Mianhe Oppa, Jeongmal Mianhe (Chapter 1 / 2)

Mianhe oppa, jeongmal mianhe (cover)

Tittle: Mianhe, jeongmal Mianhe oppa.

Author: Hwang Soo Eun a.k.a Eyinzz

Main Cast: Jessica Jung and Lee DongHae

Other Cast: Kim JaeJoong, Lee Hyuk Jae a.k.a  Eunhyuk, Choi Siwon, Park Jung Soo a.k.a LeeTeuk, dll

Genre: Sad, Tragedy, Romantic, DLL

Leght: TwoShoot

Rating: PG 15+

Anneyeong haseyo all…!!!

Perkenalkan nama saya Erlina, Readers semua bisa panggil saya Author Eyinzz.. ^o^ saya adalah Author baru disini, saya masih amatiran tapi saya akan coba yang terbaik untuk menyenangkan readers semua.. Awalnya sih ngga nyangka bisa jadi Author di IFF, kan ini termasuk WP terbesar & banyak Readers-nya.. *curcol*

Kalau di pikir-pikir ni FF adalah FF debut ku di WP ini… hohohoho… Semoga Readers suka, karna nih FF masih abal-abal’an.. Gomawo.. DI FANFIC INI TAK ADA YG NAMANYA PEMERAN ANTAGONIS *loh?! Ga seru donk?!* coba baca aja dulu!

Heran ya??

Oke, ga usah lama- lama langsung aja cekidot!!

Happy Reading All!!! ^o^

 Terlihat seorang yeoja berambut blonde berdarah campuran Amerika-Korea yg sedang terduduk lemas menatap sayu sebuah kotak kayu tua dan berdebu yg berada di depannya. Matanya bengkak dan sembap seperti habis semalaman, wajahnya putih pucat. Tatapanya tak bisa di artikan dengan kata- kata, sedih, sakit, rapuh, bingung, semuanya mencampur menjadi satu di mata indah yeoja itu.

Yeoja itu menghela nafas panjang untuk kesekian kalinya sampai akhirnya jari- jari lentiknya yg kurus bergerak  ke kotak tua itu lalu mengusap permukaannya perlahan, debu- debu yg awalnya menempel sekarang sudah hilang sebagian terbang mengikuti angin, sebagiannya lagi menempel di jari lentik yeoja itu. Debu yg tebal itu pun perlahan- lahan menipis hingga membuat siapapun dapat melihat tulisan ukiran yg indah untuk pertama kalinya, karna selama ini tak terlihat karna tertutupi debu yg begitu tebal, LEE DONGHAE & JESSICCA JUNG.

Dadanya sesak melihat nama yg terukir indah di permukaan itu. Setelah lama mengusap permukaan kotak itu sambil memandanginya penuh arti, perlahan tapi pasti jari- jari itu mulai membuka tutup kotak kayu tua itu dengan sangat perlahan dan berhati- hati.

Terlihat di dalam kotak tersebut terdapat setumpukan foto dirinya dan seorang namja, ada juga foto namja itu sendirian, dan yeoja itu sendirian, senyuman mereka terlihat sangat merekah di foto itu, seperti dunia tanpa beban jika mereka lakukan bersama. Tangan pucat yeoja itu mulai mengambil semua isi di dalam kotak itu dan memandanginya satu per satu. Seperti video, semua kejadiannya bersama namja tercintanya yg terekam rapi di otaknya serasa berputar kembali kejadian lucu, romantis, konyol yg mereka lalui bersama semuanya membuat hatinya terasa pedih, dadanya sesak, tanpa terasa air mata jatuh setetes demi setetes dan akhirnya deas juga.

Suasana yg awalnya begitu henig sekarang mulai terdengar suara isakkan kecil tangis yeoja itu, isak tangis kesedihan, seperti yeoja itu telah disakiti teramat mendalam sampai membuat lukanya begitu lebar, namun semuanya tak seperti yg terlihat oleh mata. Dadanya semakin sesak, mengingat kejadian kemarin yg membuatnya begini, air matanya yg mulai berangsur hilang kini kembali lagi malah semakin deras, bahu yeoja itu bergetar hebat. “mian…op..pa..jeong..hiks.. mian.. hiks.. he..” kata yeoja itu di sela- sela isakannya yg semakin lama semakin hebat, wajahnya yg basah dan memerah karna menangis ia tutupi dengan kedua tangannya. Ia semakin terpuruk mengingat kejadian kemarin.

(______)

 

“Dokter! Apa penyakit yg saya derita selama ini?” Tanya Jessica dengan nada memaksa dokter yg ada dihadapannnya ini untuk menjawab, karna ia sudah menanyakan hal yg sama sebanyak 5x namun hanya dibalas dengan tatapan yg tak dapat diartikan dari dokternya itu.

“ehm.. apakah anda sering mimisan Jessica-ssi?” Tanya dokter langsung tanpa menjawab pertanyaan yg Jessica lontarkan dari tadi.

“Sering sekali bahkan dari kecil saya mengalaminya” jawab Jessica mantap

“apakah anda pernah pingsan?” Tanya dokter sekali lagi dengan nada hati- hati

Jessica Nampak berfikir sejenak sampai akhirnya menjawab pertanyaan dokternya. “pernah beberapa kali saja dok.”

Dokter hanya terdiam mendengar jawaban Jessica yg begitu yakinnya sambil menatapi sambil sekali- kali membolak balik beberapa lembar kertas hasil penelitian dan pemeriksaan yg telah dijalani Jessica beberapa menit yg lalu. Setelah dokter menarik nafas panjang mulutnya pun terbuka hendak mengatakan sesuatu, “ehm.. sebenarnya.. anda.. Jessica-ssi.. setelah melihat.. hasil penelitian dan pemeriksaan tadi..” jelas dokter terputus- putus.

Jessica memutar bola matanya kesal melihat tingkah laku dokter di depannya ini yg terlalu banyak basa- basi di putus- putus lagi. “dokter, bisakah kau tak berbasa- basi?? Udah gitu di putus- putus, kayak mau mengumumkan kematian orang saja.” Cibir Jessica kesal, dokter yg mendengarnya hanya bisa bersabar hati dan melanjutkan perkataanya, “ Kanker otak stadium 4, hidup anda hanya tinggal beberapa hari lagi jessica-ssi” jelas dokter dengan cepat seperti kereta listrik yg sedang berjalan dengan kecepatan penuh. Namun telinga Jessica masih sangat tajam untuk dapat mendengar perkataam dokter tanpa menyuruhnya mengulang lagi.

DEG~

Jantung Jessica yg awalnya berdetak dengan cepatnya memompa darah ke seluruh tubuh, sekarang berhenti untuk mengalirkan darah, badan Jessica yg awalnya tegang menunggu jawaban dari dokter sekarang menjadi lemas, harapan Jessica bahwa ia hanya mengidap penyakit ringan seperti masuk angin, kecapaian, dll, hilanglah sudah.

“nde??!! Apakah bisa di atasi dok??” Tanya Jessica hati- hati

“mungkin bisa, melalui jalan operasi yg di lakukan dalam waktu dekat kalau tidak nanti bisa lebih parah lagi, walaupun kemungkinan tingkat keselamatannya tak terlalu besar dan tak sesuai dengan harapan kita.” Kata dokter dengan nada bersalah, namun Jessica tak menghiraukan itu langsung menanyainya to the point, “berapa persen tingkat kemungkinan saya selamat dok?”

“sekitar 25% Jessica-ssi” Jessica menghela nafas dalam beberapa kali mencoba menghilangkan ketakutan dan kegugupannya sambil berfikir dengan matang. “baiklah, saya akan menjalani operasi lusa dokter.” Jessica sudah mantap dengan keputusannya, walaupun ia tak yakin bahwa ia akan selamat dalam operasi ini. Jessica berdiri lalu membungkuk member hormat dan meninggalkan ruangan dokter itu dengan membawa keyakinannya pada 25% yg akan menyelamatkan nyawanya. Padahal ia tau bahwa hidupnya takkan lama lagi, paling tidak ia sudah berusha tuk tetap bertahan tuk hidup, urusan hidup dan mati biarkan Tuhanlah yg berkehendak.

 

(_______)

Mata Jessica menatap kosong kea rah sungai di depannya, yups! Ia sekarang berada di tepi sungai han. Ia ingin menatap indahnya sungai yg terkenal itu mungkin untuk yg terakhir kalinya. Selain indah dan terkenal sungai itu mempunyai banyak kenangan dan menjadi saksi bisu Jessica saat ia pertama kali bertemu dengannya, namjayg sangat ia sayangi dan cintai, namja yg selalu membuat jantung Jessica bekerja 100 kali lebih cepat dari biasanya, namja yg selalu bisa membuat pipi Jessica memerah, namja yg selalu bisa membuat bibir Jessica membentuk bulan sabit, namja yg selalu membuat Jessica panas dingin dan gugup bila berada di dekatnya, namja yg membuat dunianya teralihkan, namja yg membuatnya mengerti rasa cinta yg sesungguhnya, namja yg membuat Jessica buta sehingga tak dapat melihat pesona lelaki lain selain dirinya, namja yg membuat Jessica tak pernah berhenti memikirkannya, hanya dirinya.

FLASHBACK ON

Jessica terduduk di tepi sungai han menatap sendu sungai yg mengalir indah itu sambil sekali- kali melempar batu ke sungai, tetapi jika tangannya tak dapat menemukan batu di sekitarnya ia akan mencabut rumput tak berdosa itu tanpa ampun lalu ia lemparkan ke sungai itu sekalian dengan tanahnya. Ia memakai mini dress warna putih dengan pita pink yg melingkar di pinggangnya, rambut blondenya ia biarkan terurai agar angin dapat memainkan rambutnya. Ia terlihat sangat anggun saat itu hanya saja wajahnya pucat pasi ditambah matanya sembap.

Sekarang pukul 05.30 KST sore tepat saat matahari akan tenggelam dan sekarang sudah bisa dilihat langit mulai tampak berubah warna menguning bersembur denagn orange dan merah, burung- burung berterbangan untuk kembali kerumah masing- masing. Sungai han terlihat sangat ramai, karna sunset disini terkenal sangat indah. Terlihat banyak pasangan yg sedang bermesraan dengan pasangan masing- masing *yaiyalah! Masak sama pasangan tetangga?* dan ada juga beberapa orang yg sedang mengadakan piknik atau sekedar duduk membuang penat setelah capek bekerja maupun bersekolah.

Terlihat seorang namaj yg sedang sibuk dengan kamera digitalnya dan berkonsentrasi dalam membidik segala pemandangan indah yg ia tangkap, sekali- kali menjauhkan kamera dari wajahnya untuk melihat hasil bidikannya. Ia terlihat sangat professional dalam memotret. Sampai akhirnya bidikan kameranya mengenai  seorang  yeoja yg sedang duduk termangu manatap sungai han. Ia mengambil beberapa foto yeoja itu mulai dari saat yeoja itu melemparkan batu kearah sungai han, menopang dagu, sampai dengan saat ia menyelipkan anak rambutnya yg menganggu pengelihatannya ke bekang telinga.

Rasa ketertarikan muncul, donghae nama namja itu yg sedang memotret itu, ia terus memotret yeoja itu tanpa bosan dan sekali- kali men ‘zoom’ beberapa foto agar wajah cantik nan pucatnya yeoja itu terlihat jelas. Saking asiknya memandangi foto- foto yeoja yg telah ia ambilnya tadi, ia tak sadar baha yeoja itu sudah menghilang dari tempatnya tadi, “kemana yeoja itu??” gumam donghae pada dirinya sendiri sambil celingukan mencari sosok yeoja tadi.

“YA!! KENAPA KAU MEMOTRET ORANG SEMBARANGAN??!! MAU CARI MATI HUH??!!”

Donghae tersentak saat mendengar teriakan cempreng seorang yeoja tepat di belakangnya. Donghae dapat merasakan aura negative yg sangat kuat  yg terpancar dari yeoja tersebut   *dikira setan apa?* membuat bulu kuduknya berdiri seketika. Perlahan tapi pasti donghae memutar balik tubuhnya dan mendapati yeoja yg tadi ia potret tangah berada di hadapannya dengan tampang marah. Sedangkan donghae yg melihat tampang Jessica yg sanagt marah seketika menciut dan mengeluarkan senyuman- senyuman gaje.

“hehehe…. Mian” kata donghae sambil nyengir- nyengir ga jelas, dan menggaruk belakang kepalanya yg emang gatal karna ketakutan dan malu kerahuan memotret seorang yeoja diam- diam. Tak ada respon dari Jessica ia teriam namun selang beberapa menit tanpa terduga ia tiba- tiba…

“HUUAAA…. HIKSS…. HUAAA…. HIKKSSS… HUAAA.. HUUUAAA….”

Tangis Jessica yg pecah seketika mengangetkan para pengunjung dan membuat banyak perhatian, karna suaranya yg nyaring nan cempreng itu. Donghae yg tak tau sebab yeoja di hadapannya menjadi sasaran empuk tatapan yg mengartikan bahwa – kau-apakan-yeoja-dihadapan-mu-itu-sampai-ia-menangis- donghae yg merasa bukan penyebab yeoja itu menangis langsung membela diri dengan menggelengkan kepalanya cepat dan mengibas- ngibaskan tangannya di udara membentuk silang yg mengartikan  -bukan-aku-yang-membuatnya-menangis- namun masih saja banyak orang yg menatapnya seperti itu tak percaya bahwa bukan donghae yg membuatnya menangis.

“aissh.. agesshi tak dikenal,, berhentilah menangis.. uljima” pinta donghae kebingungan melihat Jessica menangis, ia serba salah sebenarnya. “NEO!! NAPPEUN NAMJA!! BAGAIMANA BISA KAU SELINGKUH DI BELAKANG KU DENGAN IM YOONA-SSI??!! TAECYEON!! KAU NAPPEUN NAMJA!!” teriak Jessica sambil memukul- mukul dada bidang donghae, yg tambah membuat orang disekelilingnya mengganti tatapan tajamnya dengan tatapan membunuh ke arah donghae, yg mampu membuat donghae menelan ludahnya, “agesshi.. tenanglah,, aku bukan taecyeon mu dan juga aku tak berselingkuh dengan yeoja bernama YoonA”  jelas donghae namun yeoja berambut blonde itu tetap memukul- mukul dadanya dan menangis di dada bidang donghae.

Donghae pasrah dengan apapun kelakuan yeoja itu. Itung- itung sebagai balasan karna ia telah memotret yeoja itu sembarangan dan tanpa ijin. Donghae pun kembali memikirikan perkataan yeoja tadi,

“NEO!! NAPPEUN NAMJA!! BAGAIMANA BISA KAU SELINGKUH DI BELAKANG KU DENGAN IM YOONA-SSI??!! TAECYEON!! KAU NAPPEUN NAMJA!!”

‘chamkkamanyo!! YoonA?? Selingkuh?? Taecyeon?? Namjachingu yeoja ini??’ sedetik kemudian Donghae baru sadar bahwa ia mempunyai yeojachingu yg bernama IM YOONA!!

“MWO??!!” teriak donghae shock tak percaya apa yg ada di pikirannya saat ini, teriakan donghae mampu menghentikan tangisan yeoja tadi dalam sekejap, “waeyo??” Tanya yeoja di depannya heran melihat namja itu mengeluarkan ekspresi shock seakan yeojachingunya sedang berselingkuh.

“boleh aku lihat bentar saja foto namjachingu mu itu?? Jebal~” mohon donghae seperti anak kecil. Jessica hanya bisa mengerutksn dahi, lalu mengambil hp filpnya yg masih ber wallpaper foto Taecyeon dengan tatapan aneh kearah donghae. Donghae membelalakan matanya ketika melihat foto Taecyeon di  yg menjadi wallpaper hp Jessica. Ternyata memang YoonA’nya’ lah yg dimaksud selingkuh dengan namjachingu yeoja ini. Memang akhir- akhir ini ia pernah beberapa kali memergoki  YoonA berjalan dengan seorang namja,, setiap ditanya ia akan bilang bahwa itu adalah sepupunya.

“waeyo?” Tanya Jessica untuk kedua kalinya heran melihat gelagat donghae yg shock dan terpukul. “animida, ternyata yeoja yg kau maksud berselingkuh dengan namjachingumu itu ternyata adalah yeojachinguku.” Jawab donghae dengan nada pelan sampai bisa disebut bisikan, namun telinga Jessica cukup tajam untuk mendengar bisikan donghae sekalipun. “MWO??!! Jadi yeoja kegatelan itu adalah yeojachingumu??” shock Jessica mendengar pengakuan donghae, “berarti kita bernasib sama” lanjut jesica lirih

“nde! Oh ya itu sunsetnya! Aku harus mengabadikan moment ini” kata donghae mengalihkan  topik pembicaraan  sambil menyiapkan kamera digitalnya. Sekarang mereka berdua duduk berdampingan ditepi sungai sambil melihat indahnya matahari terbenam dalam diam, dan bergalau- galau’an bersama (?) sampai malam tiba. Semenjak  saat itu merekajadi sangat dekat dan akhirnya berpacaran.

FLASHBACK OFF

Jessica tersenyum kecil mengingat pertemuan pertamannya besama donghae. apakah aku harus benar- benar berpisah dengan donghae? Tuhan, bukankah ini terlalu cepat? Bahkan kami baru berpacaran 2 tahun yg lalu, ani, belum genap 2 tahun sampai tanggal 5 november yg jatuh tepat lusa. Jessica sedang berfikir tentang donghae bukan tentang operasinya yg akan dilaksanakan lusa.

‘bagaimana caranya memberitahu masalah ini pada donghae? Bagaimana jika donghae sedih mengetahui kenyataan bahwa aku harus meninggalkannya? Ani, bagaimana jika donghae tak mau mempunyai yeojachingu penyakitan seperti ku dan meninggalkanku begitu saja? Bagaimana cara agar donghae tak terlalu sedih saat ku tinggal? Bagaimana cara agar donghae merelakan ku pergi dengan tenang?? Eotteohkaji??’ Jessica terlonjak saat melihat seruntutan ide melintas cepat di otaknya seperti kilatan petir, namun intinya sangat dipahami dan diingat.

‘ide ini terlalu gilauntuk dilakukan. Tapi aku juga tak punya ide yg lebih bagus daripada ide ini. Ide ini terlalu besar dampaknya jika dilakukan , ide ini adalah kebohongan besar! Jika ide ini dilaksanakan, akan ada banyak orang yg terluka, dan mungkin juga karna ide gila ini semuanya akan terpecah belah, akan terjadi pertengkaran besar dan mungkin akan melukai dua pihak yg bersangkutan secara batin maupun fisik.’

Jessica mencoba menemukan ide lain yg bagus namun tak mempunya dampak yg besar jika dilaksanakan, tapi hasilnya nihil!! Ia sama sekali tak berhasil menemukan ide lain! ‘apakah aku harus menggunakan ide ini?’. “aarrgghh” gumam Jessica sambil memegangi kepalanya yg terasa amat sakit karna berfikir terlalu banyak dan keras. ‘sial’

&&&&&

Masih sama seperti tadi, Jessica tetap duduk termenung di tepi sungai han. Suasana sekitar sudah sangat hening karna hari sudah malam tepatnya pukul 08.00 KST malam, siapa juga yg mau ke sungai han malam- malam begini? Jessica merapatkan mantel yg sedaritadi ia pakai untuk mengurangi rasa dinginnya malam yg menusuk sampai kedalam tulang. Ia rindu, ia rindu pelukan donghae yg dapat menghangatkan tubuh mungilnya tu.

Tanpa terasa air matanya meluncur di pipi mulusnya. Walaupun angin berhembus dengan sangat  kencangnya hingga mampu membuat badan serasa membeku, tapi tidak dengan air mata Jessica yg tetap meluncur menandakan bahwa ia tak ikut membeku. Hati Jessica sakit mengingat bahwa beberapa hari lagi ia akan meninggalkan donghae. Ini terlalu cepat Tuhan!! Jebal~

Disela- sela isak tangisnya Jessica merogoh tas kecilnya yg selalu mengalung indah di bahunya untuk mengambil I phone bewarna putih kesayangannya lalu menekan- nekan layar touchnya dan akhirnya mendekatkkan pada telinganya.

“yoboseyo??” sahut Jessica setelah mendengar suara namja di seberang sana.

“______”

“oppa! Bisakah kita bertemu? Ajaklah yg lain, tapi jangan ajak donghae oppa”

“______”

“tak bisa ku jelaskan oppa. Aku harus berbicara pada oppa dan yg lainnya.”

“_____”

“andwe. Ini terlalu panjanguntuk di ceritakan lewat telfon oppa. Tapi bisakah kita bertemu?? Ini sangat penting oppa. Jebal~”

“______”

“jeongmalyo?? Waahh… gomawoyo oppa! Aku tunggu di café biasa ya oppa!”

“______”

“ne.. anneyeong”

TUT… suara sambugan telfon diputus *yaiyalah! Masak suara kentut?!* Jessica beranjak dari tempat duduknya lalu berlari kecil menuju sebuah café tak terlalu ramai dan terletak tak jauh dari sungai han, ia memilih duduk di dekat jendela sambil memesan Coffe Latte. Sampai akhirnya masuk 4 orang namja lalu langsung mengambil tempat duduk mengelilingi meja Jessica. Mereka terlihat sedang membicarakan sesuatu yg serius dengan pemimpin pembicaraannya adalah Jessica, sedangkan 4 namja itu hanya berbicara dan mengangguk pada waktu tertentu, dan sekali- kali mereka terbelalak kaget mendengar perkataan Jessica.

++++++

Matahari menyeruak masuk ke dalam kamar sebuah apartement yg berada di pusat kota Seoul. Seorang yeoja yg sedang tertidur diatas kasur empuknya itu mengerjap- ngerjapkan mata lalu menguap besar dan bangkit dari tempat tidurnya. Jessica menuju dapur dengan langkah gontai karna memang tubuhnya masih lemas karna habis bangun tidur di tambah lagi dengan matanya yg masih setengah watt itu. Jessica membuka lemari es lalu menyambar air mineral dan meminumnya, “ahh.. leganya.” Desis Jessica setelah berhasil menghabiskan setengah botol air.

Jessica yg teringat akan sesuatu langsung menaruh botol minum itu dengan malas lalu berjalan ke ruang tamu dan menghempaskan tubuh mungilnya begitu saja ke sofa empuk bewarna putih itu. Tak lama kemudian Jessica mengambil smartphonenya dan mengetik sesuatu disana.

From: Jessica

To: My Lovely Fishy Lee Donghae

Morning oppa!! ^o^… aku punya satu permainan khusus loh buat oppa.. :p

 

Tak lama kemudian hp Jessica bergetar menandakan ada pesan yg masuk

From:  My Lovely Fishy Lee Donghae

To: Jessica

Morning too Chagiya!! ^-^.. apa permainanya?? Ppali malhaebwa!! Jangan biarkan namjachingumu yg tampan ini menunggu terlalu lama.

Morning kiss dulu donk chagi, Saranghae….  :*

Jessica terkikik sendiri melihat pesan manja yg donghae kirimkan lalu segera membalasnya

From: Jessica

To: My Lovely Fishy Lee Donghae

Mumumumuuaaacchh….. :*

Cih. Apa namja yg menjadi namjachinguku bisa dibilang tampan ya?? Bukankah mukanya mirip dengan ikan mokpo?? :p

Begini, apa oppa mencintaiku??

 

From: My Lovely Fishy Lee Donghae

To: Jessica

Ya! Walaupun mukaku seperti ikan kau mau kan Barbie ku?? :p

Kureom! Waeyo chagi? Kenapa bertanya seperti itu, tak biasanya??

Nan Neomu Neomu Saranghae.. Muaacchh :*

Jessica tersenyum kecut melihat jawaban donghae yg mengatakan bahwa ia masih mencintainya

From: Jessica

To: My Lovely Fishy Lee Donghae

Ani, ini hanya bagian dari permainan oppa. Oke aku jelaskan, permainanya begini, jika oppa benar- benar mencintaiku, oppa harus buktiin itu dengan cara tak menghubungiku selama seharian ini dan berusaha sendiri satu hari ini tanpa diriku, janganberbicara padaku, apalagi menunjukan batang hidungmu ke aku oppa .eotteo?? jika oppa berhasil berarti oppa benar- benar mencintaku. Tapi jika oppa tak berhasil, berarti cinta oppa padaku hanya bualan semata.

 

From: My Lovely Fishy Lee Donghae

To: Jessica

Joha! Hanya satu harikam chagi??

Aku akan membuktikan kalau aku mencintaimu sampai akhir aku menutup mata chagiya. :*

 

From: Jessica

To: My Lovely Fishy Lee Donghae

Yee… ke’PD’an sekali kau oppa?? Kita lihat saja nanti!! Jika kau menang ada kejutan untukmu!

Nde oppa, hanya satu hari saja tak masalahkan??

Ok, kita mulai dari sekarang!! Berjuanglah oppa! Jangan menyerah! Oppa pasti bisa!! Saranghae :*

NB: pesan terakhir tak usah dibalas ya oppa! Hwaiting!! ^o^

 

Jessica  membuang handphonenya  kearah sofa setelah memastikan bahwa pesan terakhirnya itu sudah  terkirim untuk donghae. Ia bangkit lalu menyambar handuk dan berjalan menuju kamar mandi, namun langkahnya terhenti ketika ia merasakan kepalanya berdenyut dengan sangat keras. Jessica yg tak kuat menahan sakit di kepalanya sontak memegangi kepalanya dan menekannya berharap dapat mengurangi rasa sakit itu, air matanya jatuh tak tertahankan dari sudut matanya yg terpejam erat, mulutnya tak henti- hentinya mengeluarkan ringisan kesakitan yg amat parah.

Sakit yg awalnya hanya menyerang kepala Jessica sekarang menyerang seluruh tubuh Jessica sampai membuatnya jatuh terduduk di lantai, masih tetap dengan tangan dan ekspresi yg sama. Tak lama kemudian sakit di kepalanya berangsur- angsur menghilang lalu diganti dengan keluarnya semacam cairan merah yg sangat kental dari kedua lubang hidung Jessica, darah.

TBC…..

Mianhe banyak typonya ya??

Apa ga nyambung atau gaje?? Jangan heran ini fanfic kan buatan author gaje jadi pasti hasilnya kalau ikutan gaje ya mohon dimengertilah…

Mianhe covernya jelek.. soalnya authorkan baru belajar.. itu aja pake pizap.. huft.. and itu waktu picnya jessica aku gitu’in karna supaya menimbulkan efek pucat. Kan disini Jessica ceritanya sakit

Mian postnya baru sekarang, awalnya sih mau post kemaren tapi karna lagi males OL jadi baru aku post sekarang.. hehehe.. And, bagi HaeFany shipper, atau YonHae Shipper, pliss jangan nge-bash disini…

Jangan lupa RCL ya!!! Gomawo!! ^o^

 

10 comments

  1. sicca · January 4, 2013

    author cepet publish yang chap 2 nya dong !!🙂
    kerenn, sad romance !!

    • eyinzz · January 7, 2013

      Ehm.. Ne, Udah jadi kok Chap 2 nya.. Tunggu aja Eon..
      keren ya?? aku kira jelek.. kekeke~
      Gomawo for comment..😀

  2. jung Ji Eun · January 8, 2013

    Cepet2 ya thor part 2 nya xD

    • eyinzz · January 8, 2013

      Nde,, di usaha’in bakal cepet publish part 2nya..😀

      Gomawo for comment Eonni..😀

  3. Lee Hyerin · January 8, 2013

    keren ….
    chap 2 nya kapan di share nih thorrr ???
    udah penasaran bngt nih wkwk
    Keep Writing ya thor🙂

    • eyinzz · January 8, 2013

      Aigoo.. aku kira jelek.. -,-
      Chap 2nya kapan ya?? Yang penting bulan ini! #Ditimpuk Readers..
      Udah penasaran ya? tebak-tebak aja dulu! *evil smirk*
      hehe.. Gomawo eon udah nyemangati.! Keep Waiting ya Eon..!
      Aku tunggu Comment mu di FF ku yang lain.. ckckck~

      Gomawo for comment..!

  4. Swarani Mustika · February 24, 2013

    apakah ini sad end😦 huaa gk mauuu😦
    lanjutannya udh ada ya ._. lanjut baca ya thor ^^
    ff mu kereeenn (y) keep writing ^.^

    • eyinzz · March 12, 2013

      Nde.. Gomawo for comment..😀

  5. trinity · March 12, 2013

    Keren thor ^^

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s