[Songfict] As Long As You Love Me

Tittle          : as long as you love me

Author         : Raemi Kim

Genre          : Angst, Sad, Tragedy

Ratting        : PG 16

Cast            : Oh Sehoon, Shin Jinra, Kim Raemi, Park Chanyeol, etc

Length         : Oneshoot

As long as you love me, we under preassure, seven billion people in the world trying to fit in.

Jinra POV

Hoooaaammmm……

Pagi ini aku terbangun dengan keadaan yang jauh lebih baik. Aku shin jinra, yeoja yang nasibnya kurang beruntung Karena di umurku yang baru berusia 17 tahun aku sudah menderita penyakit mematikan, leukemia. Penyakit yang hingga kini belum ditemukan obatnya itu sukses membuatku nyaris kehilangan masa depanku.

“jinra, kau sudah bangun nak ?” Tanya eomma yang duduk di samping ranjangku. Ya kini aku tengah berada dirumah sakit. Sudah seminggu, karena penyakitku yang bertambah parah, sepertinya. Aku merasa sekarang hidupku hanya tinggal menghitung waktu, namun begitu aku tak mau menyia-nyia kan kesemptan yang telah tuhan berikan untukku. Setiap nafas yang masih ada di tubuhku kuanggap itu adalah sebuah keajaiban.

“Ne eomma.” Balasku sambil tersenyum, segera kutautkan tanganku. Berdoa pada tuhan, mengucap syukur karena hingga hari ini aku masih diberi kesempatan melihat dunia. Memang penyakitku belum memasuki stadium yang parah, namun penyakit ini tetap saja bisa merenggut nyawaku setiap saat.

“Ahh ya, tadi malam raemi menelfon. Katanya hari ini ia akan datang kesini. Namun karena kau sudah tidur eomma tidak tega membangunkanmu, jadi eomma iyakan saja.” Jelas eomma setelah aku selesai berdoa

“Jinjja eomma, jam berapa raemi akan kemari ?” tanyaku antusias. Tentu saja antusias, dari dulu tepatnya setelah aku divonis terkena penyakit mematikan ini, tidak ada seorangpun yang mau berteman dengan ku. Namun suatu saat raemi datang dan ia mengatakan ia ingin berteman denganku, tanpa rasa ngeri dan jijik sekalipun. Itulah sebabnya aku sangat menyayangi sahabatku yang satu ini, kami sering melakukan berbagai kegiatan bersama, walaupun dengan keterbatasan fisikku. Ia bahkan tak malu disekolah ia sering di hina karena berteman dengan ku.

“Hmm, eomma juga tidak tau. Mungkin setelah pulang sekolah ia akan datang nak.” Jelas eomma lagi.

“Kalau begitu aku akan menunggunya.” Ujarku sambil tersenyum. Aku sangat senang jika raemi datang berkunjung. Itu artinya raemi akan menceritakan apa saja yang terjadi padanya selama kami tidak bertemu. Aku sangat suka mendengar cerita-cerita raemi.

“ayo makan dulu.” Perintah eomma sambil menyendokkan sesuap bubur kemulutku, dengan semangat aku memakan bubur itu.

Siang hari

“Annyeong..” seru raemi yang baru tiba di ruang rawatku. Wajahnya tampak sangat bahagia sekali.

“Annyeong mi-ya.” Balasku sambil tersenyum, raemi bahkan langsung merangkul ku.

“Bagaimana keadaanmu ? sudah baikan ?” tanyanya

“Sudah sedikit lebih baik .” ujarku memamerkan senyumku tanda aku sudah merasa lebih baik dari sebelumnya.

“Hah, syukurlah.” Raemi tampak mengecek i-phone nya

“Ne, bahkan kata dokter, besok aku sudah boleh pulang.” Ujarku senang.

“Wahhh jinjja ? chukka ra-ya. Cepatlah sembuh .” ucapnya tulus.

“Heheehe gomawo, ya, tampaknya kau sangat senang, ada yang tidak kuketahui ?” selidikku karena melihatnya terus tersenyum.

“Kau tau, chanyeol oppa mengajakku kencan hari minggu ini. Huwaaa senang sekali rasanya.” Paparnya sambil terus tersenyum, aku yang melihatnya hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala ku. Memang raemi sudah menyukai chanyeol sunbae semenjak kami masuk sma.

“Wahhh chukkae mi-ya.” Senyumku pada raemi

“Ahh dan kau harus ikut, karena chanyeol oppa mengajak temannya juga. Yayaya ayolah ra-ya “ pintanya sambil ber-aegyeo sehingga aku tak sanggup menolaknya.

“Baiklah, aku ikut asal tak mengganggu.” Setujuku

“Siapa bilang kau mengganggu ku ?” rajuk reami begitu mendengar kalimat persetujuanku yang menurutnya sedikit aneh.

“hahaha, tidak ada.” Tawaku begitu melihat wajah cemberutnya.

“Ahh besok aku juga sudah boleh pulang loh.” Pamerku pada raemmi.

“Jinjja ?? wahh chukka, tapi maaf aku tidak bisa menjemputmu nesok.” Sesal raemi dengan wajah tertunduk.

“Taka pa raemi-ya, kita bisa bertemu dirumah kan .” senyum ku. Setelah itu akmi asik bercerita sepanjang hari, hingga raemi pamit pulang karena eommanya sudah menelfon.

Keep it together. Smile on your face even though your heart is frowning. But hey now, you know girl. We both know it’s a cruel world. But I will take my chances.

Saturday, 28-11-2012

@Lotte world

Author POV

“yaa, mana chanyeol oppa ? kenapa lama sekali ?” gerutu jinra yang pegal berdiri karena terlalu lama menunggu prince charming raemi.

“Sabar sedikit ra-ya, dia bilang sudah hampir sampai. Kita duduk dulu ya, aku tau kau pegal berdiri.” Tawar raemi pada jinra yang masih menggerutu tak jelas.

“Annyeong raemi-ya.” Panggil sebuah suara yang tak lain adalah chanyeol. Padahal jinra dan raemi belum sempat berjalan ke bangku di taman hiburan itu.

“Ahh oppa akhirnya kau datang juga.” Senyum raemi senang begitu mengetahui yang menyapanya adalah chanyeol, sang prince charming nya.

“Mian aku telat, tadi aku menunggui sehun dulu.” Sesal chanyeol yang telah membuat raemi menunggu.

“Gwaenchana oppa.” Balas raemi sambil tersenyum manis. Sementara jinra dibelakang raemi tak mampu mengedipkan mata begitu ia melihat namja yang datang bersama chanyel.

‘tampan sekali’ piker jinra.

“Ahh ya kenalkan ini temanku, jinra.” Kenal raemi pada chanyeol dan sehun.

“Aku chanyeol” ujar chanyeol sambil menjabat tangan jinra.

“aku sehun.” Ucap namja itu sambil tersenyum dan juga menjabat tangan jinra.

‘DEGG’ jantung jinra berdetak sedikit tidak normal saat tubuhnya dan tubuh namja bernama sehun itu bersentuhan, hanya bersalaman namun mampu membuat jinra tersenyum sumringah. Melupakan gerutu-gerutuan yang tadi sempat terlontar dari bibir tipisnya.

“Senang mengenalmu jinra-ya.” Satu kalimat sehun itu sukses membuat pipi jinra memerah karena malu.

“Ne aku juga.” Dengan susah payah akhirnya jinra berhasil membalas ucapan sehun.

“Kajja, kita kemari untuk bersenang-senang kan ?” ajak chanyeol mengomandoi kami semua . Raemi dan chanyeol tampak memisahkan diri dari jinra dan sehun. Meninggalkan dua makhluk yang dengan tampang bodoh mereka malah hanya saling melirik.

Sehun POV

Aigoo chanyeol keriting itu kenapa malah meninggalkanku dengan yeoja ini. Membuatku gugup saja, mana aku deg-degan lagi berada didekat gadis ini. Gadis manis yang baru saja aku temui, ahh ani bukan manis, dia cantik. Sangat cantik malah. Aish apa yang kukatakan ini ? apa jangan-jangan aku menyukai yeoja ini ? tapi apa secepat itu ? aku bahkan baru saja mengenalnya, hmm mungkin juga aku merasakan love at first sight. Hahaha pepatah gila itu kini akhirnya berlaku padaku.

“Hmm, jinra-ssi ayo kita naik roler coster.” Tawarku pada yeoja yang sedari tadi hanya berdiri termanggu memandangiku. Aish dipandangi begitu aku jadi semakin gugup. Kenapa mata gadis ini seperti menghipnotiku ya ? aigoo yeppo .

“ahh y-ye.” Tanggapnya sedikit tergagap, apa mungkin dia juga gugup. Tanpa sadar aku malah tersenyum memandangi gadis manis ini. Wajahnya kelihatan kebingungan saat melihatku tersenyum .

“Sehun-ssi, ada yang salah dengan wajahku ?” tanyanya yang kebingungan melihatku.

“Ahhh anni, tidak ada yang salah. Kau terlihat sangat sempurna.” Aishh aku keceplosan.

BLUSHH kulihat wajah gadis ini sedikit memerah, kurasa dia malu. Ya, sepertinya .

“hahaha, kau membuat ku malu sehun-ssi.” Ujarnya blak-blakan.

“Kajja.” Ajakku sembari menarik tangan jinra menuju permainan roler coster. Namun jinra menahan tanganku.

“Wae ?” tanyaku bingung, ahh mungkin dia takut naik roler coster.

“Hmm bisakah kita naik wahana lain saja ? agak menakutkan naik roler coster.” Bingo tebakanku benar, dia ternyata takut naik roler coster. Baiklah, wahana apa ya yang cocok untuk gadis seperti jinra ?? kurasa bianglala.

“Bagaimana kalau kita naik bianglala ?” tawarku

“Hmm itu ide yang bagus.” Sambutnya bersemangat.

Author POV

Selama di bianglala jinra dan sehun hanya diam tak banyak bicara. Hingga.

“Jinra-ssi.” Panggil sehun hati-hati

“Ne.”

“Hmm boleh aku mengatakan sesuatu ?” sehun tampak sedikit tegang.

“Tentu saja boleh.” Senyum jinra

“Sepertinya aku menyukaimu.” Aku sehun, yap dia merasa dia sangat menyukai gadis ini. Walaupun ia tau ia baru bertemu jinra beberapa jam yang lalu. Namun sekarang ia malah mengatakan bahwa ia menyukai yeoja itu. Mungkin bagi jinra itu sedikit aneh.

Jinra sendiri tampak terkejut dengan penuturan sehun yang tiba-tiba. Membuat tubuhnya menegang saja saking kagetnya. Namun akhirnya jinra bisa kembali menguasai dirinya.

“Benarkah ?” Tanya nya

“Hmm, bisakah kita menjadi sepasang eummmm kekasih?” Tanya sehun lagi. Dan pertanyaan sehun kali ini sukses membuat jinra terlonjak dari duduknya. Aishh ini benar-benar gila. Piker jinra

“Sehun-ssi, kau tidak serius kan ?” jinra memastikan bahwa sehun hanya sedang menggodanya.

“Aku serius.” Jawab sehun mantap sambil tersenyum.

“Hmm, kalau begitu kita jalani saja dulu. Karena kurasa aku juga menyukaimu.” Aku jinra sambil tertunduk. Menyembunyikan rona merah yang kini terpancar jelas di wajahnya.

“Jinjja ?” sehun memastikan bahwa ia tak salah dengar.

“Ne, sehun oppa.” Balas jinra sambil tersenyum.

Hati sehun bahkan kini sudah seperti taman bunga, penuh dengan bunga-bunga cinta #eaaaaa

“Wooaaa, gomawo jagi.” Senyum sehun pada jinra yang langsung merona wajahnya.

6 Bulan Kemudian

Sudah 6 bulan ini hubungan sehun dan jinra berlangsung. Raemi yang mendengar curhatan jinra pun awalnya tidk percaya jika sehun dan jinra bisa berpacaran pada pertemuan pertama mereka. Ahh ya, raemi dan chanyeol juga sekarang sudah berpacaran, tepatnya sejak 4 bulan yang lalu.

Tentang penyakit Jinra ? Penyakit itu kini semakin menggerogoti tubuh jinra. Tubuh jinra kini menjadi kurus. Sehun juga sudah mengetahui tentang penyakit jinra, awalnya ia terkejut, namun ia akhirnya bisa menerima bahkan ia juga memberi support untuk jinra agar ia cepat sembuh.

Pagi itu

“Eomma…” Rintih jinra dari kamarnya, sang eomma yang mendengar rintihan anaknya sontak langsung berlari kearah kamar jinra dan sudah menemukan jinra dalam keadaan jatuh tersungkur dilantai. Darah segar juga terlihat keluar dari hidung jinra. Sang eomma langsung histeris dan segera menyuruh appa jinra membawa jinra kerumah sakit.

“Eomma sakitt…” rintih jinra sementara eomma nya tak sanggup lagi membendung air matanya melihat anaknya tengah kesakitan seperti sekarang. Ia tak tega melihat keadaan putrinya yang kian hari kian memburuk. Jika bisa, ia bahkan rela menggantikan posisi putrinya itu agar jinra bisa hidup tenang tanpa harus menanggung rasa sakit yang membuatnya begitu menderita seperti saat ini.

“Bertahanlah nak, sebentar lagi kita sampai.” Ujar eomma jinra sambil memeluk jinra yang sudah lemas, perlahan mata jinra mengatuo. Pingsan. Ya, sekarang jinra pingsang. Mungkin karena tak kuat menahan sakit yang mendera tubuhnya.

Sesampainya dirumah sakit, jinra langsung ditangani oleh dokter yang sedang bertugas saat itu. Keadaan nya yang sudah memburuk membuatnya harus segera dioprasi agar bisa menyelamatkan nyawanya. Oprasi cangkok sum-sum tulang punggung. Namun baik eomma maupun appa nya sendiri tak bisa melakukan itu, bukan karena tidak cocok melainkan karena kondisi appa jinra yang juga punya penyakit jantung, sedangkan sum-sum eomma jinra tidak ada kecocokan dengan jinra.

Menunggu mukjizat. Mungkin itulah keadaan yang cocok menggambarkan keadaan jinra saat ini. Hanya diam dalam tidur panjangnya. Sehun punkini tak pernah absen menjenguk jinra setiap harinya. Menunggu yeoja itu membuka matanya sekedar untuk tersenyum ke arahnya. Namun harapan itu kini terassa mustahil, begitu dokter menvonis jika umur jinra tak akan bertahan lebih dari 72 jam. Hal ini semakin membuat sehun kalut. #aku galauuuu.

“Sebaiknya anda membawa putri anda ke Canada tuan, peralatan medis disana lebih baik dari peralatan medis di korea.” Saran dokter yang menangani jinra.

“Buatkan kami surat rujukan dok, kami akan langsung membawa anak kami malam ini.”

“Baik lah tuan shin.” Lalu dokter tersebut berlaru sementara raemi yang sedari sore tadi datang menjenguk jinra bersama chanyeol dan juga sehun yang kini sudah seperti mayat hidup hanya bisa mematung, memandangi sahabatnya itu sambil menangis.

“tiiiiiiitttttttttttttttttttt.” Garis lurus dilayar monitor yang ada disebelah jinra berbunyi, mejadi satu titik garis lurus yang menandakan bahwa gadis bernama shin jinra itu telah meninggalkan dunia.

“Jinraaaaaa.” Secara serempak manusia yang ada diruang rawat jinra langsung berteriak histeris melihat garis dilayar monitor itu T.T

Dan seketika itu pula mereka semua menghabur kearah tubuh jinra.

“aku dimana ?” jinra sosok itu kini tengah berada disuatu ruangan kosong yang berwarna putih. Mungkinkah aku disurga ? tanyanya lagi. Setelah itu jinra melihat secercah cahaya dari ujung ruangan itu, ia berjalan semakin mendekat kearah cahaya itu. Sedikit lagi ia akan sampai kearah cahaya itu begitu sayup-sayup ia mendengar suara eomma, appa, dan raemi sahabatnya berteriak memanggil-manggil dirinya. Ia juga mendengar suara sehun, kekasihnya. Jinra kembali ke belakan, menghampiri sumber suara itu. Namun hanya ruangan putih yang kosong itu lah yang ia temukan. Tidak ada seorangpung disana yang ia temui. Eomma, appaaaaaa teriaknya. Nyaris habis suara jinra berteriak. Karena kelelahan ia akhirnya pun tertidur di ruangan itu.

Sementara itu orang-orang yang menunggu jinra di periksa oleh dokter bisa bernafas lega karena jantung jinra kembali berdetak. Raemi akhirnya pulang dengan chanyeol dan juga sehun. Ya sehun juga pulang karena ia dipaksa oleh chanyeol.

Malam itu sesuai dengan perintah dokter akhirnya appa dan eomma jinra membawa jinra ke Canada. Sebelum berangkat jinra sempat tersadar, dan berkata jika ia tidak yakin bahwa dirinya akan sembuh. Pesimis. Seperti itulah jinra sekarang.
Ia bahkan meminta kepada orang tuanya untuk mengatakan pada sehun bahwa ia sudah meninggal dan dikuburkan dicanada. Sesuai permintaanya, eomma jinrapun langsung menuruti keinginan anaknya tersebut.

Sehun, namja itu kini bahkan terlihat sangat kacau. Menangis sepanjang malam begitu mendapa sms dari eomma jinra tentang kabar yang membuat seluruh dunianya terasa runtuh. Kepergian jinra. Dan ia bahkan tak bisa melihat wajah kekasihnya itu untuk yang terakhir kalinya. Malam itj setelah meninggal jinra langsung dibawa ke Canada. Itulah yang sehun tau.

One Years Latter

 

Jinra POV

Huoaaaaa, akhirnya aku mendarat di korea. Setelah perjalanan panjang Canada-korea selama 13 jam, akhirnya aku bisa menghirup udara korea lagi. Aku sembuh, yap dokter di Canada berhasil menyembuhkanku, kini setelah pengobatanku selama satu tahun, akhirnya aku diperbolehkan pulang ke korea oleh dokter. Aku benar-benar merindukan korea. Appa, raemi, dan juga….sehun.

Setelah dari bandara eomma langsung menuju rumah, sedangkan aku mendatangi rumah raemi.

“Kim Raemi.” Teriakku dibawah jendela kamarnya, kebiasaanku jika berkunjung kerumahnya.

“Jinra, jinra kau benar-benar jinra ???” Tanya raemi terkejut begitu melihat sosokku. Ah ya, yang mereka tau aku sudah meninggal.

“tentu saja ini aku.” Balasku sambil tersenyum. Raemi langsung berlari dan menghambur memelukku.

“heii kau tidak meninggal kan ?” Tanya raemi dengan tampang seperti seorang idiot.

“Tentu saja tidak babo.” Balasku sambil menjitak kepala raemi.

“ahh ya, sejak kau pergi sehun menjadi namja yang pemurung.” Jelas raemi, sehun namja itu nagaimana kabarnya sekarang ?

“dimana dia ?” tanyaku akhirnya.

“Seperti biasa di taman dekat sungai han. Biasanya ia aka nada disana saat jam segini.” Jelas raemi lagi. Tanpa babibu aku langsung berlari ketaman yang dikatakan raemi. Bermaksud menemui sehun tentu saja.

Setelah tiba kuedarkan pandanganku keseluruh pelosok taman. Kulihat namja itu tengah termenung sendirian di bangku taman. Taman ini terlihat sepi, tentu saja karena ini sudah awal musim dingin, jadi orang-orang akan malas menghabiskan waktunya di taman ini.

Kudekati namja itu. “Apa kah seorang oh sehoon sekarang menjadi namja rapuh hanya karena shin jinra ?” tanyaku tepat ditelinga sehun. Sontak namja itu berbalik. Ia tercengang melihatku berdiri dengan senyum manis menghiasi bibirku. Keterkejutan ketara sekali terlihat dari wajah namja ini.

“Kau benar-benar jinra ?” tanyanya setelah berhasil mengendalikan keterkejutannya.

“Ne, ini aku jinra, shin jinra. Apa kabar sehun oppa ?” tanyaku masih dengan senyum manisku.

Bukannya menjawab sehun malah langsung menghambur kedalam pelukanku.

“Jika ini benar kau, kumohon jangan pernah meninggalkanku lagi.” Pintanya.

“Tentu oppa, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, saranghae sehun oppa.

“Nado saranghae shin jinra.” Balasnya dan dengan perlahan ia mendekatkan wajahnya ke wajahku.

CUPPP~~~

“kyaaa oppa itu first kiss ku.” Teriak ku yang diikuti oleh tawa sehun

END

Hahahahaha, eotteh ??? aneh ? gaje ? ancur ? gila ? sarap ?

Apapun itu tolong tinggalkan koment kalian ok J

Ah ya, thanx juga udah mau baca ff aneh bin ajaib ini ya hehehe.

Ini ff aku bikin khusus buat my lovely best friend forever Kim Justin a.k.a cindy. Hope you like jagi J

Ra

4 comments

  1. Andromeda · January 22, 2013

    keren thor,,
    bacanya nyesek bgt..

  2. Im Seo Jin · February 5, 2013

    Keren thor T_T sedih bacannyaa

  3. Taerin · June 13, 2013

    Kerennnn!!! d^^b

  4. Kang Soo Hee · June 19, 2013

    daebaaaak ^^

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s