · October 25, 2013

    Sequel butuh sequel!!…
    Thor!, trus gimana tuh si minji hina!! yeoja chingunya sehun?…
    Bikin sequelnya ya thor!!
    Btw ni epep DAEBAK!!

  54. yua · October 27, 2013

    sequel dong thoor

  55. dwi yanti · November 13, 2013

    Heum bagus ffx cuman kurang greget si sehun nyiksax. Kliatan wlopun niatx nikat tuk balez dendem pi mlah g da diceritain pi bagus kok alurx..

  56. dongrim · December 9, 2013

    hepi end,

  57. Sung Yong Rim · December 11, 2013

    Daebak!! ffnya keren! barusan mampir di ff ini😀 ternyata keren hehe.. Ini dibikin chapter aja bagus deh chingu🙂

  58. Lee Mi Young · December 19, 2013

    Daebak bgt, ternyata Sehun oppa ganas juga ya wkwkwwkwkwk
    trus nasibnya Minri gimana, semoga pergi dari kehidupan Sehun sama Jinra
    terus berkarya eonn ^^

  59. Astikarina Sari · January 4, 2014

    Sumpah ini aku paling suka ff kyk gini, udah lebih dari 10 kali aku baca tetep pas bagian sehun bawa minji, adegan itu malah bikin nangisssss,,, keren nih author yg buat nya, kl bisa ada sequelnya dimana sehun bisa perlakuin justine sebagai istri yg sangat sehun sayangin, dan typo nya kurangin ya thor, tp semuanya daebakkkkkk

  60. kim seul rin · January 14, 2014

    Keren thor ..:)

  61. vierly cornelia agustin · January 21, 2014

    Sukaaa banget sama ff ini.. tegang di awal , so sweet di akhir hha.. like this abis.. jjang. Keep writting thor

  62. anni_mifta · February 8, 2014

    daebak thorr…….. sequel dong thor sequel

  63. isty novianty · February 9, 2014

    kerennnnn banget FF nya

    sequel nya mana thor

  64. herasehuni · February 19, 2014

    haii thorr ijin baca2 neee

  65. isty novianty · February 24, 2014

    thor aku menungu sequel mu

    lama sekali di post nya

    ayo thor aku penasaran sama kelanjutan nya

  66. ristiana · February 27, 2014

    Cuma bisa bilang KEREN….

  67. anishop54 · March 1, 2014

    Wooiaaahhhh ceritanya campur aduk rasanya x_x seru ihhh … God job thor

  68. M · March 29, 2014

    Nice ending dear, untg lh sehunx sadar ya

  69. Lian · April 1, 2014

    DAebakk,, aku kehabisan kata2 buat FF ini,,😄

  70. sehunsehuni · August 9, 2014

    Keren thor, . .

  71. Filda Jung · September 2, 2014

    kereeeeennnnn

  72. revida · October 6, 2014

    It’s going to be finish of mine day, except before end
    I am reading this great paragraph to increase my knowledge.

  73. Lunnabyun · November 15, 2014

    Waa~ bagus banget ceritanya, q tadi ikut nangis looh,. Daebak thor

  74. neulgichan · November 29, 2014

    wih.. swit.. ‘-‘
    Si thehun ngapain juga balas dendam elah.. pan kasian itu siapa.. *justine..* oh iya.. justine..
    daebak ^^)9

  75. luthfiismi · December 12, 2014

    Ohoho aku tidak menyagka sehun bakalan kayak gitu, tapi thor ini terlalu kecepetan

  76. jam tangan terbaru · January 8, 2015

    It’s amazing to pay a quick visit this web page and reading
    the views of all friends about this paragraph, while I
    am also zealous of getting knowledge.

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s