Series : Accio Love Part 1

408292_218114754941690_1008788001_n.jpg._副本

Tittle : Accio Love
Author :Rae Kim
Cast : Oh Sehoon
Park Jinra
Park Jaera
Wu Yi Fan
Xi Luhan
Genre : AU, Action, Romance
Ratting : PG +15
Length : On Writing

[Accio Love]

Normal Side
Pagi menjelang, namun yeoja bernama park jinra itu masih enggan membuka matanya. Ia masih asik dialam mimpinya. Entah apa yang ia mimpikan, namun sepertinya itu mimpi indah, terlihat dari raut wajah bahagianya.
“eunghh” lenguh gadis itu, sepertinya ia baru saja terbangun dari mimpi indah nya. Terbangun karena sinar matahari yang menembus tirai telah mengenai wajah cantiknya.
“Jinra-ya, palli ireona. Kau mau telat ke kampus ya ? Hari ini ada mata kuliah mr. jung.” Teriah jaera, saudara kembar Jinra.
Park jinra dan Park jaera, terlahir sebagai kembar identik. Namun keduanya juga mempunyai perbedaan, warna mata jinra yang berwarna gold sedangkan mata jaera berwarna hijau kecoklatan. Mereka, tampak sangat catik. Bahkan mereka menjadi primadona kampus. Namun sayangnya, park jinra, sudah mempunyai seorang kekasih. Oh sehun, mahasiswa semester 7 jurusan hukum. Lain lagi dengan jaera, yeoja ini tampaknya masih senang menjomblo. Walau begitu bukan begitu ia tak laku, banyak sekali lelaki yang ingin menjadi kekasihnya, namun sayangnya Jaera merassa masih betah dengan kesendiriannya.
“Ya, kau mengganggu tidurku park jaera.” Gerutu jinra saembari menarik kembali selimutnya yang tadi ditarik lepas oleh jaera.
“Aku tidak mau tanggung jawab jika nantinya kau mendapatkan masalah dengan dosen killer itu. Sebaiknya kau jangan main-main jinra-ya, appa akan sangat marah pada kita jika kita melakukan sedikit saja kesalahan. Kau tau appa bagaimana kan ?” tutur jaera panjang lebar, ucapannya sepertinya cukup sukses membuat tubuh jinra langsung terbangun dari tidurnya. Ia bergegas kekamar mandi.
Sementara jaera, gadis itu lebih memilih merapikan tempat tidur jinra. Sedikit membantu saudaranya jika ia sediri tak ingin kena masalah dengan appanya. Park Yonghae. Pengusaha real estate yang sangat kaya raya. Mengatur segala kehidupan putri-putrinya, tanpa sedikitpun memberikan kebebasan untuk mereka.
“Jae-ya, kau tau tidak kemarin malam sehun oppa mengajakku kencan. Aigoo, aku benar-benar tidak menyangka dia seromantis itu.” Cerita jinra dengan wajah berbinar-binar.
“hahaha, asal appa jangan sampai tau saja ra-ya. Bisa gawat kalau appa tau kau masih berhubungan dengan sehun oppa.” Kekeh jaera.
“Asal kau tidak mengatakannya saja jae, ahh tapi kau pasti tidak akan mengatakannya hehe.” Gurau jinra.
“Jja, aku sudah siap. Kajja kita berangkat, nanti kita mendapat masalah dengan monster jung itu haha.” Lanjut jinra lagi.
“Kajja.” Balas jaera sambil menggandeng lengan jinra menuju kekampus mereka.

@Jinra Side
“Sehun opaaa.” Teriakku begitu aku melihat sehun oppa tengah menungguku didepan pintu gerbang. Aku segera berlari untuk menghampiri pangeran ku itu, sedangkan jaera dia malah langsung menghilang. Kurasa dia langsung kekelas, sedangkan aku masih berjalan menuju kelas pertamaku berdampingan dengan sehun oppa.
“Ya, kau pasti belum makan ?” tebak sehun oppa yang hebatnya benar.
“Kenapa oppa tau ?” Tanya ku, namja ini selalu mengetahuiku lebih dari aku memahami diriku sendiri.
“Aku sudah hapal kebiasaanmu yang belum bangun sebelum setengah 7, sedangkan sekarang sudah jam 7.15 jadi tentu aku tau kau belum makan.” Jelasnya.
“Hah ??? 7.15 ? oppa aku telat kelas monster jung. Aku duluan ya, annyeong.” Teriakku sambil berlari menuju kelasku, astaga saking asiknya bertemu sehun oppa aku sampai lupa dengan kelas mr. jung. Aigoo aku akan mati kena masalah.

@Canteen
“Huft, hari ini memang hari yang menyenangkan jae-ya. Walaupun aku sempat takut karena terlambat dikelas monster itu, tapi ternyata dia tidak masuk haha.” Tawaku pada jaera yang duduk tepat didepanku.
“haha, kau kan memang selalu begitu ra-ya. Freak.” Goda jaera yang sukses membuatku mengerucutkan bibir.
“Aneh begini kan aku saudaramu juga.” Dengan mimic yang kubuat seolah-olah ingin menangis, aku membalas ucapan jaera.
“Arra arra, dan aku menyayangimu hehe.” Kekehnya lagi, tak tahan melihat tampang gagal memelas ku.
Dengan langkah riang akhirnya aku dan jaera pun berjalan santai pulang kerumah kami. Sehun oppa juga sudah pulang dari tadi, dia bilang ada masalah yang harus dia urus. Dia oh sehoon, namja yang sudah 2 tahun belakangan membuatku selalu bahagia, dia namja sederhana. Yang kutau orang tuanya sudah meninggal, dan pekerjaannya seorang penerobos jaringan mafia. Bukan pekerjaan yang mudah mengingat umurnya yang baru 22 tahun. Namun ia menyukai pekerjaan itu, dan aku sebagai kekasihnya hanya mampu mendukungnya, walaupun jujur aku sangat takut akan resiko pekerjaannya itu. Awalnya hubungan kami berjalan lacar, sampai akhirnya 6 bulan yang lalu appa mengetahui semuanya. Dan ia sangat tidak setuju aku berpacaran dengan sehun oppa, alasannya ? simple, hanya karena statusnya. Setauku sehun oppa bukan berasal dari keluarga berada. Dan aku tidak mengetahui apa-apa tentang keluarganya selain orang tuanya yang sudah meninggal. Ia benar-benar tertutup tentang keluarganya.

—-Accio Love—-

Malam ini, appa mengumpulkan aku, jaera dan juga eomma diruang keluarga. Hal yang jarang terjadi, kecuali apa yang akan dibicarakan oleh appa benar-benar serius.
“Park jinra, park jaera. Ada suatu hal yang ingin appa sampaikan pada kalian berdua. Terutama kau jinra. Appa, dan wu xi lai sudah sepakat akan menikahkan jinra dengan wu yi fan, putra dari wu xi lai. Dan appa tidak mau mendengar penolakan darimu jinra.” Deg, penuturan appa langsung menohhok jantungku. Menikah ? dengan siapa tadi ? Wu apa ? aish apa appa tidak tau kalau aku sudah mempunyai kekasih.
“Tapi appa…” ucapanku langsung terputus saat melihat tatapan tajam dari appa.
“Jika jinra berhasil menikah dengan wi yi fan, maka saham perusahaan kita akan melonjak drastis, benar begitu yeobo ?” senyum appa kepada eomma yang sedari tadi diam.
“Ne, dan keuntungannya bagi kita akan berlipat ganda.” Sambung eomma mengamini perkataan appa. Yatuhan, ini lah alasanya mengapa aku menyesal dilahirkan dalam lingkungan keluarga bisnis. Aku tidak bisa bebas dengan hidupku, selalu saja aku dan jaera menjadi boneka orang tua kami.
Aku langsung berlari menuju kamarku tanpa memperdulikan orang tua ku yang sedang sibuk mengurusi keuntungan perusahaan jika aku benar-benar menikah dengan namja itu.
Hati mereka terbuat dari apa sih ? kenapa mereka tidak memikirkan perasaanku saat mereka ingin menjodohkanku dengan namja yang bahkan aku tak kenal.
Lalu bagaimana dengan sehun oppa ? Aishh jinjja, aku tidak akan menikah dengan wu yi fan, aku hanya akan menikah dengan oh sehoon. Hanya oh sehoon. Nothing other. Tapi bagaimana dengan appa ? aku begitu takut dengannya. Sehun oppa, help me.
“Appa, umur jinra kan baru 20 tahun. Masih sangat muda untuknya menikah appa ?” samar-samar kudengar jaera membuka suara membelaku. Saudaraku yang satu ini memang benar-benar bisa diandalkan. Setiap saat aku membutuhkannya ia akan selalu ada untukku.
“Kau jangan ikut campur park jaera, diam saja jika kau tidak ingin kunikahkan juga.” Bentak appa membuat jaera langsung bungkam. Bahkan jaera, anak kesayangan appa saja ia bentak begitu. Entah lah, appa selalu menganggap uang sebagai tujuan utama hidupnya, bahkan ia rela menjualku hanya demi saham perusahaan.
Didalam kamar aku hanya bisa menangis, kukirim sebuah pesan singkat kepada sehun oppa
To My Sehunnie
Oppa, aku ingin bertemu dengan mu. Besok jam 10 pagi temui aku di atap gedung kampus. Ada hal penting yang ingin kubicarakan denganmu.
Kutekan tombol send, tak berapa lama balasan dari sehun oppa pun datang.

From My Sehunnie
Arra jagiya, besok kita bertemu diatap kampus jam 10 pagi. Aku akan ingat itu. Saranghae. Chu~~
Aku sedikit tersenyum ketika membaca pesan yang dikirim oleh sehun, walaupun rasa kecewa atas sikap appa yang semena-mena masih membebani fikiranku. Namun setidaknya aku masih punya jaera dan sehun oppa yang akan menolongku.
Besok aku akan membicarakan ini pada sehun oppa, terlepas dari apapun responnya nanti, toh cepat atau lambat aku akan menikah juga dengan wu yi fan itu taka da pilihan lain selain mengikuti kemauan appa.

Jaera Side
Appa berniat menjodohkan jinra dengan namja bernama wu yi fan. Aku tau jinra pasti sangat tidak terima dengan keputusan appa yang sangat merugikannya. Hanya demi saham, appa berusaha menjual jinra. Aku sudah mencoba bicara pada appa namun usahaku sendiri sia-sia. Appa itu bagaikan batu yang sangat sulit dihancurkan. Aku ingin sekali membantu jinra, tapi aku sendiri tidak tau bagaimana carnya. Sehun dan jinra itu memang sudah ditakdirkan bersama, kurasa. Karena aku melihat cinta sehun yang begitu besar terhadap jinra, begitu juga sebaliknya. Ahh, apa sehun oppa sudah mengetahui hal ini ? lebih baik aku Tanya kan saja pada jinra.
Ku ketuk pelan pintu kamar jinra. Aku yakin ia belum tidur, aku sangat mengenal jinra. Ia tak akan bisa tidur jika sedang mempunyai masalah.
“ra-ya, ini aku jaera. Boleh aku masuk ?” tanyaku pelan.
“Masuklah.” Sahutnya dari dalam, suaranya terdengar sedikit serak, mungkin ia sudah terlalu lama menangis.
“Ra-ya, mian aku tidak bisa membujuk appa untuk membatalkan niatnya.” Sesalku sambil duduk di pinggir ranjangnya. Sementara ia sendiri tengah berbaring. Kulihat air matanya yang mengalir deras di wajahnya.
“Bukan salahmu jae, ini salah appa. Dia terlalu mengatur kehidupan kita, aku merasa menjadi boneka appa.” Balas jinra sambil memelukku.
“Ne, jika boleh memilih aku lebih ingin terlahir sebagai keluarga sederhana dari pada keluarga seperti ini.” Balasku memeluk jinra.
“Temani aku tidur disini ya malam ini.” Pinta jinra. Melihat keadaanya seperti sekarang, aku tak tega menolak permintaanya. Kuanggukkan kepalaku.

Pagi menjelang, namun sepertinya jinra masih enggan membuka matanya. Kebiasaannya. Selalu terlambat bangun, ciri khas jinra sekali.
“Jinra-ya, palli ireona. Kita ada kelas jam 8.” Seruku membangunkan nya. Namun seperti biasa, ia betah sekali berada dibawah selimut tebalnya itu.
“Hmm, sebentar lagi.” Gumamnya.
“Aish kau ini. Jangan jadi yeoja pemalas, palli ireona. Mandi, sarapan, lalu kita berangkat ke kampus.” Jeritku, tak tahan juga jika setiap pagi aku harus melakukan pekerjaan ini.
“ya, kau ini mengganggu saja, arra aku bangun.” Teriaknya gusar sambir bangkit dari tidurnya lalu berlari ke kamar mandi.
Sekitar 20 menit kemudian kulihat jinra sudah turun menghampiriku eomma dan appa dimeja makan.
“Jinra, kenapa kau lama sekali ?” Tanya appa, namun jinra sama sekali tak menjawabnya. Ia pasti masih kesal karena keputusan appa yang semena-mena terhadapnya. Jinra hanya duduk, mengambil roti dan makan dalam diam. Tak ia hiraukan pertanyaan-pertanyaan yang terlontar dari eomma dan appa. Beginilah jinra jika sudah marah, ia akan mengacuhkan orang yang membuatnya marah.
“Ya park jinra, bisa tidak kau bersikap sopan sedikit ? Appa dan eomma mu sedang bertanya kepadamu, kharusnya kau jawab. Dimana sopan santunmu sebagai anak ?” teriak appa murka, mungkin ia marah karena sedari tadi pertanyaannya hanya dianggap angina lalu oleh jinra.
“Lalu dimana hati nurani appa ? kenapa appa menjodohkanku segala ? appa fikir aku ini boneka yang hidupnya bisa appa atur seenak appa ? appa memang kejam, menjual putri sendiri hanya demi saham.” Jinra terlihat lebih murka lagi, ia terlihat menumpahkan segala kekesalannya yang tertahan dari tadi malam. Setelah mengatakan kata-kata itu, ia menarik tanganku dan keluar rumah.
“Aish, lelaki tua tak tau diri itu, dia kira dia tuhan, seenaknya saja menjual hidupku.” Umpatnya sambil berjalan. Kali ini kami lebih memilih berjalan kaki menuju kampus, untungnya jarak kampus dari rumah tak terlalu jauh.
Sepanjang jalan jinra terus mengumpat sementara aku hanya bisa diam mendengarkannya, mau menyanggahpun taka da gunanya. Semua ucapannya itu fakta. Memang benar terjadi. Kali ini appa memang benar-benar keterlaluan.
“Ra-ya, aku tau appa memang sangat keterlaluan kali ini, tapi bagaimanapun juga dia masih tetap appa kita.” Ujarku, bukannya bermaksud membela appa, namun hanya mengingatkan jinra agar ia bisa lebih mengaontrol emosinya.
“Iya, tapi aku benar-benar kecewa padanya kali ini jae. Ia seenaknya merebut kehidupanku. Menjodohkanku ? hah yang benar saja, apa perjodohan itu masih berlaku dijaman modern seperti ini ?” pekiknya.
Oo, seperti nya aku salah bicara kali ini. Lebih baik aku diam saja.

@kampus
Normal Side

Jinra tengah duduk di kursi panjang yang ada diatap gedung. Ia mengurungkan niatnya memberitahukan sehun tentang perjodohannya dengan namja asing itu. Ia menghirup nafasnya dalam-dalam. Mencoba menenangkan fikirannya sediri. Mungkin suasana seperti ini memang ia butuhkan saat ini. Mengingat suasana hati nya benar-benar kacau karena ulah orang tuanya sendiri.
“Huftt, apa yang difikirkan laki-laki tua itu sampai ia bisa berniat menjodohkanku ?” gumam jinra pelan.
“Siapa yang mau dijodohkan ?” tiba-tiba sebuah suara dari belakang mengejutkan jinra.
“O-oppa, anniya aku hanya asal sebut saja hehe.” Ujar jinra gugup. Senyumnya pun terlihat sangat dipaksakan. Namun agaknya sehun terlanjur curiga dengan senyum gugup jinra, karena ia sangat tau taka da yang membuat seorang park jinra bertingkah konyol seperti ini kecuali ada sesuatu yang sedang ia sembunyikan. Ia tahu betul itu. Namun melihat wajah ‘tak ingin mengatakan apa-apa’ jinra membuat sehun menguruungkan niatnya bertanya, walau sebenarnya rasa penasaran melandanya saat ini.
“Hmm, arra.” Ucapnya singkat, berusaha untuk tidak mencurigai yeoja ini. Karena setelah appa jinra mengetahui hubungannya dengan jinra, sang appa tak membiarkan sehun sedikit saja bertemu dengan jinra. Kesempatannya bertemu gadis ini hanya saat dikampus, saat yang benar-benar aman untuk mereka. Karena saat dikampus, jinra tak akan diawasi oleh mata-mata suruhan appanya.
Namun, sepertinya jinra menangkap adanya kecurigaan di mata sehun.
“Oppa, aku benar-benar tak apa-apa. Kumohon jangan menatapku seperti itu. Kau terlihat seperti akan memakanku.” Canda jinra berusaha mencairkan suasana.
“arra, aku percaya. Kau ini memangnya aku harimau ? aku tidak berselera memakanmu. Aku bukan kanibal tau.” Rajuk sehun. Tentu saja pura-pura. Ia tak akan tahan marah pada gadisnya itu.
“haha, aku tak mengatakan oppa kanibal.” Ejek jinra, setelah itu ia mengalihkan pandangannya melihat jalanan kampus yang tampak tidak begitu ramai.
“Jadi, apa yang ingin kau bicarakan ?” Tanya sehun akhirnya, membuat jinra mendadak seperti tidak bisa bernafas. Ini yang ia takutkan, sebenarnya ia belum siap untuk mengatakan apapun pada sehun tentang perjodohan bodoh yang diatur appanya untuknya dan juga lelaki asing bernama kris tersebut. Namja yang bahkan ia tak tau wajahnya.
“Hmm, hanya merindukanmu hehehe.” Senyum jinra. Kali ini terlihat lebih natural, walaupun masih sedikit gugup.
“hah, ternyata. Aku kira ada hal besar yang ingin kau sampaikan tadi.” Sesal sehun, ya berpura-pura lagi. Hanya untuk menggoda gadisnya.
“Oppa tidak merindukanku ?” rajuk jinra pada akhirnya.
“Hmm kurasa tidak. Tidak bisa tidak merindukanmu.” Canda sehun membuat jinra langsung tergelak. Tentu saja, sehun yang biasa tampil dengan pembawaan yang cool tiba-tiba berubah menjadi raja gombal seperti ini. Hal yang sanngat langka, jinra menyesal karena ia tak sempat merekam ucapan sehun yang mungkin bisa membuatnya sakit perut karena terlalu banyak tertawa saat mendengarnya.
“Bwahahahahaha.” Tawa yang berusaha ditahannya ternyata lepas juga, sehun sendiri mengerutkan keningnya bingung karena yeoja ini tiba-tiba tertawa begitu keras. Ia menysali ucapan bodohnya yang membuat jinra tertawa.
Belum selesai jinra tertawa, jaera dengan terburu-buru menghampiri jinra dan berkata.
“Ra-ya, appa menjemputmu. Sekarangia sudah berada di bawah. Cepat kesana sekarang atau kita akan mati.” Cecar jaera cepat, tampak jelas raut ketakutan di wajah cantiknya.
Tak beda jauh dengan ekspresi jaera saat ini, ekspresi jinra pun langsung berubah menjadi bingung.
Mau apa appanya datang kemari ? pertanyaan itu terus saja berkelebat diotaknya. Ia bahkan tak menyadari bahwa ia sudah berlari meninggalkan sehun dan menarik tangan jaera untuk berlari bersamanya. Ia sama sekali tak menghiraukan wajah ‘ada apa dengan kalian’ yang ditunjukkan oleh sehun.
Selama sehun tak tau, itu akan sedikit lebih baik. Karena tak akan menambah masalah. Karena jika sehun tau, tentunya masalah akan menjadi semakin panjang, dan tidak menutup kemungkinan bahwa namja itu akan meninggalkannya. Dan ia pastikan itu tidak akan terjadi.

TBC

Huft, part 1 udak kelar. Gimana ? kurang memuaskan kah ? maaf ya kalo kirang bagus hehehe, akunya gak begitu jago bikin ff sih. Hmm jangan lupa kritik dan sarannya. Supaya lebih membangun😀

-Rae Present-

One comment

  1. lestrina · February 25, 2013

    Cerita yg menarik nieh…jinra n jaera, jinra tdk mau dijodohin sam wu yi fan, pasti yg gantiin jaera ya. Mendingan jaera sama wu yi fan jan trus jinra tetap sama sehun…ya wes lanjut ya

Leave your comment and like if you like this story XD

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s